The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Ika Wulan, 2024-07-01 21:47:38

MPLS SMP NEGERI 75

MPLS SMP NEGERI 75

SAMBUTAN KEPALA SEKOLAH Assalamu’alaikum Wr.Wb Salam sejahtera untuk kita semua Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa Dengan dimulainya tahun ajaran baru dan dilaksanakannya Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) saya berharap kepada seluruh pihak untuk dapat bekerja sama saling mambantu agar rangkaian kegiatan MPLS yang akan dilaksanakan dapat berjalan dengan tertib, baik dan lancar. Tujuan dilaksanakannya MPLS ini adalah sebagai salah satu bentuk pengenalan tentang sekolah dan apa yang ada kaitannya dengan sekolah, sebuah pembelajaran yang nantinya akan bermanfaat bagi keberlangsungan peserta didik itu sendiri. Teruntuk peserta didik baru kelas VII kami mengucapkan selamat datang , selamat bergabung dan selamat belajar di SMP Negeri 75 , jadikan sekolah kalian yang baru ini sebagai tempat untuk mengembangkan diri kalian menjadi orang yang lebih berguna dan berprestasi. Jadikan SMP Negeri 75 sebgai tempat untuk menimba ilmu sebanyak-banyaknya dan sebagai salah satu tempat mengapresiasikan diri kalian. Sehingga pada nantinya kalian akan tumbuh menjadi generasi-generasi emas yang akan membangun negeri ini menjadi sebuah negara yang lebih besar. Selamat melaksanakan kegiatan MPLS ,semoga berjalan dengan baik dan lancar, Aamiin ….


VISI TERWUJUDNYA PELAJAR PANCASILA YANG BERTAQWA,CERDAS,BERINOVASI DAN BERBUDAYA MISI Membentuk Pelajar Pancasila yang; • berimandan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa • jujur, cerdas, kreatif, inovatif, mandiri dan bertanggung jawab • berprestasi akademik dan nonakademik • berkebhinekaan global, berbudaya, dan berwawasan lingkungan MARS SMP NEGERI 75 Ciptaan: Drs. Sagino SMP NEGERI TUJUH LIMA WAHANA PENDIDIKAN KITA DISIPLIN DAN PRESTASINYA UNGGUL DAN BERWIBAWA SMP NEGERI TUJUH LIMA SIAPKAN KADER BANGSA DENGAN MEMBINA GENERASI MUDA TUK MASA DEPAN BANGSA DAN NEGARA TUJUH LIMA, TUJUH LIMA SMP NEGERI TUJUH LIMA BERIMAN BERILMU TERAMPIL BERSAHAJA T’LAH TERTANAM DALAM JIWA KREASI DAN SEMANGATNYA KIPRAH DALAM BERKARYAJAYALAH MAJULAH BERSAMA TUJUH LIMATUJUH LIMA JAKARTA VISI DAN MISI SMP NEGERI 75 MOTTO SMART, PRIDE AND HAPPINESS


SUSUNAN ACARA MPLS SMP NEGERI 75 TAHUN 2024 HARI, TANGGAL WAKTU KEGIATAN PENGISI ACARA KETERANGAN SENIN, 08 JULI 2024 06.30 – 07.30 APEL PEMBUKAAN MPLS OSIS, KEPSEK, DAN PANITIA LAPANGAN 07.30 – 08.15 PEMBIASAAN (TADARUS, DHUHA, DAN MENYANYIKAN LAGU KEBANGSAAN)) PANITIA SELASAR LT. 4 08.15 – 09.15 MATERI 1 (PENGENALAN KURIKULUM) PA TARYO MAM ATIEK PA YEPI SELASAR LT. 4 09.15 – 09.30 ISTIRAHAT PANITIA 09.30 – 11.00 MATERI 2 (KESISWAAN) IBU SUSILOWATI IBU ERNAH S. BAPAK IRIN H. SELASAR LT. 4 11.00 – 11.30 MAKAN SIANG BERSAMA PANITIA SELASAR LT. 4 11.30 – 12.30 SHOLAT DZUHUR BERJAMA’AH PANITIA LAPANGAN 12.30 – 13.30 PENGENALAN MARS 75 dan PEMBUATAN YEL-YEL OSIS/MPK RUANG KELAS SELASA, 09 JULI 2024 06.30 – 07.30 PEMBIASAAN(TADARUS, DHUHA) PANITIA LAPANGAN 07.30 – 08.00 GAMES PANITIA OSIS/MPK SELASAR LT. 4 08.00 - 09.00 MATERI 3 (CARA BELAJAR EFEKTIF SMPN 75) BAPAK TARYO H.A. IBU ATIEK ISNAINI BAPAK YEPPI S. SELASAR LT. 4 09.00 – 09.15 ISTIRAHAT PANITIA RUANG KELAS 09.15 – 10.15 MATERI 4 (KARAKTER) IBU HJ. RUSIMAH IBU HJ. RATIH D. SELASAR LT. 4 10.15 – 11.15 MATERI 5 (BAHAYA NARKOTIKA) PEMATERI SELASAR LT. 4 11.15 – 11.45 MAKAN SIANG BERSAMA PANITIA SELASAR LT. 4 11.45 – 12.30 SHOLAT DZUHUR BERJAMA’AH PANITIA LAPANGAN 12.30 – 13.00 REFLEKSI WALI KELAS, OSIS/MPK RUANG KELAS RABU, 10 JULI 2024 06.30 – 07.30 TADARUS DAN DHUHA PANITIA LAPANGAN 07.30 – 08.00 SEREMONIAL DEMO ESKUL PANITIA RUANG KELAS 08.00 – 10.10 DEMO EKSKUL PANITIA LAPANGAN 10.10 – 10.30 ISTIRAHAT PANITIA 10.30 – 11.30 DEMO ESKUL OSIS, MPK dan PANITIA LAPANGAN 12.30 – 13.30 REFLEKSI WALI KELAS 7 RUANG KELAS


DAFTAR GURU DAN KARYAWAN SMPN 75 NO NAMA JABATAN KETERANGAN 1 EDI KRISNANTO, S.Pd. KEPALA SEKOLAH IPA 2 TARYO HAERUL ANAM, S.Pd. WAKIL BIDANG KURIKULUM BAHASA INGGRIS 3 SUSILOWATI, S.Pd. WAKIL BIDANG KESISWAAN dan HUMAS PKN 4 AGUS PARMANTA, S.Pd. WAKIL BIDANG SRAPRAS IPA 5 Dra. MALARANTINA - BAHASA INDONESIA 6 Dra. ZULIDA RESLITA WALI KELAS MATEMATIKA 7 Hj. NURHARYATI, M.Pd. KEPALA LAB. IPA DAN WALI KELAS MATEMATIKA 8 Hj. RUSIMAH, S.Ag., M.Pd.I. dan WALI KELAS PAI 9 Dra. LUZI REPELIYANTI Pembina OSIS dan WALI KELAS IPA 10 Dra. MUSLIHAH WALI KELAS BAHASA INDONESIA 11 DEWI MARLINDA - PKN 12 ERNAH SUSILAWATI, M.Pd. STAFF KESISWAAN, KEPALA PERPUSTAKAAN dan WALI KELAS MATEMATIKA 13 HAERATI LABOLO, S.Pd PEMBINA PRAMUKA dan WALI KELAS IPS 14 ATIEK ISNAINI, M.Pd. STAF KURIKULUM dan WALI KELAS BAHASA INGGRIS 15 Dra. SUDARTI STAFF MANAJEMEN MUTU dan WALI KELAS BAHASA INDONESIA 16 Drs. DUNDUNG GULTOM WALI KELAS MATEMATIKA 17 Hj. RATIH DEWANTI, S.Pd. - BK 18 SITI MALIKHATUN, S.Pd. PEMBINA OSIS dan WALI KELAS IPS 19 MASTIUR TAMBUN, S.Pd. - BK 20 DHEBY MEGAYANI, S.Pd WALI KELAS SENI BUDAYA 21 TIMBUL ABDUH, S.Kom. STAF SARPRAS dan WALI KELAS TIK dan PJOK 22 YEPPI SETIAWAN, S.Kom. STAFF KURIKULUM dan WALI KELAS PRAKARYA dan TIK 23 IRIN HERMAWAN, S.Pd. STAFF KESISWAAN dan WALI KELAS PJOK 24 DONNA RAJAGUKGUK, S.PAK. - PAK 25 MUHAMMAD RIFAI, S.Pd. STAFF HUMAS dan WALI KELAS IPA dan PAI 26 IKA WULANDARI, S.IK PEMBINA OSIS PRAKARYA dan SBK 27 AMALIA SAFITRI, M.Pd. WALI KELAS BAHASA INGGRIS 28 MELIA HARTANTI, S.Pd. WALI KELAS IPA 29 HARTONO, M.Pd STAFF SARPRAS BAHASA INGGRIS 30 FACHRY YANUAR, S.Pd - IPS 31 NURUL FEBRIANI, S.Pd. PEMBINA OSIS dan WALI KELAS BAHASA INDONESIA


32 OKKY PRASETYO WICAKSONO, S.Pd. - PJOK 33 SRI SUPARMI, M.Pd KASATPEL 34 HARYANTO CARAKA 35 JOKO PUJIYANTO, S.Kom OPERATOR 36 FEBRIYANTI, S.Pd PETUGAS PERPUSTAKAAN dan TENDIK 37 SUGIYANTO CARAKA 38 SYAMSURI KEAMANAN 39 RUDIANSYAH ARIF MUTAQIN TENDIK 40 FITA NUR AINI, S.Gz. TENDIK 41 CHOERUL IMAM, S.Pd. TENDIK 42 SAPRUDIN KEAMANAN 43 UHIN MASLUHIN CARAKA 1. PRAMUKA 2. MARCHING BAND 3. PMR 4. MARAWIS 5. PENCAK SILAT 6. SEPAKBOLA 7. PADUAN SUARA 8. PASKIBRA 9. TARI TRADISIONAL (SAMAN) 10. ROHIS 11. ROKRIS Ekstrakurikuler di SMP NEGERI 75 Jakarta


RINGKASAN MATERI 1 (WAWASAN WIYATA MANDALA): ARTI DAN MAKNA WAWASAN WIYATA MANDALA A. Wawasan : Suatu pandangan atau sikap yang mendalam terhadap suatu hakikat. Wiyata : Pendidikan Mandala : Tempat atau lingkungan Wiyata mandala adalah sikap menghargai dan bertanggung jawab terhadap lingkungan sekolah sebagai tempat menuntut ilmu pengetahuan. Unsur- unsur wiyata mandala: 1. Sekolah merupakan lingkungan pendidikan 2. Kepala sekolah mempunyai wewenang dan tanggung jawab penuh atas penyelenggaraan pendidikan dalam lingkungan sekolah. 3. Antara guru dan orang tua siswa harus ada saling pengertian dan kerjasama erat untuk mengemban tugas pendidikan (hubungan yang serasi) 4. Warga sekolah di dalam maupun di luar sekolah harus menjunjung tinggi martabat dan citra guru. 5. Sekolah harus bertumpu pada masyarakat sekitarnya dan mendukung antarwarga. B. SEKOLAH DAN FUNGSINYA Sekolah merupakan tempat penyelenggaraan PBM, menanamkan dan mengembangkan berbagai nilai, ilmu pengetahuan, teknologi dan keterampilan. Sekolah merupakan lembaga pendidikan formal tempat berlangsungnya PBM untuk membina dan mengembangkan: 1. Ilmu pengetahuan dan teknologi 2. Pandangan hidup/kepribadian 3. Hubungan antara manusia dengan lingkungan atau manusia dengan Tuhannya 4. Kemampuan berkarya. C. FUNGSI SEKOLAH Fungsi sekolah adalah sebagai tempat masyarakat belajar karena memiliki aturan/tata tertib kehidupan yang mengatur hubungan antara guru, pengelola pendidikan siswa dalam PBM untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan dlam suasana yang dinamis. D. CIRI-CIRI SEKOLAH SEBAGAI MASYARALAT BELAJAr Ciri-ciri sekolah sebagai masyarakat belajar adalah : 1. Ada guru dan siswa, timbulnya PBM yang tertib 2. Tercapainya masyarakat yang sadar, mau belajar dan bekerja keras.


3. Terbentuknya manusia Indonesia seutuhnya. E. PRINSIP SEKOLAH Sekolah sebagai Wiyata Mandala selain harus bertumpu pada masyarakat sekitarnya, juga harus mencegah masuknya faham sikap dan perbuatan yang secara sadar ataupun tidak dapat menimbulkan pertentangan antara sesama karena perbedaan suku, agama, asal/usul/keturunan, tingkat sosial ekonomi serta perbedaan paham politik. Sekolah tidak boleh hidup menyendiri melepaskan diri dari tantangan sosial budaya dalam masyarakat tempat sekolah itu berada. Sekolah juga menjadi suri teladan bagi kehidupan masyarakat sekitarnya, serta mampu mencegah masuknya sikap dan perbuatan yang akan menimbulkan pertentangan. Untuk itu sekolah memiliki prinsip- prinsip sebagai berikut : 1. Sekolah sebagai wadah/lembaga yang memberikan bekal hidup. Dalam hal ini sekolah seharusnya bukan hanya sekedar lembaga yang mencetak para intelektual muda namun lebih dari itu sekolah harus menjadi rumah kedua yang memberikan pelayanan dan pengalaman tentang hidup, mulai dari berorganisasi, bermasyarakat (bersosialisasi), pendidikan lingkungan hidup (PLH) atau bahkan pengalaman hidup yang sesungguhnya. 2. Sekolah sebagai institusi tempat peserta didik belajar dibawah bimbingan pendidik. Bimbingan lebih dari sekedar pengajaran. Dalam bimbingan peran pendidik berubah dari seorang pendidik menjadi seorang orangtua bahkan menjadi seorang kakak. 3. Sekolah sebagai lembaga dengan pelayanan yang adil/merata bagi stakeholdernya. Hal tersebut bisa berupa pemerataan kesempatan mendapatkan transfer of knowledge, maupun transfer of experience, dengan tanpa membedakan baik dari segi kemampuan ekonomi, kemampuan intelegensia, dan juga kemampuan fisik (gagasan sekolah inklusi). 4. Sekolah sebagai lembaga pengembangan bakat dan minat siswa. Prinsip ini sejalan dengan teori multiple intelligence (Howard Gardner) yang memandang bahwa kecerdasan intelektual bukanlah satu-satunya yang perlu diperhatikan oleh lembaga pendidikan, terutama sekolah. Kemampuan bersosialisasi, kemampuan kinestik, kemampuan seni dan kemampuan- kemampuan lainnya juga perlu diperhatikan secara seimbang.


5. Sekolah sebagai lembaga pembinaan potensi di luar intelegensi. Peningkatan kemampuan intelektual, emosional maupun kemampuan-kemampuan lainnya mendapat perhatian yang seimbang. 6. Sekolah harus memberikan perhatian serius untuk mengembangkan kemampuan emosional dan sosial, kemampuan berkomunikasi dan berinteraksi, kemampuan bekerjasama dalam kelompok, dan lain-lain. 7. Sekolah sebagai wahana pengembangan sikap dan watak. Sikap sederhana, jujur, terbuka, penuh toleransi, rela berkomunikasi dan berinteraksi, ramah tamah dan bersahabat, cinta negara, cinta lingkungan, siap bantu membantu khususnya kepada yang kurang beruntung merupakan sikap dan watak yang perlu dibentuk di dalam lingkungan sekolah. 8. Sekolah sebagai wahana pendewasaan diri. Di dalam dunia yang berubah begitu cepat, salah satu kompetensi dasar yang harus dimiliki tiap peserta didik adalah kompetensi dasar: belajar secara mandiri. Dengan proses pendewasaan yang diberikan di sekolah, pendidik tidak lagi perlu menjejali pemikiran peserta didik dengan perintah. Lebih dari itu peserta didik akan mendapatkan sesuatu yang jauh lebih besar ketika ia mencari dan mendapatkan apa yang ia butuhkan untuk hidupnya. 9. Sekolah sebagai bagian dari masyarakat belajar (learning society). Sekolah bukan hanya sebagai tempat pembelajaran bagi peserta didik, namun juga seharusnya sekolah mampu menjadi pusat pembelajaran bagi masyarakat di lingkungan sekitar. F. PENGGUNAAN SEKOLAH Sekolah sebagai suatu lembaga pendidikan yang diperuntukan sebagai tempat proses kegiatan belajar mengajar, tidak diperbolehkan dijadikan sebagai tempat : 1. . Ajang promosi /penjualan produk-produk perniagaan yang tidak berhubungan dengan pendidikan. 2. Sekolah merupakan lingkungan bebas rokok bagi semua pihak. 3. Penyebaran aliran sesat atau penyebarluasan aliran agama tertentu yang bertentangan dengan undang-undang. 4. Propaganda politik/kampanye. 5. Shooting film dan atau sinetron tanpa seijin Pemerintah Daerah. 6. Kegiatan-kegiatan yang dapat menimbulkan kerusakan, perpecahan, dan perselisihan, sehingga menjadikan suasana sekolah tidak kondusif.


G. PENATAAN WIYATA MANDALA DALAM UPAYA KETAHANAN SEKOLAH 1. Ketahanan sekolah lebih menitikberatkan pada upaya-upaya yang bersifat preventif. 2. Untuk menjadikan sekolah sesuai dengan tujuan dan fungsinya, perlu dilakukan penataan Wiyata Mandala di sekolah melalui langkah-langkah : a) Meningkatkan koordinasi dan konsolidasai sesama warga sekolah untuk dapat mencegah sedini mungkin adanya kegiatan dan tindakan yang dapat mengganggu proses belajar mengajar. b) Melaksanakan tata tertib sekolah secara konsisten dan berkelanjutan. c) Melakukan koordinasi dengan Komite sekolah dan pihak keamanan setempat untuk terselenggaranya ketahanan sekolah. d) Mengadakan penyuluhan bagi orangtua dan siswa yang bermasalah e) Mengadakan penyuluhan dan pembinanan kesadaran hukum bagi siswa. f) Pembinaan dan pengembangan keimanan, ketaqwaan, etika bermoral Pancasila, kepribadian sopan santun dan berdisiplin. g) Pengembangan logika para siswa, rajin belajar, gairah menulis, gemar membaca/ informasi/penemuan para ahli. h) Mengikutsertakan siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler dan pengembangan diri. i) Mengadakan karya wisata dalam rangka pengembangan iptek. H. TUGAS, WEWENANG DAN TANGGUNGJAWAB KEPALA SEKOLAHDALAM HAL PELAKSANAAN WIYATA MANDALA Kepala Sekolah sebagai pimpinan utama, bertugas dan bertanggung jawab memimpin penyelenggaraan belajar mengajar serta membina pendidik dan tenaga kependidikan serta membina hubungan kerja sama dan peran serta masyarakat. Kepala Sekolah dalam melaksanakan


penataan Wiyata Mandala di sekolah, dengan melakukan kegiatan- kegiatan : 1. Melaksanakan program-program yang telah disusun bersama Komite Sekolah. 2. Menyelenggarakan musyawarah sekolah yang melibatkan pendidik, OSIS, Komite Sekolah, tokoh masyarakat serta pihak keamanan setempat. 3. Menertibkan lingkungan sekolah baik yang berbentuk perangkat keras (sarana prasarana) dan perangkat lunak (peraturan- peraturan, tata tertib, tata upacara dan lain lain). 4. Mengadakan pertemuan baik rutin maupun insidentil yang bersifat intern sekolah (kepala sekolah, pendidik, orangtua siswa,siswa). 5. Menyelenggarakan kegiatan yang dapat menunjang ketahanan sekolah seperti PKS, Pramuka, PMR, Paskibraka, kesenian dan sebagainya. I. MEKANISME DALAM PELAKSANAAN WIYATA MANDALA Dalam rangka pelaksanaan Wiyata Mandala perlu upaya penang- gulangan secara dini setiap permasalahan yang timbul sehingga dapat menghilangkan dampak negatifnya, yaitu dilaksanakan secara terpadu, bertahap dan berlanjut sebagai berikut : 1. Tahap Preventif Upaya untuk meniadakan peluang-peluang yang dapat memungkinkan terjadinya kasus-kasus negatif di sekolah, melalui antara lain : a) Memelihara sekolah, dan lingkungan sekolah serta menciptakan kebersihan dan ketertiban agar siswa merasa nyaman dan menyenangkan dan tidak ada tempat tertentu yang dijadikan siswa untuk hal-hal negatif. b) Menciptakan suasana yang harmonis antara pihak pendidik/staf dan siswa serta penduduk di sekitarsekolah. c) Membentuk jaring-jaring pengawasan/kontrol dan razia terhadap kegiatan siswa di lingkungan sekolah. d) Menghilangkan bentuk-bentuk perpeloncoan pada saat MOS. e) Meminimalisir keterlibatan kelompok maupun perorangan dalam kegiatan sekolah. f) Mengisi jam-jam kosong dengan pelajaran atau kegiatan ekstra lainnya.


g) Meningkatkan kegiatan ekstra kurikuler pada masa awal/akhir semester dan masa liburan sekolah. h) Peningkatan keamanan dan ketertiban khususnya pada saat berangkat/ usai sekolah. 2. Tahap Represif Upaya untuk menindak siswa yang telah melanggar peraturanperaturan dan tata tertib sekolah. Upaya Represif seperti : a) Mendamaikan para pihak yang terlibat perselisihan berikut orangtua/pendidik pembinanya. b) Membatasi areal tempat terjadinya aksi. c) Menetralisir isu-isu yang berkembang dan mencegah timbulnya isu-isu baru. d) Berkoordinasi dengan pihak keamanan apabila terdapat pihak luar sekolah yang melanggar keamanan, ketertiban dan perbuatan kriminalitas di lingkungan sekolah. e) Mengungkap lebih lanjut keterlibatan pihak luar sekolah atas kasus yang timbul dan menyelesaikan secara hukum. f) Mengikutsertakan para ahli untuk mengadakan bimbingan dan penyuluhan. g) Memberikan sanksi sesuai tata tertib yang berlaku.


RINGKASAN MATERI 2 (KESISWAAN) Bidang Kesiswaan Sesuai dengan amanat Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, bahwa Pendidikan Nasional berfungsi untuk mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, dan bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertangungjawab. Berdasarkan fungsi dan tujuan Pendidikan Nasional tersebut dapat dimaknai bahwa dalam proses penyelenggaraan kegiatan pendidikan baik intrakurikuler, kokurikuler dan ekstrakurikuler maupun secara keseluruhan hendaknya mampu mengembangkan potens ipeserta didik secara menyeluruh dan seimbang beragam kecerdasan, yang meliputi: Kecerdasan spiritual (olahhati); untuk memperteguh keimanan dan ketaqwaan, meningkatkan akhlak mulai, budi pekerti atau moral dan entrepreneurship kcerdasan, intelektual (olahpikir); untuk membangun kompetensi dan kemandirian ilmu pengetahuan dan teknologi, Kecerdasan emosional (olahrasa); untuk meningkatkan sensitivitas, daya apresiasi, dayakreasi, serta daya ekspresi seni dan budaya, dan Kecerdasan kinestetis (olahraga); untuk meningkatkan kesehatan, kebugaran, dayatahan, kesigapanfisik, dan keterampilan kinestetis. Kegiatan intrakurikuler, kokurikuler maupun ekstrakurikuler merupakan bentuk kegiatan yang pada dasarnya untuk memacu siswa menjadi semakin cerdas, seperti yang dimaksud dalam makna beragam kecerdasan. Oleh karena itu, pelaksanaan kegiatan pembinaan kesiswaan harus sinergi dengan kegiatan intrakurikuler dalam mencapai tujuan pendidikan sebagaimana diamanatkan Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional, dan secara operasional diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 34 Tahun 2006 dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 39 Tahun 2008 serta peraturan/edaran yang telah diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah (Ditjen Mandikdasmen). Dalam pelaksanaannya, pembinaan kesiswaan


pada setiap sekolah atau daerah memiliki perbedaan baik dari segi manajemen, perencanaan maupun teknis pembinaannya. Oleh karena itu, Pembinaan Kesiswaan di SMP Negeri 75 Jakarta didasarkan pada 4 (empat) jalur pembinaan kesiswaan yaitu: Organisasi Kesiswaan (OSIS danMPK), Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS), Kegiatan Ekstra Kurikuler, danKegiatan Pembiasaan. 1. Organisasi Kesiswaan (OSIS dan MPK) OSIS merupakan tempat atau wadah kehidupan berkelompok siswa dalam bekerja sama untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan bersama. Oleh karena itu OSIS sebagai suatu sistem yang ditandai beberapa ciri-ciri pokok, yaitu berorientasi pada tujuan, Memiliki susunan kehidupan kelompok, terkoordinir, dan berkelanjutan dalam kurun waktu tertentu Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 39 Tahun 2008 tentang Pembinaan Kesiswaan, materi kegiatan kesiswaan meliputi: 1. Pembinaan keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan YME; 2. Pembinaan budipekerti luhur atau akhlak mulia; 3. Pembinaan kepribadian unggul, wawasan kebangsaan, dan bela negara; 4. Pembinaan prestasi akademik, seni, olahraga sesuai dengan minat dan bakat; 5. Pembinaan demokrasi, hak asasi manusia, pendidikan politik, lingkungan hidup, kepekaan dan toleransi sosial dalam konteks masyarakat plural; 6. Pembinaan kreativitas, keterampilan dan kewirausahaan; 7. Pembinaan kualitas jasmani, kesehatan dan gizi berbasis sumber gizi yang terdiversifikasi; 8. Pembinaan sastra dan budaya; 9. Pembinaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK); 10. Pembinaan komunikasi dalam bahasa Inggris.


2. Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) merupakan bentuk kegiatan yang bertolak ukur kepada peningkatan sumber daya siswa peserta untuk mendalami dan memahami tentang konsep-konsep atau dasar – dasar sebuah organisasi. Tujuan dilaksanakan kegiatan ini adalah untuk membentuk kepribadian para peserta didik yang matang dalam memahami kepemimpinan, membentuk personal kepemimpinan pribadi siswa yang hebat dan bertanggung jawab Manfaat utama LDKS adalah untuk menanamkan jiwa kepemimpinan, kemandirian, dan keteladanan pada siswa.Dengan kegiatan LDKS ini, diharapkan siswa dapat menghadapi realita kehidupan yang sesungguhnya.Biasanya, LDKS diadakan oleh sekolah dengan bantuan anggota OSIS. Ada banyak manfaat yang bias diraih, yakni sebagai berikut: ✓ Melatih siswa agar bias menjalin hubungan kerjasama dengan orang lain. ✓ Siswa memiliki keterampilan dan pemahaman tentang organisasi. ✓ Siswa lebih berani tampil di depanumum. ✓ Melatih kemampuan siswa untuk memimpin sebuah kelompok atau grup. ✓ Membantu siswa lebih berani menyuarakan aspirasinya. ✓ Mencetak siswa yang memiliki daya intelektual, kreativitas dan nalar yang tinggi. ✓ Siswa mendapatkan pengalaman dalam bidang pengorganisasian 3. EkstraKurikuler Kegiatan Ekstrakurikuler adalah kegiatan tambahan yang dapat diikuti oleh siswa selain aktivitas belajar mengajar wajib di sekolah. Kegiatan Ekstrakurikuler memiliki banyak manfaat bag siswa dan karena sifatnya sebagai kegiatan tambahan, maka siswa dapat memilih kegiatan sesuai dengan minatnya. Dengan mengikuti kegiatan ekstrakurikuler maka siswa diharapkan dapat menyalurkan minat dan bakat mereka yang mungkin tidakakan muncul atau tersalurkan dalam kegiatan


belajar mengajar tetapi sangat bermanfaat untuk siswa tersebut.Yang perlu menjadi catatan adalah memastikan bahwa siswa mengikuti kegiatan ekstrakurikuler sesuai dengan keinginan mereka, bukan keinginan orang tua.Orang tua wali hanya bersifat memberikan pengertian dan saran, bukan memaksakan kehendak. Kegiatan Ekstrakurikuler Sekolah adalah kegiatan siswa yang dilakukan di luar jam wajib pelajaran siswa yang bertujuan untuk memperluas pengetahuan, wawasan serta mengembangkan minat dan bakat siswa dengan cara yang menyenangkan.Karena sifatnya sebagai kegiatan tambahan, maka perlu untuk dipastikan agar siswa tidak melupakan kewajibannya di sekolah sehingga kita juga perlu untuk memastikan agar siswa tidak terlalu lelah atau berlebihan sehingga mengganggu kegiatan belajar wajib mereka. Seluruh ekskul yang ada di lingkungan SMP Negeri 75 Jakarta di bawah koordinasi 10 sekbid yang ada di dalam OSIS meliputi ekskul bidang akademik, Seni, Olahraga, dan sebagainya. Sedangkan Ekskul khasSMP Negeri 75 Jakarta diantaranya: Pramuka (merupakan ekskul wajib),Paskibra, PMR, Marching Band, Basket, Rohis, Rokris, SeniTari, Marawis, Seni Musik dan Pencak Silat 4. Pembiasaan Pembiasaan merupakan kegiatan yang dilakukan secara terus menerus dalam kehidupan sehari-hari anak sehingga menjadi kebiasaan yang baik. Pembiasaan ini meliputi aspek perkembangan moral, nilai-nilai agama, akhlak, pengembangan sosioemosional dan kemandirian. Pembiasaan positif yang sejak dini sangat memberikan pengaruh positif pula pada masa yang akan datang. Tujuan dari proses pembiasaan di sekolah untuk membentuk sikap dan perilaku siswa yang relative menetap karena dilakukan secara berulang-ulang baik di dalam proses pembelajaran maupun di luar proses pembelajaran. Adapun pembiasaan yang dilakukan di SMPN 75 Jakarta meliputi pembiasaan tadarus dan sholat Dhuha (sebelum memulai pelajaran bagi yang muslim), Literasi (padahariSelasa), English Day (Setiap Kamis) dan Pembacaan surat Yasin (Setiap hari Jum’at), Untuk yang beragama Kristen melaksanakan pembiasaan kajian Al Kitab


RINGKASAN MATERI 3 (CARA BELAJAR EFEKTIF) MATERI CARA BELAJAR EFEKTIF Belajar yang efektif adalah proses belajar mengajar yang berhasil guna, dan proses pembelajaran itu mampu memberikan pemahaman, kecerdasan, ketekunan, kesempatan dan mutu / kualitas yang lebih baik serta dapat memberikan perubahan perilaku dan dapat diaplikasikan atau diterapkan dalam kehidupan sehari-harisehingga hasil dari pembelajaran itu akan dapat menghasilkan sumber daya manusia yang unggul. Dan untuk mencapai belajar yang efektif tentu saja dalam proses belajarnya harus dilakukan dengan baik dan benar. Berikut ini adalah tips-tips belajar yang baik dan benar : 1. Belajar Kelompok Belajar kelompok dapat menjadi kegiatan belajar menjadi lebih menyenangkan karena ditemani oleh teman dan berada di rumah sendiri sehingga dapat lebih santai. Namun sebaiknya tetap didampingi oleh orang dewasa seperti kakak, paman, bibi atau orang tua agar belajar tidak berubah menjadi bermain. Belajar kelompok ada baiknya mengajak teman yang pandai dan rajin belajar agar yang tidak pandai jadi ketularan pintar. Dalam belajar kelompok kegiatannya adalah membahas pelajaran yang belum dipahami oleh semua atau sebagian kelompok belajar baik yang sudah dijelaskan guru maupun belum dijelaskan guru. 2. Rajin Membuat Catatan Intisari Pelajaran Bagian-bagian penting dari pelajaran sebaiknya dibuat catatan di kertas atau buku kecil yang dapat dibawa kemana-mana sehingga dapat dibaca di mana pun kita berada. Namun catatan tersebut jangan dijadikan media mencontek karena dapat merugikan kita sendiri. 3. Membuat Perencanaan Yang Baik Untuk mencapai suatu tujuan biasanya diiringi oleh rencana yang baik. Oleh karena itu ada baiknya kita membuat rencana belajar dan rencana pencapaian nilai untuk mengetahui apakah kegiatan belajar yang kita lakukan telah maksimal atau perlu ditingkatkan. Sesuaikan target pencapaian dengan kemampuan yang kita miliki. Buat rencana belajar yang diprioritaskan pada mata pelajaran yang lemah. Buatlah jadwal belajar yang baik. 4. Disiplin Dalam Belajar Apabila kita telah membuat jadwal belajar maka harus dijalankan dengan baik. Contohnya seperti belajar tepat waktu dan serius tidak sambil main-main dengan konsentrasi penuh. Jika waktu makan, mandi, ibadah, dan sebagainya telah tiba maka jangan ditunda-tundalagi. Lanjutkan belajar setelah melakukan kegiatan tersebut jika waktu belajar belum usai. Bermain dengan teman atau game dapat merusak konsentrasi belajar. Sebaiknya kegiatan bermain juga dijadwalkan dengan waktu yang cukup panjang namun tidak melelahkan jika dilakukan sebelum waktu belajar. Jika bermain video game sebaiknyapilih game yang mendidik dan tidakmenimbulkan rasa penasaran yang tinggiataupun rasa kekesalan yang tinggi jika kalah.


5. Menjadi Aktif Bertanya dan Ditanya Jika adahal yang belum jelas, maka tanyakan kepada guru, teman atau orang tua. Jika kita bertanya biasanya kita akan ingat jawabannya. Jika bertanya, bertanyalah secukupnya dan jangan bersifat menguji orang yang kita tanya. Tawarkanlah pada teman untuk bertanya kepada kita hal-hal yang belum dia pahami. Semakin banyak ditanya maka kita dapat semakin ingat dengan jawaban dan apabila kita juga tidak tahu jawaban yang benar, maka kita dapat membahasnya bersama-sama dengan teman. 6. Belajar Dengan Serius dan Tekun Ketika belajar di kelas dengarkan dan catat apa yang guru jelaskan. Catat yang penting karena bisa saja hal tersebut tidak ada di buku dan nanti akan keluar saat ulangan atau ujian. Ketika waktu luang baca kembali catatan yang telah dibuat tadi dan hapalkan sambil dimengerti. Jika kita sudah merasa mantap dengan suatu pelajaran maka ujilah diri sendiri dengan soal-soal. Setelah soal dikerjakan periksa jawaban dengan kunci jawaban. Pelajari kembali soal-soal yang salah dijawab. 7. Hindari Belajar Berlebihan Jika waktu ujian atau ulangan sudah dekat biasanya kita akan panik jika belum siap. Jalan pintas yang sering dilakukan oleh pelajar yang belum siap adalah dengan belajar hingga larut malam / begadang atau membuat contekan. Sebaiknya ketika akan ujian tetap tidur tepat waktu karena jika bergadang semalaman akan membawa dampak yang buruk bagi kesehatan, terutama bagi anak-anak. 8. Jujur Dalam Mengerjakan Ulangan dan Ujian Hindari mencontek ketika sedang mengerjakan soal ulangan atau ujian. Mencontek dapat membuat sifat kita curang dan pembohong. Kebohongan bagaimanapun juga tidak dapat ditutup-tutupi terus-menerus dan cenderung untuk melakukan kebohongan selanjutnya untuk menutupi kebohongan selanjutnya. Anggaplah dengan nyontek pasti akan ketahuan guru dan memiliki masa depan sebagai penjahat apabila kita melakukan kecurangan. 9. Jadilah Seorang Pemimpin. Latihlah rasa tanggung jawabmu. Apabila guru meminta bantuanmu untuk mengerjakan sesuatu misalnya membersihkan kelas, jangan ragu untuk menerimanya. Ajak beberapa teman kelas dan pimpin mereka untuk membersihkan kelas bersama-sama. 10. MendengarkanPenjelasan Guru DenganBaik. Jawablah setiap pertanyaan yang diajukan oleh guru apabila kamu mengetahui jawabannya. Jangan menunggu guru untuk memanggil kamuuntuk menjawab pertanyaan.


11. Jangan Malu Untuk Bertanya. Selalu ajukan pertanyaan kepada guru apabila tidak mengerti tentang sesuatu hal. 12. Kerjakan Tugas Kerjakan tugas dengan baik, jangan selalu mencari alasan untuk tidak mengerjakannya. Jangan malas mengerjakan tugas dengan alasan lupa atau menunda-nunda mengerjakannya. Enak kan kalau kita cepat mengerjakan PR, jadi masih punya banyak waktu untuk bermain dan nonton TV deh! 13. Selalu Mengulang Pelajaran yang Sudah diajarkan Setiap pulang dari sekolah, selalu mengulang pelajaran yang tadi diajarkan. Nanti sewaktu ada ulangan jadi tidak banyak yang harus dipelajari! Asyik! 14. Cukup Istirahat, Makan Dan Bermain Semuanya dilakukan secara berimbang. Setelah pulang sekolah, kita sering ingin cepat-cepat bermain dan melupakan segala hal penting lainnya, contohnya makan dan istirahat. Padahal setelah seharian di sekolah, tak terasa badan kita membutuhkan masukan energi tambahan yang bisa didapatkan dari istirahat dan makanan yang kita makan. Oleh karenanya kita harus dapat membagi waktu untuk makan, istirahat dan bermain. Kalau semuanya dilakukan dengan baik, badan jadi segar setiap hari! Jadi tidak sering mengantuk di kelas! 15. Banyak Berlatih Pelajaran Yang Kurang Disukai Apabila kamu tidak menyenangi suatu mata pelajaran, contohnya matematika, maka banyakbanyaklah berlatih, mengikuti kursus atau belajar berkelompok dengan teman. Sehabis belajar bisa bermain dan menambah teman baru di tempat kursus. Selain itu, siapa tahu dari kurang menyukai matematika, kalian malahan menyukainya. 16. Ikutilah Kegiatan Ektrakurikuler Yang Kamu Senangi Cari tahu kegiatan apa yang cocok dan kamu suka. Contohnya apabila kalian suka pelajaran tae kwon do, cobalah untuk mengikuti kursus dari kegiatan tersebut, sehingga selain belajar pelajaran-pelajaran yang diajarkan di sekolah, kalian juga dapat mendapatkan pelajaran tambahan di luar sekolah. 17. Cari Seorang Pembimbing Yang Baik Orangtua adalah pembimbing yang terbaik selain guru. Apabila ada yang kurang jelas dari keterangan guru di sekolah, kalian dapat menanyakan hal tersebut kepada orang tua. Selain itu, kalian juga dapat belajar dari teman yang berprestasi.


18. Jangan Suka Mencontek Teman Kalau mencontek, kamu bisa bodoh karena tidak berpikir sendiri. Lagi pula belum tentu, teman yang kamu contek itu menjawab pertanyaan dengan benar. Belum lagi kalau ketahuan guru dan teman lain, malu kan? Kalau kamu rajin belajar, pasti bisa menjawab semua pertanyaan dengan benar sehingga ulangan dapat nilai baik. 19. Niat Dengan Sungguh-Sungguh Kalau belajar tidak sungguh-sungguh ataupun tidak niat, yang ada malah pikiran kita melayang kemana-mana. Entah itu tentang makanan, games, lawan jenis, dll. Oleh sebab itu, belajar yang baik dimulai dengan niat yang sungguh-sungguh. 20. Lokasi dan Situasi Yang Kondusif Jikalau kita belajar, tidak mungkin kalau kita lakukan di tengah jalan raya? Ataupun ketika kita sedang makan. Cara yang paling efektif untuk belajar adalah mencari tempat yang nyaman dan tidak terlalu banyak gangguan agar kita bisa lebih konsentrasi.


RINGKASAN MATERI 4 (PENDIDIKAN KARAKTER) MATERI PENDIDIKAN KARAKTER Karakter merupakan watak atau tabi’at, yakni sifat batin manusia yang mempengaruhi segenap tingkah laku antara satu orang dengan yang lainnya. Saat ini, penguatan pendidikan moral atau pendidikan karakter sangatlah ditekakan untuk mengatasi krisi moral yang sedang melanda negara kita. Krisis karakter tersebut di antaranya adalah pergaulan bebas, kekerasan terhadap anakanak dan remaja, penyalah gunaan obat-obatan, dan lainnya. Oleh karena itu, pendidikan karakter sangatlah dibutuhkan untuk mengatasi permasalahan anak-anak dan remaja. Dikutip dari buku Strategi Implementasi Pendidikan Karakter karya Prof. Dr. H. Sukiyat, SH., M.Si (2020:6), definisi pendidikan karakter dapat dibagi menjadi dua macam, yakni pengertian secara luas dan pengertian lebih sempit. Dalam pengertian secara luas, pendidikan karakter adalah seluruh dinamika rasional. Artinya, semua hubungan yang terjalin dengan seorang individu mengandung unsur pendidikan karakter, baik hubungan individu dengan dirinya sendiri maupun secara dengan orang lain. Dengan kata lain, pendidikan karakter dalam pengertian luas adalah pendidikan karakter yang terjadi secara alami dan cenderung tidak disadari dalam kahidupan dan terbebas dari ruang dan waktu. Sedangkan pendidikan karakter dalam pengertian sempit adalah pendidikan karakter sebagai sebuah proses yang disadari atau disengaja. Pendidikan karakter dalam pengertian ini merupakan usaha yang terprogram dan direncanakan, memiliki target dan tujuan yang jelas dan dapat diukur. Kedua pengertian di atas tidak saling bertolak belakang. Malahan salingmelengkapi jika dibentuk oleh kebiasaan, dan kebiasaan itu adalah hasil dari perbuatan yang dilakukan berulang-ulang, sedangkan perbuatan adalah aksi dar isebuah gagasan. Terdapat 4 karakter utama dalam pendidikan karakter, yaitu: A. Relogiositas Sikap dan perilaku yang taat dan patuh dalam menjalankan ajaran agama yang dipeluknya, bersikap toleran, mencintai alam, dan selalu menjalin kerukunan hidup antar sesama. B. Nasionalisme Mengapresiasi, menjaga, dan mengembangkan budaya bangsa sendiri dan mampu mengapresiasi kekayaan budaya bangsa lain untuk memperkuat jati diri bangsa Indonesia. Sub nilai dari karakter nasionlasime yaitu: 1. Cinta tanah air 2. Semangat kebangsaan 3. Menghargai kebhinnekaan


4. Rela berkorban 5. Taat hukum C. Kemandirian Sikap percaya pada kemampuan, kekuatan, bakat dalam diri sendiri, tidak tergantung pada orang lain. Sub nilai karakter kemandirian: 1. Kerja keras (etos kerja) 2. Kreatif dan inovatif 3. Disiplin 4. Tahan banting 5. Pembelajarsepanjanghayat D. Integritas Menyelaraskan pikiran, perkataan dan perbuatan yang merepresentasikan perilaku bermoral yang kebenarannya dapat dipertanggungjawabkan secara rasional. Sub nilai karakter integritas: 1. Kejujuran 2. Keteladananm 3. Tanggungjawab 4. Antikorupsi 5. Komitmen moral 6. Cinta pada kebenaran Dampak Pendidikan Karakter Anak-anak yang bermasalah ini sudah dapat dilihat sejak usia prasekolah dan kalau tidak ditanganiakan terbawa sampai usia dewasa. Sebaliknya para remaja yang berkarakter akan terhindar dari masalah-masalah umum yang dihadapi oleh remaja seperti kenakalan, tawuran, narkoba, miras, perilaku seks bebas, dan sebagainya. Dengan banyaknya sosialisasi tentang pendidikan karakter, nantinya akan lahir generasi bangsa yang cerdas namun tetap berkarakter sesuai nilai-nilai agama, bangsa, dan negara.


KESAN KALIAN DITERIMA DI SMP NEGERI 75 JAKARTA:


Click to View FlipBook Version