The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Kiki Niken Saputri, 2024-06-19 09:19:25

Modul 1.1 Ruang Kolaborasi 1.1.a.5.2

Tugas Rukol Modul 1.1 (1)

Kiki Niken Saputri, S.Pd.,Gr SDN 1 Arjasa, Kab. Situbondo KOLABORASI RUANG Tugas Modul 1.1 Calon Guru Penggerak Angkatan 10


AJHERU’ AGUNG Konteks Lokal Sosial Budaya


Ki Hadjar menyatakan salah satunya bahwa pendidikan harus disesuaikan dengan kodrat alam dimana anak tersebut tinggal. Dalam hal ini Tradisi Ajheru Agung ditujukan kepada anak yang berada di daerah pegunungan atau di dekat perkebunan dan pertanian. Tradisi ini mempunyai banyak nilai luhur yang dapat dijadikan pendukung untuk diterapkan di sekolah. kaitan antara konteks lokal sosial budaya dan pemikiran ki hadjar dewantara


Situbondo memiliki beragam budaya, salah satunya yaitu Ajheru Agung. Ajheru Agung merupakan warisan leluhur yang telah dilaksanakan di desa Kayumas Kecamatan Arjasa Kabupaten Situbondo. Ajheru Agung merupakan budaya selamatan awal panen hasil pertanian sebagai wujud syukur petani kepada Tuhan Sang Maha Pencipta atas hasil panen yang didapat. Ajheru mempunyai arti melaksanakan suatu ritual atau selamatan ditempat panen raya pertama yang sudah disepakati. Agung memiliki arti besar. Sehingga Ajheru agung dapat diartikan dengan selamatan besar-besaran, yang dilaksanakan setiap awal panen hasil pertanian. Karena di Desa Kayumas komoditas utamanya adalah Kopi, maka ketika panen pertama kopi sebagai pertanda akan dilaksanakannya Ajheru Agung. Kekuatan konteks sosio kultural “ajheru’ agung”


mengenal lebih dalam “ajheru’ agung” Melakukan musyawarah dalam pemilihan pemimpin ritual/selamatan Menyiapkan makanan untuk acara ritual/selametan Menentukan lokasi ritual/selametan Menyiapkan hasil panen pertanian untuk acara ritual/selametan Persiapan Pelaksanaan Melakukan iring-iringan dari kantor desa dengan membawa hasil panen dan makanan menuju lokasi ritual/selametan yang sudah disepakati. Pelaksanaan ritual/selametan di lokasi tersebut Kembali ke kantor desa untuk melanjutkan acara perayaannya.


dokumetasi kegiatan “ajheru’ agung” Pembukaan Acara Ajheru Agung Acara Iring-iringan Membawa Makanan Selametan


Acara iring-iringan membawa hasil panen Acara Iring-iringan dengan hadrah Pelaksanaan Ritual/selametan Perayaan di kantor Desa


Penampilan Tari “Petik Kopi” Kegiatan makan bersama Lomba Sangrai Kopi Tradisional Kegiatan berbagi makanan


Saat ini tradisi musyawarah, gotong royong, serta bersyukur atas apa yang telah didapatkan sudah mulai terkikis. Saat ini banyak keputusan yang dilaksanakan secara memihak dengan menguntungkan sebagian kelompok saja. Sikap gotong royong yang mulai pudar dengan pemikiran “jika dia menolong, maka aku akan menolong’ sebaliknya jika tidak maka pertolongan pun tidak akan didapatkan. Kesulitan atau tantangan hidup yang lebih diberatkan daripada rasa syukur terhadap apa yang sudah di dapatkan alasan kontekstual penerapan ide/gagasan sesuai dengan pemikiran ki hadjar dewarntara


Rasa Bersyukur kepada Sang Pencipta Musyawarah Gotong royong/ Kerjasama Saling Berbagi Kreatif dan Inovatif Mempererat Rasa Kekeluargaan Melestarikan warisan budaya Nilai-nilai luhur “ajheru’ agung”


Implementasi nilai-nilai “ajheru’ agung” di sekolah Pembiasaan pembacaan Sholawat Nariyah dan Sholawat Tibbil Qulub sebelum pembelajaran di mulai. Pelaksanaan Jumat Mengaji Musyawarah dalam pemilihan ketua kelas, mengatur jadwal piket membersihkan fasilitas sekolah (contoh Kamar Mandi siswa). Gerakan Si Darling (Siswa Sadar Lingkungan) setiap hari Sabtu untuk bergotong royong membersihkan lingkungan sekolah. Kegiatan berbagi makanan sehat, dimana siswa membawa makanan yang berbeda kemudian disajikan menjadi satu dan disantap bersama.


Implementasi nilai-nilai “ajheru’ agung” di sekolah Melaksanakan kegiatan menghias dinding kelas serta pelaksanaan panen karya P5. Melibatkan peran orangtua dalam kegiatan karya contoh pembuatan ecobrick. Memfasilitasi siswa dengan ekstrakurikuler seni tari tradisional Situbondo yaitu Petik Kopi. Kegiatan berbagi makanan pada acara Maulid Nabi dengan melibatkan siswa, orang tua siswa dan guru.


dokumentasi Implementasi nilai-nilai “ajheru agung” di sekolah Jumat Mengaji Berbagi makanan Pada Acara Maulid


Berbagi makanan Sehat Menghias dinding kelas dengan motif Batik Situbondo Gerakan Si Darling (Siswa Sadar Lingkungan) dokumentasi Implementasi nilai-nilai “ajheru agung” di sekolah


Pelibatan Orangtua dalam Pembuatan Ecoprint Ekstrakurikuler Seni Tari Petik Kopi dokumentasi Implementasi nilai-nilai “ajheru agung” di sekolah


Panen Karya P5 Ekstrakurikuler Seni Musik Hadroh dokumentasi Implementasi nilai-nilai “ajheru agung” di sekolah


tantangan dan solusi Tantangan Solusi Sikap gotong royong yang bergeser dari fungsi dasar yaitu dilakukan secara ikhlas menjadi penih imbalan. Di sekolah siswa diajarkan untuk bergotong royong menjaga lingkungan dengan cara memungut sampah, meskipun bukan sampahnya sendiri. Tidak semua orangtua dapat bekerjasama dengan baik. Orangtua dapat dilibatkan pada kegiatan sekolah untuk membersamai kegiatan anak. Kegiatan yang memerlukan dana di luar anggaran sekolah. Melaksanakan musyawarah dengan paguyuban agar kegiatan dapat terlaksana tanpa ada halangan terkait dana.


kekuatan pemikiran ki hadjar dewantara sesuai konteks lokal sosial budaya “Warisan Budaya Ajheru’ Agung sesuai Kodrat Alam dapat menjadikan dasar implementasi pembelajaran yang prosesnya diselaraskan dengan Kodrat Zaman sebagai upaya mengarahkan siswa mencapai kompetensi sesuai perkembangannya masing-masing”


Dokumentasi Presentasi Dan Diskusi Antar Kelompok


Dokumentasi Presentasi Dan Diskusi Antar Kelompok


Rangkuman Sesi Diskusi Alasan yang menjadi dasar memilih acara “Ajheru’ Agung” sebagai sosio kultur lokal yang sesuai dengan pemikiran ki Hajar Dewantara dalam menebalkan laku murid, yaitu terdapatnya nilai luhur yang komplit untuk diterapkan di pembelajaran sekolah. Dasar dan tujuan utama acara “Ajheru’ Agung” dilaksanakan sebagai bentuk dan cara bersyukur masyarakat kepada Tuhan Y.M.E. atas rejeki dalam bentuk hasil bumi yang diterima oleh seluruh masyarakat yang meiliki usaha pertanian atau perkebunan. Peserta adalah semua masyarakat yang memiliki hasil panen, sedangkan pelaku ritual adalah tokok agama dalam masyarakat setempat. Adapun warga yang beragama lain tetapi juga memiliki pertanian maka tetap diwajibkan untukmengikuti acara tersebut sehungga tidak ada diskriminasi agama dalam acara tersebut.


Contact Us Instagram @kikinikens Email Address [email protected] Youtube kikinikensaputri


Click to View FlipBook Version