Makalah Simulasi Digital
Kelompok 5
Nama anggota
☟
• Asyura Indah Madinah (10)
• Dewi Praswati Handayani (17)
• Dilla Zahrah Syawaliani (18)
• Elyfa Anum (21))
X BDP 1
Materi
"Media Pembelajaran Daring
Berbasis WhatsApp B eserta
Fitur-fiturnya"
WhatsApp Messenger adalah aplikasi pesan
untuk ponsel cerdas. WhatsApp Messenger
merupakan aplikasi pesan lintas platform yang
memungkinkan kita bertukar pesan tanpa pulsa,
karena WhatsApp Messenger menggunakan
paket data internet.
WhatsApp sebagai salah satu media sosial yang
paling berpengaruh dan banyak digunakan oleh
masyarakat di Indonesia.
Para siswa baik dari pendidikan formal maupun
non formal di Indonesia pada era digital ini sudah
menggunakan aplikasi ini dalam aktivitas
keseharian mereka baik di sekolah maupun di
luar sekolah. Sehingga para siswa tidak banyak
mengalami kesulitan dalam mengikuti
pembelajaran jarak jauh yang diberikan oleh
guru melalui aplikasi WhatsApp ini dibanding
menggunakan aplikasi lainnya.
Guru hendaknya lebih mengoptimalkan
penggunaan media ini agar lebih sistematis,
edukatif dan interaktif. Hal ini bisa dilakukan oleh
guru dengan membuat e-modul atau membuat
video maupun audio pembelajaran yang menarik
bagi siswa terlebih dahulu.
Media WhatsApp grup digunakan oleh lembaga
pendidikan dari berbagai jenjang, mulai dari
SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA/SMK dan perguruan
tinggi. Para pendidik harus memberikan
pengajaran dengan konsep baru, serta cara jitu
dalam mengontrol para peserta didik melalui
WhatsApp grup kelas yang dibuat oleh wali kelas.
Pada jenjang SD/MI, interaksi guru dan siswa
terjadi dalam WhatsApp biasanya guru
cenderung memberikan tugas kepada siswa
terkait aktivitas membaca dan menghitung.
Sebab pada kurikulum 2013 jenjang SD/MI
memiliki sistem pembelajaran berbasis TEMATIK
yang integral memadukan berbagai mata
pelajaran yang memiliki tema sama. Diusianya
yang masih anak-anak, biasanya guru akan
memberitahukan kepada orang tua siswa melalui
WhatsApp grup kelas yang beranggotakan para
wali murid dan wali kelas yang bersangkutan.
Dalam penugasan guru biasanya menyuruh
siswa untuk mengisi berbagai pertanyaan atau
latihan soal yang terdapat dalam buku cetak
TEMATIK. Untuk pengumpulan tugas guru
menyuruh dikumpulkan dengan difoto, yang
kemudian dikirim ke WhatsApp grup kelas.
Pada jenjang SMP/MTs dan SMA/MA/SMK juga
menggunakan WhatsApp sebagai media
pembelajaran. Guru biasanya akan memberikan
materi dan penjelasan melalui WhatsApp grup
kelas yang dibuat oleh wali kelasnya. Guru juga
mengirimkan materi pelajaran dalam bentuk
misalnya video, pesan suara (voice note), atau
berupa file (power point atau ms. word). Untuk
penugasan guru biasanya menyuruh siswa
melakukan atau membuat sesuatu yang kreatif
dengan menggunakan media online. Serta
pengumpulan tugas melalui Google Classroom
atau mengirim tugas melalui chat WhatsApp ke
guru yang bersangkutan.
Pada jenjang perguruan tinggi pembelajaran
dilakukan melalui WhatsApp grup. Dengan
menggunakan WhatsApp grup interaksi
mahasiswa dan dosen akan lebih mudah. Dalam
penggunaannya pun mahasiswa sudah sangat
paham dan hampir semua mahasiswa
mempunyai smartphone. Pemberian materi dan
penjelasan oleh dosen biasanya dilakukan
dengan mengirim pesan suara (voice note),
mengirim file (power point atau ms. word), dan
lain sebagainya. Sedangkan, untuk
penugasannya sendiri dosen lebih merujuk pada
kemandirian mahasiswa, yaitu seperti membuat
video, menulis artikel atau jurnal, dan lain
sebagainya yang bersifat kreatif serta inovatif
yang mampu memperbanyak pengetahuan
baru.
Mekanisme Penggunaan Media
WhatsApp Dalam Pembelajaran
Daring
Mekanisme penggunaan media WhatsApp
dalam pembelajaran daring sangat sederhana.
Setiap pagi guru memberikan materi
pembelajaran dan tugas untuk siswa yang
dibagikan melalui grup WhatsApp orang tua.
Materi dan tugas yang diberikan tentunya
disesuaikan dengan jadwal hari itu. Guru
menganalisis kompetensi dasar (KD) mana saja
yang mestinya diberikan pada hari itu. Jadi, guru
tidak mengubah jadwal pelajaran, hanya caranya
saja yang berbeda. Dengan demikian,
pembelajaran akan berjalan seperti saat di kelas
dan target kurikulum dapat terpenuhi.
•Setiap pagi guru memberikan materi
pembelajaran dan tugas untuk siswa yang
dibagikan melalui grup WhatsApp.
•Materi dan tugas yang diberikan tentunya
disesuaikan dengan jadwal hari itu.
•Guru menganalisis kompetensi dasar (KD) mana
saja yang mestinya diberikan pada hari itu. Jadi,
guru tidak mengubah jadwal pelajaran, hanya
caranya saja yang berbeda. Dengan demikian,
pembelajaran akan berjalan seperti saat di kelas
dan target kurikulum dapat terpenuhi.
Ada Beberapa Fitur WhatsApp
yang memudahkan dalam
Pembelajaran Daring
1. Pesan sementara adalah pesan sementara yang
dapat hilang dalam 7 hari. Fitur ini
memungkinkan pengguna dapat mengirim
pesan yang sifatnya hanya sementara dan akan
hilang secara otomatis dalam waktu tertentu.
WhatsApp mengatakan, fitur ini hadir untuk
memberi kemudahan pengguna apabila mereka
tidak ingin menyimpan pesan dalam jangka
waktu lama.
Pesan yang bisa hilang otomatis itu hanya
tersedia di chat antar pribadi maupun grup. Tapi
pada chat grup hanya admin yang bisa
mengaktifkan fitur pesan sementara itu. Untuk
mendapatkan fitur tersebut Anda bisa mengecek
pembaruannya di PlayStore atau AppStore.
2. Mengirim pesan teks tanpa batasan
3. Mengirim foto dari galeri atau dari kamera
smartphone
4. Store management yaitu dapat memudahkan
pengguna untuk mengidentifikasi, meninjau, dan
menghapus sejumlah konten atau file pada
aplikasi sehingga dapat menghemat memori
penyimpanan. Fitur ini juga dapat mengurutkan
dokumen berdasarkan ukuran file, mulai dari
yang paling besar hingga paling kecil. Sebelum
dihapus secara permanen, pengguna bisa
melakukan preview terlebih dahulu. Cara untuk
mengakses Storage Manager cukup mudah yaitu
lewat membuka menu Settings lewat tombol
tiga titik vertikal di kanan atas, kemudian
memilih "storage and data", lalu "manage
storage".
5. Mute selamanya
sebelumnya WhatsApp hanya bisa membisukan
atau mute pesan di grup paling lama setahun.
Tapi dengan Whatsapp terbaru versi 2.20.201.23
pengguna bisa membisukan pesan grup
selamanya. Caranya hanya cukup dengan
meng-klik ikon titik tiga pada percakapan yang
ingin dibisukan. Selanjutnya pilih "mute
notification" dan kemudian pilih "always".
6. Dapat mengirim video
7. Bisa mengirimkan berkas-berkas kantor atau
yang lainnya dengan format bebas
8. Cari file secara spesifik Dengan Whatsapp versi
2.20.200.22, pengguna bisa mendapatkan fitur
yang dapat memudahkan pencarian pesan
WhatAapp. Hal itu karena pencarian dilakukan
berdasarkan jenis file-nya. Dikutip dari WhatsApp,
caranya yaitu dengan meng-klik "search" di
bagian atas.
Lalu akan muncul beberapa ikon yang bisa dipilih
yaitu foto, link, audio, GIF, video, dan dokumen.
Anda tinggal meng-klik jenis file yang ingin Anda
cari, misalnya foto. Lalu Anda mengetik kata
kunci terkait foto yang akan Anda cari itu.
9. Menelepon melalui suara, termasuk mengirim
pesan suara Anda atau voice note yang dapat
didengarkan oleh penerima setiap saat selagi
pesan belum ditarik oleh pengirim.
10. Video call 50 orang
Fitur video call WhatsApp hingga 50 orang
peserta bisa dilakukan di WhatsApp versi web,
yaitu https://web.whatsapp.com/ Cara melakukan
video call WhatsApp untuk 50 orang adalah
dengan mengakses laman tersebut, lalu pilih
menu titik tiga di kanan atas. Setelah itu klik
menu "create a room".
Anda akan melihat pop up pemberitahuan untuk
melanjutkan ke halaman Messenger Facebook.
Anda bisa memilih opsi "lanjutkan dengan
messenger" untuk memulai panggilan video.
Nantinya Anda akan dibawa ke halaman baru
untuk login Facebook. Untuk login, masukkan
email dan kata sandi Facebook. Setelahnya Anda
akan ditunjukkan ke halaman yang menyediakan
link khusus yang dapat disalin untuk
mengundang pengguna lain.
11. Bisa share location (berbagi lokasi) kita
memanfaatkan GPS.
Kekurangan dan Kelebihan
WhatsApp dalam Pembelajaran
Daring
Kelebihannya seperti :
1. mudah digunakan
2. efisien waktu dan biaya
3. bisa mengirimkan file, gambar atau foto
4. guru maupun siswa bisa dengan mudah
mengulang ulang materi pembelajaran melalui
HP
5. siswa bisa berkonsultasi jika menghadapi
kesulitan dalam mengerjakan tugas dan masih
banyak lagi tentunya
Adapun beberapa kekurangan seperti :
1. Keterbatasan akses internet
Salah satu kekurangan metode pembelajaran
e-learning adalah terbatasnya akses internet. Jika
Anda berada di daerah yang tidak mendapatkan
jangkauan internet stabil, maka akan sulit bagi
Anda untuk mengakses layanan e-learning. Hal
ini tentunya masih banyak terjadi di Indonesia
mengingat beberapa daerah 3T (tertinggal,
terdepan, dan terluar) masih belum terjangkau
akses internet. Selain itu, harga pemakaian data
internet juga masih dirasa cukup mahal untuk
beberapa kalangan masyarakat Indonesia. Hal ini
menyebabkan kemampuan untuk
memanfaatkan e-learning masih dianggap
sebagai suatu keistimewaan.
2. Berkurangnya interaksi dengan pengajar
Beberapa metode pembelajaran e-learning
bersifat satu arah. Hal tersebut menyebabkan
interaksi pengajar dan siswa menjadi berkurang
sehingga akan sulit bagi Anda untuk
mendapatkan penjelasan lebih lanjut mengenai
materi yang sukar dipahami.
3. Pemahaman terhadap materi
Materi yang diajarkan dalam e-learning direspon
berdasarkan tingkat pemahaman yang
berbeda-beda, tergantung kepada kemampuan
si pengguna. Beberapa orang mungkin dapat
menangkap materi dengan lebih cepat hanya
dengan membaca, namun ada juga yang
membutuhkan waktu lebih lama sampai
benar-benar paham. Bahkan ada juga yang
membutuhkan penjelasan dari orang lain agar
dapat memahami materi yang dipelajari.
4. Minimnya Pengawasan dalam Belajar
Kurangnya pengawasan dalam melakukan
pembelajaran secara daring membuat pengguna
e-learning kadang kehilangan fokus. Dengan
adanya kemudahan akses, beberapa pengguna
cenderung menunda-nunda waktu belajar. Perlu
kesadaran diri sendiri agar proses belajar dengan
metode daring menjadi terarah dan mencapai
tujuan.
5. Sering minta update
WhatsApp adalah aplikasi ini kerap minta
diupdate. Sebenarnya bukan hanya aplikasi WA
saja yang minta diupdate. Mayoritas aplikasi di
android pun juga harus diupdate.
Meskipun begitu, Anda juga harus jeli ketika
WhatsApp meminta untuk diupdate. Anda bisa
melihat apakah ada fitur terbaru atau hanya
sekedar update tanpa memberikan efek apapun.
Jika tidak memberikan penambahan apapun,
maka Anda tidak perlu memperbarui aplikasi
Anda tersebut dan tetap menggunakan versi
lama.
6. Volume data yang cukup besar
aplikasi ini menuntut adanya volume data yang
cukup besar. Untuk fitur chatting mungkin tidak
masalah dan tetap akan menghemat kuota Anda.
Namun ketika Anda kerap menonton video atau
status WhatsApp yang berupa video. Maka sudah
tentu kuota Anda akan terkuras banyak jika Anda
tetap melakukannya.
7. ada beberapa siswa yang menyalahgunakan
HPnya bukan untuk pembelajaran
8. siswa bisa lupa waktu
9. siswa cenderung kurang fokus pada materi
yang dibahas