i KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah menganugerahkan banyak nikmat sehingga kami dapat menyusun e-book buku ini dengan baik. E-book ini berisi tentang uraian hasil riset mengenai “Pencemaran Udara”. Penulisan e-book pencemaran udara bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai sumber dari pencemaran udara itu sendiri, serta dampak dari pencemaran udara. Oleh sebab itu, juga dijelaskan bagaimana penanggulannya dalam pengendalian dan pengelolaan pencemaran udara yang terjadi. E-book ini telah kami susun dengan maksimal dan mendapatkan bantuan dari berbagai pihak sehingga dapat memperlancar pembuatan e-book ini. Untuk itu kami menyampaikan banyak terima kasih atas waktu, tenaga, dan pikirannya yang telah diberikan, diantaranya kepada : 1. Bapak Ragel Trisudamo, M. Kom. selaku dosen mata kuliah Pengantar Aplikasi Komputer dan Bisnis 2. Semua pihak yang telah berpartisipasi dalam pembuatan e-book ini Terlepas dari semua itu, Kami menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena itu dengan segala kekurangan dalam buku ini kami menerima segala saran dan kritik dari pembaca agar kami dapat memperbaiki e-book ini. Akhir kata kami berharap semoga e-book tentang Pencemaran Udara ini dapat memberikan manfaat maupun inpirasi terhadap pembaca. Kuningan, Oktober 2023 Penulis
ii DAFTAR ISI Kata Pengantar.................................................................................................................... i Daftar isi.............................................................................................................................. ii BAB I PENDAHULUAN.................................................................................................. 1 1.1 Latar Belakang....................................................................................................... 1 1.2 Rumusan Masalah.................................................................................................. 1 1.3 Tujuan.................................................................................................................... 2 BAB II PEMBAHASAN................................................................................................... 3 2.1 Pengertian Pencemaran Udara............................................................................... 3 2.2 Jenis-jenis Pencemaran udara ................................................................................ 6 2.2.1 Pencemar Primer........................................................................................ 6 2.2.2 Pencemar Sekunder ................................................................................... 10 2.3 Penyebab pencemaran udara.................................................................................. 12 2.3.1 Penyebab pencemaran udara dari faktor alam .......................................... 13 2.3.2 Penyebab pencemaran udara dari faktor manusia..................................... 13 2.3.3 Penyebab pencemaran udara dari faktor Lingkungn Laut ........................ 16 2.4 Dampak Pencemaran udara ................................................................................... 19 2.5 Peraturan Pencegahan Pencemaran Udara............................................................. 20 2.6 Cara Penanggulangan pencemaran udara .............................................................. 22 BAB III PENUTUP........................................................................................................... 24 3.1 Kesimpulan ............................................................................................................. 24 3.2 Saran ....................................................................................................................... 24 DAFTAR PUSTAKA ......................................................................................................... 25
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pencemaran udara adalah suatu kondisi dimana udara menjadi rusak dan terkontaminasi oleh zat-zat, baik yang tidak berbahaya maupun yang membahayakan Kesehatan tubuh manusia. Manusia merupakan komponen lingkungan alam yang bersama-sama dengan komponen alam lainnya, Hidup bersama dan mengelola lingkungan dunia. Karena manusia adalah mahluk yang memiliki akal dan pikiran, peranannya dalam mengelola lingkungan sangat besar. Manusia dapat dengan mudah mengatur alam dan lingkungannya sesuai dengan yang diinginkan melalui pemanfaatan ilmu dan teknologi yang dikembangkannya. Sebagai contoh, di dalam kegiatan perkotaan yang meliputi kegiatan sektorsektor permukiman, transportasi, komersial, industri, pengelolaan limbah padat, dan sektor penunjang lainnya merupakan kegiatan yang potensial dalam merubah kualitas udara perkotaan. Pembangunan fisik kota dan berdirinya pusat-pusat industri disertai dengan melonjaknya produksi kendaraan bermotor, mengakibatkan peningkatan kepadatan lalu lintas dan hasil produksi sampingan, yang merupakan salah satu sumber pencemaran udara. Manusia dan organisme hidup menghasilkan limbah dari proses pencernaan dan metabolisme tubuhnya. Mereka mengambil sesuatu (bahan baku atau sumber daya) dari lingkungan untuk keluarganya, seperti pemukiman, pakaian, makanan, dan membuang sisa-sisa yang tidak dibutuhkan ke alam. Kehidupan manusia tidak bisa dipisahkan dari lingkungannya baik lingkungan alam maupun lingkungan sosial. Kita bernafas memerlukan udara dari lingkungan sekitar, makan, minum, menjaga kesehatan semuanya memerlukan lingkungan. 1.2 Rumusan Masalah Berdasarkan uraian tersebut, maka penulis dapat merumuskan permasalahan sebagai berikut : 1. Apa pengertian pencemaran udara? 2. Apa saja Jenis-jenis pencemaran udara? 3. Apa yang menjadi penyebab pencemaran udara? 4. Bagaimana dampak yang ditimbulkan dari pencemaran udara? 5. Apa saja peraturan pencegahan pencemaran udara? 6. Bagaimana Cara Penanggulangan pencemaran udara?
2 1.3 Tujuan Modul ini bertujuan untuk mengembangkan modul Praktikum pencemaran udara yang dapat meningkatkan hasil belajar mahasiswanya. Materi pencemaran udara sangat menarik untuk dipelajari karena meningkatkan sikap peduli lingkungan terutama pada pencemaran udara. Diantaranya : 1. Untuk mengetahui bahaya pencemaran udara yang akan terjadi untuk kehidupan manusia, lingkungan dan bumi. 2. Untuk mengetahui tingkat pencemaran udara atau polusi udara akibat gas buang kendaraan bermotor. 3. Untuk mengetahui hubungan antara kepadatan lalu lintas dengan tingkat pencemaran. 4. Untuk mengetahui usaha-usaha yang dilakukan guna mengurangi tingkat pencemaran agar tidak membahayakan lingkungan sekitar. Modul praktikum ini diharapkan dapat membantu mahasiswa dalam menunjang kegiatan praktikum sehingga dapat meningkatkan sikap peduli akan masalah-masalah pencemaran yang terjadi.
3 BAB II PEMBAHASAN Dalam peraturan perundang-undangan, istilah ‘polusi udara’ dikenal dengan ‘pencemaran udara’. Berdasarkan Pasal 1 angka 49 PP 22/2021, pencemaran udara adalah masuk atau dimasukkannya zat, energi, dan/atau komponen lainnya ke dalam udara ambien oleh kegiatan manusia sehingga melampaui Baku Mutu Udara Ambien yang telah ditetapkan. Dari penjelasan di atas, terdapat beberapa istilah penting yang perlu diketahui. Pertama, udara ambien adalah udara bebas di permukaan bumi pada lapisan troposfer yang berada di dalam wilayah yurisdiksi Republik Indonesia yang dibutuhkan dan berpengaruh terhadap kesehatan manusia, makhluk hidup, dan unsur lingkungan hidup lainnya. Kedua, Baku Mutu Udara Ambien adalah nilai pencemar udara yang ditenggang keberadaannya dalam udara ambien. 2.1 Pengertian Pencemaran Udara Pencemaran udara adalah kehadiran substansi fisik, kimia atau biologi di lapisan udara dalam jumlah padat yang bisa membahayakan seluruh makhluk hidup termasuk manusia serta mengganggu estetika dan kenyamanan lingkungan. Pencemaran biasanya terjadi di kota-kota besar dan juga daerah padat industri yang menghasilkan gas-gas yang mengandung zat diatas batas kewajaran. Pencemaran udara merupakan salah satu kerusakan lingkungan, berupa penurunan kualitas udara karena masuknya unsur-unsur berbahaya ke dalam udara atau atmosfer bumi, polusi/pencemaran yang terjadi di udara yang disebabkan adanya
4 polutan yang berupa gas maupun zat partikel, suatu keadaan buruk yang terjadi di atmosfer yang mempengaruhi faktor kualitas lingkungan dan udara yang mengandung zat berbahaya yang melibatkan ketidak nyamanan atau resiko bagi kesehatan manusia dan makhluk hidup lainnya, di mana kualitas udara menjadi rusak dan terkontaminasi oleh zat-zat, baik yang tidak berbahaya maupun yang membahayakan kesehatan tubuh manusia. Secara umum, pencemaran udara dibagi menjadi dua, yakni : Pencemaran Udara Primer adalah pencemaran udara yang penyebabnya langsung dari polutan, misalnya seperti meningkatnya kadar karbonmonoksida dari aktivitas pembakaran manusia ataupun kendaraan bermotor. Dan Pencemaran Udara Sekunder adalah pencemaran udara yang terjadi akibat reaksi kimia dari partikel-partikel polutan yang terjadi di atmosfer, misalnya seperti terjadinya pembentukan ozon atau meningkatnya asap photochemical. Akumulasi polutan sekunder dinilai lebih berbahaya dibandingkan polutan primer. Mengapa udara harus dijaga kebersihannya? Udara merupakan campuran gas yang melingkupi permukaan bumi karena gaya grafitasi. Massa seluruh udara yang ada di muka bumi adalah sekitar 5,2⋅1021 gram (g), dan udara tersebar pada permukaan bumi seluas 5,1⋅1018 sentimeter persegi (cm2 ). Setiap 1 cm2 permukaan tanah diselimuti oleh sekitar 1 kilogram (kg) udara. Sekitar 99,99 % udara berada pada ketinggian sampai 80 kilometer (km) dari permukaan bumi, dan sekitar separuhnya berada pada ketinggian antara 3 sampai 5 km. Udara pada ketinggian sampai 5 km inilah yang dapat dimanfaatkan oleh makluk hidup. Massa, kerapatan, dan tekanan menurun secara tajam dengan semakin jauhnya jarak udara dari permukaan bumi. Suhu udara turun menjadi -70 o C pada ketinggian sekitar 10 sampai 12 km, kemudian naik lagi secara mencolok hingga mencapai 0 o C pada ketinggian 50 km, setelah itu turun drastis menjadi -100 o C pada ketinggian 80 km, dan naik terus sejalan dengan semakin jauhnya dari permukaan bumi. Variasi suhu udara terhadap jaraknya dari permukaan bumi membagi atmosfer menjadi 4 lapisan (Gambar 1). Troposfer merupakan lapisan yang secara langsung berpengaruh terhadap perubahan cuaca dan iklim, dan lapisan ini sangat penting bagi kehidupan di bumi. Komposisi udara bersih Komposisi udara bersih dan kering pada permukaan air laut dapat dilihat pada Tabel 1. Konsentrasi uap air di udara berkisar antara 0,1 sampai 5 %, atau rata-rata sekitar 3,1 %. Air juga berisi aerosol, yaitu partikel padat atau cair yang terdiri dari berbagai molekul dengan diameter beberapa mikrometer (1 μm = 10-6 m). Pada keadaan normal, udara bermuatan negatif. Secara alami, muatan negatif berasal dari interaksi antara uap air atau butiran air hujan dengan sinar matahari, dan atau halilintar. Oksigen dari proses fotosintesis pada tumbuhan juga bermuatan negatif.
5 Data dalam Tabel 1. ditampilkan dalam persen volume. Sebanyak 78,09 % nitrogen berarti terdapat 78,09 bagian N2 dalam 100 bagian udara. Konsentrasi gas juga dapat diekspresikan dalam ppm. Dalam hal ini, 78,09 % setara dengan 780900 ppm N2. Udara yang belum terpengaruh oleh kegiatan manusia mengandung sejumlah kecil partikulat, gas-gas organik (misalnya NH4 ), dan gas-gas anorganik (misalnya N2 O, NO2 , SO2 , O3 dan H2 S04 ) yang biasanya dianggap sebagai polutan. Polutan ini selalu dapat ditemukan di udara, karena berasal dari proses alam. Belerang dioksida, misalnya, terbentuk dari oksidasi hidrogen sulfida secara alami. Kilatan halilintar menyebabkan nitrogen dan oksigen bereaksi membentuk oksida nitrogen. Aktifitas biologik pada senyawa nitrogen dalam tanah menghasilkan oksida nitrogen juga. Gunung berapi secara alami menyemburkan partikulat, hidrogen sulfida, dan belerang dioksida. Gas-gas ini tidak terakumulasi di udara, tetapi akan hilang secara alami. Proses alami ini menyebabkan udara relatif aman bagi kesehatan. Udara terpolusi Aktifitas manusia dapat mengganggu proses-proses alam. Proses pembakaran bahan bakar berlangsung cepat dan menghasilkan suhu tinggi. Proses pembusukan dan respirasi merupakan proses alami yang berlangsung lambat dan pada suhu rendah. Gas dan partikulat yang dihasilkan pada proses yang dilakukan manusia dapat mengganggu alam. Bahan-bahan ini akan menjadi polutan jika konsentrasinya relatif tinggi sehingga proses penghilangannya tidak secepat proses pembentukannya. Senyawa-senyawa yang termasuk sebagai polutan udara diantaranya: partikulat, oksida belerang,karbon monoksida, oksidanitrogen,hidrokarbon, oksidan fotokimia, hidrogen sulfida, logam berat, dan asbes. Setiap polutan mempunyai sifat yang unik, dan berbeda dengan sifat polutan lainnya. Beberapa polutan dihasilkan oleh industri-industri tertentu, seperti klorin (Cl2 ), hidrogen klorida (HCl), hidrogen fluorida (HF), dan asam sulfat (H2 SO4 ). Gas-gas tersebut beracun dan korosif. Bau, kebisingan, mikroorganisme, dan radiasi adalah polutan bentuk lainnya, dan tidak akan dibahas dalam buku ini.
6 Udara yang terpolusi berpengaruh buruk terhadap lingkungan. Akibat buruk udara kotor dapat dialami manusia, hewan, tanaman, dan material tertentu. Partikulat dapat menyebabkan akibat buruk tambahan, yaitu dapat mengurangi daya tembus sinar matahari yang akan menyebabkan penurunan suhu bumi sebagai akibat pemantulan kembali sinar matahari oleh partikulat. Secara umum polutan dapat menyebabkan udara bermuatan positif. Ion positif menghambat gerakan bulu getar dan menyebabkan peningkatan viskositas permukaan tenggorokan. Peningkatan viskositas menyebabkan berkurangnya sensitifitas tenggorokan dan menurunnya kemampuan bagian tubuh kita tersebut untuk menolak partikulat sehingga partikulat sulit untuk keluar dari tenggorokan. Ion positif juga dapat menyebabkan kecemasan, depresi, dan lemah mental. Polutan udara tidak hanya bersifat toksik, tetapi juga dapat melemahkan mekanisme daya tahan tubuh. 2.2 Jenis - Jenis Pencemaran Udara Klasifikasi bahan pencemar udara dibagi dua bagian, yaitu : 2.2.1 Pencemar Primer Polutan yang dihasilkan atau dikeluarkan langsung dari sumber pencemar tertentu. Polutan pencemar dapat berupa partikel maupun gas (Mukono, 2006). Adapun polutan udara primer merupakan polutan yang dapat langsung dilepaskan ke atmosfer dari sumber pencemar (proses maupun sisa pemanfaatan energi). Polutan primer adalah partikel, Sulfur dioksida (SO2), Karbon monoksida (CO), Nitrogen oksida (NOx), Hidrokarbon (HC), dan lainnya (Nurudeen et al, 2013). a) Karbon monoksida (CO)
7 Karbon monoksida adalah gas yang tidak berwarna, tidak menyebabkan iritasi, tidak berbau, tidak berasa yang ditemukan di udara (indoor dan outdoor). Karbon monoksida terbentuk akibat dari proses pembakaran senyawa karbon yang tidak sempurna. CO dapat terbentuk akibat dari aktivitas alam dan aktivitas manusia, di mana sumber paling dominan dari mesin knalpot kendaraan bermotor. Paparan paling tinggi adalah ketik terjadi saat lalu lintas pada. Namun tingkat CO paling berbahaya jika terpapar saat didalam ruangan. Selain akibat transportasi, CO juga dapat terbentuk dari aktivitas rumah tangga yakni dari pemasangan alat yang tidak tepat yang mana peralatan (kompor, tungku, pemanas, dan generator) tersebut berbahan bakar bensin alami, minyak tanah, dan bahan bakar lainnya,ndow Paparan juga dapat terjadi akibat menghirup asap rokok, baik sebagai perokok aktif maupun perokok pasif. Rute paparan utama melalui inhalasi atau saluran pernapasan. Toksikoketik dari Karbon monoksida (CO) adalah sebagai berikut (ATSDR, 2012): • Setelah menghirup udara yang terkontaminasi, CO akan dengan mudah memasuki semua bagian tubuh termasuk darah, otak, jantung, dan otot. • Dalam darah, CO dengan cepat didistribusikan dalam eritrosit di mana terdapat Hemoglobin (Hb) untuk membentuk Karboksihemoglobin (COHb). • Dalam otot, CO terdapat mioblobin yang membentuk Karboksimioglobin (COMb). • Dalam masa kehamilan, CO didistribusikan ke jaringan pada janin dan berikatan dengan Hb janin da protein heme lainnya. • Exercise dapat mengurangi waktu paruh dalam eliminasi CO. • CO dieliminasi dari dalam tubuh melalui pernapasan dan < 10% oleh metabolis moksidatif. Karboksihemoglobin dalam darah adalah biomarker utama untuk mengidentifikasi paparan karbon monoksida. Hubunganantara kadar COHb dan paparan diperumit olehfaktor fisiologisyang mempengaruhi penyerapan dan eliminasi karbon monoksida. Karbon monoksida akan terpartisi di atmosfer dan didistribusikan secara global oleh angin. Karbon monoksida tetap berada di atmosfer selama sekitar 2 bulan sampai bereaksi dengan bahan kimia lain dan diubah menjadi karbon dioksida. Mikroorganisme di tanah dan air juga dapat mengubah karbon monoksida menjadi karbon dioksida. b) Sulfur dioksida (SO2) Sulfur dioksida adalah gas tidak berwarna dengan bau yang menyengat, serta sangat mudah larut di dalam air. Sulfur dioksida di udara terutama berasal dari kegiatan seperti pembakaran batu bara dan minyak di pembangkit listrik atau dari peleburan tembaga. Di alam, belerang dioksida
8 dapat dilepaskan ke udara dari letusan gunung berapi (ATSDR, 1999). Rute paparan utama melalui inhalasi atau saluran pernapasan. Toksikoketik dari Sulfur dioksida (SO2) adalah sebagai berikut (ATSDR, 1998): • Sulfur dioksida, gas yang sangat larut dalam air, akan dengan cepat diserap oleh mukosa hidung dan bagian atas saluran pernapasan. • Penyerapan di saluran pernapasan bagian bawah akan meningkat sejalan dengan peningkatan ventilasi terkait dengan transisi dari pernapasan hidung ke oronasal. • Setelah kontak dengan selaput lendir yang lembap, belerang dioksida dihidrolisismenjadi sulfit yang diserap oleh darahdan mudah didistribusikan ke seluruh tubuh. • Sulfit dapat dioksidasi menjadi sulfat oleh sulfit oksidase,terutama di hati, atau dapat bereaksi dengan protein untuk membentuk Ssulfonat. Selanjutnya Sulfat diekskresikan dalam urine. c) Nitrogen oksida (NOX) Nitrogen oksida adalah campuran gas yang terdiri dari nitrogen dan oksigen. Jenis nitrogen oksida yang paling signifikansecara toksikologi adalah nitrat oksida dan nitrogen dioksida; keduanya tidak mudah terbakar dan tidak berwarna hingga cokelat pada suhu kamar. Nitrit oksida adalah gas berbau manis dan tajam pada suhu kamar, sedangkan nitrogen dioksida memiliki bau yang kuat dan keras pada suhu kamar, menjadi gas cokelat kemerahan di atas 700F. Nitrogen oksida dilepaskan ke udara dari knalpot kendaraan bermotor, pembakaran batu bara, minyak, atau gas alam, dan selama proses seperti pengelasan busur, pelapisan listrik, ukiran, dan peledakan dinamit. NOX juga diproduksi secara komersial dengan mereaksikan asam nitrat dengan logam atau selulosa. Nitrogen oksida digunakan dalam produksi asam nitrat, lak, pewarna, dan bahan kimia lainnya. Nitrogen oksida juga digunakan dalam bahan bakar roket, nitrasi bahan kimia organik, dan pembuatan bahan peledak (ATSDR, 2002). Toksikokinetik dari Nitrogen oksida (NOX) adalah sebagai berikut (WHO, 2000b): • NO2 diserap melalui saluran inhalasi (pernapasan) sebanyak 70- 90%, dan exercise dapat meningkatkan jumlah pajanan yang diserap. • Sebagian besar NO2 akan dihirup dan masuk ke dalam nasofaring (sekitar 40-50% penelitian pada anjing dan kelinci). • NO2 akan mengendap dalam jaringan saluran pernapasan bagian bawah dan akan berada dalam kondisi maksimal saat berada antara jalur saluran pernapasan dengan daerah pertukaran gas di paru-paru. • NO2 akan berada di paru-paru dalam waktu yang lama. Selanjutnya NO2 dapat diamati konsentrasi pajanannya dalam tubuh melalui darah dan urine. d) Partikel
9 Partikel udara merupakan campuran kompleks zat organik dan anorganik. Massa dan komposisi terbagi menjadi dua kelompok tama, yaitu partikel kasar yang sebagian besar ukurannya lebih besar dari 2.5 µm dan partikel halus sebagian besar ukurannya lebih kecil dari 2.5 µm (PM 2.5). Partikel dipancarkan dari sejumlah sumber, beberapa diantaranya berasal dari alam (letusan gunung berapi dan badai debu). Partikel juga dapat berasal dari aktivitas manusia seperti emisi dari pembangkit listrik, proses industri, lalu lintas kendaraan, pembakaran domestik batu bara, insenerator limbah industri dan lainnya. Sebagian besar partikel yang berasal dari aktivitas manusia terkonsentrasi pada daerah tertentu yakni daerah perkotaan (populasi penduduk padat). Partikel yang lebih kecil mengandung aerosol yang terbentuk secara sekunder (konversi gas-kepartikel), partikel pembakaran dan uap organik dan logam yang terkondensasi. Pencemaran udara partikulat adalah campuran partikel padat, cair atau padat dan cair yang tersuspensi dalam udara. Inhalasi adalah satu-satunya rute paparan yang menjadi perhatian dalam kaitannya dengan efek langsung dari partikel tersuspensi pada kesehatan manusia. Adapun toksikokinetik dari Partikel adalah sebagai berikut (WHO, 2000d): • Pengendapan partikel melalui saluran pernapasan tergantung pada pola pernapasan dan ukuran partikel. • Ukuran partikel yang lebih besar dari 10 µmakan masuk dan tersimpan pada saluran pernapasan bagian atas (diatas laring). • Ukuran partikel 5-10 µm disimpan pada saluran pernapasan yang lebih dalam. • Ukuran partikel antara 2,5-5 µm akan disimpan ke saluran pernapasan yang lebih dalam lagi yakni (bronkiolus). • Total deposisi partikel di paru-paru adalah sekitar 60% untuk partikel dengan diameter < 0,1 µm, menurun menjadi sekitar 20% untuk partikel 0,1-1 µm dan meningkat menjadi sekitar 80% untuk partikel 5 µm. Partikel dapat meliputi berbagai macam bentuk sebagai berikut (Wardhana, 2004): • Aerosol: istilah partikel yang melayang di udara • Smoke: aerosol akibat pencampuran antara butiran padatan dan cairan yang terdapat di udara bebas. • Dust: aerosol yang berupa butiran padat yang tersebar bebas di udar akibat hembusan angin. • Fog: aerosol yang berupa butiran-butiran air yang berada di udara. • Mist: butiran zat cair yang tersebar di udara. • Fume: aerosol yang berasal dari kondensasi uap panas. • Plume: asap yang dikeluarkan dari cerobong industri • Haze: aerosol yang mengganggu pandangan di udarae.
10 • Smog: campuran antara smoke dan fog. • Smaze: campuran antara smoke dan haze. e) Hidrokarbon (HC) Hidrokarbon merupakan golongan senyawa organik yang tersusun aras undur hydrogen (H) dan karbon (C), senyawa HC mudah mengalami oksidasi hingga menghasilkan energi dan kalori. Sumber energi yang do hasilkan oleh proses oksidasi dari senyawa HC, banyak dimanfaatkan oleh manusia seperti dalam bidang industri, aktivitas domestik hingga transportasi. Pembakaran sempurna senyawa HC akan menghasilkan karbon dioksida dan air. Namun, ketika pembakaran tidak sempurna dari senyawa HC akan menghasilkan produk samping berupa karbon monoksida dan hidrokarbon (Dewulf, 2009 dalam Sari & Fatkhurrahman, 2015). Kandungan atau konsentrasi senyawa HC dalam kondisi normal atau udara bersih adalah < 1 ppm, tetapi ketika dalam kondisi udara tercemar maka kandungan dari senyawa HC dapat mencapai 1-20 ppm (Holzworth & Cormick, 1976 dalam Sari & Fatkhurrahman, 2015). Nilai pencemaran udara senyawa HC, disebut NMHC (Non Methane Hidrocarbon) sebagai senyawa precursor ozon. Adapun senyawa NHMC yang banyak diemisikan oleh kendaraan bermotor adalah benzene, PAHs (Polycyclic Aromatic Hydrocarbons), dan 1,3 Butadiene. Senyawa HC yang ada di atmosfer dapat memberikan dampak pada kesehatan masyarakat karena sifatnya yang karsinogenik (Sari & Fatkhurrahman, 2015). 2.2.2 Pencemar Sekunder Polutan SekunderPolutan Sekunder adalah polutan yang terbentuk akibat adanya reakasi dua atau lebih bahan kimia yang ada di udara, Adapun karakteristik fisik dan kimia dari polutan ini sangat tidak stabil,seperti Formaldehid, Ozon, dan Peroxy Acyl Nitrat (PAN). Beberapa faktor yang mempengaruhi kecepatan dan arah reaksi meliputi: derajat fotoaktivasi, konsentrasi relatif dari bahan reaktan, kondisi iklim, hingga topografi local dan keberadaan embun (Mukono,2006). a) Formaldehid Formaldehid merupakan gas yang tidak berwarna dan mudah terbakar pada suhu kamar. Memiliki bau yang menyengat, berbeda dan menyebabkan sensasi terbakar pada mata, hidung, dan paru-paru pada konsentrasi tinggi. Nama lain dari Formaldehid adalah metanal, metilen oksida, oxymethylene, methylaldehyde, dan oxomethane. Formaldehid dapat bereaksi dengan banyak bahan kimia lain, dan akan terurai menjadi metanol dan karbon monoksida pada suhu yang sangat tinggi. Panan Formaldehid dapat terjadi akibat aktivitas alam maupun aktivitas manusia, meskipun sumber terbesarnya akibat dari pembakaran. Tingkat paparannya adalah sebagai berikut (ATSDR, 1999b): a) • Tinggal di daerah yang tidak berpenduduk, terpapar sekitar 0,2 bagian per miliar (ppb) formaldehida di udara luar ruangan.
11 • Tinggal di pinggiran kota, sekitar 2-6 ppb formaldehida. • Tinggal di daerah berpenduduk padat atau dekat dengan beberapa industri, maka akan terpappar sekitar 10–20 ppb. Konsentrasi formaldehida sangat tinggi adalah ketika lalu lintas kendaraan padat yang terbentuk akibat dari knalpot kendaraan. Formaldehida dapat masuk ke dalam tubuh melalui inhalasi, ingesti dan dermal. Formaldehida dengan cepat diserap oleh hidung dan dibawa hingga paru-paru bagian atas. Berikut ini adalah proses toksikokinetik Formaldehid melalui saluran pernapasan (inhalasi) (ATSDR, 1999b): • Formaldehid diserap oleh jaringan saluran pernapasan selama paparan inhalasi. • Formaldehida dimetabolisme menjadi formate oleh enzim formaldehida dehydrogenase. • Formate diekskresikan dalam urin (terutama sebagai asam formate), lainnya masuk ke dalam molekul seluler lain, atau dioksidasi menjadi karbon dioksida dan selanjutnya dihembuskan. b) Ozon Ozon (O3) merupakan oksidator kuat, pada lapisan troposfer O3 terbentuk melalui serangkaian reaksi kompleks yang melibatkan sinar matahari terhadap senyawa Nitrogen dioksida (NO2) dan Hidrokarbon (HC) (WHO, 2000c). Pembentukan O3 erat kaitannya dengan reaksi fotokimia dengan adanya sinar matahari dan polutan prekursor seperti: NOX, VOC, metana dan karbon monoksida (WHO, 2008). Penyerapan paparan ozon tidak akan terjadi melalui saluran peceranaan maupun dermal. Hal ini disebabkan karena Ozone berbentuk gas, dan hanya dimungkinkan diserap melalui saluran pernapasan. Berikut ini adalah proses toksikokinetik Ozon (O3) (WHO, 2000c): • Penyerapan O3 pada saluran pernapasan sebesar 30-40% dari total penyerapan, melalui saluran hidung dan mulut. • Dosis O3 pada cairan lapisan saluran napas dan jaringan saluran napas bertahap meningkat dari trakea ke ujung regio trakeobronkial paru. • Peningkatan ventilasi yang terkait dengan olahraga menyebabkan pergeseran dosis ozon bersih menuju perifer paru.
12 Pencemaran udara berbentuk gas dapat dibedakan menjadi beberapa golongan 1. Golongan Belerang terdiri dari Sulfur Dioksida (S02) Hidrogen Sulfida (HS) dan Sulfat Aerosol 2. Golongan Nitrogen terdiri dari Nitrogen Oksida (N2O) Nitrogen Monoksida (NO) Amoniak (NH) dan Nitrogen Dioksida (N02) 3. Golongan Karbon terdiri dari karbon Dioksida (CO) dan Karbon Monoksida (CO), Hidrokarbon. 4. Golongan gas yang berbahaya terdiri dari Benzen, Air raksa 2.3 Penyebab Pencemaran Udara Penyebab dan dampak pencemaran udara yang paling utama selalu terkait dengan manusia. Manusia menjadi penyebab utama dan terbesar terjadinya pencemaran udara. Pun manusia pula yang merasakan dampak terburuk dari terjadinya pencemaran udara. Pencemaran udara merupakan salah satu kerusakan lingkungan, berupa penurunan kualitas udara karena masuknya unsur-unsur berbahaya ke dalam udara atau atmosfer bumi. Unsur-unsur berbahaya yang masuk ke dalam atmosfer tersebut bisa berupa karbon monoksida (CO), Nitrogen dioksida (No2), chlorofluorocarbon (CFC), sulfur dioksida (So2), Hidrokarbon (HC), Benda Partikulat, Timah (Pb), dan Carbon Diaoksida (CO2). Unsur-unsur tersebut bisa disebut juga sebagai polutan atau jenisjenis bahan pencemar udara. Masuknya polutan ke dalam atmosfer yang menjadikan terjadinya pencemaran udara bisa disebabkan dua faktor, yaitu faktor alam dan faktor manusia.
13 2.3.1 Penyebab pencemaran udara dari faktor alam contohnya adalah aktifitas gunung berapi yang mengeluarkan abu dan gas vulkanik, kebakaran hutan, dan kegiatan mikroorganisme. Polutan yang dihasilkan biasanya berupa asap, debu, dan gas. 2.3.2 Penyebab pencemaran udara dari faktor manusia dengan segala aktifitasnya. Berbagai kegiatan manusia yang dapat menghasilkan polutan antara lain : 1. Pembakaran; Semisal pembakaran sampah, pembakaran pada kegiatan rumah tangga, kendaraan bermotor, dan kegiatan industri. Polutan yang dihasilkan antara lain asap, debu, grit (pasir halus), dan gas (CO dan NO). 2. Proses peleburan; Semisal proses peleburan baja, pembuatan soda, semen, keramik, aspal. Polutan yang dihasilkannya meliputi debu, uap, dan gas. 3. Pertambangan dan penggalian; Polutan yang dihasilkan terutama adalah debu.
14 4. Proses pengolahan dan pemanasan; Semisal proses pengolahan makanan, daging, ikan, dan penyamakan. Polutan yang dihasilkan meliputi asap, debu, dan bau. 5. Pembuangan limbah; baik limbah industri maupun limbah rumah tangga. Polutannya adalah gas H2S yang menimbulkan bau busuk.
15 6. Proses kimia; Semisal pada pemurnian minyak bumi, pengolahan mineral, dan pembuatan keris. Polutan yang dihasilkan umunya berupa debu, uap dan gas. 7. Proses pembangunan; Semisal pembangunan gedung-gedung, jalan dan kegiatan yang semacamnya. Polutannya seperti asap dan debu.
16 8. Proses percobaan atom atau nuklir; Polutan yang dihasilkan terutama adalah gas dan debu radioaktif. Faktor alami penyebab pencemaran udara terbesar lainnya adalah meletusnya gunung berapi. Letusan gunung berapi sangat luar biasa. Meskipun demikian, menurut penelitian, seluruh gunung api di dunia mengeluarkan hanya 0,13 hingga 0,44 miliar ton CO2 per tahunnya. Jumlah ini ternyata tidak sebanding dengan emisi karbon dioksida yang dihasilkan oleh manusia melalui pabrik-pabrik dan kendaraan bermotor. Kendaran bermotor saja menyumbangkan emisi karbon hingga 2 miliar pertahunnya. Pada tahun 2010 saja, berbagai aktivitas manusia telah menambahkan sedikitnya 35 miliar ton emisi karbon dioksida ke atmosfer. 2.3.3 Penyebab pencemaran udara dari faktor Lingkungn Laut Berikut adalah penyebab pencemaran udara yang terjadi dilingkungan laut, diantaranya disebabkan faktor alamiah maupun faktor non alamiah penjelasan sumber-sumber pencemaran udara : 1. Sisa Pembakaran Mesin Induk dan Diesel engine
17 Volume alat transportasi terus bertambah setiap tahunnya. Banyaknya dihasilkan oleh pembakaran mesin induk. Asap dari sisa gas buang mesin induk mengandung gas dan berbanding lurus dengan banyaknya asap karbon dioksida yang menjadi salah satu penyebab tercemarnya udara, Beberapa penyebab pencemaran selain karena faktor alamiah juga hasil perbuatan manusia, termasuk hasil operasional permesinan kapal, beberapa penyebab pencemaran udara di kapal bisa dijelaskan daftar berikut a. Gas buang mesin induk kapal akibat pembakaran tidak sempuna di ruang bakar membebaskan CO2 dan CO ke udara. b. Penggunaan bahan bakar dari operasional mesin oleh bahan bahan bakar berkadar sulfur tinggi sehingga menghasilkan emisi berupa Sulfur Dioksida (NOx). c. Gas buang hasil pembakaran sampah oleh Incenerator menghasilkan emisi CO udara dan Asap pembakaran Gas hasil pembakaran dari Burner Ketel Uap Chloro Fiuro Carbon (CFC) dari kebocoran mesin pendingin, Kulkas, dan AC. 2. Boiler Dengan penggunaan boiler setiap saatnya, menghasilkan gas sisa hasil pembakaran yang terbuang keluar melalui cerobong asap (flannel) dan gas sisa pembakaran yang keluar tersebut berpotensi mengakibatkan pencemaran udara, mengikuti urutan cara kerja dari Gas hasil sisa pemanasan dari ruang pembakaran akan terbuang keluar melalui jalur cerobong asap (flannel) sehingga udara di lingkungan tersebut tercemar oleh gas sisa pembakaran tersebut. Sehingga pemakaian Boiler di atas kapal pun mempunyai dampak negatif terhadap kualitas udara lingkungan karena gas hasil sisa pemanasan dari ruang pembakaran tersebut akan keluar melalui cerobong asap flannel) sehingga menyebabkan pencemaran udara
18 3. Inchinerator Mengenai penyimpanan limbah bahan dan pembuangan limbah di atas kapal harus diikuti dengan peraturan yang ketat. Pembakaran berbagai bahan seperti sampah dapur, sisa makanan, limbah akomodasi, dan sebagainya. sludge limbah, incenerator merupakan salah satu cara yang paling efektif untuk mengatasinya. Selain itu, pada residu kiri dari insinerasi dapat dengan mudah untuk dibuang karena terutama terdiri dari abu. Suatu burner lumpur ditempatkan dalam insinerator untuk membakar dan membuang kotoran, lumpur dan minyak limbah. Pembakaran udara diberikan dengan bantuan fan forced draft. Sebuah pintu memuat pneumatis yang dioperasikan ini disediakan untuk memuat yang menolak. Sebuah pengunci juga dilengkapi dengan burner dan kipas forced draft, ketika pintu beban dalam kondisi terbuka sebagai bagian dari keselamatan Namun dari sisi lain yang efektif dari inchinerator tersebut dapat berpotensi mengakibatkan udara tercemar karena di sebabkan oleh gas sisa pembakaran yang keluar melalui cerobong exhaust yang sangat berpotensi mencemari udara di sekitar sehingga menyebabkan pencemaran udara. 4. Innert Gas System
19 Inert Gas System adalah suatu alat yang berfungsi untuk mempertahankan kadar oksigen yang rendalh di dalam tangki muatan, sehingga mencegah kemungkinan terjadinya kebakaran. Ledakan tidak akan terjadi pada tangki muatan kapal tanker yang lelah lembam apabila terjadi tubrukan kapal. Prinsip kerja dari pemakaian sistem gas lembam ini pada kapal tangker adalah untuk menjaga agar udara yang berada di dalam rongga tangki penyimpan minyak memiliki kandungan Oksigen (02) maksimum 8% dan memiliki tekanan positip (di atas tekanan atmosfir). Cara untuk menjaga agar kandungan Oksigen rongga udara di atas minyak rendah, yaitu dengan cara mendorong udara tersebut dengan gas lembam. Kapasitas bongkar kapal tangker dipengaruhi oleh kapasitas gas lembam yang disuplai ke rongga kargo. Dari berbagai cara memperoleh gas lembam di atas, yang paling banyak dijumpai pada kapal tangker adalah yang menggunakan burner. Dan sisa gas hasil pembakaran dari burner tersebut mengalir keluar sehingga berpotensi mengakibatkan tercemarnya kebersihan udara. 2.4 Dampak Pencemaran Udara Dampak pencemaran udara adalah suatu efek atau pengaruh yang diterima secara langsung maupun secara tidak langsung dalam waktu tertentu, terhadap objek yang terdampak kepada mahluk hidup, lingkungan maupun properti yang berakibat kerugian. Dampak dari Pencemaran udara diantaranya : 1. Dampak Kesehatan. Polusi berdampak secara langsung maupun tidak langsung terhadap kesehatan, Substansi pencemar dapat dengan mudah masuk ke dalam tubuh melalui sistem pernafasanan, dan jauhnya penetrasi zat pencemar ke dalam tubuh tergantung kepada pada jenis pencemar, partikular berukuran kecil yang masuk ke dalam paru-paru yang diserap oleh sistem tubuh menyebabkan kelainan gangguan kesehatan. Beberapa contohnya adalah ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Atas)
20 termasuk diantaranya Asma, Bronktis, dan gangguan pernafasan lainnya. Beberapa zat pencemar dikategorikan sebagai Toksik. 2. Dampak Terhadap Lingkungan Pencemaran terjadi di lingkungan laut dapat berpotensi membahayakan olah gerak transportasi laut, seperti salah satunya kapal. Keadaan ini sangat menggangu apabila terjadi dengan jumlah pencemaran udara yang cukup padat. Karena dapat mengurangi dan menghalangi kualitas penglihatan suatu objek, sehingga dapat berakibat fatal apabila terjadi pencemaran udara dengan jumlah yang cukup padat. 3. Kualitas udara yang menurun Turunnya kualitas udara terjadi akibat adanya asap dan partikulat bahan kimia, maupun logam berbahaya yang menyebabkan udara tak lagi bersih dan menjadi berbahaya bagi pernapasan. Kualitas udara yang rendah dapat menimbulkan berbagai penyakit, terutama penyakit pernapasan, seperti infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), asma, hingga memicu kanker paru. 4. Terjadinya hujan asam Letusan gunung berapi yang menimbulkan abu vulkanik dapat membuat udara menjadi tercemar dan mengakibatkan hujan asam. Hujan asam ini mengandung sulfur yang dapat mengganggu pertumbuhan tanaman. 5. Timbulnya efek rumah kaca Efek rumah kaca adalah peningkatan suhu bumi yang terjadi akibat adanya gas HFC yang bisa menjebak panas, serta konsentrasi karbondioksida dan karbonmonoksida yang tinggi, sehingga menyebabkan kenaikan suhu di atmosfer. 6. Rusaknya lapisan ozon Penggunaan produk pendingin ruangan yang mengandung CFC seperti pada AC dapat merusak lapisan ozon di atmosfer. 2.5 Peraturan Pencegahan Pencemaran Udara Maritim Internasional adalah suatu badan perserikatan bangsabangsa yang lebih dibentuk untuk meningkatkan keselamatan kemaritiman yang resmi didirikan oleh sebuah konfrensi internasional di Jenewa pada tahun 1948 dan menjadi aktif pada tahun 1958 ketika konvensi IMO mulai berlaku nama asli adalah inter-Govermental Maritime Consultative Organisation atau IMCO, nama itu diubah pada Tahun 1982 menjadi IMO saat ini memiliki 167 Negara anggota dan 3 anggota asosiasi. MARPOL Annex VI pertama kali diadopsi tahun Tahun 1997, membatasi polusi udara terutama yang terkandung dalam gas buang kapal, termasuk Sulful Oksida (SOx) dan Oksida Nitrat (NOx) dan melarang emisi perusak ozon. MARPOL Annex
21 VI juga mengatur pembakaran kapal dan emisi senyawa yang mudah menguap. Setelah berlakunya MARPOL Annex VI pada tanggal 19 Mei 2005 Marine Environtment Protection Commite (MEPC) sepakat unuk merevisi MARPOL Annex VI dengan tujuan seuara signifikan memeperkuat batas emisi dimana MARPOL annex VI dan kode teknis terkeit NOx 2008 yang berlaku pada Juli 2010. Pencegahan polusi udara termasuk salah satu tindakan yang dilakukan untuk mengurangi pencemaran udara. Karena pencegahan polusi udara sangat penting sehingga pencemaran udara dari kapal. Di beberapa negara telah memberlakukan peratura pencegahan polusi udara dari kapal. Pada 1 januari 2015 telah efektif di berlakukan peraturan tentang Emision Control Area(ECA). Demi terwujudnya udara yang bersih maka ditetapkan beberapa peraturan yang menetapkan pencegahan polusi udara, Adapun beberapa peraturan tersebut : 1. Revisi Marpol Annex VI Perubahan utama untuk MARPOL annex VI adalah pengurangan Progresif emisi NOx SOx sebesar 0,10 % dan pengenalan Emission Control Area (ECA) Annex VI diaplikasikin pada pada setiap mesin Marine Diesel dengan daya 130 Kw lebih yang dipasang pada kapal. Annex VI tidak diaplikasikan pada mesin diesel yang digunakan hanya untuk keadaan emergency, atau untuk mesin diesel yang dipasang pada kapal yang berlayar hanya untuk wilayah di suatu negara dengan menggunakan bahan alternatif selain NOx. 2. Emission Control Area (ECA) Emission Control Area (ECA) Adalah suatu wilayah laut yang mengontrol secara ketat hasil emisi udara berupa sOx dan NOx yang telah terkait aturan MARPOL 1997 Annex VI mengenai persyaratan emisi dan kualitas bahan bakar bershulfur rendah. Peraturan ini berawal dari kekhawatiran tentang kontribusi industri perkapalan terhadap polusi udara dan lingkungan lokal dan global. aturan ini berlaku pada bulan Mei 2005 dan direvisi kembali pada Tahun 2010, tevisi mengenai batas emisi yang lebih ketat. Revisi terbaru peda tahun 2011 meliputi Negara-negara yang memberlakukan secara menyeluruh mengenai aturan ECA (Emisston Control Area). Dua bentuk syarat emisi dan bahan bakar didefinisikan oleh Annex yaitu Persyaratan secara global dan Persyaratan lebih ketat beriaku untuk kapal dalam Emission Control Area (ECA). Aturan ini hanya dirancang Untuk SOx dan PM atau NOx atau ketiga jenis euisi kapal sesuai dengan urutan dari Annex VI Batas emisi NOx ditetapkan untuk mesin diesel yang bergantung pada kecepatan operasi mesin maksimum. Suatu ECA (Emission Control Area) hanya dirancang untuk SOx dan PM. Batas area dari zona ECA (Emission Control Area) adalah sejauh 200 Nil Mil laut dari garis pantai terluar. Berikut adalah beberapa area yang telah memiliki pengendalian emisi atau ECA (Emission Control Area) yaitu :
22 a. Laut Baltic berlaku pada Tahun 2005 b. Laut Utara (SOx berlaku pada Tahun 2006) c. Amerika Utara ECA, termasuk sebagian besar Amerika Serikat dan Kanada Pantai (NOx dan SOx 2010) d. Wilayah Perairan Karibia AS termasuk Puerto Rico dan Pulau Virgin Amerika (Nox dan SOx 2011/2014) Berikut adalah peta zona ECA (Emision Control Area) di berbagai wilayah dunia : 2.6 Cara Penanggulangan Pencemaran Udara Salah satu komponen lingkungan adalah udara. Setiap udara mengandung senyawa-senyawa berbentuk gas oksigen dan karbon dioksida yang sangat penting bagi keberlangsungan hidup makhluk hidup. Sayangnya, hampir semua kota besar di dunia memiliki masalah polusi udara atau pencemaran udara yang disebabkan dari asap
23 pabrik, asap kendaraan, maupun alat kebutuhan rumah tangga. Pencemaran udara adalah hadirnya zat-zat tertentu di lapisan udara yang dapat membahayakan kesehatan makhluk hidup, menganggu keindangan dan kenyamanan, serta merusak properti. Pencemaran udara yang dibiarkan terus bertambah parah tidak hanya mengganggu kondisi kesehatan secara umum tetapi juga bisa menipiskan lapisan ozon dan terjadinya pemanasan global (global warming). Dengan banyaknya dampak negatif dari pencemaran udara ini baik dari sisi kesehatan maupun lingkungan, maka sudah seharusnya ada kesadaran dari diri sendiri, masyarakat, maupun pemerintah untuk mengubah keadaan menjadi lebih baik. Meskipun, langkah penanggulangan pencemaran udara memang tidak bisa dilakukan hanya sekali atau dua kali. Butuh rencana jangka panjang dan perubahan besar dari sisi regulasi maupun perubahan gaya hidup banyak orang. Namun, langkah besar tersebut pasti selalu dimulai dengan langkah kecil yang bisa dilakukan dari diri sendiri. Setidaknya ada tiga sektor yang perlu memulai melakukan langkah penanggulangan pencemaran udara, sehingga menjadi lebih baik antara lain dari tingkat rumah tangga, tingkat wilayah, maupun tingkat nasional. Penanggulangan Pencemaran di Tingkat Rumah Tangga • Tidak membakar sampah di pekarangan • Segera mematikan kompor jika proses memasak selesai • Tidak menggunakan lemari es yang memakai CFC • Menanam tanaman di pekarangan atau di pot Penanggulangan Pencemaran di Tingkat Wilayah • Ikut berpartisipasi dalam penghijauan • Ikut memelihara taman kota • Tidak melakukan penebangan hutan, pohon, dan tumbuhan liar secara sembarangan Penanggulangan Pencemaran di Tingkat Nasional Upaya penanggulangan dari tingkat nasional ini berupa kebijakan pemerintah, antara lain : • Keharusan membuat cerobong asap bagi pabrik • Pengurangan penggunaan bahan bakar fosil seperti minyak bumi dan batu bara • Pemasangan saringan gas pada pabrik-pabrik untuk menyaring gas buangan yang membahayakan lingkungan.
24 BAB III PENUTUP 3.1 Kesimpulan a) Pencemaran udara tersebut sangat berbahaya sekali bagi makhluk hidup seperti manusia, hewan dan tumbuhan, terutama sekali di daerah perkotaan yang khususnya dipinggiran jalan raya. b) Akibat yang ditimbulkan sangat banyak antara lain: 1) Bagi Manusia • Mengganggu pernafasan seperti sesak nafas. • Mengakibatkan kanker kulit, penyakit paru-paru dan sakit pada mata. 2) Bagi lingkungan itu sendiri antara lain: • Menipiskan lapisan ozon yang mengakibatkan sangat fatal. • Menimbulkan hujan asam yang mengganggu kehidupan makhluk hidup. • Permukaan bumi menjadi panas dan akibatnya mencairah es di kutub yang akan membanjiri bumi. c) Selain itu juga diperlukan tindakan dari aparat pemerintahan untuk memperhatikan kehidupan masyarakat di daerah perkotaan khususnya di pinggiran jalan raya. d) Untuk menanggulangitu semua didasari oleh kesadaran dan kedisiplinan di daerah perkotaan khususnya di pinggiran jalan raya. 3.2 Saran a) Supaya masyarakat berada di perkotaan khususnya di pinggiran jalan raya memperhatikan kebersihan lingkungan serta melestarikan sekitar tempat tinggal mereka dari pencemaran yang terjadi dan akan membahayakan kehidupan makhluk hidup, b) Hendaknya aparat pemerintah memberi penyuluhan cara pencegahan pencemaran udara di sekitar tempat tinggal mereka c) Terutama sekali kepada pembaca, penulis mengharapkan sekali pembaca menyadari hal yang menyebabkan pencemaran agar menjaga lingkungan dan ikut melestarikanya.
25 DAFTAR PUSTAKA 2021. Perpus Pusat 1 2. ( http://repository.radenintan.ac.id/14974/1/PERPUS%20PUSAT%201%202.pdf, diakses pada 6 Oktober 2023 ). Auli, Renata Christha. 2023. Polusi Udara di Jakarta Kritis, Kenali Aturan Pengendalian Pencemaran Udara. ( https://www.hukumonline.com/klinik/a/polusi-udara-di-jakartakritis-kenali-aturan-pengendalian-pencemaran-udara-lt64df78aa454af/, diakses pada 12 Oktober 2023 ). Dislhk. 2019. Sumber dan Penyebab Pencemaran Udara. ( https://dislhk.badungkab.go.id/artikel/18290-sumber-dan-penyebab-pencemaran-udara, diakses pada 5 Oktober 2023 ). Febriani, Anisa Rizki. 2022. Contoh Kata Pengantar Yang Baik dan Benar, Lengkap dengan Cara Membuatnya. ( https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-6408303/contoh-katapengantar-yang-baik-dan-benar-lengkap-dengan-cara-membuatnya/amp, diakses pada 5 Oktober 2023 ). Firosya, Baladan Hadza. 2023. Polusi Udara: Definisi, Penyebab, dan Karakteristik. ( https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-6882533/polusi-udara-definisi-penyebab-dankarakteristik/amp, diakses pada 6 Oktober 2023 ). Frestyawan, Anto. 2015. Makalah Pencemaran Udara. ( https://www.slideshare.net/AntoFreistyawan/makalah-pencemaran-udara-52119973, diakses pada 12 Oktober 2023 ) http://repository.unimar-amni.ac.id/1895/2/BAB%202.pdf, diakses pada 5 Oktober 2023. http://e-journal.uajy.ac.id/124/2/1HK08873.pdf, diakses pada 6 Oktober 2023. https://repository.unmul.ac.id/bitstream/handle/123456789/44726/FKM%20UNMUL_Buku %20Ajar%20Pencemaran%20Lingkungan_V.1.2_Unesco_Ayudhia%20Rachmawati.pd f?sequence=1, diakses pada 12 Oktober 2023 ) http://repository.poltekkes-denpasar.ac.id/8907/3/BAB%20II%20Tinjauan%20Pustaka.pdf, diakses pada 12 Oktober 2023. Kelas Pintar. 2021. Penanggulangan Pencemarn Udara. ( https://www.kelaspintar.id/blog/tips-pintar/penanggulangan-pencemaran-udara-12582, diakses pada 5 Oktober 2023 ). Panjinugroho. 2011. Power point pencemaran udara. ( https://www.slideshare.net/panjinugroho/power-point-pencemaran-udara, diakses pada 5 Oktober 2023 ). Prodjosantoso., P, Regina Tutik. 2011. Kimia+Lingkungan-1. ( https://staffnew.uny.ac.id/upload/131930137/pendidikan/Kimia+Lingkungan.pdf, diakses pada 5 Oktober 2023 ).
26 Swawikanti, Kenya. 2022. Ketahui Penyebab Pencemaran Udara & Dampaknya bagi Kehidupan ( https://www.ruangguru.com/blog/penyebab-dan-dampak-pencemaranudara, diakses pada 12 Oktober 2023 ).
9