FRANS YESEKEL P. TANJUNG
199807042020121003 - DENKOMYANLAP
SATKOMLEK TNI
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang
Maha Esa karena buku ini telah selesai disusun. Buku
ini disusun agar dapat membantu para para personel
dalam mempelajari langkah – langkah dalam
pemasangan dan instalasi Peralatan Tata Suara agar
mempermudah nantinya dalam pelaksanaan tugas dan
fungsi unit kerja Penulis pun menyadari jika didalam
penyusunan buku ini mempunyai kekurangan, namun
penulis meyakini sepenuhnya bahwa sekecil apapun
buku ini tetap akan memberikan sebuah manfaat bagi
pembaca.
Bekasi, November 2021
Frans Yesekel P. Tanjung
i
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ....................................................... i
DAFTAR ISI .....................................................................ii
1. Pendahuluan ........................................................ 1
a. Pengertian Tata Suara (Sound System).......... 1
b. Pengenalan Peralatan Tata Suara .................. 2
2. Urutan Instalasi Sound System ......................... 20
3. Link Video Tutorial ............................................. 26
PENUTUP ..................................................................... 27
ii
1. Pendahuluan
a. Pengertian Tata Suara (Sound System)
Sound system adalah sebuah istilah yang
digunakan untuk menyebut sekumpulan alat
elektronik yang memiliki fungsi untuk
memproduksi suara, baik secara live stage
maupun recording.
Dari pengertian itu, Anda dapat melihat
bahwa sound system bukan hanya berupa satu
alat compact, melainkan didukung dengan
device lain yang membuatnya semakin komplit.
Banyak orang yang mengira bahwa sound
system adalah speaker, padahal nyatanya tidak
demikian. Speaker hanyalah salah satu
perangkat yang masuk dalam golongan sound
system. Sedangkan sound system adalah
berbagai alat yang memiliki fungsi untuk
menghasilkan suara. Jika berbicara tentang
sound audio, maka Anda tidak hanya membahas
tentang speaker saja.
1
b. Pengenalan Peralatan Tata Suara
1) Digital Mixer
2
Keterangan :
1. Jack OMNI OUT
Jack keluaran laki-laki XLR-3-32 yang
mengeluarkan audio analog sinyal. Jack ini
digunakan terutama untuk mengeluarkan AUX
saluran dan saluran STEREO. Tingkat keluaran
nominal adalah +4 dBu. Anda dapat memilih
sinyal mana yang dikeluarkan pada Layar OMNI
OUT.
2. Jack 2 ST IN
Jack input stereo yang dapat digunakan untuk
menghubungkan Pemutar CD atau perangkat
level saluran lainnya. Jack ini adalah jack RCA
wanita tidak seimbang. Tingkat masukan
nominal adalah -10 dBV.
3. Jack INPUT
Soket kombinasi yang mendukung XLR dan TRS
konektor telepon. Gunakan jack ini untuk
enghubungkan mikrofon dan instrumen. Level
input nominal adalah -62 dBu hingga +10 dBu.
Pengaturan head amp untuk setiap jack
disimpan di Penyimpanan
4. Konektor JARINGAN
Jack RJ-45 digunakan untuk menghubungkan
konsol ke komputer melalui kabel Ethernet
(CAT5e atau lebih tinggi direkomendasikan).
Gunakan kabel STP (Shielded Twisted Pair)
untuk mencegah interferensi elektromagnetik.
5. konektor USB KE HOST
Konektor USB digunakan untuk menghubungkan
konsol ke komputer, memungkinkan konsol
berfungsi sebagai audio antarmuka. Mendukung
input dan output untuk 34 saluran dari 48 kHz,
audio 24-bit. Saat menggunakan dengan
computer menjalankan Microsoft Windows,
3
Yamaha Steinberg Driver USB diperlukan. Saat
menggunakan Mac, Audio Inti digunakan dan
oleh karena itu tidak diperlukan driver tambahan.
6. FOOT SW Jack
Digunakan untuk menghubungkan sakelar kaki
FC5 opsional. Anda dapat menggunakan sakelar
kaki yang terhubung sebagai bypass efek
sakelar, sakelar bisu, atau gunakan untuk
mengetuk waktu tunda
7. Slot ekspansi
Memungkinkan Anda memasang kartu NY,
seperti NY64-D Kartu Antarmuka Audio
8. lubang pembuangan
Unit ini memiliki kipas pendingin built-in. Lubang-
lubang ini adalah digunakan untuk mengeluarkan
udara dari unit. Untuk mencegah panas berlebih
atau malfungsi, jangan menghalangi lubang
pembuangan.
9. Saklar daya
Ketika sakelar dalam posisi, daya menyala.
Ketika sakelar dalam posisi, daya dimatikan.
10. konektor AC IN
Hubungkan kabel daya yang disertakan. Saat
menghubungkan ke stopkontak, pertama
sambungkan kabel daya ke konsol, kemudian
sambungkan kabel daya ke stopkontak.
4
a) Cara menggunakan Mixer :
1. Connection
Sambungkan kabel daya yang disertakan ke AC
IN
2. Tekan tombol [SEL] untuk memilih saluran
5
3. Tekan tombol Perpustakaan untuk mengakses
Perpustakaan dan ingat Preset.
4. Sesuaikan parameter saluran.
Sesuaikan penguatan input, EQ, kompresor, dan
gerbang. Ini dapat disesuaikan dari layar
overview atau layar konfigurasi individu
6
5. Adjust Mix (Mengatur Campuran)
Lakukan pemeriksaan suara dan sesuaikan
keseluruhan campuran.
• Menyesuaikan SENDS ON FADER untuk
level yang dikirim ke AUX untuk setiap
saluran
• Mematikan semua saluran input atau
efek
• Mengaktifkan dan menonaktifkan efek,
menyesuaikan level keseluruhan dari
efek
7
6. Simpan Pengaturan Anda
Anda dapat menyimpan seluruh pengaturan
campuran Anda sebagai Scene. Scane dapat
dipanggil kembali nanti sesuai kebutuhan. Anda
juga dapat menyimpan pengaturan saluran
individual dengan menimpa Preset yang ada
atau dengan menyimpannya sebagai baru
Preset di layar Perpustakaan
8
b) Digital Mixer Tampak Belakang
9
10
c) Digital Mixer Tampak Atas
1. Tombol [SEL]
Digunakan untuk memilih saluran yang akan
Anda kontrol. Menekan tombol ini akan
menyebabkan tombol menyala, yang
menunjukkan bahwa Anda dapat mengontrol
saluran di layer display . Untuk saluran stereo,
Anda dapat menekan tombol [SEL]tombol untuk
beralih antara saluran kiri dan kanan pasangan
stereo.
11
2. Tombol [CUE]
Digunakan untuk memilih saluran yang akan
dikontrol oleh isyarat. Tombol menyala saat CUE
menyala.
3. Meter LED
Tunjukkan level sinyal audio yang sesuai saluran
masukan atau keluaran.
4. Tombol [ON]
Mengaktifkan dan menonaktifkan saluran yang
sesuai. Kunci menyala saat saluran menyala. Di
KIRIM DI FADER mode, tombol berfungsi
sebagai sakelar hidup / mati untuk sinyal dikirim
dari saluran yang sesuai ke saat ini bus AUX
atau FX yang dipilih.
5. Tampilan nama saluran
Menampilkan nama, ID, atau nama port yang
ditetapkan ke saluran yang sesuai. Ini juga
berfungsi sebagai indikator +48V, GATE, dan
COMP, dan menampilkan nilai fader.
6. Indikator warna saluran
Lampu dalam warna yang ditetapkan untuk yang
sesuai saluran.
7. Fader
Menyesuaikan level sinyal saluran. Di KIRIM ON
Mode FADER, fader memungkinkan Anda untuk
menyesuaikan sinyal level yang dikirim dari
saluran yang sesuai ke bus AUX atau FX yang
dipilih saat ini.
12
2) DSP (Digital Signal Processor)
V8 DSP 448 berfungsi sebagai pengolah
sinyal suara input dan output yang masuk ke
dalam audio system. Di dalam V8 DSP 448
terdapat fitur-fitur pengaturan untuk pengaturan
frekuensi crossover, output time delay (1000
ms), gain, compressor, limiter, polaritas,
parameter EQ 9 titik plus HPF dan LPF. Alat ini
telah diuji coba dalam seluruh event besar di
Indonesia dan menghasilkan kinerja yang baik
sekali. Outputnya dapat men-drive signal hingga
150 meter panjang kabel tanpa penurunan
kualitas signal yang signifikan.
13
3) Analog Power Amplifier 4 x 900 Watt
V8 Quatro 900 merupakan power amplifier
analog 4 channel serbaguna yang mempunyai daya 900
Watt / 8 Ohm per channel. Power amplifier ini juga
dilengkapi dengan pilihan output fullrange atau sebagai
power amplifier untuk subwoofer berdaya menengah
serta terdapat fasilitas crossover yang dapat di atur
dalam rentang 50 Hz hingga 180 Hz.
14
4) High Density Dual Handheld Wireless Microphone with
2 Capsule (Additional)
Cukup dengan menghubungkan kabel link ke
input antenna receiver berikutnya. Kita cukup
memasang sepasang antenna. Apabila kita
mendapatkan frekuensi yang benar-benar kosong,
maka V8 Chiara HD dapat mencapai jangkauan sejauh
150 meter dari receiver dalam kondisi Line of Sight. Bila
kita menambahkan antenna booster V8 Sirip Hiu, maka
jangkauan receiver V8 Chiara HD dapat menangkap
handheld wireless microphone dengan jernih pada jarak
200 meter dalam kondisi Line of Sight.
15
5) Wired Dynamic Microphone & Wired Condensor
Microphone
16
6) Compact Mid-Hi Speaker 10" Mid + 1" Hi
V8 Santorini dapat dihubungkan secara cluster
dengan menggunakan bracket besi murni bundar.
Penggunaannya dapat digantung menggunakan tali
sling baja maupun spanset, digantung dengan
menggunakan stand speaker teleskopik, dan V8
Santorini juga dapat dipasang secara stand alone
dengan menggunakan stand speaker biasa.
17
7) Subwoofer Passive 18"
V8 Sub Solo merupakan perpaduan antara
keindahan dan kekuatan serta subwoofer yang paling
digemari oleh crew. Subwoofer ini sangat baik untuk
digunakan dengan segala macam jenis musik. Mulai
dari orkestra hingga musik rock yang hingar bingar.
Mungkin apabila ada pemilihan subwoofer favorit
menurut crew, V8 Sub Solo inilah yang menjadi
pemenangnya.
18
8) Stage Monitor Speaker 10"
V8 M10 menghasilkan suara yang warm, sudutnya
disesuaikan dengan kebutuhan speech, vocalist band,
dan pemain band dengan posisi berdiri. Speaker ini di
finishing dengan warna putih piano, tampak indah di
panggung dan SPL-nya juga cukup tinggi. V8 M10
menggunakan driver Coaxial 10” yang mempunyai detail
output yang sempurn
19
2. Urutan Instalasi Sound System
Kabel Canon
to Canon
Kabel Canon
to Canonn
Kabel Audio Kabel Audio
Speaker Speaker
Kabel Audio
Speaker
20
1) Menempatkan posisi speaker, monitor dan
subwoofer pada posisi panggung atau posisi yang
tepat sesuai keadaan lapangan
21
2) Menempatkan Mixer, DSP dan Power Amplifier
di tempat operator
3) Menghubungkan Speaker ke Power Amplifier
dengan kabel audio speaker
22
4) Menghubungkan Monitor ke Power Amplifier
dengan kabel audio speaker
5) Menghubungkan Subwoofer ke Power Amplifier
dengan kabel audio speaker
23
6) Menghubungkan output Speaker, Monitor dan
Subwoofer dari Power Amplifier ke DSP
7) Menghubungkan output yang diberikan oleh
Mixer ke DSP
24
8) Menghubungkan Microphone sebagai inputan ke
Mixer
9) Menghidupkan master pada Mixer
25
10) Mengatur besar volume suara pada fader Mixer
3. Link Video Tutorial
https://youtu.be/TVNRBa4fmJk
26
PENUTUP
Dengan adanya buku panduan Pemasangan dan
Instalasi Peralatan Tata Suara, diharapkan para
personel dapat lebih paham mengenai pemasangan dan
instalasi Peralatan Tata Suara sehingga dapat
mempermudah pekerjaan di lingkungan unit kerja
khususnya Denkomyanlap Satkomlek TNI. Akhir kata
untuk penyempurnaan buku ini, maka kritik dan saran
dari pembaca sangatlah berguna untuk penulis
kedepannya
27
28
E – BOOK PANDUAN INSTALASI PERALATAN TATA SUARA
FRANS YESEKEL P. TANJUNG - 199807042020121003