The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Kelompok 6
1. Salsabila Octaviani Putri
2. Safira Maulidya
3. Steffy Debora Waruan
4. Syarif Saputra
5. Timothy Tulus Martua Sitorus
6. Zahra Restu Adinda

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by timothy_sitorus, 2021-07-29 01:15:47

Akuntansi Sebagai Sistem Informasi

Kelompok 6
1. Salsabila Octaviani Putri
2. Safira Maulidya
3. Steffy Debora Waruan
4. Syarif Saputra
5. Timothy Tulus Martua Sitorus
6. Zahra Restu Adinda

KELOMPOK 6

1. Salsabila Octaviani Putri
2. Safira Maulidya

3. Steffy Debora Waruan
4. Syarif Saputra

5. Timothy Tulus Martua Sitorus
6. Zahra Restu Adinda

PENGERTIAN AKUNTANSI

Akuntansi adalah suatu proses mencatat, meringkas, mengklasifikasikan, mengolah, dan
menyajikan data transaksi, serta berbagai aktivitas yang berhubungan dengan keuangan,
sehingga informasi tersebut dapat digunakan oleh seseorang yang ahli di bidangnya dan

menjadi bahan untuk mengambil suatu keputusan.

SEJARAH AKUNTANSI

Lahirnya Akuntansi Potret Luca Pacioli, Bapak Akuntansi

Pada tahun 1494, Luca Pacioli
memublikasikan buku yang berjudul
Summa de Aritmatica, Geometrica
Proortioni et Propotionallia. Dalam buku
tersebut, terdapat subjudul “Tractus de
Computies et Scriptoris” yang
mengajarkan sistem pembukuan
berpasangan. Subjudul inilah yang menjadi
cikal bakal munculnya akuntansi. Setahun
setelah buku tersebut dipublikasi,
akuntansi mulai diterapkan di Italia.

Buku Karangan Luca Pacioli,
“Summa de Aritmatica,
Geometrica Proortioni et
Propotionallia”

Seiring berjalannya waktu, akuntansi mulai diakui sebagai disiplin ilmu tersendiri. Setelah
Perang Dunia II, pengaruh akuntansi semakin terasa di dunia barat. Bagi banyak negara,
akuntansi merupakan masalah nasional dengan standar dan praktek nasional yang melekat erat
dengan hukum dan aturan profesional.

Dari sistem ini, pembukuan dan laporan keuangan dapat tersusun secara sistematis dan
terpadu karena dapat menggambarkan laba, rugi, kekayaan, serta hak milik perusahaan.

Selanjutnya, sistem akuntansi diberi nama sesuai dengan nama orang yang mengembangkannya
atau dari nama negara masing-masing. Seperti misalnya, Sistem Anglo Saxon di Amerika Serikat
dan Inggris serta Sistem Kontinental di Belanda.

Perbedaan sistem akuntansi kontinental dengan sistem anglo saxon yaitu pada pencatatan.
Sistem akuntansi kontinental belum terperinci. Hal ini dikarenakan sistem kontinental biasanya
digunakan oleh perusahaan kecil, sedangkan sistem akuntansi anglo saxon pengelompokkan
akun debet kredit lebih terperinci, karena sistem akuntansi anglo saxon digunakan untuk
perusahaan besar dimana baik pihak ekstenal maupun pihak internal membutuhkan informasi
akuntansi perusahaan tersebut yang akan digunakan sebagaimana mestinya.

Sejarah Akuntansi di Indonesia Contoh buku PSAK
Lukisan Belanda mendarat di Banten
Pada zaman penjajahan Belanda, perusahaan di Indonesia
menggunakan sistem Kontinental atau tata buku yang digagas oleh
Luca Pacioli. Meskipun sama-sama berasal dari pembukuan
berpasangan, tetapi akuntansi berbeda dengan tata buku.
Setelah tahun 1960, akuntansi cara Amerika (Anglo Saxon) mulai
diperkenalkan di Indonesia. Seiring berjalannya waktu, akhirnya sistem
pembukuan di Indonesia pun berganti dari Kontinental menjadi Anglo
Saxon.

1) Pada tahun 1957, peristiwa konfrontasi Irian Barat yang melibatkan
Indonesia dan Belanda, sehingga berakibat pada seluruh pelajar yang
berada di Belanda ditarik dan melanjutkan studinya di berbagai
negara. Salah satunya adalah Amerika.
2) Penanaman Modal Asing (PMA) memberikan dampak positif terhadap
perkembangan akuntansi, khususnya sistem akuntansi Anglo Saxon.

Pada perkembangan berikutnya, akuntansi di Indonesia menerapkan
Pedoman Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) sebagai upaya
penyesuaian terhadap kondisi global, peningkatan transparansi laporan
keuangan, dan peningkatan kualitas laporan keuangan di Indonesia.

MANFAAT AKUNTANSI

Dibawah ini merupakan manfaat dari akuntansi, yaitu
sebagai berikut:

1) Sebagai Informasi Keuangan untuk Pihak yang
Membutuhkan

2) Sebagai Bahan Evaluasi Keuangan
3) Sebagai Bukti Keuangan yang Dapat

Dipertanggungjawabkan
4) Membantu Pencatatan Ekonomi Keluarga
5) Sebagai alat perencanaan, pengendalian kegiatan

perusahaan, dan dasar pembuatan keputusan bagi
pimpinan.

PEMAKAI INFORMASI AKUNTANSI

Ada dua pemakai informasi akuntansi, yaitu: Manajer merupakan contoh dari pemakai infomasi
internal karena manajer memegang dan mengurus
1. Pemakai Informasi Internal
Manajemen Pihak pertama pemakai informasi internal adalah perusahaan yang bersangkutan
manajemen perusahaan. Pihak manajemen dianggap sebagai
pemilik perusahaan karena mereka memiliki tanggung jawab
atas berbagai kegiatan sehari-hari perusahaan.Pada dasarnya,
mereka akan menjalankan perusahaan melalui fungsi-fungsi
manajerial yang tersedia, seperti melakukan perencanaan,
merumuskan strategi, mengendalikan operasional, organisasi,
staff administrasi dan SDM.

2. Pemakai Eksternal
Dalam hal ini, pemakai informasi eksternal tidak akan terlibat
dalam hal pembuatan keputusan perusahaan, namun mereka
tertarik pada informasi keuangan perusahaan untuk tujuan
pribadinya.

KUALITAS INFORMASI AKUNTANSI

Akuntansi merupakan sebuah seni yg memiliki peran penting
dalam hal untuk mencatat dan meringkas. Sehingga
dibutuhkan penyajian Kualitas Informasi Akuntansi. Fungsinya
untuk mengumpulkan dan menyimpan data mengenai
kegiatan bisnis setiap perusahaan. Dimana data tersebut
harus bersifat efektif dan efisien.

Karakteristik Kualitas Informasi Akuntansi
1. Relevan
2. Dapat diuji (Realibilitas)
3. Dapat di verifikasi
4. Ketepatan waktu
5. Dapat dipahami
6. Lengkap (Netral)

PRINSIP DASAR AKUNTANSI

Dibawah ini merupakan prinsip dasar dari
akuntansi, yaitu sebagai berikut:

1. Prinsip Entitas Ekonomi
2. Prinsip Periode Akuntansi
3. Prinsip Satuan Moneter
4. Prinsip Kesinambungan Usaha
5. Prinsip Biaya Historis
6. Prinsip Pengungkapan Penuh
7. Prinsip Pengakuan Pendapatan
8. Prinsip Mempertemukan
9. Prinsip Konsistensi
10. Prinsip Materialitas

BIDANG-BIDANG AKUNTANSI

1. Akuntansi Keuangan (Financial Accounting)
Bidang ini berkaitan dengan akuntansi untuk suatu unit ekonomi secara keseluruhan.
2. Pemeriksaan Akuntansi (Auditing)
Kegiatan yang dilakukan dalam auditing adalah pemeriksaan terhadap hasil pencatatan dan laporan keuangan suatu
badan, baik perusahaan maupun pemerintah.
3. Akuntansi Manajemen (Management Accounting)
Bertujuan untuk memberikan informasi kepada manajemen dalam menjalankan usahanya.
4. Akuntansi Biaya (Cost Accounting)
Bidang Akuntansi yang mencatat dan menghitung serta menganaiisis data biaya pada perusahaan industri dalam
usaha menentukan besalnya harga pokok produksi suatu barang atau produk.
5. Akuntansi Perpajakan
Bidang Akuntansi yang menekankan pada masalah pajak yang harus dibayar oleh perusahaan atau perseorangan
kepada pemerintah.
6. Peranggaran (Budgeting)
Bidang ini berhubungan dengan penyusunan rencana keuangan mengenai kegiatan perusahaan untuk jangka waktu
tertentu di masa datang serta analisis dan pengawasannya.

7. Akuntansi Pemerintahan (Governmental Accounting)
Bidang ini mengkhususkan diri dalam pencatatan dan pelaporan transaksi-transaksi di badan
pemerintahan.
8. Sistem Akuntansi (Accounting System)
Bidang Akuntansi yang melaksanakan kegiatan dengan merancang cara melakukan pencatatan
akuntansi supaya aman, efektif dan efisien, mulai dari mengorganisir dokumen, formulir-
formulir dan menyusun prosedur pencatatannya.

PROFESI AKUNTANSI

1. Akuntan Publik PNS yang bekerja di bidang akuntansi
Lebih dikenal sebagai akuntan eksternal, profesi ini bekerja secara independen termasuk kedalam golongan profesi
dalam memberikan jasa-jasanya.
Jasa yang ditawarkan akuntan publik antara lain perpajakan, penyusuanan sistem akuntan pemerintah
akuntansi, pemeriksaan kewajaran laporan keuangan, konsultasi manajemen
perusahaan dan penyusunan laporan keuangan dalam rangka pengajuan kredit.
Mereka bekerja secara bebas dan biasanya mendirikan sebuah kantor akuntan.
Akuntan jenis ini bertugas untuk melakukan pemeriksaan atau audit, memberikan
jasa perpajakan dan memberikan jasa konsultasi manajemen.

2. Akuntan Pemerintah
Seperti namanya, sudah seorang akuntan pemerintah bekerja di lembaga-lembaga
pemerintahan. Yaitu lembaga seperti Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) dan
Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).
Tugas-tugas yang diemban oleh akuntan pemerintah antara lain melakukan
pemeriksaan dan pengawasan terhadap aliran keuangan negara serta melakukan
perancangan sistem akuntansi untuk pemerintah.

3. Akuntan Pendidik Dosen Akuntansi merupakan
Seorang akuntan pendidik bertugas mengajar dan menyusun kurikulum pendidikan salah satu contoh dari profesi
akuntansi.
Selain itu, akuntan pendidik juga dituntut untuk mampu melakukan penelitian dan akuntan pendidik
pengembangan ilmu akuntansi.
Akuntan yang bertugas dalam bidang pendidikan akuntansi, melakukan penelitian dan
pengembangan akuntansi, mengajar dan menyusun kurikulum pendidikan akuntansi
di sebuah perguruan tinggi.

4. Akuntan Internal
Tugas dari akuntan internal adalah menyusun sistem akuntansi perusahaan, menyusun
laporan untuk pihak luar, menyusun anggaran hingga menangani masalah pajak.

5. Akuntan Syariah
Mereka biasanya dipekerjakan pada perusahaan-perusahaan yang menerapkan hukum
syariat islam dalam mengelola keuangannya.
Mereka bekerja sesuai dengan Standar Akuntansi Syariah dan juga berpegang pada
keputusan MUI.

6. Akuntan Pajak
Akuntan pajak adalah mereka yang hanya berfokus pada pencatatan dan pembukuan
pajak. Seorang akuntan pajak akan mengatur keuangan yang akan dilaporkan kepada
Direktorat Jenderal Pajak.

ETIKA PROFESI AKUNTANSI

Etika Profesi Akuntansi adalah Merupakan suatu ilmu yang membahas Gambar lambang IAI (Ikatan Akuntan
perilaku perbuatan baik dan buruk manusia sejauh yang dapat Indonesia)
dipahami oleh pikiran manusia terhadap pekerjaan yang
membutuhkan pelatihan dan penguasaan terhadap suatu pengetahuan
khusus sebagai Akuntan.

Pada tahun 1973, dalam kongresnya IAI menetapkan kode etik bagi
profesi akuntan di Indonesia, yang saat itu diberi nama Kode Etik
Ikatan Akuntan Indonesia (KEIAI).
Kode etik ini mengatur standar mutu terhadap pelaksanaan pekerjaan
akuntan. Standar mutu ini penting untuk menjaga kepercayaan
masyarakat terhadap profesi akuntan.

Tahun 1998, IAI menetapkan 8 prinsip etika yang berlaku bagi
seluruh anggota IAI di seluruh pelosok tanah air, yakni
adalah:

1. Tanggung jawab profesi
2. Kepentingan publik
3. Integritas
4. Objektivitas
5. Kompetensi dan kehati-hatian profesional
6. Kerahasiaan
7. Perilaku profesional
8. Standar teknis

SEKIAN DAN TERIMA KASIH ATAS PERHATIANNYA

Jika ada kesalahan dalam pemilihan kata, kurang/lebih atau ada kata yang kurang berkenan selebihnya mohon
dimaafkan


Click to View FlipBook Version