Oleh: Mochamad Fariz BELA NEGARA DALAM KONTEKS NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA BAB 6
A. MAKNA BELA NEGARA • Bela negara adalah sikap & perilaku warga negara yang dijiwai oleh kecintaannya kepada NKRI berdasarkan Pancasila dan UUD Negara Republik Indonesia tahun 1945 dalam menjamin kelangsungan hidup bangsa dan negara. • Upaya bela negara didasari oleh lima nilai yang harus diwujudkan, yaitu; nilai cinta tanah air, kesadaran berbangsa dan bernegara keyakinan terhadap Pancasila sebagai ideologi negara, rela berkorban demi bangsa & negara, serta memiliki kemampuan awal bela negara. • Inti upaya bela negara itu adalah kesediaan untuk memberikan sesuatu tanpa pamrih atau kerelaan berkorban untuk bangsa dan negara sebagai sebuah tindakan terbaik untuk melindungi,mempertahankan, serta memajukan bangsa.
B. PERATURAN PERUNDANG UNDANGAN YANG MENGATUR BELA NEGARA 2. Ketetapan MPR •Ketetapan MPR RI No. IV/MPR/2000 tentang Pemisahan TNI dan Kepolisian negara Republik Indonesia sesuai dengan peran masing-masing. •Tap MPR RI No. VII/MPR/2000 tentang peran Tentara Nasional Indonesia dan peran Kepolisian Negara Republik Indonesia. TNI merupakan alat negara yang berperan dalam pertahanan negara. Kepolisian Negara Republik Indonesia adalah alar negara yang berperan dalam memelihara keamanan. 3. Undang-Undang •UU nomor 2 tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia •UU nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara. •UU nomor 34 Tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia. •UU nomor 39 tahun 1999 tentang hak asasi manusia pasal 68. •UU nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. 1. UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 •Pasal 27 ayat (3) •Pasal 30 ayat (3) •Pasal 30 ayat (1) •Pasal 30 ayat (4) •Pasal 30 ayat (2) •Pasal 30 ayat (5)
C. PERJUANGAN MEMPERTAHANKAN NKRI 1.Perjuangan Fisik Mempertahankan NKRI •Insiden Bendera di Surabaya (19 September 1945, Surabaya) •Pertempuran Lima Hari di Semarang (15-20 Oktober 1945, Semarang) •Pertempuran Surabaya (10 November 1945, Surabaya •Pertempuran Ambarawa (20 Oktober 1945, Ambarawa) •Pertempuran Medan Area (13 Oktober 1945, Medan) •Bandung Lautan Api (24 Maret 1946, Bandung) •Pertempuran Margarana (20 November 1946, Bali) •Perlawanan terhadap Agresi Militer Belanda (21 Juli 1947, Jawa & Sumatera) •Perang Gerilya (22 Desember 1948) 2.Perjuangan Mempertahankan NKRI Melalui Jalur Diplomasi •Perjanjian Linggarjati (10-15 November 1946) hasil; persetujuan mengenai status Kemerdekaan Indonesia •Perjanjian Renville (8 Desember 1947-17 Januari 1948) > hasil; Belanda hanya mengakui Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Sumatera sebagai bagian wilayah Republik Indonesia. •Perundingan Roem-Royen (4 April-7 Mei 1949) > hasil; pemerintah Belanda akan membebaskan semua tahanan politik Indonesia tanpa syarat apapun, pemerintah Belanda akan turut menyetujui Republik Indonesia merupakan bagian dari Indonesia Serikat. •Konferensi Meja Bundar (23 Agustus-2 November 1949) > hasil; Belanda mengakui Indonesia sbg Republik Indonesia Serikat (RIS), Indonesia menjadi sebuah negara yang berdaulat dan merdeka. RIS terdiri dari 15 negara bagian yang dibentuk Belanda. 3.Ancaman terhadap NKRI •Ancaman dari Dalam Negeri -> ancaman usaha-usaha yang membahayakan kedaulatan negara, keselamatan bangsa dan negara. •Ancaman dari Luar Negeri -> ancaman non-militer, yaitu ancaman terhadap ideologi, politik, ekonomi, dan sosial budaya.
1. Upaya Mengisi dan Mempertahankan NKRI 2. Perwujudan Bela Negara dalam Berbagai Aspek • Ideologi > percaya dan yakin terhadap Tuhan YME, saling menghormati dan mencintai antarsesama manusia, menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban. •Politik dan Hukum turut serta dalam menyukseskan pemilihan umum, menyampaikan aspirasi secara sopan, bersikap kritis terhadap segala permasalahan, melaksanakan kebijakan serta peraturan perundangundangan yang dibuat oleh pemerintah. •Ekonomi bekerja mencari nafkah, melakukan transaksi jual beli mengembangkan usaha kecil, menengah, dan koperasi agar lebih efisien, produktif, dan berdaya saing. •Sosial Budaya mempererat hubungan baik antar warga masyarakat dengan mengembangkan sikap toleransi antar suku bangsa agama, ras dan antargolongan, memberikan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan. •Pertahanan dan Keamanan > melakukan kegiatan sistem keamanan lingkungan di wilayahnya masingmasing, kegiatan pembelajaran dalam semua mata pelajaran. SEMANGAT DAN KOMITMEN PERSATUAN DAN KESATUAN NASIONAL DALAM MENGISI DAN MEMPERTAHANKAN NKRI
TERIMA KASIH