The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

e- book pembiasaan 7 KAIH dalam pencapaian DPL Kewargaan Kelompok 2 (X TJKT_20251215_171529_0000

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Danika 2010, 2025-12-15 05:19:14

e- book pembiasaan 7 KAIH dalam pencapaian DPL Kewargaan Kelompok 2 (X TJKT_20251215_171529_0000

e- book pembiasaan 7 KAIH dalam pencapaian DPL Kewargaan Kelompok 2 (X TJKT_20251215_171529_0000

SMKN 1 ADIWERNA


IDENTITAS BUKUJudul : Pembiasaan 7 KAIH Dalam Pencapaian DPL KewargaanNama Penulis : Baiti Cahaya Andini (11)Danika Farhani (14)Indah Febriani Widiyanti (19)Zaskia Dzulhijah (36)Kelas : X TJKT 3Sekolah : SMKN 1 Adiwerna


KATA PENGANTAR Puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segalarahmat dan karunia-Nya sehingga e-book yang berjudul “Pembiasaan7 KAIH dalam Pencapaian DPL Kewargaan” ini dapat disusun dandiselesaikan dengan baik. E-book ini disusun sebagai salah satu bentuk pemenuhan tugaspembelajaran sekaligus sebagai sarana untuk menambah wawasanmengenai pentingnya pembiasaan nilai-nilai karakter di lingkungansekolah. Pembiasaan 7 KAIH diharapkan mampu membentuk pesertadidik yang memiliki sikap kewargaan yang baik sesuai denganDimensi Profil Lulusan (DPL) kewargaan. Penulis menyadari bahwa e-book ini masih memilikiketerbatasan. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saranyang membangun demi penyempurnaan e-book ini. Semoga e-bookini dapat memberikan manfaat bagi pembaca.Adiwerna, Jumat 12 Desember 2025Kelompok 2i


DAFTAR ISIKATA PENGANTAR ................................................................ iDAFTAR ISI .............................................................................. iiBAB I PENDAHULUAN........................................................... 1A. Latar Belakang............................................................. 1B. Rumusan Masalah........................................................ 1C. Tujuan Penulisan ......................................................... 1BAB II PEMBAHASAN....................................................... 2A. Pengertian Pembiasaan 7 KAIH ................................... 2B. Nilai-Nilai dalam Pembiasaan 7 KAIH…................…. 3C. Pengertian DPL Kewargaan ......................................... 4D. Keterkaitan Pembiasaan 7 KAIH dengan DPLKewargaan .................................................................... 5E. Implementasi Pembiasaan 7 KAIH di LingkunganSekolah .......................................................... ............... 6BAB III PENUTUP ............................................................... 7A. Kesimpulan ........................................................... 7B. Saran ....................................................................... 7DAFTAR PUSTAKA ............................................................ 8ii


BAB IPENDAHULUANA. Latar BelakangDalam konteks pendidikan kewarganegaraan, pembentukan karaktermenjadi salah satu tujuan utama. Peserta didik diharapkan tidak hanyamemahami konsep kewargaan secara teori, tetapi juga mampu menerapkannyadalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, diperlukan suatu upayapembiasaan yang dilakukan secara konsisten di lingkungan sekolah.Salah satu upaya tersebut adalah melalui pembiasaan 7 KAIH.Pembiasaan ini mengandung nilai-nilai positif yang mendukung terbentuknyasikap disiplin, tanggung jawab, kepedulian, dan sikap saling menghormati.Nilai-nilai tersebut sangat berkaitan dengan pencapaian Dimensi Profil Lulusan(DPL) kewargaan.Melalui pembiasaan 7 KAIH, peserta didik dilatih untuk berperilakusesuai dengan norma dan aturan yang berlaku. Dengan demikian, pembiasaan 7KAIH memiliki peran strategis dalam mendukung pencapaian DPL kewargaan.B. Rumusan Masalah1. Apa yang dimaksud dengan pembiasaan 7 KAIH?2. Apa yang dimaksud dengan DPL kewargaan?3. Bagaimana peran pembiasaan 7 KAIH dalam pencapaian DPL kewargaan?C. Tujuan Penulisan1. Menjelaskan pengertian pembiasaan 7 KAIH.2. Menjelaskan konsep DPL kewargaan.3. Menganalisis peran pembiasaan 7 KAIH dalam pencapaian DPL kewargaan.1


BAB IIPEMBAHASANPembiasaan 7 KAIH merupakan suatu bentuk penerapan nilai-nilaipositif yang dilakukan secara terus-menerus dalam kehidupan sehari-hari,khususnya di lingkungan sekolah. Pembiasaan ini bertujuan untuk membentukkarakter peserta didik agar memiliki sikap dan perilaku yang sesuai dengan nilainilai kewarganegaraan. Melalui pembiasaan yang dilakukan secara konsisten,nilai-nilai tersebut tidak hanya dipahami secara teori, tetapi juga diwujudkandalam tindakan nyata.7 KAIH terdiri dari tujuh nilai utama, yaitu Keamanan, Ketertiban,Kebersihan, Keindahan, Kekeluargaan, Kerindangan, dan Kesehatan. Ketujuhnilai ini saling berkaitan dan berperan penting dalam menciptakan lingkunganbelajar yang nyaman, aman, serta mendukung perkembangan sikap kewargaanpeserta didik. Dengan adanya pembiasaan 7 KAIH, peserta didik diharapkanmampu menumbuhkan rasa tanggung jawab, kepedulian, dan kesadaran sosialsebagai bagian dari masyarakat.Melalui penerapan pembiasaan 7 KAIH secara berkelanjutan, pesertadidik tidak hanya dibentuk menjadi individu yang disiplin dan peduli terhadaplingkungan, tetapi juga menjadi warga negara yang memiliki sikap demokratis,bertanggung jawab, dan berperan aktif dalam kehidupan bermasyarakat. Dengandemikian, pembiasaan 7 KAIH memiliki peran penting dalam mendukungpencapaian DPL Kewargaan baik di lingkungan sekolah maupun dalamkehidupan sehari-hari.A. Pengertian Pembiasaan 7 KAIH2


B. Nilai-Nilai yang Terkandung dalam Pembiasaan 7 KAIHSetiap nilai yang terkandung dalam pembiasaan 7 KAIH memiliki peranpenting dalam membentuk karakter peserta didik sebagai warga negara yangbaik. Nilai keimanan membimbing peserta didik untuk selalu bersyukur danberperilaku sesuai ajaran agama, sedangkan nilai akhlak mulia membiasakansikap sopan, santun, jujur, serta menghormati guru dan sesama. Melaluipembiasaan ini, peserta didik tidak hanya memahami nilai secara teori, tetapijuga menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.Nilai integritas menanamkan sikap jujur, bertanggung jawab, dankonsisten antara perkataan dan perbuatan. Selain itu, nilai nasionalismemenumbuhkan rasa cinta tanah air, seperti menghargai simbol negara, menjagapersatuan, dan menghormati keberagaman. Nilai kemandirian juga berperanpenting dalam melatih peserta didik agar mampu mengambil keputusan danmenyelesaikan tugas tanpa bergantung sepenuhnya pada orang lain.Nilai gotong royong dan kepedulian melengkapi pembiasaan 7 KAIHdengan menanamkan sikap kerja sama, kebersamaan, serta empati terhadapsesama dan lingkungan sekitar. Peserta didik dibiasakan untuk saling membantu,peduli terhadap kondisi sosial, serta menjaga keharmonisan dalam kehidupanbermasyarakat. Dengan diterapkannya nilai-nilai tersebut secara konsisten,peserta didik diharapkan memiliki karakter yang kuat dan bertanggung jawabsebagai warga negara.3


C. Pengertian dan Tujuan DPL KewargaanDPL Kewargaan merupakan salah satu indikator dalam pendidikankewarganegaraan yang digunakan untuk menilai sikap, perilaku, serta tanggungjawab peserta didik sebagai warga negara. DPL Kewargaan menekankanpentingnya pembentukan karakter melalui partisipasi aktif dalam kegiatansekolah, kedisiplinan, serta kepatuhan terhadap aturan dan norma yang berlaku.Dengan adanya DPL Kewargaan, peserta didik diarahkan untuk memahamiperannya sebagai bagian dari masyarakat dan negara.Tujuan utama dari DPL Kewargaan adalah membentuk generasi mudayang memiliki kesadaran berbangsa dan bernegara. Melalui penerapan DPLKewargaan, peserta didik diharapkan mampu memahami serta menjalankan hakdan kewajibannya secara seimbang. Selain itu, DPL Kewargaan juga bertujuanmenumbuhkan sikap cinta tanah air, rasa tanggung jawab, serta komitmenterhadap nilai-nilai kebangsaan.Melalui pelaksanaan DPL Kewargaan secara berkelanjutan, peserta didikdiharapkan mampu menunjukkan sikap toleransi, kejujuran, dan tanggung jawabdalam kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai tersebut menjadi dasar penting dalammembentuk pribadi yang berkarakter, beretika, dan mampu berperan aktifsebagai warga negara yang baik. Dengan demikian, DPL Kewargaan memilikiperan strategis dalam mendukung pendidikan karakter di lingkungan sekolah.4


D. Keterkaitan Pembiasaan 7 KAIH dengan Pencapaian DPL KewargaanPembiasaan 7 KAIH memiliki keterkaitan yang sangat erat denganpencapaian DPL Kewargaan dalam proses pendidikan di sekolah. Nilai-nilai yangterkandung dalam 7 KAIH secara langsung mendukung indikator-indikator yangterdapat dalam DPL Kewargaan, seperti kedisiplinan, tanggung jawab, kepeduliansosial, serta sikap patuh terhadap aturan. Melalui pembiasaan yang dilakukansecara berkelanjutan, peserta didik dibentuk untuk memiliki karakter kewargaanyang baik dan bertanggung jawab.Penerapan nilai integritas dan akhlak mulia dalam pembiasaan 7 KAIHdapat meningkatkan sikap jujur, disiplin, serta tanggung jawab peserta didik dalammenjalankan kewajibannya. Selain itu, nilai nasionalisme dan gotong royongmendorong peserta didik untuk lebih aktif berpartisipasi dalam kegiatan sekolahmaupun kegiatan sosial di lingkungan masyarakat. Sikap kerja sama dankebersamaan yang dibiasakan melalui 7 KAIH menjadi modal penting dalampencapaian indikator DPL Kewargaan.Dengan diterapkannya pembiasaan 7 KAIH secara konsisten dan terarah,pencapaian DPL Kewargaan dapat meningkat secara signifikan. Peserta didiktidak hanya memahami nilai kewarganegaraan secara teori, tetapi juga mampumenerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, pembiasaan 7KAIH menjadi salah satu upaya strategis dalam mendukung keberhasilan DPLKewargaan serta pembentukan karakter peserta didik sebagai warga negara yangbaik.5


BAB IIIPENUTUPA. KesimpulanBerdasarkan pembahasan yang telah diuraikan pada bab sebelumnya,dapat disimpulkan bahwa pembiasaan 7 KAIH memiliki peran yang sangatpenting dalam pencapaian DPL Kewargaan. Nilai-nilai yang terkandung dalam 7KAIH, seperti keimanan, akhlak mulia, integritas, nasionalisme, kemandirian,gotong royong, dan kepedulian, mampu membentuk karakter peserta didikmenjadi pribadi yang bertanggung jawab sebagai warga negara.Pembiasaan 7 KAIH yang diterapkan secara konsisten di lingkungansekolah dapat meningkatkan sikap disiplin, kejujuran, kepedulian sosial, sertarasa cinta tanah air pada peserta didik. Hal ini sejalan dengan tujuan DPLKewargaan yang menekankan pembentukan sikap dan perilaku kewarganegaraanyang baik. Dengan demikian, pembiasaan 7 KAIH dan DPL Kewargaan salingberkaitan dan saling mendukung dalam membentuk karakter siswa.B. SaranBerdasarkan kesimpulan di atas, penulis memberikan beberapa saran.Pertama, sekolah diharapkan dapat terus mengembangkan dan menerapkanpembiasaan 7 KAIH secara berkelanjutan dalam kegiatan pembelajaran maupunkegiatan sehari-hari. Kedua, guru diharapkan dapat menjadi teladan dalammenerapkan nilai-nilai 7 KAIH agar dapat dicontoh oleh peserta didik.Selain itu, peserta didik diharapkan mampu menerapkan pembiasaan 7KAIH tidak hanya di lingkungan sekolah, tetapi juga dalam kehidupan sehari-haridi rumah dan masyarakat. Dengan demikian, nilai-nilai kewarganegaraan dapattertanam dengan baik dan tujuan DPL Kewargaan dapat tercapai secara opti6


DAFTAR PUSTAKAKementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. 2021.Penguatan Pendidikan Karakter. Jakarta: Kemendikbud.Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi RepublikIndonesia. 2022. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Jakarta:Kemendikbudristek..Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentangSistem Pendidikan Nasional.Modul dan materi pembelajaran Pendidikan Pancasila danKewarganegaraan (PPKn) yang digunakan di sekolah.7


Click to View FlipBook Version