LAPORAN KUNJUNGAN INDUSTRI PT. UNGARAN SARI GARMENTS PT. PRIMARINDO ASIA INFRASTRUCTURE TBK. Disusun Oleh: REZA NOVITA SARI PROGRAM STUDI TATA BUSANA SMK BUDI UTOMO WAY JEPARA LAMPUNG TIMUR TP 2022/2023
LAPORAN KUNJUNGAN INDUSTRI PT. UNGARAN SARI GARMENTS PT. PRIMARINDO ASIA INFRASTRUCTURE TBK. Disusun sebagai Laporan Dari Kegiatan Kunjungan Industri Pada SMK Budi Utomo 1 Way Jepara Lampung Timur Disusun Oleh: REZA NOVITA SARI HALAMAN SAMPUL PROGRAM STUDI TATA BUSANA SMK BUDI UTOMO WAY JEPARA LAMPUNG TIMUR TP 2022/2023
ii KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya sehingga saya dapat menyelesaikan tugas makalah Kunjungan Industri ini tepat pada waktunya. Adapun tujuan dari penulisan dari makalah ini adalah untuk memenuhi tugas dari Bapak/Ibu Guru Pembimbing. Selain itu, makalah ini juga bertujuan untuk menambah wawasan tentang produk PT. Ungaran Sari Garments dan PT. Primarindo Asia Infrastructure TBK (TOMKINS) bagi para pembaca dan juga para penulis. Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak/Ibu guru yang telah memberikan tugas ini sehingga dapat menambah pengetahuan dan wawasan sesuai dengan bidang yang telah di kunjungi di perusahaan PT. Ungaran Sari Garments dan PT. Primarindo Asia Infrastructure TBK (TOMKINS). Saya juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membagi sebagian pengetahuannya sehingga saya dapat menyelesaikan makalah ini. Saya menyadari, makalah yang saya tulis ini masih jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun akan saya nantikan demi kesempurnaan makalah ini. Way Jepara, 26 Januari 2023 Penyusun REZA NOVITA SARI
iii DAFTAR ISI HALAMAN SAMPUL................................................................................................................... i KATAPENGANTAR..................................................................................................................... ii DAFTAR ISI................................................................................................................................... iii BAB I PENDAHULUAN................................................................................................................ 1 A. LATAR BELAKANG...................................................................................................... 1 B. TUJUAN KUNJUNGAN INDUSTRI.............................................................................. 1 C MANFAAT KUNJUNGAN INDUSTRI ......................................................................... 2 D. WAKTU KUNJUNGAN INDUSTRI.............................................................................. 2 BAB II ISI ...................................................................................................................................... 3 A. KEGIATAN KUNJUNGAN INDUSTRI.................................................................... 3 1. PT UNGARAN SARI GARMENT SEMARANG ............................................... 3 1.1. PROFIL PT UNGARAN SARI GARMENT SEMARANG................................. 3 1.2. PROSES MENGELOLA PRODUK PT UNGARAN SARI GARMENT ........... 4 1.3. PRODUK PT UNGARAN SARI GARMENT SEMARANG. ............................. 5 1.4. PEMASARAN PRODUK PT UNGARAN SARI GARMENT............................ 6 2. PT. PRIMARINDO ASIA INFRASTRUCTURE.TBK ...................................... 7 2.1. PROFIL PT. PRIMARINDO ASIA INFRASTRUCTURE TBK .......................... 7 2.2. VISI DAN MISI PERUSAHAAN......................................................................... 8 2.3. PROSES PRODUKSI PT PRIMARINDO ASIA INFRASTRUCTURE TBK.... 9 2.4. PRODUK PT PRIMARINDO ASIA INFRASTRUCTURE TBK........................ 11 2.5. PEMASARAN PT. PRIMARINDO ASIA INFRASTRUCTURE ....................... 11 B. PROJEK PROFIL PANCASILA............................................................................... 13 1. SEJARAH CANDI PRAMBANAN........................................................................ 13 2. BUDAYA KERATON............................................................................................. 17 BAB III PENUTUP ....................................................................................................................... 19 A. KESIMPULAN ............................................................................................................. 19 B. SARAN.......................................................................................................................... 19 LAMPIRAN .................................................................................................................................... 20
1 BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Kunjungan industri yang dilaksanakan siswa / pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) merupakan sarana bagi siswa untuk mengenal dunia kerja. Hal inin sangat diperlukan oleh siswa Sekolah Kejuruan / Fokasi, dimana mereka tidak hanya belajar teori akademik, tetapi juga mereka disiapkan untuk menjadi tenaga-tenaga terampil yang siap kerja setelah lulus dari pendidikannya. Selain itu dari kegiatan ini siswa dapat mengetahui lebih jauh tentang cara kerja, kedisiplinan, tata tertib kerja, mesin - mesin industri yang lebih memadai, dan lain- lain. Siswa juga diharapkan tidak menganggap kunjungan industri sebagai rekreasi, tapi menganggap kunjungan industri sebagai sarana belajar dengan cara mendatangi industri secara langsung dan melihat urutan - urutan proses kerja di industri tersebut. Kunjungan industri dipilih untuk menambah pengalaman siswa tentang dunia kerja. Siswa dituntut untuk aktif menggali informasi tentang kunjungan industri untuk memperoleh pengetahuan tentang dunia industri. Kunjungan industri dilakukan untuk memberikan gambaran kepada siswa tentang industri dan proses produksi di bidang bisnis dan managemen. Siswa harus membandingkan proses produksi di dunia kerja dengan ilmu yang diperoleh di sekolah. Siswa diwajibkan membuat laporan atas informasi yang di peroleh selama kunjungan industri tentang perusahaan yang bersangkutan. B. TUJUAN KUNJUNGAN INDUSTRI Kunjuangan Industri Siswa SMK Budi Utomo Way Jepara, bertujuan untuk memperkenalkan siswa pada dunia industri dan dunia kerja, dimana mereka
2 akan melihat, memperhatikan bagai mana sebuah industri bisa berjalan, bagaimana sistematika kerja pada sebuah industri, bagaimana suasana kerja industri dan sebagainya C. MANFAAT KUNJUNGAN INDUSTRI Ada beberapa manfaat dari kegiatan Kunjungan Industri bagi siswa SMK Budi Utomo Way Jepara diantaranya: 1. Memperluas pengatahuan siswa dalam lingkungan dunia kerja. 2. Mendorong siswa agar mempunyai minat bekerja di perusahaan. 3. Memberi informasi tentang cara kerja dan tenaga kerja perusahaan. 4. Mendorong siswa agar mempunyai rasa kedisiplinan dan tanggung jawab. 5. Membantu siswa melaksanakan program magang. D. WAKTU KUNJUNGAN INDUSTRI Secara keseluruhan kegiatan kunjungan industri SMK Budi Utomo ini dilaksanakan pada Tanggal 16 Januari 2023 hingga 20 Januari 2023, adapun kunjungan ke Perusahaan dilaksanakan pada: a. 17 Januari 2023 kunjungan ke PT. Ungaran Sari Garments dari pukul 11.00 sampai 14.00 WIB b. 18 Januari 2023 kunjungan ke PT. Primarindo Asia Infrastructure TBK (TOMKINS) dari pukul 13.00 sampai 16.00
3 BAB II A. KEGIATAN KUNJUNGAN INDUSTRI 1. PT UNGARAN SARI GARMENT SEMARANG 1.1. PROFIL PT UNGARAN SARI GARMENT SEMARANG PT Ungaran Sari Garment adalah sebuah perusahaan dalam bidang apparel dengan perusahaan yang memiliki orientasi sebagai perusahaan ekspor. Dimana PT Ungaran Sari Garment merupakan salah satu perusahaan terbesar yang melakukan ekspor. Perusahaan Busana Apparel Group ini memiliki banyak perusahaan yang berada dibawahnya dengan berbagai produk dengan bidang sama yaitu garment. Saat ini PT Ungaran Sari Garment kurang lebih sekarang telah memiliki 11 ribu pekerja terampil dibidangnya dimana perusahaan ini juga dapat menghasilkan produk kurang labih 1,7 juta lusin pertahunnya. PT Ungaran Sari Garment ini berdiri pada tahun 1975 dengan memiliki lokasi perusahaan yang strategis di Ungaran lebih lengkapnya yaitu di Jl. Diponegoro No.235, Genuk Timur, Ungaran, Kecamatan Ungaran Bar, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Perusahaan ini merupakan salah satu yang dapat dibilang salah satu perusahaan garmen atau manufaktur bidang pakaian/ tekstil terbesar yang tersebar diberbagai
4 belahan bumi lainnya dengan mana yang berbeda dari PT Ungaran Sari Perusahaan yang memproduksi baju atasan untuk pria dan wanita ini beruntung memiliki pelanggan top di Amerika, seperti DKNY, Tommy Hilfiger, Express, Nautica, dan Timberland. Ada juga merek top dari Jepang, yakni Uniqlo yang baru datang sekitar 4 tahun lalu. Selain memproduksi pakaian jadi, perusahaan juga bisa menawarkan desain buatannya namun brand-nya tidak berubah. Inilah yang mendorong Ungaran Sari Garment membuat Departemen khusus desain.Maka jika dilihat dengan pencapaian dari PT Ungaran Sari Garment ini dapat disimpulkan bahwa kualitas dari produksi perusahaan ini bukan main-main serta bertaraf internasional serta dapat bersaing dengan produk luar juga. Untuk itu PT Ungaran Sari Garment harus dapat mempertahankan pencapainnya serta dapat meningkatkannya agar pasar juga semakin luas sesuai dengan harapan perusahaan serta visi juga tujuannya 1.2. PROSES MENGELOLA PRODUK PT UNGARAN SARI GARMENT Proses mengelola produk pada industri PT Ungaran Sari Garment Semarang meliputi beberapa tahapan yaitu: 1. Spreading, Form Layout, dan Cutting : Kain yang akan dipotong menjadi lapisan yang seragam dan kemudian disebarkan secara manual atau menggunakan sistem yang dikendalikan komputer. Hal ini dilakukan agar operator produksi bisa mengidentifikasi cacat kain, mengontrol ketegangan dan tingkat kekenduran kain selama pemotongan, sekaligus memastikan setiap lapisan memiliki kualitas yang sejajar secara akurat. Selanjutnya, pola atau desain produk akan diletakkan di atas sebaran kain secara manual atau bisa otomatis. Untuk kemudian, kain dipotong sesuai bentuk kebutuhan pabrik garmen menggunakan peralatan pemotongan manual/otomatis.
5 2. Laying : Laying merupakan proses produksi garment yang dilakukan dengan cara meletakkan pola kertas di atas kain sebelum pemotongan. Saat peletakkan, pastikan polanya ditempatkan pada bagian yang benar sehingga tidak ada kesalahan cutting. 3. Marking : Proses menandai kain sesuai pola ini dapat dilakukan secara manual maupun otomatis.. 4. Cutting : Pemotongan yang dapat dilakukan secara manual. Bisa juga dilakukan dengan menggunakan mesin otomatis. 5. Sewing : atau penjahitan dilakukan setelah potongan-potongan kain yang telah dipotong dikelompokkan sesuai dengan ukuran, warna dan jumlah yang ditentukan. 6. Checking : Ketika produk selesai diproduksi, melibatkan pemeriksaan atau kontrol kualitas sesuai standar produksi yang telah ditetapkan. 7. Spot Cleaning dan Laundry :Selain mengidentifikasi cacat produksi, karyawan pabrik garment yang bertugas melakukan quality assurance juga harus mencari cacat kosmetik, noda, atau kotoran lain pada garmen yang mungkin terjadi selama proses pemotongan dan penjahitan. 1.3. PRODUK PT UNGARAN SARI GARMENT SEMARANG. Produk-produk yang yang dihasilkanoleh PT Ungaran Sari Garment yaitu sebagai berikut:
6 a. Blouse, b. Children Wear, c. Clothing, d. Dress Making, e. Glove, f. Jacket, a. Knitted Wear, b. Man, c. Pants, d. Skirt & T-Shirt Man. 1.4. PEMASARAN PRODUK PT UNGARAN SARI GARMENT. PT. Ungaran Sari Garment ini adalah bagian perusahaan Busana Apparel Group yang memiliki spesifikasi serta tugasnya yang tentunya berbeda dengan tugas perusahaan lain dalam bagian Busana Apparel Group. Bahkan berdasarkan banyak pemberitahuan dari berbagai sumber selain pasar dalam negeri perusahaan ini memepunyai pasar Amerika Serikat, dan menjadi langganan brand-brand terkenal seperti DKNY, Tommy Hilfiger, Express, Nautica, dan Timberland. Ada juga merek top dari Jepang, yang juga membeli produk PT Ungaran Sari Garment, yakni Uniqlo yang baru datang sekitar 4 tahun lalu
7 2. PT. PRIMARINDO ASIA INFRASTRUCTURE.TBK 2.1. PROFIL PT. PRIMARINDO ASIA INFRASTRUCTURE TBK Nama Perusahaan : PT. Primarindo Asia Infrastructure Tbk. Tahun Berdiri : 1988 Alamat Perusahaan : Jl. Raya Rancabolang, No. 98, Gedebage - Bandung Situs Web : www.primarindo.co.id | www.Tomkins.id Produksi : Industri sepatu dan tas PT. Primarindo Asia Infrastructure Tbk. merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang produksi sepatu yang berpusat di Bandung, Jawa Barat. Perusahaan ini pertama kali didirikan pada tahun 1988 yang telah memproduksi merek produk sepatu yang telah menarik minat beberapa produsen sepatu internasional seperti Reebok, FILA, Wilson, Puma, LA Gear, Umbro, Diadora, Polo, dan beberapa produsen lainnya untuk konsumen dalam pasar internasional. Awalnya PT. Primarindo Asia Infrastructure ini berstatus PMPR dengan nama PT. Bintang Karisma Pada tanggal 30 Agustus 1994 perusahaan ini mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia. Namun pada tahun 2000, pemodal PT. Bintang Karisma ini melarikan diri ke China. Sehingga perusahaan ini menjadi gulung tikar, hingga muncullah dicetuskan
8 pepatah “tetap optimis menembus bisnis internasional” oleh generasi PT. Bintang Karisma untuk merubah keterpurukannya menjadi suatu kemajuan hingga saat ini, kemudian diganti nama menjadi PT. Primarindo Asia Infrastructure tbk. Perusahaan ini adalah sebuah perushaan yang berbentuk Perseroan Terbatas (PT) terbuka karena sifatnya yang terbuka untuk seluruh konsumen. Letak perusahaan ini berada di Jl.Raya Rancabolang, no 98, Gedebage, Bandung. Perusahaan ini beralamat di Bandung karena ingin menyesuaikan dengan lokasi pemodal saaat itu. Luas tanah perusahaan ini cukup luas yakni 10 hektare dan luas bangunannya yaitu 4 hektare. Organisasi di perusahaan ini terdiri dari yang paling bawah yaitu uppreiter, diatasnya ada kepala regu, diatas kepala regu ada kepala departemen, kepala divisi dan yang paling atas ialah kepala direksi. 2.2. VISI DAN MISI PERUSAHAAN 1. Visi Menjadi pemimpin dalam dunia industri sepatu di Indonesia. 2. Misi a. Mempunyai proses produksi yang efisien b. Menghasilkan produk berkualitas tinggi untuk memenuhi kepuasan pelanggan PT. Primarindo Asia Infrastructure.Tbk merupakan perusahaan yang memproduksi sepatu TOMKINS. Produk TOMKINS ini memiliki beberapa karakter produk sepatu, mulai dari sepatu sekolah sampai sepatu olahraga. Perusahaan ini mengembangkan produk sepatu yang kemudian diberi label Tomkins. Ternyata produk ini mendapat perhatian yang cukup besar dari para konsumen. Hal ini dibuktikan dengan produksi pabrik hingga mencapai 400.000 pasang sepatu setiap bulannya. Guna meningkatkan kualitas produksinya, perusahaanmelakukan peningkatan berbagai komponen produksi mulai dari kualitas EVA (karet spon), phylon (hasil EVA), dan karet outsole. Proses produksi juga dikerjakan oleh tenaga-tenaga ahli di bidangnya
9 sehingga menghasilkan produk yang memiliki nilai jual yang tinggi.Tak hanya itu, perusahaan juga dibantu dengan mesin-mesin berteknologi tinggi, seperti Anzani Conveyor Stitching. Mesin ini dapat melakukan pengecekan terhadap standar-standar produksi yang telah ditetapkan. Guna meningkatkan keefektifan dalam proses produksi, perusahaan juga menerapkan BITSCAN (Bintang Kharisma Scanning) yang merupakan sistem pendistribusian yang berbasis komputer. Merek dagang terkenal buatan perusahaan ini antara lain Tomkins dan Rock 'N Revolution. 2.3. PROSES PRODUKSI PT PRIMARINDO ASIA INFRASTRUCTURE TBK. Dalam proses produksinya PT. Primarindo Asia Infrastructure, Tbk sangatlah mengutamakan kualitas sepatu produksinya, sehingga banyak sekali proses-proses yang digunakan dalam memproduksi sepatu tersebut diantaranya: 1. Proses Upper, bagian atas sepatu menggunakan bahan : Leather (kulit), synthetic leather, textile, Accessories. Quality Control melakukan Cek Secara visual dan pengiriman material ke Lab untuk Physical test material. Cutting meminta material berdasarkan Job Order. Pola, jahit logo,penempelan komponen, pengeleman jahit Upper. Quality Control melakukanpengecekan, Repair, Upper yang bagus masukke stock assembling.
10 2. Process Rubber (bottom)Bagian bawah sepatu yang terbagi dalam 2 komponen : outsole dengan bahan karet dan midsole dengan bahan EVA. Dilakukan tes Lab untuk yangbagus dapat dipakai untuk produksi dan yang direject di return ke supplier.Penimbangan Chemical sesuai kebutuhan setiap formula. Pemotongan bahan sesuai dengan quantity order per model. Pengepresan bahan menjadi Outsole.Pemotongan bahan pada sisi outsole. 3. Proses Assembling adalah proses perakitan shoe upper dan shoe bottom serta komponen tambahannya, merupakan salah satu proses penting dalam pembuatan sepatu. Assembly adalah tahapan selanjutnya di proses pembuatan sepatu. Bagian upper yang diproduksi dari divisi stitching pada proses sebelumnya dan bagian bottom yang diproduksi di divisi stockfit dirakit dalam proses ini sampai membentuksepasang sepatu.
11 2.4. PRODUK PT PRIMARINDO ASIA INFRASTRUCTURE TBK PT. Primarindo Asia Infrastructure. Tbk merupakan perusahaan yang memproduksi sepatu TOMKINS. Produk TOMKINS ini memiliki beberapa karakter produk sepatu, mulai dari sepatu sekolah sampai sepatu olahraga. Pada produk sepatu olahraga ini, perusahaan mendapati masalah, yaitu sulit terjual. Merk sepatu ekspor yang pernah diproduksi oleh Perseroan antara lain adalah: Reebok, Fila, Wilson, Puma, LA Gear, Oshkosh B'Gosh, AIXAggio, Umbro, Diadora, Polo, Lonsdale, Karrimor, Docker, Geox, Everlast, dan lain-lain. Produk yang dijual Perseroan di pasar lokal adalah sepatu dengan merk “Tomkins”, yang merupakan sepatu jenis casual dengan penekanan pada jenis sepatu sekolah. Contoh jenis sepatu Tomkins yang dijual adalah: Sepatu wanita, anak, remaja, pria. 2.5. PEMASARAN PT. PRIMARINDO ASIA INFRASTRUCTURE Distribusi pemasaran PT. Primarindo Asia Infrastructure sudah tersebar di beberapa kota di seluruh Indonesia. Selain itu perusahaan juga sudah bekerjasama dengan departemen-departemenstore yang ada di Indonesia seperti Matahari, Yogya Deptartemen Store, Ramayana, danpusat-pusat perbelanjaan lainnya. Perusahaan juga sudah mendistribusikan produknya secara online di situs jual beli online seperti Shopee, Lazada, Zalora, Tokopedia dan juga perusahaan mempunyai official site TOMKINS yang dikelola langsung oleh kantor pusat.
12 Walaupun pertumbuhan ekspor alas kaki Indonesia tahun 2017 diperkirakan masih akan sedikit meningkat, namun peningkatan tersebut terutama pada sepatu dengan brand premium yang memiliki margin keuntungan yang cukup besar. Kondisi Perseroan saat ini belum memungkinkan untuk memproduksi sepatu dengan brand premium. Peningkatan biaya tenaga kerja yang cukup tinggi, peningkatan harga-harga material, serta biaya overhead lainnya cukup menekan keuntungan yang bisa diperoleh dari pasar ekspor ini, sehingga untuk tahun 2017 Perseroan akan lebih fokus melakukan penjualan di pasar lokal. Fokus utama dari PT. Primarindo Asia Infrastructure adalah penjualan sepatu untuk pasaran lokal. Perusahaan ini menerapkan sistem make to stock, dikarenakan perusahaan memproduksi sepatu dengan jumlah yang sudah ditentukan sesuai dengan dokumen yang dibuat oleh Departemen PPIC lalu disimpan dalam gudang sebagai stock kemudian didistribusikan setiap hari ke seluruh distributor maupun konsumen yang memesan. Dalam melakukan kegiatan pemasarannya perusahaan memiliki keunggulan kompetitif guna memberikan nilai lebih akan produk yang dihasilkannya.Keunggulan kompetitif yang mendukung pemasaran PT. Primarindo Asia Infrastructure ini adalah : a. Hampir semua jenis sepatu dapat di produksi, berkat dukungan mesin yang lengkap. b. Kecepatan proses produksi, karena adanya peralatan yang lengkap yang tidak dimiliki produsen sepatu lokal. c. SDM yang terampil dan sangat berpengalaman mampu menghasilkan produk secara tepat dan bermutu tinggi. d. Kemampuan menangani order berskala besar. e. Memiliki daya awet sepatu yang lebih lama dibandingkan dengan brandlokal lainnya dengan kekuatan lem minimal standar adalah 3.5 Kg. f. Selalu mengutamakan keinginan konsumen dalam setiap pengambilan keputusan di perusahaan. g. Membuat 5 –7 model baru setiap harinya sesuai dengan tren pasar. 21
13 B. PROJEK PROFIL PANCASILA 1. SEJARAH CANDI PRAMBANAN Candi Prambanan adalah kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia yang terletak diperbatasan Jawa Tengah dan Yogyakarta. Bangunan candi ini dipersembahkan untuk Trimurti atau tiga dewa utama Hindu, yaituBrahma (dewa pencipta), Wisnu (dewa pemelihara), dan Siwa (dewa pemusnah). Candi Prambanan dibangun pada masa pemerintahan Raja Rakai Pikatan, yang memerintah Mataram Kuno antara 840-856 M.Rakai Pikatan mengawasi langsung pembuatan konstruksi dan desain percandian Loro Jonggrang, candi utama di Prambanan.Sedangkan candi-candi kecil lainnya yang berada di kompleks Candi Prambanan dibangun pada masa raja-raja berikutnya, bahkan hingga periode kekuasaan Rakai Watukura Dyah Balitung (898-915 M).Karena letaknya hanya berjarak 19 kilometer dari Borobudur, beberapa sejarawan menafsirkan latar belakang didirikannya Candi Prambanan adalah sebagai respon artistik, politik, dan agama terhadap pembangunan Borobudur. Candi Prambanan merupakan candi Hindu yang terbesar di Indonesia. Sampai saat ini belumdapat dipastikan kapan candi ini dibangun dan atas perintah siapa, namun kuat dugaan bahwa Candi Prambanan dibangun sekitar pertengahan abad ke-9 oleh raja dari Wangsa Sanjaya, yaitu Raja Balitung Maha Sambu. Dugaan tersebut didasarkan pada
14 isi Prasasti Syiwagrha yang ditemukan di sekitar Prambanan dan saat ini tersimpan di Museum Nasional di Jakarta. Prasasti berangka tahun 778 Saka (856 M) ini ditulis pada masa pemerintahan Rakai Pikatan. Denah asli Candi Prambanan berbentuk persegi panjang, terdiri atas halaman luar dan tiga pelataran, yaitu Jaba (pelataran luar), Tengahan (pelataran tengah) dan Njeron (pelataran dalam). Halaman luar merupakan areal terbuka yang mengelilingi pelataran luar. Pelataran luar berbentukbujur dengan luas 390 m2. Pelataran ini dahulu dikelilingi oleh pagar batu yang kini sudah tinggal reruntuhan. Pelataran luar saat ini hanya merupakan pelataran kosong. Belum diketahui apakah semula terdapat bangunan atau hiasan lain di pelataran ini. Di tengah pelataran luar, terdapat pelataran kedua, yaitu pelataran tengah yang berbentuk persegi panjang seluas 222 m2. Pelataran tengah dahulu juga dikelilingi pagar batu yang saat inijuga sudah runtuh. Pelataran ini terdiri atas empat teras berundak, makin kedalam makin tinggi. Di teras pertama, yaitu teras yang terbawah, terdapat 68 candi kecil yang berderet berkeliling, terbagi dalam empat baris oleh jalan penghubung antar pintu pelataran. Di teras kedua terdapat 60 candi, di teras ketiga terdapat 52 candi, dan di teras keempat, atau teras teratas, terdapat 44 candi. Seluruh candi di pelataran tengah ini mempunyai bentuk dan ukuran yang sama, yaitu luasdenah dasar 6 m2 dan tinggi 14 m. Hampir semua candi di pelataran tengah tersebut saat ini dalam keadaan hancur. Yang tersisa hanya reruntuhannya saja. Pelataran dalam, merupakan pelataran yang paling tinggi letaknya dan yang dianggap sebagai tempat yang paling suci. Pelataran ini berdenah persegi empat seluas 110 m2, dengan tinggi sekitar 1,5 m dari permukaan teras teratas pelataran tengah. Pelataran ini dikelilingi oleh turap dan pagar batu. Di keempat sisinya terdapat gerbang berbentuk gapura paduraksa. Saat ini hanya gapura di sisi selatan yang masih utuh. Di
15 depan masing-masing gerbang pelataran teratas terdapat sepasang candi kecil, berdenah dasar bujur sangkar seluas 1, 5 m2 dengan tinggi 4m. Di pelataran dalam terdapat 2 barisan candi yang membujur arah utara selatan. Di barisan barat terdapat 3 buah candi yang menghadap ke timur. Candi yang letaknya paling utara adalah Candi Wisnu, di tengah adalah Candi Syiwa, dan di selatan adalah Candi Brahma. Di barisan timur juga terdapat 3 buah candi yang menghadap ke barat. Ketiga candi ini disebut candi wahana (wahana = kendaraan), karena masing-masing candi diberi nama sesuai dengan binatang yang merupakan tunggangan dewa yang candinya terletak di hadapannya. Candi yang berhadapan dengan Candi Wisnu adalah Candi Garuda, yang berhadapan dengan Candi Siwa adalah Candi Nandi (lembu), dan yang berhadapan dengan Candi Brahma adalah Candi Angsa. Dengan demikian, keenam candi ini saling berhadapan membentuk lorong. Candi Wisnu, Brahma, Angsa, Garuda dan Nandi mempunyai bentuk dan ukuran yang sama, yaitu berdenah dasar bujur sangkar seluas 15 m2 dengan tinggi 25 m. Di ujung utara dan selatan lorongmasing-masing terdapat sebuah candi kecil yang saling berhadapan, yang disebut Candi Apit. Candi Prambanan dibangun sekitar pertengahan abad ke-9. Candi Hindu terbesar di Indonesia ini diduga dibangun oleh raja dari Wangsa Sanjaya, yaitu Raja Balitung Maha Sambu. Dugaan tentang pembangunan Candi Prambanan didasarkan pada isi Prasasti Siwagrha yangditemukan di sekitar Prambanan. Prasasti berangka tahun 778 Saka (856 Masehi) ini dibuat padaperiode kepemimpinan Rakai Pikatan, seperti dikutip dari laman Borobudur Park. Prasasti Siwagrha yang ditemukan di sekitar Prambanan dan saat ini tersimpan di MuseumNasional di Jakarta. Prasasti berangka tahun 778 Saka (856 M) ini ditulis pada masa pemerintahan Rakai Pikatan.
16 Menurut prasasti Siwagrha, pembangunan candi ini ditujukan untuk memuliakan Dewa Siwa.Berangkat dari situ, kompleks candi ini dikenal juga dengan nama Siwagrha yang artinya Rumah Syiwa dan Siwalaya yang artinya Ranah Siwa atau Alam Siwa, seperti dikutip dari Seni Rupa Indonesia dalam Perspektif Sejarah oleh Purwo Prihatin, S.Sn., M.Hum. Bangunan Candi Prambanan disempurnakan terus-menerus oleh raja-raja Medang Mataram, seperti Raja Daksa dan Raja Tulodong. Pembangunan kompleks Candi Prambanan juga diperluas dengan membangun ratusan candi tambahan di sekitar candi utama. Candi ini juga berfungsi sebagai tempat pergelaran upacara-upacara penting Kerajaan Mataram.Candi Prambanan punya empat arah penjuru mata angin. Candi utama menghadap ke timur. Kompleks candi sendiri terdiri dari 3 Candi Trimurti, yaitu Candi Siwa, Wisnu, dan Brahma, lalu 3 Candi Wahana yaitu Candi Nandi, Garuda, dan Angsa, 2 Candi Apit di antara candi-candi Trimurti dan Wahana di utara dan sekatan, 4 Candi Kelir di 4 mata angin tempat di belakang pintu masuk zona inti, 4 Candi Patoh di 4 sudut zona inti, dan 224 Candi Prambanan. Ciri khas arsitektur Candi Prambanan yaitu berpedoman pada tradisi arsitektur Hindu dalamkitab Vastusastra. Candinya mengikuti pola mandala dan tinggi menjulang khas Hindu. Bentuk Candi Prambanan mengikuti gunung suci Mahameru yang disebut sebagai tempat dewa bersemayam. Model kompleksnya sendiri mengikuti model alam semesta yang menurut konsep kosmologi Hindu terbagi atas beberapa lapisan tanah, alam, atau
17 lokasi.Penemuan danPenjarahan Candi Prambanan Candi Prambanan ditemukan pada tahun 1733 oleh C.A. Lons, surveyor Belanda di bawah Sir Thomas Stamford Raffless. Raffles memerintahkan penyelidikan lebih lanjut. Namun, reruntuhan Candi Prambanan tetap terlantar hingga berpuluh-puluh tahun.Penggalian lalu dilakukan pada tahun 1880-an. Namun, upaya ini malah menyuburkan penjarahan ukiran dan batu candi, seperti dikutip dari Wisata Ziarah oleh Gagas Ulung.Dokter Belanda pemerhati arkeologi dan budaya Isaac Groneman lalu melakukan pembongkaran besaran pada candi ini. Batu-batu candi diletakkan sembarangan di sepanjang Sungai Opak. Arca dan relief candi diambil warga Belanda untuk dijadikan hiasan taman. Sementara itu, batu candi digunakan warga lokal untuk bahan bangunan dan pondasi rumah. 2. BUDAYA KERATON Keraton Yogyakarta berdiri pada 1755 sebagai hasil dari Perjanjian Giyanti. Keraton Yogyakarta sebagai cikal bakal keberadaan pemukiman di wilayah Yogyakarta meninggalkan jejak-jejak sejarah yang masih dapat kita jumpai sampai saat ini. Kawasan ini merupakan living monument, yang masih hidup dan juga memiliki luas. Hal ini dibuktikan dengan ditetapkannya Kawasan keraton sebagai salah satu kawasan cagar budaya di Yogyakarta berdasar SK Gubernur No. 186/2011 meliputi wilayah dalam benteng Baluwerti (Jeron Beteng), dan sebagian wilayah di Mantrijeron,
18 Mergangsan, Gondomanan, dan Ngampilan. Kemudian pada tahun 2017 terbit Peraturan Gubernur nomor 75/2017 yang menggabungkan kawasan cagar budaya Malioboro dan dalam benteng Keraton (Baluwarti) menjadi satu kawasan yaitu Kawasan Cagar Budaya Keraton, yang membujur dari Tugu sampai Panggung Krapyak. Keraton sebagai komplek kegiatan budaya dan tempat tinggal Sri Sultan Hamengkubuwono dan keluarganya, tidak semua terbuka untuk umum. Bentuk bangunan terpengaruh model dari Eropa (Portugis, Belanda) dan China. Arsitektur keraton dirancang oleh Sri Sultan Hamengkubuwono I sekaligus pendiri Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat. Bangunan pokok dan desain dasar tata ruang dari karton dan desain dasar lasnkap kota tua Yogyakarta diselesaikan antara tahun 1755-1756. Keberadaan Malioboro tidak dapat dilepaskan dari berdirinya Kasultanan Ngayoyakarta Hadiningrat sebagai unsur integral dalam tata ruang ibukota kerajaan. Di jalan Malioboro terdapat Kepatihan sebagai pusat pemerintahan sehari-hari dan Pasar Gedhe sebagai pusat perekonomian warga. Keduanya merupakan bagian dari kesatuan tata ruang yang disebut catur gatra tunggal atau catur sagotra. Menurut kosepsi ini terdapat empat elemen penting, yaitu politik (Keraton dan Kepatihan), keagamaan (Masjid Gedhe), ekonomi (Pasar Gedhe), dan sosial(Alun-alun).
19 BAB III PENUTUP A. KESIMPULAN Dengan adanya program Kujungan Industri yang di terapkan di Sekolah Kejuruan khususnya SMK Budi Utomo Way Jepara Lampung Timur sangat mendukung dalam bidang pendidikan siswa dalam memahami, mengetahui dan merasakan bagaimana dunia usaha khususnya Industri di Indonesia saat ini. Siswa dapat mengambil pelajaran bagaimana kehidupan setelah bekerja, bagaimana dunia kerja yang sebenarnya, bagaimana sebuah perusahaan yang besar dapat bekerja dengan sistematis, dan terorganisir, sehingga akan memicu siswa SMK untuk lebih meningkatkan kualitas diri baik secara akdemis, keterampilan serta kedisiplinan yang nantinya dipersiapkan saat memasuki dunia kerja Pengenalan budaya, tradisi serta peninggalan nenek moyang bangsa ini menjadikan siswa mengenal sejarah, budaya, kebesaran bangsa Indonesia pada masa silam. Hal ini dapat menumbuhkan rasa cinta terhadap negara, bangsa, budaya dan tradisi yang ada di negara kita serta tidak akan melupakan bagaimana bangsa Indonesia merupakan bangsa yang pernah besar dengan tradisi, ilmu, teknologi di masa silam. B. SARAN Perusahaan yang dikunjungi dalam kegiatan Kunjungan Industri, diharapkan lebih bervariatif disesuaikan, dan dengan waktu kunjungan yang lebih lama, sehingga siswa dapat mengamati, proses produksi, kegiatan yang ada dalam industri itu lebih banyak.
20 LAMPIRAN