1 Pola lantai + level _ Desain 1. POLA LANTAI Pola lantai.nari berada dalam garis lurus. Adalah posisi penari kelompok di atas panggung. 1. Jenis Pola lantai ari Kreasi kelompok ada 4, yaitu “ a. Pola lantai Vertikal, yaitu pola lantai , yang posisi penari berada dalam garis lurus. b. Pola lantai Horisontal , yaitu pola lantai yang posisi penari pada garis mendatar. c. Pola lantai Diagonal, yaitu polalatai yang posisi penari membentuk garis miring atau serong d. Pola lantai Lingkaran , yaitu Pola lantai, dimana semua penari membentuk lingkaran 2. Gambar Pola Lantai : a. Pola lantai Vertikal b. Pola Lantai Horisontal . c. Pola Lantai Diagonal d. Pola Lantai Lingkaran Manfaat / Kegunaan Pola Lantai : 1. untuk menarik perhatian penonton 2 .untuk menambah semangat penari 3. untuk menghidupkan suasana 4. untuk menambah keindahan ketrampilan 5 .untuk menambah greget dan kejiwaan 6. untuk menambah hafalan tari 7. untuk menambah konsentrasi penari 8 .untuk menambah kekompakan penaris
2 Gambar Kolaborasi dari beberapa Pola Lantai : Gambar Kolaborsi beberapa jenis Pola Lantai. Selain 4 Jenis Pola lantai diata, masih ada lagi jenis pola lantai pengembangan, yaitu bisa ber bentuk pola lantai V, T, U, S , dll sesuai kreasi Koreografer ( Penata Tari ). SOAL POLA LANTAI Petunjuk : Jawablah Soal di bawah ini dengan Benar 1. Apa yang disebut Pola Lantai ? 2. Sebutkan 4 Jenis Pola lanta dan jelaskan ? 3. Gambarlah POlalantai Vertikal, Horisontal, Diagonal dan Lingkaran ? 4. Buatlah Kolaborasi Gambar dari berbagai macam Pola lantai, Jumlah Penari 75 Orang ? 5. Sebutkan 8 Manfaat Pola lantai ?
3 2. LEVEL Pengertian Level Gerak Tari yang dilakukan oleh sekelompok penari dapat membentuk desain bawah dan atas. Desain ini dapat memberi kesan dinamis terhadap gerak yang dilakukan. Gerakan yang ditunjukkan pada level rendah, sedang dan tinggi akan membentuk desain kerucut. Penari yang berada pada level tinggi membentuk garis sudut atas, level sedang membentuk garis sisi, dan posisi terbaring membentuk garis sudut bawah. Level gerak dapat juga berfungsi untuk menunjukkan tokoh dalam penampilan tari. Level yang sama juga ditunjukkan pada Level sedang yang dilakukan oleh seorang penari dengan berdiri setengah badan. Seorang penari yang berbaring di atas pentas yang menunjukkan level rendah. Salah satu fungsi level pada gerak adalah mencapai dinamika. Permainan level yang variatif menjadikan geak tidak monoton dan lebih menarik. Contoh gambar Tari Level Tinggi, Sedang dan Rendah :
4 Level Dalam Gerak Tari Level Gerak Tari ada 3 Yaiu : 1. Level Tinggi Gerak level tinggi dilakukan sebatas kemampuan penari 2. Level Sedang . Gerak level sedang dilakukan sejajar dengan tubuh 3. Level Rendah Gerak level rendah dilakukan menyentuh lantai 1. Level Tinggi Level tinggi dapat menggunakan media atau alat bantu seperti susunan panggung kecil (trap) atau alat bantu tali yang berfungsi untuk memberikan kesan melayang pada gerak tari yang ditampilkan. Level tinggi biasanya digunakan untuk memfokuskan terhadap peran atau gerak seseorang sehingga dapat dilihat dari segala arah. Pada tari Kecak dari Bali misalnya, penari yang berperan sebagai Shinta dan Rahwana berdiri diantara penari yang duduk membentuk lingkaran sehingga kedua tokoh tersebut terlihat jelas oleh penonton Contoh Tarian Level Tinggi 1. Tari Seudati Asal dari : Aceh 2. Tari Serampang Dua Belas Asal dari : Sumatra Utara 3. Tari Bidadari Teminang asal dari : Bengkulu 4. Tari Mandau dari : Kalimantan Tengah 5. Tari Cakalele Asal dari : Maluku 6. Tari Remo Asal dari : Jawa Timur 7. Reog Ponorogo Asal dari : Jawa Timur 8. Tari Perang Asal dari : Papua Barat 2. Level Sedang Gerak dengan level sedang hampir dimiliki oleh semua tari tradisional di Indonesia. Level sedang ditunjukkan pada posisi penari berdiri secara lurus di atas pentas. Posisi penari berdiri dengan menggunakan tongkat dan kaki di- angkat. Gerak yang dilakukan memiliki kesan maskulinitas karena gerak seperti ini sering dilakukan oleh penari pria. Properti
5 dengan menggunakan tongkat sering di jumpai pada gerak tari Jawa, Sunda, Kalimantan, dan Papua, serta daerah lain. Tongkat dapat berupa tombak atau sejenisnya. Tongkat atau tombak yang digunakan biasanya menunjukkan bahwa tari tersebut bertema peperangan. Gerak dengan level sedang. Semua penari melakukan gerak rampak dengan badan agak condong. Pose gerak seperti ini memberi kesan kokoh dan kuat. Gerak ini juga memberi kesan maskulinitas yaitu gerakan yang biasa ditarikan peran lakilaki. Contoh Tarian Daerah Level Sedang 1. Tari Piring dari : Sumatra Barat 2. Tari Payung dari : Sumatra Barat 3. Tari Tor-tor dari : Sumatra Utara 4. Tari Andun dari : Bengkulu 5. Tari Selampir Delapan dari : Jambi 6. Tari Jangget dari : Lampung 7. Tari Malinting dari : Lampung 8. Tari Tanggai dari : Sumatra Selatan 9. Tari Yapong dari : Jakarta 10. Tari Jaipong dari : Jawa Barat 11. Tari Serimpi dari : Jogjakarta 12. Tari Bedhaya dari : Jogjakarta 13. Tari Bambangan Cakil dari : Jawa Tengah 14. Tari Gambyong dari : Jawa Tengah 3. Level Rendah Kamu tentu pernah melihat seorang anak berguling. Berguling dari satu tempat ke tempat lain. Terus bergerak seolah tanpa lelah. Gerak berguling yang dilakukan dalam tari disebut dengan level rendah. Ketinggian minimal dicapai penari adalah pada saat rebah di lantai. Penari melakukan gerakan pada level rendah dengan melakukan gerakan berguling. Jadi level gerak yang dilakukan dapat dibagi menjadi tiga yaitu tinggi, sedang, dan rendah. Level pada gerak berfungsi untuk membuat desain bawah dan atas sehingga gerak tari yang di lakukan tampak dinamis. Level gerak juga berhubungan dengan ruang, waktu, dan tenaga. Level dapat membentuk ruang. Untuk membentuk ruang membutuhkan waktu. Untuk membentuk ruang dan waktu tentu membutuhkan tenaga untuk dapat melakukan gerak sesuai dengan intensitasnya.
6 Contoh Tarian Daerah Level Rendah 1. Tari Saman dari : Aceh 2. Tari Sekapur Sirih dari : Jambi 3. Manfaat desain level pada tari yaitu : 1. Untuk membentuk suatu desain atas dan bawah . 2. Memberi kesan dinamis terhadap gerakan yang dilakukan dari level level rendah, level sedang, level tinggi. CONTOH GAMBAR LEVEL TINGGI, SEDANG , RENDAH. Level Tinggi Level Sedang Level Rendah Kolaborasi Antar Level Pada Gambar tampak ada penari menggunakan Level rendah ( Baju hijau ),
7 Level Sedang ( baju biru ) dan Level Tinggi ( Baju Kuning ) Kolaborasi Level Rrndah dan Sedang Kolaborasi Level Rendah, sedang dan Tinggi Contoh Level Tinggi, Sedang, Rendah Pada Anggota Tubuh 1.. Gerak tari level tinggi Pada level tinggi, penari melakukan : lompatan sambil mengayunkan salah satu tangan ke atas, atau ada juga yang mengangkat kaki ke samping lalu menekuk lutut. Gerakan melompat dimaksudkan untuk menunjukkan kegagahan, kesiagaan, dan keceriaan. Peragaan level tinggi dilakukan pada tari tunggal, berpasangan, dan berkelom Pada tari-tari perang dan balet, level tinggi ini biasa dilakukan untuk mengesankan suasana seru ataupun dinamis. Contoh gerak tari Nusantara level tinggi antara lain Tari Bambangan Cakil dari Jawa Tengah, dan Tari Papatai dari Kalimantan Timur. Penari Depan merupakan contoh dari Level Rendah Penari Belakang merupakan contoh dari level Sedang Keterangan : Penari Depan merupakan contoh dari Level Rendah Penari Tengah merupakan contoh dari level Sedang Penari Belakang merupakan contoh dari level Tinggi
8 2. Gerak tari level sedang Pada level sedang (medium), penari melakukan Gerakan : berdiri, dengan selingan melangkah di tempat atau melangkah kecil. Gerakan ini dimaksudkan untuk menunjukkan keteguhan dan kemandirian. Posisi tangan bervariasi, bisa ke atas, ke samping, dan ke bawah. Variasi tangan dan langkah dilakukan agar tarian tidak terkesan statis. Peragaan level sedang dilakukan pada tari tunggal, berpasangan, dan berkelompok. Contoh tari Nusantara level sedang antara lain Tari Pakarena dari Sulawesi Selatan dan Tari Yospan dari Papua Barat. 3. Gerak tari level rendah Pada level rendah, penari melakukan gerakan : setengah duduk, berlutut, bersimpuh, atau duduk. Maksud gerakan ini bisa beragam tergantung variasi gerakan tangan. Misalnya, gerakan tangan menyembah sambil berlutut menunjukkan ketundukan dan kerendahan hati. Gerakan tangan diagonal ke bawah menunjukkan kesamaptaan. Gerakan tangan mengayun ke samping menunjukkan kebersamaan. SOAL MATERI LEVEL : Petunjuk : Jawablah Soal di bawah ini dengan Benar . 1. Apa yang disebut Level ? 2. Sebutkan 3 Macam Level ? 3. Sebutkan 2 Manfaat Level dalam Gerak Tari ? 4. Sebutkan 10 Nama Tarian Daerah dengan Level Sedang > 5. Berilah contoh Gerak Tari apa saja yang ada pada : a. Level tinggi ( sebukan 2 gerak ) b. Level Sedang ( sebutkan 2 gerak ) c. Level Rendah ( Sebukan 2 gerak )
9 3. DESAIN LANTAI Pengertian: Desain Lantai adalah :garis2 dilantai yg dilalui oleh seorang penari Fungsi Desain Lantai ada 4, yaitu : 1. Menata gerak tarian 2. Menciptakan kekompakan 3. membentuk komposisi dalam pertunjukan tari $. untuk memperindah penampilan Bentuk Desain Lantai: 1.. Desain Lntai Lingkaran. Dipergunakan dalam : tari Piring ( Sumatera Barat ) 2. Desain Laantai lurus Digunakan pada tari saman, tari Seudati ( Aceh ) 3.. Desain Lantai Lengkung. Dignaka pada Tari Pendet dan Tari Kecak ( Bali ), tari Seudati 4.. Desain Lingkaran Digunakan pada Tari Kecak ( Bali ) 5l. Desain Lantai Zig. Digunakan pada tari Seudati ( Aceh ) Desain Lantai Garis lurus dapat menghasilkan bentuk V, V terbalik, segitiga, T, T terbalik, dan diagonal. Garis lengkung dapat dibuat bentuk lingkaran, lengkung setengah lingkaran, spiral, angka delapan, dan lengkung ular Meri 1986:19-21.
10 Jenis Desain Lantai dibedakan menjadi 3 yaitu: 1.. Desain Atas Desain atas atau air design adalah desain yang dibuat oleh anggota badan berada di atas lantai dilihat dari arah penonton. Desain atas antara lain datar, dalam, vertikal, kontras, statis, murni, lengkung, spiral, tinggi, rendah, medium, terlukis, tertunda dan lanjutan Pekerti 2013:31. 2.. Desain Musik Desain musik dikemukakan Pekerti 2013:35 adalah pola ritmik dalam sebuah tari. Pola ritmik tari timbul karena gerakan tari yang sesuai dengan melodi, gerakan tari yang sesuai dengan harmoni dan gerakan tari yang sesuai dengan frase musik. Fungsi musik dalam tari dapat dibedakan menjadi 3, yaitu: 1 musik sebagai pengiring tari adalah musik yang dibuat khusus untuk suatu tari, berfungsi untuk mengiringi tari sehingga ritme musik selaras dengan ritme gerak tarinya, 2 musik sebagai ilustrasi adalah musik yang difungsikan hanya untuk penjelas. Gerak tidak terkait dengan melodi, harmoni maupun frase musiknya. Musik sebagai ilustrasi dapat ditempatkan dibagian awal maupun akhir tarian misalnya, drama tari yang menggambarkan kehidupan pantai musik yang dipilih adalah suara ombak, 3 musik sebagai ilustrasi yang membantu penciptaan suasana , maksudnya adalah musik yang memperkuat suasana adegan . Contohnya musik untuk adegan perang dalam drama tari maka musik yang dipilih adalah musik yang dapat membangun suasana tegang dan riuh. 3.. Desain Dramatik Desain dramatik adalah tahapan emosional untuk mencapai klimaks dalam sebuah tari. Tahaptahap emosional ini perlu ada di dalam sebuah tari agar tarian itu menjadi menarik dan tarian itu tidak terkesan monoton. Penonton dapat merasakan perbedaan tari bagian awal, kemudian semakin naik mencapai suatu puncak yang paling menarik sebagai inti dari tarian, setelah sampai di puncak
11 penonton merasakan mulai ada penurunan menuju akhir dari sebuah tarian. Klimaks adalah puncak kekuatan emosional dalam sebuah tari. SOAL DESAIN LANTAI Petunjuk : Jawablah ertanyaan ini dengan benar 1. Apa yang disebut Desain Lantai ? 2. Sebutkan 4 Fungsi Desain Lantai ? 3. Sebutkan 5 Bentuk Desain lantai ? 4. Sebutkan 3 Jenis Desain Lantai ? 5. Apa yang disebut dengan : a. Desain Atas b. Desain Musik nc. Desin Dramatis Selamat maengerjakan Bu Wiwik 2022