The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Deni Nugraha, 2024-06-15 13:37:24

Displin Postif oleh Deni Nugraha.pptx

Displin Postif oleh Deni Nugraha.pptx

D ISIPL I N P O SI T I F Mempraktikan pemahaman tentang penerapan disiplin positif dengan rekan guru dan sejawat Senin, 10 Juni 2024 Disiplin Positif Bersama Calon Guru Penggerak Angkatan 10 : DENI NUGRAHA, S.Pd SDN 219 Babakanjati - Kota Bandung


Pengertian Disiplin Positif Disiplin positif adalah pendekatan holistik untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan inspiratif di mana semua murid merasa aman, dihargai, dan didukung untuk mencapai potensi penuh mereka. Berbeda dengan pendekatan tradisional yang berfokus pada hukuman dan kontrol, disiplin positif berfokus pada membangun hubungan positif dengan siswa, mendorong perilaku positif, dan menyelesaikan konflik secara konstruktif.


Manfaat disiplin positif Meningkatkan motivasi dan prestasi belajar Meningkatkan disiplin dan perilaku positif Meningkatkan kesehatan mental dan kesejahteraan Meningkatkan hubungan antara guru dan siswa


Motivasi Perilaku Siswa Motivasi prilaku menghindari Rasa sakit/ Hukuman Motivasi perilaku menginginkan hadiah/ pujian motivasi perilaku menghargai diri


Bagaimana Menanamkan Motivasi Perilaku menghargai diri? Kita dapat menstimulasi dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan berikut pada siswa: Apa nilai yang diyakini dalam keluargamu? Nilai baik apa yang kamu percayai? Apa respon dari luar jika kamu berprilaku berdasarkan nilai-nilai yang kamu percayai? apakah bila kamu melakukan sesuatu karena nilai-nilai yang kamu yakini akan membuatmu merasa puas, nyaman dan senang? Apa yang membuatmu melakukan hal tersebut? kamu ingin menjadi seperti apa? Apa tujuan pribadi yang ingin dicapai dari belajar atau mengerjakan sesuatu?


Bagaimana Menanamkan Motivasi Perilaku Menghargai Diri? Selain menstimulasi dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan, kita dapat : Membantu mendorong perilaku positif dengan memberikan penghargaan kepada siswa atas perilaku yang baik Menciptakan lingkungan belajar positif Melakukan restitusi jika anak melakukan kesalahan


Restitusi Restitusi dalam konteks disiplin positif sekolah adalah proses di mana seorang siswa yang telah melakukan kesalahan mengambil tindakan untuk memperbaiki kerusakan yang disebabkan oleh kesalahannya. Ini bukan sekadar hukuman, melainkan kesempatan belajar dan membangun tanggung jawab.


Prinsip Dasar Restitusi Fokus pada perbaikan Tanggung jawab Empati Membangun hubungan


Segitiga Restitusi Segitiga restitusi adalah sebuah metode disiplin positif yang berfokus pada pembahasan dan penyelesaian masalah dengan cara yang konstruktif dan berorientasi pada solusi. Metode ini membantu siswa untuk memahami konsekuensi dari tindakan mereka, mengambil tanggung jawab atas kesalahannya, dan melakukan tindakan untuk menebusnya. 1.Menstabilkan Identitas 2.Validasi Tindakan yang Salah 3.Menanyakan Keyakinan Tiga pilar utama Segitiga Restitusi


Tujuan: Membantu siswa untuk melihat dirinya sebagai individu yang berharga dan mampu belajar dari kesalahan. 1. Menstabilkan Identitas Langkah-langkah: Hindari kritik dan label negatif. Fokus pada perilaku, bukan pada karakter siswa. Sampaikan pesan bahwa kesalahan adalah bagian dari proses belajar. Berikan dukungan dan dorongan kepada siswa.


Tujuan: Membantu siswa untuk memahami pemikiran dan perasaannya yang melatarbelakangi tindakannya. 3. Menanyakan Keyakinan Langkah-langkah: Ajukan pertanyaan terbuka untuk mendorong siswa untuk berdialog. Dengarkan dengan penuh perhatian dan tanpa membela. Bantu siswa untuk mengidentifikasi keyakinan dan asumsi yang salah. Dorong siswa untuk berpikir kritis dan mencari solusi yang lebih konstruktif.


Kasus anak : Memarahi teman Video Praktik Segitiga Restitusi 1


Kasus anak : terlambat Video Praktik Segitiga Restitusi 2


Simulasi Penerapan Segitiga Restitusi Dengan Faris Disiplin Positif Dengan Azhar


Kesimpulan Disiplin positif bukan sekadar tentang aturan dan hukuman, melainkan tentang membangun hubungan positif dan menumbuhkan tanggung jawab pada siswa. Dalam konteks ini, restitusi menjadi alat penting untuk membantu siswa belajar dari kesalahan mereka dan memperbaiki kerusakan yang telah ditimbulkan. Segitiga restitusi berperan sebagai kerangka kerja untuk memfasilitasi proses restitusi yang efektif. Ketiga elemennya, yaitu menstabilkan identitas, memvalidasi kesalahan dan menanyakan keyakinan saling terkait dan tidak dapat dipisahkan. Penerapan disiplin positif dan restitusi di sekolah memiliki peran penting bagi siswa: Meningkatkan rasa tanggung jawab Memperkuat disiplin dan perilaku positif Mendukung kesehatan mental dan kesejateraan Membangun hubungan positif antara guru dan siswa


TERIMA KASIH Budaya Positif


Dokumentasi


Terima Kasih ^ _ ^ Tergerak, Bergerak, Menggerakan


Click to View FlipBook Version