The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by idaidayani93, 2021-06-21 05:15:41

4. BAHAN AJAR BIAYA PELUANG

4. BAHAN AJAR BIAYA PELUANG

BAHAN AJAR

BIAYA PELUANG, PRINSIP EKONOMI DAN
MOTIF EKONOMI

SMA KELAS X SEMESTER 1

Disusun Oleh:

IDA AYU DWI IDAYANI. SE

SMA Negeri 1 Petang

MAHASISWA PPG DALAM JABATAN ANGKATAN 2
UNIVERSITAS SWADAYA GUNUNG JATI
TAHUN PELAJARAN 2021-2022

BAHAN AJAR 3

BIAYA PELUANG, PRINSIP EKONOMI DAN
MOTIF EKONOMI

Telah kita pelajari bersama pada artikel
sebelumnya , bahwa sumber daya pemuas
kebutuhan manusia terbatas jumlahnya dan
kita sebagai manusia itu sendiri selalu
dihadapkan pada pertanyaan bagaimana cara
kita memenuhi kebutuhan ditengah
keterbatasan sumber daya yang ada.
Tentu tidaklah etis jika kita menyangkal
kebenaran ini, dari berbagai data yang ada
kebutuhan manusia dari masa-kemasa
selalu bertambah, terlepas dari sifat dasar
manusia yang memang rakus dan tidak
pernah puas dengan apa yang ada, jumlah
manusia dan sumber daya yang terus
berkurang disinyalir menjadi pemicu
terjadinya kelangkaan.

https://www.kompasiana.com/haendybusman/55486126547b61080f252510/

Tentu kita patut khawatir dengan keadaan ini, pernahkah kita berfikir bahwa mungkin dimasa
yang akan datang kita tidak bisa lagi memenuhi kebutuhan hidup, baik itu kebutuhan skunder
atau bisa jadi kebutuhan primer, dan ketika saat itu tiba maka habislah riwayat kita sebagai
manusia. Biaya peluang muncul karena sumber-sumber daya ekonomi bersifat
terbatas sehingga memaksa manusia untuk melakukan pilihan dalam memenuhi
kebutuhannya yang tentunya didasarkan pada skala prioritas kebutuhan. Pilihan yang
dibuat akan mengakibatkan pengorbanan pada pilihan yang lain dan timbulnya
biaya peluang

KOMPETENSI DASAR

3.1 Mendeskripsikan konsep ilmu ekonomi.
4.1 Mengidentifikasi kelangkaan dan biaya peluang dalam memenuhi kebutuhan

INDIKATOR

3.1.8 Menyebutkan pengertian prinsip (C1)
3.1.9 Mengidentifikasi motif ekonomi (C1)
3.1.10 Menjelaskan biaya peluang (C2)
3.1.11 Menghitung biaya peluang (C3)
4.1.3 Mempresentasikan hasil diskusi tentang prinsip ekonomi, motif ekonomi dan biaya peluang (C4)

TUJUAN PEMBELAJARAN

Melalui pendekatan saintifik dengan menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning peserta didik
dapat menyebutkan pengertian prinsip dan motif ekonomi, menjelaskan biaya peluang, menghitung biaya
peluang, mempresentasikan hasil diskusi tentang prinsip ekonomi, motif ekonomi dan biaya peluang dengan
penuh tanggung jawab dan disiplin.

PETA KONSEP

BIAYA PELUANG, PRINSIP BIAYA PELUANG PENGERTIAN BIAYA
EKONOMI,DAN MOTIF PELUANG
EKONOMI PENGERTIAN PRINSIP
EKONOMI PENYEBAB MUNCULNYA
BIAYA PELUANG
PENGERTIAN MOTIF
EKONOMI CIRI KHAS BIAYA PELUANG

PERBEDAAN BIAYA
PELUANG DAN BIAYA

SEHARI-HARI

MENGHITUNG BIAYA
PELUANG

BIAYA PELUANG

Pengertian Biaya Peluang

Pernahkah kamu merasa bingung mau
makan mie goreng dan mie kuah tapi
hanya memiliki uang sebesar
Rp10.000,00 yang hanya cukup untuk

membeli salah satunya? Lalu akhirnya
kamu harus memutuskan untuk memilih
satu dari pilihan tersebut, misalnya lebih
membeli mie goreng.

Mie goreng vs Mie kuah (Sumber:
twitter.com/jak10fm)

Kalau kamu pernah melakukan hal tersebut, dalam ilmu ekonomi disebut sebagai biaya

peluang. Artinya, biaya peluang dalam ilustrasi tersebut adalah satu mangkuk mie kuah,
dengan kamu memilih mie goreng maka kamu kehilangan kesempatan untuk membeli mie

kuah. Biaya peluang dalam bahasa Inggris disebut juga opportunity cost atau bahasa lainnya ialah biaya

kesempatan. Biaya peluang ini ialah biaya yang dikeluarkan ketika kamu memilih suatu kegiatan. Biaya
peluang muncul dari kegiatan yang tidak kita lakukan.

Berikut ini pengertian biaya peluang menurut beberapa ahli:

1. Gregoru Mankiw
Biaya peluang adalah segala hal yang dikorbankan untuk memperoleh hal lainnya.

2. Paul A. Samuelson dan William D. Nordhaus
Biaya peluang ialah nilai suatu produk, baik barang atau jasa yang hilang dan paling bernilai. Kondisi
biaya peluang muncul ketika memutuskan untuk menetapkan satu hal yang kemudian harus
mebghilangkan sesuatu yang lain.

3. Robert B. Ekelund, Jr dan Robert D. Tollison
Biaya peluang adalah penggunaan sumber daya ekonomi yang bertujuan untuk suatu hal dan dihitung
sesuai dengan standar keuntungan, tetapi tidak bisa didapatkan karena tidak memilih pilihan tersebut.

Jadi, kalau disederhanakan lagi, mengapa bisa terjadi biaya peluang? Karena kamu memilih melakukan suatu
kegiatan dibandingkan kegiatan lain. Kegiatan yang tidak kamu lakukan inilah yang jadi biaya peluang.

Biaya peluang (Opportunity Cost) adalah biaya yang dikeluarkan atas hilangnya
kesempatan akibat pemenuhan suatu kebutuhan lain

Supaya kamu enggak bingung, berikut contoh terjadinya biaya peluang, nih.

Contoh Biaya Peluang dalam Kehidupan Sehari-hari
Bayangkan kamu punya uang sebesar Rp20.000.000. Dengan jumlah uang sebesar itu, kamu punya
kesempatan untuk jalan-jalan ke Eropa atau membeli sepeda motor.Apabila kamu memilih untuk

membeli motor, maka kamu akan kehilangan kesempatan untuk jalan-jalan ke Eropa. Begitu pula
sebaliknya, apabila kamu memilih untuk jalan-jalan ke Eropa, maka kamu kehilangan kesempatan
untuk punya motor.

Nah, “kesempatan yang hilang” itulah yang kita sebut sebagai biaya peluang, .

Contoh Biaya Peluang yang Terjadi di Masyarakat

Setelah lulus kuliah, Aji mendapatkan dua buah tawaran pekerjaan, yakni untuk bekerja
sebagai staff manajemen di PT XYZ dan bekerja sebagai marketing properti di PT OPQ.
Jika Aji memutuskan untuk jadi staff manajemen di PT XYZ, maka kesempatan bekerja
jadi marketing properti pun hilang. Berdasarkan contoh ini, biaya peluang yang harus
ditanggung Aji adalah bekerja sebagai marketing properti di PT OPQ, sebab Aji
memutuskan untuk bekerja jadi staff manajemen dan kehilangan kesempatan jadi
marketing.

Contoh Biaya Peluang yang Terjadi di Perusahaan
Perusahaan PT Widyatama memiliki sebuah sumber daya berupa ruko sebagai aset
perusahaan. Pilihannya, PT Widyatama bisa menyewakan ruko tersebut atau
menggunakan ruko tersebut sebagai warehouse. Apabila disewakan, ruko tersebut bisa
memberikan keuntungan bagi perusahaan Rp250.000.000 per tahun. Tetapi, apabila jadi
disewakan, maka perusahaan harus menanggung biaya peluang untuk menggunakan ruko
tersebut menjadi warehouse.

Ciri-ciri Biaya Peluang

Berikut ini ciri-ciri biaya peluang yang harus kamu tahu, . Apa saja, ya?

1. Perhitungan biaya peluang tidak melulu berkaitan dengan uang. Biaya peluang bisa juga dikaitkan
dengan waktu, kesenangan, atau keuntungan yang diperoleh di masa depan, dan hal lainnya.

2. Punya banyak kemungkinan penggunaan terkait dengan manfaatnya.
3. Pengambilan keputusan akan biaya peluang tergantung dari tujuan dan kondisi masing-masing

individu atau perusahaan.
4. Umunya biaya peluang merupakan kebutuhan sekunder atau tersier.

Manfaat Biaya Peluang

Nah, ternyata dalam dunia bisnis, biaya peluang punya segudang manfaat, lho. Siapa tahu manfaat ini pun bisa
diaplikasikan dalam kehidupan kamu, Quipperian. Apa saja manfaat biaya peluang?

1. Membuka kesempatan usaha dan meminimalkan risiko.
2. Membantu menghitung modal.
3. Memudahkan untuk menentukan prioritas.
4. Menghemat pengeluaran usaha.

Cara Menghitung Biaya Peluang

Untuk menghitung biaya peluang ini, caranya mudah banget, kok, . Coba kamu lihat contoh di atas, deh. Untuk
menghitung biaya peluang, dibutuhkan 2 pilihan atau lebih. Nah, dari pilihan-pilihan tersebut akan ada pilihan
yang dikorbankan atau ditinggalkan.

Jika ada 2 pilihan, maka yang dianggap sebagai biaya peluang adalah pilihan yang ditinggalkan. Tetapi, apabila
terdiri dari beberapa pilihan, maka yang dianggap biaya peluang adalah kesempatan terbaik yang dikorbankan.

Untuk mencari biaya peluang adalah dengan cara mencari pilihan yang ditinggalkan dengan
nilai tertinggi. Simak contoh soal berikut ini ya.

Contoh Soal dan Pembahasan

Rendi lulusan perguruan tinggi, ia ingin mencari pekerjaan. Ia diwawancarai di beberapa tempat
yaitu perusahaan motor memperoleh penghasilan Rp. 3.000.000,00 per bulan sedangkan di
perusahaan elektronik memperoleh penghasilan Rp. 2.250.000,00. Apabila Rendi memutuskan
bekerja di perusahaan elektronik, maka biaya peluangnya adalah Rp.3.000.000,00

Menghitung biaya peluang caranya adalah dengan mencari pilihan yang ditinggalkan dengan opsi
yang terbesar. Karena Rendi lebih memilih bekerja di perusahaan elektronik, maka ia
meninggalkan pilihan bekerja di perusahaan motor. Dengan demikian ia meninggalkan
kesempatan untuk mendapatkan gaji Rp3.000.000,00

Contohnya, ketika lulus SMA Farida mendapat dua tawaran pekerjaan. Tawaran pertama sebagai
pelayan toko di dekat rumah dengan gaji Rp. 400.000,- per bulan. Sedang tawaran lain sebagai
pramusaji si sebuah rumah makan di kotanya dengan gaji Rp. 900.000,- per bulan. Dengan
beberapa pertimbangan, diantaranya ingin dekat dengan keluarga, akhirnya Farida memutuskan
bekerja sebagai pelayan toko. Dengan mengambil keputusan sebagai pelayan toko, berarti Farida
telah menghilangkan peluang untuk bekerja sebagai pramusaji yang sebenarnya bisa memberikan
pendapatan sebesar Rp 900.000,- per bulan. Dengan demikian, biaya peluang yang ditanggung
Farida dengan memilih bekerja sebagai pelayan toko adalah sebesar Rp.900.000,- per bulan.

a. Perbedaan biaya peluang dengan biaya sehari-hari

A, Biaya Peluang.
Berikut adalah karakteristik dari biaya peluang:

1. Tidak Menyangkut Kelangsungan Hidup Sehari-Hari
Sesuai dengan pengertian mengenai biaya peluang, bahwa biaya yang dikeluarkan bukanlah
untuk biaya kebutuhan sehari-hari. Tetapi kebutuhan peluang ini hanya mengorbankan satu
pilihan dari pilihan yang telah di pilih dengan harapan menjadi sebuah pilihan yang tepat.
Dengan demikian biaya peluang memang tidak memberikan pengaruh pengeluaran yang begitu
besar dibandingkan dengan biaya sehari-hari.

2. Kepentingan Lain Dapat Dikorbankan
Dalam biaya peluang, hal yang dikorbankan memang dianggap jauh lebih penting dibandingkan
kepentingan yang lainnya. Jadi dalam biaya peluang memang harus ada suatu hal yang
dikorbankan. Dengan demikian, hal yang dikorbankan ini menjadi suatu biaya peluang yang
telah dilepaskan.
Tentunya, hal tersebut sangat berbeda dengan biaya sehari-hari yang merupakan biaya yang
dikeluarkan dalam kehidupan sehari-hari.

B. Biaya Sehari-Hari
Di bawah ini merupakan karakteristik dari biaya sehari-hari:

1. Sebuah Kebutuhan Prioritas
Sesuai dengan pengertian mengenai biaya sehari-hari bahwa biaya yang satu ini memang sebuah
biaya prioritas yang mengharuskan Anda memenuhinya dalam kebutuhan sehari-hari tanpa boleh
tergantikan dengan kebutuhan yang lainnya.
Dengan demikian beberapa contoh biaya sehari-hari meliputi biaya makan, listrik, air, dan
sebagainya. Apabila Anda tidak memenuhi biaya prioritas maka kehidupan Anda bisa menjadi
terganggu.

2. Tidak Dapat Digantikan dengan Pilihan Lain
Hal yang menjadi perbedaan biaya peluang dan biaya sehari-hari adalah adanya sebuah pilihan
yang dapat digantikan. Berbeda dengan biaya sehari-hari yang tidak dapat digantikan dengan
pilihan lainnya. Hal tersebut karena biaya sehari-hari memang mengharuskan Anda untuk
memenuhinya sebagai kebutuhan pokok dalam kehidupan sehari-hari.

3. Biaya Sehari-Hari Tidak Dapat Ditunda
Sebagian besar orang pastinya telah memahami apa itu biaya sehari-hari sebagai biaya yang
dikeluarkan untuk memenuhi kebutuhan dalam kehidupan sehari-hari. Tentunya kebutuhan
tersebut termasuk kebutuhan makan, minum, dan lainnya yang memang harus terpenuhi dalam
kehidupan. Apabila tidak terpenuhi maka dapat membuat kelangsungan hidup Anda menjadi
kurang stabil.
Biaya peluang mungkin tidak selalu Anda temukan dalam kehidupan sehari-hari. Tetapi biaya
sehari-hari memang merupakan biaya pokok yang bisa Anda temui dalam kehidupan setiap
harinya.

Biaya-biaya lainnya
1) Sedangkan Biaya Peluang/Biaya Implisit/Ongkos Alternatif (Opportunity Cost)
adalah sejumlah barang atau pendapatan yang harusdikorbankan agar sejumlah
barang yang lain dapat diproduksi/digunakan, atau kesempatan untuk
memperoleh sesuatu yang hilang karena telah memilih alternatif lain. Jadi Ongkos
alternatif sejumlah barang X adalah sejumlah barang Y yang harus dikorbankan
agar sejumlah barang X dapat diproduksikan.

2) Biaya Eksplisit adalah biaya yang dikeluarkan perusahaan untukmembayar biaya
input atau biaya atas penggunaan faktor produksi,Misalnya Biaya gaji atau biaya
tenaga kerja, biaya sewa, biaya listrik danair, biaya bahan baku, biaya penjualan,
biaya aministrasi dan sebagainya

3) Biaya Sesungguhnya/Biaya Kesempatan merupakan biaya yang dikeluarkan
perusahaan dan biaya yang tidak mengharuskan perusahaan untuk membayar
biaya-biaya input, sehingga biaya sesungguhnya merupakan penjumlahan antara
biaya implisit dengan biaya eksplisit

Biaya Sesungguhnya = Biaya Implisit + Biaya Eksplisit

4) Laba-Rugi Akuntansi atau Keuntungan Akuntansi (Accounting Profit) adalah selisih
antara seluruh pendapatan perusahaan (jumlah pendapatan yang diterima oleh
suatu perusahaan sebagai hasil penjualan output) dengan seluruh biaya yang
dikeluarkan perusahaan (biaya usaha dan biaya di luar usaha yang merupakan
biaya eksplisit).

Keuntungan Akuntansi = Pendapatan Total – Biaya total atau Biaya Eksplisit

5) Laba-Rugi Ekonomi atau Keuntungan Ekonomi (Economic Profit) adalahselisih
antara pendapatan total (pendapatan usaha dan pendapatan di luar usaha)
dengan biaya sesungguhnya (biaya implisit dan biaya eksplisit)

Keuntungan Ekonomi = Pendapatan Total – Biaya

Atau

Keuntungan Ekonomi = Keuntungan Akuntansi – Biaya Implisit

Untuk memperjelas perbedaan biaya peluang dan biaya sehari-hari simak
contoh soal berikut ini ya.
Andi bekerja sebagai manajer di salah satu hotel bintang lima yang terkenal

di Jakarta. Andi mendapat gaji per bulan sebesar Rp20.000.000,00. Karena
ingin mengembangkan diri, ia berhenti bekerja sebagai manajer dan
membuka sebuah restoran. Restorannya menempati rumahnya yang
dahulu disewakan sebesar Rp10.000.000,00 per bulan. Untuk modal kerja
ia mengambil depositonya sebesar Rp500.000.000,00 yang berbunga

Rp6.000.000,00 per bulan. Berikut ini disajikan laporan pengelolaan
restauran Andi.

Laporan Laba Rugi Untuk bulan Maret 2015

Penerimaan Total Rp72.000.000,00 Rp150.000.000,00
Dikurangi biaya eksplisit Rp48.000.000,00 + Rp120.000.000,00-
Biaya tenaga kerja Rp30.000.000,00
Bahan dan peralatan
Rp36.000.000,00-
Laba akuntansi Rp20.000.000,00 Rp6.000.000,00
Dikurangi biaya implisit Rp6.000.000,00
Gaji Andi sebagai manajer Rp10.000.000,00 +
Bunga deposito
Sewa rumah sebelum
dijadikan Restoran

Kerugian

Jika laba akuntansi lebih kecil daripada biaya peluang, maka
perusahaannya sebenarnya merugi. Jadi jika penerimaan restoran Andi
hanyaRp150.000.000,00 lebih baik Andi kembali bekerja di salah satu hotel
bintanglima yang terkenal di Jakarta itu.

2. Prinsip dan motif ekonomi

a. Prinsip Ekonomi

Kalau Anda mau membeli suatu barang, pasti ingin harga barang tersebut
sesuai dengan budget yang Anda miliki atau lebih murah dari harga
aslinya, kan?

Nah, ketika harga barang tersebut tidak sesuai dengan keinginan Anda,
Andaakan cenderung melakukan tawar menawar agar barang tersebut bisa
lebih murah. Kalau penjualnya deal atau setuju dengan harga yang Anda
inginkan, sisa uang untuk membeli barang tadi bisa digunakan untuk
membeli kebutuhan yang lain dan Anda akan lebih hemat.
Nah, tawar menawar merupakan suatu tindakan ekonomi yang dilakukan
oleh penjual dan pembeli untuk menentukan suatu barang. Setiap orang
harus memiliki pedoman atau arahan dalam melakukan tindakan ekonomi
yang disebut dengan prinsip ekonomi.
Menurut situs resmi Kementerian Keuangan Republik Indonesia, prinsip ekonomi
adalah panduan dalam kegiatan ekonomi untuk mencapai perbandingan rasional
antara pengorbanan yang dikeluarkan dan hasil yang diperoleh.

prinsip ekonomi adalah sebuah usaha dengan pengorbanan sekecil-kecilnya untuk
mendapatkan hasil tertentu atau dengan pengorbanan tertentu ingin memperoleh
hasil maksimal

Jadi, dengan adanya prinsip ekonomi ini, kita bisa memperhitungkan
keuntungan dan kerugian saat melakukan tindakan ekonomi. Contohnya
seperti kasus tawar menawar yang sudah dijelaskan di atas tadi.
Ciri-ciri prinsip ekonomi adalah sebagai berikut:

Mengutamakan kebutuhan yang sifatnya lebih penting dan mendesak
Bersikap hemat dan tidak boros dalam tindakannya
Melakukan tindakan ekonomi dengan pertimbangan yang matang
Mempertimbangkan keuntungan dan kerugian dari setiap tindakan
ekonomi yang dilakukannya

Nah, ternyata dalam ilmu ekonomi, ada banyak istilah yang perlu Anda ketahui, nih. Pertama,
kenali dulu dua situasi yang menggambarkan prinsip ekonomi, yuk!

1) usaha yang dilakukan untuk mendapatkan hasil sebesar-besarnya dengan alat
yang ada, dan

2) usaha untuk mendapatkan hasil tertentu dengan biaya seminimal mungkin.

Nah, kalau Tindakan ekonomi didefinisikan sebagai kegiatan
yangdilakukan untuk mendapatkan keuntungan sebesar-
besarnya.

b. Motif ekonomi

Gambar 3.1 manusia bekerja salah satu contoh motif ekonomi

Sumber: https://ekbis.sindonews.com/berita/1569784/34/takut-corona-buruh-jabar-tuntut- pekerja-
pabrik-diliburkan

Nah, kalau sudah paham apa itu tindakan dan prinsip ekonomi, lalu, apa ya yang
dimaksud motif ekonomi?

Motif ekonomi adalah alasan yang mendorong seseorang untuk
melakukan tindakan ekonomi.

Sederhananya seperti ini, misalnya Anda ingin membeli satu barang yang sudah Anda

idamkan, pastinya Anda akan bekerja dan mengumpulkanuang,

kan? Nah, “bekerja” itu termasuk ke dalam tindakan ekonomi,sementara “membeli

barang-barang”-nya adalah motif ekonominya.

Secara umum, ada 2 jenis motif ekonomi, yaitu
1) motif intrinsik yaitu motif ekonomi atas kemauan sendiri. Contoh motifintrinsik

adalah ketika kamu lapar/haus, maka kamu akan membelimakanan/minuman
2) motif ekstrinsik yaitu motif ekonomi atas dorongan lingkungan atau diluar diri

sendiri. contoh motif ekstrinsik adalah ketika kamu membeli makanan produk
baru karena kemakan iklan di televisi.

Motif ekonomi dapat dibagi ke dalam tiga bagian yaitu motif kegiatan
produksi, motif kegiatan konsumsi, dan motif kegiatan distribusi
Contoh motif ekonomi yang dilakukan produsen adalah:

Mencari Laba
Motif Kekuasaan
Memperoleh Penghargaan
Motif sosial/ menolong sesama

Contoh motif ekonomi yang dilakukan oleh konsumen adalah:

Memperoleh kepuasan yang optimal
Agar dapat bertahan hidup
Agar diterima di lingkungan masyarakat
Untuk menaikkan status sosial
Contoh motif ekonomi yang dilakukan oleh distributor adalah:
Memperoleh laba yang optimal
Untuk mempercepat barang sampai ke konsumen
Gimana? Sudah mengerti kan tentang konsep prinsip, tindakan, dan motif
ekonomiini?

3. Skala Prioritas
Untuk menanggulangi adanya kelangkaan, kita harus membuat skala prioritas.
Menentukan mana kebutuhan yang lebih penting dan harus dipenuhi terlebih
dahulu. Tapi, bagaimana cara menentukan skala prioritas itu?
Berikut ini faktor-faktor yang mempengaruhi skala prioritas:

a. Tingkat kepentingan
b. Kemampuan diri
c. Mempertimbangkan masa depan

Itu artinya, dalam menentukan sesuatu, kita harus memilih untuk mengerjakan
yang penting dan mendesak terlebih dahulu, penting tapi kurang mendesak,
kurang penting tapi mendesak, baru yang terakhir melakukan yang kurang
penting dan kurang mendesak. Sekarang, sudah mulai paham kan, apa itu
pengertian ilmu ekonomi, kelangkaan, penyebab terjadinya kelangkaan, biaya
peluang? Supaya apa yang Anda mau bisa terpenuhi secara optimal, yuk mulai
tentukan skala prioritasmu.

FORUM DISKUSI

Nita mempunyai modal dan keahlian untuk melakukan produksi mebel dengan peluang
mendapatkan keuntungan kurang lebih Rp7.000.000,00 per bulan melalui proses produksi
selama 4 bulan. Pada saat yang bersamaan, Nita mendapat tawaran untuk bekerja sebagai
akunting di suatu perusahaan dengan gaji R2.500.000,00 per bulan. Besarnya biaya peluang
bagi Nita selama 4 bulan sebesar Rp2.500.000,00 x 4 = Rp10.000.000,00. Artinya Nita harus
bekerja di perusahaan mebelnya dan merelakan kesempatan mendapatkan pendapatan
potensialnya sebagai akunting Rp10.000.000,00.

TEST FORMATIF

1. Fani seorang tenaga kerja berpeluang menjadi penjaga toko dengan gaji Rp

1.500.000,00/bulan, menjadi sales barang kosmetik dengan gaji Rp 1.200.000,00/bulan, dan

berpeluang menjadi karyawan swasta dengan gaji Rp 2.000.000,00. Apabila Tuan Fani

memilih menjadi wirausaha, maka biaya peluang yang dikorbankan adalah …..

A. Rp 1.200.000,00

B. Rp 1.500.000,00

C. Rp 2.000.000,00

D. Rp 3.500.000,00

E. Rp 4.700.000,00

2. Tn. Abu ingin membuka usaha dari uang pensiunan. Jika ia membuka usaha sablon dengan

omset Rp 80.000,00/hari, usaha foto copy dengan omset Rp 60.000,00/hari dan usaha salon

dengan omset Rp 70.000,00/hari. (1 bulan = 30 hari). Tn Abu harus memilih salah satu dari

semua kemungkinan karena ada keterbatasan modal.

Setelah dipertimbangkan, Tn Abu ingin membuka usaha sablon. Besar biaya peluang perbulan

adalah …

A. Rp 1.800.000,00 D. Rp 4.500.000,00

B. Rp 2.100.000,00 E. Rp 6.300.000,00

C. Rp 2.400.000,00

3. Orang awam seringkali keliru memahami atau menafsirkan Prinsip ekonomi Pengertian atau

tindakan pnnsip ekonomi yang benar adalah …..

A. memaksimumkan suatu manfaat (benefit, utility, profit)

B. meminimumkan suatu pengorbanan (cost, efforts, loss)

C. memaksimumkan suatu manfaat dengan pengorbanan yang minimum

D. memaksimumkan suatu manfaat dengan pengorbanan senilai tertentu

E. mengoptimumkan suatu manfaat dengan pengorbanan yang juga optimum

4. Ketika menghadapi masalah ekonomi, secara disadari atau tanpa disadari setiap orang secara

otomatis akan menerapkan prinsip ekonomi. Istilah teknis yang paling tepat untuk penerapan

prinsip ekonomi itu adalah …..

a. Efisiensi d. Maksimalisasi

b. Modifikasi e. Optimalisasi

c. Sinkronisasi

5. Dalam ekonomi apabila kita ingin mencapai suatu tujuan, harus mengorbankanmtujuan yang

lain karena ada keterbatasan ataupun tujuan yang saling bertentangan. Hal ini disebut dengan

….

A. Biaya oportunitas

B. Scarcity

C. Marginalisasi

D. Trade off

E. Analisis manfaat

6. Seorang petani sayur melakukan kegiatan ekonominya dengan menjual sayurnya. Dia

menggunakan prinsip ekonomi, Dia melihat penjual hanya sedikit tetapi pembelinya banyak.

Aplikasi prinsip ekonominya adalah ….

A. jual obral dengan harga murah biar cepat laku

B. jual dengan harga pas (fixed) tanpa bisa ditawar

C. jual berdasarkan harga pada hari sebelumnya

D. jual pada harga pokok produksi

E. jual dengan menawarkan pada harga yang tinggi tapi bisa saling tawar menawar

7. Dalam ekonomi apabila kita ingin mencapai suatu tujuan, harus mengorbankanmtujuan yang
lain karena ada keterbatasan ataupun tujuan yang saling bertentangan. Hal ini disebut dengan
….
A. Biaya oportunitas
B. Scarcity
C. Marginalisasi
D. Trade off
E. Analisis manfaat

8. Seorang petani sayur melakukan kegiatan ekonominya dengan menjual sayurnya. Dia
menggunakan prinsip ekonomi, Dia melihat penjual hanya sedikit tetapi pembelinya banyak.
Aplikasi prinsip ekonominya adalah ….
A. jual obral dengan harga murah biar cepat laku
B. jual dengan harga pas (fixed) tanpa bisa ditawar
C. jual berdasarkan harga pada hari sebelumnya
D. jual pada harga pokok produksi
E. jual dengan menawarkan pada harga yang tinggi tapi bisa saling tawar menawar

9. Budi bekerja di perusahaan swasta dengan gaji Rp3.000.000,00 per bulan. Ia ingin membuka
usaha restoran sendiri dengan perkiraan pendapatan perbulan Rp5.000.000,00 dengan
membeli bahan Rp1.5000.000,00, gaji karyawan Rp2.000.000,00, dan biaya lain-lain
Rp500.000,00, maka biaya peluang yang dikorbankan Budi adalah ...
A. Rp9.500.000,00
B. Rp8.500.000,00
C. Rp5.000.000,00
D. Rp3.500.000,00
E. Rp500.000,00

10. Rina baru dua bulan ini bekerja sebagai karyawati di perusahaan asuransi dengan gaji
Rp3.000.000,00 per bulan. Sebelumnya ia telah diterima bekerja pada perusahaan farmasi
dengan gaji sebulan Rp4.500.000,00 namun ditolak karena alasan jaraknya lebih jauh dari
perusahaan tempat ia bekerja sekarang, maka biaya peluang yang dikorbankan Rina adalah ...
A. Rp7.500.000,00
B. Rp4.500.000,00
C. Rp3.000.000,00
D. Rp1.500.000,00
E. Rp500.000,00

KESIMPULAN

Biaya peluang (Opportunity Cost) adalah biaya yang dikeluarkan atas hilangnya kesempatan
akibat pemenuhan suatu kebutuhan lain

Berikut ini ciri-ciri biaya peluang yang harus kamu tahu, . Apa saja, ya?

1) Perhitungan biaya peluang tidak melulu berkaitan dengan uang. Biaya peluang bisa juga dikaitkan
dengan waktu, kesenangan, atau keuntungan yang diperoleh di masa depan, dan hal lainnya.

2) Punya banyak kemungkinan penggunaan terkait dengan manfaatnya.
3) Pengambilan keputusan akan biaya peluang tergantung dari tujuan dan kondisi masing-masing

individu atau perusahaan.
4) Umunya biaya peluang merupakan kebutuhan sekunder atau tersier.

Motif ekonomi adalah alasan yang mendorong seseorang untuk melakukan tindakan ekonomi

, prinsip ekonomi adalah panduan dalam kegiatan ekonomi untuk mencapai perbandingan rasional
antara pengorbanan yang dikeluarkan dan hasil yang diperoleh.

DAFTAR PUSTAKA

Asmarani C S,( 2020). Modul pembelajaran SMA Ekonomi Kelas X. Kemendikbud: Jakarta

https://www.quipper.com/id/blog/mapel/ekonomi/biaya-peluang/
https://kamus.tokopedia.com/b/biaya-peluang/

KUNCI JAWABAN

1. C
2. B
3. D
4. E
5. A
6. E
7. A
8. E
9. C
10. B

Nita mempunyai modal dan keahlian untuk melakukan produksi mebel dengan peluang
mendapatkan keuntungan kurang lebih Rp7.000.000,00 per bulan melalui proses produksi
selama 4 bulan. Pada saat yang bersamaan, Nita mendapat tawaran untuk bekerja sebagai
akunting di suatu perusahaan dengan gaji R2.500.000,00 per bulan. Besarnya biaya peluang
bagi Nita selama 4 bulan sebesar Rp2.500.000,00 x 4 = Rp10.000.000,00. Artinya Nita harus
bekerja di perusahaan mebelnya dan merelakan kesempatan mendapatkan pendapatan
potensialnya sebagai akunting Rp10.000.000,00.










Click to View FlipBook Version