The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by alfianarna, 2021-11-24 18:15:04

MODUL AKIDAH AKHLAK KELAS 12 SMT. I

MODUL AKIDAH AKHLAK KELAS 12 SMT. I

MODUL PEMBELAJARAN AKIDAH AKHLAK

SEMESTER GANJIL
ADAB PERGAULAN DALAM ISLAM

OLEH :
ALFIANA RIDHA NUR AZIZAH

126201202104
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN
UNIVERSITAS SAYYID ALI RAHMATULLAH TULUNGAGUNG

2

BAB 4 Adab Pergaulan dalam Islam

Kompetensi Inti (KI)

1. Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya.
2. Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli

(toleran, gotong royong), santun, percaya diri dalam
berinteraksi secara efektif dengan lingkungan social dan
alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya.
3. Memahami Pengetahuan (factual, konseptual, dan
procedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu
pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan
kejadian tampak mata.
4. Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret
(menggunakan, mengurangi, merangkai, memodifikasi, dan
membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca,
menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan
yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam
sudut pandang teori.

Kompetensi Dasar (KD)

4.1 Menghayati adab yang baik dalam bergaul dengan orang
yang sebaya, yang lebih tua, yang lebih muda, dan lawan jenis.
4.2 Terbiasa beradab yang baik dalam bergaul dengan orang
yang sebaya, yang lebih tua, yang lebih muda, dan lawan jenis.
4.3 Memahami adab bergaul dengan orang yang sebaya, yang
lebih tua, yang lebih muda, dan lawan jenis.
4.4 Mensimulasikan adab bergaul dengan orang yang sebaya,
yang lebih tua, yang lebih muda, dan lawan jenis.

3

Tujuan Pembelajaran

1. Siswa dapat menjelaskan pengertian teman sebaya, yang lebih
tua, yang lebih muda, dan lawan jenis.

2. Sisawa dapat menjelaskan adab bergaul dengan teman sebaya,
yang lebih tua, yang lebih muda, dan lawan jenis.

3. Siswa dapat menjelaskan larangan bergaul dengan teman
sebaya, yang lebih tua, yang lebih muda, dan lawan jenis.

Nilai Karakter Bangsa

Jujur, rajin, amanah, dan disipilin.

Alokasi Waktu

… x… Jam pelajaran

Kata Kunci

Adab, pergaulan, islam Pergaulan dengan teman
Peta Konsep sebaya

Adab Bergaul Pergaulan dengan orang
dalam Islam yang lebih tua

Pergaulan dengan orang
yang lebih muda

Pergaulan dengan lawan
jenis

4

Pergaulan adalah suatu interaksi yang terjadi dalam masyarakat. Dengan
bergaul seseorang akan dapat mengenal lebih dalam teman bergaulnya. Mulai dari
nama, kebiasaan, dan hal-hal baik atau buruk yang dilakukan oleh seorang teman.

Pergaulan adalah kebutuhan setiap manusia sebagai makhluk social.
Pergaulan adalah akhlak atau budi pekerti yang telah dibahas lengkap dalam
Islam. Dalam materi ini akan dibahas pergaulan dengan teman sebaya, pergaulan
dengan yang lebih tua, pergaulan dengan yang lebih muda, dan pergaulan dengan
lawan jenis. Islam adalah agama yang dapat menjawab segala permasalahan yang
dihadapai umatnya dalam kehidupan ini, termasuk pergaulan.

5

PENDALAMAN MATERI

A. ADAB BERGAUL DENGAN TEMAN SEBAYA
1. Pengertian Bergaul dengan Teman Sebaya
Dalam bahasa Arab, bergaul diartikan dengan shuhbah yang diambil dari
kata shahiba yang berarti pertemanan. Dalam bahasa Indonesia bergaul berarti
campur. Sementara teman sebaya dalam kamus besar bahasa Indonesia
diartikan sebagai kawan, sahabat, atau orang yang usianya hampir sama.
Dengan demikian yang dimaksud dengan bergaul sesame teman sebaya
adalah pertemanan seorang individu dengan individu lainnya (anak-anak, usia
remaja, atau dewasa) yang tingkat usianya hampir sejajar.
Pergaulan remaja memiliki cirri khas tersendiri. Seorang remaja memiliki
kebutuhan yang kuat untuk diterima oleh teman sebayanya, akibatnya mereka
akan senang apabila diterima dan sebaliknya akan tertekan dan cemas apabila
tidak diterima atau dikucilkan oleh teman-teman sebayanya, bagi seorang
remaja pandangan teman-teman sebaya terhadap dirinya merupakan hal yang
sangat penting.
Teman sebaya adalah kelompok baru yang memiliki ciri, norma dan
kebiasaan yang jauh berbeda dengan apa yang ada di lingkungan keluarganya,
dimana kelompok teman sebaya ini merupakan lingkungan sosial yang pertama
dimana anak bisa belajar untuk hidup bersama dengan orang lain yang bukan
merupakan anggota keluarganya. Disinilah anak dituntut untuk memiliki
kemampuan baru dalam menyesuaikan diri dan dapat dijadikan dasar dalam
interaksi sosial yang lebih besar. Di antara fungsi terpenting dari kelompok
teman sebaya, antara lain:

a. Sebagai sumber informasi mengenai dunia di luar keluarga
b. Memperoleh umpan balik mengenai kemampuannya dari

kelompok teman sebaya
c. Mempelajari bahwa apa yang mereka lakukan itu lebih baik, sama

baik, atau kurang baik, dibandingkan remaja-remaja lainnya.

2. Cara Mencari Teman Sebaya yang Baik Menurut Islam

6

a. Cerdas
Kecerdasan bagi seseorang adalah modal awal. Oleh karena itu

dalam Islam dianjurkan untuk mencari teman yang cerdas bukan yang
bodoh ataupun dungu. Bergaul dengan orang bodoh pada akhirnya akan
menimbulkan keburukan dan putusnya hubungan silaturahmi sekalipun
dalam waktu yang relative lama. Oleh karena menurut Imam Al Ghazali
orang yang memutuskan persahabatan dengan orang yang bodoh
merupakan ibadah.

b. Memiliki akhlak yang baik
Carilah teman yang memiliki akhlak baik. Seorang teman yang

telah diliputi oleh emosi, kikir, penakut, dan cenderung mengikuti hawa
nafsunya tidak akan menghasilkan pertemanan yang baik. Oleh karena itu
Allah swt berfirman :

‫أَ َﱂْ ﺗـَ َﺮ إِ َﱃ اﻟﱠ ِﺬﻳ َﻦ ﺗـَ َﻮﻟﱠ ْﻮا ﻗـَ ْﻮﻣًﺎ ﻏَ ِﻀ َﺐ ا ﱠُ ﻋَﻠَﻴْ ِﻬ ْﻢ ﻣَﺎ ُﻫ ْﻢ ِﻣﻨْ ُﻜ ْﻢ َوَﻻ ِﻣﻨْـ ُﻬ ْﻢ َو َﳛْﻠِ ُﻔﻮ َن ﻋَﻠَﻰ‬

‫اﻟْ َﻜ ِﺬ ِب َو ُﻫ ْﻢ ﻳـَﻌْﻠَ ُﻤﻮ َن‬

“Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang menjadikan suatu
kaum yang dimurkai Allah sebagai teman ? orang-orang itu bukan
dari golongan kamu dan bukan (pula) dari golongan mereka, dan
mereka bersumpah untuk menguatkan kebohongan, sedang mereka
mengetahui..Allah telah menyediakan bagi mereka azab yang
sangat keras. Sesungguhnya Amat buruklah apa yang telah mereka
kerjakan (QS. Al Mujadilah : 14)

c. Bukan orang fasik
Teman yang baik sangat berpengaruh, terutama dalam masalah

perilaku. Orang yang fasik adalah orang yang senantiasa berbuat dosa
walaupun perbuatan dosanya merupakan dosa kecil. Tidak ada kebaikan
sama sekali dalam bergaul dengan orang fasik karena biasanya orang fasik
akan meremehkan perbuatan maksiat kepada Allah swt, dan menjadikan

7

hati semakin dekat terhadap perbuatan maksiat itu sendiri. Selain itu orang
yang fasik adalah orang yang jarang berbuat baik karena ia tidak takut
kepada Allah swt, ddan merupakan sosok yang tidak dapat dipercaya
pertemanannya, Allah swt berfirman :

‫َوا ْﺻ ِﱪْ ﻧـَ ْﻔ َﺴ َﻚ ﻣَ َﻊ اﻟﱠ ِﺬﻳ َﻦ ﻳَ ْﺪﻋُﻮ َن َرﺑـﱠ ُﻬ ْﻢ ِ ﻟْﻐَ َﺪاةِ َواﻟْﻌَ ِﺸ ّﻲِ ﻳُﺮِﻳ ُﺪو َن َو ْﺟ َﻬﻪُ ۖ َوَﻻ ﺗـَﻌْ ُﺪ ﻋَﻴْـﻨَﺎ َك‬
ُ‫ﻋَﻨْـ ُﻬ ْﻢ ﺗُﺮِﻳ ُﺪ زِﻳﻨَﺔَ ا ْﳊَﻴَﺎةِ اﻟ ﱡﺪﻧـْﻴَﺎ ۖ َوَﻻ ﺗُﻄِ ْﻊ ﻣَ ْﻦ أَﻏْ َﻔﻠْﻨَﺎ ﻗَـﻠْﺒَﻪُ ﻋَ ْﻦ ِذ ْﻛﺮِ َ َواﺗـﱠﺒَﻊَ َﻫ َﻮاﻩُ َوَﻛﺎ َن أَ ْﻣ ُﺮﻩ‬

‫ﻓـُ ُﺮﻃًﺎ‬

“Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang
menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-
Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena)
mengharapkan perhiasan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang
yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti
hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas.” (QS. Al Kahfi
:28)

Banyak fakta yang menyatakan bahwa sebagian besar apalagi
pemuda, terjerumus kepada perbuatan maksiat karena teman sebayanya.
Banyak sekali pemuda yang awalnya memiliki perangai baik, taat
beribadah, berbakti kepada orangtua, rajin belajar. Dan memiliki prestasi,
namun setelah bergaul dengan si A misalnya seluruhnya berubah total.
Pertanyaannya adalah darimana perubahan itu terjadi ? tentunya dari
sahabatnya tadi.

Ia telah terpengaruh oleh temannya dimana temannya tersebut
sudah dipengaruhi oleh hawa nafsu dan perilaku setan. Akhirnya ia
menjadi pemuda yang malas, melawan terhadap orangtua, tidak taat
kepada guru, dan malas belajar sehingga tidak berprestasi kemudian
akhirnya dikeluarkan dari sekolah karena perilakunya yang buruk tersebut.

d. Bukan orang yang rakus
Menurut Imam Al Ghazali bergaul dengan orang yang rakus

terhadap hal-hal dunia merupakan racun pembunuh. Oleh karena itu

8

bergaulah dengan orang-orang yang tidak rakus terhadap duniawi. Hal-hal
yang bersifat duniawi perlu dicari tetapi rakus terhdap duniawi tidaklah
baik. Oleh karena itu Abu Sulaiman al-Darani mengingatkan : ”Janganlah
bergaul kepada salah satu dari dua orang ini: orang yang menyertaimu
(menasehati) didalam hal-hal duniawi atau kepada seseorang yang
senantiasa bertambah setiap saat amal-amal akhiratnya”

3. Cara Bergaul dengan Teman Sebaya
a. Saling menghormati dan toleransi
Teman sebaya dimungkinkan berasal dari berbagai latar belakang
agama, tradisi dan kebiasaan yang berbeda dari latar belakang sosial
pendidikan dan kondisi ekonomi yang berbeda. Karena perbedaan itu
mereka harus memiliki sikap saling menghormati dan saling toleransi.

Sikap saling menghormati adalah menempatan persamaan hak dan
kewajiban secara seimbang (egaliter). Menempatkan prsamaan hak dan
kewajiban secara seimbang adalah sangat direstui islam sebagai wujud
ukhuwah insaniah dan ukhuwah basyariah. Karena Allah telah
menempatkan manusia sebagai mahluk yang termulia,

(٧٠)… ‫َوﻟَ َﻘ ْﺪ َﻛ ﱠﺮ ْﻣﻨَﺎ ﺑَﻨِﻲ آدَ َم‬

Dan Sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam.(QS. Al Isra’:
70)

Perintah untuk bersikap toleran dapat dirujuk pada perintah Al Quran
dalam rangka saling menghormati keyakinan beragama, selama tidak
menjadikan masing-masing bertukar keyakinan,

(٦) ‫َﻟ ُﻜ ْﻢ ِدﯾﻨُ ُﻜ ْﻢ َو ِﻟ َﻲ ِدﯾ ِﻦ‬

Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku. (QS. Al Kafirun: 6)

b. Saling bekerjasama dan tolong menolong

9

Ketika teman kita sedang mempunyai hajat ataupun kegiatan yang
membutuhkan bantuan maka sebisa mungkin kita membantunya kiat harus
saling bekerja sama, tolong menolong hingga melahirkan keharmonisan
dalam berteman, kita harus ingat bahwa saat nanti, kita juga membutuhkan
bantuan mereka. Perhatikan hadits berikut !

‫ﻗﺎل َر ُﺳﻮ ُل ﱠ ِ ﷺ وﷲ ﻋﻮن اﻟﻌﺒﺪ ﻣﺎﻛﺎن اﻟﻌﺒﺪ ﻓﻰ ﻋﻮن اﺣﯿﮫ‬

“Dari Abu Hurairah r.a Rasulullah SAW bersabda, ”Allah akan slalu
menolong hamba-Nya selama hamba itu mau menolong saudaranya”.(H.R
Muslim)

Tetapi harus diingat bahwa bentuk dan ragam kerjasama dan tolong-
menolong harus yang diperbolehkan agama dan tidak bertentangan dengan
nilai dan norma masyarakat, batasan kerja sama dan tolong menolong
diterangkan dalam al Qur’an:

(٢)… ‫َوﺗَ َﻌﺎ َوﻧُﻮا َﻋﻠَﻰ ا ْﻟ ِﺒ ِّﺮ َواﻟﺘﱠ ْﻘ َﻮى َوﻻ ﺗَﻌَﺎ َوﻧُﻮا َﻋ َﻠﻰ اﻹﺛْ ِﻢ َوا ْﻟﻌُ ْﺪ َوا ِن‬

“Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan
takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan
pelanggaran”. (QS. Al Maidah: 2)

c. Saling Mengasihi dan melindungi
Kasih sayang terdiri dari dua kata, kasih dan sayang. Rasa kasih

sebenarnya berasal dari rasa belas kasihan terhadap seseorang. Sesperti
Allah mengasihi kita karena kelemahan kita dan kita memang perlu
dikasihani. Rasa kasih biasanya menjadi awal munculnya rasa sayang. Rasa
sayang sendiri merupakan kata yang susah diterjemahkan terutama pada
hubungan antar manusia. Tetapi dapat kita terjemahkan kasih sayang adalah
perasaan ingin saling menjaga dan membuat bahagia siapapun yang kita
sayangi.

Kasih sayang antara anggota masyarakat sangat penting. Kasih
sayang akan melahirkan kekuatan yang amat besar dalam rangka terciptanya

10

masyarakat yang rukun, solid dan kompak dan akan melahirkan kepekaan
sosial yang dalam, bahkan seseorang yang mengasihi temannya dengan
tulus, melahirkan sebuah persaudaraan, yang lebih dari saudaranya
sendiri. Pergaulan dengan teman sebaya termasuk dengan siapa pun harus
dilandasi kasih sayang dan keikhlasan. Allah tidak akan menyayangi
seseorang jika tidak menyayangi sesamaya. Dalam salah satu hadis,
Rasulullah saw bersabda:

ُ ‫َﻣ ْﻦ ﻻَ ﯾَ ْﺮ َﺣ ُﻢ اﻟﻨﱠﺎ َس ﻻَ ﯾَ ْﺮ َﺣ ْﻤﮫُ ﷲ‬

“Barangsiapa yang tidak menyayangi sesama manusia, niscaya tidak
akan disayangi oleh Allah”.(HR. Bukhari Muslim)

Tatkala salah seorang teman kita mendapat ancaman serangan dari pihak
lain misalnya, kita wajib memberikan perlindungan, asal dia berada di
pihak yang benar. Tetapi bila dia yang salah kita tidak wajib
melindunginya.

‫اﻟ ُﻤ ْﺆ ِﻣ ُﻦ اﻟ ِﺬ ْي ﯾُ َﺨﺎ ِﻟ ُﻂ اﻟﻨﱠﺎ َس َوﯾَ ْﺼ ِﺒ ُﺮ َﻋ َﻠﻰ اَذا ُھ ْﻢ َﺧ ْﯿ ٌﺮ ِﻣ َﻦ اْﻟ ُﻤ ْﺆ ِﻣ َﻦ اﻟﱠ ِﺬى ﻻَﯾُ َﺨﺎ ِﻟ ُﻂ اﻟﻨﱠﺎ َس َوﯾَ ْﺼﺒِ ُﺮ‬
‫َﻋ َﻠﻰ اَذا ُھ ْﻢ‬

“Seorang mukmin yang bergaul dengan sesama manusia serta bersabar
(tahan uji) atas segala gangguan, mereka lebih baik daripada orang
mukmin yang tidak bergaul dengan yang lainnya serta tidak tahan uji atas
gangguan mereka”. (HR. Tirmidi)

d. Saling menasehati
Bergaul dengan sesama atau teman sebaya, baik dalam umur,

pendidikan, pengalaman, dan sebagainya, kadang-kadang tidak selalu
berjalan mulus. Mungkin saja terjadi hal-hal yang tidak diharapkan seperti
terjadi salah pengertian (mis understanding) atau bahkan ada teman
yang membatasi diri terhadap kita (jaga image) serta suka membuat gara-
gara dan masalah. Menghadapi persoalan seperti itu, hendaklah kita
mensikapi dengan sikap terbaik yang kita miliki. Ketika ada teman kita

11

yang berselisih atau bertengkar ataupun melakukan perbuatan yang tidak
baik terhadap teman-teman yang lain maka kita wajib menasehatinya.

(٣) ‫َوﺗَ َﻮا َﺻ ْﻮا ِﺑﺎ ْﻟ َﺤ ِّﻖ َوﺗَ َﻮا َﺻ ْﻮا ﺑِﺎﻟ ﱠﺼ ْﺒ ِﺮ‬

“Dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat
menasehati supaya menetapi kesabaran”. (QS. Al Ashr: 3)

Jika ada yang berbuat salah, hendaklah kita segera memaafkan
kesalahanya sekalipun orang yang berbuat salah tidak meminta maaf.
Begitu juga apabila kita berbuat kesalahan atau kekeliruan, hendaklah kita
segera meminta maaf kepada orang yang kita sakiti, baik disengaja
maupun tidak disengaja, jangan sampai kita menunda-nunda untuk
meminta maaf dari kesalahan yang kita lakukan.

‫َﻣ ِﻦ ا ْﻋﺘَﺬَ َر ِا َﻟﻰ أَ ِﺧ ْﯿ ِﮫ اْﻟ ُﻤ ْﺴ ِﻠ ِﻢ ﻓَ َﻠ ْﻢ َﯾ ْﻘﺒَ ْﻞ ِﻣ ْﻨﮫُ َﻛﺎ َن َﻋﻠَ ْﯿ ِﮫ ِﻣﺜْ ُﻞ َﺧ ِﻄ ْﯿﺌَ ِﺔ َﺻﺎ ِﺣ ِﺐ َﻣ ْﻜ ٍﺲ‬

“Barangsiapa yang meminta maaf kepada saudaranya yang muslim
sedangkan ia tidak mau memaafkannya, maka ia mempunyai dosa sebesar
dosa orang yang merampok”. (HR. lbnu Majah)

4. Larangan dalam Bergaul dengan Teman Sebaya
a. Bermusuhan
Bermusuhan berasal dari kata musuh yang artinya tidak ramah atau
tidak bersahabat. Ada yang berpendapat musuh adalah istilah untuk
sesuatu yang dipandang sebagai sesuatu yang akan merugikan atau
menjadi ancaman bagi yang lain. Bermusuhan berarti tindakan tidak
bersahabat atau tidak ramah dengan sesama. Kita dilarang untuk
bermusuhan, apalagi dalam waktu yang cukup lama. Rasulullah Saw
bersabda:

12

‫ﻻَ َﯾ ِﺤ ﱡﻞ ِﻟ ُﻤ ْﺴ ِﻠ ٍﻢ أَ ْن َﯾ ْﮭ ُﺠ َﺮ أَ َﺧﺎهُ ﻓَ ْﻮ َق ﺛَﻼَ ِث أَﯾﺎﱠ ٍم ﯾَ ْﻠﺘَ ِﻘﯿﺎَ ِن َﻓﯿُ ْﻌ ِﺮ ُض َھﺬَا َوﯾُ ْﻌ ِﺮ ُض َھﺬَا َو َﺧ ْﯿ ُﺮ ُھ َﻤﺎ اﻟﱠ ِﺬ ْي‬
‫َﯾ ْﺒﺬَأُ ِﺑﺎﻟ ﱠﺴﻼَ ِم‬

“Tidaklah halal bagi seorang muslmi mendiamkan (tidak
mengajak bicara) sit van in yang muslim lebih dari tiga hari. Jika
keduanya bertemu, lalu ingin memalingkan muka, dan yang lain pun
demikian juga. Dan yang paling baik di antara keduanya adalah yang
terlebili dahulu mengucapkan salam”. (HR. Bukhari Muslim)

Demikian pula dengan tawuran antar pemuda dan pelajar yang
menjadi budaya dan trend yang salah dikalangan sebagian remaja kita.
Tawuran adalah istilah yang sering digunakan masyarakat Indonesia,
khususnya di kota-kota besar sebagai perkelahian atau tindak kekerasan
yang dilakukan oleh sekelompok atau satu rumpun masyarakat. Penyebab
tawuran ada beragam, mulai dari hal sepele sampai hal-hal serius yang
menjurus pada tindakan bentrok. Tawuran dapat menyebabkan perpecahan
di kalangan para pelajar dan dapat mengakibatkan korban harta dan jiwa.

Setiap muslimin dilarang untuk saling membenci karena hawa
nafsu bukan karena Allah. Sebab Allah telah menjadikan mereka teman
dan saudara yang saling menyayangi bukan saling membenci. Allah telah
mengharamkan atas orang-orang mukmin perkara yang dapat
menimbulkan saling bermusuhan dan membenci diantara mereka,
sebagaimana firman Allah,

ِ ‫ِإﻧﱠ َﻤﺎ ﯾُ ِﺮﯾﺪُ اﻟ ﱠﺸ ْﯿ َﻄﺎ ُن أَ ْن ﯾُﻮ ِﻗ َﻊ ﺑَ ْﯿ َﻨ ُﻜ ُﻢ ا ْﻟﻌَﺪَا َوةَ َوا ْﻟ َﺒ ْﻐ َﻀﺎ َء ﻓِﻲ ا ْﻟ َﺨ ْﻤ ِﺮ َوا ْﻟ َﻤ ْﯿ ِﺴ ِﺮ َوﯾَ ُﺼﺪﱠ ُﻛ ْﻢ َﻋ ْﻦ ِذ ْﻛ ِﺮ ﱠ‬
(٩١) ‫َو َﻋ ِﻦ اﻟ ﱠﺼﻼةِ ﻓَ َﮭ ْﻞ أَ ْﻧﺘُ ْﻢ ُﻣ ْﻨﺘَ ُﮭﻮ َن‬

“Sesungguhnya syaitan itu bermaksud hendak menimbulkan
permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran meminum khamr dan
berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan shalat;
maka berhentilahkamu dari mengerjakan pekerjaan itu”. (QS. Al-Maidah:
91).

b. Pergaulan bebas

13

Pergaulan bebas adalah salah satu bentuk akhlak tercela, kata bebas
disini berarti melewati norma-norma yang ada. Baik norma agama maupun
norma sosial. Pergaulan bebas adalah berbaurnya lelaki dan perempuan
yang bukan muhrim pada satu tempat. Dimana mereka dapat saling
memandang, memberi isyarat, berbicara, bahkan saling bersentuhan dan
berlanjut kepada perbuatan negatif yang diharamkan. Pergaulan bebas juga
mengakibatkan berkembangnya kebiasaan negatif, seperti onani,
homoseks, lesbian, serta perzinaan.

Kebiasaan ini khususnya banyak dialami oleh remaja. Mereka tidak
mampu mengendalikan hawa nafsu dan birahi mereka. Perilaku ini bisa
terjadi karena sering menonton film porno, melihat foto bugil yang hanya
menganjurkan setiap orang untuk memuaskan nafsu seksnya. Padahal
Allah sangat melarang kita untuk tidak melakukan aktifitas yang
mengakibatkan zina,

(٣٢) ‫َوﻻ ﺗَ ْﻘ َﺮﺑُﻮا اﻟ ِّﺰﻧَﺎ إِﻧﱠﮫُ َﻛﺎ َن َﻓﺎ ِﺣ َﺸﺔً َو َﺳﺎ َء َﺳﺒِﯿﻼ‬

“Dan janganlah kamu mendekati zina; Sesungguhnya zina itu adalah
suatu perbuatan yang keji. dan suatu jalan yang buruk”. (QS. Al Isra’: 32)

c. Melanggar norma agama, masyarakat dan Negara

Melanggar norma agama dapat kita ambi pengertian setiap
perbuatan yang tidak sesuai dengan aturan-aturan dalam agama yang
dianut. Seperti semua aturan yan ada dalam al Qur’an dan Hadis.
Sedangkan norma masyarakat dan Negara adalah segala aturan yang ada
dalam masyarakat atau Negara baik secara tertulis atau tidak tertulis.
Seperti yang kita kenal dengan budaya timur, yang didalamnya terdapat
segala aturan yang berlaku di Negara-negara timr seperti Indonesia baik
secara tertulis atau tidak tertulis. Diantara perbuatan-perbuatan yang
melanggar norma agama, masyarakat dan Negara antara lain :

1) Zina

14

Zina adalah hubungan suami isteri antara laki-laki dan
perempuan yang tak terikat oleh hubungan pernikahan
(perkawinan). Diantara akibat buruk zina adalah terkumpulnya
bermacam-macam dosa dan keburukan, yakni berkurangnya agama
si pezina, hilangnya sikap menjaga diri dari dosa, kepribadian
buruk, dan hilangnya rasa cemburu.

Zina membunuh rasa malu, padahal dalam Islam malu
merupakan suatu hal yang sangat diperdulikan dan perhiasan yang
sangat indah dimiliki perempuan.

Perzinaan juga menyebabkan menularnya penyakit-
penyakit berbahaya seperti AIDS, sifilis, kencing nanah, dan
penyakit-penyakit lainnya yang ditularkan melalui hubungan
seksual. Berdasarkan hukum Islam, perzinaan termasuk salah satu
dosa besar.

‫اﻟ ﱠﺰاﻧِﯿَﺔُ َواﻟ ﱠﺰا ِﻧﻲ َﻓﺎ ْﺟ ِﻠﺪُوا ُﻛ ﱠﻞ َوا ِﺣ ٍﺪ ِﻣ ْﻨ ُﮭ َﻤﺎ ِﻣﺎﺋَﺔَ َﺟ ْﻠﺪَ ٍة َوﻻ ﺗَﺄْ ُﺧ ْﺬ ُﻛ ْﻢ ِﺑ ِﮭ َﻤﺎ َرأْ َﻓﺔٌ ﻓِﻲ ِدﯾ ِﻦ ﱠ ِ ِإ ْن ُﻛ ْﻨﺘُ ْﻢ‬
(٢) ‫ﺗُ ْﺆ ِﻣﻨُﻮ َن ِﺑﺎ ﱠ ِ َوا ْﻟﯿَ ْﻮ ِم اﻵ ِﺧ ِﺮ َو ْﻟ َﯿ ْﺸ َﮭ ْﺪ َﻋﺬَاﺑَ ُﮭ َﻤﺎ َطﺎﺋِ َﻔﺔٌ ِﻣ َﻦ ا ْﻟ ُﻤ ْﺆ ِﻣﻨِﯿ َﻦ‬

“Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina,
Maka deralah tiap-tiap seorang dari keduanya seratus dali dera,
dan janganlah belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu
untuk (menjalankan) agama Allah, jika kamu beriman kepada
Allah, dan hari akhirat, dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman
mereka disaksikan oleh sekumpulan orang-orang yang
beriman”. (QS. An Nur: 2)

2) Mengkonsumsi minuman keras

Minuman keras adalah minuman yang memabukkan dan
menghilangkan kesadaran dalam semua jenisnya. Dalam bahasa
Arab, minuman keras disebut khamar. Hukum minuman keras

15

(khamar) itu hukumnya haram, meminumnya termasuk salah satu
dosa besar.

ُ‫َﯾﺎ أَﯾﱡ َﮭﺎ اﻟﱠ ِﺬﯾ َﻦ آ َﻣﻨُﻮا إِﻧﱠ َﻤﺎ ا ْﻟ َﺨ ْﻤ ُﺮ َوا ْﻟ َﻤ ْﯿ ِﺴ ُﺮ َواﻷ ْﻧ َﺼﺎ ُب َواﻷ ْزﻻ ُم ِر ْﺟ ٌﺲ ِﻣ ْﻦ َﻋ َﻤ ِﻞ اﻟ ﱠﺸ ْﯿ َﻄﺎ ِن ﻓَﺎ ْﺟﺘَﻨِﺒُﻮه‬
(٩٠) ‫ﻟَﻌَﻠﱠ ُﻜ ْﻢ ﺗُ ْﻔ ِﻠ ُﺤﻮ َن‬

“Hai orang-orang yang beriman, Sesungguhnya
(meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi
nasib dengan panah, adalah Termasuk perbuatan syaitan. Maka
jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat
keberuntungan.” (QS. Al Maidah: 90)

Diantara akibat yang timbul akibat mengkonsumsi khamar
adalah merusak metabolisme tubuh. Menurut penelitian University
of Maryland Medical Center penggunaan alkohol bisa
menyebabkan penyakit hati kronis, seperti fatty liver yang bisa
ditemui bahwa 90 persen penderitanya adalah pengguna alkohol.
Minuman keras juga bisa mengakibatkan gagal liver. Dari
minuman keras, terutama ketika peminumnya mabuk, maka
hilanglah akalnya. Ia tak sadar bahwa kemaksiatan lain segera
mengikuti. Seperti berkata kotor, tindak kekerasan, pencurian,
perkosaan dan lain-lain.

‫ا ْﻟ َﺨ ْﻤ ُﺮ أُ ﱡم ا ْﻟ َﺨ َﺒﺎﺋِ ِﺚ َو َﻣ ْﻦ َﺷ ِﺮﺑَ َﮭﺎ ﻟَ ْﻢ ﯾَ ْﻘﺒَ ِﻞ ﱠ ُ ِﻣ ْﻨﮫُ َﺻﻼَةً أَ ْرﺑَ ِﻌﯿ َﻦ ﯾَ ْﻮ ًﻣﺎ َﻓﺈِ ْن َﻣﺎ َت َو ِھ َﻰ ﻓِﻰ َﺑ ْﻄﻨِ ِﮫ‬
ً‫َﻣﺎ َت ِﻣﯿﺘَﺔً َﺟﺎ ِھ ِﻠﯿﱠﺔ‬

“Khamr itu adalah induk keburukan (ummul khobaits) dan
barangsiapa meminumnya maka Allah tidak menerima sholatnya
40 hari. Maka apabila ia mati sedang khamr itu ada di dalam
perutnya maka ia mati dalam keadaan bangkai jahiliyah”. (HR At-
Thabrani, Ad-Daraquthni)

3) Mengkonsumsi narkoba

16

Narkoba singkatan dari narkotika dan obat atau bahan
berbahaya. Selain narkoba, istilah lain yang diperkenalkan
oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia adalah Napza.
Napza adalah singkatan dari narkotika, psikotropika dan zat
Adiktif. Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman
atau bukan tanaman, baik sintetis maupun semi sintetis yang dapat
menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa
nyeri dan dapat menimbulkan ketergantungan (Undang-Undang
No. 35 tahun 2009).

Seseorang yang sudah mengkonsumsi narkoba biasanya
akan ingin dan ingin lagi karena zat tertentu dalam narkoba
mengakibatkan seseorang cenderung bersifat pasif, karena secara
tidak langsung narkoba memutuskan syaraf-syaraf dalam otak.
Contohnya: ganja, heroin, dan putaw.

Jika terlalu lama dan sudah ketergantungan narkoba maka
lambat laun organ dalam tubuh akan rusak dan jika sudah melebihi
takaran maka pengguna itu akan overdosis dan akhirnya
mengakibatkan kematian. Hukum mengkonsumsi Narkoba sama
halnya dengan zat yang memabukkan diharamkan berdasarkan
kesepakatan para ulama. Bahkan setiap zat yang dapat
menghilangkan atau menurunkan kesadaran akal, haram untuk
dikonsumsi walau tidak memabukkan.

(١٥٧)… ‫َوﯾُ ِﺤ ﱡﻞ َﻟ ُﮭ ُﻢ اﻟ ﱠﻄﯿِّ َﺒﺎ ِت َوﯾُ َﺤ ِّﺮ ُم َﻋ َﻠ ْﯿ ِﮭ ُﻢ ا ْﻟ َﺨﺒَﺎ ِﺋ َﺚ‬

“Dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan
mengharamkan bagi mereka segala yang buruk” (QS. Al A’raf:
157)

Sabda Rasulullah SAW,

‫َﻧ َﮭﻰ َر ُﺳﻮ ُل ﱠ ِ ﷺ َﻋ ْﻦ ُﻛ ِّﻞ ُﻣ ْﺴ ِﻜ ٍﺮ َو ُﻣ َﻔ ِﺘّ ٍﺮ‬

17

“Rasulullah SAW melarang dari segala yang memabukkan
dan mufattir (yang membuat lemah) (HR. Abu Daud)
4) Melanggar tata tertib lalu lintas

Lalu lintas dalam UU No. 22 tahun 2009 adalah gerak
kendaraan dan orang diruang lalu lintas jalan. Sedangkan yang
dimaksudkan dengan ruang lalu lintas jalan adalah prasarana yang
diperuntukkan bagi gerak pindah kendaraan, orang dan atau barang
yang berupa jalan dan fasilitas pendukung. Tata tetib lalu lintas
dapat diterjemahkan sebagai aturan yang mengatur penggunaan
ruang lalu lintas jalan, yang harus ditaati oleh setiap warga Negara.

Tidak boleh ada seorang muslim pun yang melanggar
peraturan negara dalam hal lalu lintas, karena perbuatan itu akan
menyebabkan timbulnya bahaya yang besar bagi dirinya dan
pengguna jalan lainnya. Padahal pembuatan aturan-aturan lalu
lintas adalah sebagai bentuk usaha dalam mewujudkan maslahat
bersama bagi dan mencegah mudharat menimpa.

Ayo Mengamati

18

Setelah mengamati gambar diatas, buat daftar komentar atau pertanyaan
yang relevan di buku catatan kalian !

Tugas Mandiri 1
Bagaimana pendapat saudara apabila teman sebaya kalian terjerumus

kedalam pergaulan yang salah. Berikan solusinya !

Tugas Kelompok
Buatlah kelompok yang terdiri dari 3-4 anak dan diskusikan tentang

permasalahan apa yang membuat remaja bisa mengalami kesalahan dalam
pergualan ? Kemudian presentasikan di depan kelas !

Latihan 1
1. Apa yang dimaksud dengan teman sebaya ?
2. Bagaimana criteria dalam memilih pergaulan dengan teman sebaya ?
3. Hal apa saja yang harus dihindari dalam bergaul dengan teman sebaya ?

B. ADAB BERGAUL DENGAN ORANG YANG LEBIH TUA
1. Pengertian Orang yang Lebih Tua
Islam telah menganjurkan pemeluknya untuk saling berkasih sayang,
karena agama ini adalah agama kasih sayang. Salah satunya adalah kasih
sayang terhadap orang yang lebih tua, yakni orang yang dipandang tua atau
berpengalaman seperti pemimpin, kepala, penasihat, demikian menurut
KKBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia).

Umumnya, orangtua memiliki peranan yang sangat penting dalam
membesarkan anak, dan panggilan ibu/ayah dapat diberikan untuk
perempuan/laki-laki yang bukan orangtua kandung (biologis) dari seseorang
yang mengisi peranan ini. Orangtua merupakan setiap orang yang
bertanggung jawab dalam suatu keluarga atau tugas rumah tangga yang
dalam kehidupan sehari-hari disebut sebagai bapak dan ibu. Ada tiga
kelompok yang disebut orang tua dalam ajaran Islam. Dan pada ketiga

19

kelompok inilah yang diwajibkan atas kita untuk menghormati dan berbuat
baik kepadanya, yakni :

a. bapak-ibu yang melahirkan, yaitu bapak-ibu kandung.

b. bapak-ibu yang mengawinkan, yaitu bapak-ibu mertua.

c. bapak-ibu yang mengajarkan, yaitu bapak-ibu guru.

Betapa mulianya kedudukan kedua orang tua, sehingga Allah
memerintahkan untuk berbakti kepada keduanya, dijelaskan dalam al
Qur’an :

‫َو َو ﱠﺻ ْﯿﻨَﺎ اﻹ ْﻧ َﺴﺎ َن ﺑِ َﻮا ِﻟﺪَ ْﯾ ِﮫ َﺣ َﻤﻠَﺘْﮫُ أُ ﱡﻣﮫُ َو ْھﻨًﺎ َﻋﻠَﻰ َو ْھ ٍﻦ َوﻓِ َﺼﺎﻟُﮫُ ﻓِﻲ َﻋﺎ َﻣ ْﯿ ِﻦ أَ ِن ا ْﺷ ُﻜ ْﺮ ِﻟﻲ َو ِﻟ َﻮا ِﻟﺪَ ْﯾ َﻚ‬
(١٤) ‫ِإﻟَ ﱠﻲ ا ْﻟ َﻤ ِﺼﯿ ُﺮ‬

“Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua
orang ibu- bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam Keadaan lemah
yang bertambah- tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. bersyukurlah
kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah
kembalimu”. (QS. Luqman: 14)

Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa Abdullah ibn Mas’ud berkata:

:‫ ﺛُ ﱠﻢ أَ ﱞي؟ َﻗﺎ َل‬:‫ اَﻟ ﱠﺼﻼَةُ ِﻟ َﻮ ْﻗﺘِ َﮭﺎ ﻗُ ْﻠ ُﺖ‬:‫َﺳﺄَ ْﻟ ُﺖ َر ُﺳ ْﻮ َل ﷲِ َﺻﻠﱠﻰ ﷲُ َﻋ َﻠ ْﯿ ِﮫ َو َﺳﻠﱠ َﻢ اَ ﱡي ا ْﻟ َﻌ َﻤ ِﻞ أَ ْﻓ َﻀ ُﻞ؟ ﻗَﺎ َل‬
.ِ‫ اَ ْﻟ ِﺠ َﮭﺎدُ ِﻓ ْﻲ َﺳ ِﺒ ْﯿ ِﻞ ﷲ‬:‫ ﺛُ ﱠﻢ أَ ﱞي؟ َﻗﺎ َل‬:‫ﺑِ ﱡﺮ ا ْﻟ َﻮا ِﻟﺪَ ْﯾ ِﻦ ﻗُ ْﻠ ُﺖ‬

“Aku bertanya kepada Rasulullah SAW; Apakah amalan yang di
utama? Beliau menjawab, sholat pada waktunya. Saya bertanya lagi;
kemudian apa? Beliau menjawab, berbuat baik kepada kedua orang tua.
Saya bertanya lagi; kemudian apa? Beliau menjawab, jihad di jalan
Allah”. (HR. Bukhari dan Muslim)

Orang yang lebih tua adalah sumber keberkahan, mereka telah
banyak pengalaman, lebih khusyuk dalam beribadah, mendalam ilmunya
dan lebih matang dalam berpikir dan menimbang sesuatu serta tidak terburu-

20

buru dalam memutuskan sesuatu. Berbeda dengan para pemuda yang
cenderung lebih emosional, terburu-buru dan masih kurang pengalaman.

Ibu adalah salah satu dari kedua orang tua. Perbandingan seorang ibu
dengan ayah yaitu tiga banding satu. Pernah suatu ketika seorang laki-laki
datang kepada Rasulullah SAW seperti hadis yang diriwayatkan dari Abu
Hurairah ra,

:‫ َﺟﺎ َء َر ُﺟ ٌﻞ اِﻟَﻰ َر ُﺳ ْﻮ ِل ﷲِ َﺻﻠﱠﻰ ﷲُ َﻋﻠَ ْﯿ ِﮫ َو َﺳﻠﱠ َﻢ ﻓَﻘَﺎ َل‬:‫َﻋ ْﻦ اَﺑِ ْﻲ ُھ َﺮ ْﯾ َﺮةَ َر ِﺿ َﻲ ﷲُ َﻋ ْﻨﮫُ ﻗَﺎ َل‬
:‫ ﺛُـ ﱠﻢ َﻣ ْﻦ؟ ﻗَﺎ َل‬:‫ أُ ﱡﻣ َﻚ ﻗَﺎ َل‬:‫ ﺛُ ﱠﻢ َﻣ ْﻦ؟ َﻗﺎ َل‬:‫ أُ ﱡﻣ َﻚ َﻗﺎ َل‬:‫ﯾَﺎ َر ُﺳ ْﻮ َل ﷲِ َﻣ ْﻦ اَ َﺣ ﱡﻖ ﺑِ ُﺤ ْﺴ ِﻦ َﺻ َﺤﺎﺑَﺘِ ْﻲ؟ ﻗَﺎ َل‬

‫ ﺛُ ﱠﻢ أَﺑُ ْﻮ َك‬:‫ ﺛُ ﱠﻢ َﻣ ْﻦ؟ َﻗﺎ َل‬:‫ ﺛُ ﱠﻢ َﻣ ْﻦ؟ َﻗﺎ َل‬:‫أُ ﱡﻣ َﻚ ﻗَﺎ َل‬

“Dari Abu Hurairah ra berkata: seorang laki-laki datang kepada
Rasulullah SAW, ia berkata: Wahai Rasulullah, siapakah yang paling
berhak untuk saya pergauli dengan baik? Nabi menjawab: “Ibumu”. Dia
bertanya (lagi): lalu siapa? Nabi menjawab: “Ibumu”. Dia bertanya (lagi):
lalu siapa? Nabi menjawab: “Ibumu”. Dia bertanya (lagi): lalu siapa?
Nabi menjawab: kemudian bapakmu”. (HR. Bukhari dan Muslim)

2. Tata Cara Bergaul dengan Orang yang Lebih Tua

a. Bersikap Sopan

Orang beriman akan menunjukkan perhatian kepada orang tuanya
dan memperlakukan mereka dengan rasa hormat, menanamkan kasih
sayang bagi mereka, memperlakukan mereka dengan baik, dan berusaha
menyenangkan hati mereka dengan perilaku baik dan bijak.

(٢٤) ‫َوا ْﺧ ِﻔ ْﺾ َﻟ ُﮭ َﻤﺎ َﺟﻨَﺎ َح اﻟﺬﱡ ِّل ِﻣ َﻦ اﻟ ﱠﺮ ْﺣ َﻤ ِﺔ َوﻗُ ْﻞ َر ّ ِب ا ْر َﺣ ْﻤ ُﮭ َﻤﺎ َﻛ َﻤﺎ َر ﱠﺑﯿَﺎ ِﻧﻲ َﺻ ِﻐﯿ ًﺮا‬

“Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh
kesayangan dan ucapkanlah: "Wahai Tuhanku, kasihilah mereka
keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu
kecil".(QS. Al Isra’: 24)

b. Berkata Santun

21

Salah satu bentuk sikap santun kepada orangtua atau orang yang
lebih tua adalah jangan bersuara lebih keras dari suara mereka, jangan
memutus pembicaraan mereka, jangan berhohong saat beraduargumentasi
dengan mereka, jangan pula mengejutkan mereka saat sedang tidur, selain
itu,jangan sekali-kali meremehkan mereka.

Terhadap guru misalnya, bekomunikasi dengan guru secara santun
dan lemah-lembut. Ketika guru keliru baik khilaf atau karena tidak tahu,
sementara murid mengetahui, ia harus menjaga perasaan agar tidak terlihat
perubahan wajahnya. Hendaknya menunggu sampai guru menyadari
kekeliruan. Bila setelah menunggu tidak ada indikasi guru menyadari
kekeliruan, murid mengingatkan secara halus.

‫َو َﻗ َﻀﻰ َرﺑﱡ َﻚ أَﻻ ﺗَ ْﻌﺒُﺪُوا ِإﻻ إِﯾﱠﺎهُ َوﺑِﺎ ْﻟ َﻮا ِﻟﺪَ ْﯾ ِﻦ ِإ ْﺣ َﺴﺎﻧًﺎ إِ ﱠﻣﺎ َﯾ ْﺒﻠُﻐَ ﱠﻦ ِﻋ ْﻨﺪَ َك ا ْﻟ ِﻜ َﺒ َﺮ أَ َﺣﺪُ ُھ َﻤﺎ أَ ْو ِﻛﻼ ُھ َﻤﺎ ﻓَﻼ‬
(٢٣) ‫ﺗَﻘُ ْﻞ ﻟَ ُﮭ َﻤﺎ أُ ٍّف َوﻻ ﺗَ ْﻨ َﮭ ْﺮ ُھ َﻤﺎ َوﻗُ ْﻞ ﻟَ ُﮭ َﻤﺎ َﻗ ْﻮﻻ َﻛ ِﺮﯾ ًﻤﺎ‬

“dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan
sebaik-baiknya. jika salah seorang di antara keduanya atau Kedua-
duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, Maka sekali-kali
janganlah kamu mengatakan kepada keduanya Perkataan "ah" Dan
janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka
Perkataan yang mulia”.(QS. Al Isra’: 23)

c. Menolak dengan halus perintah buruk

Dalam hal tertentu mungkin orang tua atau orang yang lebih tua
melakukan kegiatan yang kurang sesuai dengan ajaran agama, kemudia
pada saat bersamaan mereka meminta untuk membantu melakukan
kegiatan buruk tersebut. Walau demikian siapa saja yang mendapati hal
yeng demikian hendaknya menolak dengan cara bersikap sopan dan
berkata santun sehingga mereka merasa tidak dilecehkan, dan pada saat
bersamaan hendaknya mendoakan para orang tua tersebut untuk tidak
melakaukan kegiatan buruk tersebut.

22

Kegiatan buruk tersebut dapat berupa kegiatan yang menyimpang
akidah, seperti mneyembah berhala. Dan juga dapat kegiatan buruk yang
melanggar nilai dan norma kemasyarakatan, misalnya mempunyai
perusahaan pengoplos minuman keras atau yang lain. Dan jangan sekali-
kali membantah perintah orang tua dengan nada kesal dan ngotot, sebab
tidak akan mambuahkan hasil. Akan tetapi hadapi dengan tenang dan
penuh keyakinan dan percaya diri.

‫َو ِإ ْن َﺟﺎ َھﺪَا َك َﻋﻠﻰ أَ ْن ﺗُ ْﺸ ِﺮ َك ﺑِﻲ َﻣﺎ ﻟَ ْﯿ َﺲ ﻟَ َﻚ ِﺑ ِﮫ ِﻋ ْﻠ ٌﻢ َﻓﻼ ﺗُ ِﻄ ْﻌ ُﮭ َﻤﺎ َو َﺻﺎ ِﺣ ْﺒ ُﮭ َﻤﺎ ِﻓﻲ اﻟﺪﱡ ْﻧ َﯿﺎ َﻣ ْﻌ ُﺮوﻓًﺎ‬
(١٥) ‫َواﺗﱠﺒِ ْﻊ َﺳﺒِﯿ َﻞ َﻣ ْﻦ أَﻧَﺎ َب إِﻟَ ﱠﻲ ﺛُ ﱠﻢ إِﻟَ ﱠﻲ َﻣ ْﺮ ِﺟﻌُ ُﻜ ْﻢ َﻓﺄُﻧَﺒِّﺌُ ُﻜ ْﻢ ِﺑ َﻤﺎ ُﻛ ْﻨﺘُ ْﻢ ﺗَ ْﻌ َﻤﻠُﻮ َن‬

“Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan
aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, Maka janganlah
kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan
baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya
kepada-Kulah kembalimu, Maka Kuberitakan kepadamu apa yang telah
kamu kerjakan”. (QS. Luqman: 15)

d. Menghormati dengan penuh kasih sayang

Diantara cabang-cabang prinsip saling berkasih sayang adalah
mencintai dan menghormati kepada orang yang lebih tua dari kita.
Rasulullah SAW menjamin surga bagi umatnya yang menghormati orang
yang lebih tua dengan penuh rasa hormat.

ِ ‫ َو ِّﻗ ِﺮ ا ْﻟ َﻜﺒِﯿ َﺮ َوا ْر َﺣ ِﻢ اﻟ ﱠﺼ ِﻐﯿ َﺮ ﺗُ َﺮاﻓِ ْﻘ ِﻨﻲ ِﻓﻲ ا ْﻟ َﺠﻨﱠ ِﺔ َﻗﺎ َل َر ُﺳﻮ ُل ﱠ‬، ‫ َﯾﺎ أَﻧَ ُﺲ‬: ‫َﺻﻠﱠﻰ ﱠ ُ َﻋ َﻠ ْﯿ ِﮫ َو َﺳﻠﱠ َﻢ‬

“Rasulullah SAW bersabda, Wahai Anas, hormati yang lebih tua
dan sayangi yang lebih muda, maka kau akan menemaniku di
surga”. (HR. Baihaqi)

Berbuat baik kepada kedua orang tua harus diupayakan secara
maksimal. Jika sang anak ingin memberikan sesuatu kepada orang tua,
berikanlah yang maksimal. Karena yang maksimal saja belum tentu dapat
sebanding dengan jerih payah dan pengorbanan keduanya selama ini
dalam mengasuh dan membesarkannya.

23

‫َو َو ﱠﺻ ْﯿﻨَﺎ اﻹ ْﻧ َﺴﺎ َن ﺑِ َﻮا ِﻟﺪَ ْﯾ ِﮫ َﺣ َﻤﻠَﺘْﮫُ أُ ﱡﻣﮫُ َو ْھﻨًﺎ َﻋﻠَﻰ َو ْھ ٍﻦ َوﻓِ َﺼﺎﻟُﮫُ ِﻓﻲ َﻋﺎ َﻣ ْﯿ ِﻦ أَ ِن ا ْﺷ ُﻜ ْﺮ ِﻟﻲ َو ِﻟ َﻮا ِﻟﺪَ ْﯾ َﻚ‬
(١٤) ‫ِإﻟَ ﱠﻲ ا ْﻟ َﻤ ِﺼﯿ ُﺮ‬

Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua
orang ibu- bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam Keadaan lemah
yang bertambah- tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun.
bersyukurlah kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya
kepada-Kulah kembalimu.(QS. Lukman: 14)

Bukan termasuk kaum muslimin, siapa yang tidak mengenali hak
orang tua dan tidak menyayangi anak kecil.

‫ َﻋ ْﻦ َﻋ ْﺒ ِﺪ ﱠ ِ ْﺑ ِﻦ‬،‫ َﻋ ْﻦ ُﻋ َﺒ ْﯿ ِﺪ ﱠ ِ ْﺑ ِﻦ َﻋﺎ ِﻣﺮ‬، ‫ َﺣﺪﱠﺛَﻨَﺎ ا ْﺑ ُﻦ أَﺑِﻲ ﻧٌ َﺠ ْﯿﺢ‬،‫ َﺣﺪﱠﺛَﻨَﺎ ُﺳ ْﻔﯿَﺎ ُن‬:‫ َﻗﺎ َل‬،‫َﺣﺪﱠﺛَﻨَﺎ َﻋ ِﻠ ﱞﻲ‬
‫ َو َﯾ ْﻌ ِﺮ ْف َﺣ ﱠﻖ‬، ‫ َﻣ ْﻦ َﻟ ْﻢ َﯾ ْﺮ َﺣ ْﻢ َﺻ ِﻐﯿ َﺮﻧَﺎ‬:‫ﻗَﺎ َل‬، ‫ َﯾ ْﺒﻠُ ُﻎ ﺑِ ِﮫ اﻟﻨﱠﺒِ ﱠﻲ َﺻﻠﱠﻰ ﱠ ُ َﻋﻠَ ْﯿ ِﮫ َو َﺳﻠﱠ َﻢ‬،‫َﻋ ْﻤ ِﺮو ْﺑ ِﻦ ا ْﻟ َﻌﺎ ِص‬

‫ َﻓ َﻠ ْﯿ َﺲ ِﻣﻨﱠﺎ‬،‫َﻛ ِﺒﯿ ِﺮ َﻧﺎ‬

“Dari Abdullaah bin Amr bin Aash, ia menyampaikan sesuatu
pada Nabi SAW, beliau bersabda, Barangsiapa tidak menyayangi anak
kecil kami dan tidak mengenali hak orang tua kami, maka ia bukan
termasuk golongan kami”. (HR. Ahmad dan Abu Dawud)

Menghormati mertua dan guru harus sama seperti menghormati
kedua orang tua sendiri. Sebab mertua adalah bapak-ibu kandung dari istri
atau suami kita. Ketika seseorang menginjak dewasa, bapak-ibu gurulah
yang mengajarkannya tentang banyak hal hingga ia menjadi mengerti
tentang banyak hal dalam kehidupan ini.

e. Memuliakan tokoh masyarakat

Memuliakan manusia berdasarkan kemuliaan adalah menjaga hak-
hak pribadi yang dimiliki semua manusia. Salah satunya dalam bentuk
dialog dengan para pembesar arab dan kerajaan-kerajaan non-muslim
dalam berbagai pertemuan dan surat-surat beliau kepada mereka. Orang-
orang awam yang menemui nabi saw, meski bukan muslimdiperlakukan
dengan sangat hormat.

24

Bahkan ada riwayat yang menyebutkan bahwa beliau
menghamparkan jubahnya untuk diduduki orang-orang yang tidak
mengenal atau memiliki hubungan kerabat dengannya.

‫ َﻗﺎل َ◌ َر ُﺳﻮ ُل ﱠ ِ َﺻﻠﱠﻰ ﱠ ُ َﻋﻠَ ْﯿ ِﮫ َو َﺳﻠﱠ َﻢ إِذَا أَﺗَﺎ ُﻛ ْﻢ َﻛ ِﺮﯾ ُﻢ َﻗ ْﻮ ٍم َﻓﺄَ ْﻛ ِﺮ ُﻣﻮه‬,‫َﻋ ْﻦ ا ْﺑ ِﻦ ُﻋ َﻤ َﺮ َﻗﺎ َل‬

Dari Ibnu ‘Umar, ia berkata, Rasulullah SAW bersabda, “Apabila
pemuka suatu kaum datang kepada kalian, maka muliakanlah ia. (HR.
Ibnu Majjah)

f. Mendahulukan Orang yang Lebih tua

Tidak mendahului orang yang lebih tua dalam perkara-perkara
mubah atau perkara duniawi. Tidak mendahului maksudnya ialah
mengutamakan mereka dan memberi kesempatan kepada mereka lebih
dahulu. Rasulullah SAW bersabda:

◌َ ‫أَ َﻣ َﺮ ِﻧﻲ ِﺟ ْﺒ ِﺮﯾ ُﻞ أَ ْن أُﻗَ ِﺪّ َم اﻷَ َﻛﺎﺑِﺮ‬

“Malikat Jibril memerintahkan aku untuk mengutamakan orang-
orang tua”. (HR. Al Baihaqi)

‫ َﻓﺄَ ْﻋ َﻄﻰ أَ ْﻛ َﺒ َﺮ ا ْﻟ َﻘ ْﻮ ِم‬، ‫ َرأَ ْﯾ ُﺖ َر ُﺳﻮ َل ﱠ ِ َﺻﻠﱠﻰ ﱠ ُ َﻋﻠَ ْﯿ ِﮫ َو َﺳﻠﱠ َﻢ َو ُھ َﻮ َﯾ ْﺴﺘَ ﱡﻦ‬: ‫ َﻗﺎ َل‬، ‫أَ ﱠن ا ْﺑ َﻦ ُﻋ َﻤ َﺮ‬
‫ إِ ﱠن ِﺟ ْﺒ ِﺮﯾ َﻞ َﺻﻠﱠﻰ ﱠ ُ َﻋﻠَ ْﯿ ِﮫ َو َﺳﻠﱠ َﻢ أَ َﻣ َﺮﻧِﻲ أَ ْن أُ َﻛ ِﺒّ َﺮ‬: ‫ َو َﻗﺎ َل‬،

Ibnu ‘Umar berkata, aku melihat Rasulullah SAW, sedang
memakai siwak lalu beliau memberikannya pada orang yang lebih tua
dari suatu kaum, dan beliau bersabda, “Sesungguhnya Malaikat Jibril
memerintahkanku untuk mendahulukan yang lebih tua. (HR. Ahmad dan
Baihaqi)

Ahlak mendahulukan orang tua ini, telah dicontohkan oleh
Sayyidina Ali bin Abi Thalib. Suatu hari, Sayyidina Ali bin Abi Thalib
ra terburu-buru keluar rumah untuk menunaikan salat subuh berjamaah di
masjid Nabi. Di tengah perjalanan, ia bertemu dengan lelaki yahudi yang
sudah berusia lanjut. Lelaki tua itu berjalan menuju arah yang sama

25

dengan Sayyidina Ali bin Abi Thalib ra. Karena keluhuran
akhlaknya Sayyidina Ali bin Abi Thalib ra tidak mau mendahului yahudi
tersebut meski jalannya sangat lamban.

3. Larangan dalam Bergaul dengan Orang yang Lebih Tua

a. Durhaka kepada orang tua

Berbuat durhaka artinya menentang, kebalikannya adalah berbuat
baik kepada kedua orang tuanya.Tidak ada alasan bagi anak untuk tidak
berbuat baik kepada kedua orang tuanya, ketundukan anak kepada kedua
orang tuanya adalah dalam segala hal yang diperintahkan.Barangsiapa
yang durhaka kepada kedua orang tua, Allah akan melaknatnya, dan
mengharamkan surga baginya.

‫ِر َﺿﻰ ﷲ ﻓﻲ ِر َﺿﻰ اﻟ َﻮا ِﻟﺪَ ْﯾ ِﻦ َو ُﺳ ْﺨ ُﻂ ﷲِ ﻓﻲِ ُﺳ ْﺨ ِﻂ اﻟ َﻮا ِﻟﺪَ ْﯾ ِﻦ‬

“Keridhaan Allah tergantung pada keridhaan kedua orang tua,
dan kemurkaan Allah tergantung pula pada kemurkaan kedua orang
tua” (HR. Muttafaq ‘Alaih)

b. Bersikap arogan

Bersikap arogan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KKBI)
adalah sombong; congkak, angkuh, mempunyai perasaan superioritas yang
dimanifestasikan dalam sikap suka memaksa atau pongah.Sikap arogans
adalah sikap kesombongan diri terhadap orang lain karena kelebihan yang
dimiliki seperti kekayaan, kepandaian, ketampanan, kecantikan, kekuatan
fisik yang semata-mata untuk menutupi kelemahannya.

Sikap arogan dapat menutup mata hati dalam menerima yang haq.
Kesombongan menjadikan manusia ingkar terhadap kebenaran. Hal itu
dilakukannya tiada lain karena sifat congkak dan takabur. Misalnya
Seorang anak yang sudah merasa lebih pandai daripada orang tuanya akan
bersikap cuek terhadap nasihat yang diberikan ibu-bapaknya.Sikap arogan

26

tiada lain karena pengaruh nasfu dan godaan setan sehingga pelakunya
tidak dapat menerima nasehat.

‫َوﻗُ ْﻞ ِﻟ ِﻌﺒَﺎ ِدي َﯾﻘُﻮﻟُﻮا اﻟﱠ ِﺘﻲ ِھ َﻲ أَ ْﺣ َﺴ ُﻦ إِ ﱠن اﻟ ﱠﺸ ْﯿ َﻄﺎ َن ﯾَ ْﻨ َﺰ ُغ ﺑَ ْﯿﻨَ ُﮭ ْﻢ إِ ﱠن اﻟ ﱠﺸ ْﯿ َﻄﺎ َن َﻛﺎ َن ِﻟﻺ ْﻧ َﺴﺎ ِن َﻋﺪُو ا‬
(٥٣) ‫ُﻣ ِﺒﯿﻨًﺎ‬

“Dan Katakanlah kepada hamha-hamba-Ku: "Hendaklah mereka
mengucapkan Perkataan yang lebih baik (benar). Sesungguhnya syaitan
itu menimbulkan perselisihan di antara mereka. Sesungguhnya syaitan itu
adalah musuh yang nyata bagi manusia”. (QS. Al Isra’: 53)

Ayo Mengamati

Setelah mengamati gambar diatas, buat daftar komentar atau pertanyaan
yang relevan di buku catatan kalian !
Tugas Mandiri 2

Berikan pendapat anda tentang anak yang mengalami trauma karena
orangtuanya !
Tugas Kelompok

Buatlah 3-4 kelompok dan diskusikan materi tentang bagaimana cara anak
yang lebih muda dapat berbakti sepenuhnya terhdap orang yang lebih tua dari
mereka ? Kemudian presentasikan hasil diskusi tersebut di depan kelas !

27

Latihan 2
1. Mengapa yang muda harus menghormati yang lebih tua ?
2. Bagaimana cara kita menghargai seorang yang lebih tua ?
3. Apakah ada larangan terhadap kita untuk tidak bergaul dengan orang yang lebih
tua ? Jika ada berikan alasannya !

C. ADAB BERGAUL DENGAN ORANG YANG LEBIH MUDA
1. Pengertian Orang yang Lebih Muda
Kata orang yang lebih muda atau pemuda mendapat perhatian yang cukup
besar dalam Al Quran dan hadis Nabi SAW, dengan kata syabab,fatan. Seperti
istilah fatan pada QS. Al Anbiya’: 60, dan kata syabab dalam hadis Nabi SAW.

(٦٠) ‫َﻗﺎﻟُﻮا َﺳ ِﻤ ْﻌﻨَﺎ ﻓَﺘًﻰ َﯾ ْﺬ ُﻛ ُﺮ ُھ ْﻢ ﯾُﻘَﺎ ُل ﻟَﮫُ إِ ْﺑ َﺮا ِھﯿ ُﻢ‬

“Mereka berkata: "Kami dengar ada seorang pemuda yang mencela
berhala-berhala ini yang bernama Ibrahim ".

Rasulullah SAW bersabda,

‫َﺳ ْﺒﻌَﺔٌ ﯾُ ِﻈﻠﱡ ُﮭ ُﻢ ﱠ ُ ِﻓﻰ ِظ ِﻠّ ِﮫ ﯾَ ْﻮ َم ﻻَ ِظ ﱠﻞ ِإﻻﱠ ِظﻠﱡﮫُ … َو َﺷﺎ ﱞب ﻧَ َﺸﺄَ ﻓِﻰ ِﻋﺒَﺎدَ ِة َرﺑِّ ِﮫ‬

“Ada tujuh golongan manusia yang akan dinaungi oleh Allah dalam
naungan (Arsy-Nya) pada hari yang tidak ada naungan (sama sekali) kecuali
naungan-Nya: …Dan seorang pemuda yang tumbuh dalam ibadah (ketaatan)
kepada Allah …”(HR. Bukhari)

Islam memberi perhatian sangat besar terhadap upaya perbaikan mental para
pemuda. Karena generasi muda hari ini adalah pemeran utama di masa yang akan
datang. Merekalah fondasi yang menopang masa depan umat Islam. Adab bergaul
dengan yang lebih muda pada dasarnya ditujukan untuk menjadikan generasi yang
dapat menggantikan tongkat estafet pengembangan umat yang lebih baik.

28

Al Qur’an menceritakan tentang potret pemuda ashaabul kahfi sebagai
kelompok pemuda yang beriman kepada Allah dan meninggalkan mayoritas
kaumnya yang menyimpang dari agama Allah SWT, sehingga Allah
menyelamatkan para pemuda tersebut dgn menidurkan mereka selama 300
tahun ditambah 9 tahun.

(٢٥) ‫َوﻟَ ِﺒﺜُﻮا ِﻓﻲ َﻛ ْﮭ ِﻔ ِﮭ ْﻢ ﺛَﻼ َث ِﻣﺎﺋَ ٍﺔ ِﺳﻨِﯿ َﻦ َوا ْزدَادُوا ﺗِ ْﺴﻌًﺎ‬

“Dan mereka tinggal dalam gua mereka tiga ratus tahun dan ditambah
sembilan tahun (lagi)”.(QS. Al Kahfi: 25)

2. Tata Cara Bergaul dengan Orang ynag Lebih Muda

a. Memberi Nasehat

Masa muda mempunyai posisi yang sangat penting. Para pemuda
dituntut untuk memberikan gebrakan dalam membangun kemajuan. Tapi
bersamaan dengan itu, masa muda adalah masa yang penuh dengan godaan
untuk memperturutkan hawa nafsu. Seorang pemuda yang sedang dalam
masa pertumbuhan fisik maupun mental, banyak mengalami gejolak dalam
pikiran maupun jiwa, yang tak jarang menyebabkan hidupnya terguncang.
Oleh karena itu perlu mendapat nasehat oleh orang yang lebih tua.

Nasehat yang diberikan kepada pemuda intinya adalah agar
pemuda selalu berusaha untuk menjaga akhlak dan kepribadian sehingga
tidak terjerumus pada perbuatan asusila. Hal ini seperti kisah Nabi Yusuf
dalam QS. Yusuf: 22-24,

‫( َو َرا َودَﺗْﮫُ اﻟﱠ ِﺘﻲ ُھ َﻮ ﻓِﻲ ﺑَ ْﯿﺘِ َﮭﺎ َﻋ ْﻦ‬٢٢) ‫َو َﻟ ﱠﻤﺎ َﺑ َﻠ َﻎ أَ ُﺷﺪﱠهُ آﺗَ ْﯿﻨَﺎهُ ُﺣ ْﻜ ًﻤﺎ َو ِﻋ ْﻠ ًﻤﺎ َو َﻛﺬَ ِﻟ َﻚ َﻧ ْﺠ ِﺰي ا ْﻟ ُﻤ ْﺤ ِﺴ ِﻨﯿ َﻦ‬
‫َﻧ ْﻔ ِﺴ ِﮫ َو َﻏﻠﱠ َﻘ ِﺖ اﻷ ْﺑ َﻮا َب َو َﻗﺎ َﻟ ْﺖ َھ ْﯿ َﺖ ﻟَ َﻚ َﻗﺎ َل َﻣ َﻌﺎذَ ﱠ ِ إِﻧﱠﮫُ َرﺑِّﻲ أَ ْﺣ َﺴ َﻦ َﻣﺜْ َﻮا َي إِﻧﱠﮫُ ﻻ ﯾُ ْﻔ ِﻠ ُﺢ‬
‫( َو َﻟﻘَ ْﺪ َھ ﱠﻤ ْﺖ ﺑِ ِﮫ َو َھ ﱠﻢ ﺑِ َﮭﺎ ﻟَ ْﻮﻻ أَ ْن َرأَى ﺑُ ْﺮ َھﺎ َن َر ِﺑّ ِﮫ َﻛﺬَ ِﻟ َﻚ ِﻟ َﻨ ْﺼ ِﺮ َف َﻋ ْﻨﮫُ اﻟ ﱡﺴﻮ َء‬٢٣) ‫اﻟ ﱠﻈﺎ ِﻟ ُﻤﻮ َن‬

(٢٤) ‫َوا ْﻟﻔَ ْﺤ َﺸﺎ َء ِإﻧﱠﮫُ ِﻣ ْﻦ ِﻋ َﺒﺎ ِد َﻧﺎ ا ْﻟ ُﻤ ْﺨﻠَ ِﺼﯿ َﻦ‬

“ dan tatkala Dia cukup dewasaKami berikan kepadanya Hikmah
dan ilmu. Demikianlah Kami memberi Balasan kepada orang-orang yang
berbuat baik. dan wanita (Zulaikha) yang Yusuf tinggal di rumahnya

29

menggoda Yusuf untuk menundukkan dirinya (kepadanya) dan Dia
menutup pintu-pintu, seraya berkata: "Marilah ke sini." Yusuf berkata:
"Aku berlindung kepada Allah, sungguh tuanku telah memperlakukan aku
dengan baik." Sesungguhnya orang-orang yang zalim tiada akan
beruntung. Sesungguhnya wanita itu telah bermaksud (melakukan
perbuatan itu) dengan Yusuf, dan Yusufpun bermaksud (melakukan pula)
dengan wanita itu andaikata Dia tidak melihat tanda (dari) Tuhannya.
Demikianlah, agar Kami memalingkan dari padanya kemungkaran dan
kekejian. Sesungguhnya Yusuf itu Termasuk hamba-hamba Kami yang
terpilih.”

Rasulullah SAW sendiri sering memberikan arahan dan nasehat
kepada para pemuda, seperti nasehat beliau kepada Abdullah bin
Abbas: “Wahai anakku, jagalah Allah maka Dia pasti akan menjagamu.
Jagalah Allah, niscaya kamu akan menemukan-Nya di hadapanmu. Jika
kamu meminta, maka memintalah kepada Allah. Jika kamu memohon per-
tolongan, maka memohonlah kepada Allah. Seandainya semua umat bersatu
untuk memberimu suatu manfaat, mereka tidak akan mampu kecuali sudah
ditentukan Allah. Dan seandainya semua umat berkumpul untuk
mencelakaimu, mereka tidak akan mampu kecuali yang telah Allah tetapkan
Allah. Pena (pencatat taqdir) telah diangkat dan lembaran-lembaran
(catatan taqdir) telah mongering”. (HR Bukhari dan Muslim)

Diantara kebutuhan pemuda muslim, dan kita harus memberi
nasehat kepadanya, hendaknya menjadikan dirinya mempunyai waktu
untuk penyucian (jiwa) dengan harapan mereka terjaga dari maksiat.
Misalnya dengan rajin beribadah, mempelajari ilmu dan berpuasa sunnah.

‫َﯾﺎ َﻣ ْﻌ َﺸ َﺮ اﻟ ﱠﺸﺒَﺎ ِب َﻣ ْﻦ ا ْﺳﺘَ َﻄﺎ َع ِﻣ ْﻨ ُﻜ ْﻢ ا ْﻟﺒَﺎ َءةَ َﻓ ْﻠﯿَﺘَ َﺰ ﱠو ْج َﻓﺈِﻧﱠﮫُ أَ َﻏ ﱡﺾ ِﻟ ْﻠﺒَ َﺼ ِﺮ َوأَ ْﺣ َﺼ ُﻦ ِﻟ ْﻠﻔَ ْﺮجِ َو َﻣ ْﻦ ﻟَ ْﻢ‬
‫َﯾ ْﺴﺘَ ِﻄ ْﻊ ﻓَ َﻌ َﻠ ْﯿ ِﮫ ﺑِﺎﻟ ﱠﺼ ْﻮ ِم ﻓَﺈِﻧﱠﮫُ َﻟﮫُ ِو َﺟﺎ ٌء‬

“Wahai para pemuda, barangsiapa diantara kamu semua yang
mampu (menikah), maka menikahlah. Karena hal itu lebih dapat menahan
pandangan dan menjaga kemaluan. Barangsiapa yang tidak mampu, maka

30

hendaklah dia berpuasa, karena hal itu sebagai perisai”.(HR.
Muttafaq’alaihi)

b. Mempererat persaudaraan

Orang yang lebih tua mencintai saudaranya yang lebih muda
karena Allah akan memandang bahwa dirinya merupakan bagian integral
suatu masyarakat, yang harus membangun suatu tatanan untuk
kebahagiaan bersama. Apapun yang dirasakan oleh saudaranya, baik
kebahagiaan maupun kesengsaraan, ia anggap sebagai kebahagiaan dan
kesengsaraannya juga. Dengan demikian, terjadi keharmonisan hubungan
antarindividu yang akan memperkokoh persatuan dan kesatuan.

(٩٢) ‫ﻟَ ْﻦ ﺗَﻨَﺎﻟُﻮا ا ْﻟ ِﺒ ﱠﺮ َﺣﺘﱠﻰ ﺗُ ْﻨ ِﻔﻘُﻮا ِﻣ ﱠﻤﺎ ﺗُ ِﺤﺒﱡﻮ َن َو َﻣﺎ ﺗُ ْﻨ ِﻔﻘُﻮا ِﻣ ْﻦ َﺷ ْﻲ ٍء َﻓﺈِ ﱠن ﱠ َ ﺑِ ِﮫ َﻋ ِﻠﯿ ٌﻢ‬

”Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang
sempurna), sebelum kamu menafkahkan sehahagian harta yang kamu
cintai. dan apa saja yang kamu nafkahkan Maka Sesungguhnya Allah
mengetahuinya”.(QS. Ali Imran: 92)

Masyarakat seperti itu, telah dicontohkan pada zaman Rasulullah
saw. Kaum Anshar dengan tulus ikhlas menolong dan merasakan
penderitaan yang dialami oleh kaum Muhajirin sebagai penderitaannya.
Perasaan seperti itu bukan didasarkan keterkaitan daerah atau keluarga,
tetapi didasarkan pada keimanan yang teguh.

Dalam hadits lain Rasulullah saw. menyatakan:

‫ َﻗﺎ َل َر ُﺳ ْﻮ ُل ﷲِ َﺻﻠﱠﻰ ﷲُ َﻋﻠَ ْﯿ ِﮫ َو َﺳﻠﱠ َﻢ اَ ْﻟ ُﻤ ْﺆ ِﻣ ُﻦ ِﻟ ْﻠ ُﻤ ْﺆ ِﻣ ِﻦ‬:‫َﻋ ْﻦ أَﺑِ ْﻲ ُﻣ ْﻮ َﺳﻰ َر ِﺿ َﻲ ﷲُ َﻋ ْﻨﮫُ ﻗَﺎ َل‬
.‫َﻛﺎ ْﻟﺒُ ْﻨﯿَﺎ ِن َﯾ ُﺸﺪﱡ َﺑ ْﻌ ُﻀﮫُ ﺑَ ْﻌ ًﻀﺎ‬

“Diriwayatkan dari Abi Musa ra. di berkata, "Rasulullah saw.
pernah bersabda, 'Orang mukmin yang satu dengan yang lain bagai satu
bangunan yang bagian-bagiannya saling mengokohkan”. (HR. Bukhari)

c. Memberi perhatian dan kasih sayang

31

Orang yang lebih muda usianya membutuhkan perhatian orang
yang lebih tua. Oleh karenaya hendaknya orang yang lebih tua
menampakkan perhatian kepada mereka yang muda. seorang anak atau
pemuda bisa berperilaku nakal, karena mau mendapat perhatian orang
dewasa. Mereka membutuhkan untuk diperhatikan, diantara caranya
adalah dengan mencari informasi latar belakang mengapa mereka
berperilaku demikian dan menunjukkan sikap secara langsung berupa
kasih sayang dengan bergaul. Rasulullah SAW bersabda,

‫ َو ِﻗّ ِﺮ ا ْﻟ َﻜﺒِﯿ َﺮ َوا ْر َﺣ ِﻢ اﻟ ﱠﺼ ِﻐﯿ َﺮ ﺗُ َﺮا ِﻓ ْﻘﻨِﻲ ِﻓﻲ ا ْﻟ َﺠﻨﱠ ِﺔ‬، ‫ َﯾﺎ أَ َﻧ ُﺲ‬: ‫ﻗَﺎ َل َر ُﺳﻮ ُل اﻟﻠﱠ ِﮭ َﺼﻠﱠﻰ ﱠ ُ َﻋ َﻠ ْﯿ ِﮫ َو َﺳﻠﱠ َﻢ‬

“Rasulullah SAW bersabda, Wahai Anas, hormati yang lebih tua
dan sayangi yang lebih muda, maka kau akan menemaniku di
surga”. (HR. Baihaqi)

َ‫َﻋ ْﻦ أَﺑِﻲ ُھ َﺮ ْﯾ َﺮةَ ﻗَﺎ َل ﻗَﺎ َل َر ُﺳﻮ ُل ﱠ ِ َﺻﻠﱠﻰ ﱠ ُ َﻋ َﻠ ْﯿ ِﮫ َو َﺳﻠﱠ َﻢ ﻻَ ﺗَ ْﺪ ُﺧﻠُﻮ َن ا ْﻟ َﺠﻨﱠﺔَ َﺣﺘﱠﻰ ﺗُ ْﺆ ِﻣﻨُﻮا َوﻻ‬
‫ﺗُ ْﺆ ِﻣﻨُﻮا َﺣﺘﱠﻰ ﺗَ َﺤﺎﺑﱡﻮا أَ َوﻻَ أَدُﻟﱡ ُﻜ ْﻢ َﻋﻠَﻰ َﺷ ْﻲ ٍء ِإذَا ﻓَ َﻌ ْﻠﺘُ ُﻤﻮهُ ﺗَ َﺤﺎﺑَ ْﺒﺘُ ْﻢ أَ ْﻓ ُﺸﻮا اﻟ ﱠﺴﻼَ َم ﺑَ ْﯿﻨَ ُﻜ ْﻢ‬

“Dari Abu Hurairah ra berkata, “Kalian tidak akan masuk surga
hingga kalian beriman. Dan kalian tidak (dikatakan) beriman hingga
kalian saling mencintai. Maukah aku beritahu pada kalian pada satu hal,
yang jika kalian lakukan, maka kalian akan saling mencintai? (Yaitu)
sebarkanlah salam diantara kalian.” (HR. Muslim)

d. Memberi teladan kebaikan

Menampilkan teladan yang baik dalam sikap dan tingkah laku
kepada siapa saja yang berusia lebih muda adalah metode pendidikan yang
paling baik dan utama. Bahkan para ulama menjelaskan bahwa pengaruh
yang ditimbulkan dari perbuatan dan tingkah laku yang langsung terlihat
terkadang lebih besar dari pada pengaruh ucapan.Hal ini disebabkan jiwa
manusia itu lebih mudah mengambil teladan dari contoh yang terlihat di
hadapannya, dan menjadikannya lebih semangat dalam beramal serta
bersegera dalam kebaikan. Seperti yang dilakukan oleh Nabi Muhammad

32

SAW, yang menjadikan tantangan sebagai peluang hingga ia menjadi
pemuda yang bergelar al-amin (tepercaya) dari masyarakatnya.

(٤) ‫َو ِإﻧﱠ َﻚ ﻟَﻌَﻠﻰ ُﺧﻠُ ٍﻖ َﻋ ِﻈﯿ ٍﻢ‬

“Dan Sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang
agung”. (QS. Al Qalam: 4)
e. Membina, membimbing dan memberi kesempatan untuk berdedikasi

Pemuda adalah tonggak penopang Umat. Dari mereka lah akan
lahir para ulama, para reformis, pada mujahid dan peran-peran lain dalam
bangunan masyarakat. Jika mereka baik, lingkungannya akan mendapat
kebaikan di dunia dan akhirat.

‫ َواﻟﱠ ِﺬﯾ َﻦ آ َﻣﻨُﻮا َواﺗﱠ َﺒﻌَﺘْ ُﮭ ْﻢ ذُ ِّرﯾﱠﺘُ ُﮭ ْﻢ ﺑِﺈِﯾ َﻤﺎ ٍن أَ ْﻟ َﺤ ْﻘﻨَﺎ ِﺑ ِﮭ ْﻢ ذُ ِّرﯾﱠﺘَ ُﮭ ْﻢ َو َﻣﺎ أَﻟَﺘْ َﻨﺎ ُھ ْﻢ ِﻣ ْﻦ َﻋ َﻤ ِﻠ ِﮭ ْﻢ ِﻣ ْﻦ َﺷ ْﻲ ٍء ُﻛ ﱡﻞ‬t
(٢١) ‫ا ْﻣ ِﺮ ٍئ ﺑِ َﻤﺎ َﻛ َﺴ َﺐ َر ِھﯿ ٌﻦ‬

“Dan orang-oranng yang beriman, dan yang anak cucu mereka
mengikuti mereka dalam keimanan, Kami hubungkan anak cucu mereka
dengan mereka, dan Kami tiada mengurangi sedikitpun dari pahala amal
mereka. Tiap-tiap manusia terikat dengan apa yang dikerjakannya”. (QS.
At Thur: 21)

Dalam memberi bimbingan hendaknya mempertimbangkan
perkembangan berfikir dan daya kreatifitasnya sehingga mereka yang
muda tidak merasa didikte yang berujung pada keengganan mereka untuk
mengikuti bimbingan. Demikian pula, dalam memberikan bimbingan
hendaknya dilakukan juga dengan diskusi untuk mengetahui pola pikir
mereka. Nabi bersabda,

‫َﻋ ْﻦ أَﻧَ ِﺲ ْﺑ ِﻦ َﻣﺎ ِﻟ ٍﻚ َﻋ ْﻨﺎﻟﻨﱠﺒِ ّﻲِ َﺻﻠﱠﻰ ﱠ ُ َﻋﻠَ ْﯿ ِﮫ َو َﺳﻠﱠ َﻢ ﻗَﺎ َل ﯾَ ِّﺴ ُﺮوا َوﻻ ﺗُﻌَ ِّﺴ ُﺮوا َو َﺑ ِّﺸ ُﺮوا َوﻻ ﺗُ َﻨ ِﻔّ ُﺮوا‬
‫وﻛﺎن ﯾﺤﺐ اﻟﺘﺨﻔﯿﻒ واﻟﺘﺴﺮي ﻋﻠﻰ اﻟﻨﺎس‬.

33

“Dari Anas ibn Malik dari Nabi saw. Rasulullah SAW. bersabda:
Mudahkanlah dan jangan mempersulit. Rasulullah saw. suka memberikan
keringanan kepada manusia”.(HR. Bukhari)

‫َﻋ ْﻦ أَﺑِﻲ ُھ َﺮ ْﯾ َﺮةَأَ ﱠن َر ُﺳﻮ َل ﱠ ِ َﺻﻠﱠﻰ ﱠ ُ َﻋﻠَ ْﯿ ِﮫ َو َﺳﻠﱠ َﻢ ﻗَﺎ َل َوﻓِﻲ َﺣ ِﺪﯾﺜِﺒَ ْﻜ ٍﺮ أَﻧﱠﮫُ َﺳ ِﻤ َﻊ َر ُﺳﻮ َل ﱠ ِ َﺻﻠﱠﻰ‬
‫ﱠ ُ َﻋﻠَ ْﯿ ِﮫ َو َﺳﻠﱠ َﻢ ﯾَﻘُﻮ ُﻷَ َرأَ ْﯾﺘُ ْﻢ ﻟَ ْﻮ أَ ﱠن َﻧ ْﮭ ًﺮا ﺑِ َﺒﺎ ِب أَ َﺣ ِﺪ ُﻛ ْﻢ ﯾَ ْﻐﺘَ ِﺴ ُﻞ ِﻣ ْﻨﮫُ ُﻛﻠﱠﯿَ ْﻮ ٍم َﺧ ْﻤ َﺲ َﻣ ﱠﺮا ٍت َھ ْﻞ ﯾَ ْﺒ َﻘﻰ ِﻣ ْﻦ‬

‫دَ َرﻧِ ِﮫ َﺷ ْﻲ ٌء ﻗَﺎﻟُﻮا ﻻ ﯾَ ْﺒﻘَﯨ ِﻤ ْﻦ دَ َر ِﻧ ِﮫ َﺷ ْﻲ ٌء ﻗَﺎ َل َﻓﺬَ ِﻟ َﻚ َﻣﺜَ ُﻞ اﻟ ﱠﺼ َﻠ َﻮا ِت ا ْﻟ َﺨ ْﻤ ِﺲ ﯾَ ْﻤ ُﺤﻮ ﱠ ُ ﺑِ ِﮭ ﱠﻦ ا ْﻟ َﺨ َﻄﺎ َﯾﺎ‬

“Dari Abu Hurairah r.a. Rasulullah saw. bersabda; Bagaimana
pendapat kalian seandainya ada sungai di depan pintu salah seorang di
antara kalian. Ia mandi di sana lima kali sehari. Bagaimana pendapat
kalian? Apakah masih akan tersisa kotorannya? Mereka menjawab, tidak
akan tersisa kotorannya sedikitpun. Beliau bersabda; Begitulah
perumpamaan salat lima waktu, dengannya Allah menghapus dosa-
dosa”. (HR. Muslim).

Usamah bin Zaid, yang pernah didaulat oleh Nabi SAW untuk
menjadi pemimpin pasukan kaum muslimin yang bergerak ke negeri
Syam. Saat itu umurnya belum mencapai tujuh belas tahun. Dan diantara
pasukan yang dipimpinnya ada para pembesar sahabat. Hingga Abu Bakar
meminta izin kepada Usamah bin Zaid agar Umar bin Khattab
diperintahkan untuk tinggal bersamanya di Madinah dan Usamah pun
mengizinkannya.

f. Memberikan penghargaan atas capaian prestasi

Sebagai orang yang lebih tua dan memahami bahwa akan peran
pemuda di masa mendatang, mereka akan memberi penghargaan (reward)
atas dedikasi yang ditunjukkan oleh pemuda. Islam menganjurkan kepada
segenap umatnya untuk saling menghargai satu sama lain. Sikap selalu
menghargai orang lain itu (termasuk dalam karyanya) didasari oleh jiwa
yang santun, dimana seseorang dapat menumbuhkan sikap menghargai
orang di luar dirinya sendiri. Termasuk bagian dari menghargai orang di
luar dirinya itu adalah penghargaan terhadap karyanya.

34

Setiap muslim diperintahkan untuk bekerja sebagai wujud
penghargaan terhadap pekerjaan itu sendiri. Allah berjanji akan
melipatgandakan perbuatan hamba-hamba-Nya yang berbuat kebaikan.

‫َﻣ ْﻦ َﻋ ِﻤ َﻞ َﺻﺎ ِﻟ ًﺤﺎ ِﻣ ْﻦ ذَ َﻛ ٍﺮ أَ ْو أُ ْﻧﺜَﻰ َو ُھ َﻮ ُﻣ ْﺆ ِﻣ ٌﻦ َﻓﻠَﻨُ ْﺤﯿِﯿَﻨﱠﮫُ َﺣﯿَﺎةً َط ِﯿّ َﺒﺔً َوﻟَﻨَ ْﺠ ِﺰﯾَﻨﱠ ُﮭ ْﻢ أَ ْﺟ َﺮ ُھ ْﻢ ﺑِﺄَ ْﺣ َﺴ ِﻦ َﻣﺎ‬
(٩٧) ‫َﻛﺎﻧُﻮا ﯾَ ْﻌ َﻤﻠُﻮ َن‬

“Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki
maupun perempuan dalam Keadaan beriman, Maka Sesungguhnya akan
Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan Sesungguhnya akan
Kami beri Balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari
apa yang telah mereka kerjakan”.(QS. An Nahl: 97)

‫ ا ْﻟ ُﻤ ْﺆ ِﻣ ُﻦ ا ْﻟﻘَ ِﻮ ﱡي َﺧ ْﯿ ٌﺮ‬: ‫ ﻗَﺎ َل َر ُﺳﻮ ُل ﱠ ِ َﺻﻠﱠﻰ ﱠ ُ َﻋﻠَ ْﯿ ِﮫ َو َﺳﻠﱠ َﻢ‬: ‫َﻋ ْﻦ أَﺑِﻲ ُھ َﺮ ْﯾ َﺮةَ َر ِﺿ َﻲ ﱠ ُ َﻋ ْﻨﮫُ ﻗَﺎ َل‬
‫ ا ْﺣ ِﺮ ْص َﻋﻠَﻰ َﻣﺎ َﯾ ْﻨ َﻔﻌُﻚ َوا ْﺳﺘَ ِﻌ ْﻦ ﺑِﺎَ ﱠ ِ َو َﻻ‬، ‫ َوﻓِﻲ ُﻛ ٍّﻞ َﺧ ْﯿ ٌﺮ‬، ‫َوأَ َﺣ ﱡﺐ إﻟَﻰ ﱠ ِ ِﻣ ْﻦ ا ْﻟ ُﻤ ْﺆ ِﻣ ِﻦ اﻟ ﱠﻀ ِﻌﯿ ِﻒ‬
‫ َﻗﺪﱠ َر ﱠ ُ َو َﻣﺎ‬: ‫ َوﻟَ ِﻜ ْﻦ ﻗُ ْﻞ‬، ‫ َﻟ ْﻮ أَ ِﻧّﻲ َﻓ َﻌ ْﻠﺖ َﻛﺬَا َﻛﺎ َن َﻛﺬَا َو َﻛﺬَا‬: ‫ َو ِإ ْن أَ َﺻﺎ َﺑﻚ َﺷ ْﻲ ٌء َﻓ َﻼ ﺗَﻘُ ْﻞ‬، ‫ﺗَ ْﻌ ِﺠ ْﺰ‬

‫ ﻓَﺈِ ﱠن َﻟ ْﻮ ﺗَ ْﻔﺘَ ُﺢ َﻋ َﻤ َﻞ اﻟ ﱠﺸ ْﯿ َﻄﺎ ِن‬، ‫َﺷﺎ َء ﱠ ُ ﻓَ َﻌ َﻞ‬

“Abu Hurairah r.a. berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda,
“Orang mukmin yang kuat lebah baik dan lebih dicintai Allah daripada
mukmin yang lemah dan dalam segala sesuatu ia dipandang lebih baik.
Raihlah apa yang memberikan manfaat bagimu. Minta tolonglah kepada
Allah. janganlah lemah! Kalau engkau tertimpa sesuatu, janganlah
berkata, ‘kalau aku berbuat begini, pasti begini dan begitu tetapi
katakanlah “Allah SWT telah menentukan dan Allah menghendaki aku
untuk berbuat karena kata “kalau” akan mendorong pada perbuatan
setan”.(HR. Muslim)

3. Larangan dalam Bergaul dengan Orang yang Lebih Muda

a. Meminta dihormati

Meminta dihormati dengan cara berlebihan sehingga
meletakkannya pada martabat lebih dari kedudukannya sebagai manusia,

35

merupakan perbuatan yang dibenci oleh Allah dan Rasul-Nya. Rasulullah
SAW bersabda dalam sebuah hadits dari Umar bin Khattab ra,

ِ‫ إِﻧﱠ َﻤﺎ أَ َﻧﺎ َﻋ ْﺒ ٌﺪ َﻓﻘُ ْﻮﻟُ ْﻮا َﻋ ْﺒ ُﺪ ﷲ‬،‫ﻻَ ﺗُ ْﻄ ُﺮ ْو ِﻧ ْﻲ َﻛ َﻤﺎ أَ ْط َﺮ ِت اﻟﻨﱠ َﺼﺎ َرى ِﻋ ْﯿ َﺴﻰ ْﺑ ِﻦ َﻣ ْﺮﯾَ َﻢ‬
ُ‫َو َر ُﺳ ْﻮﻟُﮫ‬

“Janganlah kalian memujiku sebagaimana orang-orang
Nasrani memuji ‘Isa bin Maryam. Sesungguhnya aku adalah seorang

hamba, maka katakanlah: hamba Allah dan rasul-Nya.” (HR. Bukhari,
Muslim dan At Tirmidzi)

b. Apatis terhadap pemuda

Apatis yaitu sikap kurang antusias atau acuh tak acuh bahkan tidak
tertarik terhadap suatu hal. Sikap apatis merupakan wujud dari sukap
individualis. Sikap individualistis adalah sikap mementingkan diri sendiri,
tidak memiliki kepekaan terhadap apa yang dirasakan oleh orang lain.
Salah satunya adalah tidak memperhatikan/peduli kepadayang lain.

‫ ﻻَﯾُ ْﺆ ِﻣ ُﻦ أَ َﺣﺪُ ُﻛ ْﻢ َﺣﺘﱠﻰ ﯾُ ِﺤ ﱠﺐ ِﻷَ ِﺧ ْﯿ ِﮫ‬:‫َﻋ ْﻦ أَ َﻧ ٍﺲ َر ِﺿ َﻲ ﷲُ َﻋ ْﻨﮫُ َﻋ ِﻦ اﻟﻨﱠﺒِ ّﻲِ َﺻﻠﱠﻰ ﷲُ َﻋ َﻠ ْﯿ ِﮫ َو َﺳﻠﱠ َﻢ َﻗﺎ َل‬
.‫َﻣﺎﯾُ ِﺤ ﱡﺐ ِﻟ َﻨ ْﻔ ِﺴ ِﮫ‬

“Anas ra. berkata, bahwa Nabi SAW. bersabda, “Tidaklah
termasuk beriman seseorang di antara kami sehingga mencintai
saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri”. (HR. Bukhari,
Muslim, Ahmad, dan Nasa’i)

c. Salah paham atas aktifitas pemuda

Islam memandang posisi pemuda di masyarakat bukan menjadi
kelompok pengekor yang sekedar berfoya-foya. Islam menaruh harapan
yang besar kepada para pemuda untuk menjadi pelopor dan motor
penggerak dakwah islam. Tetapi karena sikap-sikap buruk yang dipicu
oleh purbasangka,kecurigaan dan menuduh tanpa tahu latar belakang,
aktifitas pemuda banyak disalah pahami oleh orang yang lebih tua. Oleh

36

karena itu tidak halal seorang muslim berburuk sangka terhadap
saudaranya, tanpa suatu alasan dan bukti yang jelas.

(١١)… ‫َﯾﺎ أَﯾﱡ َﮭﺎ اﻟﱠ ِﺬﯾ َﻦ آ َﻣﻨُﻮا ﻻ ﯾَ ْﺴ َﺨ ْﺮ ﻗَﻮ ٌم ِﻣ ْﻦ ﻗَ ْﻮ ٍم َﻋ َﺴﻰ أَ ْن ﯾَ ُﻜﻮﻧُﻮا َﺧ ْﯿ ًﺮا ِﻣ ْﻨ ُﮭ ْﻢ‬

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang
laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh Jadi yang ditertawakan
itu lebih baik dari mereka”. (QS. Al Hujurat: 11)

‫ ِإﯾﱠﺎ ُﻛ ْﻢ َواﻟ ﱠﻈ ﱠﻦ َﻓ ِﺎ ﱠن اﻟ ﱠﻈ ﱠﻦ اَ ْﻛﺬَ ُب‬: ‫ ﻗَﺎ َل َر ُﺳ ْﻮ ُل ﷲِ َﺻﻠﱠﻰ ﷲُ َﻋﻠَ ْﯿ ِﮫ َو َﺳﻠﱠ َﻢ‬: ‫َﻋ ْﻦ اَ ِﺑﻰ ُھ َﺮ ْﯾ َﺮةَ َﻗﺎ َل‬
‫ا ْﻟ َﺤ ِﺪﯾﺚ‬

“Dari Abu Hurairah ia berkata telah bersabda Rasululloh.”
Jauhkanlah diri kamu daripada sangka (jahat) karena sangka (jahat) itu
sedusta-dusta omongan, (hati)”. (HR. Muttafaq Alaih)

Contohnya adalah pemuda Ibrahim yang menghancurkan berhala-
berhala kecil, lalu menggantungkan kapaknya di leher berhala yang paling
besar untuk memberikan pelajaran kepada kaumnya bahwa menyembah
berhala itu (tuhan selain Allah SWT) sama sekali tidak ada
manfaatnya.Kisah keberaniannya dikisahkan dalam QSAl Anbiya: 56-70.

Ayo Mengamati

Setelah mengamati gambar diatas, buat daftar komentar atau pertanyaan
yang relevan di buku catatan kalian !

37

Tugas Mandiri 3
Bagaimana cara bergaul yang baik dan benar dengan orang yang lebih

muda dari kita ?

Tugas Kelompok
Buatlah kelompok yang terdiri dari 3-4 anggota dan diskuikan

permasalahan menganai perlukah seorang yang lebih tua menuntut penghormatan
dari mereka yang lebih muda ? Berikan pendapat kalian kemudian presentasikan
hasilnya di depan kelas !

Latihan 3
1. Apa saja manfaat yang didapat dari menyayangi seorang yang lebih muda ?
2. Perlukah kita dalam bergaul dengan orang yang lebih muda menuntun mereka
kepada yang kita anggap baik ? Mengapa demikian ?
3. Bagaimana sikap kita apabila seorang yang lebih muda dari kita berbuat
semena mena dengan kita ?

D. ADAB BERGAUL DENGAN LAWAN JENIS

1. Pengertian Lawan Jenis

Lawan jenis merupakan istilah yang digunakan untuk membedakan dua
jenis manusia, yakni laki-laki dan perempuan.Lelaki dan perempuan secara
sexualitas di bedakan berdasarkan alat kelamin yang dimilikinya.

Laki-laki dan perempuan merupakan makhluk Allah yang telah diciptakan
untuk berpasang-pasangan sehingga merupakan suatu keniscayaan dan sangat
wajar, jika terjadi pergaulan di antara mereka. Dalam pergaulan tersebut,
masing-masing berusaha untuk saling mengenal. Bahkan lebih jauh lagi, ada
yang berusaha saling memahami, saling mengerti dan ada yang sampai hidup
bersama dalam kerangka hidup berumah tangga. lnilah indahnya kehidupan.

38

ِ ‫ﯾَﺎ أَﯾﱡ َﮭﺎ اﻟﻨﱠﺎ ُس ِإﻧﱠﺎ َﺧﻠَ ْﻘﻨَﺎ ُﻛ ْﻢ ِﻣ ْﻦ ذَ َﻛ ٍﺮ َوأُ ْﻧﺜَﻰ َو َﺟﻌَ ْﻠﻨَﺎ ُﻛ ْﻢ ُﺷﻌُﻮﺑًﺎ َوﻗَﺒَﺎ ِﺋ َﻞ ِﻟﺘَﻌَﺎ َرﻓُﻮا إِ ﱠن أَ ْﻛ َﺮ َﻣ ُﻜ ْﻢ ِﻋ ْﻨﺪَ ﱠ‬
(١٣) ‫أَﺗْﻘَﺎ ُﻛ ْﻢ إِ ﱠن ﱠ َ َﻋ ِﻠﯿ ٌﻢ َﺧﺒِﯿ ٌﺮ‬

“Hai manusia, Sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-
laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan
bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang
paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa
diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha
Mengenal”. QS. Al-Hujurat, 13.

Pergaulan yang baik dengan lawan jenis. hendaklah tidak didasarkan pada
nafsu (syahwat) yang dapat menjerumuskan pada pergaulan bebas yang
dilarang agama. Inilah yang tidak dikehendaki dalam Islam. Islam sangat
memperhatikan batasan-batasan yang sangat jelas dala pergaulan antara laki-
laki dengan perempuan.Islam mengajarkan agar dalam pergaulan dengan lawan
jenis untuk senantiasa saling menjaga diri, menghormati dan menghargai atas
dasar kasih sayang yang tulus karena Allah.

2. Tata Cara Bergaul Dengan Lawan Jenis

a. Bersahabat karena Allah

Orang yang bersahabat, bergaül, dan berkomunikasi dengan yang
lainnya hanya karena Allah, tandanya adalah senantiasa berusaha
untuk melakukan aktifitas dengan saling menjaga kehormatan sesuai
petunjuk Allah. Hal ini merupakan bukti kesempurnaan serta ketulusan
iman, yang kedua-duanya berhak untuk mendapatkan pahala yang paling
besar di sisi Allah, sebagaimana sabda Rasulullah SAW,

‫ أَ ْن َﯾ ُﻜ ْﻮ َن ﷲ َو َر ُﺳ ْﻮﻟُﮫُ اَ َﺣ ﱠﺐ اِ َﻟ ْﯿ ِﮫ ِﻣ ﱠﻤﺎ َﺳ َﻮا ُھ ُﮭ َﻤﺎ َواَ ْن ﯾُ ِﺤ ﱠﺐ‬:‫ﺛَﻼَ ٌث َﻣ ْﻦ ُﻛ ﱠﻦ ﻓِ ْﯿ ِﮫ َو َﺟﺪَ َﺣﻼَ َوةَ اْ ِﻻ ْﯾ َﻤﺎ ِن‬
‫ﻓِﻰ ﷲِ َوﯾَ ْﺒ َﻐ َﺾ ِﻓﻰ ﷲ َواَ ْن ﺗُ ْﻮﻗَﺪُ َﻧﺎ ٌر َﻋ ِﻈ ْﯿ َﻤﺔٌ ﻓَ َﯿﻘَ ُﻊ ِﻓ ْﯿ َﮭﺎ اَ َﺣ ﱠﺐ ِا َﻟ ْﯿ ِﮫ ِﻣ ْﻦ اَ ْن ﯾُ ْﺴ ِﺮ َك ﺑِﺎﷲِ َﺳﯿِّﺌًﺎ‬

“Ada tiga perkara, barangsiapa yang terdapat padanya ketiga hal
tersebut, maka akan merasakan lezat (manisnya) iman: “Jika ia mencintai
Allah dan rasulnya melebihi yang lainnya; Mencintai dan membenci

39

semata-mata hanya karena Allah; Jika dilemparkan ke dalam api neraka
yang menyala-nyala, lebih disukai daripada syirik (menyekutukan) Allah”.
(HR. Muslim)

Persahabatan antar lawan jwnis dapat dengan mendoakan dengan
tulus. Dalam hal ini, Rasulullah SAW pernah bersabda,

‫ َوﻟَ َﻚ ِﻣﺜْ ُﻞ ذَا ِﻟ َﻚ‬:‫ِإذَادَ َﻋﺎ اﻟ ﱠﺮ ُﺟ ُﻞ ِﻻ َ◌ ِﺧ ْﯿ ِﮫ ِﺑ َﻈ ْﮭ ِﺮ ا ْﻟﻐَ ْﯿ ِﺐ َﻗﺎ َل اْﻟ َﻤﻠَ ُﻚ‬

“Jika seseorang berdoa untuk sahabatnya di belakangnya
(jaraknya berjauhan), maka berkatalah malaikat: “Dan untukmu pun
seperti itu”. (HR. Muslim)

b. Menjaga Aurat

Aurat secara bahasa adalah aib. Sedangkan secara istilah aurat
adalah bagian-bagian tertentu pada tubuh manusia yang wajib ditutup. Jadi
dapat disimpulkan aurat adalah bagian-bagian tertentu dari tubuh yang
wajib dilindungi dari pandangan rang lain selain mahrom, karena
perbuatan tersebut dianggap memalukan menurut pandangan agama.

Dalam pergaulan, diwajibkan bagi lelaki dan perempuan untuk
menutup aurat. Jumhur ulama sepakat aurat lelaki adalah dari pusar sampai
lutut. Sedang aurat perempuan adalah seluruh tubuh, kecuali muka dan
telapak tangan. Tidak diperbolehkan bagi laki-laki melihat aurat wanita
yang bukan mahromnya walaupun tidak dengan syahwat ataupun tidak
untuk tujuan kesenangan (ladzzah).

Adapun melihat bagian yang tidak termasuk aurat wanita menurut
jumhur ulama, yaitu wajah dan telapak tangan, diperbolehkan dengan
syarat hal tersebut tidak menimbulkan fitnah dan bukan untuk memuaskan
kesenangan (ladzdzah). Bila hal tersebut menimbulkan fitnah dan
membangkitkan syahwat, maka melihatnya haram.

‫َﯾﺎ أَﯾﱡ َﮭﺎ اﻟﻨﱠﺒِ ﱡﻲ ﻗُ ْﻞ ﻷ ْز َوا ِﺟ َﻚ َو َﺑ َﻨﺎﺗِ َﻚ َوﻧِ َﺴﺎ ِء ا ْﻟ ُﻤ ْﺆ ِﻣ ِﻨﯿ َﻦ ﯾُ ْﺪﻧِﯿ َﻦ َﻋ َﻠ ْﯿ ِﮭ ﱠﻦ ِﻣ ْﻦ َﺟﻼﺑِﯿﺒِ ِﮭ ﱠﻦ ذَ ِﻟ َﻚ أَ ْد َﻧﻰ أَ ْن‬
(٥٩) ‫ﯾُ ْﻌ َﺮ ْﻓ َﻦ ﻓَﻼ ﯾُ ْﺆذَ ْﯾ َﻦ َو َﻛﺎ َن ﱠ ُ َﻏﻔُﻮ ًرا َر ِﺣﯿ ًﻤﺎ‬

40

“Hai Nabi, Katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak
perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: "Hendaklah mereka
mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka". yang demikian itu
supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di
ganggu. dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. (QS.
Al Ahzab: 59)

‫ا ْﻟ َﻤ ْﺮأَةُ َﻋ ْﻮ َرةٌ َﻓﺈِذَا َﺧ َﺮ َﺟ ِﺖ ا ْﺳﺘَ ْﺸ َﺮﻓَ َﮭﺎ اﻟ ﱠﺸ ْﯿ َﻄﺎ ُن‬

“Wanita itu adalah aurat. Jika dia keluar maka setan akan
memperindahnya di mata laki-laki." (HR. Tirmidzi)

c. Menjaga Kemaluan

Menjaga kemaluan juga bukan hal yang mudah,karena dewasa ini
banyak sekali remaja yang terjebak ke dalam pergaulan dan seks bebas.
Sebagai muslim kita wajib tahu bagaimana caranya menjaga kemaluan.
Caranya antara lain dengan tidak melihat gambar-gambar yang senonoh
atau membangkitkan nafsu syahwat.

‫ﻗُ ْﻞ ِﻟ ْﻠ ُﻤ ْﺆ ِﻣﻨِﯿ َﻦ ﯾَﻐُ ﱡﻀﻮا ِﻣ ْﻦ أَ ْﺑ َﺼﺎ ِر ِھ ْﻢ َو َﯾ ْﺤﻔَ ُﻈﻮا ﻓُ ُﺮو َﺟ ُﮭ ْﻢ ذَ ِﻟ َﻚ أَ ْز َﻛﻰ ﻟَ ُﮭ ْﻢ إِ ﱠن ﱠ َ َﺧﺒِﯿ ٌﺮ ﺑِ َﻤﺎ َﯾ ْﺼ َﻨﻌُﻮ َن‬
(٣٠)

“Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: "Hendaklah
mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang
demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, Sesungguhnya Allah Maha
mengetahui apa yang mereka perbuat". (QS. An Nur: 30)

d. Menundukkan pandangan

Islam mengajarkan kita agar selalu menjaga mata kita agar tidak
melakukan zina mata. Jikalau ada satu kenikmatan, maka yang pertama itu
ibadah dan selanjutnya itu perangkap syaithan. Memandang wanita (bukan
muhram) merupakan salah satu anak panah iblis. Barangsiapa
meninggalkannya karena takut akan Adzab Allah. Maka Allah akan

41

menganugrahkan kepadanya iman yang dirasakan manisnya dalam

hatinya.

‫ ُﻛﺘِ َﺐ َﻋ َﻠﻰ ا ْﺑ ِﻦ أدَ َم ﻧَ ِﺼ ْﯿﺒَﮫُ ِﻣ َﻦ‬،‫َﻋ ْﻦ اﺑﻰ ھﺮﯾﺮة رﺿﯿﻰ ﷲُ ﻋﻨﮫ اﻟﻨﺒ ّﻲ َﺻﻠﱠﻰ ﱠ ُ َﻋﻠَ ْﯿ ِﮫ َو َﺳﻠﱠ َﻢ ﻗﺎل‬
، ‫ واﻷدﻧﺎن زﻧﺎ ھﻤﺎ اﻻﺳﺘﻤﺎع واﻟﻠﺴﺎن زﻧﺎه اﻟﻜﻼم‬،‫ ا ْﻟﻌَ ْﯿ َﻨﺎ ِن ِزﻧَﺎ ُھ َﻤﺎ اﻟﻨﱠ ْﻈﺮ‬،ّ‫اﻟ ِّﺰ َﻧﺎ ُﻣ ْﺪ ِر ُك َﻻ َﻣ َﺤﺎﻟَﺔ‬
‫ واﻟﺮﺟﻞ زﻧﺎ ھﺎ اﻟﺨﻄﻰ واﻗﻠﺐ ﯾﮭﻮى وﯾﺘﻤﻨﻰ وﯾﺼﺪق ذﻟﻚ اﻟﻔﺮج‬، ‫واﻟﯿﺪ زﻧﺎ ھﺎ اﻟﺒﻄﺸﻰ‬

.‫اوﯾﻜﺬﺑﮫ‬

“Dari Abu Hurairah r.a. dari Nabi SAW. Beliau bersabda: “telah
ditentukan bagi anak adam (manusia) bagian zinanya. Dimana ia pasti
mengerjakannya. Zina kedua mata adalah melihat, zina kedua telinga
adalah mendengar, zina lisan adalah berbicara. Zina tangan adalah
memukul, zina kaki adalah berjalan serta zina hati adalah bernafsu dan
berangan-angan, yang semuanya dibuktikan atau tidak dibuktikan oleh
kemaluan”.(HR. Bukhari Muslim)

Dari Jarir bin Abdullah ra, dia berkata,

.‫َﺳﺄَ ْﻟ ُﺖ َر ُﺳﻮ َل ﱠ ِ ﷺ َﻋ ْﻦ ﻧَ َﻈ ِﺮ ا ْﻟﻔُ َﺠﺎ َءةِ َﻓﺄَ َﻣ َﺮ ِﻧﻰ أَ ْن أَ ْﺻ ِﺮ َف َﺑ َﺼ ِﺮى‬

Aku bertanya kepada Rasulullah SAW mengenai pandangan yang
tidak di sengaja. Maka beliau memerintahkanku supaya memalingkan
pandanganku. (HR. Muslim)

e. Saling bertanggung jawab

Jika ada masalah yang dihadapi, maka diupayakan untuk dipikul
atau dipertanggung jawabkan bersama-sama, dan tidak membiarkan salah
satu pihak menderita. Dalam peribahasa diungkapkan: ‘Berat sama dipikul
ringan sama dijinjing” Rasulullah SAW bersabda:

‫اَ ْﻟ ُﻤ ْﺆ ِﻣ ُﻦ ْﻟﻠ ُﻤ ْﺆ ِﻣ ِﻦ َﻛﺎ ْﻟﺒُ ْﻨ َﯿﺎ ِن ﯾَ ُﺸﺪﱡ ﺑَ ْﻌ َﻀﮫُ َﺑ ْﻌ ًﻀﺎ‬

“Seseorang mukmin terhadap orang mukmin lainnya adalah
bagaikan suatu bangunan, yang bagian-bagian saling menguatkan satu
sama lain”. (HR. Bukhari)

42

3. Larangan dalam Bergaul dengan Lawan Jenis

a. Berada ditempat rahasia antar lawan jenis

Tempat-tempat rahasia disini adalah tempat sepi dimana
keberadaan seseorang tidak diketahui oleh orang lain. Tempat rahasia bisa
berupa tempat pribadi atau bahkan keramaian yang dapat digunakan untuk
berkhalwat yaitu tempat yang ramai tapi satu dan yang lain sudah tidak
saling peduli sehingga setiap orang bebas melakukan apa saja yang mereka
inginkan.

Islam tidak membenarkan masuk ke kamar-kamar perempuan bagi
laki-laki atau sebaliknya, maka hal ini memberi pengertian, bahwa kita
dilarang duduk-duduk berdua-duaan saja dalam sebuah bilik dengan
seorang perempuan tanpa mahramnya.

Dari Uqbah Ibn Amir ra, sesungguhnya Rasulullah SAW,
bersabda,

:‫ ﯾﺎر ُﺳﻮ َل ﷲِ ! أَﻓَ َﺮأَ ْﯾ َﺖ ا ْﻟ َﺤ ْﻤ َﻮ؟ ﻗﺎل‬:‫ َﻓ َﻘﺎ َل َر ُﺟ ٌﻞ ِﻣ َﻦ اﻷَ ْﻧ َﺼﺎ ِر‬.‫إِﯾﱠﺎ ُﻛ ْﻢ َواﻟﺪﱡﺧ ْﻮ َل َﻋﻠ َﻰ اﻟﻨِّ َﺴﺎ ِء‬
.‫ا ْﻟ َﺤ ْﻤ ُﻮا ْﻟ َﻤ ْﻮ ُت‬

“Bahwsannya Rasulullah SAW bersabda: janganlah kamu masuk
ke kamar-kamar perempuan. Seorang laki-laki Anshar berkata: Ya
Rasulullah terangkan padaku bagaimana hukum masuk ke dalam kamar
ipar perempuan. Nabi SAW menjawab; ipar itu adalah
kematian/kebinasaan”. (HR. Bukhari dan Muslim)

Dari ‘Umar bin Al Khattab, ia berkhutbah di hadapan manusia di
Jabiyah (suatu perkampungan di Damaskus), lalu ia membawakan sabda
Nabi SAW,

‫ﻻَ َﯾ ْﺨﻠُ َﻮ ﱠن أَ َﺣﺪُ ُﻛ ْﻢ ﺑِﺎ ْﻣ َﺮأَ ٍة ﻓَﺈِ ﱠن اﻟ ﱠﺸ ْﯿ َﻄﺎ َن ﺛَﺎ ِﻟﺜُ ُﮭ َﻤﺎ‬

“Janganlah salah seorang diantara kalian berduaan dengan
seorang wanita (yang bukan mahramnya) karena setan adalah orang

43

ketiganya, maka barangsiap yang bangga dengan kebaikannya dan sedih
dengan keburukannya maka dia adalah seorang yang mukmin." (HR.
Ahmad)

b. Bergaul bebas (ikhtilat) antar lawan jenis

Ikhtilat adalah bercampur baurnya seorang wanita dengan laki-laki
di satu tempat tanpa ada hijab. Di mana ketika tidak ada hijab atau kain
pembatas masing-masing wanita atau lelaki tersebut bisa melihat lawan
jenis dengan sangat mudah dan sesuka hatinya. Dan bahwa pergaulan
bebas tidak mengenal batas-batas pergaulan. Para remaja dengan bebas
saling bercengkrama, bercampur baur (ikhtilat) antara lawan jenis. Firman
Allah,

(٣٢) ‫َوﻻ ﺗَ ْﻘ َﺮﺑُﻮا اﻟ ِّﺰ َﻧﺎ إِﻧﱠﮫُ َﻛﺎ َن َﻓﺎ ِﺣ َﺸﺔً َو َﺳﺎ َء َﺳﺒِﯿﻼ‬

“Dan janganlah kamu mendekati zina; Sesungguhnya zina itu
adalah suatu perbuatan yang keji. dan suatu jalan yang buruk”. (QS. Al
Israa: 32)

c. Larangan berhias berlebihan

Baik lelaki dan perempuan dilarang memakai perhiasan yang
berlebihan (seronok) dan merangsang lawan jenis. Lelaki dilarang untuk
memakai emas, kalung dan anting (kalau cincin bukan emas
diperbolehkan). Wanita dilarang untuk memakai wewangian yang harum
dan menunjukkan perhiasan yang berlebihan, seperti memakai kutek, tato,
maskara, dan semacamnya. Allah berfirman,

َ ‫َوﻗَ ْﺮ َن ِﻓﻲ ﺑُﯿُﻮﺗِ ُﻜ ﱠﻦ َوﻻ ﺗَ َﺒ ﱠﺮ ْﺟ َﻦ ﺗَﺒَ ﱡﺮ َج ا ْﻟ َﺠﺎ ِھ ِﻠﯿﱠ ِﺔ اﻷوﻟَﻰ َوأَﻗِ ْﻤ َﻦ اﻟ ﱠﺼﻼةَ وآﺗِﯿ َﻦ اﻟ ﱠﺰ َﻛﺎةَ َوأَ ِط ْﻌ َﻦ ﱠ‬
(٣٣) ‫َو َر ُﺳﻮﻟَﮫُ ِإﻧﱠ َﻤﺎ ﯾُ ِﺮﯾﺪُ ﱠ ُ ِﻟﯿُ ْﺬ ِھ َﺐ َﻋ ْﻨ ُﻜ ُﻢ اﻟ ِّﺮ ْﺟ َﺲ أَ ْھ َﻞ ا ْﻟ َﺒ ْﯿ ِﺖ َوﯾُ َﻄ ِّﮭ َﺮ ُﻛ ْﻢ ﺗَ ْﻄ ِﮭﯿ ًﺮا‬

“Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu
berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu
dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan taatilah Allah dan Rasul-
Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari

44

kamu, Hai ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya”.(QS.
Al Ahzab: 33).

Ayo Mengamati

Setelah mengamati gambar diatas, buat daftar komentar atau pertanyaan
yang relevan di buku catatan kalian !
Tugas Mandiri 4

Mengapa kita harus benar benar mengetahui cara yang baik dan benar
dalam bergaul dengan lawan jenis ?
Tugas Kelompok

Buatlah kelompok dengan 3-4 anggota dan diskusikan materi mengenai
apa yang menyebabkan seorang laki laki dan perempuan dapat melakukan sebuah
dosa yang dinamakan zina ? Kemudian presentasikan hasil diskusi kalian di depan
kelas !
Latihan 4
1. Apa pengertian dari zina ?
2. Bagaimana cara kit adapt bergaul dengan lawan jenis ?
3. Kapan tepatnya kita harus berhenti bergaul dengan lawan jenis dan mengapa itu
perlu ? Berikan alasannya !

45

EVALUASI

A. PILIHAN GANDA

1. Dalam bahasa Arab, bergaul diartikan dengan shuhbah yang diambil dari kata
shahiba yang berarti . . .
a. Pertemanan
b. Pergaulan
c. Perkumpulan
d. Penemuan
e. Pengetahuan

2. ‫ِر َﺿﻰ ﷲ ﻓﻲ ِر َﺿﻰ اﻟ َﻮا ِﻟﺪَ ْﯾ ِﻦ َو ُﺳ ْﺨ ُﻂ ﷲِ ﻓﻲِ ُﺳ ْﺨ ِﻂ اﻟ َﻮا ِﻟﺪَ ْﯾ ِﻦ‬

Hadis diatas memiliki maksud untuk . . . .
a. Larangan berbakti dengan orangtua
b. Perintah bergaul dengan teman sebaya
c. Larangan durhaka terhadap orangtua
d. Bersikap arogan
e. Larangan mengasihi yang lebih muda

3. Dibawah ini yang termasuk larangan dalam bergaul dengan orang yang lebih
muda, antara lain . . .
a. Mendukung keputusan yang baik bagi mereka
b. Membantu ketika mereka membutuhkan
c. Mengarahkan mereka kepada kebenaran
d. Menyayangi yang lebih muda
e. Meminta dihormati

4. Bercampur baurnya seorang wanita dengan laki-laki di satu tempat tanpa ada
hijab disebut dengan . . .
a. Ikhtiar
b.Ikhtisar

46

c. Ikhtilat
d. Ikhwan
e. Ihsan
5. Nilai positif apa yang dapat diambil dari adab pergaulan dalam islam ?
a. Merubuhkan persaudaraan
b. Mempererat tali persaudaraan
c. Mengetahui aib teman
d. Mempermainkan orangtua
e. Merendahkan yang lebih muda

B. URAIAN
1. Jelaskan tata cara agar dalam pergaulan dengan teman sebaya tidak mengalami
apa yang dilarang dalm Islam !
2. Bagaimana sikap anda apabila melihat orang yang lebih tua dari anda sedang
dalam posisi kesulitan ?
3. Mengapa kita perlu menyayangi orang yang lebih muda dari kita ?
4. Darimana kita dapat belajar dengan baik tentang tata cara bergaul dengan lawan
jenis ?
5. Apa saja manfaat yang anda rasakan ketika sudah menerapkan tata cara bergaul
dalam Islam ?

47

Daftar Rujukan
Syahr,Yusuf Alfi, 2020, BUKU PAKET AKIDAH AKHLAK KELAS XII,
Kementrian Agama RI, Jakarta

48

Salah satu pemuda saleh yang wajib dijadikan teladan bagi umat Islam
adalah Uwais Al-Qarni. Dalam salah satu hadis yang diriwayatkan Imam Muslim,
Rasulullah saw pernah bersabda bahwa tabi'in terbaik ialah yang bernama Uwais
Al-Qarni. Nama itu, meski tidak terkenal di bumi, namun terkenal di langit dan di
antara semua malaikat Allah.

Lantas, siapa sebenarnya Uwais Al-Qarni?

Dia adalah pemuda yang berasal dari negeri Yaman. Setelah mendengar
cerita orang di sekelilingnya tentang Nabi Muhammad saw, ia bersama sang ibu
akhirnya masuk Islam sehingga memunculkan niat agar suatu hari bisa berjumpa
dengan Nabi Muhammad saw. Kendati mengidap penyakit kulit yang sulit
disembuhkan, Uwais dikenal sebagai pemuda yang sangat taat dalam beragama.
Tidak hanya itu, baktinya kepada sang ibu yang menderita kelumpuhan sangat
luar biasa. Hingga pada satu ketika, Uwais meminta izin untuk mengunjungi
Madinah agar bisa bertemu dengan Rasulullah saw. Sang ibu mengizinkan Uwais
meski dengan berat hati ditinggalkan karena ia sedang sakit-sakitan. Uwais pun
akhirnya berangkat ke Madinah dengan memegang pesan ibunya agar lekas
kembali pulang. Sesampainya di Madinah, Rasulullah saw tidak ada di rumah
karena tengah berada di medan perang. Saat itu, Uwais hanya menitipkan salam
kepada Rasulullah saw lewat istrinya, Siti Aisyah ra.

Uwais yang teringat pesan ibunya untuk segera kembali akhirnya tidak
pernah berjumpa dengan Rasulullah saw sampai akhir hayatnya. Begitu
berbaktinya Uwais kepada ibunya, suatu hari ia berusaha menuruti permintaan
ibunya yang lumpuh agar diantar naik haji ke Makkah.

49


Click to View FlipBook Version