MODUL
Kepariwisataan
“Motivasi Tujuan Perjalanan, Karakteristik Wisatawan, dan Pola
Pengeluaran Wisatawan”
ERNA SUGITO, S.ST SMK N 1 Anyer
KEPARIWISATAAN
KATA PENGANTAR
Puji syukur dipanjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan
karunia-Nya, sehingga saya dapat menyusun bahan ajar modul untuk Bidang
Keahlian Pariwisata, khususnya Program Keahlian Perhotelan.
Sumber dan bahan ajar pokok Kurikulum 2013 adalah modul, baik modul
manual maupun interaktif dengan mengacu pada Standar Kompetensi Nasional
(SKN) atau standarisasi dunia kerja.
Khusus untuk sekolah menengah kejuruan, modul merupakan media
informasi yang dirasakan efektif, karena isinya yang singkat, padat informasi dan
mudah dipahami bagi peserta didik. Sehingga proses pembelajaran yang tepat
guna akan dapat dicapai.
Modul ini diharapkan akan digunakan sebagai sumber belajar pokok atau
akan dijadikan pedoman dalam melakukan suatu kegiatan tertentu oleh peserta
didik, untuk mencapai kompetensi kerja standar yang diharapkan dunia kerja.
Sebab di dalam modul ini akan dipelajari mengenai Kepariwisataan yang berisi
tentang bagai mana Motivasi Tujuan Perjalanan, Karakteristik Wisatawan, dan
Pola Pengeluaran Wisatawan.
Semoga materi pembelajaran ini dapat bermanfaat bagi perserta didik atau pihak
lain yang ingin mempelajari keterampilan di dalam Kepariwisataan.
Saya mengharapkan saran dan kritik dari para pakar di bidang psikologi,
praktisi dunia usaha dan industri, dan pakar akademik sebagai bahan untuk
melakukan peningkatan kualitas modul. Diharapkan para pemakai berpegang pada
azas keterlaksanaan, kesesuaian, dan fleksibelitas dengan mengacu pada
perkembangan IPTEKS pada dunia kerja dan potensi SMK serta dukungan kerja
dalam rangka membekali kompetensi standar pada peserta didik.
Demikian, semoga modul ini dapat bermanfaat bagi kita semua, khususnya
peserta didik SMK Bidang Keahlian Pariwisata, Program Studi Keahlian Perhotelan
atau praktisi yang sedang mengembangkan bahan ajar modul SMK.
Anyer, September 2020
Erna Sugito, S.ST
KEPARIWISATAAN
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
PETA KEDUDUKAN MODUL
MEKANISME PEMBELAJARAN
BAB 1 PENDAHULUAN
A. DESKRIPSI MODUL
B. PRASYARAT MEMPELAJARI MODUL
C. PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL
D. TUJUAN AKHIR
E. CEK KEMAMPUAN
BAB 2
KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 MOTIVASI TUJUAN PERJALANAN
1. PENGERTIAN DAN MACAM-MACAM MOTIVASI PERJALANAN WISATA
2. MANFAAT PERJALANAN WISATA
3. TUJUAN PERJALANAN WISATA
TEST FORMATIF
1. ESSAY
2. PILIHAN GANDA
KEGIATAN PEMBELAJARAN 2 KARAKTERISTIK WISATAWAN
1. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MOTIVASI PERJALANAN
2. BENTUK MOTIVASI PERJALANAN WISATA
TEST FORMATIF
1. ESSAY
2. PILIHAN GANDA
KEGIATAN PEMBELAJARAN 3 POLA PENGELUARAN WISATAWAN
1. POLA PENGELUARAN WISATAWAN
2. KLASIFIKASI DARI MOTIVASI PERJALANAN
TEST FORMATIF
1. ESSAY
2. PILIHAN GANDA
BAB 3
EVALUASI
RANGKUMAN
GLOSARIUM
DAFTAR PUSTAKA
KEPARIWISATAAN
PETA KEDUDUKAN MODUL
Modul Kepariwisataan ini merupakan salah satu kompetensi yang harus dikuasai oleh peserta
didik, modul ini merupakan bagian dari rangkaian pembelajaran dari kompetensi lain di bidang
keahlian Pariwisata , khusus pada program keahlian Perhotelan. Kompetensi – Kompetensi
tersebut saling berkaitan antara satu dengan yang lainnya, sehingga cara mempelajarinya juga
harus berurutan dan tuntas dari setiap Kompetensi yang disajikan.
KOMPETENSI INTI 3 KOMPETENSI INTI 4
(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
3. Memahami, menerapkan, menganalisis, 4. Melaksanakan tugas spesifik dengan
dan mengevaluasi tentang pengetahuan menggunakan alat, informasi, dan prosedur
faktual, konseptual, operasional dasar, dan kerja yang lazim dilakukan serta
metakognitif sesuai dengan bidang dan memecahkan masalah sesuai dengan
lingkup Simulasi dan Komunikasi Digital, lingkup Simulasi dan Komunikasi Digital,
dan Dasar Bidang Pariwisata pada tingkat dan Dasar Bidang Pariwisata.
teknis, spesifik, detil, dan kompleks, Menampilkan kinerja di bawah bimbingan
berkenaan dengan ilmu pengetahuan, dengan mutu dan kuantitas yang terukur
teknologi, seni, budaya, dan humaniora sesuai dengan standar kompetensi kerja.
dalam konteks pengembangan potensi diri Menunjukkan keterampilan menalar,
sebagai bagian mengolah, dan
menyaji secara efektif, kreatif, produktif,
kritis, mandiri, kolaboratif, komunikatif, dan
solutif dalam ranah abstrak terkait dengan
pengembangan dari yang dipelajarinya di
sekolah, serta mampu melaksanakan tugas
spesifik di bawah pengawasan langsung.
Menunjukkan keterampilan mempersepsi,
kesiapan, meniru, membiasakan, gerak
mahir, menjadikan gerak alami dalam ranah
konkret terkait dengan pengembangan dari
yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu
melaksanakan tugas spesifik di bawah
pengawasan langsung.
KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR
3.2 Memahami motivasi tujuan perjalanan, 4.2 Mengklasifikasi motivasi tujuan perjalanan,
karateristik wisatawan dan pola pengeluaran karateristik wisatawan dan pola pengeluaran
wisatawan berdasarkan usia, jenis kelamin wisatawan berdasarkan usia, jenis kelamin dan
dan status keluarga saat perjalanan wisata status keluarga saat perjalanan wisata
Tujuan Pembelajaran
Setelah selesai mempelajari pokok bahasan ini diharapkan peserta didik mampu:
1. menjelaskan motivasi wisatawan saat melakukan perjalanan wisata
2. menjelaskan karakteristik wisatawan dari berbagai negara
3. mendeskripsikanpola pengeluaranwisatawansaatmelakukanperjalanan wisata
KEPARIWISATAAN
PETA KONSEP
PETA KONSEP
KEPARIWISATAAN
PENDAHULUAN
A. DESKRIPSI MODUL
Standar kompetensi Kepariwisataan meliputi ranah tujuan yang harus dimiliki
oleh peserta didik, yaitu pengetahuan, sikap, dan keterampilan dalam melakukan
aktivitas motivasi tujuan perjalanan pada Kepariwisataan dimulai dari
mengidentifikasi motivasi tujuan Perjalanan, memahami jenis dan karakteristik
wisatawan mancanegara dan wisatawan nusantara/domestic, serta mengevaluasi
berbagai pola pengeluaran wisatawan berdasarkan data wisatawan di suatu wilayah.
Kekompetenan dalam motivasi tujuan perjalanan di dalam kepariwisataan
akan membawa pengaruh baik terhadap kemajuan sebuah hotel, diantaranya calon
pelanggan akan merasa puas yang ditunjukkan pelanggan dengan kembali lagi
melakukan pemesanan secara terus menerus. Standar Kompetensi motivasi tujuan
perjalanan di dalam kepariwisataan merupakan suatu Kompetensi yang harus
ditekuni dan dipelajari agar wisatawan mengidentifikasi motivasi tujuan Perjalanan,
memahami jenis dan karakteristik wisatawan mancanegara dan domestic,
mengevaluasi pola pengeluaran wisatawan.
B. PRASYARAT MEMPELAJARI MODUL
Sebagaimana dalam pembelajaran menggunakan system moduler, adanya
hubungan keterkaitan antara satu standar kompetensi dengan standar kompetensi
yang lainnya merupakan suatu ciri pembelajaran yang berkesinambungan. Seperti
yang telah disampaikan pada Peta Kedudukan Modul di atas, bahwa standar
Kepariwisataan ini tidak berdiri sendiri melainkan ditunjang oleh standar kompetensi
lainnya. Adapun prasyarat pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang harus dimiliki
pada saat mempelajari kompetensi ini adalah: Ilmu Kepariwisataan Sanitasi,
Hygiene, dan Keselamatan Kerja.
C. PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL
Sebelum mempelajari modul ini perhatikanlah dan ikutilah petunjuk-petunjuk
dan cara-cara mempelajarinya baik oleh peserta didik
maupun oleh guru atau fasilitator agar pemelajaran dapat berjalan sesuai dengan
prosedur yang ada pada petunjuk penggunaan modul ini.
1. Penjelasan Bagi Siswa
1. Bacalah dengan cermat modul ini. Setiap modul ini merupakan keterampilan
dan pengetahuan yang Anda perlukan untuk dapat sukses mempelajari
Standar Kompetensi ini.
2. Bila dalam proses memahami materi Anda kesulitan, diskusikan dengan
teman-teman Anda atau konsultasikan dengan guru/instruktur.
3. Persiapkan alat tulis dan bahan praktek yang diperlukan sesuai sub
kompetensi yang dipelajari.
4. Kerjakan tugas-tugas, baik secara individu maupun kelompok dengan jujur
dan teliti serta bertanggung jawab.
5. Kerjakan Tes Formatif dan Tugasnya.
6. Tes Formatif, Tugas dan Lembar Kerja yang pada akhir pemelajaran adalah
untuk menguji sejauh mana tingkat penguasaan terhadap kompetensi
tersebut.
7. Apabila telah kompeten dengan memperoleh nilai minimal 7,00 lanjutkan ke
kegiatan belajar berikutnya. Apabila belum memenuhi standar minimal yaitu
7,00 (tujuh) maka harus mengulangi dari kegiatan belajar yang masih belum
berhasil sampai memperoleh srandar minimal yang ditentukan
8. Setelah berakhir mempelajari sub kompetensi ke 3 dan dinyatakan lulus dari
semua sub kompetensi, maka kerjakan evaluasinya. Tes evaluasi adalah tes
untuk menguji kemampuan penguasaan siswa secara keseluruhan dari
kompetensi Kepariwisataan.
9. Jika Anda telah menguasai secara tuntas semua kegiatan belajar dalam
modul ini, ajukanlah uji kompetensi.
10. Apabila ada hal yang kurang dimengerti tanyakan ke fasilitator atau guru.
2. Peran Fasilitator/Guru
1. Bacalah modul ini dengan seksama. Bagian ini merupakan keterampilan dan
pengetahuan yang diperlukan oleh peserta didik dalam mencapai tujuan dari
Standar Kompetensi ini.
2. Bantulah peserta didik dalam merencanakan proses pembelajaran.
3. Bimbinglah peserta didik melalui tugas-tugas pelatihan yang dijelaskan
dalam tahapan belajar.
4. Membantu peserta didik memahami konsep-konsep dan praktek baru dan
menjawab pertanyaan peserta didik mengenai proses pemelajaran.
5. Membantu peserta didik untuk menentukan dan mengakses sumber
tambahan lain yang diperlukan untuk belajar.
6. Mengorganisasikan kegiatan belajar kelompok jika diperlukan.
7. Merencanakan seorang ahli/pendamping guru dari tempat kerja untuk
membantu jika diperlukan.
8. Merencanakan proses penilaian dan menyiapkan perangkatnya.
9. Melaksanakan penilaian.
10. Menjelaskan kepada peserta didik tentang sikap, pengetahuan dan
keterampilan dari suatu kompetensi yang perlu untuk dibenahi dan
merundingkan rencana pemelajaran selanjutnya.
11. Mencatat pencapaian kemajuan peserta didik.
12. Mengadakan remedial bagi peserta didik yang belum kompeten.
Tujuan akhir dari mempelajari modul ini adalah pencapaian kekompetensian
peserta didik dalam Komunikasi Industri Pariwisata sesuai dengan tuntutan dunia
usaha atau dunia industry dalam mengerjakan pekerjaannya di dunia usaha.
D. TUJUAN AKHIR
1. Kinerja yang diharapkan
Kinerja yang diharapkan setelah mempelajari kompetensi ini adalah
terbentuknya kekompetenan peserta didik dari segi pengetahuan, sikap dan
keterampilan dalam melakukan Komunikasi di dalam Industri Pariwisata pada
saat mengerjakan tugas pekerjaannya di dunia kerja.
2. Kriteria Keberhasilan
Kriteria keberhasilan dalam penguasaan kompetensi ini dalam pencapaiannya
dapat terlihat dari segi kuantitas dan kualitasnya. Dari segi kuantitas yaitu
perolehan nilai kekompetenan peserta didik melalui angka yang diperolehnya,
dan dari segi kualitas yaitu terbentuknya kekompetenan peserta didik dari segi
pengetahuan, sikap dan keterampilan.
3. Variabel dan Kriteria keberhasilan
Kriteria penilaian keberhasilan kekompetenan peserta didik pada kompetensi
Komunikasi Industri Pariwisata, peserta didik dinyatakan kompeten bila telah
memperoleh batas minimal nilai 7,00 (tujuh koma nol-nol), apabila belum
mencapai batas minimal tersebut maka harus mengulang kembali. Kriteria dan
variable keberhasilan sebagai berikut:
9,00 – 10,00 = A Kompeten Istimewa
8,00 _ 8,99 = B Kompeten Amat Baik
7,00 _ 7,99 = C Kompeten Baik
_ 6,99 = D Belum Kompeten
E. CEK KEMAMPUAN
maupun oleh guru atau fasilitator agar pembelajaran dapat berjalan sesuai dengan
prosedur yang ada pada petunjuk penggunaan modul ini.
3. Penjelasan Bagi Siswa
1. Bacalah dengan cermat modul ini. Setiap modul ini merupakan keterampilan
dan pengetahuan yang Anda perlukan untuk dapat sukses mempelajari
Standar Kompetensi ini.
2. Bila dalam proses memahami materi Anda kesulitan, diskusikan dengan
teman-teman Anda atau konsultasikan dengan guru/instruktur.
3. Persiapkan alat tulis dan bahan praktek yang diperlukan sesuai sub
kompetensi yang dipelajari.
4. Kerjakan tugas-tugas, baik secara individu maupun kelompok dengan jujur
dan teliti serta bertanggung jawab.
5. Kerjakan Tes Formatif dan Tugasnya.
6. Tes Formatif, Tugas dan Lembar Kerja yang pada akhir pemelajaran adalah
untuk menguji sejauh mana tingkat penguasaan terhadap kompetensi
tersebut.
7. Apabila telah kompeten dengan memperoleh nilai minimal 7,00 lanjutkan ke
kegiatan belajar berikutnya. Apabila belum memenuhi standar minimal yaitu
7,00 (tujuh) maka harus mengulangi dari kegiatan belajar yang masih belum
berhasil sampai memperoleh srandar minimal yang ditentukan
8. Setelah berakhir mempelajari sub kompetensi ke 3 dan dinyatakan lulus dari
semua sub kompetensi, maka kerjakan evaluasinya. Tes evaluasi adalah tes
untuk menguji kemampuan penguasaan siswa secara keseluruhan dari
kompetensi Komunikasi Industri Pariwisata.
Jika Anda telah menguasai secara tuntas semua kegiatan belajar dalam modul ini,
ajukanlah uji kompetensi.
1. Apakah yang dimaksud dengan motivasi tujuan Perjalanan
2. Apakah yang dimaksud dengan karakteristik wisatawan
KEPARIWISATAAN
BAB 2
KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 MOTIVASI TUJUAN
PERJALANAN
Tujuan Pembelajaran
Pembentukan Sikap
1. Peserta didik memiliki sikap teliti dan cermat dalam mempelajari tentang
motivasi tujuan perjalanan
2. Peserta didik memiliki motivasi untuk menerapkan tujuan perjalanan
Pembentukan Pengetahuan
Setelah menyelesaikan pokok bahasan ini, peserta didik mampu :
1. Menjelaskan Pengertian motivasi tujuan perjalanan
2. Menjelaskan Tentang macam-macam motivasi Perjalanan wisata
3. Menjelaskan Tentang manfaat perjalanan wisata
4. Menjelaskan Tentang tujuan Perjalanan wisata
Pembentukan Keterampilan
1. Melakukan motivasi tujuan perjalanan
2. Melakukan manfaat Perjalanan wisata
3. Melakukan tentang tujuan Perjalanan wisata
Materi Pembelajaran
A. Pengertian dan Macam-Macam Motivasi Perjalanan Wisata
Motivasi perjalanan wisata adalah faktor pendorong seseorang untuk melakukan
perjalanan wisata. Faktor itu yang menyebabkan seseorang ingin berwisata adalah
a. Motivasi dasar, seperti rasa ingin tahu, pendidikan, kesehatan, dan rekreasi.
b. Motivasi berlibur, seperti bersantai, berolahraga, dan mengetahui hal-hal dan
tantangan baru.
c. Motivasi lain, seperti motivasi secara fisik, motivasi budaya, dan motivasi ingin
mengenal bangsa lain.
Berikut ini adalah beberapa pakar/organisasi pariwisata, baik dalam negeri maupun luar
negeri yang memberikan berbagai macam motivasi perjalanan wisata.
1.Oka Addis Yoeti
a. Alasan pendidikan dan kebudayaan
b. Alasan santai, kesenangan, dan petualangan
c. Alasan kesehatan, olahraga dan rekreasi
d. Alasan keluarga, negeri asal, dan tempat bermukim
e. Alasan bisnis, sosial, politik, dan konferensi
f. Alasan persaingan dan hadiah
2. John K. Thomas sesuatu yang
a. Melihat cara hidup, bekerja dan bermain penduduk di negara lain
b. Melihat pemandangan-pemandangan istimewa
c. Memperoleh pengertian/pengetahuan yang lebih baik mengenai
diberitakan di media massa/berita
d. Menghadiri perayaan-perayaan khusus
e. Menjauhkan diri dari kegiatan rutin sehari-hari
f. Memperoleh waktu istirahat yang cukup
g. Mencapai pengalaman romantis
h. Mengunjungi tempat asal-usul keluarga
i. Mengunjungi tempat tinggal keluarga atau teman
j. Iklim, misalnya menghindari musim dingin atau musim panas
k. Kesehatan
l. Olahraga
m. Ekonomi
n. Petualangan
o. Gengsi/prestise
p. Mengikuti arus atau mode
q. Mengikuti sejarah
r. Motif sosiologis
3. Chris Ryan
a. Kebutuhan fisik/jasmani (physiological needs)
b. Kebutuhan keamanan dan keselamatan (security and safety needs)
c. Kebutuhan kelangsungan hidup (survival needs)
d. Kebutuhan pembentukan diri (self actualization needs)
e. Kebutuhan mengembangkan kemampuan diri (the need to delevop one’s own potential)
f. Kebutuhan untuk menikmati keindahan (the need for aesthetic stimulation)
g. Kebutuhan menciptakan karakter atau kepribadian sendiri (the need to create a
character or personality of its own)
h. Kebutuhan untuk menukar dan membedakan pandangan baru dan pengalaman baru
(the need for exhange, distinguish new outlook and new experience)
4. Mcintosh
a. Motivasi fisik (physical motivations), motivasi yang berhubungan dengan kebutuhan
fisik, seperti olahraga, santai, kesehatan, istirahat, dll.
b. Motivasi budaya (cultural motivations), motivasi yang berhubungan dengan keinginan
untuk mengetahui daerah atau negara lain, penduduknya, tata cara hidupnya,
bangunannya, musik dan tariannya, dll.
c. Motivasi interpesonal (interpersonal motivations), motivasi yang berhubungan dengan
keinginan untuk bertemu dengan sanak keluarga, teman, atau tetangga, berkenalan dan
berjumpa dengan orang-orang tertentu atau sekadar melihat tokoh-tokoh terkenal,
penyanyi, bintang film, dll.
d. Motivasi status dan prestise (status and prestige motivations), motivasi yang
berhubungan dengan keinginan untuk meningkatkan gengsi dan derajat hidup di mata
orang lain dengan melakukan suatu perjalanan yan tidak semua orang dapat
melakukannya.
5. PATA (Pasific Association of Travel Agent)
a. keramahtamahan penduduk (warm and friendly people)
b. penginapan yang menyenangkan (comfortable accomodation)
c. keindahan pemandangan alam ( beautiful natural scenery)
d. harga yang memuaskan (reasonable prices)
e. adat istiadat dan pandangan hidup yang menarik (an attractive custome and way of life)
f. cuaca yang baik (good climate)
g. keindahan kreasi manusia (beautiful creation of man)
h. makanan yang menarik (outstanding food)
i. perbelanjaan yang baik/menarik (good shopping)
j. lingkungan yang asing/aneh (exotic environment)
k. ikatan sejarah atau keluarga (historical or family ties)
l. aktivitas kreasi yang luar biasa (exceptional recreational activities)
B. Macam-macam wisata
a. Wisata Budaya
Wisata budaya adalah wisata yang menawarkan budaya, adat istiadat lokal yang
meliputi kebiasaan, upacara agama, tarian, lagu, dan bahasa daerah. Contohnya
upacara tabot Bengkulu, festival budaya ondel-ondel, lompat batu, buku lontar
Bali, dan masak batu Jayapura,dll.
b. Wisata pendidikan
Ingin melihat cara kerja dan cara hidup (the way of live) rakyat di negara lain,
ingin melihat kemajuan-kemajuan yang telah dicapai negara lain, mendapatkan
rasa salingmengerti danpenemuan-penemuanbaruataupun terobosan-terobosan
baru. Contohnya : Taman Pintar di Yogyakarta, Peneropongan bintang Boscho
di Lembang, Bandung, dll.
c. Wisata alam
Wisata alam menawarkan keaslian dan kelestarian alam di suatu daerah. Dalam
wisata alam, dapat dilakukan hiking trakking out bound, berkemah, penelitian, dan
lain sebagainya. Contohnya : Orchid Forest di Bandung, Gunung Bromo di Jawa
timur, dll.
d. Wisata Bahari
Wisata bahari adalah wisata yang menggunakan air sebagai wahana utamanya
seperti di laut, pantai atau danau untuk kegiatan berenang, memancing,
berselancar, dan lain sebagainya. Contohnya : Pulau Sanghyang di Banten, Taman
Laut Bunaken di Mando, dll.
e. Wisata Sejarah
Wisata sejarah adalah wisata yang menawarkan wisata dengan nilai nilai sejarah
dan situs atau monumen bersejarah yang dimiliki suatu daerah. Contohnya
Monumen Nasional, Museum Ambarawa, dan Candi Borobudur.
f. Wisata Religi
Jenis wisata religi adalah wisata yang berhubungan dengan ritual keagamaan,
Contohnya : Umrohke Mekahdan Madinah, untuk umat muslim, dan kunjungan ke
tempat-tempat suci umat kristiani di Yerusalem.
Definisi dan Jenis Wisatawan
1. Definisi Wisatawan
Istilah wisatawan berasal dari Bahasa Sanskerta yaitu kata wisata yang berarti
“Perjalanan” ditambah dengan akhiran –wan yang berarti orang. Jadi, orang yang
melakukan Perjalanan (travel) disebut traveller. Sedangkan orang yang melakukan
Perjalanan wisata (tour) disebut tourist. Pada umumnya, seseorang atau kelompok
orang yang datang ke suatu daerah, tempat wilayah, atau negara disebut pengunjung.
Dalam Bahasa Inggris disebut visitor. Ada dua golongan yang terdapat dalam istilah
pengunjung.
Visitor
Wisatawan Pelancong/Darmawisata
(Tourist) Excursionist
Menurut Murphy (1985) dan McIntosh (1977) ada 4 motivasi perjalanan
a. Motivasi yang mempunyai sifat fisik atau fisiologis antara lain berpartisipasi
dalam kegiatan olah raga juga kegiatan yang bersifat relaksasi, kesehatan,
kenyamanan, bersantai dan sebagainya.
b. Motivasi budaya yaitu keinginan untuk mengetahui budaya, adat, tradisi
dan kesenian daerah lain. Termasuk juga ketertarikan akan berbagai objek
peninggalan budaya (banggunan bersejarah).
c. Motivasi sosial seperti mengunjungi teman dan kerabat, menemui teman
kerja,mitra bisnis, melakukan sesuatu yang dianggap mendatangkan nilai
kebanggaan, melakukan kunjungan, pelarian dari situasi-situasi yang
menjemukan atau rutinitas sehari-hari dan sebagainya.
d. Motivasi berfantasi yaitu adanya khayalan bahwa di kawasan lain seseorang
akan bisa lepas dari rutinitas sehari-hari yang menjemukan, biasa dikenal
dengan istilah status and prestige motivationdan ego-enhancement yang
memberikan kepuasan secara psikologis.
Tabel 2.1 Perbedaan Perjalanan umum dengan perjalanan wisata
Perjalanan Umum Perjalanan Wisata
Traveler Tourist
Finansial Mendapatkan Membelanjakan
upah dari uangnya selama
perjalanan yang perjalanan
dilakukan
Tiket One way atau return Selalu return (pergi dan
pulang ke tempat asal)
Route Mengutamakan Mengutamakan
cepat, berangkat nyaman,
dan pulang berkeliling/round,
dengan route berangkat dan
sama pulang diupayakan
tidak menempuh
route yang tidak
sama
Perusahaan Hanya menjual Menyediakan paket
tiket perjalanan wisata (tiket,
akomodasi, meal, objek
dll.)
Tujuan Perjalanan Berdagang, berobat, Bersenang-senang,
belajar, meneliti,bekerja santai,menambahwawas
an keindahan
alam/budaya/ ada
B. Manfaat Perjalanan Wisata
Berwisata bersama bisa membangun kedekatan dan kekompakan dengan orang lain.
Pemikiran yang akan lebih terbuka bisa membuat hubungan yang lebih harmonis. Maka tidak
heran jika lebih banyak orang yang berlibur bersama, contohnya berlibur dengan keluarga,
gathering perusahaan, dll. Selain itu manfaat perjalanan wisata antara lain:
1. Perjalanan wisata adalah salah satu bentuk sarana yang berfungsi untuk
mengembangkan wawasan pariwisata itu sendiri.
2. Perjalanan wisata adalah sarana yang berfungsi untuk mendapatkan perasaan bebas.
3. Perjalanan wisata adalah sarana yang bisa berfungsi untuk menunjukan realisasi diri.
4. Perjalanan wisata adalah sesuatu yang menyenangkan,membawa kenangan manis dan
bisa membuat hidup lebih bahagia
C. Tujuan Perjalanan Wisata
1. Physiological needs atau kebutuhan psikologis seperti kebutuhan akan makanan, air
dan udara.
2. The needs for securityand safety atau kebutuhan akan keselamatan dan rasa aman.
3. The survival needs atau kebutuhan akan eksistensi atau keberadaannya, dicintai
maupun mencintai.
4. The self actualization atau realization needs atau kebutuhan aktualisasi atau
pengakuan terhadap diri.
5. The needs to develop one’s own potential atau kebutuhan akan pengembangan
potensi diri.
6. The need to create or building one’s own personality and character atau kebutuhan
akan penciptaan, pembangunan karakter dan kepribadianya.
7. The need for change, divertissement, new scenery and experience atau kebutuhan
akan pengalaman, perbedaandengan suasana baru.
Tes Formatif
I. Jelaskanlah Pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan singkat
dan Jelas
1. Jelaskan Pengertian dari Motivasi Tujuan Perjalanan
2. Jelaskan tentang motivasi budaya !
3. Jelaskan jenis-jenis dari wisata !
4. Apa yang bisa kalian ceritakan mengenai perkembangan wisata di Indonesia saat ini!
5 Jelaskan yang termasuk dalam macam-macam motivasi
II. Pilihlah salah satu Jawaban yang paling tepat
1. Rasa ingin tahu, pendidikan, kesehatan dan rekreasi adalah faktor motivasi yang menyebabkan
seseorang ingin berwisata yaitu termasuk ke dalam ...
A. Motivasi dasar
B. Motivasi berlibur
C. Motivasi lain
D. Wisata
E. Cindera mata
2. a. Alasan pendidikan dan kebudayaan
b. Alasan santai, kesenangan, dan petualangan
c. Alasan kesehatan, olahraga dan rekreasi
d. Alasan keluarga, negeri asal, dan tempat bermukim
e. Mengagumi hasil dan teknik pertanian
Berikut ini yang termasuk ke dalam motivasi perjalanan wisata menurut pakar
pariwisata Oka Addis Yoeti adalah …
A. a-b-c-d
B. d-c-b-e
C. a-b-c-e
D. e-d-b-a
E. a-e-b-d
3. a. lompat batu b. gunung bromo c. ibadah haji d. candi borobudur Kategorikanlah berikut yang
termasuk ke dalam wisata alam-wisata budaya-wisata religi adalah …
Berikut yang termasuk ke dalam wisata alam-wisata budaya-wisata religi adalah …
A. b-d-c
B. a-b-c
C. c-b-a
D. a-c-d
E. d-a-c
4. 1. Teratur dan selalu disiplin
2. tidak begitu tertarik pada kebudayaan dan atraksi wisata
3. melakukan perjalanan dalam bentuk kelompok
4. lebih menyukai masakan jepang dan eropa
5. kurang disiplin
Kategorikanlah berikut yang merupakan ciri-ciri profil wisatawan Jepang adalah ...
A. 1-2-3-4
B. 3-4-5-2
C. 1-2-4-5
D. 2-3-4-5
E. 5-4-3-2
5. Jika kita berwisata ke tempat gunung bromo yang menyediakan pemandangan alam terbuka dan
biasanya berwisata bersama dengan keluarga untuk berwisata sendiri atau dengan rekan kerja
disebut dengan ......
A. wisatawan pendidikan
B. wisata alam
C. wisata religi
D. wisata sejarah
E. wisata bahari
6. a. cinderamata
b. keramahtamahan penduduk
c. penginapan yang menyenangkan (comfortable accomodation)
d. keindahan pemandangan alam ( beautiful natural scenery)
e. harga yang memuaskan (reasonable prices)
Berikut ini yang bukan termasuk ke dalam pengertian wisata menurut PATA adalah
A. a-b-c-d
B. d-c-b-a
C. a-c-b-d
D. d-b-a-c
E. b-c-d-e
7. Senang kebudayaan dari negara lain, bersahabat dan lebih suka melakukan perjalanan sendiri
(individualistis) merupakan karakteristik dari wisatawan dari negara
a. jepang
b. inggris
c. amerika
d. malaysia
e. singapura
8. a. motivasi fisik
b. motivasi budaya
c. motivasi interpersonal
d. motivasi status dan prestige
e. motivasi diri
Berikut ini yang termasuk ke dalam macam motivasi perjalanan wisata menurut McIntosh yaitu
…
A. a-b-c-d
B. a-c-b-e
C. c-d-e-a
D. e-d-c-b
E. e-c-b-a
9. Perjalanan wisata untuk mengunjungi objek wisata kampung budaya merupakan salah satu
motivasi ... bisniswisata.co.id
A. ekonomi
B. politik
C. lingkungan
D. fisik
E. budaya
10. Berlokasi di Desa Ungasan, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali. Taman budaya
ini merupakan salah satu ikon pariwisata. Menggambarkan Dewa Wisnu yang sedang
mengendarai tunggangannya, yaitu burung Garuda yang menyimbolkan penyelamatan lingkungan
dan dunia yaitu …
Link soal : https://forms.gle/nmnQjbkRjziw5DqL8
Link modul : https://anyflip.com/bookcase/ooauo
KEPARIWISATAAN
KEGIATAN PEMBELAJARAN 2 KARAKTERISTIK
WISATAWAN
Tujuan Pembelajaran
Pembentukan Sikap
1. Peserta didik memiliki sikap teliti dan cermat dalam mempelajari tentang
karakteristik wisatawan
2. Peserta didik memiliki sikap teliti dan cermat dalam mempelajari tentang
karakteristik wisatawan mancanegara (wisman) dan domesti (wisdom)
Pembentukan Pengetahuan
Setelah menyelesaikan pokok bahasan ini, peserta didik mampu :
1. Menjelaskan Pengertian karakteristik wisatawan
2. Mengkategorikan karakteristik wisatawan Mancanegara (Wisman)
3. Memberi argumentasi tentang karakteristik wisatawan domestik (Wisdom)
Pembentukan Keterampilan
1. Menganalisis karakteristik wisatawan
2. Mengkategorikan karakteristik wisatawan Mancanegara (Wisman)
3. Memberi argumentasi tentang karakteristik wisatawan domestik (Wisdom)
Karakteristik Wisatawan
1. Latar belakang lingkungan
a. Faktor Alam
Faktor alam mempunyai pengaruh yang besar dalam membentuk sifat-sifat suatu bangsa,
antara lain :
• Iklim (dingin, sedang, dan panas)
• Cuaca (kelembapan cuaca, curah hujan, dan sebagainya)
• Geografi (daratan dan kepulauan)
• Morfografi* (pegunungan dan sebagainya)
*Morfografi (morphography) : aspek diskriptik geomorfologi suatu area, misal: dataran,
pebukitan, pegunungan, plato.
b. Sejarah
Sejarah suatu bangsa/negara memberi warna khas terhadap watak dan sifat-sifat tertentu
bangsa. Oleh karena itu, seorang pramuwisata wajib mengetahui :
1. Sejarah daerah asal wisatawan
2. Peristiwa-peristiwa penting yang terjadi di negara asal wisatawan yang ada
hubungannya dengan sejarah daerah tujuan wisata yang dikunjungi.
3. Tokoh-tokoh dari negara asal wisatawan.
c. Kebudayaan
Kebudayaan menentukan proses cara berpikir/sikap, tingkah laku, maupun perkembangan
cara hidup suatu masyarakat, Agar tidak menyinggung perasaan wisatawan, pramuwisata
hendaknya mengenai hal-hal berikut.
d. Politik
Dalam hal memberikan pelayanan kepada wisatawan (khususnya wisatawan asing) yang
berkaitan dengan politik negara, kita seharusnya memahami hal-hal umum mengenai latar
belakang politik negara asal wisatawan.
e. Ekonomi
Kebijakan pemerintah merupakan faktor utama yang mendorong seseorang melakukan
Perjalanan. Tingkat pendapatan seseorang turut mempengaruhi pola hidup serta perilaku
seseorang dalam berwisata.
f. Sosial
Pola kehidupan seorang wisatawan juga dipengaruhi nilai-nilai sosial dari daerah asalnya
(misalnya, nilai keagamaan, kepercayaan, prinsip-prinsip moral dan sebagainya)
2. Latar belakang pribadi
a. Jenis kelamin
b. Tingkat umur
c. Pendidikan
d. Profesi/pekerjaan
a. Jenis kelamin
Perbedaan jenis kelamin dapat menimbulkan perbedaan keinginan dan persepsi tentang
suatu program Perjalanan.
Wisatawan perempuan Bersifat emosional
Wisatawan pria Bersifat rasional
b. Tingkat umur
Tingkat umur sangat mempengaruhi ketahanan fisik, daya tanggap, serta selera/keinginan
untuk mengetahui suatu objek wisata. Oleh karena itu, hendaknya seorang pramuwisata
hendaknya dapat mengenal hal-hal yang memikat minat wisatawan berdasarkan jenjang usia
wisatawan
1. Tingkat umur anak-anak
2. Tingkat umur remaja
3. Tingkat umur dewasa
c. Pendidikan
Tingkat dan jenis pendidikan seorang wisatawan akan mempengaruhi sikap, minat dan
keinginan untuk mengetahui kekayaan suatu objek wisata yang dikunjungi.
Latar belakang Lebih menyukai
wisatawan
Ilmu alam Lebih tertarik pada fenomena alam yang terdapat pada suatu objek wisa
Ilmu sosial budaya Lebih menekuni atraksi-atraksi wisata budaya
Teknik pertanian atau Lebih menyukai objek wisata fauna dan flora
peternakan
Bakat seni Dapat memberikan penjelasan yang cukup tentang kesenian
Ilmu kedokteran Lebih tertarik pada masalah-masalah kesehatan.
d. Profesi/Pekerjaan
Profesi/pekerjaan seorang wisatawan juga mempengaruhi motivasi untuk mengadakan
perjalanan.
Karakteristik beberapa bangsa/negara sesuai dengan profil umum yang diterima dan
digunakan di seluruh dunia adalah sebagai berikut :
1) Karakteristik Wisatawan Mancanegara (WisMan)
Berdasarkan karakteristiknya, beberapa profil wisatawan dikategorikan menurut
kebangsaan, umur, jenis kelamin, status, kelompok sosial ekonomi, serta kategori minat
lainnya. Salah satunya adalah Kebangsaan. Kebangsaan wisatawan merupakan hal
penting karena menyangkut kebudayaan, cara berpikir, bertingkah laku, atau agama yang
dianut wisatawan. Contoh karakteristik wisatawan berasal dari Perancis, Jerman, Inggris,
Italia, Belanda, Amerika, Australia, Jepang, Singapura dan Malaysia.
a) Karakter : Perancis
• Tertarik pada kebudayaan tradisional, pranata sosial, tarian drama, musik,
seni, upacara adat dan keagamaan serta nuansa pedesaan.
• Tertarik belajar dan berkunjung ke atraksi wisata yang spesifik khususnya
tempat-tempat arkeologi, candi-candi kuno dan tempat-tempat yang
dikomersilkan.
• Suka mencoba pengalaman dan aktivitas baru serat cenderung
berpetualang.
• Suka belanja kerajinan tangan dan barang-barang antik.
• Tidak mau tergesa-gesa atau ceroboh,selalu berpikir panjang, dan teliti.
• Bersahabat, disiplin, memiliki tingkah laku yang baik, sopan dan patuh pada
peraturan tetapi mudah kecewa apabila tidak menyukai sesuatu.
• Suka berbicara dengan bahasa Perancis walaupun dapat berbahasa inggris.
• Cenderung berpakaian sesuai dengan situasinya, bisa rapi sekali/modis,
berparfum dan juga terkadang cara berpakaian sangat ekstrim saat dipantai.
• Sangat romantis, kalem, walaupun tradisional tetapi intelektualnya kuat.
• Saat makan ingin menikmati dengan berlama-lama dalam suasana romantis.
b) Karakter: Jerman
• Sopan, terbuka, memiliki tingkah laku yang baik, mengomentari langsung
setiap pengalaman mereka.
• Suka belanja souvenir dari batu dan kayu.
• Toleransi pada fasilitas dan pelayanan yang berbeda.
• Keingintahuannya tinggi terhadap sesuatu, bahkan sampai mendetail.
• Suka daerah yang apa adanya, murni dan ingin mengetahui atraksi hingga
tuntas.
• Tertarik pada kebudayaan tradisional,upacara keagamaan, tarian,tempat
sejarah,pemandangan yang indah dan suka membandingkan kebudayaan
tradisional satu dengan yang lainnya.
• Menyukai perjalanan sesama bangsanya, terkadang kurang bisa bergabung
dengan bangsa lain.
• Disiplin, teliti, mempunyai organisasi yang baik, komitmen, dan intelektual.
c) Karakter : Inggris
• Disiplin, egois, menjaga prestigious atau citra, secara psikologis melayani
orang dengan bersahabat tetapi juga mempunyai kepribadian ingin dilayani
dengan baik.
• Teliti dalam pengeluaran uang, rapi dan komitmennya tinggi.
• Individualistis dan mandiri, tidak menyukai perjalanan berkelompok atau
grup,lebih menyukai perjalanan sendiri.
• Hangat, Sopan, mempunyai tingkah laku yang baik dan menjaga hubungan
persahabatan.
• Kurang terbuka seperti orang eropa lainnya dan mempunyai kepribadian
yang kuat.
• Tertarik budaya tradisional dan karakteristiknya menyukai pantai serta alam
yang indah.
• Tidak suka privasinya diganggu.
d) Karakter: Italia
• Terbuka, komunikatif, romantis, ekspresif, agak cerewet khususnya jika sudah
kenal.
• Kurang disiplin dan sulit ditangani tetapi mereka mudah beradaptasi dengan
keadaan setempat artinya terbuka dan bersahabat.
• Menyukai tempat-tempat mewah tetapi sedapat mungkin harganya murah,
bisa ditawar untuk hemat.
• Menyukai kebudayaan tradisional dan seni serta pemandangan alam yang
romantis seperti palm beach.
e) Karakter: Belanda
• Perhatian sekali terhadap kesehatan dan sanitasi, khususnya makanan dan
minuman.
• Hubungan sejarah yang kuat, suka mengunjungi tempat-tempat bernostalgia
seperti keluarga yang dahulu tinggal dan bekerja di perkebunan ataupun
makam nenek moyangnya. Semua ini informasinya didapat dari sejarah yang
dia pelajari dari skolahnya.
• Suka informasi yang spesifik dan akurat, tapi kecewa apabila informasi
tersebut tidak benar.
• Disiplin, taat peraturan, bersahabat, suka humor tetapi tidak selalu terbuka,
terus terang dalam memberikan komentar dan reaksi.
• Sangat tertarik dengan bentuk-bentuk kebudayaan dan pemandangan alam
yang indah serta perkembangan-perkembangan yang terjadi.
• Suka melihat bangunan-bangunan bersejarah tentang masa lalu Belanda di
Indonesia.
f) Karakter: Amerika
• Menyukai fasilitas dan pelayanan standar kualitas tinggi
• Menyukai aspek kebudayaan tradisional seperti tarian, upacara adat dan
upacara keagamaan
• Menyukai pemandangan alam yang indah, termasuk pantai dan tertarik
dengan bentuk perkembangan yang terjadi
• Tidak menyukai perjalanan kaki jauh suka perjalanan dekat dan berpindah-
pindah
• Bersahabat, sopan, bertingkah laku baik, sedikit formal, jujur, terbuka
langsung dalam mengekspresikan pendapat dan reaksi tentang apa saja
tanpa memandang perbedaan status
• Suka pengalaman baru, bentuk informasi terbaru dan akurat, bersahabat,
toleran, mudah beradaptasi, humoris, terbuka sedikit kasar, serta suka
bersosialisasi dengan penduduk setempat walaupun terkadang juga banyak
yang egois maupun individualistis
• Menerima dan menyukai fasilitas dan pelayanan yang sederhana, murah
meriah, seadanya dan sering pindah-pindah dengan melakukan perjalanan
sendiri
• Menyukai kebudayaan desa dan aktivitas pantai yang tradisional serta
aktivitas dunia malam seperti diskotik.
g) Karakter : Australia
• Terbuka, arogan, egois, dan terkadang sulit ditangani tetapi terkadang
mereka juga bersahabat
• Tidak terlalu suka dengan banyak aturan (lebih menyukai kebebasan)
• Menyukai harga murah meriah dan tidak terlalu mementingkan kemewahan
fasilitas dan pelayanan
• Ceroboh dan sembarang tindakan lebih dikedepankan dan cara berpakaian
terkadang sangat ekstrim
• Menyukai pantai dan kebudayaan tradisional
• Menyukai perjalanan secara individu (backpacker) dan kurang menyukai
berkelompok
• Pemuda Australia sangat menyukai kehidupan malam seperti club.
h) Karakter : Jepang
• Melakukan perjalanan kelompok dan sangat takut kalau lepas dari grupnya.
• Disiplin, komitment terhadap janji dan jadwal, orang Jepang tertutup dia
tidak mudah percaya dengan orang yang belum dia pahami, bila sekali saja
tidak dapat kepercayaan maka susah untuk percaya lagi.
• Menyukai masakan Jepang dan Eropa.
• Suka belanja kerajinan tangan, barang tradisional.
• Tertarik pada sesuatu yang unik dan suka difoto serta suka kehidupan malam.
• Suka fasilitas dan pelayanan standar tinggi yang ditangani langsung oleh
orang-orang Jepang sendiri, atau paling tidak ada karyawan yang mau
menggunakan bahasa Jepang.
• Tidak pernah langsung mengemukakan kekecewaan atau kemarahan selalu
mengikuti saja, namun kekecawaan dilampiaskan lewat tulisan setelah
kembali ke negaranya.
i) Karakter : Singapura
• Karakter orang Singapura seperti karakter orang Cina modern.
• Disiplin, walaupun orangnya kecil tetapi tegas dan berkomitment tinggi.
• Suka judi, club, dan suka belanja.
• Menyukai fasilitas dan pelayanan sederhana, sangat tertarik dengan atraksi
alam, dan keunikan modernisasi.
j) Karakter : Malaysia
• Daya belinya termasuk rendah dan tidak terlalu tertarik untuk belanja.
• Mudah ditangani dalam perjalanan, tetapi harus disiplin, lebih banyak
persamaanya dengan orang Indonesia sesama Melayu dan kedekatan
kesamaan agamanya.
• Fasilitas dan akomodasi cukup sederhana, makanan padang termasuk
favoritnya.
• Sangat tertarik akan keindahan alam, termasuk pantai.
k) Karakter : Cina/Taiwan/Korea
• Pentingkan nilai dan prinsip.
• Menyukai harga murah dan tidak terlalu mementingkan fasilitas dan
pelayanan.
• Banyak bicara/cerewet/ramah sekali dan perbincangan perlu ada timbal
balik.
• Sembarang tindakan lebih dikedepankan.
• Menonjolkan peran dan kesan budaya cina.
• Orang cina tergolong tidak sabaran dan gampang marah bila tidak cepat
bertindak.
• Lebih menyukai bahasa sendiri daripada Bahasa inggris.
• Suka bergerombol dalam satu kelompok ramai-ramai.
• Selalu berpikir ekonomis.
• Orang cina sifatnya tertutup, kecuali kepada yang sudah dikenal dan
dipercaya
l) Karakter : Orang Bali (Indonesia)
Jika kamu pergi ke BALI (Tambahan)
• Kebanyakan orang Bali mempunyai bakat seni yang tinggi.
• Perempuan Bali rajin, giat bekerja dan ramah.
• Orang Bali tidak bisa berjalan melewati hal-hal yang diatasnya ada pakaian
dalaman seperti celana dalam, kalau melanggar dia akan pusing dan sakit-
sakitan.
• Persatuan orang Bali tergolong sangat kuat karena adat dan agama yang
mengikatnya.
• Masih melekat atas tradisi awig-awig (gotong royong).
• Orang Bali tidak suka dipegang kepalanya.
• Orang Bali sangat mencintai budayanya, mereka selalu mengedepankan
kearifan lokal meski penetraasi nilai-nilai modern sulit dibendung.
• Orang Bali dengan wisatawan lebih disiplin, lebih ramah, dan bersahabat.
Tempat persembahan dan peletakan sesajen selain di Pura juga di tempat-
tempat keramat seperti pohon-pohon besar yang diyakini sebagai tempat
sembahyang. Untuk itu, Anda dilarang kencing atau meludah sembarangan,
hormati dan hargai sesama umat beragama.
2) Karakteristik wisatawan domestic
1. Kebanyakan melakukan Perjalanan sendiri-sendiri atau menggunakan organisasi
wisata lokal.
2. Tidak membutuhkan biro Perjalanan.
3. Biasanya melakukan Perjalanan adalah dalam bentuk keluarga.
4. Jika menggunakan agen Perjalanan, mereka akan dikenai biaya yang sama dengan
wisatawan asing.
5. Melakukan Perjalanan untuk melihat sesuatu yang dianggap lain.
6. Beberapa wisatawan mempunyai minat tersendiri pada upacara dan tempat-tempat
keagamaan
7. Apabila dalam bentuk kelompok, mereka mudah ditangani.
8. Cenderung tidak disiplin dan membutuhkan penanganan khusus.
9. Berbelanja merupakan aktivitas yang popular.
10. Kebutuhan akan fasilitas dan pelayanan sangat fleksibel.
Tes Formatif
Jelaskanlah Pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan singkat dan Jelas
1. Jelaskan Pengertian dari motivasi perjalanan
2. jelaskan yang termasuk ke dalam faktor-faktor motivasi perjalanan
III. Pilihlah salah satu Jawaban yang paling tepat
1. Wisatawan yang datang dari suatu lingkungan
alam yang sangat keras biasanya lebih tahan
a. Faktor alam lama menghadapi kesukaran-kesukaran selama
b. Faktor sejarah berwisata, tetapi sebaliknya wisatawan yang
c. Faktor kebudayaan datang dari lingkungan alam yang memanjakan
d. Faktor politik akan sering menunjukkan sifat manja.
e. Faktor ekonomi Berdasarkan pengamatan diatas, termasuk ke
dalam latar belakang lingkungan yaitu dari segi
…
2. Berikut ini seorang pramuwisata wajib mengetahui apa yang menjadi ciri khas dari watak
dan sifat-sifat tertentu suatu bangsa. Penjelasan tersebut jika di analisis termasuk ke dalam
…
a. Faktor alam
b. Faktor sejarah
c. Faktor kebudayaan
d. Faktor politik
e. Faktor sosial
3. 1) Individualistis dan materialistis
2) Disiplin dan menghargai waktu
3) Setiap masalah dipertimbangkan secara rasional
4) Adanya persaingan dalam mencapai kemajuan-kemajuan
5) Pengaruh adat istiadat terasa kuat dalam kehidupan sehari-hari
Dari keterangan diatas, jika dikategorikan termasuk ke dalam faktor budaya mengenai ciri-
ciri umum kebudayaan barat. Yang bukan termasuk di dalamnya adalah …
a. 1-2-3-4
b. 2-3-4-1
c. 4-3-2-1
d. 3-2-1-4
e. 5-4-3-2
4. Pariwisata merupakan salah satu penyumbang pendapatan negara, karena sektor
pariwisata mampu membuat wisatawan menghabiskan banyak uang, selain wisata belanja,
para wisatawan akan menghabiskan uangnya untuk akomodasi dan makanan, oleh sebab
itu, sektor pariwisata merupakan sektor yang mampu memberi perluasan ekonomi disegala
bidang. Berdasarkan pengamatan diatas, pembelanjaan lain wisatawan sebagai
pengeluaran yang tidak secara nyata berkaitan dengan kegiatan pariwisata disebut …
a. Tourist expenditure
b. Induced spending
c. Indirect spending
d. Tourist spending
e. Average expenditure
5.
Kebijakan pemerintah merupakan faktor utama
yang mendorong seseorang melakukan
perjalanan. Tingkat pendapatan seseorang turut
mempengaruhi pola hidup serta perilaku
seseorang dalam berwisata. Pengenalan yang
perlu dikuasai pramuwisata seperti : kebijakan
pemerintah daerah asal wisatawan, pendapatan
nasional dan pendapatan perkapita, dan hal-hal
lainnya. Dari pengamatan diatas karakteristik
wisata dipengaruhi oleh latar belakang
lingkungan yaitu …
a. Faktor sejarah
b. Faktor ekonomi
c. Faktor sosial
d. Faktor kebudayaan
e. Faktor alam
6. Berikut ini yang bukan termasuk ke dalam latar belakang pribadi yaitu ..
a. Jenis kelamin
b. Tingkat umur
c. Pendidikan
d. Profesi/pekerjaan
e. kebudayaan
7. Berikut ini yang termasuk ke dalam karakteristik wisatawan yaitu latar belakang pribadi.
Wisatawan perempuan pada umumnya lebih bersifat emosional sedangkan wisatawan pria
pada umumnya bersifat rasional. Jika dikategorikan hal tersebut dipengaruhi ciri-ciri dari …
a. jenis kelamin
b. tingkat umur
c. sosial
d. pendidikan
e. profesi/pekerjaan
8. 1) Hal-hal yang merangsang pancaindra (melihat,mendengar,mengecap,merasa, dan
mencium)
2) Hal-hal ringan yang mudah dicerna oleh pancaindra
3) Hal-hal yang sering berganti dalam hal memuaskan pancaindra
4) Hal-hal yang mudah membangkitkan perasaan (misalnya haru, sedih, gembira dan
lain-lain)
Dari keterangan diatas jika dikategorikan termasuk ke dalam hal-hal yang memikat minat
wisatawan berdasarkan jenjang usia wisatawan yaitu …
a. Tingkat umur anak-anak
b. Tingkat umur remaja
c. Tingkat umur dewasa
d. Tingkat umur orang tua
e. Tingkat umur balita
9. Kebangsaan wisatawan merupakan hal penting karena menyangkut kebudayaan, cara
berpikir, bertingkah laku atau agama yang dianut wisatawan. Silahkan kalian analisis
penjelasan berikut. Sangat tertarik dengan kebudayaan yang masih murni, menyukai
kerajinan tangan dan barang unik, suka mencoba pengalaman, dan aktivitas baru dan
cenderung melakukan petualangan. Dari keterangan diatas, termasuk ke dalam
karakteristik wisatawan mancanegara (wisman) yaitu dari negara…
a. Prancis
b. Inggris
c. Italia
d. Amerika
e. Jepang
10. 1) Melakukan perjalanan dalam bentuk kelompok
2) Lebih menyukai masakan jepang dan eropa
3) Selalu menaati jadwal perjalanan dan jarang membatalkan perjanjian yang telah
disepakati.
4) Menyukai fotografi
5) Tidak memerlukan penjelasan yang detail
Berikut ini adalah penjelasan karakteristik wisatawan yaitu kebangsaan. Dari keterangan
diatas yang tidak termasuk di dalamnya adalah …
a. 1-2-3-4
b. 5-4-3-2
c. 4-3-2-1
d. 1-3-2-4
e. 1-2-3-4
JAWABAN
1. a. Faktor alam
2. b. Faktor sejarah
3. e. 5-4-3-2
4. c. Indirect spending
5. a. Faktor ekonomi
6. e. kebudayaan
7. a. jenis kelamin
8. a. Tingkat umur anak-anak
9. a. Prancis
10. b. 5-4-3-2
Link soal : https://forms.gle/KALF73k9b7N5NRdq9
Link modul : https://anyflip.com/bookcase/ooauo
KEPARIWISATAAN
KEGIATAN PEMBELAJARAN 3 POLA PENGELUARAN
WISATAWAN
Tujuan Pembelajaran
Pembentukan Sikap
1. Peserta didik memiliki sikap teliti dan cermat dalam mempelajari tentang pola
pengeluaran wisatawan
2. Peserta didik mempelajari bentuk motivasi Perjalanan wisata
Pembentukan Pengetahuan
Setelah menyelesaikan pokok bahasan ini, peserta didik mampu :
1. Menjelaskan Pengertian pola pengeluaran wisatawan
2. Menjelaskan Tentang pola pengeluaran wisatawan
Pembentukan Keterampilan
1. Melakukan klasifikasi pola pengeluaran wisata
2. Melakukan rencana faktor perjalanan
A. Pola pengeluaran wisatawan
Pola pengeluaran wisatawan adalah rancangan yang dibuat dan direncanakan oleh
wisatawan saat berkunjung didaerah tujuan wisata (DTW) yang meliputi semua
kebutuhan wisatawan selama berlibur, seperti akomodasi, transportasi, restoran, objek
dan daya tarik tour, atau cinderamata. Wisatawan akan menyusun anggaran dengan
cermat sesuai kebutuhan dan keinginan mereka sehingga pola pengeluaran masing-
masing akan berbeda.
Secara nyata diketahui bahwa pengeluaran awal wisatawan ke suatu daerah tujuan
wisata akan mengakibatkan tiga jenis pengeluaran yaitu:
1. Pengeluaran langsung (direct spending)
Pengeluaran langsung adalah pengeluaran wisatawan yang secara langsung
diterima oleh pengusaha-pengusaha industri pariwisata.
2. Pengeluaran tidak langsung (indirect spending)
Pengeluaran tidak langsung adalah pengeluaran yang diberikan oleh industri
pariwisata terhadap industri-industri lainnya yang secara nyata ikut menunjang
kegiatan pariwisata.
3. Pengeluaran ikut-ikutan (indunced spending)
Pengeluaran ikut-ikutan adalah pengeluaran industri wisata yang memberikan
rangsangan bagi peningkatan pendapatan industri lain yang tidak terlihat secara
nyata berkaitan dengan kegiatan pariwisata.
Rumus berikut menggambarkan perhitungan ekonomi yang sederhana mengenai
kunjungan wistawan ke destinasi.
$=N x L x E
KETERANGAN :
$ : jumlah penerimaan yang diperoleh dari kunjungan wisatawan (total expenditure)
N : jumlah wisatwan yang datang (number of tourist) L : lama
tinggal rata-rata waisatawan (length of stay)
E : jumlah pengeluaran belanja wisatawan perhari (average expending per tourist per
day)
a. Wisatawan ditinjau berdasarkan golongan ekonomi
1) Menengah ke atas yaitu perjalanan wisata yang menggunakan fasilitas dengan
standar mewah, baik akomodasi,sarana tranportasi, maupun bentuk
atraksinya
2) Menengah ke bawah yaitu jenis perjalanan wisata diperuntukan bagi
mereka (calon pengguna wisata) yang menginginkan fasilitas dengan tarif
cukup terjangkau dan tidak terlalu mahal tetapi dengan pelayanan yang
tentunya masih cukup memadai
b. Wisatawan ditinjau berdasarkan jenis kelamin
1) Pariwisata pria (masculine tourism) adalah jenis pariwisata yang biasanya
digemari oleh kaum pria
Contohnya : hunting (perburuan hewan yang diizinkan), adventure
(petualangan)
2) Pariwisata wanita (feminine tourism) adalah jenis pariwisata yang biasanya
diikuti oleh kaum wanita.
Contohnya : rombongan yang menyaksikan demo masak chef terkemuka.
c. Berikut daftar pengeluaran wisatawan menurut usia:
a. Usia 25-35 : pengeluaran lebih baik
b. Usia 35-55 : aktivitas makan-makan bersama,pengeluaran lebih banyak untuk makan-
makan dan menyewa hotel
c. Usia 45 tahun : masa matang atau mapan,wisata mengunjungi sutus-situs
wisata,kerohanian,banyak menghabiskan waktu di kamar
B. Bentuk motivasi perjalanan wisata
1. Liburan
2. Rekreasi
3. Sightseeing
4. Hubunganya dengan besehatan (berobat)
5. Prestige/status
6. Bisnis
7. Mengunjungi kerabat, teman, keluarga
8. Konvensi, misi, rapat
9. Keagamaan
10. Nostalgia
11. Olahraga
12. Berbelanja
Tes Formatif
Jelaskanlah Pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan singkat dan Jelas
1. Jelaskan Pengertian dari pola pengeluaran wisata
2. jelaskan tiga jenis pengeluaran awal wisatawan di suatu daerah tujuan wisata
IV. Pilihlah salah satu Jawaban yang paling tepat
1. Pengeluaran wisatawan akan diterima dengan beberapa komponen penunjang kegiatan
pariwisata. Setiap komponen pariwisata itu selanjutnya akan mengeluarkan biaya-biaya
untuk hal-hal lain yang berkaitan dengan proses produksi. Dari pengamatan diatas,
menunjukan pengeluaran wisatawan dilihat dari …
a. Bagan pola pengeluaran wisatawan
b. Faktor kebudayaan
c. Faktor politik
d. Faktor ekonomi
e. Faktor alam
2. Pola pengeluaran wisatawan diantaranya restaurant, cinderamata, transportasi dan tour.
Jika dianalisis, yang termasuk ke dalam bagian dari cinderamata adalah …
a. Souvenir, handiracft
b. Ticket, entertainment
c. Food, drink
d. Bus, travel
e. Homestay, hotel
3. 1) ticket
2) tour
3) entertainment
4) travel document
5) handicraft
Dari keterangan diatas, dikategorikan termasuk ke dalam pola pengeluaran wisatawan
yaitu tour. Yang bukan termasuk di dalamnya adalah …
a. 1-2-3-4
b. 2-3-4-1
c. 4-3-2-1
d. 3-2-1-4
e. 5-4-3-2
3. Pariwisata merupakan salah satu penyumbang pendapatan negara, karena sektor
pariwisata mampu membuat wisatawan menghabiskan banyak uang, selain wisata
belanja, para wisatawan akan menghabiskan uangnya untuk akomodasi dan makanan,
oleh sebab itu, sektor pariwisata merupakan sektor yang mampu memberi perluasan
ekonomi disegala bidang. Berdasarkan pengamatan diatas, pembelanjaan lain wisatawan
sebagai pengeluaran yang tidak secara nyata berkaitan dengan kegiatan pariwisata
disebut …
a. Tourist expenditure
b. Induced spending
c. Indirect spending
d. Tourist spending
e. Average expenditure
4. Jumlah pendapatan masyarakat setempat yang meningkat yang dihasilkan dari
pengeluaran awal wisatawan pada suatu periode waktu tertentu disebut …
a. Tourist expenditure
b. Induced spending
c. Multiplier effect
d. Tourism intensity
Indirect spending
5. Berikut yang bukan merupakan modal dasar pembangunan sektor pariwisata adalah ..
a. Sumber daya alam
b. Stabilitas keamanan
c. Penduduk yang homogen
d. Budaya yang beragam
e. Pencitraan nasional
7. 1) produk pertanian
2) kesehatan dan kecantikan
3) online
4) cinderamata
5) hotel dan akomodasi
Dari keterangan diatas, dikategorikan termasuk ke dalam pola pengeluaran wisatawan
domestik dan mancanegara di Indonesia. Yang bukan termasuk yaitu …
a. 1-2-4-5
b. 5-4-2-1
c. 2-4-1-5
d. 4-5-1-2
e. 1-2-3-4
8. Jika dikategorikan pola pengeluaran wisatawan dalam melakukan Perjalanan wisata, salah
satunya yaitu berdasarkan umur. Jenis kegiatan pariwisata yang dikembangkan untuk
para remaja dan pada umumnya dengan harga relatif murah menggunakan sarana
akomodasi youth hostel, maka disebut …
a. Pariwisata remaja
b. Pariwisata dewasa
c. Pariwisata pria
d. pariwisata wanita
e. pariwisata umum
9. Jika dikategorikan pola pengeluaran wisatawan dalam melakukan Perjalanan wisata, salah
satunya yaitu berdasarkan jenis kelamin. Jenis pariwisata yang hanya diikuti oleh kaum
wanita saja, maka disebut …
a. Pariwisata remaja
b. Pariwisata dewasa
c. Pariwisata pria
d. pariwisata wanita
e. pariwisata umum
10. 1) akomodasi hotel
2) makanan dan minuman
3) pembelian souvenir
4) transportasi lokal
5) jalan-jalan di daerah wisata
Berikut ini merupakan faktor-faktor berdasarkan usia dan jenis kelamin yaitu dari …
a. Jenis perencanaan pengeluaran wisatawan
b. Pola pengeluaran wisatawan
c. Karakteristik wisatawan
d. Wisatawan domestik
e. Wisatawan mancanegara
JAWABAN
1. a. Bagan pola pengeluaran wisatawan
2. a. Souvenir, handiracft
3. e. 5-4-3-2
4. b. Induced spending
5. a. Tourist expenditure
6. e. Pencitraan nasional
7. e. 1-2-3-4
8. a. Pariwisata remaja
9. d. pariwisata wanita
10. a. Jenis perencanaan pengeluaran wisatawan
KEPARIWISATAAN
RANGKUMAN
Menurut Undang-Undang No.9 Tahun 1990 Pasal 1, motivasi adalah kegiatan perjalanan
atau sebagian dari kegiatan tersebut yang dilakukan secara sukarela dan bersifat
sementara untuk menikmati objek dan daya tarik wisata.
Manfaat perjalanan pariwisata dalam bidang Ekonomi:
1. Untuk kesejahteraan
2. Penerimaan devisa
3. Mendukung pembangunan daerah
4. Meningkatkan pendapatan masyarakat dan pemerintah
5. Kesempatan untuk berusaha
6. Terciptanya lapangan kerja
Faktor-faktor yang memengaruhi motivasi perjalanan
1. Faktor psikologis/sosial
2. Faktor psikologis/sosial
3. Tingkat sosio ekonomi
4. Faktor ketersediaan waktu, dan
5. Faktor teknis lainnya.
Klasifikasi Motivasi Perjalanan dibagi menjadi dua bagian yaitu :
1. Must travel :keputusan untuk melakukan serta tujuan perjalanan, biasanya tidak bisa
dikendalikan
2. Freedom travel : keputusan untuk melakukan serta tujuan perjalanan wisata, biasanya
semua jenis dari perjalanan rekreasi
Wisatawan domestik adalah wisatawan yang berasal dari daerah.
Wisatawan mancanegara / wisatawan Internasional adalah wisatawan yang berasal dari luar
negeri.
KEPARIWISATAAN
GLOSARIUM
GLOSARIUM
Destinasi = kawasan yang menjadi tujuan dalam perjalanan wisata.
Domestik = segala hal yang berhubungan dengan di dalam negeri
Motivasi = faktor pendorong seseorang untuk melakukan perjalanan wisata
PATA (Pasific Association of Travel Agent) = Organisasi yang bertujuan mengembangkan,
mempromosikan, dan melancarkan perjalanan ke dan dari wilayah kawasan Asia dan Pasifik. PATA
memiliki anggota dari organisasi yang mencakup pihak pemerintah, penerbangan, akomodasi, travel
agent, tour operator dan bisnis lain yang terkait dengan pariwisata. PATA juga menyebarkan informasi
kepariwisataan dalam bentuk media cetak, seperti Pasific Travel News, Pasific Area Travel Handbook,
dan Hotel Directory and Travel Guide.
Traveler = orang yang melakukan perjalanan
Tourist = orang yang melakukan perjalanan untuk tujuan wisata
Wisatawan = orang yang melakukan perjalanan untuk berlibur, berobat, berbisnis, berolahraga serta
menuntut ilmu dan mengunjungi tempat-tempat yang indah atau sebuah negara tertentu.
DAFTAR PUSTAKA
Siringoringo, Mangatas. 2017. Kepariwisataan C1 untuk SMK/MAK Kelas X. Erlangga. Jakarta.
https://tourismeconomic.wordpress.com/2012/10/29/wisata-pariwisata-wisatawan-kepariwisataan-
unsur-unsur-pariwisata/
https://www.gurupendidikan.co.id/pariwisata
KEPARIWISATAAN
MATERI PEMBELAJARAN