Konseling Sebaya Dalam
Pencegahan Hamil Remaja
PENGERTIAN REMAJA
remaja adalah masa transisi dari masa
kanak-kanak ke masa dewasa yang ditandai
oleh adanya perubahan fisik, emosi dan
psikis. Masa remaja, yakni berkisar antara
usia 10-19 tahun.
Ciri-Ciri Remaja
Peningkatan emosional terjadi
secara cepat
Perubahan yang cepat secara
fisik dan juga disertai dengan
kematangan seksual
Perubahan dalam hal menarik
bagi dirinya dan hubungan
dengan orang lain
Dampak Remaja Yang
Hamil Di Usia Muda
Kematian Ibu dan Bayi
Semakin muda usia perempuan saat hamil, semakin tinggi
pula risikonya untuk mengalami berbagai masalah dalam
kehamilan.
Kelainan Pada Bayi
Sebuah riset menunjukkan bahwa masih banyak remaja
hamil yang kurang gizi. Kebutuhan nutrisi yang tidak
tercukupi dapat meningkatkan risiko janin untuk
mengalami berbagai kelainan, seperti penyakit bawaan
lahir, terlahir prematur, atau bahkan keguguran.
Komplikasi Kehamilan
Perempuan yang hamil di usia muda berisiko lebih tinggi
terkena komplikasi kehamilan, seperti tekanan darah
tinggi dan preeklamsia. Jika tidak ditangani dengan
baik, kondisi ini bisa berbahaya bagi ibu dan janin.
Berat Badan Bayi Rendah
Persalinan prematur merupakan salah satu masalah
yang cukup sering terjadi pada perempuan yang hamil
di usia remaja atau terlalu muda.
Penyakit Menular Seksual
Remaja yang berhubungan seksual di usia muda
lebih berisiko menderita penyakit menular seksual,
seperti HIV, klamidia, sifilis, dan herpes.
Hal ini bisa disebabkan oleh ketidaktahuan atau
belum matangnya pola pikir mereka tentang
hubungan seks yang aman, termasuk pentingnya
penggunaan kondom.
Depresi Pasca Melahirkan
Remaja perempuan lebih berisiko mengalami depresi
pascamelahirkan karena merasa tidak siap, terutama
jika tidak mendapat dukungan dari keluarga atau
pasangan
Contoh Kasus Kehamilan Remaja
Nusantara 20 November 2017, 20:58 WIB angka Kehamilan Remaja Kalteng
Tertinggi di Indonesia Surya Sriyanti Nusantara thinkstock DARI hasil survei
Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Kalimantan
Tengah Tahun 2017, setiap 1.000 orang usia 15-19 tahun, terdapat 77,92% anak
hamil dan melahirkan. Hal itu diungkapkan Kepala BKKBN Kalteng, Kusnadi,
di Palangka Raya, Senin (20/11).
"Kehamilan pada remaja antara usia 15-19 tahun di Kalteng sangatlah tinggi.
Dan tertinggi juga di Indonesia," ujarnya ketika mendampingi Menteri
Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Yohana Yembise,
yang tengah mengunjungi Kabupaten Katingan."Berarti mereka kawin pada
usia di bawah 20 tahun antara 15-19 tahun dan hamil yang secara mental
mereka belum siap," ujarnya.
Sementara, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dan
Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin, berencana untuk merevisi Undang-
Undang Perkawinan karena di dalamnya usia perkawinan minimal 16 tahun
dinilai masih sangat muda dan akan direvisi menjadi 18 tahun."Menteri Agama
berada di belakang saya untuk bersama-sama merevisi UU Perkawinan, dalam
hal ini batasan minimal usianya. Karena kami menilai usia 16 tahun terlalu
muda dan kita akan naikkan menjadi 18 tahun," kata Yohana seusai acara
deklarasi Kabupaten Katingan menuju Kota Layak Anak, Senin.
Menurut Yohana, saat ini Kementerian PPPA masih membuka rencana revisi UU
perkawinan ini ke publik, bagaimana tanggapan dari masyarakat."Kita ingin
melihat apakah mereka pro atau kontra. Dan ini akan menjadi referensi dasar
saya untuk bisa bersama-sama Menteri Agama untuk menentukan langkah
selanjutnya. Apakah membuat Perppu (Peraturan Pemerintah Pengganti
Undang-Undang) baru tentang perlindungan perkawinan anak atau merevisi
UU Perkawinan," ujarnyaDijelaskan Menteri Yohana, pernikahan dini bukan
hanya terjadi di Provinsi Kalteng, tetapi terjadi hampir di seluruh Indonesia,
sehingga sangat penting untuk diperhatikan semua pihak.
Cara Pencegahan
Kehamilan Pada Remaja
1. Memperkuat Pendidikan Agama
2. Membentuk karakter positif
3. Pandai memilih teman untuk memberikan
pengaruh baik
4. Mempererat Hubungan Orangtua dan Anak
5. Memberikan pendidikan seks pada anak dan
remaja, dengan demikian mereka juga dapat
mengetahui bahaya dan akibat dari pergaulan
bebas.
6. Menghindari Lingkungan yang Tidak Kondusif
7. Mengisi Waktu Luang dengan kegiatan positif
8. Memperluas Pengetahuan
9. Memperbaiki Komunikasi dengan Keluarga
10. Taat Kepada Hukum
11. Menerima Diri Sendiri
12. Membatasi Pergaulan
13. Menetapkan Tujuan Hidup
14. Menjaga Tingkah Laku
15. Membatasi Waktu di Luar Rumah
DAFTAR PUSTAKA
1. http://repository.uma.ac.id/bitstream/12345
6789/1238/5/138600262_file5.pdf
2. https://brainly.co.id/tugas/34297760
3.https://m.mediaindonesia.com/nusantara/13
2943/angka-kehamilan-remaja-kalteng-
tertinggi-di-indonesia
4.https://www.google.com/amp/s/dosenpsiko
logi.com/cara-menghindari-pergaulan-
bebas/amp
RISKY MELIANI (P07524121037)
KANAYA BULAN PANJAITAN (P07524121022)
MELINA OKTAVIA SINAGA (P07524121027)
NELLI SARTIKA PURBA (P07524121030)
SONIA BR. SINGARIMBUN (P07524121044)
LASNI SIANTURI (P07524121024)
YULI HARTATI SIMANJUNTAK (P07524121049)