The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by efendyyunanto1980, 2021-07-27 23:56:36

BAHAN AJAR UANG

BAHAN AJAR UANG

1

BAHAN AJAR ALAT PEMBAYARAN

Alat Pembayaran

Kompetensi Dasar

3.6 Mendeskripsikan bank sentral, sistem pembayaran, dan alat pembayaran dalam
perekonomian Indonesia

Tujuan

1. Mengidentifikasi sejarah terjadinya uang dan pengertian uang
2. Mengidentifikasi syarat-syarat suatu benda dapat dijadikan uang.
3. Mendiskripsikan fungsi uang (fungsi asli dan fungsi turunan)
4. Mengidentifikasi jenis-jenis uang (uang kartal dan uang giral )
5. Mendiskripsikan nilai mata uang (nilai intrinsik, nilai nominal, nilai internal dan nilai

eksternal )
6. Mendiskripsikan kondisi keuangan pasca pengakuan kedaulatan dari uang Belanda ke

uang Indonesia
7. Membedakan kondisi keuangan negara maju dengan negara berkembang
8. Memberi contoh mata uang kuat dari negara-negara maju
9. Mengidentifikasi prilaku masyarakat terhadap perubahan jenis-jenis uang

Peta Konsep

SEJARAH UANG

UANG DAN JENIS UANG
PERILAKU MANUSIA
UANG FUNGSI UANG
MATA UANG NEGARA
MAJU NILAI MATA UANG

KEUANGAN NEGARA MAJU UANG PASCA PENGAKUAN
DAN BERKEMBANG KEDAULATAN

2

Prawacana

Gambar 1. Anak dan Uang
Amati gambar di atas! Apa yang kamu pikirkan?,
Benarkah uang akan bikin semua orang senang? Bagaimana cara mendapatkan
uang? Setelah kalian dapat menjawab cara mendapatkan uang, pertanyaan selanjutnya,
untuk apa uang dipergunakan?
Setelah kalian renungkan,coba nyanyikan lagu tentang uang!!! berikut!
Tak pandang di mana saja,
di seluruh dunia ini...uh
Tak habis orang bicara,
tak henti orang berdiskusi
uh...uh...
Tiada bukan, tiada lain
mereka mencari cara tepat
untuk mendapatkan uang
oh...uang...
oh...lagi-lagi uang
Memang uang bisa bikin
orang senang bukan kepalang uh...
Namun uang bisa juga
bikin orang mabuk kepayang uh...
Lupa sahabat, lupa kerabat
lupa saudara,
mungkin juga lupa ingatan
oh...uang...
oh...lagi-lagi uang
Uang bisa bikin orang
senang tiada kepalang
Uang bikin mabuk kepayang uh..

3

Untuk mengetahui tentang uang, marilah kita ikuti uraian berikut!

Telaah Uang

A. Sejarah Uang

Uang yang kita kenal sekarang ini telah mengalami proses perkembangan yang

panjang. Pada mulanya, masyarakat belum mengenal pertukaran karena setiap orang

berusaha memenuhi kebutuhannnya dengan usaha

sendiri. Manusia berburu jika ia lapar, membuat

pakaian sendiri dari bahan-bahan yang sederhana,

RENUNGKAN mencari buah-buahan untuk konsumsi sendiri;
singkatnya, apa yang diperolehnya itulah yang

dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhannya.

Sebelum kalian mempelajari Perkembangan selanjutnya menghadapkan

materi ini, coba pikirkan manusia pada kenyataan bahwa apa yang

seandainya pada saat ini diproduksi sendiri ternyata tidak cukup untuk

belum ada uang bagaimana memenuhui seluruh kebutuhannya. Untuk

cara orang melakukan jual memperoleh barang-barang yang tidak dapat

beli barang? dihasilkan sendiri, mereka mencari orang yang mau

menukarkan barang yang dimiliki dengan barang

lain yang dibutuhkan olehnya. Akibatnya
muncullah sistem barter’, yaitu barang yang ditukar dengan barang.

Namun pada akhirnya, banyak kesulitan-kesulitan yang dirasakan dengan sistem ini.

Di antaranya adalah kesulitan untuk menemukan orang yang mempunyai barang yang

diinginkan dan juga mau menukarkan barang yang dimilikinya serta kesulitan untuk

memperoleh barang yang dapat dipertukarkan satu sama lainnya dengan nilai pertukaran

yang seimbang atau hampir sama nilainya. Untuk mengatasinya, mulailah timbul pikiran-

pikiran untuk menggunakan benda-benda tertentu untuk digunakan sebagai alat tukar.

Benda-benda yang ditetapkan sebagai alat pertukaran itu adalah benda-benda yang

diterima oleh umum (generally accepted), benda-benda yang dipilih bernilai tinggi (sukar

diperoleh atau memiliki nilai magis dan mistik), atau benda-benda yang merupakan

kebutuhan primer sehari-hari; misalnya garam yang oleh orang Romawi digunakan sebagai

alat tukar maupun sebagai alat pembayaran upah. Pengaruh orang Romawi tersebut masih

terlihat sampai sekarang; orang Inggris menyebut upah sebagai salary yang berasal dari

bahasa Latin salarium yang berarti garam. Barang-barang yang dianggap indah dan

bernilai, seperti kerang ini, pernah dijadikan sebagai alat tukar sebelum manusia

menemukan uang logam.

Meskipun alat tukar sudah ada, kesulitan dalam pertukaran tetap ada. Kesulitan-

kesulitan itu antara lain karena benda-benda yang dijadikan alat tukar belum mempunyai

pecahan sehingga penentuan nilai uang, penyimpanan (storage), dan pengangkutan

(transportation) menjadi sulit dilakukan serta timbul pula kesulitan akibat kurangnya daya

tahan benda-benda tersebut sehingga mudah hancur atau tidak tahan lama.

Kemudian muncul apa yang dinamakan dengan uang logam. Logam dipilih sebagai alat

tukar karena memiliki nilai yang tinggi sehingga digemari umum, tahan lama dan tidak

mudah rusak, mudah dipecah tanpa mengurangi nilai, dan mudah dipindah-pindahkan.

Logam yang dijadikan alat tukar karena memenuhi syarat-syarat tersebut adalah emas dan

4

perak. Uang logam emas dan perak juga disebut sebagai uang penuh (full bodied money).
Artinya, nilai intrinsik (nilai bahan) uang sama dengan nilai nominalnya (nilai yang
tercantum pada mata uang tersebut). Pada saat itu, setiap orang berhak menempa uang,
melebur, menjual atau memakainya, dan mempunyai hak tidak terbatas dalam menyimpan
uang logam.

Sejalan dengan perkembangan perekonomian, timbul kesulitan ketika
perkembangan tukar-menukar yang harus dilayani dengan uang logam bertambah
sementara jumlah logam mulia (emas dan perak) sangat terbatas.[ Penggunaan uang logam
juga sulit dilakukan untuk transaksi dalam jumlah besar sehingga diciptakanlah uang kertas

Mula-mula uang kertas yang beredar merupakan bukti-bukti pemilikan emas dan
perak sebagai alat/perantara untuk melakukan transaksi. Dengan kata lain, uang kertas
yang beredar pada saat itu merupakan uang yang dijamin 100% dengan emas atau perak
yang disimpan di pandai emas atau perak dan sewaktu-waktu dapat ditukarkan penuh
dengan jaminannya. Pada perkembangan selanjutnya, masyarakat tidak lagi menggunakan
emas (secara langsung) sebagai alat pertukaran. Sebagai gantinya, mereka menjadikan
‘kertas-bukti’ tersebut sebagai alat tukar.

-
Gambar 2. Uang kertas jaman Belanda dan Jepang

Mata uang pertama yang dimiliki Republik Indonesia setelah merdeka adalah
Oeang Republik Indonesia atau ORI. Pemerintah memandang perlu untuk mengeluarkan
uang sendiri yang tidak hanya berfungsi sebagai alat pembayaran yang sah tapi juga
sebagai lambang utama negara merdeka.

Resmi beredar pada 30 Oktober 1946, ORI tampil dalam bentuk uang kertas
bernominal satu sen dengan gambar muka keris terhunus dan gambar belakang teks undang
undang ORI ditandatangani Menteri Keuangan saat itu A.A. Maramis. Pada hari itu juga
dinyatakan bahwa uang Jepang dan uang Javache Bank tidak berlaku lagi. ORI pertama
dicetak oleh Percetakan Canisius dengan desain sederhana dengan dua warna dan
memakai pengaman serat halus.

Presiden Soekarno menjadi tokoh yang paling sering tampil dalam desain uang
kertas ORI dan uang kertas Seri ORI II yang terbit di Jogjakarata pada 1 Januari 1947,
Seri ORI III di Jogjakarta pada 26 Juli 1947, Seri ORI Baru di Jogjakarta pada 17 Agustus
1949, dan Seri 17 Agustus 1949, dan Seri Republik Indonesia Serikat (RIS) di Jakarta pada
1 Januari 1950.

5

Meski masa peredaran ORI cukup singkat, namun ORI telah diterima di seluruh
wilayah Republik Indonesia dan ikut menggelorakan semangat perlawanan terhadap
penjajah. Pada Mei 1946, saat suasana di Jakarta genting, maka Pemerintah RI
memutuskan untuk melanjutkan pencetakan ORI di daerah pedalaman, seperti di
Jogjakarta, Surakarta dan Malang. (Sumber: Wikipedia).

Gambar 3. Uang kertas ORI (Oeang Republik Indonesia)

Gambar 4. Uang kertas Republik Indonesia 1951
--
6

-
Gambar 5. Uang Kertas Bank Indonesia

B. Jenis Jenis Uang
Jenis uang yang diterbitkan berdasarkan lembaga yang mengeluarkan terdiri atas

uang kartal dan uang giral.
1. Uang Kartal

Uang kartal terdiri dari uang kertas dan uang logam. Uang kartal adalah alat bayar
yang sah dan wajib diterima oleh masyarakat dalam melakukan transaksi jual beli sehari-
hari.

Menurut Undang-undang Bank Sentral No. 13 tahun 1968 pasal 26 ayat 1, Bank
Indonesia mempunyai hak tunggal untuk mengeluarkan uang logam dan kertas. Hak
tunggal untuk mengeluarkan uang yang dimiliki Bank Indonesia tersebut disebut hak
oktroi.

Menurut Undang-Undang Pokok Bank Indonesia No. 11/1953, terdapat dua jenis
uang kartal, yaitu uang negara dan uang bank.

a. Uang negara adalah uang yang dikeluarkan oleh pemerintah, terbuat dari kertas
yang memiliki ciri-ciri :
• Dikeluarkan oleh pemerintah
• Dijamin dengan undang-undang
• Bertuliskan nama negara yang mengeluarkannya
• Ditanda tangani oleh mentri keuangan
Namun, sejak berlakunya Undang-undang No. 13/1968, uang negara dihentikan
peredarannya dan diganti dengan Uang Bank.

b. Uang Bank adalah uang yang dikeluarkan oleh Bank Sentral berupa uang logam
dan uang kertas, Ciri-cirinya sebagai berikut.
• Dikeluarkan oleh Bank Sentral
• Dijamin dengan emas atau valuta asing yang disimpan di bank sentral
• Bertuliskan nama bank sentral negara yang bersangkutan (di Indonesia : Bank
Indonesia)
• Ditandatangani oleh gubernur bank sentral.

Jenis Uang Kartal Menurut Bahan Pembuatnya:

7

a. Uang logam

Gambar 6. Uang kertas dan logam

Uang logam biasanya terbuat dari emas atau perak karena emas dan perak
memenuhi syarat-syarat uang yang efesien. Karena harga emas dan perak yang cenderung
tinggi dan stabil, emas dan perak mudah dikenali dan diterima orang. Di samping itu, emas
dan perak tidak mudah musnah. Emas dan perak juga mudah dibagi-bagi menjadi unit yang
lebih kecil. Di zaman sekarang, uang logam tidak dinilai dari berat emasnya, namun
dari nilai nominalnya. Nilai nominal itu merupakan pernyataan bahwa sejumlah emas
dengan berat tertentu terkandung di dalamnya.

Uang logam memiliki tiga macam nilai.
1) Nilai Intrinsik yaitu nilai bahan untuk membuat mata uang, misalnya berapa nilai

emas dan perak yang digunakan untuk mata uang. Menurut sejarah, uang emas dan
perak pernah dipakai sebagai uang. Ada beberapa alasan mengapa emas dan perak
dijadikan sebagai bahan uang antara lain :
• Tahan lama dan tidak mudah rusak (Durability)
• Digemari oleh umum atau sebagian besar masyarakat (Acceptability)
• Nilainya tinggi dan jumlahnya terbatas (Scarcity)
• Nilainya tetap sekalipun dipecah menjadi bagian-bagian kecil (Divisibility)

Sekalipun emas dan perak sudah memenuhi syarat-syarat uang, namun pada saat
ini, emas dan perak tidak dipakai lagi sebagai bahan uang karena beberapa alasan, yaitu
• Jumlahnya sangat langka sehingga sulit didapatkan dalam jumlah besar.
• Kadar emas disetiap daerah berbeda-beda menyebabkan persediaan emas tidak

sama
• Nilainya tidak dapat diukur dengan tepat
• Uang emas semakin hilang dari peredaran, biasanya karena banyak yang dilebur

atau dijadikan perhiasan.
2) Nilai Nominal, yaitu nilai yang tercantum pada mata uang atau cap harga yang tertera

pada mata uang. Misalnya seratus rupiah (Rp. 100,00), atau lima ratus rupiah (Rp.
500,00).
3) Nilai Tukar, nilai tukar adalah kemampuan uang untuk dapat ditukarkan dengan suatu
barang (daya beli uang). Misalnya uang Rp. 500,00 hanya dapat ditukarkan dengan
sebuah permen, sedangkan Rp. 10.000,00 dapat ditukarkan dengan semangkuk bakso).

a. Uang kertas
Uang kertas adalah uang yang terbuat dari kertas dengan gambar dan cap tertentu

dan merupakan alat pembayaran yang sah. Menurut penjelasan UU No. 23 tahun 1999

8

tentang Bank Indonesia, yang dimaksud dengan uang kertas adalah uang dalam bentuk
lembaran yang terbuat dari bahan kertas atau bahan lainnya (yang menyerupai kertas).

Gambar 7. Menghitung uang

Uang kertas mempunyai nilai karena nominalnya. Oleh karena itu, uang kertas
hanya memiliki dua macam nilai, yaitu nilai nominal dan nilai tukar. Ada 2(dua) macam
uang kertas :

• Uang Kertas Negara (sudah tidak diedarkan lagi), yaitu uang kertas yang
dikeluarkan oleh pemerintah dan alat pembayaran yang sah dengan jumlah yang
terbatas dan ditandatangani mentri keuangan.

• Uang Kertas Bank, yaitu uang yang dikeluarkan oleh bank sentral,
Beberapa keuntungan penggunaan alat tukar (uang) dari kertas di antaranya :

• Penghematan terhadap pemakaian logam mulia
• Ongkos pembuatan relatif murah dibandingkan dengan ongkos pembuatan uang

logam.
• Peredaran uang kertas bersifat elastis (karena mudah dicetak dan diperbanyak)

sehingga mudah diseusaikan dengan kebutuhan akan uang
• Mempermudah pengiriman dalam jumlah besar

2. Uang Giral
Uang giral tercipta akibat semakin mendesaknya kebutuhan masyarakat akan

adanya sebuah alat tukar yang lebih mudah, praktis dan aman. Di Indonesia, bank yang
berhak menciptakan uang giral adalah bank umum selain Bank Indonesia. Menurut UU
No. 7 tentang Perbankan tahun 1992, definisi uang giral adalah tagihan yang ada di bank
umum, yang dapat digunakan sewaktu-waktu sebagai alat pembayaran. Bentuk uang giral
dapat berupa cek, giro, atau telegrafic transfer.
a) Giro bilyet adalah simpanan yang penarikannya dapat dilakukan setiap saat dengan
menggunakan cek, bilyet giro, atau sarana perintah pembayaran lainnya dengan cara
transfer uang. Giro sangat bermanfaat bagi pengusaha, karena dengan giro berbagai
pembayaran untuk berbagai transaksi dalam jumlah besar tidak perlu dilakukan dengan
tunai. Cukup dengan menggunakan selembar kertas cek (untuk pembayaran tunai) atau
bilyet giro (untuk pembayaran nontunai).
b) Cek adalah surat perintah dari seseorang yang mempunyai rekening di bank agar bank
membayar sejumlah uang kepada orang yang namanya disebutkan dalam cek tersebut atau
orang yang membawa cek. Orang yang mempunyai rekening di bank dan mendapat buku
cek dari bank disebut client (nasabah).

9

c) Telegraphic transfer, pembayaran menggunakan telegraphic transfer dilakukan dengan
memindahkan sebagian atau seluruh rekening di bank kepada seseorang yang ditunjuk
yang bertempat di daerah lain.

Gambar 8 Cek adalah salah satu bentuk uang giral.

Uang giral bukan merupakan alat pembayaran yang sah. Artinya, masyarakat boleh
menolak dibayar dengan uang giral.

Terjadinya uang giral
Uang giral dapat terjadi dengan cara berikut.

• Penyetoran uang tunai kepada bank dan dicatat dalam rekening koran atas nama
penyetor, penyetor menerima buku cek dan buku biro gilyet. Uang tersebut
sewaktu-waktu dapat diambil atau penyetor menerima pembayaran utang dari
debitur melalui bank. Penerimaan piutang itu oleh bank dibukukan dalam rekening
koran orang yang bersangkutan. Cara di atas disebut primary deposit.

• Karena transaksi surat berharga. Uang giral dapat diciptakan dengan cara menjual
surat berharga ke bank, lalu bank membukukan hasil penjualan surat berharga
tersebut sebagai deposit dari yang menjual. Cara ini disebut derivative deposit

• Mendapat kredit dari bank yang dicatat dalam rekening koran dan dapat diambil
sewaktu-waktu. Cara ini disebut dengan loan deposit.

Keuntungan menggunakan uang giral
Keuntungan menggunakan uang giral sebagai berikut.

• Memudahkan pembayaran karena tidak perlu menghitung uang
• Alat pembayaran yang dapat diterima untuk jumlah yang tidak terbatas, nilainya

sesuai dengan yang dibutuhkan (yang ditulis oleh pemilik cek/bilyet giro)
• Lebih aman karena risiko uang hilang lebih kecil dan bila hilang bisa segera

dilapokan ke bank yang mengeluarkan cek/bilyet giro dengan cara pemblokiran.
Uang Kuasi
Uang kuasi adalah surat-surat berharga yang dapat dijadikan sebagai alat pembayaran.
Biasanya uang kuasi ini terdiri atas deposito berjangka dan tabungan serta rekening valuta
asing milik swasta domestik.

C. Fungsi Uang

Kegunaan uang tercermin dalam fungsi-fungsi uang. Fungsi uang dibagi atas
Fungsi Asli dan Fungsi Turunan.
1a.)Fungsi Asli
Fungsi asli disebut juga fungsi primer dari uang. Fungsi asli ini terdiri atas:
a. Sebagai alat tukar (medium of exchange)

Uang dapat digunakan sebagai alat untuk mempermudah pertukaran. Agar uang
dapat berfungsi dengan baik diperlukan kepercayaan masyarakat. Masyarakat harus
bersedia dan rela menerimanya.

10

b. Alat kesatuan hitung (a unit of account) Untuk menentukan harga sejenis barang
diperlukan satuan hitung, juga dengan adanya satuan hitung, kita dapat mengadakan
perbandingan harga satu barang dengan barang lain.

2b. )Fungsi Turunan
Fungsi turunan sebagai akibat dari Fungsi asli, dengan adanya fungsi asli uang muncul
fungsi lain yang tidak kalah pentingnya, fungsi tersebut terdiri atas:
a. Sebagai alat pembayaran yang sah

Tidak semua orang dapat menciptakan uang terutama uang kartal, karena uang
hanya dikeluarkan oleh lembaga tertentu. Di Indonesia, uang dikeluarkan oleh Bank
Indonesia selaku Bank Sentral.
b. Alat penyimpan kekayaan dan pemindah kekayaan.
Dengan uang, kekayaan berupa tanah, gedung, dapat dipindah pemilikannya dengan
menggunakan uang.
c. Alat pendorong kegiatan ekonomi.
Apabila nilai uang stabil, orang senang menggunakan uang itu dalam kegiatan
ekonomi, selanjutnya apabila kegiatan ekonomi meningkat, uang dalam peredaran
harus ditambah sesuai dengan kebutuhan.
d. Standar pencicilan utang.
Uang dapat berfungsi sebagai standar untuk melakukan pembayaran di kemudian
hari, pembayaran berjangka panjang atau pencicilan utang.

Studi Kasus (rencana kebijakan redenominasi dan sanering)

Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution mengingatkan redenominasi
berbeda dengan sanering.

Kamis, 5 Agustus 2010, 07:42 WIB Heri Susanto
Darmin Nasution (www.daylife.com)
VIVAnews - Wacana penyederhanaan nilai nominal uang atau
redenominasi yang dilemparkan oleh Bank Indonesia telah menimbulkan
kepanikan. Bahkan, banyak kalangan khawatir bahwa nilai uang mereka
akan turun, bahkan menjadi tidak bernilai.
Sebagian pihak teringat kembali pada masa lampau,
saat Presiden Soekarno memerintah yang melakukan kebijakan
pemotongan nilai uang atau sanering pada 1959. Kebijakan itu telah
menimbulkan kekacauan karena uang yang dimiliki masyarakat menjadi
tidak bernilai seperti semula.

Namun, Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution mengingatkan redenominasi berbeda dengan
sanering. "Redenominasi bukan pemotongan uang. Ini hal yang berbeda," katanya baru-baru ini.

Sebagai warga negara yang peduli kondisi ekonomi :
• Apa yang anda ketahui tentang redenominasi !
• Apa yang anda ketahui tentang Sanering?
• Apa yang akan terjadi jika kebijakan redenominasi dan sanering itu dilakukan?

D. Mata Uang Negara maju
Ciri utama yang istimewa dari sebuah transaksi mata uang asing adalah

penyelesaiannya dipengaruhi dalam suatu mata uang asing. Jadi, transaksi dalam mata
uang asing terjadi pada saat suatu perusahaan membeli atau menjual barang dengan
pembayaran yang dilakukan dalam suatu mata uang asing atau ketika perusahaan

11

meminjam atau meminjamkan dalam mata uang asing. Suatu transaksi mata uang asing
dapat berdenominasi dalam suatu mata uang, tetapi diukur dalam mata uang yang lain.

Setiap negara mempunyai mata uang yang berbeda-beda. Mata uang yang
dapat digunakan sebagai alat pembayaran di negara lain dinamakan valuta asing.

Misalnya Pak Andre ingin mengimpor alat-alat elektronik dari Singapura. Untuk membayar
barang-barang yang diimpornya, Pak Andre harus menukarkan mata uang rupiahnya menjadi

mata uang Singapura. Mata uang Singapura ini disebut valuta asing. Ada 5 jenis mata uang
asing negara industri maju yang diperdagangkan antrara lain Pound Sterling (GBP), Euro
(EUR), Swiss Franc (CHF), Yen Jepang (JPY), Australian Dollars (AUD). (EUR/USD,
GBP/USD, USD/JPY, USD/CHF, AUD/USD).

Apabila sesuatu barang ditukar dengan barang lain, tentu d i dalamnya terdapat
perbandingan nilai tukar antara keduanya. Nilai tukar itu sebenarnya merupakan harga di dalam
pertukaran tersebut. Demikian pula pertukaran antara dua mata uang yang berbeda, terdapat
perbandingan nilai/harga antara kedua mata uang tersebut. Perbandingan nilai inilah yang sering
disebut kurs (exchange rate). Misalnya US$1 sama dengan Rp9.200,00, berarti untuk
mendapatkan satu dollar Amerika Serikat dibutuhkan Rp. 9.200,00. Kurs valuta asing seringkali
mengalami perubahan, kadang menguat, namun terkadang juga melemah. Perubahan ini
disebabkan karena permintaan dan penawaran mata uang asing. Sebagai contoh, pada tanggal 31
Maret 2008 nilai rupiah terhadap dollar Amerika Serikat sebesar Rp9.200,00 (US$1 =
Rp9.200,00). Pada tanggal 1 April 2008, besarnya nilai rupiah terhadap dollar Amerika Serikat
Rp9.203,00 (US$1 = Rp9.203,00). Berubahnya kurs rupiah terhadap dollar Amerika Serikat
menunjukkan bahwa harga dollar Amerika Serikat semakin tinggi sehingga dapat disebut dollar
Amerika Serikat menguat. Bagaimana dengan kurs rupiah terhadap dollar? Kuatnya nilai dollar
terhadap rupiah menyebabkan nilai rupiah menurun. Mata uang asing dapat diperjualbelikan.
Tempat untuk jual beli valuta asing di bank devisa atau money changer. Penghitungan dalam
jual beli valuta asing didasarkan pada kurs jual dan kurs beli. Kurs jual adalah kurs yang
diberlakukan oleh bank apabila bank menjual mata uang asing. Adapun kurs beli adalah kurs
yang diberlakukan oleh bank apabila membeli mata uang asing. Perhatikan contoh berikut ini.

12

Apabila kita perhatikan di tempat-tempat penukaran valuta asing, harga kurs jual akan
lebih tinggi dibandingkan kurs belinya. Mengapa demikian? Karena mereka ingin mendapatkan
keuntungan. Keuntungan jual beli valuta asing dapat diperoleh dari selisih kurs jual dengan kurs
beli

E. Keuangan Negara Maju dengan Negara Berkembang

Negara maju dan negara berkembang. Keduanya memiliki perbedaan. Disini saya
akan membahas tentang perbedaan antara negara maju dan negara berkembang.
1. Negara Maju

Yang pertama adalah negara maju. Apa sih negara maju itu? Negara maju adalah
negara yang rakyatnya memiliki kualitas hidup yang tinggi. Yang dimaksud dengan
kualitas hidup tinggi disini adalah mereka – mereka yang hidup sudah serba berkecukupan.
Para penduduknya sudah mempunyai pekerjaan yang layak dan gaji yang lumayan besar
untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka dan keluarga. Selain itu juga pendidikan
dinegara maju, penduduknya lebih pintar dibanding yang lain. Karna dituntut untuk
memiliki pekerjaan, maka pendidikan dan gelar pendidikan juga sangat penting.

Sedangkan negara berkembang rakyatnya memiliki tingkat kesejahteraan atau
kualitas hidup bertaraf sedang atau masih dalam tahap perkembangan menjadi kualitas
yang lebih baik. Jadi para penduduknya masih berusaha untuk menjadikan dirinya dan juga
bangsanya untuk maju ketahap selanjutnya menjadi negara maju. Tidak banyak yang dapat
digambarkan dari negara berkembang. Hanya saja banyak yang dilakukan oleh negara
berkembang.

Perbedaan negara maju dan negara berkembang dapat dilihat dari: pendapatan
perkapita negara tersebut. Apakah pendapatan yang dikeluarkan lebih besar atau lebih kecil
dari yang diterima oleh negara tersebut. Jumlah penduduk miskin yang ada di negara
tersebut. Karna kebanyakan penduduk miskin hanya menyusahkan negara tersebut. Sebab
pemerintah akan menggunakan uang negara untuk membantu penduduk miskin tersebut.
Jadi untuk mengurangi penduduk miskin, pemerintah harus berkorban pendapatan tersebut.
Tetapi yang lebih menyusahkan lagi adalah tingkat pengangguran di negara tersebut. Jadi
pemerintah juga harus menyediakan lapangan pekerjaan. Tetapi juga percuma bila
pengangguran tidak memiliki pendidikan yang tinggi.

Karena lapangan pekerjaan juga membutuhkan sumber daya manusia yang mampu
bersaing. Selanjutnya yang membuat jumlah penduduk naik dan turun adalah angka
kematian bayi dan ibu melahirkan. Setiap menitnya ada bayi yang lahir dan juga
meninggal. Lalu ada juga angka huruf melek. Yang dimaksud angka huruf melek adalah
mereka yang buta huruf alias bisa baca atau tidak. Hal – hal tersebut sangat berpengaruh
bagi negara untuk menentukan apakah bisa di kategorikan sebagai negara maju atau negara
berkembang.

Berikut adalah Ciri - ciri negara maju berdasarkan data diatas. Kalau negara maju
pendapatan perkapitanya tinggi. Bisa melebihi pengeluaran pertahun. Pendidikan dan
keterampilan tinggi atau cukup berpotensi besar. Jadi setiap orang sudah memiliki gelar.
Dan tidak bergantung pada orang lain. Maksudnya negara ini tidak membutuhkan support
atau kerjasama dari negara lain. Entah dalam hal perekonomian ataupun militer. Karna
negara ini sudah mencukupi semua kebutuhan. Bahkan mungkin negara ini yang dimintai
bantuan.

Ciri - Ciri negara berkembang bisa dibilang kebalikan dari negara maju tapi tidak
begitu buruk. Pendapatan perkapita relatif rendah. Setidaknya seimbang antara pendapatan
dan pengeluaran. Pendidikan dan keterampilan rata – rata rendah. Mungkin yang menjadi
masalah adalah ketidak mampuan penduduknya untuk mengenyam bangku sekolah.

13

Kemudian sangat tergantung pada alam. Jika sumber daya alam habis. Maka mereka akan
meminta SDA dari negara lain dengan melakukan perdagangan memalui laut.
Itulah yang dapat saya jelaskan tentang negara maju dan berkembang. Mungkin ada yang
kurang bisa ditambahkan.

Meskipun setiap negara sedang berkembang memiliki perbedaan antar negara dan
klasifikasinya, namun sebagian besar memiliki tujuan yang sama. Tujuan mereka
diantaranya adalah :

• Memerangi Kemiskinan
• Mengurangi Ketidak merataan
• Mengurangi Pengangguran
• Memenuhi Standar minimum pendidikan, kesehatan, perumahan dan makanan bagi

masyarakat
• Memperluas kesempatan di bidang ekonomi dan sosial serta menempa persatuan

bangsa
Selain tersebut di atas terdapat pula kesamaan masalah yang dihadapi tetapi dengan kadar
yang berbeda-beda yaitu :

1. Kemiskinan yang kronis dan meluas
2. Tingkat pengangguran yang tinggi dan cenderung meningkat terus
3. ketidakmerataan distribusi pendapatan yang semakin melebar
4. Rendahnya tingkat produktivitas di sektor pertanian
5. Kesempatan ekonomi antara desa dan kota
6. Kurangnya pelayanan kesehatan dan pendidikan
7. Memburuknya neraca pembayaran dan hutang luar negeri
8. meningkatnya ketergantungan teknologi terhadap luar negeri
9. Lemahnya kelembagaan dan sistem penilaian

2. Negara Berkembang
Terdapat tujuh komponen utama yang menbedakan suatu negara berkembang dengan

Negara maju :
1. Ukuran Negara (Geografis, Penduduk dan pendapatan)
2. Evolusi Sejarah
3. Sumberdaya manusia dan fisik
4. Kepentingan relatif sektor pemerintahan dan swasta
5. Sifat struktur industri
6. Tingkat ketergantungan terhadap ekonomi luar negeri dan kekuasaan politik
7. Pembagian kekuasaan, kelembagaan dan politik luar negeri

Luasnya suatu negara, penduduk serta tingkat pendapatanperkapita merupakan
determinan potensi ekonomi yang penting dan faktor yang membedakan antar negara
sedang berkembang. Diantara 143 negara berkembang anggota PBB, 104 negara
diantaranya berpenduduk kurang dari 15 juta jiwa dan 75 negara berpenduduk kurang dari
5 juta jiwa. Negara besar yang padat penduduknya hidup berdampingan dengan negara
kecil yang berpenduduk sedikit, negara dengan wilayah yang luas biasanya memiliki
keuntungan dari tersedianya macam-macam sumber daya, potensi pasar yang luas dan
kurang bergantung kepada produk dan bahan baku dari luar, tetapi meski demikian timbul
permasalahan dari pengawasan administratif kesatuan nasional dan ketidak sinambungan
regional dimana ketidakmerataan pendapatan nasional menjadi persoalan. Sehingga tidak
menjamin bahwa negara dengan luas wilayah yang besar akan menciptakan pendapatan
yang besar bagi masyarakatnya misalnya saja India dengan penduduk sekira 140 juta jiwa

14

ternyata tingkat pendapatan perkapita pertahun sebesar $265 US, sedangkan Singapura
dengan penduduk sekira 2,6 juta jiwa berpendapatan perkapita pertahun mencapai
$5.900US (data tahun 1993)

F. Uang dan Perilaku manusia
Banyak hal yang terjadi seputar uang di sekitar kehidupan manusia dan sangat

menarik untuk dibicarakan. Dari mulai faktor kemiskinan yang selalu ada di setiap negara
yang ada di dunia ini, sampai kepada seorang pemimpin yang memanfaatkan jabatan
mereka untuk mendapatkan uang dengan cara KORUPSI. Tidak selalu orang miskin yang
punya masalah dengan uang tetapi orang kaya pun memiliki permasalahan yang unik
dengan hal tersebut. Jadi pemahaman dari pernyataan di atas tidak bisa dijelaskan oleh satu
faktor penyebab saja dari kehidupan manusia.

Pada saat manusia belum mengenal uang di peradabannya, permasalahan yang paling
umum sering terjadi adalah di faktor kekuasaan dan wanita. Banyak terjadi peperangan
antar suku dan bangsa yang didominasi dari kedua faktor tersebut. Tapi bagaimana dengan
kondisi yang ada saat ini dimana kedua faktor tersebut di atas dapat dikendalikan oleh
uang.

Akibat dari uang tersebut terjadi beberapa hal dalam pola kehidupan manusia seperti
peperangan, kemiskinan, perceraian, pengangguran, pembunuhan, korupsi, dan beberapa
akibat lainnya yang sangat mempengaruhi pola kehidupan dan perilaku manusia.
Uang adalah hasil dari sebuah proses yang dilakukan oleh semua umat manusia untuk
dapat menjalani kehidupannya. Jikalau dalam menjalani kehidupannya di dunia ini mereka
tidak memiliki uang, maka sebagian besar mereka merasa hidup ini sulit untuk dijalankan.

Akibat dari kondisi yang berbeda-beda yang dialami oleh setiap manusia dalam
menjalankan kehidupannya, maka perilaku dan pola kehidupan yang dilakukannya pun
berbeda-beda. Pola yang mereka jalani dalam kehidupan adalah berhubungan dengan pola
yang mereka hadapi dan jalani di masa lalu mereka. Jika mereka tidak memahami atau
mengetahui bagaimana pola tersebut harus mereka ubah, maka mereka tidak akan
mengambil tindakan yang berbeda sehingga dipastikan hasilnya akan sama di dalam
kehidupan di masa mendatang.

Unjuk Kerja

Diskusikan dengan teman semejamu, bagaimana
perkembangan kehidupan ekonomi di lingkungan
sekitarmu saat ini! Masihkah ada perbedaan
kesejahteraan antara mereka ?

15

Refleksi

Orang kaya mampu menunda menikmati apa yang
mereka peroleh untuk mendapatkan yang lebih besar.
Kita sering mendengar bagaimana perjuangan orang
non pribumi sehingga mereka mampu menguasai
perekonomian kita. Ketika mereka masih dibawah
mereka cukup makan bubur seadanya walaupun
sebenarnya mereka mampu untuk makan yang lebih
mewah. Mereka juga rela hidup dirumah yang sempit,
meskipun mereka mampu tinggal dirumah yang lebih
besar. Ini semua mereka lakukan karena mereka
ingin membangun atau mengembangkan pendapatan
yang lebih besar lagi. Mereka ingin menjadi kaya
bukan kelihatan kaya.Nanti pada saatnya, baru
mereka menikmati apa yang diusahakan selama ini.
Kebiasaan ini berbeda dengan orang pribumi yang
kebanyakan miskin. Orang pribumi jika memperoleh
penghasilan, bingung ingin segera embelanjakannya.
Membeli baju baru, membeli TV yang lebih besar,
membeli kendaraan dan lain sebagainya yang
sifatnya konsumtif.
Ini semua mereka lakukan karena mereka ingin
segera menikmati apa yang diusahakannya. Atau
mereka ingin segera dipandang sebagai orang yang
berhasil atau kaya. Namun pada akhirnya kehidupan
mereka bukannya terus membaik tetapi sebaliknya
justru malah menurun atau mandek. Karena mereka
tidak berusaha membangun atau mengembangkan
pendapatan dari hasil yang mereka peroleh. Tetapi
hasil yang diperoleh habis untuk belanja barang
konsumtif untuk memenuhi keiinginannya biar
kelihatan kaya.

16

Simpul Uang

Pada mulanya, masyarakat belum mengenal pertukaran karena setiap orang
berusaha memenuhi kebutuhannnya dengan usaha sendiri. Kemudian dihadapkan pada
kenyataan tidak semua kebutuhan dapat dihasilkan akhirnya munculah tukar menukar
barang ( barter). Kemudian mulailah timbul pikiran-pikiran untuk menggunakan
benda-benda tertentu untuk digunakan sebagai alat tukar.

Sejalan dengan perkembangan perekonomian, timbul kesulitan ketika
perkembangan tukar-menukar yang harus dilayani dengan uang logam bertambah
sementara jumlah logam mulia (emas dan perak) sangat terbatas.

Penggunaan uang logam juga sulit dilakukan untuk transaksi dalam jumlah
besar sehingga diciptakanlah uang kertas. Mata uang pertama yang dimiliki Republik
Indonesia setelah merdeka adalah Oeang Republik Indonesia atau ORI kemudian
menjadi uang Republik Indonesia.
A. Jenis Jenis Uang

1. Uang Kartal, yang menurut bahannya terdiri dari uang kertas dan uang logam
2. Uang Giral
B. Fungsi uang
1. Fungsi asli ( sebagai alat tukar dan alat kesatuan hitung )
2. Fungsi turunan ( alat pembayara, alatpenyimpan kekayaan, alat pendorong

kegiatan, alat pencicil utang
Ada 5 jenis mata uang asing negara industri maju yang diperdagangkan antrara lain
Pound Sterling (GBP), Euro (EUR), Swiss Franc (CHF), Yen Jepang (JPY),
Australian Dollars (AUD). (EUR/USD, GBP/USD, USD/JPY, USD/CHF,
AUD/USD).

Negara maju adalah negara yang rakyatnya memiliki kualitas hidup yang
tinggi. Yang dimaksud dengan kualitas hidup tinggi disini adalah mereka – mereka
yang hidup sudah serba berkecukupan. Para penduduknya sudah mempunyai
pekerjaan yang layak dan gaji yang lumayan besar untuk memenuhi kebutuhan hidup
mereka dan keluarga

Ciri - ciri negara maju berdasarkan data diatas. Kalau negara maju pendapatan
perkapitanya tinggi. Bisa melebihi pengeluaran pertahun. Pendidikan dan
keterampilan tinggi atau cukup berpotensi besar. Jadi setiap orang sudah memiliki
gelar. Dan tidak bergantung pada orang lain. Maksudnya negara ini tidak
membutuhkan support atau kerjasama dari negara lain. Entah dalam hal perekonomian
ataupun militer. Karna negara ini sudah mencukupi semua kebutuhan. Bahkan
mungkin negara ini yang dimintai bantuan.

Ciri - Ciri negara berkembang bisa dibilang kebalikan dari negara maju tapi
tidak begitu buruk. Pendapatan perkapita relatif rendah. Setidaknya seimbang antara
pendapatan dan pengeluaran. Pendidikan dan keterampilan rata – rata rendah.
Mungkin yang menjadi masalah adalah ketidak mampuan penduduknya untuk
mengenyam bangku sekolah. Kemudian sangat tergantung pada alam. Jika sumber
daya alam habis. Maka mereka akan meminta SDA dari negara lain dengan
melakukan perdagangan memalui laut.

17

Akibat dari uang tersebut terjadi beberapa hal dalam pola kehidupan
manusia seperti peperangan, kemiskinan, perceraian, pengangguran, pembunuhan,
korupsi, dan beberapa akibat lainnya yang sangat mempengaruhi pola kehidupan
dan perilaku manusia. Uang adalah hasil dari sebuah proses yang dilakukan oleh
semua umat manusia untuk dapat menjalani kehidupannya. Jikalau dalam
menjalani kehidupannya di dunia ini mereka tidak memiliki uang, maka sebagian
besar mereka merasa hidup ini sulit untuk dijalankan.

Uji Kompetensi

A. SOAL PILIHAN GANDA
Berilah tanda pada (x) pada huruf a, b, c, d dan e di depan jawaban yang Anda
anggap paling tepat.

1. Pada zaman primitif, untuk memenuhi kebutuhannya dengan cara
a. dengan perantara uang barang
b. membeli barang yang diperlukan
c. memanfaatkan alam lingkungannya
d. bercocok tanam dilingkungannya

2. Barter adalah ….
a. pertukaran barang dengan barang
b. memanfaatkan barang sesuai kegunaannya
c. pertukaran uang barang dengan barang
d. pertukaran jasa dengan uang

3.Manusia pada masa primitif melakukan barter dengan tujuan ….
a. mendapatkan barang berkualitas
b. mendapatkan barang yang banyak
c. untuk memenuhi kebutuhan
d. untuk mencapai kemakmuran

4. Jenis uang barang yang memenuhi syarat sebagai alat tukar adalah …

a. kulit hewan c. logam

b. batu-batuan d. Kertas

5.Kesulitan utama mengunakan uang barang adalah ….
a. belum mempunyai nilai pecahan
b. jenis barang berbeda-beda
c. kebutuhan manusia tidak terbatas
d. adanya kelangkaan logam

6.Uang logam emas pada zaman kerajaan Jenggala disebut ….

a. kampua c. krisnala

b. bida d. Dirham

18

7.Karena berlakunya uang kertas atas dasar kepercayaan , uang kertas disebut ...

a. uang negara c. uang pemerintah

b. uang kertas d. uang fiduciary

8. Harga 1 buah pensil Rp. 700,-, 2 buah pensil Rp. 1.400,-, 3 buah pensil Rp. 2.100,- maka
disini uang berfungsi sebagai ….

a. alat tukar c. alat pembayaran

b. satuan hitung d. alat penimbun kekayaan

9. Kalau kita masuk toko sepatu, pada sepasang sepatu tertulis Rp. 250.000,- maka disini
uang berfungsi sebagai ….

a. alat pembayaran c. penunjuk harga

b. alat penabung d. pemindah kekayaan

10. Nilai uang eksternal adalah ….
a. nilai yang dikandung dalam bahan pembuatan uang
b. kemampuan suatu mata uang apabila ditukarkan dengan barang lain
c. nilai yang tertera pada setiap jenis mata uang yang bersangkutan
d. kemampuan nilai mata uang dlm negeri dibandingkan dengan mata uang luar
negeri

11. Uang yang memiliki nilai nominal sama dengan nilai bahannya disebut ….

a. hot money c. full bodied money

b. money loundry d. fiducier money

12. Jenis mata uang yang banyak digunakan masyarakat umum adalah jenis uang …

a. giral c. kartal

b. cek d. Bank

13. Uang kertas termasuk jenis uang …. c. negara
a. kartal d. Bank
b. giral

14. Masyarakat memiliki uang, karena sebagian ingin ditabung, hal tsb termasuk motif …..

a. transaksi c. spekulasi

b. berjaga-jaga d. Keuntungan

15. Ditinjau dari pengertian uang, fungsi utama uang adalah sebagai ….
a. alat pembayaran
b. alat standard poembayaran hutang
c. alat satuan hitung
d. alat tukar menukar

16. Yang mencetak uang kartal RI adalah …. c. Bank Rakyat Indonesia
a. Bank Indonesia d. Bank Tabungan Negara
b. Perum Peruri

19

17. Perhatikan daftar berikut !

1. sebagai alat tukar. 4. sebagai alat penunjuk harga

2. sebagai alat satuan hitung. 5. sebagai alat penabung

3. sebagai alat pembayaran

Berdasarkan daftar diatas, yang termasuk fungsi turunan uang adalah

a. 1,2 dan 4 c. 2,3 dan 4

b. 1,3 dan 5 d. 3,4 dan 5

18. Yang termasuk sebagai alat pembayaran uang giral adalah …

a. giro c. obligasi

b. saham d. Tabungan

19. Uang yang beredar terlalu banyak akan terjadi ….

a. inflasi c. devaluasi

b. deflasi d. Revaluasi

20. Bahan uang logam Rp. 1.00,- emisi tahun 1999 terbuat dari ….

a. perak c. alumunium

b. tembaga d. Perunggu

21. Yang termasuk kejadian Loan deposit adalah …
a. Pak Mijan menabung uang dibank Rp. 275.000,-
b. Pak Parto meminjam uang Rp. 850.000,-, yang Rp. 250.000 ditabungkan
c. Pak Sukir mengambil uang tabungannya Rp. 1.500.000, untuk membayar hutang
d. Pak Untung membayar pinjaman dengan cek sebesar Rp. 3.500.000,-

22. Premary Deposit adalah terjadinya uang giral karena ….

a. penarikan uang c. pinjaman uang

b. pembayaran tunai d. setoran uang

23. Perhatikan daftar berikut !

1. luasnya kesempatan kerja. 4. peredaran uang bertambah

2. terjadinya banyak PHK. 5. gaji rendah

3. harga barang naik
Berdasarkan daftar diatas, yang termasuk ciri-ciri inflasi adalah ….

a. 1,2 dan 4 c. 2,3 dan 4

b. 1,3 dan 5 d. 3,4 dan 5

24. Perbandingan nilai jual dan nilai beli mata uang asing disebut ….

a. mata uang asing c. daya beli mata uang asing

b. nilai tukar mata uang d. kurs valuta asing

25. Money Changer adalah c. tabungan uang asing
a. tempat penukaran uang asing d. nilai tukar uang asing
b. peredaran uanga sing

26. Dengan sengaja menurunkan nilai mata uang sendiri terhadap mata uang asing disebut

a. apresiasi c. depresiasi

b. deflasi d. Devaluasi

20

27.Melakukan transaksi besar-besaran, pembayaran yang paling aman dgn mengunakan …

a. surat berharga c. uang kartal

b. uang giral d. Emas

28. Alat pembayaran dengan mengunakan mesin otomatis disebut ….

a. kasir c. ATM

b. banker d. Teller

29. Dalam keadaan inflasi maka harga barang akan menjadi …..

a. naik c. stabil

b. turun d. Fleksibel

30. Alat pembayaran yang digunakan dalam pembayaran antarnegara adalah ….

a. saham c. devisa

b. emas d. obligasi

21

Kunci Jawaban 21
22
1 11 23
2 12 24
3 13 25
4 14 26
5 15 27
6 16 28
7 17 29
8 18 30
9 19
10 20

22

SUMBER BACAAN

Mabes ABRI. 2000. Tri Komando Rakyat Pembebasan Irian Barat. Jakarta: Pusat Sejarah dan
Tradisi ABRI. Marwati Djoenet P. & Nugroho Noto Susanto. 1993. Sejarah Nasional
Indonesia VI. Jakarta: Balai Pustaka.

Microsoft Encarta Ensiclopedia Deluxe, 2004.
Ojong, P.K. 2001. Perang Pasifik. Jakarta: Penerbit Buku Kompas.
Permadi Gandapraja.2004.Dasar dan Prinsip Jakarta Pengawasan Bank.: Gramedia Pustaka

Utama
Pollock, Steve. 2000. Jendela Iptek - Ekologi. Jakarta:PT Balai Pustaka.
Raillon, Francois. 1989. Politik dan Ideologi Mahasiswa Indonesia dan Pembentukan Konsolidasi

Orde Baru 1966-1974. Jakarta: LP3ES.
Soerjono Soekanto. 2002. Sosiologi, suatu Pengantar. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Sumber Internet
T. Gilarso. 2004. Pengantar Ilmu Ekonomi Makro. Yogyakarta: Kanisius.
Tim Ensiklopedi. 2006. Ensiklopedi Geografi Jilid 1, 2, 3, 4, dan 5. Terjemahan Indonesia. Jakarta:

PT Lantera Abadi.
Tim Ensiklopedi. 2005. Ensiklopedi Umum Untuk Pelajar. Jakarta: PT Ikhtiar Baru van Hoeve.
Tim Penyusun Kamus Pusat Bahasa. 2002. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: PT Balai

Pustaka.
Todaro, Michael. 2002. Pertumbuhan Ekonomi Negara-Negara Berkembang. Jakarta: Bumi

Aksara.
Totok Budisantoso, Sigit Triandaru.2006.Bank dan Lembaga Keuangan Lain. Jakarta: Salemba

www.bps.go.id
www.deplu.go.id.download.asean-selayang-pandang 2007
Z.Dunil.2004.Kamus Istilah Perbankan Indonesia Jakarta.: Gramedia Pustaka Utama

23


Click to View FlipBook Version