The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Modul ini dibuat untuk pengembangan media belajar berbasis elektronik, dibuat untuk mempermudah siswa dalam belajar secara individual. Disusun oleh kelompok IV :
Ratih Lestari (210108006)
Noviani (210108022)
Sopian (190108018)

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Ratih Lestari UIN Mataram, 2023-06-14 20:42:42

Modul Elastisitas dan Hukum Hooke

Modul ini dibuat untuk pengembangan media belajar berbasis elektronik, dibuat untuk mempermudah siswa dalam belajar secara individual. Disusun oleh kelompok IV :
Ratih Lestari (210108006)
Noviani (210108022)
Sopian (190108018)

Keywords: Elastisitas dan Hukum Hooke

UNTUK SMA/MA/SMK KELAS XI MODUL Ratih Lestari ELASTISITAS DAN HUKUM HOOKE Noviani Sopian


Elastisitas Dan Hukum Hooke i Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dapat terselesaikannya modul ini. Terimakasih kepada dosen pembimbing Ibu “Rima Buana, M.Pd” yang telah membantu proses pembuatan modul ini. .Modul ini bertujuan untuk membantu siswa SMA/MA/SMK dalam memahami penggunaan dan pengembangan konsep-konsep materi Elastisitas agar lebih terarah. Modul ini disusun sebagai bahan ajar mandiri peserta didik untuk Sekolah Menengah Atas (SMA) maupun Masdrasah Aliyah (MA) pada bab "Elastisitas dan Hukum Hooke" guna memenuhi kebutuhan pendidikan serta kebutuhan belajar peserta didik secara mandiri. Pada modul ini diketahui bahwa masih ada kekurangan dalam penulisan sehingga modul tidak bisa dikatakan sempurna. Semoga modul ini dapat memberikan manfaat bagi pembentukan keterampilan dan hasil belajar peserta didik dalam penerapan materi Fisika di kehidupan sehari- hari. Mataram, Juni 2023 Penulis Kelompok IV KATA PENGANTAR


Elastisitas Dan Hukum Hooke ii KATA PENGANTAR .................................................................................... i DAFTAR ISI ................................................................................................. ii GLOSARIUM ............................................................................................... iii BAB I PENDAHULUAN................................................................................ 1 A. Peta Konsep.................................................................................... 1 B. Petunjuk Penggunaan Modul .......................................................... 2 C. Kompetensi Dasar........................................................................... 2 D. Tujuan Pembelajaran ...................................................................... 3 BAB II KEGIATAN BELAJAR....................................................................... 4 A. Elastisitas ........................................................................................ 4 B. Hukum Hooke ................................................................................. 14 DAFTAR PUSTAKA..................................................................................... 25 DAFTAR ISI


Elastisitas Dan Hukum Hooke iii GLOSARIUM Elastis : Dapat berubah ukuran dan dapat kembali ke bentuk semula. Plastis : Dapat berubah ukuran tetapi tidak dapat akembali ke ukuran semula. Elastisitas : Kemampuan berubah ukuran ketika mendapat gaya dan segera kembali ke ukuran semula ketika gaya yang diberikan dihilangkan. Stress (tegangan) : Perbandingan gaya dengan luas bidang yang terkena gaya. Strain (regangan) : Perbandingan pertambahan panjang dengan panjang semula. Modulus Young : Ukuran kekakuan suatu bahan elastis yang merupakan ciri dari suatu bahan. Energi Potensial Pegas : Energi yang dimiliki oleh benda-benda elastis.


Elastisitas Dan Hukum Hooke 1 Dalam modul ini kita akan membahas tentang materi elastisitas dan hukum hooke yang dipelajari dalam fisika. Pada materi elastisitas dan hukum hooke banyak diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu sifat dasar paling penting mempelajari elastisitas adalah untuk mengetahui sifat-sifat bahan mengenai respon benda terhadap gaya seperti modulud young, modulus geserndan lain-lain. Pokok bahasan pada elastisitas ini diperkenalkan sebagai landasar teori pada analisis gerak harmonis sederhana terutama pada pembahasan tentang hukum hooke. A. PETA KONSEP BAB I PENDAHULUAN


Elastisitas Dan Hukum Hooke 2 B. PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL C. KOMPETENSI DASAR Untuk memperoleh prestasi belajar secara maksimal, maka langkah-langkah yang perlu dilaksanakan dalm modul ini antara lain: 1. Bacalah dan pahami materi yang ada pada setiap kegiatan belajar. Bila ada materi yang belum jelas, siswa dapat bertanya pada guru. 2. Kerjakan setiap tugas diskusi terhadap materi-materi yang dibahas dalam setiap kegiatan belajar. 3. Jika belum menguasai level materi yang diharapkan, ulangi lagi pada kegiatan belajar sebelumnya atau bertanyalah kepada guru. Dalam setiap kegiatan belajar guru berperan untuk: 1. Membantu siswa dalam merencanakan proses belajar. 2. Membimbing siswa dalam memahami konsep, analisa, dan menjawab pertanyaan siswa mengenai proses belajar. 3. Mengorganisasikan kegiatan belajar kelompok. 3.3 Menganalisis sifat elastisitas bahan dalam kejadian sehari-hari. 4.3 Melakukan percobaan tentang sifat elastisitas suatu bahan berikut presentasi hasil percobaan dan pemanfaatannya.


Elastisitas Dan Hukum Hooke 3 D. TUJUAN PEMBELAJARAN Setelah kegiatan pembelajaran ini, peserta didik diharapkan dapat : 1. Mampu menjelaskan dengan baik tentang karakteristik benda elastis sesuai dengan hukum hooke. 2. Mampu membedakan antara tegangan dan regangan. 3. Mampu memahami tentang modulus young. 4. Mampu menganalisis sususan pegas, dan 5. Mampu menganalisis energi potensial yang timbul pada pegas.


Elastisitas Dan Hukum Hooke 4 A. ELASTISITAS 1. Pengertian Elastisitas Elastisitas adalah suatu sifat bahan yang dapat berubah baik dalam ukuran maupun bentuk setelah mendapat gaya luar, tetapi benda itu akan kembali ke ukuran dan bentuk semula setelah gaya luar sudah tidak ada (Jumaira 2022). Dalam ilmu fisika, elastisitas yaitu kecenderungan suatu bahan padat untuk kembali ke bentuk semula setelah terdeformasi. Suatu benda padat akan mengalami deformasi saat gaya diaplikasikan padanya. Jika bahan tersebut elastis, benda itu akan kembali ke bentuk dan ukuran awalnya ketika gaya dihilangkan (Abdillah 2023). 2. Sifat Elastisitas Bahan Dalam kehidupan sehari-hari dengan mudah kita menemukan berbagai objek benda. Namun tahukah kamu jika objek benda yang kita temukan memiliki jenis dan sifat elastisitas yang berbeda-beda. Dalam ilmu fisika hal tersebut dikenal dengan modulus elastisitas. Beberapa bahan dapat kembali ke bentuk semula meskipun diberi gaya yang cukup besar seperti karet, pegas dan lainnya. Gambar 2.1. Karet Gelang. Sumber: www.liputan6.com Gambar 2.2. Perbandingan benda elastis dan plastis. Sumber; www.slideshare.net BAB II KEGIATAN BELAJAR Apa itu Elastisitas…?


Elastisitas Dan Hukum Hooke 5 Beberapa bahan yang lain tidak dapat kembali ke bentuk semula walaupun hanya diberi gaya luar seperti lilin (plastisin), plastik, permen karet dan tanah liat (Wardaya 2023). Saat membahas elastisitas, kamu akan mengenal istilah besaran stress (tegangan), strain (regangan), dan Modulus Young. a. Tegangan (Stress) Tegangan adalah perbandingan antara gaya yang bekerja pada suatu benda dengan luas penampang benda tersebut. Dengan kata lain, tegangan adalah gaya yang bekerja per satuan luas. Gaya dari tegangan inilah yang menyebabkan suatu benda meregang atau berubah bentuk (Juniartha 2021). Olahraga panjat tebing merupakan salah satu contoh penerapan elastisitas dalam kehidupan sehari-hari, pemanjat tebing ini memberikan tegangan pada tali pemanjat akibat berat badannya. Tegangan menyatakan perbandingan antara gaya dengan luas penampang yang mendapat gaya, bila dinyatakan dalam persamaan maka dapat ditulis sebagai berikut : Tegangan = ………………………………….(1) Keterangan : = (/2) = () A = Luas bidang yang dikenai gaya(2) Gambar 2.3. Pemanjat Tebing. Sumber; www.penjaskes.co.id Apa perbedaan antara ketiga besaran tersebut? =


Elastisitas Dan Hukum Hooke 6 Tali dengan diameter 8 cm ditarik dengan gaya 80 N, maka tentukan tegangan tali tersebut! Penyelesaian: Diketahui ; Gaya (F) = 80 N Diameter tali (d) = 2 cm = 0,02 m Ditanya ; tegangan tali () =. . . ? Jawab ; Luas penampang tali : = 1 2 = 1 2 0,02 = 0,01 maka, = . 2 = (3,14). (0,01) 2 = 3,14 10−4 2 Contoh Soal: Tegangan tali : = = 3,14 10−4 2 = , 104 /2


Elastisitas Dan Hukum Hooke b. Regangan (Strain) Jika sebuah tegangan bekerja pada suatu benda maka dampak atau akibatnya benda mengalami regangan (strain). Selain itu regangan menjadi tolak ukur seberapa jauh benda tersebut berubah bentuk. Perhatikan gambar berikut! Gambar disamping menunjukkan kawat yang memiliki panjang awal lalu diregangkan sehingga panjangnya bertambah ∆. Regangan tidak berdimensi atau tidak mempunyai satuan. Dimana regangan ialah perubahan relatif ukuran atau bentuk benda yang mengalami tegangan. Jadi regangan atau strain adalah perbandingan antara pertambahan panjang pegas dan panjang pegas mula-mula. Saat suatu pegas yang panjangnya diberikan tegangan, pasti pegas akan meregang sejauh ∆ (Juniardi 2022). Secara matematis regangan dinyatakan dalam persamaan berikut : egangan = ℎ − …………………………………………..(2) Keterangan : ε = Regangan ∆ = Perubahanpanjangbenda(m) = Panjangawalbenda(m) Gambar 2.4. Perubahan Regangan. Sumber; www.bing.com ε = ∆ 7


Elastisitas Dan Hukum Hooke Nilai regangan memenuhi persamaan (2), semakin besar nilai regangan (e) suatu bahan maka bahan itu semakin mudah meregang. Contoh pegas mudah meregang dari pada kawat besi. Setiap bahan yang mudah meregang dapat dimanfaatkan untuk bahan pelentur. Catatan: Sebuah pegas mempunyai panjang mula-mula 2 m ditarik hingga pegas tersebut mengalami perubahan panjang 0,06 m. Tentukan regangan pegas tersebut! Penyelesaian: Diketahui ; Panjang awal tali () = 2 m Perubahan panjang tali (∆) = 0,06 m Ditanya ; regangan tali (ε) =. . . ? Jawab ; Regangan tali : ε = ∆ ε = 0,06 2 ε = 0,03 Contoh Soal: 8


Elastisitas Dan Hukum Hooke c. Modulus Elastisitas (Modulus Young) Setelah kita mengetahui tegangan dan regangan, kita perlu memahami tentang modulus elastisitas (modulus young). Modulus Young dinamai berdasarkan ilmuwan Inggris abad ke-19 yaitu Thomas Young. Modulus elastisitas atau modulus young adalah perbandingan antara tegangan dan regangan dari suatu benda. Modulus elastisitas dilambangkan dengan dan satuannya /2 . Semakin besar nilai modulus elastisitas, maka semakin besar pula tegangan yang diperlukan untuk meregangkan suatu benda (Waluyo 2022). Nilai Modulus Elastisitas untuk beberapa jenis bahan ditunjukkan pada tabel berikut ini (Saputra 2017): Bahan Modulus Young (Pa) Aluminium 7 x 1010 Baja 20 x 1010 Besi 21 x 1010 Karet 0,05 x 1010 Kuningan 9 x 1010 Nikel 21 x 1010 Tembaga 11 x 1010 Timah 1,6 x 1010 Kaca 5,5 x 1010 Beton 2,3 x 1010 Wolfram 41 x 1010 Nilai Modulus Elastisitas hanya bergantung pada jenis benda (komposisi benda), tidak bergantung pada ukuran atau bentuk benda. Selama gaya (F) yang bekerja pada benda elastis tidak melampaui batas elastisitasnya, maka perbandingan antara tegangan dan regangan untuk suatu benda selalu konstan. Catatan: 9


Elastisitas Dan Hukum Hooke Secara matematis modulus young dinyatakan dalam persamaan berikut : = …………………..……(3) Keterangan : = (/2 ) σ = (/2) = = () = (2) ∆ = ℎ() = () = = / ∆/ = . . ∆ 10


Elastisitas Dan Hukum Hooke Andi memiliki sebatang pegas dengan panjang 2 m dan luas permukaan 2 2 . Kemudian, Andi menarik pegas tersebut menggunakan mesin dengan gaya sebesar 8.000 N. Jika perubahan panjang pegas tersebut adalah 0,2 m , berapakah modulus elastisitas logam besi tersebut? Penyelesaian: Diketahui ; = 2 ∆ = 0,2 = 2 2 = 2 10−42 = 8.000 # Mencari nilai tegangan : = = . 2 10−4 2 = 107 /2 # Mencari nilai regangan : ε = ∆ ε = 0,2 2 ε = 0,1 Contoh Soal: # Mencari nilai Modulus : = = 107 /2 0,1 = 108 /2 11


Elastisitas Dan Hukum Hooke Pilihlah jawaban yang tepat! 1. Benda yang tidak dapat kembali ke bentuk awal setelah gaya dihilangkan disebut . . . a. Elastis b. Deformasi c. Inelastis d. Semielastis e. Superelastis 2. Berikut ini contoh benda inelastic adalah . . . a. Plastik, kayu, besi b. Plastik, karet, pegas c. Plastik, besi, pegas d. Pegas, kayu, besi e. Tidak ada jawaban yang benar 3. Pegas dengan luas penampang 1 2 dikenai gaya sebesar 5 N. Besar tegangan yang dialami pegas tersebut adalah . . . a. 0,2 N/2 b. 0,5 N/2 c. 1 N/2 d. 2 N/2 e. 5 N/2 4. Sebuah pegas memanjang 5 cm saat diberi gaya 10 N. Jika diberi gaya sebesar 12 N, maka pegas akan mengalami pertambahan panjang pegas . . . a. 2 cm b. 4 cm Latihan Soal 1 12


Elastisitas Dan Hukum Hooke c. 5 cm d. 6 cm e. 8 cm 5. Ketapel dengan luas penampang 0,1 2 memiliki panjang awal sebesar 50 cm. Jika modulus elastisitas pegas 40 N/2 , maka besarnya gaya yang dibutuhkan agar pegas bertambah panjang sebesar 5 cm adalah . . . a. 0,2 N b. 0,4 N c. 2,0 N d. 4,0 N e. 10 N Kerjakan soal berikut dengan tepat! 1. Seutas tali berdiameter 10 cm ditarik dengan gaya 50 N, maka berapakah tegangan tali tersebut! 2. Sebuah pegas mempunyai panjang mula-mula 2 cm ditarik hingga pegas tersebut mengalami perubahan panjang menjadi 0,004 m. Tentukan regangan pegas tersebut! 3. Cantika memiliki sebatang pegas dengan panjang 2 mm dan luas permukaan 2 2 . Kemudian, Cantika menarik pegas tersebut menggunakan mesin dengan gaya sebesar 2.000 N. Jika perubahan panjang pegas tersebut adalah 0,2 m , berapakah modulus elastisitas logam besi tersebut? 13


Elastisitas Dan Hukum Hooke B. HUKUM HOOKE Pada tahun 1678, ilmuwan asal Inggris bernama Robert Hooke mempublikasikan Hukum Hooke atau yang disebut juga sebagai Hukum Elastisitas. Hukum Hooke adalah hukum yang mengatur hubungan antara besarnya gaya yang dibebankan pada pegas beserta peregangannya. Lalu, apa hubungan hukum Hooke dengan elastisitas? Hukum Hooke hanya berlaku pada benda-benda yang memiliki elastisitas atau kemampuan elastis, contohnya pegas, karet, dll (Carolina 2022). Secara sistematis Hukum Hooke dinyatakan dalam persamaan berikut : …………………………………(4) Keterangan : F = Gaya (N) k = Konstanta pegas (N/m) ∆x = Perubahan panjang pegas (m) Gambar 2.5. Robert Hooke. Sumber; http://www.bookofdaystales.com/ Bagaimana bunyi Hukum Hooke…? Semakin besar gaya yang diberikan, maka semakin panjang juga pegas tersebuh. “Bila gaya yang diberikan pada sebuah pegas tidak melebihi batas elastisitasnnya, pertambahan panjang pegas akan berbanding lurus dengan gaya yang diberikan.” = −. ∆ Tanda negatif pada Hukum Hooke bemakna bahwa gaya pada pegas selalu berlawanan dengan arah perubahan panjang pegas. Catatan: 14


Elastisitas Dan Hukum Hooke Berikut merupakan ilustrasi penggunaan hukum Hooke pada sebuah sisterm pegas : Dari gambar diatas terdapat 2 gambar pegas, dan dapat kita peroleh bahwa : Pegas pertama, dimana ketika ditarik ke kanan dengan gaya F pegas akan mengalami gaya pemulih yang arahnya ke kiri. Gaya tersebut akan menyebabkan pegas ke bali ke posisi semula setelah gaya F dihilangkan. Kedua gaya tersebuh bernilai sama karena merupakan pasangan aksireaksi. Pegas kedua, dimana ketika pegas ditekan (dimampatkan oleh gaya dorong F), pegas akan mengalami gaya pemulih yang arahnya ke kanan (berlawanan dengan arah dorong F). Gaya pemulih tersebut menyebabkan pegas kembali ke posisi semula setelah gaya F dihilangkan. Arah gaya pemulih selalu berlawanan arah dengan arah gaya yang diberikan. 1. Energi Potensial Elastis Energi potensial pegas yaitu kemampuan pegas untuk kembali ke bentuk awal. Perhatikan gambar berikut agar lebih memahami terkait energi potensial pegas! Gambar 2.6. Pegas diregangkan dan pegas ditekan Sumber; www.rumuspintar.com 15


Elastisitas Dan Hukum Hooke Pada gambar disamping, busur panah mengalami perubahan bentuk karena telah tersedianya tekanan atau kompresi. Hasilnya akan ditimbulkannya gaya yang berupaya untuk mengembalikkan bentuk benda tersebut ke bentuk semula. Jika energi ini dilepas, maka energi ini akan berpindah menjadi energi kinetik. Sederhananya, energi potensial pegas ini dihasilkan atas regangan ataupun tegangan dari suatu benda yang memiliki sifat elastis. Berikut persamaan energi potensial elastis sebagai berikut : ………………………………(5) Keterangan : = energi potensial elastis (J) k = Konstanta pegas (N/m) ∆x = Perubahan panjang pegas (m) 2. Susunan Pegas Pernahkah kalian mengamati suspensi belakang sepeda motor? Biasanya, setelan suspensi sepeda motor menganut sistem monoshock atau dualshock. Alasan pemilihan sistem suspensi tersebut, tentu saja hanya ingin mendapatkan setelan suspensi yang nyaman dan stabil. Berkaitan dengan setelan suspensi, dalam fisika juga dikenal istilah dengan susunan pegas secara seri dan paralel, atau bisa juga gabungan dari keduanya. Berikut adalah penjelasan tentang pegas yang tersusun secara seri dan paralel (Cakrawala96 2021). Gambar 2.7. Busur panah. Sumber; pempekmantapasli.blogspot.com = 1 2 ∆ 2 16


Elastisitas Dan Hukum Hooke a. Susunan pegas secara seri Susunan Pegas Secara Seri adalah susunan pegas yang dibuat dengan tujuan untuk mendapatkan konstata yang lebih kecil sehingga pertambahan panjang pegas menjadi besar. Perhatikan gambar di atas, dua buah pegas masingmasing dengan konstata dan disusun secara seri. Kemudian ditarik atau diberi beban dengan gaya F. Gaya yang bekerja pada pegas 1 (atas) sama dengan gaya yang bekerja pada pegas 2 (bawah). Artinya, besarnya gaya pada beban pegas 1, dan pegas 2 sama besarnya. Untuk mencari konstata penggantinya adalah sebagai berikut: ………………………………(6) Keterangan : = konstata pegas susunan seri (N/m) = konstata pegas 1 (N/m) = konstata pegas 2 (N/m) Gambar 2.8. Susunan pegas seri. Sumber; www.rumuspintar.com = + +. .. Jika pegas yang tersusun lebih dari 2, maka selanjutnya + + +. . . . Catatan: 17


Elastisitas Dan Hukum Hooke Perhatikanlah gambar dibawah…! Dua buah pegas masing-masing memiliki konstanta pegas yaitu 20 N/m dan 40 N/m. Jika kedua pegas tersebut dirangkai secara seri, maka berapakah konstanta pegas penggantinya! Penyelesaian: Diketahui ; = 20 / = 40 / Ditanya ; =. . . ? Jawab ; = + = + = + Contoh Soal: = = = , / Lanjutan… 18


Elastisitas Dan Hukum Hooke b. Susunan pegas secara paralel Susunan pegas secara paralel adalah susunan pegas yang dibuat dengan tujuan untuk mendapatkan konstata yang lebih besar sehingga pertambahan panjang pegas menjadi kecil. Dari gambar di samping terdapat dua pegas yang tersusun paralel, dengan konstata masing-masing dan . Kemudian, diberi beban dengan gaya F. Pada gaya beban F ini terbagi menjadi dua, yaitu pada pegas 1 (kiri) sebesar dan pegas 2 (kanan) sebesar , atau jika ditulis secara matematika = + . Sedangkan jika ingin mencari konstata pengganti pegas yang tersusun secara paralel adalah sebagai berikut: ………………………….(7) Keteraangan : = konstata pegas susunan paralel (N/m) 1 = konstata pegas 1 (N/m) 2 = konstata pegas 2 (N/m) Gambar 2.9. Susunan pegas paralel. Sumber; anakfisikaindo.blogspot.com = 1 + 2+. . . + Jika pegas yang tersusun lebih dari 2, maka selanjutnya +3 + 4+. . . +. Catatan: 19


Elastisitas Dan Hukum Hooke Perhatikan gambar dibawah ini! Tiga buah pegas masing-masing memiliki konstanta pegas yaitu 200 N/m, 300 N/m, dan 400 N/m dirangkai secara paralel, maka berapakah konstanta pegas penggantinya! Penyelesaian: Diketahui ; = 200 / = 300 / = 400 / Ditanya ; =. . . ? Jawab ; = 1 + 2 + 3 = 200 + 300 + 400 = 800 / Contoh Soal: 20


Elastisitas Dan Hukum Hooke 3. Pemanfaatan elastisitas dalam kehidupan Dalam kehidupan sehari-hari, pemanfaatan alat yang menerapkan sifat elastisitas sering kali kita temui. Misalnya pada mainan anak-anak yang terdapat pegas pada pistol-pistolan, perlengkapan rumah tangga, dan lainnya. Berikut merupakan beberapa contoh pemanfaatan sifat elastisitas (Erisa and Richarta 2022) : a. Kasur pegas Kasur pegas terdiri dari banyak pegas di bagian bawahnya. Oleh karena hal tersebut, ketika seseorang berbaring di atas kasur pegas, gaya berat orang tersebut akan menyebabkan pegas termampatkan. Sesuai dengan hukum Hooke, hal ini menimbulkan adanya gaya pemulih yang sebanding dengan perubahan panjang pegas. Pegas tersebut akan meregang dan memampat hingga berhenti akibat adanya gaya gesekan. b. Balpoin Pada bolpoin yang biasa kita gunakan untuk menulis, terdapat pegas kecil yang terletak pada ujungnya. Pegas tersebut berfungsi untuk menarik masuk atau mendorong keluar mata bolpoin saat bagian ujung atas bolpoin ditekan. Pegas pada bolpoin ini harus memiliki sifat elastisitas yang mendukung; dapat dimampatkan ketika mata bolpoin keluar, dan dapat kembali ke bentuk semula ketika mata bolpoin dimasukkan. Gambar 2.10. Kasur Pegas. Sumber; penetschool.wordpress.com Gambar 2.11. Balpoin. Sumber; penetschool.wordpress.com 21


Elastisitas Dan Hukum Hooke c. Trampolin Trampolin memiliki karet yang menghubungkan tikar trampolin dengan besi di sekelilingnya, sekaligus memberikan sifat elastis pada trampolin. Ketika trampolin menerima beban berupa gaya berat pada tikar, karet di sekitarnya akan meregang. Karena karet memiliki kecenderungan untuk kembali ke bentuk semula, maka tikar akan mendorong beban di atasnya ke arah yang berlawanan dengan arah gravitasi. d. Dinamometer Dinamometer adalah alat untuk mengukur besar kecilnya gaya. Dinamometer terdiri dari beberapa jenis, seperti pengukur gaya tarik, gaya dorong, dan gaya genggam. Dinamometer menggunakan pegas, di mana gaya tarik, dorong, atau genggam yang diberikan akan memampatkan pegas. Cara untuk mengukur gaya menggunakan dinamometer adalah dengan melihat skala yang terdapat di samping pegas yang menunjukkan seberapa mampat pegas. Oleh karena pegas memiliki sifat elastisitas yang tinggi, ketika gaya tidak lagi bekerja maka pegas akan kembali ke bentuknya semula. Gambar 2.12. Trampolin. Sumber; penetschool.wordpress.com Gambar 2.13. Dinamometer. Sumber; penetschool.wordpress.com 22


Elastisitas Dan Hukum Hooke Pilihlah jawaban yang tepat! 1. Sebuah Pegas dengan konstanta sebesar 20 N/m diberi gaya sebesar 50 N. Maka pertambahan panjang pegas adalah.... a. 2,5 m b. 5 m c. 0,5 m d. 10 m e. 25 m 2. Terdapat tiga buah pegas identik dengan konstanta pegas masing-masing 200 N/m, disusun seperti gambar dibawah. Tentukan pertambahan panjang susunan pegas apabila diberi beban 100 gram serta percepatan gravitasi g = 10 m/s! a. 0,75 cm b. 0,60 cm c. 0,50 cm d. 0,75 cm e. 0,25 cm 3. Diketahui suatu pegas meregang sebesar 5 cm ketika ditarik dengan gaya 20 N. Apabila dikehendaki untuk meregangkan pegas 3 cm, maka besar gaya tarik yang diperlukan adalah sebesar.... a. 11 N b. 12 N c. 13 N d. 17 N e. 19 N Latihan Soal 2 23


Elastisitas Dan Hukum Hooke 4. Pernyataan beberapa pernyataan dibawah ini yang berkaitan dengan tegangan dan regangan: 1) Makin besar gaya yang diberikan pada benda, makin besar tegangan yang dialami benda 2) Jenis tegangan yang dialami benda, bergantung pada arah pembebanan yang diberikan 3) Regangan yang terjadi pada benda disebut kecil bila pertambahan atau pengurangan panjangnya kecil 4) Besarnya regangan tergantung pada arah pembebanan gaya yang diberikan Diantara pernyataan-pernyataa diatas yang tepat adalah . . . . a. 1), 2), dan 3) b. 1) dan 3) c. 2) dan 4) d. 4) saja e. Semuanya benar 5. Sebuah pegas bertambah panjang sebesar 10 cm ketika diberi gaya 10 N. Tentukan energi potensial pegas jika gaya pada pegas tersebut dijadikan 2,5 kali lipat dari nilai semula ? a. 3,125 J ] b. 3,25 J c. 4,1 J d. 5,0 J e. 10,25 J 24


Elastisitas Dan Hukum Hooke Abdillah. 2023. “Rumus Elastisitas Fisika Dan Contoh Soal Elastisitas Fisika.” Rumusrumus.Com. 2023. https://rumusrumus.com/elastisitas-fisika/. Cakrawala96. 2021. “Susunan Pegas Secara Seri Dan Paralel.” GesainStech. 2021. https://www.gesainstech.com/2021/03/susunan-pegas-secara-seridan-pararel.html. Carolina, Gracia. 2022. “Hukum Hooke, Bunyi, Rumus, Dan Contohnya – Materi Fisika Kelas 11.” Zenius. 2022. https://www.zenius.net/blog/hukum-hooke. Erisa, and Natalie Richarta. 2022. “Penerapan Elastisitas Dalam Kehidupan.” PENetSchool. 2022. https://penetschool.wordpress.com/2022/01/25/fisikapenerapan-elastisitas-dalam-kehidupan/#:~:text=Fisika%3A Penerapan Elastisitas Dalam Kehidupan 1 1%29 Kasur,6%29 Karet gelang ... 7 7%29 Dinamometer . Jumaira. 2022. “Elastisitas Dan Hukum Hooke.” In E-Modul Fisika, 1–44. Palangka Raya: e-Modul. https://online.flipbuilder.com/glfrc/wozj/. Juniardi, Wilman. 2022. “Pengertian Elastisitas Dan Hukum Hooke Lengkap Dengan Contoh Soalnya.” Quipper Blog. 2022. https://www.quipper.com/id/blog/mapel/fisika/elastisitas-dan-hukumhooke/. Juniartha, Yobely. 2021. “Rumus Tegangan Elastisitas.” Zenius. 2021. https://www.zenius.net/blog/rumus-tegangan-elastisitas. Saputra, Apriyanto. 2017. “Sifat Elastisitas Bahan (Tegangan, Regangan Dan Modulus Elastisitas Bahan) Untuk SMK Kelas X.” Blogger. 2017. https://sitioktaphw.blogspot.com/2017/04/sifat-elastisitas-bahantegangan.html. Waluyo, nikita rosa damayati. 2022. “Konsep Elastisitas Fisika: Rumus Tegangan, Regangan, Dan Hukum Hooke.” DetikEdu. 2022. https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-5906771/konsep-elastisitas-fisikaDAFTAR PUSTAKA 25


Elastisitas Dan Hukum Hooke rumus-tegangan-regangan-dan-hukum-hooke. Wardaya. 2023. “Modul & Latihan Soal Elastisitas.” Wardaya.College. 2023. https://www.wardayacollege.com/fisika/elastisitas/elastisitas/. 26


Click to View FlipBook Version