PROPOSAL KEWIRAUSAHAAN
BISNIS PLAN
“BolenQuee”
Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Pengantar Manajemen dan
Kewirausahaan
Dosen Pengampu:
Chumi Zahroul Fitriyah, S.Pd., M.Pd.
Disusun oleh:
Kelas B
Kelompok 12
1. Winda Yulia Devi190210204144
2. Septinda Wahyu Viranti190210204146
3. Danelia Ayu Kurniawanda190210204258
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
JURUSAN ILMU PENDIDIKAN
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JEMBER
2020/2021
BAB 1. Pendahuluan
1.1 Latar Belakang
Kabupaten Banyuwangi termasuk sentral penghasil buah pisang di Jawa
Timur dengan menyumbang 7,59% dari produksi pisang di Jawa Timur. Dan
diketahui, jika Jawa Timur merupakan provinsi penghasil pisang terbesar di
Indonesia. Dalam hal ini, biasanya pisang dikonsumsi dalam bentuk segar atau
diolah menjadi produk makanan. Akan tetapi, pengolahan pisang di Banyuwangi
saat ini masih minim, meskipun sebenarnya sudah meningkat dibandingkan tahun-
tahun sebelumnya. Pengolahan pisang sebagai makanan biasanya banyak
dimanfaatkan bagi kebutuhan rumah tangga saja tanpa dijual-belikan, sehingga
hanya olahan itu saja yang ada pada pasar, seperti kripik, sale dan cake. Oleh
karena itu, perlu adanya salah satu pengembangan olahan pisang yang ada di
pasaran, seperti “BolenQuee”.
“BolenQuee” merupakan salah satu makanan ringan lokal berbahan dasar
pisang yang diluarnya dibungkus dengan adonan roti atau kulit pastri dan terdapat
berbagai rasa di dalamnya, seperti cokelat, keju, dan sebagainya. Meskipun
makanan ringan, “BolunQuee” termasuk makanan yang mengenyangkan sehingga
dapat dijadikan sebagai makanan pengganti nasi untuk orang-orang yang sibuk
dan tidak punya waktu pergi membuat atau membeli makanan. Hal ini
dikarenakan “BolenQuee” ini lebih praktis, tahan lama, dan tidak memakan
tempat, sehingga bisa disimpan dan dimakan kapan saja. Selain itu, juga terdapat
kandungan gizi di dalam “BolenQuee” , seperti karbohidrat, vitamin, protein, dan
masih banyak lagi. Oleh karena itu, usaha “BolenQuee” ini dibuat, selain
makanan yang mengenyangkan, makanan yang sehat, tetapi juga bisa mengangkat
olahan makanan yang berbahan dari komoditas lokal.
1.2 Tujuan
Tujuan dari pengembangan proposal usaha “BolenQuee” ini adalah sebagai
berikut:
1. Berlatih untuk berwirausaha
1
2. Mendapatkan keuntungan dan laba
3. Produk yang dijual dapat dikenal oleh kalangan masyarakat Kabupaten
Banyuwangi, bahkan Indonesia
1.3 Manfaat
Manfaat dari pengembangan proposal usaha “BolenQuee” ini adalah sebagai
berikut:
1. Memperoleh pengalaman baru dalam berwirausaha
2. Memperoleh keuntungan dan laba dari hasil usaha
3. Dapat memiliki nama usaha sendiri yang dapat dikenal oleh masyarakat
luas
2
BAB 2. Rencana Usaha
2.1 Gambaran Umum Rencana Usaha
Dalam mengawali sebuah usaha kita harus merencanakan dengan matang
apa yang akan diusahakan, dimana tempat usaha, kapan memulai usaha, mengapa
membuka usaha dan bagaimana usaha yang akan dibuat.
“BolenQuee” merupakan produk yang berbahan dasar pisang yang
dibungkus dengan adonan roti atau pastri yang didalamnya juga terdapat berbagai
rasa, seperti keju, coklat, dan sebagainya. Pengemasan produk menggunakan mika
dan sebisa mungkin dapat menarik pembeli untuk mencobanya.
Dalam hal ini, kami telah membuat sebuah rencana usaha “BolenQuee”
yang direncanakan akan memulai usaha dengan cara dipasarkan daring (online)
melalui sosial media yang ada, sehingga pembeli dapat memesan dan membeli di
setiap sosial media yang disediakan. Akan tetapi, apabila usaha terus mengalami
perkembangan yang cukup signifikan, maka akan dilakukan juga pemasaran
secara luring atau langsung dengan tempat yang strategis.
2.2 Visi dan Misi Usaha
1. Visi Usaha
Menjadikan “BolenQuee” Sebagai perusahaan bolen yang unggul dengan
kualitas cita rasa yang terbaik di Banyuwangi.
2. Misi Usaha
1) Memperkenalkan bolen kepada masyarakat di lingkungan Banyuwangi
dan sekitarnya.
2) Menjaga kualitas produk dan terus berinovasi.
3) Menetapkan harga produk yang terjangkau untuk masyarakat.
4) Meningkatkan kualitas dan proses pengolahan produksi yang terjamin baik
dari bahan yang terbaik
5) Membuka cabang di daerah lain
2.3 Identivikasi Usaha
3
Setiap usaha pasti ada kalanya di atas dan ada kalanya di bawah.Begitu
jugadengan usaha yang kami rintis. Dalam berbisnis kita harus tahu bagaimana
letak kelemahan, kekuatan, peluang, serta hambatan yang harus dihadapi pada saat
berwirausaha. Dalam hal ini, perlu diadakan pengidentifikasian usaha dengan cara
menganalisis SWOT. Berikut analaisis SWOT yang dapat kami paparkan
berdasarkan usaha yang kami buat, yakni “BolenQuee”, sebgai berikut.
a. Strength (kekuatan)
Berikut ini kekuatan yang didapatkan dalam melakukan usaha “BolenQuee”
sebagai berikut.
1. Menjual produk untuk semua kalangan (anak anak, remaja, danorang tua)
2. Memiliki keunikan rasa dari semua bolen pisang yang pernah ada,karena
toppingnya bermacam-macam
3. Baik bagi kesehatan, karena kandungan yang terdapat dalam buah pisang
itu sendiri
4. Kita berjualan online dengan begitu lebih memudahkan para pembeli
untuk memesan dagangan kami.
5. Harga yang sesuai dengan kantong mahasiswa.
6. Bersih,higenis,sehat,dan cepat membuat kenyang
b. Weakness (kelemahan)
Berikut ini kelemahan yang didapatkan dalam melakukan usaha “BolenQuee”
sebagai berikut
1. Sangat mudah di buat sendiri, sehingga biasannya orang memilihuntuk
membuatnya sendiri
2. Cara pembuatannya mudah ditiru.
c. Opportunity (peluang/kesempatan)
Berikut ini kekuatan yang didapatkan dalam melakukan usaha
“BolenQuee” sebagai berikut
1. Mudah dalam pemasaran, karena makanan banyak orang yangtertarik
kepada makanan seahat yang berbasis buah-buahan.
2. Alat dan bahan mudah di temukan, sehingga kami tidak merasakesulitan
dalam pembuatan camilan ini
4
3. Modal yang di butuhkan tidak besar, sehingga kami
mampumemproduksinya terus-menerus.
4. Harga terjangkau.
d. Threat ( hambatan)
Berikut ini kekuatan yang didapatkan dalam melakukan usaha
“BolenQuee” sebagai berikut
1. Jika ada produsen baru yang membuat produk sama seperti kami.
2. Pesaing menambah varian topping yang sulit untuk kami saingi.
3. Melakukan strategi pemasaran yang lebih kompetitif.
4. Adanya usaha yang sama
5. Harga bahan baku yang tidak stabil
6. Modal
Menanggapi faktor hambatan tersebut, kami mempunyai cara untuk
mengurangi hambatan-hambatan tersebut dengan menyiasatinya dalam tampilan
produk yang dijual lebih menarik dan tampil beda dari bolen pisang lainnya. Dan
apabila harga bahan baku tidak stabil, kami menyiasati dengan berbelanja di
tempat langganan kami,sehingga kami mengetahui harga bahan baku tersebut
terlebih dahulu. Dan untuk permasalahan modal,kami menyiasati dengan cara
iuran oleh para perintisusaha ini.
5
BAB 3. Rencana Produksi dan Distribusi
3.1 Tahap-tahap Produksi
Berikut ini tahap-tahp produksi yang dilakukan dalam usaha “BolenQuee”
sebagai berikut.
1. Menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan, seperti:
Alat:
a. Baskom atau wadah
b. Oven
c. Pengaduk
d. Rolling pin
e. Nampan
f. Pengaduk
g. Sendok
Bahan:
a. Bahan 1 :
200 gr Tepung terigu pro tinggi
150 gr margarin
b. Bahan 2:
400 gr Tepung terigu pro tinggi
150 gr margarin
160 ml susu putih cair
2 sdm minyak goreng
1/2 garam
6 sendok gula halus
c. Bahan isian :
Pisang
Keju
Meses coklat
d. Bahan topping :
1 Butir kuning telur untuk polesan
6
6 sdm susu putih cair
Keju parut
Meses coklat
2. Aduk rata bahan adonan 1 (100 gr tepung terigu protein tinggi, 1 sdm minyak
goreng, dan 75 gr margarine) di dalam baskom. Setelah rata, bulatkan dan
masukkan dalam plastik, istirahatkan 15 menit.
3. Kemudian aduk rata bahan adonan 2 (200 gr tepung terigu protein tinggi, 30
gr gula halus, 80 ml air, dan 75 gr margarine) di dalam baskom. bulatkan,
masukkan dalam plastik, istirahatkan 15 menit.
4. Bagi adonan 1 jadi 20 bagian, bulatkan. Bagi adonan 2 jadi 20 bagian,
bulatkan.
5. Pipihkan adonan 2, letakkan adonan 1 di atasnya, tutup seperti amplop. Giling
pelan-pelan saja.
6. Istirahatkan 15 menit, pipihkan lagi, beri isian pisang dengan keju atau meses
coklat. Tata di loyang, beri olesan kuning telur dan beri topping keju/meses.
7. Oven sudah dipanaskan di suhu 200°c selama 15 menit, masukkan loyang
berisi adonan, api bawah saja di suhu 180-190°c, selama 45 menit. Kemudian
turunkan suhu ke angka 160°c selama 15 menit api bawah saja, terakhir set
api atas 160°c selama 2 menit.
8. Keluarkan dari oven, dinginkan.
9. Setelah dingin, produk “BolenQuee” siap untuk dikemas ke dalam mika dan
finishing.
10. Produk “BolenQuee siap di jual.
3.2 Penentuan Harga
Berikut ini penentuan harga usaha “BolenQuee” dapat diperoleh berdasarkan
rumus seperti berikut:
Harga Jual = Biaya modal + (Biaya modal x Mark Up)
MarkUp diperoleh dari keuntungan yang diperoleh dibagi dengan biaya produksi.
Apabila keuntungan yang ingin diperoleh Rp. 1000,00 per bolen, jika dalam 1
produksi menghasilkan 48 bolen. maka:
7
Biaya modal per bolen = : 48 = Rp. 1.982,95
Mark Up= = 0,504, maka
Harga Jual = Rp. 1.982,95 + (Rp. 1.982,95 x )
= Rp. 2.982,35
Harga Jual = Rp. 2.982,35 per bolen
Harga jual sesungguhnya = Rp. 3000,-/ bolen
Karena bolen di kemas menggunakan mika dengan 1 mika berisi 4 bolen, maka
penjualan setiap 1 mika ialah Rp. 12.000,-
3.3 Penentuan Target dan Segmentasi Pasar
Segmentasi pasar yang dituju adalah semua kalangan, mulai dari anak-anak,
ibu-ibu, bapak-bapak, pelajar/mahasiswa, pegawai, dan masyarakat umum dari
kalangan manapun mulai dari kalangan bawah hingga atas karena selain harganya
terjangkau, kue bolen ini juga dapat dikonsumsi dan disukai oleh semua
kalangan.
3.4 Penentuan Strategi (Metode Pelaksanaan) Pemasaran
Metode pemasaran yang digunakan adalah sosial media marketing. Seperti
yang kita ketahui sudah banyak sekali orang-orang yang menggunakan sosial
media sebagai strategi pemasaran secara online. Selain menghemat biaya, orang-
orang di luar juga dapat mengakses dengan mudah sehingga bisnis ini dapat
dikenal seluas-luasnya. Tidak hanya melakukan pemasaran di sosial media tetapi
juga memilih platform, dan strategi content marketing yang baik dan menarik,
sehingga dapat menarik target marketing. Selain promosi pada akun sosial media
khusus bisnis bolen ini, kami juga mempromosikan pada akun sosial media kami
seperti Instagram, facebook, dan WA. Karena bisnis kami dijalankan oleh
mahasiswa, maka pasar awal adalah orang-orang disekitar kita contohnya teman
kampus, teman sekolah dulu dan orang sekitar lingkungan kita.
8
BAB 4. Rencana Permodalan
4.1 Anggaran Biaya
Berikut ini anggaran biaya produksi dalam setiap pembuatan BolenQuee, sebagai
berikut:
a. Biaya Bahan baku produksi
Tabel Biaya Bahan Produksi
No. Bahan Isi per Banyak yang Harga per Jumlah
kemasan dibutuhkan kemasan biaya
produksi
1. Tepung Terigu 1 kg 600 gr Rp. 12.000 Rp. 7.200
Pro Protein
Tinggi
2. Margarin 500 gr 300 gr Rp. 9.000 Rp. 5.400
3. Susu Putih 200 ml 200 ml Rp. 8.000 Rp. 8.000
Cair
4. Minyak goreng 220 ml 2 sdm = 30 Rp. 4.000 Rp. 545
ml
5. Gula halus 500 gr 6 sdm = 72 gr Rp. 9.500 Rp. 1. 368
6. Garam 100 gr 6 sdm = 72 gr Rp. 3000 Rp. 120
7. Pisang 1 1 cengkeh Rp. 12.000 Rp. 12.000
cengkeh
8. Keju 125 gr 1 kemasan Rp. 12.000 Rp. 12.000
9. Meses 90 gr 1 kemasan Rp. 10.000 Rp. 10.000
10. Telur 1 butir 1 butir Rp. 2.000 Rp. 2.000
JUMLAH Rp. 58.663
b. Biaya Overhead
Tabel Biaya Overhead
9
No. Jenis Lama Lama Biaya per Jumlah
Overhead jam atau biaya
Pembelian Pemakaian dalam
1. Listrik harga produksi
2. Oven - ±2 jam = pembelian Rp.
3. 3 Tenaga 0,30 kWh 433,41
2 tahun= Rp. Rp. 85
Kerja 17.540 jam ±2 jam 1.444,7/kWh
Rp. 750.000 Rp.
- ±6 jam 36.000
Rp. 2.000
Rp.
JUMLAH 36.518,41
Dalam hal ini, dapat disimpulkan jika anggaran biaya produksi dalam
setiap produksi ialah sebagai berikut:
Total biaya produksi = Biaya bahan produksi + Biaya Overhead Produksi
= Rp. 58.663 + Rp. 36. 518,41
= Rp. 95.181,41,-
4.2 Analisis Keuntungan
Berikut ini, keuntungan yang diperoleh dalam setiap produksinya sebagai berikut.
Jenis produk = Bolen pisang “BolenQuee”
Jumlah Produksi = 48 bolen/produksi
Biaya Tetap per produksi
Peralatan. = Rp. 36. 518,41,-
Bahan baku = Rp. 58.663,-
Jumlah /modal =Rp. 95.181,41,-
Harga Jual
Harga jual = Rp 3.000/bolen
Perolehan dalam setiap produksi = Rp 3.000× 48 bolen = Rp 144.000,-
Keuntungan
Keuntungan yang diperoleh setiap produksi yaitu :
10
Keuntungan = Harga jual – Modal
= Rp.144.000,- – Rp. 95.181,41,-
= Rp 48.818, 59,-
11
DAFTAR PUSTAKA
Ahfas, H., Ridho, R., Nuraini, L. (2019). Pengaruh Jenis Pisang (Musa Pradisiaca)
Terhadap Karakteristik Tapai Pisang di Banyuwangi. Jurnal Teknologi
Pangan dan Ilmu Pertanian. 1:3. file:///C:/Users/User/Downloads/414-
Article%20Text-608-1-10-20190719.pdf. [Diakses pada tanggal 15 April
2021].
https://www.google.com/search?q=cara+membuat+bolen+pisang&oq=cara+mem
buat+bolen&aqs=chrome.0.0i433j69i57j0l8.4638j0j7&sourceid=chrome&
ie=UTF-8# . [Diakses pada tanggal 15 april 2021].
12
BAB 5. Tahap Pelaksanaan Program
5.1 Waktu dan Tempat Pelaksanaan
Beriku ini waktu dan tempat pelaksanaan pembuatan produk “BolenQuee”
sebagai berikut :
1. Waktu : Rabu, 26 mei 2021 pada pukul 10.30 – 16.30
2. Tempat : Rumah Danellia Ayu Kurniawanda ( Desa Yosomulyo,
Banyuwangi)
5.2 Tahap Pelaksanaan
Berikut ini tahap pelaksanaan dalam pembuatan produk “BolenQuee”, seperti
berikut:
Jam Keterangan Kegiatan
10.30-11.00 Membeli bahan - bahan dan menyiapkan alat yang
digunakan
11.00-11.30 Membuat adonan pertama
11.30-12.00 Membuat adonan kedua
12.00-14.30 Mengisi adonan dengan pisang, keju, dan coklat yang
telah disediakan
14.30-16.00 Proses pengovenan
16.00-16.30 Pengemasan dan finishing
5.3 Rekapitulasi Rancangan dan Realisasi Biaya
Dalam melakukan pembuatan produk, biaya awal (modal) produksi dilakukan
dengan cara iuran dari masing-masing anggota. Iuran tersebut dilakukan dengan
cara membeli bahan-bahan yang diperlukan sesuai dengan pembagian yang telah
disetujui oleh setiap anggota. Setiap anggota memiliki budget untuk membeli
bahan-bahan yang diperlukan dari uang saku senilai Rp. 50.000,-. Dari uang yang
dimiliki masing-masing anggota tersebut, dapat diketahui jika pemasukan dalam
pembuatan produk ialah Rp.150.000,-. Untuk pengeluaran biaya produksi, dapat
dilihat dalam rekapitulasi biaya dalam membeli bahan-bahan produksi, sebagai
berikut:
13
Tabel Rekapitulasi Biaya Pembelian Bahan
No. Bahan Isi per Banyak yang Harga per
kemasan dibutuhkan kemasan
1. Tepung Terigu 1 kg 600 gr Rp. 12.000
Pro Protein
Tinggi
2. Margarin 500 gr 300 gr Rp. 9.000
3. Susu Putih 200 ml 200 ml Rp. 8.000
Cair
4. Minyak goreng 220 ml 2 sdm = 30 ml Rp. 4.000
5. Gula halus 500 gr 6 sdm = 72 gr Rp. 9.500
6. Garam 100 gr 6 sdm = 72 gr Rp. 3000
7. Pisang 1 cengkeh 1 cengkeh Rp. 12.000
8. Keju 125 gr 1 kemasan Rp. 12.000
9. Meses 90 gr 1 kemasan Rp. 10.000
10. Telur 1 butir 1 butir Rp. 2.000
JUMLAH Rp. 81.500
Dari tabel rekapitulasi di atas, dapat diketahui jika pengeluaran modal dalam
setiap produksi sebesar Rp. 81.500,-. Data rekapitulasi pengeluaran biaya bahan
ini sedikit berbeda dengan biaya per produksi, dimana dalam biaya per produksi
hanya dihitung bahan yang dipakai dalam produksi. Sedangkan dalam rekapitulasi
biaya ini dihitung secara keseluruhan pengeluaran yang telah dikeluarkan oleh
produsen.
Oleh karena itu, dapat diketahui jika pemasukan dan pengeluaran biaya
produksi sebagai berikut:
Pemasukan = Rp. 150.000,-
Pengeluaran = Rp. 81.500,-
5.4 Hasil dan Pembahasan
Dari produksi yang telah dilakukan, yaitu pembuatan produk “BolenQuee”
telah diketahui besar biaya produksi, jumlah produk dalam setiap produksi, harga
14
per produk, serta keuntungan yang diperoleh di setiap produksi yang
sesungguhnya. Berikut ini hasil penghitungan produksi tersebut, sebagai berikut:
Tabel Biaya Bahan Produksi
No. Bahan Isi per Banyak yang Harga per Jumlah
kemasan dibutuhkan kemasan biaya
produksi
1. Tepung Terigu 1 kg 600 gr Rp. 12.000 Rp. 7.200
Pro Protein
Tinggi
2. Margarin 500 gr 300 gr Rp. 9.000 Rp. 5.400
3. Susu Putih 200 ml 200 ml Rp. 8.000 Rp. 8.000
Cair
4. Minyak goreng 220 ml 2 sdm = 30 Rp. 4.000 Rp. 545
ml
5. Gula halus 500 gr 6 sdm = 72 gr Rp. 9.500 Rp. 1. 368
6. Garam 100 gr 6 sdm = 72 gr Rp. 3000 Rp. 120
7. Pisang 1 1 cengkeh Rp. 12.000 Rp. 12.000
cengkeh
8. Keju 125 gr 1 kemasan Rp. 12.000 Rp. 12.000
9. Meses 90 gr 1 kemasan Rp. 10.000 Rp. 10.000
10. Telur 1 butir 1 butir Rp. 2.000 Rp. 2.000
JUMLAH Rp. 58.663
Tabel Biaya Overhead
No. Jenis Lama Lama Biaya per Jumlah
Overhead
Pembelian Pemakaian jam atau biaya
1. Listrik
harga dalam
pembelian produksi
- ±2 jam = Rp. Rp.
0,30 kWh 1.444,7/kWh 433,41
15
2. Oven 2 tahun= ±2 jam Rp. 750.000 Rp. 85
17.540 jam
3. 3 Tenaga - ±6 jam Rp. 2.000 Rp.
Kerja 36.000
JUMLAH Rp.
36.518,41
Dalam hal ini, dapat diketahui jika anggaran biaya produksi dalam setiap
produksi ialah sebagai berikut:
Total biaya produksi = Biaya bahan produksi + Biaya Overhead Produksi
= Rp. 58.663 + Rp. 36. 518,41
= Rp. 95.181,41,-
Keuntungan yang diperoleh dalam setiap produksi “BolenQuee” dengan
jumlah produk sebanyak 48 bolen/produksi ialah sebagai berikut:
Biaya Tetap per produksi
Peralatan. = Rp. 36. 518,41,-
Bahan baku = Rp. 58.663,-
Jumlah biaya produksi/modal =Rp. 95.181,41,-
Harga Jual
Harga jual = Rp 3.000/bolen
Perolehan dalam setiap produksi = Rp 3.000× 48 bolen = Rp 144.000,-
Keuntungan
Keuntungan yang diperoleh setiap produksi yaitu :
Keuntungan = Harga jual – Modal
= Rp.144.000,- – Rp. 95.181,41,-
= Rp 48.818, 59,-
Dari perhitungan keuntungan tersebut, dapat diketahui jika setiap produksi
yang dilakukan akan mendapatkan keuntungan sebesar Rp. 48.818,95,- . Dalam
hal ini, apabila bahan dalam setiap produksi tersebut ditambah. Maka jumlah
produk yang dihasilkan juga bertambah, begitupun juga dengan keuntungan.
16
Bab 6. Penutup
6.1 Kesimpulan
BolenQuee adalah produk makanan yang dibuat dari bahan utama tepung
terigu dan juga pisang dan bahan tambahan berupa keju dan juga coklat untuk
menambah cita rasa pada bolen pisang itu sendiri. Tujuan dari pengolahan pisang
menjadi bolen pisang ini adalah untuk memberikan nilai tambah dan
meningkatkan pemanfaatan buah pisang, selain itu bolen pisang juga sangat
cocok untuk pecinta kue yang memiliki alergi atau tidak dapat mengonsumsi
telur karena bolen pisang tidak menggunakan bahan telur pada saat proses
pembuatannya. Pada dasarnya bolen pisang banyak peminatnya selain murah
harganya,enak rasanya,dan juga bisa mengobati rasa bosan dengan olahan pisang
yang sudah sering dinikmati.
Usaha bolen pisang merupakan peluang usaha yang dapat di kembangkan
dengan modal yang sedikit kita bisa mendapat keuntungan yang besar dan saya
yakin usaha ini bisa berkembang dan maju.
6.2 Saran
Dalam melakukan usaha dituntut untuk serius dan Fokus, kita tidak bisa
dalam memulai bisnis itu secara setengah tengah,dan dikerjakan sambil lalu
meski pun usaha tersebut berupa usaha sampingan.Kegagalan berusaha
sebenarnya bukan disebabkan oleh orang lain namun berasal dari diri kita sendiri,
dengan demikian ketekunan dalam menjalankannya adalah suatu keharusan.
Perhitungan perhitungan yang matang selayaknya dilakukan di awal awal
memulai usaha karena sekali kita salah dalam perhitungan di awal maka yang
terjadi adalah efek Berantai di mana kita akan terus menerus mengalami
kesalahan, sementara modal lama kelamaan tersedot habis
Sudah sewajarnya apabila kita ingin memulai usaha belajar kepada mereka
yang lebih sukses agar kita dapat memilah mana yang pas dan mana yang kurang
Dengan demikian kita akan terhindar dari resiko yang lebih besar.
17
DAFTAR PUSTAKA
Ahfas, H., Ridho, R., Nuraini, L. (2019). Pengaruh Jenis Pisang (Musa Pradisiaca)
Terhadap Karakteristik Tapai Pisang di Banyuwangi. Jurnal Teknologi
Pangan dan Ilmu Pertanian. 1:3. file:///C:/Users/User/Downloads/414-
Article%20Text-608-1-10-20190719.pdf. [Diakses pada tanggal 15 April
2021].
18
LAMPIRAN
Bahan-bahan Produksi Pengolesan Kuning Telur
Oven BolenQuee
Tampilan BolenQuee yang sudah matang
Berikut ini link video cara pembuatan produk “BolenQuee”:
https://drive.google.com/file/d/1jKb28xQwX7OXY-
5oCq4uDSwWtmVgc7xl/view?usp=drivesdk
19