The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

MAKALAH TENTANG PERTUMBUHAN FUNGI. UNTUK PEMBELAJARAN BIOLOGI DI SEMESTER III

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by rifaikasman.2020, 2024-01-08 23:59:11

PERTUMBUHAN FUNGI

MAKALAH TENTANG PERTUMBUHAN FUNGI. UNTUK PEMBELAJARAN BIOLOGI DI SEMESTER III

MAKALAH PERTUMBUHAN FUNGI OLEH KELOMPOK 5 No Nama Nim Fitri kotta 38420522019 Di anjurkan untuk memenuhi tugas pada matakuliah keanekaragaman Mikologi lokal DOSEN PENGAMPU MATA KULIAH Rifai kasman, M.pd NIDM 1225069401 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI FAKULTAS MIPA ISTITUT SAINS DAN PENDIDIKAN KIE RAHA MALUKU UTARA 2023-2024


KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan kehadiran ALLAH SWT, yang atas rahmat-Nya dan karunianya kami dapat meyelesaikan makalh ini tepat pada waktunya. Adapun tema dari makalah ini adalah “PERTUMBUHAN FUNGI” Pada kesempatan ini kami mungucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada dosen mata kuliah “KEANEKARAGAMAN MIKOLOGI LOKAL” yang telah memberikan tugas kepada kami. Kami jauh dari sempurna. Dan ini merupakan langkah yang baik dari studi yang sesungguhnya. Oleh karena itu. Keterbatasan itu, keterbatasan waktu dan kemampuan kami, maka kritik dan saran yang membangun senantiasa kami harapkan semoga makalah ini dapat bernguna bagi saya pada khususnya dan pihak lain yang berpentingan pada umumnya. Ternate, 23 November 2023 Penulis


DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL ............................................................................................................ i KATA PENGANTAR ...........................................................................................................ii DAFTAR ISI..........................................................................................................................ii BAB I PENDAHULUAN......................................................................................................1 A. Latar belakang ...........................................................................................................2 B. Rumusan masalah ......................................................................................................3 C. Tujuan .......................................................................................................................4 D. Manfaat .....................................................................................................................5 BAB II PEMBAHASAN.......................................................................................................6 A. Pertumbuhan fungi.....................................................................................................7 BAB III PENUTUP ...............................................................................................................8 A. Kesimpulan ...............................................................................................................9 B. Saran ..........................................................................................................................10 DAFTAR PUSTAKA............................................................................................................11


BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Dalam hidup ini, kita selalu di kelilingi dengan spesies-spesies mahluk hidup yang beranekaragaman salah satunya fungi. Fungi ada yang bersifat menguntungkan dan ada pula yang bersifat merugikan kita telah mengenal jamur dalam kehidupan sehari-hari meskipin tidak sebaik tumbuhan lainya hal itu di sebabkan karena jamur hanya tumbuhan pada waktunya tertentu, pada kondisi tertentu yang mendukung, dan lama hidupnya terbatas. Sebagai contoh, jamur banyak muncul pada musim hujan di kayu-kayulapuk, serasah, maupun tumpukan jerami namun, jamur ini segerah mati seteleh mati setelah musim kemarau tiba seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, manusia telah mampu membudidayakan jamur dalam medium buatan misalnya misalnya jamur merang, jamur tiram, jamur jamur kepiting. Fungi akan terus menjadi bahan menjadi bahan bagai penelaan ilmiah dasar, terutama yang berkaitan dengan morfogenesis mereka akan menjadi sangat penting di dalam proses proses komersial untuk meyediakan produk-produk yang bermanfaat, termasuk anti body penisilan. Berdasarkan hal di atas. Maka penulisan tertarik untuk lebih mendalami dan megidentifikasi dan pernnya oleh karena itu dalam makala ini penulis membahas tentang ciri fungi, klasifikasi fungi, reproduksi fungi, dan peranan dalalam kehidupan manusia.


B. Rumusan masalah 1. Apa yang di maksud dengan pertumbuhan fungi ? C. Tujuan 1. Mengetahui apa yang di maksud dengan pertumbuhan fungi


BAB II PEMBAHASAN A. Pertumbuhan fungi Dalam mikrobiologi definisi pertumbuhan adalah pertambahan volume sel, karena ada pertambahan protoplasma dan seyawa asam nukleasyang di libatkan sintesis DNA dan pembelahan mitosis. Pertambahan volume sel tersebut adalah irieversibel, artinya tidak dapat kembali ke volume sel tersebut adalah umumnya suatu konoli di gunakan sebagai kiterial terjadinya pertumbuhan, karena inassa sel tersebut berasal dari satu sel. Jadi sesuatu yang semula tidak terlihat, yaitu suatu spora atau konidia fungi, menjadi ineselium atau koloni yang dapat di lihat. Bila suatu konidia atau spora fungi di tanam di atas agar dalam dalam cawan petri, maka setelah satu dua hari baru terlihat sesuatu pada permikaan agar yang dapat berupa tetesan kental apabila suatu khamir atau berupa benang-benang bila bentuk tersebut adalah suatu kapang.pemeriksaan mikroskopis akan membuktikan bahwa yang tumbu itu betulbetul suatu konoli khamir atau suatu konoli kapang. Dari suatu konidia akan tumbuh suatu tabung yang makin lama makin panjang mirip seuntai menang dan pada suatu waktu benang itu mulai bercabang. Cabang-cabang yang timbul selalu akan tumbuh menjahui hifa utama atau hifa yang pertama. Cabang-cabang tersebut akan saling bersentuhan. Pada titik sentu akan terjadi lisis dinding sel (anastomosis)sehingga protop asma akan megalir kesemua sel hifa, miselium yang terbentuk akan makin banyak dan membentuk suatu koloni


Pertumbuhan khamir hingga tampak sebagai suatu koloni di sebabkan oleh pembagian sel-sel khamir menjadi sejumlah anak sel. Koloni tersebut terbentuk karena pertambahan populasi dan sebenarnya merupakan suatu proses reproduksi mempelajari pertumbuhan fungi adalah sngat penting karena peranan fungi di alam. Fugi hidup sebagai saprofil aktivitas fungi berperan sebagai siklus nutriendi tanah dan sebagai parasit tumbuhan pada organisme hidup yang lain. Sebagai simbion fungi dapat mempegaruhi kehidupan tanaman tertentu. Dengan mempelajari pertumbuhan fungi dan factor factor lingkungan yang mempegaruhinya kita memperoleh pegertian mengenai ekologi fungi.di samping itu, dengan mengetahui pertumbuhan fungi, proses pembusukan (buah-buahan, sayur-sayuran, bahan pangan lainya) atau penguraian bahan-bahan penting bernilai ekoromi ( kayu dan olahanya, kertas, tekstil), oleh fungi dapat dicegah. Industri-industri yang mengunakan aktivitas fungi tertentu untuk hasil yang diinginkan harus menguasai pengetahuan tentang pertumbuhan fungi pengetahuan mengenai pertumbuhan khamir saccharomyces cerevisiaen sangat diperlukan untuk produksi alcohol satu untuk kefir candidautilis untuk biomasa SCP. FAKTOR INTERNAL 1. Gen Gen merupakan supstansi pembawah sifat yang diturunkan dari induk ke generasi selanjutnya. Gen mempegaruhi ciri sifat mahluk hidup dimana pada tanaman mempegaruhi bentuk tubuh, warna bunga, dan rasa buah. Gen juga membentukan kemampuan metabolism sehingga sangat mempegaruhi pertumbuhan dan perkembagan tanaman tersebut tanaman yang memiliki gen yang tumbuh dan berkembang cepat sesuai dengan periodenya.


Meskipun factor-faktor dari gen sangat penting, namun factor ini bukan satu-satunya yang menentukan pola pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Di samping itu ada faktor lingkugan yang ikut berpegaruh,. Misalnya pada tanaman yang memiliki sifat ungul, hanya dapat tumbuh dengan cepat, berupa lebat, dan rasanya manis di lahan yang subur dan kondisinuya sesuai. Bila ditanam di lahan tandus dan kondisinya tidak sesuai, pertumbuhan dan perkembagan tanaman ini tidak akan optimal. 2. Hormon Hormone merupakan jat yang berperan dalam mengendalikan berbagai fungsi di dalam tubuh. Meskipun jumlanya sedikit, hormone memberikan pengaruh nyata dalam pegaturan berbagai proses dalam tubuh. Hormon yan mempegaruhi pertumbuhan dan perkembagan pada tanaman ada beragam jenisnya 1. Auksin, berperan untuk memacu proses pemanjagan, pembelahan, dan diferensiasi sel. 2. Giberlin, berperan untuk pembentukan biji serta perkembagan dan perkecambahan embrio 3. Etilen, berperan untuk pematangan buah dan perontakan daun 4. Sitokinin, berperan untuk pembelahan sel atau sitokenesis, seperti merangsang pembentukan akar dan cabang tanaman. 5. Asam absisat, berperan untuk proses penuaan dan gugurnya daun. 6. Kaolin, berperan untuk proses organogenesis tanaman. 7. Asam traumalin, berperan untuk regenerasi sel apabila mengalami kerusakan jarigan.


FAKTOR EKSTERNAL 1. Nutrisi Nutrisi merupakan bahan baku dan sumber energy dalam proses metabolisme tubuh. Kualitas dan kuantitas nutrisi akan mempegaruhi pertumbuhan dan perkembagan tanaman, tanaman membutukan nutrisi berupa air dan zat hara yang terlarut dalam air. Melalui proses fotosintesis, air dan karbon dioksida diubah menjadi jat makanan. Zat hara tidak berperan langsung dalam proses fotosintesis, namun sangat diperlukan agar tanaman dapat tumbuhan dan berkembang dengan baik. 2. Cahaya matahari Cahaya berpegaruh terhadap pertumbuhan dan perkembagan mahluk hidup. Tanaman sangat membutukan cahaya matahari untuk fotosintesis. Naamun keberadaan cahaya ternyata dapat menghambat pertumbuhan karena cahaya dapat menghambat pertumbuhan tuhan karena cahaya dapat pada ujung batang. 3. Air dan kelembaban Air dan kelembaban merupakan faktor penting untuk pertumbuhan dan perkembagan. Air sangat dibutuhkan oleh mahluk hidup. Tanpa air sangat di butuhkan oleh mahluk hidup. Tanpa air, mahluk hidup tidak dapat bertahan hidup. Air merupakan tempat berlangsungnya reaksi-reaksi kimia didalam tubuh. Kelembaban mempegaruhi keberadaan air yang dapat diserap oleh tanaman meguragi penguapan. Kondisi ini sangat mempegaruhi sekali terhadap pemanjgan sel. Kelembaban jugapenting untuk mempegaruhi sekali terhadap pemanjagan sel kelembaban juga penting untuk mempertahankan stabilitasbentuk sel


4. Suhu Suhu memiliki pegarunya nyata terhadap pertumbuhan dan perkembagan tanaman. Contonya pada padi yang di tanam pada musim penghujan dimana suhu rata-rata lebi rendah. Hal ini disebabkan karena semua proses dalam pertumbuhan dan perkembagan seperti peyerapan air, fotosintesis, pegucapan, dan pernapasan pada tanaman di peraruhi oleh suhu.


BAB III PENUTUP A. Kesimpulan Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan tentang isolasi dan karakterisasi jenis fung yang meyebabkan kerusakanpada naska kuno, terdapat delapan isolasi fungi, dari delapan isolate fungi; 1. Fungi terindikasi memiliki karakter hifa dan miselium dan mikroskopik (hifa, konidia, konidiofor, vesikel dan fialit) berdasarkan karakter makroskopik dan mikroskopik fungi terindikasi mirip dengan genus aspergillus sp. 2. Kurangnya perawatan pada naska meyebabkan kerusakan naska kuno 3. Sehingga terdapat beberapa upaya sederhana dalam pencegahan pemicu pertumbuhan fungi yaitu pemilik naska harus rutin membersikan naskah dan tempat peyimpanan naskah, memiliki sirkulasi udara yang baik, pemecahanya yang cukup baik dan dapat juga di lakukan dengan pemberian kamperdiarea sekitar naska kuno, disimpan di dalam kotak bebas asam dan dibungkus kain puti. B. SARAN 1. Bagi penelitian selanjutnya dapat mengidentivikasi jenis-jenis fungi dengan melakukan uji biokimia dan jenis biota lainnya yang meyebabkan kerusakan pada naskah kuno yang ada di Palembang agar dapat lebih jelas megetahui jenis spesies fungi dan biota lainya yang meyebabkan kerusakan pada naska kuno. 2. Usahakan tempat peyimpanan tidak terlalu gelap dan diberi pencahayaan yang baik serta memiliki sirkulasiudara yang baik.


3. Hendaknya pemilihan naska harus rutin membersikan naska dan tempat peyimpanan naska guna untuk mencegah pertumbuhan fungi


DAFTAR PUSTAKA Achmad, dkk. 2011. Panduan lengkap jamur. Bogor. Penebar swadaya. Anonymous. 2010. Sekam padi. http://tabloidgallery. Wordpress.com. (diakses pada tanggal 14 Maret 2017 pukul 21.07 WIB ) Anggoro, N.P. 2009. Hasil samping tanaman kelapa. Tabloid Sinar Tani edisi 22-28 april 2009. Korf, R.P. 1973. Discomycetes and Tuberales. Dalam: Ainsworth, G.C., F.K. Sparrow, A.S. Sussman(eds.). The Fungi, an advice treatise. Vol. IV A. Academic Press, New York, pp 249-319. Kowalik, R. 1980. Microbiodeterrioration of library mnterials. Part 2. AndMicrobiodecomposition of library material. Resiaurotor A; 135-219. Kozaki, M., A. Koijuri, and K. Kitahara. 1972. Microorganisms of zoogloeal mats formet in tea decoction. Dalam; Steinkraus.K.H.(ed ) 1996. Handbook of indigenous fermented foods, Second Edition Revisien and Expanded, Marcel Dekker Inc., New York, pp 495.


Click to View FlipBook Version