PPKn
Kelas 8
BAB 4
KEBANGKITAN NASIONAL 1908 DALAM
PERJUANGAN KEMERDEKAAN
Oleh :
Christiana Sri Budhi H, S.Pd
SMP NEGERI 2
Salatiga
Kondisi Bangsa Indonesia sebelum Tahun 1908
TUJUAN PEMBELAJARAN : Ayo Memaknai Semangat Kebangkitan
Nasional tahu 1908
1. Menjelaskan masuknya Belanda ke
Indonesia
2. Menjelaskan perjuangan melawan
penjajahan belanda
3. Menyebutkan tokoh tokoh
perjuangan melawan penjajahan
belanda
4. Ciri ciri perjuangan kemerdekaan
sebelum tahun 1908
Awal dimulainya penjajahan Belanda di Indonesia dimulai sejak didirikannya Vereenigde Oost-Indische
Compagnie (VOC) pada tanggal 20 Maret 1602. Sejak VOC berdiri, dimulailah berbagai bentuk kekerasan
yang menimpa rakyat Indonesia. Penderitaan rakyat Indonesia terjadi dalam berbagai segi kehidupan.
1. Politik devide et impera ( adu domba )
2. Upaya kerja paksa ( rodi )
3. Menerapkan cultuurstelsel ( tanam paksa )
4. Menerapkan Ethische Politic ( politik Balas Budi )
Di berbagai daerah, VOC melakukan
tindakan dengan melaksanakan politik devide
et impera (adu domba), yaitu saling mengadu
domba antara kerajaan yang satu dan
kerajaan yang lain atau mengadu domba di
dalam kerajaan itu sendiri.
Politik adu domba makin melemahkan
kerajaan-kerajaan di Indonesia dan merusak
seluruh sendi kehidupan masyarakat.
Bangsa Indonesia makin menderita ketika
Daendels ( 1808-18110) berkuasa. Upaya Kerja
Paksa ( Rodi ) guna membangun jalan sepanjang
pulau jawa ( Anyer – Panarukan ) untuk
kepentingan militer, membuat rakyat makin
menderita.
Penderitaan berlanjut karena Belanda
kemudian menerapkan Cultuurstelsel (tanam
paksa). Peraturan Tanam Paksa diterapkan oleh
Gubernur Jenderal Hindia Belanda Van Den Bosch
tahun 1828. Sistem Tanam Paksa mewajibkan
rakyat menanami sebagian dari sawah dan atau
ladangnya dengan tanaman yang ditentukan oleh
pemerintah Belanda dan hasilnya diserahkan
kepada pemerintah.
Tanam paksa menyebabkan rakyat
diperas bukan hanya tenaga melainkan juga
kekayaannya sehingga mengakibatkan banyak
sekali rakyat yang jatuh miskin serta adanya
penindasan karena tidak memperhatikan nilai
kemanusiaan,
Penderitaan bangsa Indonesia menumbuhkan benih perlawanan di berbagai daerah.
Perjuangan melawan penjajah dipimpin ulama atau kaum bangsawan.
Ulama dan kaum bangsawan yang melakukan perjuangan melawan penjajah adalah :
1. Sultan Hasanuddin di Sulawesi Selatan,
2. Sultan Ageng Tirtayasa di Banten,
3. Tuanku Imam Bonjol di Sumatera Barat,
4. Pangeran Diponegoro di Jawa Tengah,
Perjuangan rakyat untuk mengusir penjajah belum berhasil. Hal ini disebabkan
perjuangan rakyat masih bersifat kedaerahan dan belum terorganisasi secara modern.
Penderitaan yang dialami bangsa Indonesia
menyadarkan beberapa orang Belanda yang tinggal
atau pernah tinggal di Indonesia, di antaranya adalah
Baron Van Houvell, Edward Douwes Dekker, dan Mr.
Van Deventer.
Edward Douwes Dekker, terkenal dengan
nama samaran Multatuli, menulis buku ”Max
Havelaar” pada tahun 1860. Buku ini menggambarkan
bagaimana penderitaan rakyat Lebak, Banten akibat
penjajahan Belanda.
Mr. Van Deventer mengusulkan agar
pemerintah Belanda menerapkan politik Balas Budi
”Etische Politic”.
Politik Balas Budi ( ”Etische 1) edukasi
Politic” ).terdiri dari tiga Yaitu penyelenggaraan pendidikan bagi masyarakat pribumi
program, yaitu
1) edukasi agar mampu menghasilkan kualitas sumber daya manusia yang
2) Transmigrasi lebih baik.
3) irigasi
Pemerintah belanda membangun sekolah-sekolah untuk
mendapatkan tenaga administrasi yang cakap dan murah.
Pendidikan ini hanya untuk anak-anak pegawai negeri atau orng
yang mampu.
3) Irigasi, 2) Transmigrasi,
Yaitu membangun sarana dan jaringan Yaitu perpindahan penduduk dari daerah yang padat penduduk
pengairan. Pembangunan irigasi dilakukan (khusus pulau jawa) ke daerah lain yang jarang penduduknya
untuk mengairi sawah-sawah milik penduduk
sehingga mampu meningkat kesejahteraan agar lebih merata.
Di bidang transmigrasi atau imigrasi ke luar daerah jawa hanya
penduduk. ditujukan ke daerah-daerah yang dikembangkan perkebunan-
Irigasi ternyata hanya ditujukan kepada tanah-
perkebunan milik Belanda. Karena adanya permintaan yang
tanah yang subur untuk perkebunan besar akan tenaga kerja di daerah-daerah perkebunan seperti
swasta Belanda. Sedangkan milik rakyat
perkebunan di Sumatra Utara.
tidak dialiri air dari irigasi.
Dampak positif pembangunan sekolah bagi bangsa Indonesia yaitu
Munculnya masyarakat terdidik atau mulai memiliki pemahaman dan kesadaran akan
kondisi bansa Indonesia yang sebenarnya
Bangsa Indonesia saat itu kondisinya bodoh, terbelakang dan kemiskinan merajalela.
Sehingga mereka yang mengenyam pendidikan dan sadar akan nasib bangsanya.
yang kemudian muncullah tokoh tokoh kebangkitan nasional
Ciri ciri perjuangan kemerdekaan sebelum tahun
1908, adalah
a. Bersifat loal atau kedaerahan, artinya c. Perlawanan masih mengutamakan
rakyat dan para tokoh berjuang untuk kekuatan fisik dan persenjataan
kepentingan daerahnya masing masing
d. Para tokoh pejuang mudah diadu
b. Perlawanan tidak serentak domba oleh penjajah
SMP Negeri 2 Salatiga