Jenis-Jenis Buku Fiksi dan Nonfiksi
Buku Fiksi Buku
Nonfiksi
Novel
Buku nonfiksi
Roman pengetahuan
Kumpulan Buku pengayaan
cerpen keterampilan
Kumpulan Buku pengayaan
puisi kepribadian
Drama
Unsur-Unsur dalam Buku Nonfiksi
Kover buku atau sampul buku
Kata pengantar
Daftar isi
Isi buku
Daftar pustaka
Glosarium
Indeks
Unsur-Unsur Buku Fiksi
Unsur Intrinsik Unsur Ekstrinsik
Buku Fiksi Buku Fiksi
• Tema • Bahasa
• Amanat • Latar Belakang
• Tokoh/Penokohan
• Sudut Pandang Pengarang
• Latar • Nilai-Nilai dalam
Karya Sastra
B. Penilaian Buku Fiksi (Kumpulan Cerpen dan Puisi)
Nilai-nilai dalam
buku fiksi
Langkah-langkah Langkah-langkah
menilai buku fiksi menilai buku puisi
(kumpulan
cerpen)
Nilai-Nilai dalam Buku Fiksi (Kumpulan Cerpen dan Puisi)
Nilai Moral
Nilai Sosial
Nilai Budaya
Nilai Religi
Nilai Politik
Langkah Menilai Buku Fiksi
(Kumpulan Cerpen)
1. Mengajukan 2. Mengajukan 3. Mengajukan
pertanyaan pertanyaan pertanyaan
literal interpretatif integratif
5. Mengajukan 4. Mengajukan
pertanyaan pertanyaan
kreatif kritis
Langkah Menilai Buku Puisi
1. • Memberi makna setiap kata dalam puisi.
2. • Memaknai kata-kata kunci dalam puisi.
3. • Mengetahui unsur-unsur intrinsik puisi.
4. • Memberi tanda jeda.
C. Penilaian Buku Nonfiksi Langkah Menilai
Buku Nonfiksi
Nilai-Nilai dalam
Buku Nonfiksi
Langkah Meresensi
Buku Nonfiksi
Nilai-Nilai dalam Buku Nonfiksi
Nilai-Nilai dalam Nilai-Nilai dalam BNuiklaui-KNeilparii.bdaadlaiman
Buku Pengetahuan Buku Keterampilan
Buku pengetahuan adalah Buku keterampilan adalah Buku
buku yang berisi materi buku yang dapat kepribadian merupakan
dan ilmu yang sering memperkaya dan buku-buku yang dapat
diajarkan dalam dunia meningkatkan meningkatkan kualitas
akademis. Buku kemampuan dasar kepribadian, sikap, dan
pengetahuan bersifat pengalaman batin
umum di kalangan pembaca dalam rangka pembaca.
masyarakat. meningkatkan aktivitas
praktis dan mandiri.
Langkah Menilai Buku Nonfiksi
Langkah menilai buku nonfiksi dapat dilakukan dengan meresensi. Menurut Slamet
Soewandi (penulis buku Dasar-Dasar Meresensi Buku), ada beberapa langkah
praktis yang dapat Anda gunakan untuk meresensi buku.
Langkah Meresensi (Menilai) Buku
Nonfiksi
a. Melakukan penjajakan atau pengenalan
buku yang diresensi.
b. Membaca buku yang diresensi secara
saksama.
c. Menandai bagian-bagian penting dalam
buku.
d. Membuat inti sari dari buku yang diresensi.
e. Menentukan penilaian terhadap isi buku.
D. Laporan Hasil Diskusi Mengenai Buku Fiksi
dan Nonfiksi
Unsur-unsur dalam Ulasan yang Penyusunan
laporan hasil diskusi dideskripsikan laporan hasil
dalam laporan diskusi buku
buku hasil diskusi
Unsur-Unsur dalam Laporan Hasil Diskusi Buku
Topik masalah yang menjadi bahan diskusi
Tujuan pelaksanaan diskusi
Pelaksanaan diskusi
Peserta diskusi
Ulasan yang Dideskripsikan dalam Laporan Hasil Diskusi
1. • Narasumber yang menyampaikan isi buku.
• Moderator yang memimpin diskusi.
2.
• Notulis (terkadang moderator diskusi juga merangkap
3. tugas moderator).
• Editor buku atau pihak penerbit buku.
4.
5. • Peserta diskusi.
Penyusunan Laporan Hasil Diskusi Buku
Pendahuluan • Latar belakang pelaksanaan diskusi buku
• Tujuan diskusi buku
• Topik buku
• Tempat, waktu, dan peserta diskusi buku
Uraian Diskusi • Uraian diskusi buku berisi ramu pendapat atau gagasan
Buku mengenai buku yang didiskusikan dan pokok pikiran dari
panelis serta tanggapan peserta diskusi.
Simpulan • Bagian ini berisi simpulan hasil diskusi buku yang diolah
berdasarkan pokok-pokok pemikiran dalam diskusi buku.
Bab V
Teks Iklan, Media Komunikatif Kreatif
A. Definisi, Ciri, dan Fungsi Teks Iklan
B. Isi (Informasi Penting dalam Iklan)
C. Hubungan Makna dan Isi Teks Iklan
D. Struktur dan Kebahasaan Teks Iklan
E. Penyusunan Teks Iklan
A. Definisi, Ciri, Fungsi, dan Jenis Teks
Iklan
Apa itu teks iklan?
Ciri teks iklan
Fungsi teks iklan
Jenis teks iklan
Apa itu iklan?
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia V (KBBI V) iklan berarti berita pesanan untuk
mendorong, membujuk khalayak ramai agar tertarik pada barang dan jasa yang ditawarkan.
Iklan juga berarti pemberitahuan kepada khalayak mengenai barang atau jasa dijual dan
dipasang melalui media massa. Iklan dapat ditemui di majalah, surat kabar, televisi atau di
tempat umum. Jadi, teks iklan adalah karangan atau naskah yang berisi berita pesanan
untuk mendorong, membujuk khalayak ramai agar tertarik barang yang ditawarkan.
Ciri-Ciri Teks Iklan
1. • Informatif dan komunikatif
2. • Objektif dan jujur
3. • Singkat, padat, jelas, dan mudah dipahami
4. • Tidak menyinggung pihak lain
5. • Menarik
6. • Bahasa Komunikatif
Fungsi Teks Iklan
Sarana informasi
Persuasi atau memengaruhi
Sarana edukasi kepada masyarakat
Sarana memopulerkan jati diri agar lebih terkenal
Jenis Teks Iklan
Pola Penyajian • Iklan media cetak
• Iklan elektronik
Sifat Iklan • Iklan niaga
• Iklan nonniaga
Tujuan Iklan • Iklan penawaran atau permintaan
• Iklan pengumuman
Ruang Iklan • Iklan baris
• Iklan kolom (display)
B. Isi dalam Iklan
Isi iklan dapat ditentukan berdasar unsur-unsur berikut.
Nama produk
Gambar
Rangkaian kata
Gerak
Suara
C. Hubungan Makna dengan Tujuan Isi dalam
Teks Iklan
Gambar Narator B
E
R
K
A
I
T
A
N
D. Struktur dan Kebahasaan Teks Iklan
Struktur Persuasif
Kebahasaan Imperatif
• Judul atau nama Berima
Berkesan positif
1 produk
Ringkas
2 • Penjelasan Fakta
• Nama dan alamat
3 pengiklan
E. Penyusunan Teks Iklan
Ide Kreatif Teks Iklan
dan
Menarik
Langkah
penyusunan
Langkah Penyusunan Teks Iklan
Mendeskripsikan objek iklan
Menentukan media iklan
Mencatat pesan yang akan disampaikan
Menentukan judul iklan
Ciri
Mkesbeaaanhnya-usun kerangka teks iklan
Membuat iklan semenarik mungkin
Membaca dan meneliti kembali teks iklan
BAB VI
Gagasan (Fakta/Opini) dalam Artikel
A. Pengertian, Ciri-Ciri, B. Evaluasi Informasi C. Penyusunan
dan Jenis Artikel baik Fakta maupun Opini dalam Bentuk
Opini dalam Artikel
Artikel
D. Analisis E. Konstruksi Artikel
Kebahasaan Artikel dengan Memperhatikan
Fakta dan Kebahasaan
A. Pengertian, Ciri-Ciri, dan Jenis
Artikel
Pengertian dan Jenis-Jenis
Ciri-Ciri Artikel Artikel
Pengertian dan Ciri-Ciri Artikel
Artikel merupakan tulisan lepas berisi opini seseorang yang mengupas
tuntas suatu masalah tertentu yang sifatnya aktual atau kontroversial
dengan tujuan untuk memberi tahu (informatif) dan meyakinkan
(persuasif argumentatif), atau menghibur khalayak pembaca (rekreatif).
Berikut adalah ciri-ciri artikel.
a. Ditulis berdasarkan fakta dan pandangan penulisnya.
b. Mengandung gagasan aktual.
c. Mengandung unsur intelektualitas atau pengetahuan.
d. Bukan merupakan hasil plagiasi.
e. Mengungkap masalah dan pemecahannya.
f. Topik yang dibahas menyangkut kepentingan publik.
g. Menampilkan identitas atau nama penulis.
Jenis-Jenis Artikel
Berdasarkan Isi Berdasarkan Sudut Pandang Penulis
Artikel Praktis
Artikel Ringan Artikel Deskripsi
Artikel Eksplanatif
Artikel Halaman Opini
Artikel Prediktif
Artikel Analisis Ahli Artikel Preskriptif
Artikel Religi
B. Evaluasi Informasi dalam Artikel
Menemukan
Informasi dalam
Artikel
Membedakan
Informasi (Fakta
dan Opini)
Menemukan Informasi dalam Artikel
Informasi dalam Artikel
Opini Fakta
Kalimat yang mengandung Kalimat yang mengandung
opini: Hujan di daerah fakta: Aroma yang pertama
perdesaan aromanya seperti dikenal sebagai petrichor
rumput basah. dan yang lain disebut ozone.
Membedakan Informasi (Opini/Fakta)
Opini Fakta
1. Berupa pendapat 1. Benar-benar terjadi dan nyata
2. Tidak terdapat bukti yang jelas 2. Teruji kebenarannya
3. Bersifat subjektif 3. Bukti terpublikasi secara Luas
4. Belum teruji kebenarannya 4. Bersifat objektif
5. Peristiwa yang belum terjadi 5. Keterangan waktu dan tempat
jelas
C. Penyusunan Opini dalam Bentuk Artikel
Mengungkapkan Pendekatan
Opini Penyusunan Artikel
Aspek penting dalam menyusun opini:
Argumentasi Bahasa yang Digunakan
• harus didukung data aktual • ilmiah populer
• berisi analisis • sesuai sasaran pembacanya
• subjektif • kalimat tidak terlalu panjang
• konstruktif • mudah dibaca dan dipahami
• memberikan solusi atas • komunikatif dan efektif
masalah yang disampaikan • tidak bertele-tele
Terdapat enam macam pendekatan menulis artikel di media massa
dalam buku Menulis di Media Massa oleh Paryati Sudirman.
1. Menggunakan pendekatan deduktif
2. Menggunakan pendekatan induktif
3. Menggunakan pendekatan kronologis
4. Menggunakan pendekatan logis
5. Menggunakan pendekatan spasial
6. Menggunakan pendekatan topikal
D. Analisis Unsur Kebahasaan Artikel
Adverbia Konjungsi
Kosakata
Adverbia
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, adverbia merupakan kata yang
memberikan keterangan pada verba, adjektiva, atau kalimat, misalnya
sangat, lebih, dan tidak. Adverbia disebut juga kata keterangan.
1. Adverbia Kualitatif 5. Adverbia Kewaktuan
2. Adverbia Kuantitatif 6. Adverbia Kecaraan
3. Adverbia Limitatif 5. Adverbia Kontrastrif
4. Adverbia Frekuentif 6. Adverbia Keniscayaan
Konjungsi
Konjungsi adalah kata atau ungkapan yang menghubungkan dua
satuan bahasa yang sederajat, yaitu kata dengan kata, frasa dengan
frasa, klausa dengan klausa, serta kalimat dengan kalimat.
Konjungsi yang digunakan • selain itu, misalnya, padahal, justru
untuk memperkuat
argumentasi
Konjungsi yang digunakan • sejak, sebelumnya
untuk menyatakan
hubungan sebab akibat
Konjungsi yang digunakan • supaya, agar
untuk menyatakan harapan
Kosakata
Kosakata adalah perbendaharaan kata. Penulis artikel memerlukan kosakata yang
menarik untuk meyakinkan pembaca atas opini yang disampaikannya.
Istilah Umum • untuk mempermudah pemahaman
Aktual pembaca
Fenomenal • mengandung peristiwa mutakhir (up to
Keterangan Oposisi date)
• Kosakata yang sedang ramai dibicarakan
masyarakat
• frasa yang menerangkan suatu subjek
maupun objek
E. Penyusunan Artikel dengan Memperhatikan Fakta
Menyusun Artikel
Sesuai Fakta
Menyajikan
Artikel
Judul
Pembuka Langkah menyusun
Isi artikel:
Penutup atau Simpulan
Konstruksi artikel 1. • Menentukan tema.
2. • Menetapkan tujuan penulisan.
3. • Menentukan fakta yang berkaitan dengan tema.
4. • Menentukan opini-opini berdasarkan fakta.
5. • Menyusun opini-opini dan fakta menjadi artikel padu.
6. • Membuat kalimat simpulan berdasarkan opini.
Penyajian Artikel
1. Menggunakan kutipan kata-kata seseorang,
biasanya ditandai dengan adanya tanda petik dua
(”. . .”).
2. Menggunakan sudut pandang penulis dalam bentuk
penafsiran terhadap fakta.
3. Menggunakan kata yang tidak pasti (mungkin,
rasanya).
4. Menggunakan kata yang bertujuan menyampaikan
sesuatu (sebaiknya, saran, pendapat).
A. Surat Dinas
B. Isi dan Sistematika Penulisan Surat Dinas
C. Simpulan Sistematika dan Unsur-Unsur Isi Surat Dinas
D. Kebahasaan Surat Dinas
E. Penyusunan Surat Dinas
A. Surat Dinas
Pengertian dan Fungsi Ciri Surat Dinas
Surat Dinas
Surat dinas adalah surat yang isinya berkenaan dengan kedinasan.
Surat dinas merupakan surat resmi yang ditulis oleh instansi, jawatan,
atau organisasi tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan
instansi, jawatan, atau organisasi.
Pengertian Surat Dinas
Fungsi Surat Dinas
a.Sebagai alat komunikasi tulis yang efisien, efektif, ekonomis, dan
praktis.
b.Sebagai alat bukti tertulis dan merupakan suatu bukti yang sah.
c.Sebagai alat bukti historis atau pengingat.
d.Sebagai duta organisasi.
e.Sebagai pedoman kerja.
Terdapat kepala surat (kop 1 Surat dinas memiliki
surat) serta nama nomor surat dan juga
lampiran sebagai berkas
instansi/lembaga pada 2 pendukung.
bagian kepala surat.
Surat dinas kadang 5 Surat dinas
dilengkapi dengan menggunakan
stempel atau cap dari bahasa baku dan
instansi/lembaga yang 3 resmi, serta dibuat
mengeluarkannya. dalam format
tertentu.
4
Pada bagian surat terdapat salam pembuka dan salam
penutup sebagai bentuk kesopanan dalam berkomunikasi
melalui surat.
B. Isi dan Sistematika Penulisan Surat Dinas
Isi Surat Dinas
Sistematika Penulisan Surat Dinas
Pedoman Penulisan Surat Dinas yang
Baik
Isi Surat Dinas
permohonan 01 pengantar
undangan penerangan
pengantar tugas 02 pengumuman
pernyataan 03
04
05
06
07
Penutup surat Kop surat (logo
(salam penutup, dan identitas
tanda tangan, dan instansi)
nama terang) 04 01
Isi surat (salam 03 02 Pembuka surat
pembuka, alinea (nomor,
pembuka, alinea lampiran, hal,
tanggal, dan
isi, dan alinea alamat tujuan
penutup) surat)