OLEH:
WIJI LESTARI
NIM : P1337424520142
PROGRAM STUDI SARJANA TERAPAN KEBIDANAN
JURUSAN KEBIDANAN POLTEKKES KEMENKES
SEMARANG
TAHUN 2020
KATA PENGANTAR
Dengan mengucapkan puji syukur kepada Allah
SWT, atas petunjuk dan hidayah Nya penulis dapat
menyelesaikan booklet MP-ASI ini dengan lancar tanpa
kendala yang berarti.
Booklet ini penulis susun sebagai salah satu
instrument penelitian sebagai salah satu instrument
penelitian untuk tugas akhir. Dengan mengumpulkan
berbagai materi dari sumber yang relevan, semoga booklet
ini dapat bermanfaat bagi semua terutama bagi ibu yang
memiliki bayi.
Dalam penyelesaian booklet ini tentunya banyak
melibatkan berbagai pihak. Untuk itu ucapan terima kasih
Penulis sampaikan kepada semua pihak yang telah
membantu terselesaikannya booklet ini.
i
Tentunya dalam penyusunan booklet ini belum
sempurna. Oleh karena itu penulis mengharapkan kritik
dan saran untuk menjadikan isi booklet ini menjadi lebih
baik dan menjadi tolak ukur bagi kami untuk menyusun
booklet yang sesuai dengan harapan kita semua yang
bermanfaat untuk sekarang dan masa depan.
Magelang, November 2020
Penulis
ii
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR.................................................... i
DAFTAR ISI ............................................................... iii
PENDAHULUAN ........................................................ 1
Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) ....................... 3
A. Pengertian MP-ASI ......................................... 5
B. Tujuan Pemberian MP-ASI ............................. 6
C. Tanda Kesiapan Bayi Menerima MP-ASI........ 6
D. Kebutuhan Energi Dan Zat Gizi Pada Bayi...... 8
E. Syarat Pemberian MP-ASI .............................. 9
F. Tahapan Pemberian MP-ASI ............................ 11
G. Frekuensi dan Jumlah Pemberian MP-ASI .... 15
iii
H. Pemberian MP-ASI terlalu awal/dini (< 6 bulan)
15
I. Pemberian MP-ASIterlambat (> 9 bulan) .......... 16
J. Cara Pemberian MP-ASI .................................. 17
Gizi Seimbang ........................................................... 19
A. Pengertian Gizi Seimbang ............................. 19
B. Menu Seimbang pada bayi ............................ 20
CONTOH JADWAL PEMBERIAN MAKAN
MENURUT UMUR................................................... 26
PENUTUP .................................................................. 29
DAFTAR PUSTAKA ................................................. 30
iv
PENDAHULUAN
Kualitas anak masa kini merupakan penentu kualitas
sumber daya manusia di masa yang akan datang. Periode
penting dalam tumbuh kembang anak adalah masa bayi
dan balita, karena pada masa ini merupakan masa
pertumbuhan dan perkembangan dasar yang akan
mempengaruhi dan menentukan perkembangan anak
selanjutnya (Setiyani, Sukesi, and Esyuananik 2016:39).
Dukungan gizi yang baik terutama dalam masa
tumbuh kembang berpengaruh besar dalam
perkembangan anggota keluarga dan masyarakat. Salah
satunya dengan pemberian MP-ASI atau makanan
pendamping ASI. Proses pemberian MP-ASI berawal
ketika ASI saja tidak mencukupi kebutuhan gizi bayi, oleh
karena itu MP-ASI diberikan bersamaan dengan
pemberian ASI. Ketika bayi berusia 0-6 bulan, ASI
1
memberikan seluruh kebutuhan energi bayi, sedangkan
usia 6-12 bulan hanya memenuhi setengah kebutuhan
energi bayi(Kemenkes RI 2019:1,28).
MP-ASI yang tepat dan baik harus dapat memenuhi
kebutuhan gizi terutama zat mikro sehingga bayi dan anak
dapat tumbuh secara optimal. Pemberian MP-ASI disini
diharapkan dapat memenuhi 4 unsur bintang yaitu sumber
makanan hewani 1 bintang (*), makanan pokok (*)1
bintang, sumber protein nabati 1 bintang (*) serta sayur
atau buah 1 bintang(*).
2
Pemberian Makan Bayi dan Anak
(PMBA)
A. Definisi Bayi
Bayi adalah individu yang berusia 0-12
bulan yang secara terus menerus mengalami
pertumbuhan dan perkembangan selama tahap
kehidupannya (Indriyani, Asih, and Wahyuni
2018:6). Tahap tumbuh kembang bayi dibagi
menjadi dua tahapan yaitu masa neonatus (0-28
hari) dan masa bayi (usia 1 bulan- 12 bulan)
dimana masa ini merupakan masa emas dalam
tahap tumbuh kembangnya, sehingga orang tua
dan petugas kesehatan harus berusaha
mengoptimalkan tumbuh kembang bayi dalam
masa kehidupannya.
3
B. Tahap Pemberian Nutrisi Bagi Bayi
Nutrisi atau yang biasa disebut dengan gizi
merupakan kandungan atau beberapa zat yang
terdapat dalam makanan yang bermanfaat untuk
regenerasi sel-sel tubuh (Indriyani et al. 2018:66).
Bayi memerlukan nutrisi agar dapat
tumbuh dan berkembang dengan optimal.
Pemberian nutrisi bagi bayi dibagi dalam dua
tahap yaitu nutrisi bagi bayi usia 0-6 bulan yaitu
berupa ASI dan nutrisi bagi bayi usia 6-12 bulan
berupa ASI ditambah dengan MP-ASI.
4
Makanan Pendamping ASI (MP-ASI)
A. Pengertian MP-ASI
Makanan pendamping air susu ibu (MP-ASI)
adalah makanan atau minuman yang mengandung
zat gizi yang diberikan kepada bayi atau anak usia
6-24 bulan untuk memenuhi kebutuhan gizi selain
dari ASI(Indriayani, Asih, and Wahyuni 2018:85).
5
B. Tujuan Pemberian MP-ASI
Tujuan pemberian MP-ASI dalam buku (Pritasari,
Damayanti, and Lestari 2017:74) adalah :
Melengkapi zat gizi ASI yang sudah mulai
berkurang
Mengembangkan kemampuan bayi untuk
menerima bermacam-macam makanan dengan
berbagai rasa dan bentuk
Mengembangkan kemampuan bayi untuk
mengunyah dan menelan
Mencoba adaptasi terhadap makanan yang
mengandung kadar energy yang lebih tinggi.
C. Tanda Kesiapan Bayi Menerima MP-ASI
Saat bayi berusia 6 bulan, orang tua harus
tanggap dengan kesiapan bayi dalam menerima
MP-ASI, karena untuk pemberian MP-ASI tidak
6
hanya dilihat dari kesiapan umur tetapi juga dari
kesiapan fisik dan mental bayi.
Kesiapan bayi untuk menerima MP-ASI
didasarkan pada perkembangan oromotor, yaitu
sudah dapat duduk dengan kepala tegak, bisa
mengkoordinasikan mata, tangan dan mulut
untuk menerima makanan serta mampu menelan
makanan padat (IDAI 2015:17)
Tanda kesiapan bayi mampu menerima
MP-ASI menurut (Kementrian Kesehatan RI
2014:75 lampiran) yaitu :
Jika bayi didudukkan kepalanya sudah tegak
Bayi mulai meraih makanan dan memasukkannya
ke dalam mulut
Jika diberikan makanan lumat bayi tidak
mengeluarkan makanan dengan lidahnya
7
D. Kebutuhan Energi Dan Zat Gizi Pada Bayi
Kebutuhan energy pada bayi adalah 100-
110 kkal/kgBB/hr. Penggunaan energy tersebut
adalah 50% untuk metabolisme basal, 5-10%
untuk SDA, 12 % untuk pertumbuhan, 25%
untuk aktifitas dan 10% terbuang melalui faeses.
Adapun anjuran pemenuhan energi tersebut
adalah 50-60% karbohidrat, 25-35% lemak, 10-
15% dari protein (Pritasari et al. 2017:77)
8
E. Syarat Pemberian MP-ASI
WHO merekomendasikan pemberian MP-
ASI memenuhi 4 syarat, yaitu :
Tepat waktu (Timely)
Artinya MP-ASI harus diberikan saat ASI eklusif
tidak dapat memenuhi kebutuhan nutrisi bayi
9
Adekuat
Artinya MP-ASI memiliki kandungan energy,
protein, dan mikronutrien yang dapat memenuhi
kebutuhan makro dan mikro nutrien bayi
Aman
Artinya MP-ASI dipersiapkan dan disimpan
dengan cara yang higienis, diberikan
menggunakan tangan dan peralatan yang bersih.
Diberikan dengan cara yang benar ( Properly Fed)
Artinya MP-ASI diberikan dengan memperhatikan
sinyal lapar dan kenyang seorang anak. Frekuensi
makan dan metode pemberian makan disesuaikan
dengan usia dan tahap perkembangan seorang
anak.(IDAI 2015:15–16)
10
F. Tahapan Pemberian MP-ASI
Usia 6 bulan
MP-ASI yang pertama diberikan adalah
makanan lumat berbahan dasar makanan pokok
seperti beras, jagung, dan kentang. Makana hewani
sangat penting bagi bayi dan bisa diberikan pada
bayi dengan dimasak sampai matang dan haluskan/
lumatkan. Pada awal pemberian makanan
pendamping ASI sebaiknya diberikan dalam porsi
kecil, bila mungkin gunakan ASI untuk
menyiapkan bubur bukan air.
Usia 6-9 bulan
Perkenalkan aneka jenis buah sayur dan
lauk sumber protein secara bertahap sambil
mengamati reaksi bayi terhadap makanan yang
diperkenalkan. Berikan makanan secara bertahap
11
mulai 2-3 sendok makan sampai ½ mangkuk
ukuran 250 ml sebanyak 2-3 kali perhari berupa
makanan lumat. Tambahkan makanan hewani
seprerti daging, ayam, ikan telur. Makanan
selingan yang bergizi seperti buah-buahan, roti,
bubur kacang hijau dapat diberikan kepada bayi 1-
2 kali sehari sesuai keinginan bayi.
Usia 9-12 bulan
Berikan makanan ½ - ¾ mangkuk ukuran
250 ml sebanyak 3-4 kali perhari berupa makanan
lembik. Tambahkan berbagai jenis makanan untuk
memperkaya makanan pokok seperti kacang-
kacangan, biji-bijian, sayur dan buah-buahan
seperti mangga, pepaya, buncis, wortel, labu dan
sayuran hijau. Berikan paling kurang 1-2 makanan
12
selingan seperti buah dan sayuran lain, kentang,
ubi dan lain-lain.
Bayi usia 12-24 bulan
Berikan makanan sejumlah ¾ sampai 1
mangkuk ukuran 250 ml sebanyak 3-4 kali perhari
berupa makanan keluarga, hal ini berhubungan
dengan pertumbuhan gigi bayi pada usia ini.
Tambahkan berbagai jenis makanan seperti
kacang-kacangan, buah-buahan dan sayuran
seperti buncis, mangga, pepaya, wortel, labu dan
alpukat. Tambahkan makanan hewani seperti
daging, ikan, ayam telur dan produk susu
setidaknya dalam sekali makan ( minimal 3X
perminggu).
Catatan :
Lanjutkan pemberian ASI sampai usia 2 tahun
13
Gunakan garam beriodium dan batasi
penggunaanya
Makanan untuk bayi harus disimpan dan
disiapkan ditempat yang bersih agar tidak
terkontaminasi yang dapat menyebabkan diare dan
penyakit lainnya.
(Kemenkes RI 2019:41–42)
Umur (Bulan) ASI Makanan Makanan Makanan
Lumat Lembik Keluarga
0-6
6-9
9-12
12-24
14
G. Frekuensi dan Jumlah Pemberian MP-ASI
UMUR FREKUENSI JUMLAH SEKALI
6-9 MAKAN
Bulan 2-3 x makanan
lumat + 2-3 sendok makan penuh
9-12 1-2 x makanan setiap kali makan dan
Bulan selingan + ASI tingkatklan secara perlahan
sampai setengah 1/2 dari
12-24 3-4 x makanan cangkir mangkuk ukuran 250
Bulan lembik + ml tiap kali makan
1-2 x makanan ½ mangkuk ukuran 250 ml
selingan + ASI
3-4 x makanan ¾ Mangkuk ukuran 250 ml
keluarga + 1-2x
makanan
selingan + ASI
H. Pemberian MP-ASI terlalu awal (< 6 bulan)
Kebutuhan Asi sulit terpenuhi karena asupan ASI
tergantikan oleh MP-ASI
Makanan mengandung zat gizi rendah jika
berbentuk cair seperti sup dan bubur encer
Meningkatkan resiko kesakitan karena :
kurangnya faktor perlindungan, MP-ASI tidak
15
sebersih ASI, MP-ASI lebih sulit dicerna daripada
ASI, dan meningkatkan resiko alergi
Meningkatkan resiko kehamilan ibu jika frekuensi
pemberian ASI berkurang
I. Pemberian MP-ASI terlambat (> 9 bulan)
Kebutuhan gizi anak tidak terpenuhi
Pertumbuhan dan perkembangan lebih lambat
Resiko kekurangan gizi seperti anemia karena
kekurangan zat besi.
16
J. Cara Pemberian MP-ASI
Memberi perhatian disertai senyum dan kasih
sayang
Tatap mata anak dan ucapkan kata-kata yang
mendorong anak untuk makan
Beri makan anak dengan sabar dan tidak tergesa-
gesa
17
Tunggu bila anak sedang berhenti makan dan
suapi lagi setelah beberapa saat, jangan tergesa-
gesa
Cobakan berbagai bahan makanan, rasa dan
tekstur agar anak suka
Beri makanan yang dipotong kecil sehingga anak
dapat belajar memegang dan makan sendiri.
18
Gizi Seimbang
A. Pengertian Gizi Seimbang
Gizi seimbang adalah susunan pangan sehari hari
yang mengandung zat gizi dalam jenis dan jumlah
yang sesuai dengan kebutuhan tubuh dengan
memperhatikan prinsip keanekaragaman pangan,
aktifitas fisik, perilaku hidup bersih dan sehat dan
mempertahankan berat badan normal untuk
19
mencegah adanya masalah gizi (Kementrian
Kesehatan RI 2014:3)
B. Menu Seimbang pada bayi
MP-ASI lengkap yang terdiri dari makanan pokok,
lauk hewani, lauk nabati, sayur dan buah atau
disebut empat bintang (4*)
20
MP-ASI sederhana yaitu terdiri dari makanan
pokok, lauk hewani atau lauk nabati dengan sayur
atau buah atau disebut tiga bintang (3*)
21
C. MP-ASI yang baik menurut Pedoman Gizi
Seimbang :
Padat energi, protein dan zat gizi mikro yang sudah
tidak tercukupi dari ASI ( seperti Fe, Zink,
Kalsium, Vit. A, Vit. C dan Folat).
Tidak berbumbu tajam, menggunakan gula,
garam, penyedap rasa, pewarna, dan pengawet
secukupnya.
Mudah ditelan dan disukai anak
Tersedia lokal dan harga terjangkau
Contoh bahan makanan sumber zat gizi antara lain :
Protein adalah bahan utama pembentuk sel tubuh,
terdiri dari protein hewani seperti ikan, telur,
daging, susu dan sumber protein nabati seperti
tahu, tempe dan kacang-kacangan
22
Karbohidrat merupakan penyedia energi/ tenaga,
terdapat dalam bahan makanan seperti beras,
jagung, sagu, singkong, ubi jalar, kentang, talas
dan hasil olahannya
Lemak merupakan penyedia energi jangka
panjang, terdapat dalam bahan makanan seperti
minyak, mentega, santan, lemak kambing, dan
lemak hewan yang lain
Vitamin A berfungsi meningkatkan kesehatan
jaringan kulit, penglihatan dan imunitas, terdapat
dalam bahan makanan seperti ikan, hati, kuning
telur, ubi jalar dan sayuran serta buah-buahan
berwarna orange atau jingga
23
Vitamin C berfungsi meningkatkan kesehatan
gusi, gigi dan tulang, juga sebagai antioksidan,
vitamin C ini terdapat dalam aneka buah terutama
jeruk, jambu biji dan tomat
Zinc berfungsi membantu sintesis protein dan
berperan dalam penyembuhan luka, terdapat dalam
ikan, telur, daging, tempe, kacang-kacangan susu
dan jamur
Zat besi (Fe) berfungsi membantu sintesis eritrosit,
terdapat dalam hati, ikan, daging, telur, tempe,
tahu, kacang-kacangan dan sayuran berwarna hijau
Kalsium berfungsi membantu mineralisasi dalam
pembentukan tulang dan gigi, terdapat dalam ikan
teri, susu, tempe dan kacang-kacangan
24
Asam Folat diperlukan untuk produksi, perbaikan
dan fungsi DNA, juga diperlukan untuk produksi
darah dan membantu fungsi enzim pencernaan,
terdapat dalam ikan, brokoli,, kembang kol,
mangga, kacang-kacangan, jeruk manis, alpukat,
wortel dan lain-lain.(Kemenkes RI 2019:35–36)
25
CONTOH JADWAL PEMBERIAN MAKAN
MENURUT UMUR
JADWAL 6-9 BULAN 9-12 BULAN 12-24
BULAN
06.00 ASI ASI ASI
08.00 MAKAN MAKAN MAKAN
10.00 PAGI/MP- PAGI/MP- PAGI/MP-
12.00 ASI ASI ASI
14.00 ASI/SELING ASI/SELING MAKANAN
AN AN SELINGAN
MAKAN MAKAN MAKAN
SIANG/MP- SIANG/MP- SIANG/MP-
ASI ASI ASI
ASI ASI ASI
16.00 MAKANAN MAKANAN MAKANAN
18.00 SELINGAN SELINGAN SELINGAN
MAKAN MAKAN MAKAN
20.00 MALAM/M MALAM/MP MALAM/MP
P-ASI -ASI -ASI
ASI ASI ASI
24.00 ASI* ASI* ASI*
03.00 ASI* ASI* ASI*
26
CONTOH MENU SEHARI
Bayi usia 7 bulan dengan BB 7500 gr PB 68 cm
JADWAL MENU
06.00 Asi
08.00 Nasi tim tuna brokoli
20 gr Ikan tuna segar dikukus
25 gr nasi matang
20 gr brokoli kukus
1 potong jeruk nipis
10.00 Pure pisang jeruk
15 gr pisang ambon blender
25 gr jeruk manis peras
12.00 Nasi tim telur tempe
25 gr nasi matang
20 gr putih telur ayam kukus
20 gr tempe kukus
27
20 gr bayam sayur
14.00 Asi
16.00 55 gr pepaya
18.00 Pure tahu ubi
20 gr Tahu putih kukus
25 gr ubi kukus
20.00 Asi
22.00 Asi
24.00/03.00 Asi
Total nilai gizi :
Kalori : 589,61 kal
Protein : 80,92 kal
Lemak : 182,21 kal
Karbohidrat : 304,47 kal
28
PENUTUP
Masalah gizi yang terjadi pada masa bayi dan
balita merupakan satu masalah gizi yang ada di Indonesia.
Saat ini masalah gizi yang terjadi pada masa bayi dan
balita bisa tidak hanya masalah gizi kurang tetapi juga
masalah gizi lebih.
Dukungan gizi yang baik terutama dalam masa
tumbuh kembang berpengaruh besar dalam
perkembangan anggota keluarga dan masyarakat. Salah
satunya dengan pemberian MP-ASI atau makanan
pendamping ASI.
Booklet MP-ASI ini diharapkan dapat menjadi
salah satu sumber informasi bagi ibu yang mempunyai
bayi usia 6 bulan keatas dalam memberikan MP-ASI yang
berkualitas bagi bayinya.
29
DAFTAR PUSTAKA
IDAI. 2015. “Rekomendasi Praktik Pemberian Makan
Berbasis Bukti Pada Bayi Dan Batita Di Indonesia
Untuk Mencegah Malnutrisi.” UKK Nutrisi Dan
Penyakit Metabolik, Ikatan Dokter Anak Indonesia.
Indriayani, Dyan, Susi Wahyuning Asih, and Sri
Wahyuni. 2018. Perawatan Bayi Melalui
Pendekatan MSM Berbasis Keluarga. Yogyakarta:
Pustaka Panasea.
Indriyani, Diyan, Susi Wahyuning Asih, and Sri Wahyuni.
2018. Perawatan Bayi Melalui Pendekatan Maternal
Sensitivity Model (MSM) Berbasis Keluarga.
Yogyakarta: Pustaka Panasea.
Kemenkes RI. 2019. Pedoman Pelatihan Konseling
Pemberian Makan Bayi Dan Anak (PMBA). Jakarta.
Kementrian Kesehatan RI. 2014. “Pedoman PGS
Kesehatan,.” Pedoman Gizi Seimbang 1–99.
Pritasari, Didit Damayanti, and Nugraheni Tri Lestari.
2017. Gizi Dalam Daur Kehidupan. Vol. ققثق ث. 1st
ed. Jakarta: Kemenkes RI.
Setiyani, Astuti, Sukesi, and Esyuananik. 2016. Asuhan
Kebidanan Neonatus, Bayi, Balita Dan Anak Pra
Sekolah. 1st ed. Jakarta: Kemenkes RI.