The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Anggaran Rumah Tangga Gereja Baptis Indonesia Golden Boulevard, BSD City

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by SM Baptis, 2020-10-19 06:00:56

ANGGARAN RUMAH TANGGA Gereja

Anggaran Rumah Tangga Gereja Baptis Indonesia Golden Boulevard, BSD City

Keywords: e-book ART Gereja

d) Membantu kelancaran jalannya kebaktian
sehingga dapat berjalan dengan hikmat.

e) Menindak lanjuti pelayanan terhadap tamu.

f) Menyiapkan bahan dan alat yang diperlukan
dalam penyambutan tamu.

g) Melaporkan kegiatan Panitia setiap bulannya
kepada Gereja melalui rapat Panitia Perancang.

10.1.8. Panitia Bangunan dan Pemeliharaan Gedung

a) Merencanakan, mengatur dan melaksanakan
pemeliharaan gedung Gereja dan pastori,
halaman Gereja, pagar pembatas, instalasi
listrik, instalasi telepon, air bersih dan air kotor.

b) Mengatur jadwal dan mengeluarkan ijin
penggunaan gedung Gereja.

c) Bilamana diperlukan, mengusulkan untuk
tambahan, renovasi, perbaikan/rehabilitasi
gedung Gereja dan Pastori.

d) Melakukan pengawasan dan menilai
pelaksanaan renovasi, perbaikan/rahabilitasi
gedung Gereja dan Pastori.

e) Mencari dan memilih calon Penjaga/Koster
Gereja yang akan diusulkan kepada Gereja
untuk dipekerjakan di Gereja sebagai pegawai
kontrak Gereja.

50

f) Mengatur dan mengawasi pelaksanaan tugas
dari Penjaga/Koster Gereja, dan melakukan
evaluasi dan penilaian dari kinerjanya.

g) Mendata dan mengadakan pemutahiran data
semua bidang tanah dan bangunan milik Gereja
baik induk maupun cabang-cabangnya,
sekurang-kurangnya sekali setahun.

h) Melaporkan kegiatan Panitia setiap bulannya
kepada Gereja melalui rapat Panitia Perancang.

10.1.9. Panitia Peralatan

a) Merencanakan dan mengatur pemeliharaan
peralatan yang ada dalam gedung Gereja dan
pastori.

b) Mengatur jadwal dan mengeluarkan ijin
penggunaan peralatan (termasuk kendaraan
milik Gereja).

c) Bilamana diperlukan, mengusulkan untuk
tambahan, renovasi, perbaikan/rehabilitasi
peralatan milik Gereja.

d) Melakukan pengawasan dan menilai
pelaksanaan renovasi, perbaikan/rahabilitasi
peralatan milik Gereja.

e) Mencari dan memilih calon Pengemudi/Sopir
untuk diusulkan kepada Gereja untuk
dipekerjakan di Gereja sebagai pegawai kontrak
Gereja.

51

f) Mengatur dan mengawasi pelaksanaan tugas
dari Pengemudi/Sopir Gereja, dan melakukan
evaluasi dan penilaian dari kinerjanya.

g) Mendata dan melakukan pemutahiran data
untuk semua peralatan milik Gereja, sekurang-
kurangnya sekali setahun.

h) Melaporkan kegiatan Panitia setiap bulannya
kepada Gereja melalui rapat Panitia Perancang.

10.1.10. Panitia Musik

a) Merencanakan, menyusun dan melaksanakan
jadwal petugas musik, paduan suara dan
pemimpin nyanyi dalam kebaktian umum
maupun kebaktian khusus.

b) Meningkatkan mutu musik gereja melalui
seminar, pekan musik, kursus dan sebagainya,
baik yang diadakan sendiri didalam maupun
yang dilaksanakan di luar Gereja.

c) Memelihara dan memperbaiki fisik buku
nyanyian sidang dan paduan suara, jubah
paduan suara, alat musik milik Gereja dan
lainnya.

d) Bilamana diperlukan, mengusulkan tambahan,
perbaikan/rehabilitasi buku-buku musik dan
alat-alat musik milik Gereja.

e) Mendata dan melakukan pemutahiran data
semua alat musik milik Gereja sekurang-
kurangnya sekali setahun.

52

f) Melaporkan kegiatan Panitia setiap bulannya
kepada Gereja melalui rapat Panitia Perancang.

10.1.11. Panitia Kunjungan

a) Merencanakan, menyelenggarakan, dan
mengkoordinir acara-acara kunjungan secara
teratur, bekerja sama dengan Panitia
Keanggotaan, Panitia Pengabaran Injil, Panitia
Tolong Menolong, dan Organisasi gereja.

b) Menyiapkan data dan informasi tentang orang-
orang yang akan dikunjungi.

c) Mengkoordinir dan menindak-lanjuti hasil
setiap kunjungan.

d) Melaporkan kegiatan Panitia setiap bulannya
kepada Gereja melalui rapat Panitia Perancang.

10.1.12. Panitia Doa

a) Merencanakan, menyelenggarakan, dan
mengkoordinir acara dan petugas doa baik yang
rutin maupun khusus.

b) Menyiapkan data dan informasi bagi orang-
orang atau pokok-pokok yang perlu didoakan.

c) Mengkoordinir dan menindak-lanjuti hasil
setiap acara-acara doa.

d) Melaporkan kegiatan Panitia setiap bulannya
kepada Gereja melalui rapat Panitia Perancang.

10.1.13. Panitia Ramah Tamah

53

a) Merencanakan, menyelenggarakan, dan
mengkoordinir acara ramah tamah yang
diusulkan oleh Panitia atau Organisasi Gereja.

b) Memelihara dan memperbaiki perlengkapan
dan alat-alat pendukung kegiatan ramah
tamah.

c) Bilamana diperlukan, mengusulkan tambahan,
perbaikan/rehabilitasi alat-alat pendukung
kegiatan ramah tamah.

d) Mendata dan melakukan pemutahiran data
untuk semua perlengkapan dan alat-alat
pendukung kegiatan ramah tamah milik Gereja
sekurang-kurangnya sekali setahun.

e) Melaporkan kegiatan Panitia setiap bulannya
kepada Gereja melalui rapat Panitia Perancang.

10.1.14. Panitia Publikasi dan Dokumentasi

a) Merencanakan, menyelenggarakan, dan

mengkoordinir setiap publikasi dan

dokumentasi Gereja yang diusulkan oleh Panitia

atau Organisasi Gereja.

b) Memelihara dan memperbaiki alat-alat
pendukung dokumentasi.

c) Bilamana diperlukan, mengusulkan tambahan,
perbaikan/rehabilitasi alat-alat pendukung
dokumentasi.

54

d) Mendata dan melakukan pemutahiran data
semua alat-alat pendukung dokumentasi milik
Gereja sekurang-kuranganya sekali setahun.

e) Mendokumentasikan peristiwa dan kegiatan-
kegiatan khusus di Gereja induk maupun
cabang-cabangnya secara berkala.

f) Mengkonsultasikan naskah yang akan
dipublikasikan (poster, spanduk, undangan dan
sebagainya) kepada Pendeta, Panitia atau
Organisasi untuk mendapat persetujuan,
sebelum digandakan /dicetak.

g) Merencanakan dan melaksanakan penerbitan
buletin atau majalah Gereja secara berkala.

h) Melaporkan kegiatan Panitia setiap bulannya
kepada Gereja melalui rapat Panitia Perancang.

10.1.15. Panitia Dekorasi

a) Merencanakan dan menyusun jadwal
penyediaan bunga dalam acara kebaktian dan
acara resmi Gereja lainnya.

b) Merencanakan dan melaksanakan dekorasi
ruang kebaktian dan ruangan-ruangan Gereja
lainnya.

c) Merencanakan dan memelihara pertamanan
Gereja.

d) Memelihara dan memperbaiki alat-alat
dekorasi.

55

e) Bilamana diperlukan, mengusulkan

tambahanperbaikan/rehabilitasi alat-alat

dekorasi.

f) Mendata dan melakukan pemutahiran data
semua alat-alat dokorasi milik Gereja sekurang-
kurangnya sekali setahun.

g) Melaporkan kegiatan Panitia setiap bulannya
kepada Gereja melalui rapat Panitia Perancang.

10.1.16. Panitia Perpustakaan

a) Merencanakan dan menyusun jadwal jam buka
dan petugas perpustakaan Gereja.

b) Menyusun dan melaksanakan sistim index

buku, menyusun, memelihara,

mempublikasikan dan meminjamkan buku-

buku milik perpustakaan Gereja.

c) Mengusulkan tambahan, perbaikan/rehabilitasi
buku-buku dan alat-alat milik perpustakaan.

d) Mendata dan melakukan pemutahiran data
semua buku-buku dan alat-alat milik
perpustakaan Gereja sekurang-kurangnya sekali
setahun.

e) Melaporkan kegiatan Panitia setiap bulannya
kepada Gereja melalui rapat Panitia Perancang.

10.1.17. Panitia Keamanan

a) Merencanakan, mengatur dan mengawasi
pelaksanaan pengamanan Gereja dalam setiap

56

acara kebaktian dan acara lainnya: misalnya
Natal, Paskah, Kebaktian Kebangunan Rohani,
rapat-rapat dan lain sebagainya.

b) Mencari dan memilih orang-orang yang akan
diusulkan kepada Gereja untuk diangkat
menjadi tenaga Pengamanan gedung Gereja.

c) Menyususn jadwal tugas dari masing-masing
tenaga Pengamanan gedung Gereja sesuai
dengan kegiatan yang ada di Gereja.

d) Mengevaluasi kinerja dari masing-masing tenaga
Pengamanan Gedung Gereja yang ada guna
membuat keputusan untuk dilanjutkan atau
diakhirinya kontrak kerja yang ada.

c) Menyiapkan alat-alat dan pendukung lainnya
yang diperlukan untuk menjaga keamanan dan
kelancaran keluar-masuk kendaraan milik
anggota Gereja.

d) Melakukan pengawasan untuk keamanan
gedung Gereja, peralatan dan sarana Gereja
lainnya secara rutin.

e) Bilamana diperlukan, mengusulkan tambahan,
perbaikan/rehabilitasi untuk alat-alat
pendukung pengamanan gedung Gereja.

f) Melaporkan kegiatan Panitia setiap bulannya
kepada gereja melalui rapat Panitia Perancang.

10.2. Syarat-syarat Ketua Panitia Gereja:

57

a) Sudah menjadi anggota Gereja yang setia sekurang-
kurangnya 3 tahun.

b) Telah membuktikan kesetiaan dalam pelayanannya
sekurang-kurangnya 2(dua) tahun.

c) Seorang yang memiliki kerohanian yang dewasa dan
memiliki kehidupan kesusilaan yang baik.

d) Terpanggil dan bersedia untuk melaksanakan tugas yang
dipercayakan Gereja kepadanya.

e) Memiliki kemampuan sesuai dengan bidangnya.

10.3. Panitia Perancang:

Beranggotakan semua ketua Panitia Gereja, ketua Organisasi,
bendahara, sekretaris Gereja, ketua Diakon, Gembala Sidang dan
Asisten Gembala Sidang. Yang bertugas sebagai Ketua Panitia
Perancang adalah Gembala Sidang namun apabila terjadi
kekosongan Gembala Sidang maka salah seorang yang dipilih
dan ditunjuk dari antara anggota Panitia Perancang pada tahun
tersebut dengan tugas-tugas sebagai berikut:

a). Menampung dan mengkoordinir segala kegiatan Panitia
dan Organisasi Gereja.

b) Menyiapkan usulan-usulan yang masuk dalam Rapat
Panitia Perancang untuk dibawa kedalam rapat urusan
Gereja.

c) Bersama masing-masing Ketua Panitia dan Organisasi
Gereja merumuskan sasaran-sasaran yang harus dicapai
baik tahunan maupun bulanan berdasarkan program
kerja Organisasi-organisasi dan Panitia-panitia Gereja.

58

d) Merencanakan penanggalan Gereja untuk seluruh
kegiatan Gereja dalam setahun.

e). Mengadakan evaluasi secara berkala terhadap semua hal
yang sudah diputuskan oleh Gereja.

10.4. Selain daripada Organisasi dan Panitia tersebut di atas Gereja
juga mengangkat tenaga pendukung yang digaji secara teratur,
bertugas mendukung seluruh kegiatan organisasi dan kegiatan
Gereja, yang terdiri dari:

a) Sekretaris Kantor Gereja: bertanggungjawab kepada
Gereja melalui Gembala sidang.

b) Penjaga/Koster Gereja: bertanggungjawab kepada Gereja
melalui Panitia Bangunan.

c) Pengemudi Gereja: bertanggung jawab kepada Gereja
melalui Panitia Peralatan.

d) Sekretaris Administrasi Sekolah Minggu:

bertanggungjawab kepada Gereja melalui Ketua Umum

Sekolah Minggu.

e) Petugas keamanan Gereja: bertanggungjawab kepada
Gereja melalui Panitia Keamanan.

f) Detail tugas dari masing-masing pegawai tersebut akan
disusun oleh masing-masing Panitia yang
bertanggungjawab dan tercantum dalam Kontrak Kerja
yang akan ditandatangani oleh Ketua dari masing-masing
Panitia yang bersangkutan sebagai wakil dari Gereja.

g) Pegawai-tersebut tersebut di atas bekerja untuk Gereja
berdasarkan Kontrak Kerja dengan waktu tertentu, dan
bilamana kinerjanya tidak sesuai dengan yang

59

diharapkan, maka yang bersangkutan dapat
diberhentikan oleh Gereja sesuai dengan isi perjanjian
kerja.

BAB VI

KEANGGOTAAN DAN HAK / KEWAJIBAN

ANGGOTA GEREJA

PASAL 11

KEANGGOTAAN

11.1. Yang boleh diterima menjadi anggota Gereja adalah:

11.1.1. Orang yang telah percaya kepada Yesus Kristus
sebagai Juru Selamatnya dengan mengakuiNya di
hadapan jemaat, mengikuti kelas persiapan baptisan,
dan selanjutnya dibaptiskan secara selam.

11.1.2. Orang yang menyatakan menggabungkan diri dan
memindahkan keanggotaannya dari suatu gereja
Baptis lain, dapat diterima jika bersedia menerima
Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Gereja,
dan dengan bukti surat keterangan keanggotaan dari
gereja asal.

11.1.3. Orang dari gereja non baptis dapat diterima sebagai
anggota Gereja dengan ketentuan:

a) Memiliki pengalaman keselamatan/lahir baru.

b) Menerima asas kepercayaan Gereja ini.

60

c) Melepaskan status keanggotaan dari gereja asal.

d) Mengikuti kelas persiapan keanggotaan.

e) Dibaptiskan secara selam, kecuali baptisan yang
terdahulu mempunyai keyakinan yang sama
dengan asas kepercayaan Gereja ini.

11.2. Hak anggota:

11.2.1. Mempunyai satu hak suara dalam rapat-rapat Urusan
Gereja.

11.2.2. Berhak mengajukan saran dan usul.

11.2.3. Berhak memilih dan dipilih dalam kepengurusan Gereja.

11.2.4. Berhak dilayani Gereja.

11.3. Kewajiban Anggota

11.3.1. Mengikuti acara-acara Gereja dengan setia, ikut
membina persekutuan dan kasih persaudaraan dalam
gereja tanpa dibatasi oleh kebangsaan, suku, tingkat
sosial, dan latar belakang lainnya.

11.3.2. Memelihara ketertiban dalam kehidupan bergereja dan
menjadi saksi Kristus / teladan yang baik di tengah
masyarakat.

11.3.3. Mengambil bagian pelayanan Gereja dengan
kemampuan dan karunia masing-masing.

11.3.4. Memberikan persepuluhan dan persembahan secara
teratur.

61

11.3.5. Mentaati Anggaran Dasar / Anggaran Rumah Tangga
Gereja.

11.3.6. Jika pindah dan menetap di daerah lain, diharapkan
secepatnya memindahkan keanggotaannya ke Gereja
Baptis terdekat.

11.4. Pelepasan Keanggotaan

11.4.1. Meninggal dunia

11.4.2. Memindahkan keanggotaan ke Gereja lain.

11.4.3. Mengundurkan diri atas permintaan sendiri.

11.4.4. Dilepas keanggotaannya oleh Gereja sebagai tindakan
terakhir dalam persoalan disiplin, antara lain:
menyimpang dari asas kepercayaan, tata tertib Gereja
dan pelanggaran moral dan etika.

11.5. Penyelesaian Masalah Keanggotaan:

11.5.1. Anggota yang melanggar tata tertib Gereja, bertindak
merugikan kesaksian Kristen dan tidak melakukan
kewajibannya selama lebih dari 1(satu) tahun dapat
dikenai sanksi oleh Gereja.

11.5.2. Dalam usaha perbaikan, anggota yang bersangkutan
didengar keterangannya dan ditolong dengan penuh
kasih.

11.5.3 Sanksi diberikan setelah dilakukan usaha perbaikan
dengan sungguh-sungguh tetapi yang bersangkutan
tidak mau menghentikan perbuatan/sikapnya yang
salah, atau tidak dapat lagi dihubungi oleh Gereja.

62

11.5.4. Sanksi tersebut di atas masih bersifat sebagai usaha
terakhir untuk perbaikan, bertujuan untuk menjaga
nama baik Gereja dan tidak bermaksud merendahkan
seseorang. Anggota yang terkena sanksi tetap
dihargai sebagai pribadi yang mempunyai
kemungkinan berpaling kembali kepada Allah.

11.5.5. Jenis-jenis sanksi:

a). Pemberhentian dari tugas pelayanan di Gereja.
b). Pencabutan hak suara
c). Pencabutan hak-hak lain, yang jika diberikan

akan melibatkan nama Gereja.
d). Pecabutan keanggotaaan.
11.5.6. Pemulihan:

a) Dilakukan jika pihak yang terkena sanksi telah
menunjukkan pertobatan dan perubahan
hidup, serta menyatakan keinginan untuk
dipulihkan keanggotaan/ hak-haknya.

b) Pengusulan pemulihan dilakukan oleh Panitia
Keanggotaan melalui pertimbangan yang
seksama.

BAB VII

KEUANGAN, HAK MILIK GEREJA DAN PERWAKILAN

PASAL 12

KEUANGAN

12.1. Keuangan Gereja diperoleh dari:

63

12.1.1. Persepuluhan, Persembahan dan sumbangan anggota
Gereja.

12.1.2. Persembahan khusus yang dikumpulkan untuk tujuan
tertentu atau dari kebaktian-kebaktian lain di luar hari
Minggu, yang telah mendapat persetujuan dari Gereja.

12.1.3. Persembahan dan sumbangan dari perseorangan atau
badan/lembaga yang tidak mengikat.

12.2. Gereja menyokong usaha-usaha Pengabaran Injil baik di dalam
maupun di luar Gereja dengan jumlah dana sebagaimana sudah
ditentukan dalam Anggaran Belanja Tahunan.

12.3. Semua biaya Gereja ditentukan melalui Anggaran Belanja yang
disetujui setiap tahun sekali dalam rapat urusan Gereja.

12.4. Pengeluaran uang dilakukan oleh dan melalui Bendahara Gereja
setelah mendapat permintaan/persetujuan dari Ketua
Organisasi/Ketua Panitia yang bersangkutan. Pengeluaran uang
hanya dapat dilakukan untuk membiayai kegiatan yang tertuang
dalam program Gereja yang sudah dianggarkan.

12.5. Uang kas di tangan Bendahara tidak boleh melebihi jumlah rata-
rata persepuluhan dan persembahan setiap minggu dan uang
selebihnya harus disimpan pada Bank-bank yang telah disetujui
oleh Gereja.

12.6. Penarikan uang dari bank, harus ditandatangani oleh Gembala
Sidang dan 1 (satu) dari antara 3 (tiga) orang, yaitu Bendahara,
Ketua Panitia Keuangan dan seorang yang ditunjuk oleh Gereja
melalui Rapat Urusan Gereja.

12.7. Penarikan uang dari Bank didasarkan rencana program yang
akan dilaksanakan dan pengeluaran yang telah disetujui dalam
Rapat Urusan Gereja.

64

12.8. Pengeluaran lainnya yang belum dianggarkan dan melebihi
Anggaran Belanja harus mendapat persetujuan Gereja melalui
Rapat Urusan Gereja.

12.9 Untuk memenuhi kebutuhan pengeluaran uang sehari-hari di
Gereja, maka Bendahara dapat membuat sistem Kas Kecil
dengan jumlah dana terbatas yang disesuaikan dengan
kebutuhan Gereja setiap minggunya. Dengan persetujuan
Gereja maka Kas Kecil akan dikelola oleh Sekretaris Kantor
Gereja yang akan bertugas sebagai Pembantu Bendahara Gereja
yang akan berada di kantor Gereja pada setiap hari kerja.

12.10. Pembukuan keuangan harus ada persetujuan dari Panitia
Keuangan.

PASAL 13

HAK MILIK GEREJA

13.1. Hak Milik Gereja terdiri dari barang tidak bergerak(tanah,
bangunan) dan barang yang bergerak (alat-alat, perabot,
kendaraan dan lain-lain) baik yang ada di Gereja induk, Gereja
cabang dan pos PI yang diperoleh dari usaha Gereja sendiri,
dan atau persembahan, hibah, pemberian perseorangan,
badan/lembaga dalam atau luar negeri yang sifatnya tidak
mengikat.

13.2. Semua barang milik Gereja dimasukkan dalam daftar inventaris
yang selalu dimutahirkan setiap terjadi mutasi.

13.3. Setiap anggota Gereja wajib memelihara semua hak milik
Gereja dengan penuh tanggung jawab.

65

13.4. Setiap mutasi hak milik Gereja harus mendapat persetujuan
Gereja melalui Rapat Urusan Gereja.

13.5. Setiap mutasi hak milik Gereja berupa gedung dan tanah harus
mendapat persetujuan Gereja melalui Rapat Khusus Urusan
Gereja yang dihadiri oleh sekurang-kurangnya 50% (lima puluh
persen) ditambah satu orang dari jumlah anggota Gereja yang
terdaftar, dan telah diumumkan secara jelas/terbuka sekurang-
kurangnya 1(satu) bulan sebelumnya kepada para anggota
Gereja. Pengubahan ini sah jika disetujui oleh sekurang-
kurangnya 2/3(dua per tiga) dari jumlah anggota Gereja yang
hadir dalam Rapat Khusus Urusan Gereja tersebut.

13.6. Semua milik Gereja tidak dapat dipergunakan untuk keperluan
di luar kegiatan Gereja kecuali atas persetujuan Gereja.

13.7. Hak milik Gereja tidak dapat dipakai untuk keperluan
perseorangan tanpa permohonan tertulis dan mendapat
persetujuan Gereja secara tertulis melalui Panitia yang
berwenang.

13.8. Semua surat-surat yang menyangkut barang inventaris (barang
bergerak dan tidak bergerak) disimpan di lemari besi milik
Gereja atau dalam kotak penyimpanan (Safe Deposit Box) di
Bank, di bawah pengelolaan dan pengawasan Panitia
Keuangan.

13.9. Semua barang milik Gereja harus diatas namakan Gereja Baptis
Indonesia Golden Boulevard.

13.10. Semua barang tidak bergerak milik Gereja harus didaftarkan
pada Kantor Agraria (Badan Pertanahan Nasional) atas nama
Gereja Baptis Indonesia Golden Boulevard.

66

13.11. Pemakai yang mempergunakan barang inventaris Gereja wajib
memelihara dengan baik dan mengembalikannnya kepada
Gereja sesuai dengan ketentuan dalam surat ijin penggunaan
inventaris Gereja dalam keadaan baik.

13.12. Untuk melakukan transaksi berupa pembelian aset dan atau
penjualan aset, menerima dan atau memberi hibah, menerima
donasi, pemberian perseorangan/badan/ lembaga untuk dan
atas nama Gereja diwakili oleh Gembala Sidang, Ketua Panitia
keuangan, ditambah Ketua Panitia Bangunan dan
pemeliharaan gedung untuk barang yang tidak bergerak atau
Ketua Panitia peralatan untuk barang yang bergerak dan
ditambah dua anggota Gereja yang disetujui dalam Rapat
Urusan Gereja.

13.13. Hak milik Gereja yang dipakai oleh cabang, akan dihibahkan
kepada cabang tersebut pada saat diorganisasikan.

13.14. Bilamana terjadi ketidak sesuaian paham maka hak milik
Gereja akan diserahkan kepada yang berhak sesuai dengan
ketentuan berikut ini: Segala permasalahan dalam Gereja akan
diselesaikan secara musyawarah dan mufakat berdasarkan
kasih.

13.14.1. Bilamana terjadi selisih pendapat yang tidak dapat
diselesaikan secara damai dan musyawarah diantara
para anggota Gereja, maka diadakan pertemuan
dengan mediasi dari BPN GGBI Dan apabila tidak terjadi
kesepakatan maka BPN GGBI untuk memutuskan
semua hak milik Gereja yang akan diberikan kepada
persekutuan anggota-anggota yang setia pada
Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Gereja
serta tetap mempertahankan prinsip-prinsip Baptis
sebagaimana tersebut pada pasal 2, 3 dan 4 Anggaran
Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Gereja.

67

13.14.2. Bilamana ternyata bahwa kegiatan Gereja karena satu
dan lain hal terpaksa dihentikan kegiatannya secara
tetap, maka hak milik Gereja akan diserahkan kepada
Gabungan Gereja Baptis Indonesia.

PASAL 14

PERWAKILAN / PERWALIAN

14.1. Bilamana oleh karena sesuatu yang berhubungan dengan
masalah hak milik, Gereja menunjuk perwakilan yang akan
bertindak untuk dan atas nama Gereja, yaitu: Gembala Sidang,
Ketua Panitia Keuangan dan Ketua Panitia terkait dan ditambah
perseorangan anggota gereja melalui Rapat Urusan Gereja
sehingga yang mewakili Gereja sekurang-kurangnya terdiri dari
5(lima) orang dan sebanyak-banyaknya 7(tujuh) orang.

BAB VIII

PASAL 15

RAPAT - RAPAT

15.1. Rapat Urusan Gereja

15.1.1. Rapat Urusan Gereja bulanan diadakan sesuai dengan
penanggalan Gereja.

15.1.2. Rapat Urusan Gereja dilaksanakan dengan cara sbb:

a) Panitia Perancang menyampaikan secara
tertulis pokok-pokok yang perlu dilaporkan

68

dan/atau mendapat persetujuan/tanggapan
dari anggota;

b) Tanggapan/respon dari anggota dapat

disampaikan secara lisan dan/atau tertulis

kepada Panitia Perancang atau

Panitia/Organisasi yang terkait;

c) Usulan yang mendapat tanggapan /respon
secara tertulis akan dibahas dalam rapat Panitia
Perancang.

d) Usulan yang tidak dapat diselesaikan oleh
Panitia Perancang akan diputuskan dalam Rapat
Urusan Gereja berikutnya.

15.1.3. Pendeta atau ketua Panitia Perancang bertanggung
jawab untuk mengundang dan memimpin Rapat
Urusan Gereja. Dalam hal Pendeta atau Ketua Panitia
Perancang tidak dapat memimpin rapat maka rapat
dipimpin oleh salah seorang diakon.

15.1.4. Rapat pertanggungjawaban dan pengesahan program
kerja tahunan diadakan sekali setahun sesuai
penanggalan Gereja, dan bahan rapat telah
disampaikan oleh Panitia Perancang sekurang-
kurangnya 2(dua) minggu sebelum rapat.

15.2. Rapat khusus urusan Gereja adalah rapat yang diselenggarakan
bilamana ada hal yang khusus dan mendesak yang harus
dibahas dan diputuskan oleh Gereja. Rapat khusus ini dapat
diselenggarakan atas permintaan dari anggota Gereja melalui
Diakon atau Rapat Urusan Gereja. Ketua Diakon bertanggung
jawab untuk mengundang pada anggota Gereja untuk

69

menghadiri Rapat khusus ini. Rapat khusus ini akan dipimpin
oleh seorang yang dipilih oleh Diakon Gereja.

15.3. Rapat Pendeta dan para Diakon diselenggarakan sekurang-
kurangnya 3(tiga) bulan sekali. Ketua Diakon bertanggung jawab
untuk mengundang dan memimpin rapat rutin tersebut.
Bilamana ada permasalahan yang mendesak, Pendeta dapat
mengundang para Diakon untuk mengadakan suatu rapat
khusus. Rapat ini akan dipimpin oleh ketua Diakon atau
Pendeta.

15.4. Rapat Panitia Perancang diadakan sekali sebulan yang dihadiri
oleh:

a) Pendeta (ex-officio)

b) Para Asisten Pendeta

c) Ketua Diakon

d) Sekretaris Gereja

e) Bendahara

f) Para Ketua Organisasi Gereja

g) Para Ketua Panitia Gereja.

15.4.1. Ketua Panitia Perancang bertanggung jawab untuk
mengundang rapat tersebut.

15.4.2. Hasil Rapat Panitia Perancang harus dipublikasikan
kepada seluruh anggota Gereja.

15.5. Rapat Panitia-Panitia dan Organisasi-Organisasi Gereja diadakan
sekurang-kurangnya seminggu sebelum rapat Panitia
Perancang, untuk digunakan sebagai bahan dalam rapat Panitia

70

Perancang. Ketua Panitia dan Ketua Organisasi
bertanggung jawab untuk mengundang dan memimpin rapat di
bagian masing-masing.

BAB IX

KETENTUAN PERALIHAN

DAN PERUBAHAN ANGGARAN RUMAH TANGGA

PASAL 16

KETENTUAN PERALIHAN

Hal-hal yang belum diatur dalam Anggaran Rumah Tangga ini akan
diatur/ditetapkan dalam keputusan-keputusan Rapat Urusan Gereja.

PASAL 17

PERUBAHAN ANGGARAN RUMAH TANGGA

17.1. Perubahan Anggaran Rumah Tangga, bila perubahan ini
memang diperlukan dan diyakini oleh sebagian besar anggota
Gereja, maka pengubahan hanya dapat dilakukan melalui Rapat
Khusus Urusan Gereja, yang dihadiri oleh sekurang-kurangnya
50% ( lima puluh persen ) ditambah satu orang dari jumlah
anggota Gereja yang terdaftar, dan telah diumumkan secara
jelas / terbuka sekurang-kurangnya 1(satu) bulan sebelumnya
kepada para anggota Gereja. Pengubahan ini sah jika disetujui
oleh sekurang-kurangnya 2/3(dua per tiga) dari jumlah anggota
Gereja yang hadir dalam Rapat Khusus Urusan Gereja tersebut.

71

Apabila Rapat Khusus Urusan Gereja tidak memenuhi quorum
sebanyak 3 kali berturut-turut masing-masing selang satu bulan,
maka rencana perubahan Anggaran Rumah Tangga menjadi
batal.

PASAL 18
PENUTUP
Anggaran Rumah Tangga ini berlaku setelah disahkan dalam Rapat
Khusus Urusan Gereja serta berlaku juga bagi semua kegiatan dibawah
nama Gereja Baptis Indonesia Golden Boulevard (termasuk kegiatan
sidang bahasa asing, cabang-cabang dan tempat-tempat Pembinaan
Warga Gereja)

Disahkan dan ditetapkan Gereja
Baptis Indonesia Golden Boulevard
BSD City:
Di Tangerang Selatan
pada tanggal: 24 Agustus 2013
Gembala Sidang,

Pdt. Johni Mardisantosa, S.Th.

72


Click to View FlipBook Version