Pembentukan
KEYAKINAN KELAS
Kelas Sepuluh Sembilan (X.9)
SMA N 1 Tunjungan 2022/2023
Mengapa Keyakinan
Bukan Peraturan
Perhatikan pertanyaan berikut ini
Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut:
Mengapa kita memiliki Mengapa kita memiliki peraturan
peraturan tentang tentang penggunaan masker dan
penggunaan helm pada saat mencuci tangan setiap saat?
mengendarai kendaraan roda (Kemungkinan jawaban Anda
dua/motor? (Kemungkinan adalah ‘untuk kesehatan
jawaban Anda adalah untuk dan/atau keselamatan’).
‘keselamatan’).
Nilai-nilai keselamatan atau kesehatan inilah yang kita sebut sebagai suatu
‘keyakinan’, yaitu nilai-nilai kebajikan universal yang disepakati secara tersirat
dan tersurat, lepas dari latar belakang suku, negara, bahasa maupun agama
Tahapan menciptakan Program Kebajikan
Lihat daftar kebajikan yang telah disusun bersama.
Tentukan nilai-nilai kebajikan yang ingin dijadikan perhatian utama di sekolah Anda. Curah pendapat dalam
kelompok.
Sempurnakan beberapa daftar nilai-nilai kebajikan yang utama, bahas kembali dalam kelompok utama.
Buatlah poster atau muat di sosial media keyakinan sekolah/kelas Anda.
Prosedur Pembentukan Keyakinan Sekolah/Kelas
Mempersilakan warga sekolah atau murid-murid di sekolah/kelas
untuk bercurah pendapat tentang peraturan yang perlu disepakati
di sekolah/kelas.
Mencatat semua masukan-masukan para murid/warga sekolah di
papan tulis atau di kertas besar (kertas ukuran poster), di
mana semua anggota kelas/warga sekolah bisa melihat hasil curah
pendapat.
Susunlah keyakinan kelas sesuai prosedur ‘Pembentukan Keyakinan
Sekolah/Kelas’. Gantilah kalimat-kalimat dalam bentuk negatif
menjadi positif.
Contoh:
Kalimat negatif: Jangan berlari di kelas atau koridor.
Kalimat positif: Berjalanlah di kelas atau koridor.
Prosedur Pembentukan Keyakinan Sekolah/Kelas
Tinjau kembali daftar curah pendapat yang sudah dicatat.
Anda mungkin akan mendapati bahwa pernyataan yang tertulis
di sana masih banyak yang berupa peraturan-peraturan.
Selanjutnya, ajak warga sekolah/murid-murid untuk menemukan
nilai kebajikan atau keyakinan yang dituju dari peraturan
tersebut. Contoh: Berjalan di kelas, Dengarkan Guru,
Datanglah Tepat Waktu berada di bawah 1 ‘payung’ yaitu
keyakinan untuk ‘Saling Menghormati’ atau nilai kebajikan
‘Hormat’. Keyakinan inilah yang dimasukkan dalam daftar
untuk disepakati. Kegiatan ini juga merupakan pendalaman
pemahaman bentuk peraturan ke keyakinan sekolah/kelas.
Prosedur Pembentukan Keyakinan Sekolah/Kelas
Tinjau ulang Keyakinan Sekolah/Kelas secara bersama-sama. Seharusnya
setelah beberapa peraturan telah disatukan menjadi beberapa
keyakinan maka jumlah butir pernyataan keyakinan akan berkurang.
Sebaiknya keyakinan sekolah/kelas tidak terlalu banyak, bisa
berkisar antara 3-7 prinsip/keyakinan. Bilamana terlalu banyak, maka
warga kelas akan sulit mengingatnya dan akibatnya sulit untuk
dijalankan.
Setelah keyakinan sekolah/kelas selesai dibuat, maka semua warga
kelas dipersilakan meninjau ulang, dan menyetujuinya dengan
menandatangani keyakinan sekolah/kelas tersebut, termasuk guru dan
semua warga/murid.
Keyakinan Sekolah/Kelas selanjutnya bisa dilekatkan di dinding kelas
di tempat yang mudah dilihat semua warga kelas.
Peraturan Kelas
Kegiatan-kegiatan Pendalaman Keyakinan Kelas
Kegiatan-kegiatan Pendalaman Keyakinan Kelas
Kegiatan-kegiatan Pendalaman Keyakinan Kelas
Kegiatan Tugas Saya-Tugas Kamu (Tugas Guru-Tugas Murid)
Terima Kasih