The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Elfrini Arios, 2020-11-03 07:05:46

Bahan Ajar pluralitas di Indonesia

Bahan Ajar pluralitas di Indonesia

HANDOUT

PLURALITAS
MASYARAKAT

INDONESIA

BY. MS ELFRINI E ARITONANG,S.Pd

Materi Pokok:

Keragaman Indonesia Dilihat Dari
Perbedaan Agama

Keragaman Indonesia Dilihat Dari
Perbedaan Budaya

SMP SWASTA METHODIST 12 MEDAN

Keragaman Agama

Agama Islam

Agama Islam diperkirakan telah sampai di
Indonesia pada abad VII yang kemudian
diikuti perkembangan kerajaan-kerajaan
bercorak Islam di Indonesia. Agama Islam
merupakan agama yang dipeluk sebagian
besar masyarakat Indonesia

Agama Kristen Protestan

Kristen Protestan berkembang di Indonesia
selama masa kolonial Belanda (VOC) sekitar abad
XVI. Pada abad XX, Kristen Protestan
berkembang dengan sangat pesat, yang ditandai
dengan kedatangan para misionaris dari Eropa ke
beberapa wilayah di Indonesia, seperti di wilayah
barat Papua, Sumatra Utara, Sulawesi Utara, dan
Jawa.

Agama Kristen Katolik

Bukti yang paling kuat kedatangan agama
Kristen Katolik bersamaan dengan penjelajahan
bangsa-bangsa Barat ke Indonesia. Kristen Katolik tiba
di Indonesia saat kedatangan bangsa Portugis, yang
diperkuat dengan kedatangan bangsa Spanyol. Salah
satu tujuan Portugis ke Indonesia adalah menyebarkan
agama Katolik Roma di Indonesia

Agama Hindu

Masuk ke Indonesia sebelum abad ke 5 Masehi.
Hal ini diperkuat dengan adanya prasasti di kutai
Kalimantan timur. Agama Hindu menyebar ke
berbagai wilayah Indonesia antara lain jawa,
sulawesi, Bali dan NTT

Agama Buddha

Perkembangan agama Buddha diperkirakan
terjadi bersamaan dengan perkembangan agama
Hindu. Kerajaan Sriwijaya di Sumatra merupakan
salah satu pusat studi agama Buddha di Asia
Tenggara

perbedaan budaya

Apakah kebudayaan Itu??

E. B. Taylor:
Kebudayaan adalah kompleks yang mencangkup pengetahuan,
kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan lain kemampuan-
kemampuan, serta kebiasaan-kebiasaan yang didapatkan oleh manusia
sebagai anggota masyarakat.

Selo Soermardjan dan Soelaeman Soemardi:
Kebudayaan adalah Semua hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat.

J. Macionis:
Kebudayaan adalah cara berpikir, cara bertindak, dan objek material
yang bersama-sama membentuk cara hidup manusia. Kebudaan meliputi
apa yang kita pikirkan, bagaimana kita bertindak, dan apa yang kita
miliki.

Koentjaraningrat:
kebudayaan adalah keseluruhan sistem gagasan, dan tindakan hasil karya
manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dimiliki manusia
dengan belajar.

Fungsi Kebudayaan

Kebudayaan berfungsi untuk menjadi pedoman
hidup berperilaku. Hal ini diwujudkan dalam bentuk
nilai, norma, ataupun hukum. Oleh sebab itu maka
kebudayaan seperti ini terus diturunkan dari generasi
ke generasi (shared culture).

Kebudayaan juga berfungsi sebegai alat atau
media yang membantu hidup manusia, yang
diwujudkan dalam penciptaan teknologi. Menurut
Soerjono Soekamto, setidaknya ada tujuh unsur dalam
teknologi yaitu alat produksi, senjata, wadah, makanan
dan minuman, pakaian dan perhiasan, rumah dan
tempat berlindung, serta alat atau moda transportasi.

Kebudayaan juga dapat berfungsi sebagai control
sosial atau tata tertib bagi masyarakat.

Wujud Kebudayaan

Ide / Gagasan :

Suatu pola pikir, contoh wujud kebudayaan dari gagasan
pada masyarakat yogyakarta ialah mempercayai
adanya hal hal yang berbau mistis,seperti mempercayai
benda benda pusaka, makna motif batik dan lain
lainnya.

Aktifitas :

Kegiatan/tindakan yang di lakukan masyarakat. contoh
wujud kebudayaan dari aktifitas pada masyarakat
yogyakarta ialah siraman pusaka,labuhan,pemberian
sesajen padatempat yang di anggap terdapat sesepuh
yang telah tiada, dan lainnya.

Hasil budaya/ Karya :

Berupa suatu peninggalan,hasil karya/benda/fisik.

contoh wujud kebudayaan dari hasil budaya pada

masyrakat yogyakarta ialah keraton,alun

alun,batik,keris dan lainnya.

Macam Macam Kebudayaan Di Indonesia

Rumah Adat
Pakaian Adat
Seni Musik
Upacara Adat
Suku Bangsa

Senjata Tradisional
Bahasa Daerah
Seni Tari Tradisional
Seni Rupa Tradisional

Unsur Unsur Kebudayaan

Koentjaraningrat (1985) menyebutkan ada tujuh
unsur-unsur kebudayaan. Ia menyebutnya sebagai
isi pokok kebudayaan. Ketujuh unsur kebudayaan
universal tersebut adalah :

Sistem peralatan dan perlengkapan hidup,
Sistem mata pencaharian hidup
Sistem kemasyarakatan
Bahasa
Kesenian
Sistem Pengetahuan
Sistem Religi

PERBEDAAN SUKU BANGSA

Bangsa Indonesia memiliki lebih
dari 300 kelompok etnik
atau suku bangsa. Suku Jawa
adalah kelompok suku terbesar di
Indonesia dengan jumlah
mencapai 41% dari total populasi.
Sebagian besar suku Jawa tinggal
di Pulau Jawa, terutama Jawa
Tengah dan Jawa Timur.

Berikut ini merupakan contoh nama suku bangsa dan
lokasi atau tempat yang paling banyak didiami di wilayah
Indonesia:

Manakah suku bangsa yang paling banyak kalian temukan di tempat
tinggalmu? Pada masa sekarang, kalian dapat menemukan berbagai suku
bangsa di lingkungan provinsimu. Walaupun kita memiliki beragam suku
bangsa yang berasal dari berbagai wilayah Indonesia, namun kita bebas
tinggal di berbagai tempat di Indonesia. Sebagai contoh, Jakarta sebagai ibu
kota Republik Indonesia dapat juga disebut sebagai miniatur Indonesia. Di
Jakarta, kalian dapat menemukan berbagai macam suku bangsa Indonesia.

Perbedaan Pekerjaan

Pekerjaan merupakan salah satu bentuk kegiatan ekonomi yang
dilakukan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan.

Pekerjaan terdiri dari:

Pekerjaan sektor formal yaitu
berbagai pekerjaan yang
dijalankan oleh pelaku usaha
resmi baik pemerintah maupun
swasta. Untuk bekerja pada
sektor formal membutuhkan
tingkat pendidikan yang
memadai.
Contoh : guru, dokter, manajer,
dosen, pegawai bank, dll

Pekerjaan sektor informal yaitu
pekerjaan di lingkungan usaha
tidak resmi atau merupakan
usaha sendiri. Pada jenis
pekerjaan informal mereka
bekerja secara mandiri, tak
tergantung pada pihak lain

Peran Serta Fungsi Keragaman Budaya
di Indonesia

Sebagai Daya Tarik Bangsa Asing
Memperkaya Kebudayaan Nasional.
Tertanamnya Sikap Toleransi

Saling Melengkapi Hasil Budaya
Mendorong Inovasi Kebudayaan


Click to View FlipBook Version