MAKALAH
POTENSI SUMBER DAYA ALAM DAN KEMARITIMAN INDONESIA
TUGAS MATA PELAJARAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Disusun Oleh :
Nama : : Zahra Amelia,
Kelas : VII-4
SMP ISLAM YPI 3 WAY JEPARA
LAMPUNG TIMUR
TAHUN 2022
i
KATA PENGANTAR
Assalamu’alaikum WR.Wb.
Puji syukur diucapkan kehadirat Allah SWT atas segala rahmatNya sehingga makalah
ini dapat tersusun sampai dengan selesai. Tidak lupa kami mengucapkan terimakasih
terhadap bantuan dari pihak yang telah berkontribusi maupun materinya sehingga
terselesaikannya tugas makalah ini.
Penulis sangat berharap semoga makalah ini dapat menambah pengetahuan dan
literasi bagi kawan-kawan khususnya serta pembaca makalah ini,
Penyusun merasa bahwa masih banyak kekurangan dalam penyusunan makalah ini
karena keterbatasan pengetahuan dan pengalaman. Untuk itu penyusun sangat mengharapkan
kritik dan saran yang membangun dari pembaca demi kesempurnaan makalah ini.
Wassalamu’alaikum WR.Wb.
Penulis
ii
DAFTAR ISI
HALAMAN SAMPUL....................................................................................................... i
KATA PENGANTAR ........................................................................................................ ii
DAFTAR ISI....................................................................................................................... iii
BAB I PENDAHULUAN ................................................................................................... 1
Latar Belakang ................................................................................................................ 1
BAB II PEMBAHASAN .................................................................................................... 2
A. PENGERTIAN DAN PENGELOMPOKKAN SUMBER DAYA ALAM. ............. 2
B. POTENSI DAN SEBARAN SUMBER DAYA ALAM INDONESIA .................... 3
C. PEMANFAATAN SUMBER DAYA ALAM OLEH PENDUDUK ....................... 6
D. POTENSI KEMARITIMAN INDONESIA ............................................................. 9
E. KEMARITIMAN INDONESIA .............................................................................. 12
BAB III KESIMPULAN.................................................................................................... 14
DAFTAR PUSTAKA ......................................................................................................... 15
iii
BAB I
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Indonesia merupakan Negara tropis merupakan wilayah yang sangat kaya akan
Sumber Daya Alam (SDA) darat maupun perairan. Kekayaan sumberdaya Alam ini haruslah
disikapi oleh bangsa Indonesia dengan bijak untuk dapat memanfaatkan dengan bijak dengan
tetap menjaga kelestariannya, khususnya sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui
seperti hasil tambang, minyak, batubara, dan berbagai macam logam.
Sumber daya alam jenis ini sangatlah terbatas dan suatu saat nanti akan habis.
Kebijakan dalam pengelolaan jenis sumberdaya alam yang tidak dapat diperbaharui ini
haruslah sangat hati-hati serta haruslah mempersiapkan untuk pengembangan sumberdaya
alam yang dapat diperbaharui dengan meningkatkan produktifitas, efisiensi, dan menerapkan
bebera inovasi yang lebih baik untuk masa depan bangsa ini.
Posisi Indonesia yang terletak di antara benua Australia dan Asia yang juga diantara
Samudera Hindia dan Samudra Pasifik menjadikan perairan laut diIndonesia sebagai perairan
dengan tingkat produktivitas yang tinggi berkatdukungan alam yang sangat kuat (natural carrying
capacity ). Posisi strategis ini membuat Indonesia sebagai wilayah dengan potensi yang besar
dan baikdalam hal geo-politik dan ekonomi. Posisi perairan Indonesia tersebutberpengaruh
terhadap kondisi musim dan tekanan udara. Wilayah indonesia70% adalah wilayah laut dan
wilayah pesisir dengan memiliki kandungansumberdaya alam yang kaya dan beragam,
maka sektor kelautan inilah yangdinilai mampu menunjang pembangunan ekonomi Indonesia
ke depan.Indonesia merupakan salah satu jalur lalu lintas perdagangan barang melalui jalur
laut dengan persentase sekitar 40% di dunia, sekitar 70% produksi gas danminyak nasional
berasal dari wilayah pesisir dan lautan.Namun, kenyataannya potensi laut belum teresploitasi
dan belum terkeloladengan baik. Hal ini dikarenakan tidak adanya atau kurangnya keinginan
tenagaterdidik di Indonesia untuk menekuni bidang kelautan ini
1
BAB II
PEMBAHASAN
A. PENGERTIAN DAN PENGELOMPOKKAN SUMBER DAYA ALAM.
Sumber daya alam (natural resource) adalah segala potensi alam, baik berupa benda
mati maupun makhluk hidup yang dapat dikembangkan dan digunakan untuk memenuhi
kebutuhan hidup manusia. Sumber daya alam terbentuk karena kekuatan alamiah, misalnya
tanah, air dan udara.
Secara umum daya alam dapat dikelompokkan menjadi tiga jenis, yaitu berdasarkan
kemungkinan pemulihan, berdasarkan sifat, dan berdasarkan lokasinya.
1. Berdasarkan kemungkinan pemulihan
Berdasarkan kemungkinan pemulihannya, sumber daya alam dibedakan menjadi dua
kelompok yaitu :
a. Sumber daya alam yang dapat diperbarui
Sumber daya alam yang dapat diperbarui (renewable resources) adalah sumber daya
yang dapat tersedia kembali dalam waktu yang cepat sehingga tidak dapat habis.
Sumber daya alam yang dapat diperbarui adalah jenis sumber daya alam yang dapat
dikembalikan persediannya. Contoh, kesuburan tanah, air, hutan, perikanan, dan
tanaman perkebunan. Pembaruan sumber daya alam dapat melalui dua cara, yaitu:
1) Pembaruan sumber daya alam melalui siklus
Pembaruan ini hanya terjadi pada sumber daya alam tertentu, seperti, air tanah, air
hujan, dsb
2) Pembaruan sumber daya alam melalui reproduksi
Pembaruan ini terjadi pada sumber daya alam hayati yang mampu berkembang biak
sehingga jumlahnya akan selalu bertambah meskipun diantaranya ada yang mati,
seperti tumbuhan, hewan dsb.
b. Sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui
Sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui (unrenewable resources) merupakan
sumber daya alam yang pembentukannya berlangsung sangat lambat dalam waktu
jutaan atau ratusan juta tahun. Oleh karena itu, jumlahnya relatif tetap atau berkurang
karena dimanfaatkan dan akhirnya pada saatnya nanti akan habis.
Sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui adalah jenis sumber daya alam yang
memerlukan waktu sangat lama untuk pemulihannya jika telah habis dimanfaatkan,
atau bahkan tidak dapat pulih kembali. Contoh, batu bara, dan minyak bumi
2
2. Berdasarkan sifat
Berdasarkan sifatnya, sumber daya alam dibedakan menjadi dua kelompok, yaitu:
a. Sumber daya alam anorganik (nonhayati) adalah sumber daya alam berupa benda mati
seperti benda padat, cair, dan gas.
b. Sumber daya alam organik (hayati) adalah materi atau bahannya berupa jasad hidup,
yaitu tumbuhan dan hewan.
3. Berdasarkan lokasinya
Berdasarkan lokasinya, sumber daya alam dibedakan menjadi dua kelompok, yaitu:
a. Sumber daya alam terrestrial adalah sumber daya yang berhubungan dengan tanah
sebagai lahan untuk berbagai aktivitas penduduk, sebagai bahan industry (keramik,
genteng, dan lain-lain), dan segala sumber daya yang berasal dari darat. Contoh;
tanah, hutan,dan bahan galian.
b. Sumber daya alam akuatik adalah sumber daya alam yang terdapat di perairan.
Contoh; rumput laut, dan energi gelombang.
B. POTENSI DAN SEBARAN SUMBER DAYA ALAM INDONESIA
Wilayah indonesia luasnya sekitar 5,2 juta km2, terdiri atas wilayah daratan yang
luasnya sekitar 1,9 km2 dan wilayah operairan yang luanya sekitar 3,3 km2. Di wilayah
indonesia yang luas banyak terdapat sumber daya alam, baik sumber daya alam yang dapat
diperbarui maupun yang tidak dapat diperbarui.
Sumber daya alam yang dimiliki Indonesia dapat dikelompokkan ke dalam sumber
daya alam tanah, sumber daya alam air , sumber daya alam laut, sumber daya alam udara,
sumber daya alam hutan, dan sumber daya alam pertambangan.
1. Potensi sumber daya alam tanah
Indonesia merupakan negara agraris karena sebagian besar rakyat Indonesia bekerja
disektor pertanian. Tanah di Indonesia mempunyai peranan yang sangat penting dalam
rangka menunjang produksi pertanian. Akan tetapi tingkat kesuburan tanah di berbagai
wilayah di Indonesia tidak sama. Hal ini disebabkan oleh bahan induk pembentuk batuan
yang berbeda – beda. Berdasarkan sifat batuan induknya, secara umum tanah di
Indonesia dapat dibedakan menjadi: (a) tanah dengan bahan induk vulkanik, (b) tanah
dengan bahan induk bukan vulkanik, (c) tanah organik atau humus.
a. Tanah dengan Bahan Induk Vulkanik
Tanah vulkanik terbentuk dari material vulkanik setelah melalui proses pelapukan
yang sangat lama. Biasanya, tanah vulkanik lebih subur dibandingkan dengan jenis
3
tanah lainnya. Oleh karena itulah, daerah yang berada di sekitar gunung berapi
merupakan daerah pertanian yang subur. Sebaran tanah vulkanik sangat bersesuaian
dengan sebaran gunung berapi di Indonesia. Sebaran gunung berapi umumnya terdapat
di Sumatra, Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara serta sejumlah daerah di Sulawesi dan
Maluku.
b. Tanah dengan Bahan Induk Bukan Vulkanik (Tanah Tertier)
Bahan induk dari tanah ini adalah bukan hasil aktivitas atau letusan gunung berapi.
Jika kamu perhatikan peta sebaran tanah di Indonesia, sebaran tanah berbahan induk
bukan vulkanik terletak di daerah, Bangka, Belitung, Kepulauan Riau, Madura,
Sumba, Timor, Sulawesi, Papua, Maluku.
c. Tanah Organik
Tanah organik terdiri dari tanah humus dan tanah gambut
1) Tanah Humus
Proses terbentuknya tanah humus yaitu dari hasil pembusukan bahan-bahan
Organik, yang dapat dimanfaatkan sebagai lahan pertanian. Tanah humus banyak
tersebar di daerah, Lampung, Jawa Tengah bagianselatan, Kalimantan Selatan dan
Sulawesi Tenggara.
2) Tanah Gambut
Proses terbentuknya tanah gambut yaitu dari hasil pembusukan tumbuhan / bahan
organik di daerah yang selalu tergenang air (rawarawa). Ciri-ciri tanah ini bersifat
sangat asam, unsur hara rendah sehingga tidak subur, akan tetapi dapat
dimanfaatkan untuk pertanian pasang surut. Tanah gambut banyak tersebar di
daerah Pantai timur Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Halmahera, Seram, Papua,
Pantai Selatan.
2. Potensi sumber daya alam air
Air merupakan sumber daya alam yang mutlak diperlukan bagi kehidupan. Oleh karena
itu, air merupakan unsur utama dalam setiap sistem lingkungan hidup.di permukaan
bumi.
3. Potensi sumber daya alam laut
Di dalam laut, tersimpan kekayaan alam yang luar biasa besarnya. Potensi kekayaan laut
tidak hanya berupa ikan, tetapi juga bahan tambang seperti minyak bumi, emas, nikel,
bauksit, pasir, bijih besi, timah, dan lain-lain yang ada di bawah permukaan laut.
Kekayaan lain dari sumber daya laut adalah terumbu karang, padang lamun, rumput laut
dan lain-lain.
4
4. Potensi sumber daya udara
Udara terdiri atas berbagai unsur yang merupakan sumber kehidupan. Unsur – unsur yang
terdapat di dalam udara antara lain oksigen, nitrogen, dan karbondioksida. Oleh karena
itu, sumber daya alam udara harus dijaga dengan cara tidak membuat polusi. Karena
udara merupakan salah satu unsur penting untuk kelangsungan hidup dibumi.
5. Potensi sumber daya hutan
Hutan di Indonesia dikenal sebagai hutan hujan tropis. Hutan hujan tropis seringkali
digambarkan sebagai hutan yang lebat padahal kenyataannya tidaklah selalu demikian.
Hutan tropis di Indonesia sangat bervariasi dari hutan di pegunungan, dataran rendah,
sampai hutan pantai. Hutan Indonesia memiliki potensi yang sangat besar, luasnya
mencapai 99,6 juta hektar atau 52,3% dari luas wilayah Indonesia Luas hutan yang besar
tersebut saat ini masih dapat dijumpai di Papua, Kalimantan, Sulawesi, dan Sumatra.
Jenis –jenis hutan yang terdapat di Indonesia antara lain:
a. Hutan hujan tropis
Jenis hutan ini ditandai oleh keanekaragaman tumbuhan, baik jumlah maupun
jenisnya sehingga sering disebut hutan heterogen. Ciri lain dari hutan hujan tropis
adalah adanya jenis tumbuhan yang hidupnya menempel pada tumbuhan lain,
misalnya anggrek, lumut, dan jamur.
b. Hutan musom (musim) tropika
Jenis hutan ini terdapat di kawasan tropika yang perbedaan musim hujan dan musim
kemaraunya sangat jelas. Ciri khas hutan muson adalah adanya tanaman meranggas
atau menggugurkan daunnya pada musim kemarau, misalnya pohon jati. Tipe hutan
ini terdapat di jawa timur dan sebagian pulau bali.
c. Hutan mangrove
Hutan mangrove tumbuh disekitar dataran pantai yang berlumpur tebal (rawa dekat
pantai). Jenis tanaman yang memenuhi hutan mangrove antara lain bakau dan nipah.
6. Potensi sumber daya alam pertambangan
Berdasarkan kegunaannya, bahan tambang dapat dibagi menjadi pertambangan:
a. Pertambangan bijih atau logam
Pertambangan bijih atau logam di indonesia meliputi, bijih besi, bauksit, timah, nikel,
tembaga, emas, dan perak.
b. Pertambangan yang menghasilkan energi.
Pertambangan yang menghasilkan energi di Indonesia berupa pertambangan minyak
bumi, gas alam, dan batu
5
c. Pertambangan mineral industry
Pertambangan mineral industri di indonesia meliputi, belerang, granit, pasir, kaolin,
dan batu kapur.
C. PEMANFAATAN SUMBER DAYA ALAM OLEH PENDUDUK
1. Pertanian
Masyarakat indonesia banyak yang menggeluti bidang pertanian, bentuk –bentuk usaha
pertanian yang diusahakan penduduk indonesia meliputi:
a. Berladang (huma)
Berladang (Huma) yaitu cara bertani yang berpindah–pindah yang dilakukan dengan
cara membakar hutan. Huma atau ladang ini terdapat di lahan yang hutannya masih
luas dan berpenduduk jarang, seperti di sumatra, kalimantan, dan papua. Jenis tanaman
berladang ini meliputi, padi gogo, jagung, dan kacang–kacangan.
b. Bertegalan
Bertegalan adalah cara bertani di tanah yang kering dengan menggantungkan pada air
hujan, kegiatan ini banyak dikerjakan di pegunungan atau kawasan dataran yang
kering, dan tanaman yang sering ditanam yaitu jagung, ketela, kacang, dll
c. Bersawah
Bersawah adalah cara bertani yang pengolahannya dilakukan dengan pengairan dan
pemupukan yang baik dan teratur.
d. Bertanam di pekarangan
Bertanam di pekarangan merupakan kegiatan pertanian yang memanfaatkan lahan
disekitar rumah dan umumnya dikerjakan secara intensif. Adapun jenis tanaman yang
ditanam seperti sayur – sayuran, buah – buahan, tanaman obat, kelapa, dll.
Selain di atas ada yang mengelompokkan aktivitas pertanian hanya ke dalam dua
kelompok, yaitu:
a. Pertanian Lahan Basah
Pertanian lahan basah atau disebut pula pertanian sawah banyak dilakukan oleh petani
di Indonesia. Pertanian lahan basah sangat baik dikembangkan di dataran rendah
dengan ketinggian kurang dari 300 meter. Pada daerah tersebut, air cukup tersedia dari
sungai-sungai atau saluran irigasi yang ada di sekitarnya. Jenis tanaman yang
umumnya dibudidayakan pada lahan basah adalah padi. Contoh aktivitas pertanian
lahan basah tersebut terdapat di Pantai Utara Jawa, Kalimantan, dan Sumatra.
6
b. Pertanian Lahan Kering
Pertanian lahan kering ialah pertanian yang diusahakan tanpa penggenangan lahan
garapan. Tanaman yang diusahakan adalah tanaman yang tidak memerlukan
penggenangan lahan. Contoh jenis tanaman yang cocok dilahan ini antara lain
palawijja, padigogo, sayuran, bunga dan buahbuahan. aktivitas perladangan merupakan
salah satu bentuk pertanian lahan kering yang banyak dilakukan oleh penduduk
Indonesia.
2. Perkebunan
Perkebunan adalah usaha penanaman tumbuh–tumbuhan yang menghasilkan bahan
mentah industri atau komoditas ekspor yang dilakukan rakyat, pemerintah, dan pengusaha
swasta. Di indonesia terdapat dua macam aktivitas di bidang perkebunan, yaitu
perkebunan rakyat dan perkebunan besar. Komoditas perkebunan yang dikembangkan di
Indonesia di antaranya adalah teh, karet, kelapa, kopi, cokelat, dan kelapa sawit.
Saat ini Indonesia menjadi penghasil sejumlah komoditas perkebunan, diantaranya kelapa
sawit, cengkih, tebu, teh, tembakau, kopi, kelapa, pala, vanili, karet, lada, dan cokelat.
Sebagian dari lokasi penghasil komoditas perkebunan tersebut adalah sebagai berikut
Tabel Daerah Penghasil Komoditas Perkebunan
No Jenis Komoditas Daerah Penghasil
1. Kelapa Sawit Sumatra dan Kalimantan
2. Cengkih Maluku Sulawesi, Kalimantan dan Jawa
3. Tebu Jawa Timur dan Jawa Tengah
4. Teh Jawa Barat, Sumatra, dan Aceh
5. Tembakau Sumatra Utara, Jawa Tengah, dan Jawa Timur
6. Kopi Aceh, Lampung, dan Bengkulu
7. Kelapa Sulawesi dan Nusa Tenggara Barat
8. Pala Maluku, Bengkulu, dan Sulawesi
9. Vanili Nusa Tenggara Timur dan Jawa Tengah
10. Karet Sumatra dan Jawa
Sumatra Selatan, Maluku, Kalimantan, Nusa Tenggara Barat, dan
11. Lada
Sulawesi
12. Cokelat Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur
3. Perikanan
Aktivitas perikanan dapat dikelompokkan menjadi aktivitas perikanan tangkap dan budi
daya. Aktivitas perikanan tangkap dilakukan dengan menangkap ikan di laut, sedangkan
aktivitas perikanan budi daya dilakukan dengan mengembangbiakkan dan memelihara
ikan tertentu di tambak, jarring terapung, dan lain-lain.
7
Aktivitas perikanan budi daya di Indonesia umumnya berupa udang dan bandeng. Namun
demikian, banyak penduduk yang juga mengembangkan jenis budi daya perikanan lain
secara mandiri dan skalanya sangat kecil berupa budi daya ikan air tawar, misalnya ikan
lele, patin, nila, mas, dan lain-lain.
4. Peternakan
Budidaya peternakan yang dikembangkan di Indonesia di antaranya kerbau, kuda, sapi,
babi. Sebenarnya, masih banyak ternak lainnya yang dikembangkan oleh penduduk secara
mandiri, misalnya ayam, kambing/domba, dan lain-lain. Sebaran daerah penghasil ternak
di Indonesia di antaranya adalah sebagai berikut.
Tabel Daerah Penghasil Komoditas Peternakan
No Jenis Komoditas Daerah
1. Ayam Jawa, Bali
2. Kerbau Jawa, Aceh, Sulawesi
3. Sapi Sumatra, Madura, Bali, Nusa Tenggara Barat
4. Kuda Nusa Tenggara Timur (Sumba) dan Sumatra Barat
Sulawesi Utara (Minahasa), Sumatra Utara (Tapanuli),
5. Babi
Maluku, Bali, Jawa Barat (Karawang)
5. Kehutanan
Hutan adalah suatu lapangan pertumbuhan yang secara keseluruhan merupakan
persekutuan hidup alam hayati beserta lingkungannya. Merupakan sumber daya alam
yang juga sangat berlimpah di Indonesia. Hutan telah lama dimanfaatkan penduduk
untuk berbagai keperluan, baik sebagai sumber pangan, penghasil kayu bangunan serta
sumber tambang dan mineral berharga. Pemanfaatan hutan kemudian dilakukan secara
intensif dengan mengambil sumber daya yang ada di dalamnya secara besar-besaran.
Adapun hasil hutan yang berhasil di budidayakan dan dapat dimanfaatkan, antara lain
kayu jati, kamper, meranti, damar, bambu, rotan, pinus, kayu putih, dll.
6. Pertambangan
Pertambangan di Indonesia dikelola oleh pemerintah maupun swasta. Banyak perusahaan
swasta dari luar Indonesia yang ikut serta melakukan aktivitas penambangan dengan
sistem bagi hasil dengan pemeritah Indonesia. Minyak bumi dimanfaatkan untuk
berbagai keperluan, baik rumah tangga, industri, kendaraan bermotor sampai Perusahaan
Listrik Negara (PLN). Pemanfaatan sumber daya alam lainnya adalah batu bara. Batu
bara dimanfaatkan untuk kepentingan rumah tangga (memasak) dan berbagai industri
seperti industri besi baja dan semen.
8
7. Pariwisata
Keindahan alam indonesia merupakan potensi yang sangat besar dalam pembangunan
pariwisata. Di indonesia banyak terdapat objek wisata, baik wisata alam, wisata sejarah,
maupun wisata budaya. Guna memajukan sektor pariwisata pemerintah telah
mengupayakan sarana dan prasarana pendukung serta melakukan promosi. Hal ini sangat
penting untuk menarik wisatawan baik wisatawan domestik maupun wisatawan asing.
D. POTENSI KEMARITIMAN INDONESIA
Istilah maritim berasal dari bahasa inggris yaitu maritime, yang berarti navigasi. Dari
kata ini kemudian lahir istilah maritime power yaitu negara maritim atau negara samudra.
Kemaritim merupakan segala aktivitas pelayaran dan perniagaan/perdagangan yang
berhubungan dengan kelautan. Sedangkan pengertian lain dari kemaritiman yang
berdasarkan pada termonologi adalah mencakup ruang/wilayah permukaan laut, pelagik
dan mesopelagik yang merupakan daerah subur dimana pada daerah ini terdapat kegiatan
seperti pariwisata, lalulintas, pelayaran dan jasa – jasa kemaritiman.
Indonesia adalah sebuah negara maritim terbesar dunia. Lebih dari 70 persen luas
wilayahnya terdiri dari lautan yang membentang dari ujung utara Pulau Sumatera sampai
ke ujung selatan Irian Jaya. Indonesia juga bisa disebut sebagai negara kepulauan terbesar
dan terluas dunia, karena semua wilayah daratannya merupakan gugusan pulau-pulau
yang membentang antara Benua Asia dan Benua Australia yang sering juga disebut
dengan zamrudnya khatulistiwa.
Potensi Sumber Daya Laut (kemaritiman) Indonesia
1. Perikanan
Meliputi perikanan laut (tuna/cakalang, udang, demersal, pelagis kecil, dan lainnya),
potensi mariculture (rumput laut, ikan, dan kerang-kerangan serta mutiara), perairan
umum, tambak, budidaya air tawar, dan potensi bioteknologi kelautan. Saat ini potensi
sumberdaya kelautan dan perikanan Indonesia baru sempat digali hanya sekitar 24,5%
dari potensi yang ada.
Produksi subsektor perikanan Indonesia menunjukkan kecenderungan positif namun
masih lebih rendah jika dibandingkan dengan negara-negara produsen perikanan lainnya
seperti Cina dan Peru. Produksi perikanan yang diperoleh Indonesia hampir sama dengan
negara-negara yang luas lautnya jauh lebih kecil dari Indonesia, seperti Jepang dan Cili.
9
Salah satu faktor yang menyebabkan rendahnya produksi adalah terjadinya kerusakan
ekosistem pesisir dan laut serta maraknya pencurian ikan di perairan laut Indonesia.
2. Wisata Bahari
Indonesia memiliki potensi wisata bahari yang sangat besar, selain potensi yang
didukung oleh kekayaan alam yang indah dan keanekaragaman flora dan fauna juga
didukung oleh kemajemukan budaya. Berbagai obyek dan daya tarik wisata yang dapat
dimanfaatkan adalah pantai, keragaman flora dan fauna, taman laut, alam, budaya,
maupun olah raga. Saat ini kedatangan wisatawan mancanegara ke Indonesia
menunjukkan terjadinya peningkatan dalam kurun waktu empat tahun terakhir. Setiap
tahun rata-rata pertumbuhan kunjungan wisatawan ke Indonesia meningkat sebesar 7-
10%.
3. Pertambangan dan Energi
Pesisir laut Indonesia memiliki cadangan minyak dan gas, mineral, dan bahan
tambang yang besar. Potensi kekayaan tambang dasar laut seperti aluminium, mangan,
tembaga, zirconium, nikel, kobalt, biji besi non titanium, vanadium, dan lain sebagainya
yang sampai sekarang belum dikelola dengan baik, sehingga diperlukan teknologi yang
maju untuk mengembangkan potensi tersebut.
4. Transportasi Laut
Jumlah kunjungan kapal di seluruh pelabuhan mengalami fluktuasi, meskipun secara
umum mengalami pertumbuhan positif.
Potensi ekonomi bisnis jasa perhubungan laut diperkirakan dan akan menjadi lebih
bermakna dan bernilai strategis, seiring dengan kenyataan bahwa pusat kegiatan ekonomi
dunia sejak akhir abad-20 telah bergeser dari Poros Atlantik ke Poros Asia-Pasifik.
Hampir 70% total perdagangan dunia berlangsung di antara negara-negara di Asia-
Pasifik. Lebih dari 75% dari barang-barang diperdagangkan dan diangkut melalui laut,
terutama melalui Selat Malaka, Selat Lombok, Selat Makasar, dan laut-laut Indonesia
lainnya. Hal ini akan mendorong pertumbuhan industri logistik nasional dengan
menggunakan sistem transportasi jalur laut.
5. Industri Maritim
Industri maritim nasional yang cukup potensial untuk dikembangkan adalah industri
galangan kapal. Industri ini telah berkembang dan terbagi dalam tiga kategori industri,
yaitu: (i) industri pembangunan kapal, (ii) industri mesin, suku cadang, dan komponen
yang diperlukan dalam konstruksi kelautan, serta (iii) industri pemeliharaan dan
perbaikan kapal. Dalam masa dua dekade terakhir, ratusan hingga ribuan kapal meliputi
10
kapal niaga, kapal untuk tujuan tertentu, kapal ikan, dan kapal perang telah dibangun oleh
galangan kapal nasional.
6. Bangunan Kelautan
Sektor bangunan kelautan merupakan potensi ekonomi maritim dan kelautan yang
diantaranya berasal dari kegiatan penyiapan lahan sampai konstruksi bangunan tempat
tinggal maupun bukan tempat tinggal di wilayah pesisir dan laut. Salah satu bangunan
kelautan yang menjadi fokus utama adalah bangunan pelabuhan. Pelabuhan adalah pusat
aktivitas perekonomian barang dan jasa (antar pulau, ekspor maupun ekspor), sehingga
keberadaannya sangat diperlukan dalam pembangunan kelautan.
Sistem pelabuhan Indonesia disusun menjadi sebuah sistem nasional yang terdiri atas
pelabuhan ‘strategis’ utama, yang dianggap sebagai pelabuhan komersial dan
dioperasikan oleh empat BUMN yakni PT Pelabuhan Indonesia I, II, III and IV maupun
pelabuhan lainnya. Selain potensi tersebut aktivitas bangunan kelautan lainnya seperti
konstruksi bangunan lepas pantai, pipa dan kabel bawah laut merupakan peluang ekonomi
yang sangat potensial bagi Indonesia.
7. Jasa Kelautan
Merupakan salah satu sektor yang berpotensi menjadi sumber penerimaan devisa
negara melalui beberapa kegiatan yang bersifat menunjang dan memperlancar kegiatan
pengangkutan yang meliputi jasa pelayanan pelabuhan, jasa pelayanan keselamatan
pelayaran, dan kegiatan yang memanfaatkan kelautan sebagai jasa (perdagangan,
pendidikan, pelatihan, penelitian, arkeologi laut dan benda muatan kapal tenggelam, jasa
pengelolaan kabel dan pipa di dasar laut) dan jasa lingkungan (keanekaragaman hayati,
penyerapan karbon, pengolahan limbah, keindahan alam, dan udara bersih).
8. Sumberdaya Manusia
Sekitar 60% penduduk Indonesia bermukim di wilayah pesisir, sehingga pusat
kegiatan perekonomian, seperti perdagangan, perikanan tangkap, perikanan budidaya,
pertambangan, transportasi laut, dan wisata bahari dilakukan di daerah pesisir. Penduduk
yang menyebar di pulau-pulau merupakan aset yang strategis untuk peningkatan aktivitas
ekonomi antar pulau, sekaligus modal dasar pertahanan dan keamanan negara. Namun
sampai saat ini SDM yang berkecimpung di bidang kelautan, baik secara kuantitas
maupun kualitas, masih sangat kurang.
9. Wilayah Pesisir Lestari
Potensi pesisir yang dimiliki Indonesia berupa keanekaragaman hayati dan non –
hayati. Tercatat bahwa panjang pantai di Indonesia mencapai 95.181 km dengan luas
11
wilayah laut 5,4 juta km2, mendominasi total luas teritorial Indonesia sebesar 7,1 juta
km2
10. Garam
Garam yang merupakan kebutuhan pokok dalam setiap masakan yang tersaji di atas
meja makan, disamping sebagai bahan masakan yang wajib dimiliki, garam pula dapat
berpotensi sebagai salah satu sumber penghasilan Negara. Industry garam pun membantu
perekonomian negara.
11. Bioteknologi laut
Tingginya kelimpahan dan keanekaragaman hayati di laut Indonesia, digunakan untuk
pengembangan industri bioteknologi bahan pangan, obat-obatan, kosmetika dan
bioremediasi. Pemanfaatan di bidang bioteknologi laut ini berpotensi paling besar
diantara potensi lainya.
12. Minyak Bumi
Potensi sumber daya alam yang lainya yaitu minyak bumi dan gas offshore, minyak
bumi dan gas offshore ini 70% dari total keseluruhan berasal dari laut. Terdapat sebanyak
40 dari 60 cekungan potensial yang mengandung minyak bumi dan gas yang terletak di
lepas pantai. Sedangkan 14 lainya terdapat di pesisir laut dan hanya 6 yang terdapat di
daratan.
E. KEMARITIMAN INDONESIA
Penataan batas maritim dalam UU No. 17 Tahun 1985 mengamanatkan perlunya
penanganan secara serius penataan batas – batas maritim indonesia dengan negara-negara
tetangga. Di laut Indonesia berbatasan dengan 10 negara yaitu India, Singapura,
Malaysia, Thailand, Vietnam, Filipina, Palau, Papua Nugini, Australia dan Timor Leste.
Batas-batas maritim yang harus diselesaikan tersebut, meliputi :
1. Laut Teritorial
Laut teritorial adalah wilayah kedaulatan suatu Negara pantai, meliputi ruang udara serta
dasar laut dan tanah di bawahnya, lebarnya tidak melebihi 12 mil laut diukur dari garis
pangkal
2. Zona Tambahan
Di luar laut teritorial terdapat laut-laut dimana Indonesia mempunyai hakhak berdaulat dan
kewenangan-kewenangan tertentu. Di Zona tambahan, yaitu sampai batas 12 mil laut di
luar laut territorial atau 24 mil laut diukur dari garis pangkal, Indonesia juga dapat
melaksanakan kewenangan-kewenangan tertentu untuk mengontrol pelanggaran terhadap
12
aturan-aturan di bidang bea cukai/pabean, keuangan, karantina kesehatan, pengawasan
imigrasi, dan menjamin pelaksanaan hukum di wilayahnya
3. Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE)
adalah suatu daerah di luar dan berdampingan dengan laut teritorial, lebar zona ini tidak
lebih 200 mil laut dari garis pangkal. Di ZEE Indonesia memiliki hak berdaulat atas
eksplorasi dan eksploitasi, konservasi dan pengelolaan sumberdaya alam, baik hayati
maupun non-hayati, dari perairan di atas dasar laut dan dari dasar laut dan tanah di
bawahnya dan berkenaan dengan kegiatan lain untuk keperluan eksplorasi ekonomi zona
tersebut, seperti energi dari air, arus dan angin.
4. Landasan Kontinen
Landasan kontinen (continental shelf) pada awalnya merupakan istilah geologi. Istilah ini
merujuk pada fakta geologis bahwa daratan pantai akan menurun ke bawah laut dengan
kemiringan kecil hingga di suatu tempat tertentu menurun secara terjal ke dasar laut.
Bagian tanah dasar laut dengan kemiringan kecil tersebut merupakan landasan kontinen.
Sedangkan bagian atas dasar tanah dengan kemiringan curam merupakan lereng kontinen.
13
BAB III
KESIMPULAN
Sumber daya alam adalah semua bahan yang ditemukan manusia dalam alam yang dapat
dipakai untuk kepentingan hidupnya. Sumber daya alam dapat dikelompokkan menjadi
berbagai golongan berdasarkan kemungkinan pemulihan, materi, dan macam habitatnya.
Indonesia memiliki laut yang luas dan garis pantai yang sangat panjang. Selain ikan yang
berlimpah, ditemukan pula berbagai jenis bahan tambang di dasar laut. Di sepanjang
pesisir juga terdapat kekayaan alam berupa hutan mangrove, terumbu karang, rumput
laut, dan tentu saja keindahan alam yang dapat dikembangkan untuk kepentingan
pariwisata.
Pemanfaatan potensi alam di Indonesia bersifat dinamis karena banyaknya aktivitas yang
dapat dilakukan untuk mengembangkan sumber daya alam seperti halnya aktivitas
pertanian, perkebunan, perikanan, peternakan, pertambangan, kehutanan, dan pariwisata.
Pemanfaatan potensi sumber daya alam dioptimalkan untuk mendukung perbaikan
kualitas hidup masyarakat Indonesia
Kemaritim merupakan segala aktivitas pelayaran dan perniagaan/perdagangan yang
berhubungan dengan kelautan. Sedangkan pengertian lain dari kemaritiman yang
berdasarkan pada termonologi adalah mencakup ruang/wilayah permukaan laut, pelagik
dan mesopelagik yang merupakan daerah subur dimana pada daerah ini terdapat kegiatan
seperti pariwisata, lalulintas, pelayaran dan jasa – jasa kemaritiman
Potensi Sumber Daya Laut (kemaritiman) Indonesia, meliputi potensi perikanan, wisata
bahari, pertambangan dan energi, transportasi laut, industri maritim, bangunan kelautan
(bangunan pelabuhan), jasa kelautan, sumber daya manusia, wilayah pesisir lestari, garam,
bioteknologi laut, minyak bumi, seabed mineral. Semua potensi tersebut di kembangkan di
indonesia karena wilayah indonesia mempunyai laut yang sangat luas yang memiliki banyak
manfaat bagi kehidupan.
Batas wilayah laut Indoneia mencakup 12 mil ke arah luar garis pantai, selain itu indonesia
memiliki wilayah yuridiksi nasional yang meliputi Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) sejauh 200
mil dan landas kontinen sampai sejauh 350 mil dari garis pantai
14
DAFTAR PUSTAKA
Anshoriy, N. & Arbaningsih, D, 2008. Negara Maritim Nusantara : Jejak yang
Terhapus.Yogyakarta: Tiara Wacana
Ismail Arianto dkk. 1988. Pendidikan Kependudukan dan Lingkungan Hidup untuk IKIP dan
FKIP. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jendral
Pendidikan Tinggi dan Direktorat Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah
Kurnia, Anwar. 2014. IPS Terpadu 1, Kelas VII SMP. Jakarta: Yudhistira. Mushlih, Ahmad
dan Iwan Setiawan dkk. 2014. Ilmu Pengetahuan Sosial. Jakarta : Kementerian
Pendidikan dan Kebudayaan
Rachmad K. Dwi Susilo. 2012. Sosiologi Lingkungan.. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada
http://www.pemudamaritim.com/2014/10/optimalisasi-potensi-sumber-daya.html
http://writing-contest.bisnis.com/artikel/read/20140401/380/215203/kekayaan-danpotensi-
dari-sumber-daya-kelautan-di-
indonesiahttp://www.eduspensa.com/2015/08/komposisi-pengertian-dan-macam-
bentukpiramida-penduduk.html
15