ANGGARAN DASAR
GEREJA BAPTIS INDONESIA
GOLDEN BOULEVARD
Peyusun:
Pdt. Johni Mardisantosa
Louis E. F. Mandagie
Djaja Putra
Ganang Wisnugroho
Nanang P. Harijono
Kalep Budiyanto
Jl. Pahlawan Seribu,
Kompleks Ruko Golden Boulevard Blok B.8-9, BSD City,
Tangerang Selatan, Banten
1
PENDAHULUAN
Bahwa TUHAN ALLAH Khalik Semesta Alam menghendaki
kemerdekaan, pembebasan dan keselamatan manusia dari belenggu dosa.
Bahwa kemerdekaan, pembebasan dan keselamatan manusia dari
belenggu dosa adalah anugerah bagi setiap orang yang mau percaya, bahwa
YESUS KRISTUS adalah TUHAN yang KEKAL, JURU SELAMAT dan PENEBUS
DOSA. “Karena begitu besar kasih ALLAH akan dunia ini, sehingga IA telah
mengaruniakan ANAK-NYA yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya
kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal” ( Yohanes 3 :
16 ).
Bahwa sesungguhnya YESUS KRISTUS sebagai Kepala Gereja
memberikan kebebasan dan kewajiban bagi setiap Gereja untuk mengatur
rumah tangganya sendiri berdasarkan panggilan ALLAH guna melaksanakan
karya nyata berupa pelayanan kepada sesama manusia, saling melayani,
bergotong-royong dan saling memikul beban demi kebesaran dan kemuliaan
Nama TUHAN YESUS KRISTUS.
Sadar akan tanggung jawab ini, maka kami anggota-anggota Gereja
Baptis Indonesia Golden Boulevard, BSD City, dengan ini menyusun
ANGGARAN DASAR GEREJA sebagai pedoman dalam melaksanakan kegiatan
Gereja kami sebagai berikut:
BAB I
NAMA, WAKTU, TEMPAT KEDUDUKAN
Pasal 1
Nama dan Tempat : GEREJA BAPTIS INDONESIA GOLDEN BOULEVARD
Berkedudukan di BSD City, Tangerang Selatan,
Banten.
2
Waktu (Persekutuan orang-orang percaya ditempat ini untuk
selanjutnya dalam Anggaran Dasar ini disebut
Gereja).
: Diorganisasikan pada tanggal 24 Agustus 2013 untuk
jangka waktu yang tidak terbatas sesuai dengan
kehendak Allah.
BAB II
DASAR, ASAS BERMASYARAKAT dan KEYAKINAN IMAN
Pasal 2
DASAR
Gereja berdasar kepada :
A. ALKITAB YANG ADALAH FIRMAN TUHAN
B. ASAS KEPERCAYAAN BAPTIS
C. PERJANJIAN GEREJA BAPTIS
Pasal 3
ASAS BERMASYARAKAT, BERBANGSA dan BERNEGARA
Sebagai Badan Keagamaan yang berada di tengah-tengah masyarakat, bangsa
dan Negara Republik Indonesia, Gereja mengakui Pancasila sebagai satu-
satunya asas dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
Pasal 4
KEYAKINAN IMAN
Gereja mempunyai keyakinan iman sebagai berikut:
3
A. Alkitab adalah Firman Allah yang telah diilhamkan kepada manusia
dan menjadi satu-satunya pedoman iman, moral, dan rohani untuk
seluruh warga Gereja.
B. Allah yang Mahakuasa, pencipta langit dan bumi adalah Esa dan
Tritunggal, yaitu: Bapa, Anak, Roh Kudus.
C. Allah Anak, adalah Allah yang telah menjelma menjadi manusia
seutuhnya, yaitu Yesus Kristus. Ia adalah satu-satunya Juru Selamat
manusia. Dengan perantaraan-Nya manusia dapat langsung datang
kepada Allah.
D. Allah Roh Kudus adalah Allah. Ia memanggil orang untuk percaya,
mendiami, membaptiskan, memeteraikan, memberi karunia rohani,
memenuhi, dan memperlengkapi setiap orang percaya untuk
melanjutkan pelayanan Kristus melalui jemaat-Nya.
E. Manusia diciptakan dengan kemampuan untuk bersekutu dengan
Allah tetapi telah mendurhakai Allah dan jatuh ke dalam dosa.
F. Keselamatan adalah karya Allah yang dilakukan-Nya untuk manusia.
Keselamatan itu hanya diperoleh melalui pertobatan dan iman
kepada Tuhan Yesus Kristus, atas dasar anugerah Allah.
G. Gereja setempat adalah persekutuan orang-orang percaya yang telah
dibaptiskan untuk mengemban Amanat Agung Tuhan Yesus. Gereja
universal terdiri atas semua orang yang telah bertobat serta
mengakui dan menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamatnya.
Gereja Baptis Indonesia Golden Boulevard, BSD City bersifat otonom
dan berpemerintahan kongregasional , namun terikat dengan gereja-
gereja Baptis Indonesia lainnya di Indonesia. Bentuk ikatan tersebut
sebagai anggota dari keluarga besar Gabungan Gereja Baptis
Indonesia.
H. Upacara Agung Gereja hanya ada dua macam, yaitu: Baptisan secara
selam, dan Perjamuan Tuhan. Kedua upacara tersebut merupakan
gambaran simbolis yang penuh dengan makna rohani.
I . Gereja dan Negara memiliki kedudukan dan tugas serta tanggung
jawabnya sendiri-sendiri, tetapi kedua lembaga ini bekerja sama
secara selaras dan seimbang dalam membentuk manusia seutuhnya.
J . Pada hari akhir zaman Tuhan Yesus Krisus akan datang kembali.
4
BAB III
BENTUK, SIFAT, TUJUAN dan KEGIATAN / USAHA
Pasal 5
BENTUK DAN SIFAT
Gereja merupakan persekutuan orang-orang yang percaya dan beriman
kepada YESUS KRISTUS. Gereja merupakan suatu badan kegerejaan yang
otonom dan demokratis, bersifat kerohanian, sosial, non-politik dan menjadi
anggota dari Gabungan Gereja Baptis Indonesia ( GGBI ).
Pasal 6
TUJUAN dan KEGIATAN / USAHA
Gereja mempunyai tujuan untuk meningkatkan dan mengembangkan hidup
kerohanian melalui penyembahan, persekutuan, pemuridan, penginjilan, dan
pelayanan anggota-anggota Gereja dan untuk itu akan berusaha
menyelenggarakan kegiatan-kegiatan antara lain berupa :
A. Mengadakan kebaktian-kebaktian umum dan khusus.
B. Mengadakan kelas-kelas Pelajaran Alkitab (Sekolah Minggu).
C. Menyelenggarakan pemuridan dan pendidikan Theologia.
D. Menyelenggarakan pendidikan bagi petugas dan pelayan di Gereja
untuk meningkatkan kemampuan dan pelayanan mereka.
E. Mendirikan Gereja-Gereja, Cabang-Cabang, Balai Pembinaan Warga
dan Tempat Pembinaan Warga.
F. Menyelenggarakan Persekutuan /Kelompok Doa dan Kebaktian
Rumah tangga.
G. Melaksanakan usaha-usaha Pengabaran Injil.
H. Mengadakan kegiatan sosial dan kegiatan lain yang dianggap perlu
untuk mendukung tercapainya tujuan dari Gereja.
5
BAB IV
UPACARA GEREJA
Pasal 7
Gereja hanya mengenal dua jenis Upacara Gereja, yaitu :
A. Upacara Baptisan secara selam, dan
B. Upacara Perjamuan Tuhan.
Kedua upacara tersebut merupakan gambaran simbolis yang penuh dengan
makna rohani.
BAB V
PEJABAT, PETUGAS DAN-PELAYAN DI GEREJA DAN ORGANISASI / PANITIA
GEREJA
Pasal 8
PENDETA DAN DIAKON
A. PENDETA adalah seseorang yang dipilih, diangkat dan diberhentikan
oleh Gereja sebagai Gembala Sidang. Seorang Pendeta mempunyai
tugas-tugas sebagai berikut :
1) Menggembalakan sidangnya supaya semua anggota Gereja
dapat meningkat dan terpelihara nilai kerohaniannya.
2) Memberitakan Injil/Firman Tuhan dengan berkhotbah, memberi
kesaksian, memberi teladan dan juga nasehat. Mengadakan
kunjungan kerumah anggota Gereja dan juga kepada orang-
orang yang belum mengenal Yesus sebagai Juruselamat,
membina rohani serta memimpin jemaatnya supaya tetap
berjalan dalam jalan yang benar.
6
3) Menjadi anggota dalam semua panitia dan organisasi yang ada di
Gereja.
4) Mewakili segala kepentingan Gereja yang berhubungan dengan
tugas-tugas kependetaaan.
5) Bersama dengan paling sedikitnya 2 (dua) orang anggota yang
ditunjuk oleh Gereja, mewakili Gereja dalam berhubungan
keluar secara resmi, baik dalam berurusan dengan pihak instansi
pemerintah maupun non pemerintah.
B. DIAKON adalah seorang anggota Gereja yang telah dipilih dari antara
anggota Gereja dan diangkat oleh Gereja untuk melaksanakan tugas-
tugas sebagai berikut :
1) Menjadi wakil dari Gembala Sidang bilamana Gembala Sidang
tidak berada ditempat untuk jangka waktu tertentu.
2) Membantu Gembala Sidang dalam pelayanan rohani, upacara
dan sosial bagi para anggota Gereja.
3) Bersama dengan Gembala Sidang memberikan nasehat dan
teladan kepada anggota Gereja.
4) Membantu Gembala Sidang dalam segala hal yang diperlukan
untuk memajukan dan menumbuhkan Gereja.
Seorang Diakon dapat mengundurkan diri dari jabatannya atau dapat
juga diberhentikan oleh Gereja bilamana dia telah memenuhi kriteria
untuk pemberhentian tersebut. Ketentuan untuk pemilihan dan
pemberhentian seorang Diakon akan diatur dalam Anggaran Rumah
Tangga.
C. Dalam hal tidak ada seorang Diakon, maka tugas dan kewenangannya
digantikan oleh seorang wali yang ditunjuk melalui Rapat Urusan Gereja.
7
Pasal 9
SEKRETARIS, BENDAHARA dan ORGANISASI / PANITIA GEREJA
Petugas/Pelayan Gereja yang termasuk dalam Pasal 9 ini akan melaksanakan
tugasnya selama 24 bulan sejak pengangkatan dan akan digantikan oleh
Petugas/Pelayan baru sesudah masa pelayanan 24 bulan selesai. Pergantian
Petugas/Pelayan antar waktu (digantikan Petugas/Pelayan lain sebelum masa
pelayanan 24 bulan dipenuhi) dimungkinkan dengan persetujuan dari Sidang
Gereja melalui Rapat Urusan Gereja. Ketentuan untuk Pergantian
Petugas/Pelayan antar waktu akan dijelaskan dalam Anggaran Rumah Tangga.
A. SEKRETARIS GEREJA adalah seorang anggota Gereja yang dipilih,
diangkat dan diberhentikan oleh Gereja dan mempunyai tugas
pelayanan sebagai berikut:
1) Melaksanakan tugas-tugas kesekretariatan Gereja.
2) Menyelenggarakan dan memelihara sistem administrasi dan
kearsipan Gereja.
B. Bendahara Gereja adalah seorang anggota Gereja yang dipilih,
diangkat dan diberhentikan oleh Gereja dan mempunyai tugas
pelayanan sebagai berikut:
1) Sebagai pemegang dana milik Gereja maka Bendahara akan
melaksanakan penerimaan dan pengeluaran dana Gereja, sesuai
dengan program dan kegiatan yang sudah disetujui oleh Gereja
melalui Rapat Urusan Gereja.
2) Bendahara akan memelihara dana Gereja dengan sistem
pembukuan keuangan yang berlaku umum, jelas dan lengkap.
3) Menjamin keamanan dalam penyimpanan dana Gereja dalam
rekening Bank atau sistem lainnya yang telah disetujui oleh
Gereja.
C. KETUA-KETUA ORGANISASI GEREJA adalah anggota Gereja yang
diangkat/diberhentikan oleh Gereja dan mempunyai tugas pelayanan
sebagai berikut:
8
1) Membuat Rencana Jangka Pendek, Jangka Menengah dan Jangka
Panjang untuk Organisasi Gereja yang menjadi tanggung
jawabnya supaya Organisasi Gereja tersebut dapat menyokong
perkembangan dan pertumbuhan dari Gerja dan anggota-
anggotanya.
2) Melaksanakan dan memelihara kegiatan/program yang sudah
direncanakan dengan sebaik-baiknya supaya tujuan dari
Organisasi yang ditanganinya dapat tercapai.
3) Melakukan evaluasi secara berkala untuk mengetahui
keberhasilan dan juga hambatan/kendala yang dihadapi dalam
menjalankan program yang sudah direncanakan.
Organisasi Gereja pada dasarnya terdiri dari:
1) Kelas Pemahaman Alkitab atau Sekolah Minggu
2) Persekutuan Kaum Wanita Baptis Indonesia(WBI)
3) Persekutuan Kaum Pria Baptis Indonesia(PBI)
4) Persekutuan Kaum Muda Baptis (PKMB)
Ketua dari masing-masing organisasi Gereja tersebut secara otomatis
menjadi anggota Panitia Perancang Gereja.
D. PANITIA-PANITIA GEREJA adalah anggota-anggota Gereja yang
dipilih, diangkat dan diberhentikan oleh Gereja dan mempunyai
tugas sebagai berikut:
1) Membuat Rencana Jangka Pendek, Jangka Menengah dan Jangka
Panjang untuk bidang kepanitiaan Gereja yang menjadi tanggung
jawabnya supaya Panitia Gereja tersebut dapat menyokong
perkembangan dan pertumbuhan dari Gereja dan anggota-
anggotanya.
2) Melaksanakan dan memelihara kegiatan/program yang sudah
direncanakan dengan sebaik-baiknya supaya tujuan dari Panitia
Gereja yang ditanganinya dapat tercapai.
3) Melakukan evaluasi secara berkala untuk mengetahui
keberhasilan dan juga hambatan/kendala yang dihadapi dalam
menjalankan program yang sudah direncanakan.
9
Ketua dari masing-masing panitia Gereja secara otomatis menjadi
anggota Panitia Perancang Gereja.
E. PANITIA PERANCANG GEREJA adalah kumpulan petugas/pelayan
Gereja yang terdiri dari ketua-ketua Organisasi Gereja, ketua-ketua
Panitia Gereja, para Diakon dan Pendeta dan mempunyai tugas
sebagai berikut:
Mengadakan pertemuan secara tetap, sekurang-kurangnya satu kali
dalam satu bulan, untuk merencanakan dan membahas kegiatan
Gereja dan kegiatan dari masing-masing Organisasi dan Panitia
Gereja dan membahas masalah-masalah yang mungkin timbul
selama satu bulan yang sudah lewat. Membuat laporan serta usulan
yang akan diajukan kepada anggota Gereja melalui Rapat Urusan
Gereja. Gembala Sidang menjadi ketua memimpin Rapat Panitia
Perancang, namun apabila Gembala Sidang berhalangan atau tidak
ada maka Panitia Perancang dapat mengangkat seorang ketua dari
antara anggotanya untuk menjadi pemimpin dalam pelaksanaan
tugas dari Panitia Perancang.
F. PEGAWAI DAN TENAGA HONORER GEREJA (Sekretaris Kantor Gereja,
Penjaga Gereja, Pengemudi Gereja, Petugas Kebersihan dan lain-lain)
adalah orang-orang yang dipilih, diangkat dan diberhentikan oleh
Gereja dan mempunyai tugas sebagai berikut:
Sesuai dengan jabatan yang dipegang, membantu Gereja dalam
penyelenggaraan administrasi kantor Gereja dan menyokong,
pelayanan dan urusan rumah tangga Gereja.
BAB VI
KEANGGOTAAN, HAK dan TANGGUNG JAWAB
Pasal 10
KEANGGOTAAN
10
1) Yang dapat diterima sebagai anggota Gereja ialah orang yang sudah
percaya kepada TUHAN YESUS dan dibaptiskan sesuai dengan
kepercayaan umat Baptis dengan diselam, serta memasuki
keanggotaan Gereja atas dasar kemauan sendiri dan disetujui oleh
anggota Gereja dalam Rapat Urusan Gereja.
2) Orang-orang yang telah menjadi anggota Gereja Baptis ditempat lain,
dimana Gereja tersebut memiliki asas kepercayaan yang sama
dengan Gereja Baptis Indonesia, yang dengan sukarela
menggabungkan diri di Gereja ini, setelah mendapatkan persetujuan
dari anggota Gereja melalui Rapat Urusan Gereja.
Pasal 11
HAK dan TANGGUNG JAWAB ANGGOTA
A. Setiap anggota Gereja mempunyai hak yang sama dalam hal
menyatakan pendapat, memberi saran, memberi suara dan
menerima pelayanan dari Gereja sesuai dengan asas dan tujuan dari
Gereja.
B. Setiap anggota Gereja bertanggung jawab untuk turut serta dalam
kegiatan Gereja dan menyokong pelayanan Gereja baik berupa dana,
tenaga dan pikiran demi tercapainya tujuan dari Gereja.
C. Setiap anggota Gereja bertanggung jawab untuk mematuhi segala
ketentuan yang dibuat oleh Gereja demi lancarnya program,
pelayanan dan tercapainya tujuan dari Gereja.
BAB VII
KEUANGAN, HAK MILIK GEREJA dan PERWAKILAN
Pasal 12
KEUANGAN
11
A. Gereja bersandar kepada janji Tuhan sebagai sumber dan pemberi
berkat dan yang akan mencukupi keperluan Gereja-NYA ( Maleakhi 3
: 10 dan Matius 6 : 33 ) dan oleh karena itu keuangan Gereja
diperoleh dari perpuluhan, persembahan, persembahan istimewa
dari anggota serta sumbangan dari simpatisan yang tidak mengikat.
B. Penerimaan dan pengeluaran keuangan direncanakan berdasarkan
anggaran belanja yang telah disiapkan oleh Panitia Keuangan Gereja
dan ditetapkan setiap tahun dalam Rapat Urusan Gereja.
Administrasi keuangan diselenggarakan oleh Bendahara Gereja,
sedangkan perencanaan dan pengawasan keuangan diselenggarakan
oleh Panitia Keuangan.
C. Pengelolaan keuangan yang berhubungan dengan Bank diwakili oleh
Bendahara Gereja, Ketua Panitia Keuangan dan seorang yang
ditunjuk oleh Gereja melalui Rapat Urusan Gereja.
Pasal 13
HAK MILIK
A. Gereja dapat memiliki barang bergerak maupun barang yang tidak
bergerak yang menjadi inventaris dan hak milik Gereja, untuk
dipergunakan dalam mendukung pelaksanaan berbagai kegiatan
Gereja sesuai dengan tugas dan tujuan Gereja.
B. Hak milik Gereja :
1) Hak milik Gereja yang berupa barang tidak bergerak antara lain
meliputi bidang-bidang tanah, gedung Gereja dan gedung-
gedung lainnya. Aset-aset tersebut harus dilindungi dengan
Sertifikat Tanah, Surat Ijin Mendirikan Bangunan (IMB ) dan
surat-surat lainnya yang berkaitan dengan kepemilikan Aset
tersebut, sesuai dengan Peraturan Perundangan yang berlaku.
12
2) Hak milik Gereja yang berupa barang bergerak antara lain
meliputi kendaran-kendaran dinas, kelengkapan gedung dan
inventaris lainnya.
3) Hak milik Gereja tersebut dapat diadakan dengan menggunakan
dana dari Gereja atau dana/ barang yang dihibahkan oleh
perorangan, instansi atau organisasi-organisasi lain kepada
Gereja.
4) Hak milik Gereja dimaksudkan untuk dipergunakan dalam rangka
menyokong kegiatan Gereja untuk mencapai tujuannya melalui
kegiatan organisasi Gereja dan panitia atau petugas/perorangan
yang sudah diberi wewenang/hak melalui keputusan Rapat
Urusan Gereja. Hak milik Gereja tidak dapat dirubah status hak
kepemilikannya atau dihibahkan kepada pihak lain tanpa
persetujuan anggota Gereja melalui Rapat Urusan Gereja.
5) Bilamana terjadi ketidak sesuaian paham diantara para anggota
Gereja, maka hak milik Gereja akan diserahkan kepada yang
berhak sesuai dengan ketentuan berikut ini :
5.1.) Bilamana terjadi selisih dalam perbedaan pendapat yang
tidak dapat diselesaikan secara damai dan musyawarah
diantara para anggota Gereja, maka semua hak milik
Gereja akan diberikan kepada persekutuan anggota-
anggota yang setia pada Anggaran Dasar Gereja serta tetap
mempertahankan prinsip-prinsip Baptis sebagaimana
tersebut pada pasal 2, 3 dan 4 dari Anggaran Dasar ini.
5.2.) Bilamana ternyata pada satu saat kegiatan Gereja karena
satu dan lain hal terpaksa diberhentikan kegiatannya, maka
hak milik Gereja akan diserahkan kepada Gabungan Gereja
Baptis Indonesia.
Ketentuan lebih lanjut sehubungan dengan 5.1. dan 5.2. akan
diatur pelaksanaannya dalam Anggaran Rumah Tangga Gereja.
13
Pasal 14
PERWAKILAN / PERWALIAN TERKAIT HAK MILIK
Melalui Rapat Urusan Gereja ditunjuk dari antara anggota Gereja yang ada
sekurang-kurangnya 5 (lima) orang dan sebanyak-banyaknya 7 (tujuh) orang
sebagai wakil Gereja yang bertindak untuk dan atas nama Gereja.
BAB VIII
Pasal 15
RAPAT
A) Segala permasalahan dalam Gereja akan diselesaikan secara
musyawarah dan mufakat berdasarkan kasih. Gereja menjunjung
tinggi arti demokrasi dan kebebasan para anggotanya dalam
pengertian kebebasan yang bertanggung jawab serta mengutamakan
tujuan Gereja. Oleh karena itu, keputusan tertinggi berada pada
keputusan Rapat Urusan Gereja.
Rapat Urusan Gereja adalah rapat yang dihadiri oleh anggota Gereja
dan diselenggarakan paling sedikit satu kali setiap bulan, dengan
jadwal yang tetap. Pendeta atau Ketua Panitia Perancang
bertanggung jawab untuk mengundang dan memimpin Rapat Urusan
Gereja. Bilamana Pendeta tidak dapat hadir atau rapat tersebut akan
membicarakan hal yang terkait dengan pribadi Pendeta, maka Ketua
Panitia Perancang atau salah seorang diakon atau seorang anggota
Gereja yang ditunjuk yang akan memimpin Rapat Urusan Gereja
tersebut.
B) Gereja juga melaksanakan Rapat Panitia Perancang yang
diselenggarakan sebelum Rapat Urusan Gereja. Ketua Panitia
Perancang bertanggung jawab untuk mengundang dan memimpin
rapat tersebut.
C) Sebelum diadakan Rapat panitia Perancang, maka organisasi-
organisasi Gereja dan Panitia-Panitia Gereja akan menyelenggarakan
14
rapatnya masing-masing secara tersendiri ataupun secara bersama-
sama. Ketua dari masing-masing Organisasi Gereja dan Panitia Gereja
bertanggung jawab untuk mengundang dan memimpin rapat-rapat
tersebut.
D) Pendeta dan para Diakon menyelenggarakan rapat-rapatnya secara
rutin. Ketua Diakon bertanggung jawab untuk mengundang dan
memimpin rapat-rapat rutin tersebut. Bilamana ada permasalahan
yang mendesak, Pendeta dapat mengundang para Diakon untuk
mengadakan suatu rapat khusus. Rapat ini akan dipimpin oleh Ketua
Diakon.
E) Rapat Khusus Urusan Gereja adalah rapat yang diselenggarakan
bilamana ada hal yang khusus dan mendesak yang harus dibahas dan
diputuskan oleh Gereja diluar jadwal Rapat Urusan Gereja yang
sudah ditentukan. Rapat Khusus ini dapat diselenggarakan atas
permintaan dari anggota Gereja melalui Diakon atau Rapat Urusan
Gereja. Ketua Diakon bertanggung jawab untuk mengundang Rapat
Khusus ini. Rapat Khusus ini akan dipimpin oleh seorang yang dipilih
oleh Diakon Gereja.
BAB IX
KETENTUAN PERALIHAN DAN PERUBAHAN
ANGGARAN DASAR
Pasal 16
KETENTUAN PERALIHAN
Hal-hal yang belum diatur dalam Anggaran Dasar ini, akan diatur dalam
Anggaran Rumah Tangga.
15
Pasal 17
PERUBAHAN ANGGARAN DASAR
Bilamana suatu perubahan terhadap Anggaran Dasar dianggap perlu, dan
kebutuhan untuk pengubahan ini memang diyakini oleh sebagian besar
anggota Gereja, maka perubahan hanya dapat dilakukan melalui Rapat Khusus
Urusan Gereja, yang dihadiri oleh sekurang-kurangnya 50% ( lima puluh
persen ) ditambah satu orang dari jumlah anggota Gereja yang terdaftar.
Rencana untuk rapat tersebut harus sudah diumumkan secara jelas / terbuka
kepada para anggota Gereja sekurang-kurangnya satu bulan sebelumnya.
Perubahan terhadap Anggaran Dasar ini sah jika disetujui oleh sekurang-
kurangnya 2/3 ( dua per tiga )dari jumlah anggota yang hadir dalam Rapat
Khusus Urusan Gereja tersebut. Apabila Rapat Khusus Urusan Gereja tidak
memenuhi quorum sebanyak 3 kali berturut-turut masing-masing selang satu
bulan, maka rencana perubahan Anggaran Dasar batal.
Pasal 18
PENUTUP
Anggaran Dasar ini berlaku setelah disahkan dalam Rapat Khusus Urusan
Gereja serta berlaku juga bagi semua kegiatan dibawah nama Gereja,
termasuk Cabang-Cabang, Balai Pembinaan Warga, dan Tempat Pembinaan
Warga Gereja.
Disahkan dan ditetapkan Gereja Baptis
Indonesia Golden Boulevard BSD City,
Di Tangerang Selatan
pada hari Sabtu, tanggal 24 Agustus 2013
Gembala Sidang,
Pdt. Johni Mardisantosa, S.Th.
16