Kemuning(Muraya paniculatta) Kingdom : Plantae Divisi : Spermatophyta Kelas : Dycotiledonae Ordo : Sapindales Famili : Rutaceae Genus : Murraya Spesies : Muraya paniculatta Kemuning biasa tumbuh liar menyemak belukar, di tepi hutan, atau ditanam sebagai tanaman hias dan tanaman pagar. Tanaman ini dapat tumbuh hingga 12 meter, tetapi biasanya ia ditemui tumbuh berkisar 2 hingga 3 meter. Kemuning dikenal sebagai salah satu jenis tanaman hias yang dapat tumbuh dimana pun, termasuk di pekarangan rumah. Tumbuhan yang menghasilkan bunga berwarna putih dengan bentuk cantik ini kerap dijadikan hiasan yang cukup populer di kalangan pecinta tanaman hias. Meski demikian, kemuning bukan sekadar dimanfaatkan untuk tanaman hias, melainkan juga bisa dijadikan bahan baku obat herbal. Pasalnya, tanaman ini telah terbukti ampuh mampu mengobati beberapa jenis penyakit. Sehingga jangan heran jika semakin banyak orang yang mulai membudidayakan kemuning di pekarangan dan kebun pribadi.
Batang tanaman ini mempunyai karakteristik keras, beralur, dan tidak berduri. Daun kemuning menyerupai daun jeruk namun ukurannya jauh lebih kecil. Setiap helaian daun tersebut duduk di tangkai dengan tepian daun rata tapi agak beringgit. Panjang daunnya berkisar antara 2-7 cm dengan lebar 1-3 cm. Daunnya tersusun majemuk bersirip ganjil dan berseling. Daun kemuning tidak mengeluarkan aroma apapun meski diremas. Bunga kemuning berwarna putih susu dengan bagian tengah kekuningan yang tersusun majemuk bertandan. Ukurannya sendiri berkisar antara 12-18 mm. Biasanya, bunga ini muncul dari bagian ujung ranting atau ketiak daun. Bunga ini memiliki kemampuan mengeluarkan aroma khas. Buah kemuning berasal dari bagian biji berwarna hijau yang tumbuh mulai dari berwarna merah sampai menjadi oranye ketika sudah matang Ciri-ciri