Ipmafa ma g a z ine I P M A FA Edisi 2 - Agustus 2023 Perguruan Tinggi riset Berbasis Nilai-nilai Pesantren #KuliahYesNgajiOke www.ipmafa.ac.id @ipmafapa ipmafa ipmafatv 0857 4035 5688 I P M A FA IPMAFA Launching Pascasarjana PBA Keluarga Maslahah Membincang Nilai Kemaslahatan dalam Keluarga Santri Tutik Nurul Jannah, M.H Pelepasan KKN Nilai Pesantren dan Entrepreneurship Kalian Harus Bicara, Kritis dan Bergerak KH. Abdul Ghofarrozin, M.Ed
INSTITUT PESANTREN MATHALI’UL FALAH TERAKREDITASI INSTITUSI BAN-PT 2021 Penasehat: 1. KH. Abdul Ghofarrozin, M.Ed 2. Dr. A. Dimyati, M.Ag 3. Dr. Agus Syakroni, M.Pd 4. Umdatul Baroroh, MA 5. Sri Naharin, MSI Pemimpin Umum: Direktur Pusat Sumber Daya Informasi & Komunikasi (PSIK) IPMAFA Penanggung Jawab & Pemimpin Redaksi: Muhamad Zakka, S.Pd.I Redaktur Pelaksana: 1. Zaenal Abidin, S.Sos 2. Anis Khofah Nur Satri, S.Pd 3. Muhammad Madun, S.Pd Layouter: 1. Zaenal Abidin, S.Sos 2. Anis Khofah Nur Satri, S.Pd Alamat Redaksi IpmafaMagz: Jl. Raya Pati-Tayu, KM. 20. www.ipmafa.ac.id 0857 4035 5688 [email protected] Ipmafa Magazine Struktur Redaksi 2 IPMAFA MAGAZINE EDISI 2 - AGUSTUS 2023
IPMAFA MAGAZINE 3 Sapa Redaksi P engabdian merupakan pilar ketiga Tridharma Perguruan Tinggi setelah pendidikan dan penelitian. Dalam upaya mewujudkan pilar ketiga tersebut, melalui kegiatan KKN Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA) mengusung tema “Pemberdayaan Komunitas Berbasis Nilai-nilai Pesantren dan Entrepreneurship”. Sebuah harapan adanya kemampuan mahasiswa menginternalisasikan nilai-nilai pesantren kepada diri sendiri dan masyarakat. Baik dalam menyusun program maupun dalam bertingkah laku. Ipmafa Magazine Edisi 2 Bulan Agustus 2023 ini merangkum rubrik informasi yang ada di IPMAFA pada Bulan Agustus 2023. Seperti Peresmian Program Pascasarjana hingga Program Pengabdian Masyarakat berupa Kuliah Kerja Nyata (KKN). Masih banyak liputan menarik lainnya yang kami sajikan kepada pembaca. Respon kritik dan saran pembaca kami tunggu untuk berbenah agar Ipmafa Magazine semakin menarik dan baik untuk penerbitan edisi yang akan datang. Selamat menikmati, selamat membaca. Redaksi
DAFTAR ISI struktur redaksi Soft Opening Program Magister PBA Rektor: Kenapa PBA? IPMAFA Launching Pascasarjana PBA Berharap Segera Buka Program Doktoral Gelar Karya Perdana Mahasiswa Fakultas Tarbiyah IPMAFA “Kalian Harus Bicara, Kritis dan Bergerak” Sinergitas Program KKN IPMAFA Kecamatan Keling, Sekcam: Seimbangkan Tiga Sektor Pariwisata Pelepasan KKN IPMAFA: Internalisasi Nilai-Nilai Pesantren dan Entrepreneurship 4 IPMAFA MAGAZINE EDISI 2 - AGUSTUS 2023 2 8 9 IPMAFA Marching Competition Sukses Gelar Choaching Clinic, Diikuti Para Pelatih dari Dua Belas Kabupaten 10 3 SAPA redaksi 4 DAFTAR ISI 12 KELUARGA MASLAHAH MEMBINCANG NILAI KEMASLAHATAN DALAM KELUARGA SANTRI 14 RESMI LANTIK PENGURUS LEMBAGA KEMAHASISWAAN BEGINI HARAPAN REKTOR 16 18 20 Agendakan FKUB KKN Tempura Kunjungi Tokoh Lintas Agama Desa Tempur 22 23 KKN Hanabi IPMAFA Pati Ikut Serta Meriahkan Santunan YATAMa 24 25 ipmafa brochure Sehari Ngaji Kepada Pak Dahlan Iskan (Bag.1) DEDIKASI DAN PROFESIONALITAS 5
Sehari Ngaji Kepada Pak Dahlan Iskan (Bag.1) Oleh: Dr. A. Dimyati, M.Ag* DEDIKASI DAN PROFESIONALITAS abtu (20/11/22) adalah hari yang patut S saya syukuri, sebab saya berkesempatan belajar langsung dari salah sau tokoh inspiratif yang semakin jarang di negeri ini, Pak Dahlan Iskan (sebagian orang suka menyebut inisial beliau: DI). Selama ini saya hanya tahu pak DI sebatas dari media mainstream (Koran, TV). Sejauh yang saya tahu beliau orang yang “nyentrik”, bukan dalam arti nganeh-nganehi dari sisi penampilan, tetapi memiliki gagasan yang out of the box. Tidak jarang gagasan itu beliau realisasikan menjadi keputusan meskipun harus menghadapi risiko dicibir, diremehkan atau dimusuhi. ***Sebenarnya pertemuan ini berawal dari agenda kuliah umum yang diselenggarakan IPMAFA. Saat rapat teknis sehari sebelum acara, saya kebagian tugas menjemput beliau dari salah satu hotel di kota Pati. Beberapa agenda sebelum kuliah umum sudah dilist, dimulai jama’ah subuh di masjid IPMAFA, memberi kuliah subuh kepada mahasiswa yang tinggal di Ma’had Jami’ah IPMAFA, kemudian lanjut ziarah ke makam Syaikh Mutamakkin, mengunjungi situs masjid Kajen, lalu senam pagi bersama “jamaah” senam pak DI yang datang langsung dari Surabaya. Melihat list acara yang demikian, tentu saja sejak pukul 2 dini hari saya sudah bangun, sebab perjalanan ke hotel tempat menginap pak DI sekitar 30 menit, sementara beliau menjandwalkan pukul 3.00 tepat berangkat dari hotel menuju IPMAFA. Tepat pukul 2.30 saya sampai di depan hotel. Terlihat beberapa kru pak DI sudah mempersiapkan mobil untuk membawa rombongan. Setelah memperkenalkan diri sebentar, saya bersama 2 orang kru pak DI yang ternyata pimpinan dan wartawan Radar Kudus (pak Iqbal dan mas Rochim) mengajak saya masuk ke ruang tunggu di depan lobi hotel. Kemudian saya lihat mas Rochim minta tolong kepada resepsionis agar membangunkan pak DI. Di sela-sela obrolan kami bertiga, tepat pukul 3.00 Pak DI terlihat keluar dari pintu lift, mengenakan kaos hitam dan bersarung merah motif kotak. Saya buru-buru menghampiri, memperkenalkan diri dan mengonrmasi rangkaian acara yang cukup padat. Segera setelah itu kami berangkat menuju IPMAFA. Selama perjalanan saya beberapa kali koordinasi dengan pihak Ma’had, memastikan agar semua sudah siap sebelum rombongan sampai. Di luar dugaan perjalanan lebih cepat dari yang seharusnya. Pukul 3.40 tiga mobil yang kami naiki sudah masuk area kampus. Saya sempat deg-degan ketika melihat masjid masih sepi. Hanya ada beberapa mahasiswa yang tergopoh-gopoh menuju masjid sambil membetulkan sarung. Maklum memang belum waktunya subuh. Untungnya Pak DI seperti tanggap keadaan, sehingga tidak ARTIKEL IPMAFA MAGAZINE 5
langsung masuk masjid, tapi justru mengajak saya keliling melihat-lihat fasilitas kampus. Tentu saja saya memanfaatkanya untuk menjelaskan detil setiap fasilitas, mulai dari fungsi, kapan dibangun hingga bagaimana mekanisme pendanaannya. Begitu adzan dikumandangkan, barulah pak DI saya persilahkan ke masjid. Selesai jama’ah, lagi-lagi saya coba memanfaatkan kesempatan untuk sedikit maksa pak DI agar berkenan memberikan kuliah subuh di depan mahasiswa. Meskipun awalnya menolak, tapi akhirnya beliau bersedia. Pak DI membuka forum dengan memperkenalkan diri sebagai “bukan orang terpelajar”. Pendidikan formal yang diselesaikan haya di tingkat SLTA, sehingga merasa tidak layak mendapat gelar kehormatan akademik Prof., Dr. (HC). Beliau juga bercerita tentang pengalamannya ketika”dipaksa” Gus Dur menjadi Dirut Bank Nusuma, yang ketika itu masih bernama Bank Suma. Bank swasta yang hampir kolaps itu dibeli NU (karena itu berubah nama menjadi NUSUMA), dan pak DI diminta untuk menyelamatkan aset dan bisnisnya. Pak DI pasti tahu betul kondisi Bank Suma. Tetapi seperti yang beliau bilang, tidak mungkin menolak dawuh Gus Dur, seorang kyai yang oleh pak DI dianggap sebagai gurunya. Ketika pak DI bertanya apa yang harus dilakukan untuk menyelamatkan Bank Suma, Gus Dur bilang “ya, tempatkan dana sampean di situ menjadi saham”, pak DI pun manutmasut saja. Ternyata tidak selesai di situ, Gus Dur juga minta agar pak DI menjadi Direktur Utamanya. Pak DI pun hanya bisa sendiko dawuh dengan syarat, Gus Dur sebagai komisaris utamanya. Deal! Singkat cerita Bank Suma berhasil diselamatkan, berubah nama menjadi Nusuma dan pak DI menjadi Direktur Utamanya. Lagi-lagi Gus Dur meminta sesuatu yang bagi saya nyaris tidak masuk akal. Pak DI diminta mengembalikan sahamnya dan menyerahkan Bank Nusuma kepada “pemilik asalnya” yang baru saja pulang dari “pengasingan”. Siapapun kalau berada dalam posisi pak DI akan menolak permintaan gila itu. Tapi sekali lagi pak DI menunjukkan rasa hormatnya kepada guru yang sangat dia hormati. Bank Nusuma dilepas begitu saja. Apa yang diceritakan pak DI menunjukkan betapa besar harga sebuah dedikasi dan komitmen kepada orang lain. Kepatuhan pak DI kepada Gus Dur tidak pernah dibebani dengan pertimbangan rasional untuk berhitung untung rugi. Apakah pak DI tidak tahu hal itu? Mustahil kalau dibilang tidak tahu. Beliau di dunia bisnis sudah menjadi pioneer selama puluhan tahun. Bahkan ketika memimpin Jawa Pos Group, beliau sudah mengadopsi teknologi yang jauh meninggalkan pesaingnya sesama media cetak nasional. Beliau juga pernah menjabat sebagai menteri. Gagasan progresif yang melampaui masanya juga terlihat ketika menginisiasi mobil listrik dengan pertimbangan masa depan akan menghadapi problem kelangkaan sumber daya fosil. Beliaulah pemimpin langsung produksi prototype mobil listrik pertama, jauh sebelum Jerman, Amerika dan China memegang kendali produksi dan ARTIKEL 6 IPMAFA MAGAZINE EDISI 2 - AGUSTUS 2023
pemasaran mobil ini. Meski begitu dedikasi pak DI mengalahkan keuntungan pribadinya. Seandainya mau sedikit ngeyel kepada Gus Dur dengan mempresentasikan kebehasilannya menjadikan bank yang nyaris kolaps menjadi sehat, bahkan memberikan kontribusi laba usahanya kepada NU, mungkin kendali atas Bank Nusuma masih di tangan pak DI. Dalam kasus Bank Nusuma saya juga melihat dedikasi pak DI tidak membabi buta. Beliau tetap mengedepankan profesionalitas. Sebagai orang yang mendapat amanat memimpin Bank Nusuma, Pak DI menerapkan kemampuan manajemen terbaiknya. Dedikasi dan profesionalitas itu pula yang terlihat selama saya mengawal beliau mulai jam 3.00 dini hari. Beliau selau on time, berpegang pada step by step agenda yang sudah disepakati. Padahal saya mendapat pesan dari Pak Rektor untuk mengikuti saja apapun yang dimaui pak DI termasuk ketika tiba-tiba merubah agenda. Tetapi yang saya temui justru sebaliknya. Pak DI selalu bertanya kepada saya, setelah acara ini kita ke mana, berapa lama alokasi waktunya. Sikap professional beliau itu yang menjadikan saya pede untuk “mengatur” beliau selama berada dalam “kekuasaan saya”. Termasuk ketika kami ajak ziarah ke makam Syaikh Mutamakin dan Syaikhuna Kyai Sahal Mahfudh, lalu mengunjungi Masjid Kajen. Beliau manut dan menunjukkan antusias tinggi, ketika mendengar penjelasan sejarah Mbah Mutamakkin, Mbah Sahal dan masjid Kajen. Beliau tidak segan menanyakan loso setiap ornamen di masjid bersejarah yang berusia lebih dari 400 tahun itu. Menutup agenda ziarah, pak DI menyempatkan shalat tahiyyatul masjid 2 rakaat dan melafalkan doa dengan khusyuk. Sesaat setelah mobil rombongan masuk halaman kampus IPMAFA, terlihat “jamaah senam” Pak DI sudah siap melaksanakan senam pagi. Mereka memakai kostum senam lengkap, menunggu kedatangan pak DI sambil ngobrol dan sel bersama mahasiswa dan dosen yang akan ikut senam. Pak DI segera keluar mobil dengan kaos hitam yang beliau pakai sejak dari hotel tadi. Lalu naik panggung, memimpin senam dengan sangat bersemangat. Usia 70 tahun tidak terlihat lagi. Semangat dan energi beliau melampaui mahasiswa yang masih mudamuda. Padahal kondisi sik pak DI “tidak sempurna”. Beberapa waktu lalu beliau baru saja melakukan transplantasi hati. Luar biasa pak DI! ***Kuliah subuh yang hanya sekitar 15 menit dari Pak DI sangat berkesan bagi mahasiswa yang mengikuti. Begitupun sikap beliau yang selalu respek pada orang lain, professional, on time dan menyebarkan semangat kepada siapapun. Hal-hal kecil selalu beliau perhatikan untuk menularkan semangatnya kepada siapapun. Termasuk saat sesi foto selepas senam dengan beberapa dosen, beliau menyempatkan diri mencium istri tercinta dengan mesra. “So sweet pak DI”. Biar saja mahasiswa yang jomblo hanya bisa teriak histeris melihat kemesraan pak DI dan ibu. Tetap sehat dan terus menginspirasi Pak DI. * Dr. A. Dimyati, M.Ag, Wakil Rektor I Bidang Akademik Institut Pesantren Mathalli’ul Falah (IPMAFA) Pati. ARTIKEL IPMAFA MAGAZINE 7
Soft Opening Program Magister PBA Rektor: Kenapa PBA? Redaksi IPMAFA – Program Magister Pendidikan Bahasa Arab (PBA) Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA) secara resmi dibuka dengan Tasyakuran dan Do’a Bersama pada Rabu, 2/8/2023 di Aula I pukul 19.00 hingga 21.00 WIB. Dalam sambutannya Rektor IPMAFA KH. Abdul Ghofarrozin, M.Ed mengungkapkan rasa syukurnya karena IPMAFA telah berhasil membuka program baru tersebut. Perihal mengapa PBA yang diluncurkan pertama kali, Gus Rozin mengungkapkan salah satu alasannya, PBA merupakan prodi yang paling stabil jumlah mahasiswanya. “Sekaligus PBA menjadi salah satu akar beralih statusnya STAIMAFA ke IPMAFA. Selain itu, kampus ini berasal dari Mathali’ul Falah dan kekhasannya adalah Bahasa Arab,” tuturnya. Ia menambahkan bahwa IPMAFA adalah satu-satunya kampus swasta di Jawa Tengah yang memiliki Program Studi Pascasarjana PBA. Artinya IPMAFA mempunyai potensi yang besar untuk membuka Program Pascasarjana. “IPMAFA adalah sumbangsih Mathali’ul Falah untuk dunia pendidikan, sesuai dengan amanat yang telah disampaikan,” tuturnya. IPMAFA memiliki siklus 7 (tujuh) tahunan dalam perjalanannya. Tujuh tahun pertama STAIMAFA beralih status menjadi IPMAFA, 7 tahun selanjutnya IPMAFA berhasil membuka Program Pascasarjana PBA. Ia berharap tidak perlu menunggu 7 tahun lagi untuk membuka Program Doktoral. Tasyakuran yang dikemas dengan format soft opening tersebut dihadiri Civitas Akademika IPMAFA dan Perguruan Islam Mathaliul Falah (PIM). Selain pembukaan program baru, kegiatan ini sekaligus mengenalkan Direktur Utama Program Studi Pasca Sarjana PBA, Dr. KH. Ali Subhan, MA. Direktur Perguruan Islam Mathali’ul Falah KH. Ahmad Abbad Na’ yang turut hadir mengutarakan rasa bangga dan selamat kepada IPMAFA yang telah berhasil membuka Program Pasca Sarjana PBA. “Walapun fakultasnya masih sedikit, masih satu prodi yaitu PBA, kami sebagai saudara kandung dari IPMAFA akan selalu mendukung dan mensuport programprogram yang ada di IPMAFA. Ini merupakan kunci pembuka dari semakin berkembangnya program studi lain di IPMAFA,” ungkap Gus Abbad. Gus rozin juga mengucapkan terimakasih kepada seluruh tamu undangan yang telah hadir, sekaligus memohon do’a semoga segala ikhtiar yang dilakukan IPMAFA di dunia pendidikan menjadi perjalanan yang baik dan sesuai cita-cita para pendiri IPMAFA. (Aen02/Uha-01) 8 IPMAFA MAGAZINE EDISI 2 - AGUSTUS 2023 MAGISTER IPMAFA
IPMAFA Launching Pascasarjana PBA Berharap Segera Buka Program Doktoral nstitut Pesantren Mathali’ul Falah I (IPMAFA) Pati baru saja menggelar Grand Launching Program Studi (Prodi) Magister (S2) Pendidikan Bahasa Arab (PBA), Rabu siang (9/8/23). Hal ini berdasarkan Surat Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 500 Tahun 2023 Tentang Izin Penyelenggaraan Prodi PBA untuk Program Magister pada IPMAFA Pati. Rektor IPMAFA, KH. Abdul Ghofarrozin, M.Ed berharap dapat segera membuka Program Doktoral. Ia menambahkan bahwa dalam pengambilan keputusan Prodi Pascasarjana PBA terdapat beberapa pertimbangan, diantaranya mengusung tradisi yang sudah melekat pada Mathali’ul Falah. “PBA merupakan idealisme pokok dan utama. Sehingga IPMAFA membulatkan tekad memilih PBA menjadi program pascasarjana pertama yang didirikan,” tuturnya. Pertimbangan lainnya, PBA merupakan satu-satunya prodi yang paling stabil jumlah kelasnya sedari Program S1-nya. Dengan IPMAFA MAGAZINE 9 artian dapat dikembangkan secara kontinu di IPMAFA. Hadir dalam Grand Launching tersebut Kepala Subdirektorat Pengembangan Akademik Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Sekretaris Kopertais Wilayah X Jawa Tengah, Rois Syuriah PBNU, Ketua PC NU Kab. Pati, Para Rektor maupun Pimpinan dari Perguruan Tinggi sahabat. Kepala Subdirektorat Pengembangan Akademik Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Direktorat Jendral Pendidikan Islam, Dr. Abdullah Faqih, MA, M.Ed menyambut baik dengan hadirnya Program Pascasarjana PBA dan berharap dengan adanya program ini IPMAFA mampu menjadi center of excellence. Sambutan berikutnya, Sekretaris Kopertais Wilayah X Jawa Tengah Dr. H. Ruswan, MA turut menyampaikan selamat dan berharap Pascasarjana PBA IPMAFA mampu menjadi rujukan pengembangan Bahasa Arab khususnya di Jawa Tengah. (Nis-03/Uha-01) MAGISTER IPMAFA
IPMAFA Marching Competition Sukses Gelar Coaching Clinic, Diikuti Para Pelatih dari Dua Belas Kabupaten Andre Marino Jobs IPMAFA MARCHING COMPETITION Redaksi IPMAFA – Kepanitiaan Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA) Marching Competition (IMC) sukses menggelar Coaching Clinic (CC)-Pelatihan Dasar Marching Band Tingkat Nasional di Aula 2 pada Jumat-Minggu, 28-30/7/2023. Ketua Panitia IMC M. Imamu Muttaqin mengungkapkan bahwa pelatihan Tingkat Dasar Sertikasi Persatuan Drum Band Indonesia (PDBI) ini menghadirkan kolaborasi narasumber dan praktisi yang memiliki kompetensi, keahlian, serta pengalaman di bidang marching band. Hadir sebagai narasumber, yakni Waketum Pembinaan dan Prestasi (Binpres) Pengurus Pusat Persatuan Drum Band Indonesia (PP PDBI) Apri Sugiarto, Music Educator Andre Marino Jobs, dan Clolour Guard Diana Sari Sadiyo. Imam menyampaikan pelatihan tersebut diikuti sebanyak 31 pelatih marching band dari 11 kota atau kabupaten, yakni Denpasar (1), Yogyakarta (2), Batang (3), Magelang (1), Karanganyar (1), Banjarnegara (1), Kendal (11), Pekalongan (1), Semarang (7), Demak (1), Jepara (1), dan Pati (1). “Dari Pati hanya 1 orang. Selebihnya dari luar semua. Alhamdulillah antusias dan Music Educator Coaching Clinic partisipasi para pelatih dari luar kota sangat Dokumen IPMAFA baik,” kata Muttaqin. Dilansir ipmafa.ac.id, Imam menjelaskan, pelatihan ini dalam rangka standardisasi kompetensi pelatih marching band. Menyikapi Peraturan Menteri Tenaga Kerja Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2016 Tentang Sistem Standardisasi Kompetensi Kerja Nasional. “Keahlian tanpa lisensi tidak diakui dunia kerja. CC ini, selain menyamakan konsep kepelatihan, meningkatkan SDM dan keahlian mereka juga didukung dengan adanya sertikasi kompetensi dari PDBI,” ungkapnya. 10 IPMAFA MAGAZINE EDISI 2 - AGUSTUS 2023
- - Merespon hal tersebut, beberapa peserta yang berhasil diwawancarai oleh tim redaksi IPMAFA, diantaranya I Made Yunaedi (Denpasar), Imam Sunoto (Semarang) dan Agus Setyawan (Kendal) - - Ipmafa doc. Apa Kata Mereka ? Saya belum pernah dapat materi seperti ini. Di luaran sana banyak pelatih yang memiliki sertikat tapi tidak diakui, karena wadahnya tidak resmi,aya ingin mendalami aturan aturan itu, ketika saya ke Bali saya akan menerangkan bahwa ada lomba cabang prestasi yang diakui oleh pemerintah dan PDBI. I Made Yunaedi (DENPASAR) Sebagai seorang pelatih saya memiliki prinsip harus dan wajib memiliki sertikat lisensi. Apalagi ini acara bertaraf nasional tentu bagi kami sangat membutuhkan lisensi tersebut Walaupun bentuknya hanya selembar kertas tapi itu nantinya akan sangat berguna, apalagi ilmunya itu akan berguna selamanya. Imam Sunoto (SEMARANG) Motivasi saya mengikuti CC ini jelas kita ingin meng-upgrade kompetensi kita, menjalin silaturahmi dengan pelatih dari luar daerah, dan tercapainya lisensi kita sebagai pelatih secara legal standingnya dapat. Secara umum sangat OK dan Keren. Saya akan mengaplikasikan apa yang saya dapat dari sini ke unit latihan saya. Agus Setyawan (KENDAL) IPMAFA MARCHING COMPETITION IPMAFA MAGAZINE 11
Gelar Karya Perdana Mahasiswa Fakultas Tarbiyah IPMAFA Redaksi IPMAFA – Inilah Gelar Karya Mahasiswa Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA) merupakan produk akhir dari hasil mata kuliah atau hasil karya keahlian khusus mahasiswa Fakultas Tarbiyah selama satu semester. Beragam karya inovatif dan kreatif ditampilkan dalam kegiatan yang dihelat pada Sabtu (15/07/2023) lalu. Karya-karya yang ditampilkan meliputi bidang seni pertunjukan yang dikemas dalam pertunjukan seni musik dan drama. Selain bidang seni pertunjukan, ditampilkan juga produk media pembelajaran dan modul pembelajaran inovatif yang dapat digunakan sebagai bahan ajar pada instansi pendidikan. Kegiatan yang diikuti oleh seluruh mahasiswa Fakultas Tarbiyah IPMAFA baik dari Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA), Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) dan Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) mendapatkan apresiasi luar biasa dari berbagai pihak. Dekan Fakultas Tarbiyah, Dr. Agus Syakroni M.Pd menuturkan bahwa inovasi perkuliahan perlu dilakukan melalui pendekatan dan pembelajaran perkuliahan. Sudah seharusnya mata kuliah tidak berkutat pada hasil ranah pengetahuan, Fakultas Tarbiyah 12 IPMAFA MAGAZINE EDISI 2 - AGUSTUS 2023
akan tetapi menghasilkan karya yang bermanfaat bagi masyarakat luas. “Ini merupakan karya inovatif, kreatif yang dihasilkan dari proses perkuliahan. Tentunya ini hal yang patut diapresiasi. Saatnya kita menghasilkan produk yang dapat dimanfaatkan oleh berbagai pihak,” tuturnya. Kegiatan yang bertajuk “Menguatkan Pendidikan, Memajukan Kebudayaan” merupakan hasil inisiasi dari beberapa dosen pengampu mata kuliah pada Fakultas Tarbiyah. Selain sebagai ajang unjuk kreatitas mahasiswa, adanya kegiatan ini juga sebagai fasilitas penilaian ulangan akhir semester (UAS). “Kegiatan Gelar Karya Mahasiswa merupakan kegiatan perdana, yang sebenarnya adalah tugas UAS Fakultas Tarbiyah baik dari PBA, PIAUD, dan PGMI, ” ucap salah satu dosen pengampu mata kuliah sekaligus penginisiasi acara, Fira Nadliratul Afrida, M.Pd. Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa melalui kegiatan ini dapat memacu semangat mahasiswa dalam mengemas dan menghasilkan produk yang menarik, terjalinnya komunikasi antar prodi yang lebih akrab, serta kooperatif dalam berkolaborasi. “Saat ini tidak melulu tentang kompetisi, saatnya kita berkolaborasi” ungkapnya. Pada kesempatan lain, Ketua Panitia Kegiatan Ahmad Falih Nur Hidayat berharap agar nantinya lebih banyak lagi pihak yang turut mengapresiasi, respect dan menghargai inovasi dan kreativitas yang telah dilakukan oleh mahasiswa. “Acara ini merupakan acara perdana namun panitia semangat untuk mensukseskan acara, semoga acara semacam ini dapat berlanjut lagi, tidak hanya tahun ini saja. Dan nantinya mendapatkan support dari berbagai pihak terkait,” pungkasnya. (NIS-03/Uha-01) Fakultas Tarbiyah IPMAFA MAGAZINE 13
Keluarga Maslahah Membincang Nilai Kemaslahatan dalam Keluarga Santri oleh: Tutik Nurul Jannah* elasa, 23 Agustus 2022, PUSAT FISI (Pusat Studi SPesantren dan Fiqh Sosial) IPMAFA mengadakan kegiatan Forum Kamisan dengan tema ‘Membincang Nilai Kemaslahatan dalam Keluarga Santri’. Kegiatan ini menghadirkan narasumber Ibu Dr. Nur Roah, Bil. Uzm. (Dosen PTIQ Jakarta dan Wakil Ketua LKK PBNU). Materi yang disampaikan oleh Dr. Nur Roah ini sungguh menarik. Baik bagi saya secara pribadi maupun sebagai bagian dari orang-orang pesantren. Dan menarik pula bagi PUSAT FISI sebagai sebuah Pusat Studi di bawah naungan Institut Pesantren Mathali’ul Falah. Sebagai pribadi dan sebagai bagian dari orang-orang pesantren, saya melihat bahwa materi yang disampaikan oleh Dr. Nur Roah sangat sesuai dengan konsep keluarga ideal sebagaimana yang diajarkan oleh agama. Bagaimana kita sebagai manusia memiliki kewajiban untuk menyatukan antara ketaatan kita sebagai makhuk Allah dan kewajiban kita dalam menghadirkan rahmat bagi semesta. Dalam penjelasannya, Dr. Nur Roah menegaskan bahwa ‘Keluarga Maslahah’ tidak hanya berbicara tentang kemaslahatan yang berpusat pada individu. Akan tetapi juga kemaslahatan yang menyangkut pribadi-pribadi dalam rumah tangga, masyarakat, negara, dan alam semesta. Lebih jauh, Dr. Nur Roah juga menyebutkan bahwa materi yang dipresentasikan adalah bagian dari konsep yang akan distandardisasi sebagai materi pelatihan ‘keluaga maslahah’ oleh LKK PBNU. Materi ini diyakini telah melalui proses panjang dan dibangun secara terus menerus oleh para pegiat LKK PBNU. Adapun sebagai Pusat Studi, PUSAT FISI melihat bahwa kajian mengenai ‘Keluarga Maslahah’ ini semestinya menggungah insting penelitian kita dalam menggali pemikiran Kiai Sahal mengenai konsep keluarga ideal. Kiai Sahal menyebutkan dalam salah satu tulisannya bahwa ‘keluaga maslahah’ adalah keluarga yang sakinah dan sejahtera. Selanjutnya Kiai Sahal juga menyebutkan bahwa ‘keluarga maslahah’ merupakan istilah lain untuk ‘keluarga ideal’. Membangun keluarga maslahah dianggap sangat penting karena keluarga adalah unsur organisasi terkecil yang menopang kehidupan umat manusia. Negara tidak akan *TUTIK NURUL JANNAH, M.H Wakil Pengasuh Pondok Pesantren putri Al-Badi’iyyah, Dosen Perbankan Syariah Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA), Direktur Pusat FISI IPMAFAdan Kepala PAUD Terpadu An-Nismah. ARTIKEL 14 IPMAFA MAGAZINE EDISI 2 - AGUSTUS 2023
kuat, jika pribadi yang ada dalam rumah tangga tidak saling menguatkan satu dan lainnya. Demikian pula Islam sebagai agama juga tidak akan kuat, apabila pribadi-pribadi yang terdapat dalam keluarga, tidak mampu menghadirkan kemaslahatan bersama. Dalam konteks kajian qh sosial Kiai Sahal, istilah ‘Keluarga Maslahah’ sebetulnya bukanlah hal baru. Paling tidak, saya menemukan 3 tulisan Kiai Sahal yang membahas dan menggunakan istilah ‘Keluarga Maslahah’. Tulisan pertama berupa makalah yang berjudul ‘Keluarga Maslahah dalam Kehidupan Modern’. Makalah tsb dipresentasikan oleh Kiai Sahal pada tanggal 30 Mei 1998. Tulisan kedua berjudul ‘Majelis Ulama Indonesia dan Ikhtiar Mewujudkan Keluarga Maslahah di Pati”. Tulisan kedua ini juga berupa makalah yang dipresentasikan Kiai Sahal pada tanggal 24 April 2001. Adapun tulisan ketiga tentang ‘Keluarga Maslahah’ karya Kiai Sahal yang saya temukan adalah berupa kata pengantar pada buku ‘Keluaga Maslahah, Terapan Fiqh Sosial Kiai Sahal’. Buku itu merupakan karya Kiai Cholil Nas yang membedah konsep keluarga maslahah dengan menggunakan perspektif qh sosial yang kata pengantarnya diberikan langsung oleh Kiai Sahal. Saya sendiri memahami bahwa apa yang disampaikan oleh ibu Nur Roah dalam Forum Kamisan PUSAT FISI kemarin memperjelas perspektif dan konsep tentang kelurga maslahah. Dan sekali lagi, materi ini sungguh menarik bagi saya sebagai pribadi, sebagai bagian dari orang-orang pesantren dan sebagai pegiat PUSAT FISI. Semoga kita dapat terus berproses menuju individu yang lebih baik yang mendorong lahirnya keluarga maslahah untuk diri kita sendiri dan orang orang di sekitar kita. Kajen, 2022 ARTIKEL IPMAFA MAGAZINE 15
Resmi LantikPengurus Begini Harapan Rektor Lembaga Kemahasiswaan, Bangun dan bangkitkan daya kritis. Apa yang salah disekitar kalian, apakah ada tata sosial maupun problem sosial yang tidak sesuai, kritisi dan bergeraklah. KH. Abdul Ghofarrozin, M.Ed ektor Institut Pesantren Mathali’ul Falah R(IPMAFA), KH. Abdul Ghofarrozin, M.Ed, resmi melantik pengurus Lembaga Kemahasiswaan (LK) periode 2023/2024 pada Senin (24/07/2023). Acara yang digelar di Aula 1 IPMAFA tersebut diikuti seluruh pengurus LK, diantaranya Senat Mahasiswa (SEMA), Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) baik Institut maupun Fakultas, Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) serta semua Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM). Dalam sambutannya Rektor menyampaikan bahwa LK merupakan suatu wasilah yang sangat penting dan stratregis dengan harapan agar dikelola dengan baik dan serius. “Sekarang terserah kepada kalian, wasilah yang penting ini kalian pakai dengan sebaik-baiknya atau ditinggalkan,” paparnya dalam sambutan. Selain harapan tersebut, Rektor yang akrab disapa Gus Rozin juga menyampaikan dua hal yang harus dimiliki oleh pengurus LK agar organisasi menjadi efektif. Pertama, membangun kepekaan sosial dan daya kritis. Menumbuhkan daya kritis agar mampu memahami fenomena maupun masalah-masalah yang terjadi dilingkungan sekitar (social problem). “Bangun dan bangkitkan daya kritis. Apa yang salah disekitar kalian, apakah ada tata sosial maupun problem sosial yang tidak sesuai, kritisi dan bergeraklah !!,” tegasnya. Dengan adanya daya kritis dan kepekaan sosial tinggi mahasiswa diharapkan mampu mengarahkan subjek dan objek dengan benar tanpa meninggalkan prinsip yang ada. “Saya menginginkan LK ini memiliki daya LEMBAGA KEMAHASISWAAN 16 IPMAFA MAGAZINE EDISI 2 - AGUSTUS 2023
nalar dan kepekaan sosial, digunakan sebaikbaiknya pada pihak yang tepat,” imbuhnya. Kedua, penguatan skill individu dan jejaring dengan mengembangkan skill komunikasi dan menguatkan koneksi. Menurutnya, hal ini akan mengoptimalkan kerja lembaga kemahasiswaan. “Agar semua tidak sia-sia, maka pertama pahami masalahnya, dua pahami masalah itu dengan nalar kritis, yang ketiga pahami strategi agar pemikiran kalian didengarkan,” jelas Gus Rozin Selain penguatan skill, jejaring sangat penting. Tanpa jejaring maka pembicaraan akan terputus dan informasi tidak bisa komprehensif. “Ilmu dalam kelas saja tidak cukup, yang menyempurnakan kalian sekaligus menjadi daya dorong kalian adalah pengembangan jejaring,” terangnya. Pelantikan ini merupakan bentuk pergantian pengurus pada masing-masing organisasi mahasiswa terdahulu yang sudah demisioner. Acara ini turut dihadiri Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Dr. A. Dimyati, Wakil Rektor II Bidang Administrasi dan Keuangan, Dr. Ali Subhan, MA, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama, Wakrodi, M.Si, Dekan, serta jajaran dosen pembimbing LK.Pelantikan diakhiri dengan pemberian surat keputusan serta diikuti dengan ucapan selamat dari jajaran Pimpinan IPMAFA. (NIS-03/Uha-01). LEMBAGA KEMAHASISWAAN IPMAFA MAGAZINE 17
“Kalian Harus Bicara, Kritis dan Bergerak” Nalar Kritis & Kepekaan Sosial Dalam melaksanakan pergerakan lembaga kemahasiswaan, Gus Rozin mengajak seluruh bagian LK untuk memupuk daya kritis dan kepekaan sosial agar efektif dan tepat sasaran. “Bangun dan bangkitkanlah daya kritis. Apa yang salah di sekitar kalian? Nalar kritis perlu ditumbuhkan supaya kita memahami apa yang sedang terjadi di lingkungan kita. Dan jangan lupa bahwa nalar kritis harus diarahkan kepada pihak yang tepat,” ungkap Gus Rozin. Mengapa nalar kritis harus diarahkan kepada pihak yang tepat? Hal itu mengingat perilaku salah pilih lawan sering terjadi. Biasanya, menurut Gus Rozin, ketika nalar “Sejarah membuktikan, bahwa lembaga kemahasiswaan tidak pernah meninggalkan isu penting pengembangan negeri. Baik isu yang sifatnya pengembangan negara dan bangsa, maupun isu yang sifatnya korektif. Mahasiswa dan pemuda selalu terdepan dalam mengoreksi kebijakan yang dianggap tidak benar dan tidak menguntungkan negara,” ungkap Gus Rozin. LEMBAGA KEMAHASISWAAN 18 IPMAFA MAGAZINE EDISI 2 - AGUSTUS 2023
KH. Abdul Ghofarrozin, M. Ed Rektor IPMAFA Pati pertama kali adalah kawannya sendiri. “Padahal kita punya lawan. Kenapa justru kawan yang dilawan? Itu merupakan langkah yang keliru. Ketika kita memiliki daya kritis, maka lawan kita adalah pihak lain yang tidak menguntungkan bagi bangsa ini,” terangnya. “Maka untuk membuat kita bercahaya, tak perlu memadamkan cahaya orang lain, tetapi nyalakan dan terangkan cahaya diri sendiri,” imbuhnya. Skill Komunikasi Individu & Penguatan Jejaring Lebih lanjut Gus Rozin menekankan kepada mahasiswa dan LK untuk menguatkan skill komunikasi individu serta penguatan jejaring. Hal ini mengingat skill komunikasi, pemahaman terhadap proses legislasi dan jejaring merupakan keharusan guna mencapai hasil optimal. Sebagai salah satu modalnya, mahasiswa perlu memahami Produk Perda/UU yang tidak menguntungkan dan tidak berpihak pada masyarakat. “Pertama pahami masalahnya. Kedua, pahami masalah itu dengan nalar kritis, yang ketiga pahami strategi berjejaring agar pemikiran kalian didengarkan,” katanya. Dalam hal berjejaring, mahasiswa harus mampu mengelola LK menjadi wasilah. Yakni sebuah kendaraan penting dan strategis. Ketika mahasiswa bergerak atas nama LK membangun jejaringnya di luar kampus, maka hasilnya akan maksimal. Hal ini berbeda jika mahasiswa berjalan secara individu. “Bobotnya, daya tekannya, dan daya manjurnya berbeda. Oleh karena itu baik SEMA maupun LK lainnya memiliki peran yang penting dalam membangun jaringan dengan pihak terkait,” katanya. Gus Rozin menegaskan bahwa hal ini tak mungkin mampu terjawab hanya dengan berdiskusi di bangku perkuliahan saja.Maka pengembangan jejaring dapat menjadi daya dorong untuk menyempurnakan langkah pergerakan tersebut. “Sekali lagi, walaupun bangsa ini tidak baik-baik saja, tetapi kita harus bersikap optimis, berkir dan bertindak dengan benar. Selamat berkhidmah, jangan pantang menyerah,” pungkasnya. (Nis-03/Aen02/Uha-01) LEMBAGA KEMAHASISWAAN IPMAFA MAGAZINE 19
Pelepasan KKN IPMAFA: Internalisasi Nilai-Nilai Pesantren dan Entrepreneurship Ipmafa doc. Redaksi IPMAFA – Peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA) resmi dilepaskan Selasa (1/8/2023) di halaman kampus. KKN tahun ini mengusung tema “Pemberdayaan Komunitas Berbasis Nilai-nilai Pesantren dan Entrepreneurship”. Wakil Rektor I Dr. A. Dimyati, M.Ag menjelaskan salah satu harapan dari tema tersebut adalah mahasiswa mampu menginternalisasikan nilai-nilai pesantren kepada diri sendiri dan kepada masyarakat. Baik dalam menyusun program maupun dalam bertingkah laku. “Pemberdayaan masyarakat, itu artinya mengoptimalkan apa yang dimiliki masyarakat supaya mereka bisa menyelesaikan masalah sendiri menggunakan apa yang mereka miliki, makanya konsepnya adalah pemberdayaan masyarakat berbasis komunitas, artinya mereka berdaya melalui apa yang mereka miliki sendiri,” imbuhnya. Ia juga menjelaskan pemilihan tema entrepreneurship sebagai basis supaya program KKN bisa mengkader orang yang mempunyai potensi dan kemampuan dalam suatu bidang agar semakin berdaya lagi. Salah satu peserta KKN, Nadia Ma’unatul Laili, Mahasiswi Progam Studi Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) menjelaskan dengan kegiatan ini nantinya mahasiswa akan lebih tahu dan belajar tentang masyarakat melalui pengalaman hidup berdampingan selama 45 hari. “Kita nanti kan pada akhirnya akan kembali ke masyarakat. Jadi dari masyarakat, oleh masyarakat dan untuk masyarakat,” tambah Nadia anggota KKN Wisanggeni tersebut. Ia mengungkapkan program unggulan kelompoknya adalah bidang Sosial-Keagamaan. Programnya membuat acara sholawat dan pengajian, beserta santunan kepada yatim piatu setempat. “Kemungkinan akan dilaksanakan awal September, dikarenakan kegiatan ini nanti akan dibarengi dengan momen rutinan Jumat Kliwon warga Desa Galang-Keling,” tambahnya. Nadia juga menyampaikan pesan kepada teman-teman KKN lain agar menikmati proses KKN, laksanakan program kerja dan fokus pada tujuan sebagaimana yang telah disampaikan saat pelepasan KKN. “Saya siap mengikuti KKN ini, jika dihitung dengan persentasi mungkin sebesar 99,9%, yang 0,1% nya itu kan sempurna, segala bentuk kesempurnaan hanya milik Allah,” ungkapya. Di lain kesempatan ketua KKN AKSARA, Ali Andre Yusuf menjelaskan bahwa kelompoknya memiliki program unggulan di bidang pendidikan. KKN IPMAFA 20 IPMAFA MAGAZINE EDISI 2 - AGUSTUS 2023
Ipmafa doc. “Ketika observasi, kami menemukan salah satu pemetaan masalah, yaitu terkait pendidik di jenjang sekolah dasar atau madrasah ibtidaiyah itu masih belum bisa menggunakan media pembelajaran berbasis online,” ungkap ketua kelompok KKN yang anggotanya terdiri dari 7 perempuan dan 3 laki-laki tersebut. Dengan pemetaan masalah tersebut terbentuklah salah satu program memberikan pelatihan pengoperasian Microsoft Ofce Word bagi guru sekolah dasar dan madrasah ibtidaiyah di lokasi KKN. “Sebagai mahasiswa kami merasa bahwa secara tidak langsung, kami memiliki tanggung jawab moral untuk menyampaikan yang sudah kita pelajari di kampus kepada masyarakat. Melalui KKN ini merupakan salah satu tempat bagi kami untuk mengimplementasikan apa yang sudah kita pelajari di IPMAFA,” jelas Ali. Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) IPMAFA M. Sofyan Alnashr M.Pd.I menambahkan bahwa KKN Tahun ini diikuti oleh 248 mahasiswa yang terbagi menjadi 24 kelompok. “Sedangkan tempatnya dibagi 2, yaitu Kecamatan Trangkil dan Kecamatan Keling. Untuk Trangkil ada 16 desa dan semuanya ada mahasiswa KKN di sana. Untuk di Keling dari 12 desa ada 8 desa yang diisi oleh mahasiswa KKN,” tambah Sofyan Pelepasan peserta KKN tersebut dihadiri Wakil Rektor I, II, III, Dekan Fakultas, Ketua Prodi dan Dosen Pendamping Lapangan (DPL) masing-masing kelompok. Ketua LPPM berharap apa yang mahasiswa dapatkan dari kampus mampu diimplementasikan ke tengah masyarakat. Sofyan mengatakan barangkali tidak mudah, tapi dengan adanya KKN minimal mahasiswa akan menemukan masalah yang mungkin tidak ditemukan secara teoritis. “Jadi teori yang didapat dikampus diterapkan secara langsung. Jadi misal mahasiswa prodi Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) tidak serta merta KKN harus selalu berhubungan dengan materi-materi KPI, tapi belajar secara menyeluruh,” pungkasnya. (Aen-02/Nis-03/Uha-01) KKN IPMAFA IPMAFA MAGAZINE 21
Agendakan FKUB KKN Tempura Kunjungi Tokoh Lintas Agama Desa Tempur Tempur, 13/08/2023. Persiapkan program Pembentukan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Desa Tempur. KKN Tempura bersama DPL melakukan kunjungan ke sejumlah tokoh lintas agama di Desa Tempur. Pembentukan FKUB di Desa Tempur bertujuan untuk memberikan suatu wadah yang mempertemukan tokoh lintas agama Desa Tempur agar dapat memberikan perspektif yang jelas ketika terdapat suatu hal yang perlu diluruskan. Di antara tokoh lintas agama yang dikunjungi oleh Tim KKN Tempura bersama DPL adalah Ibu Endang, Sebagai Ketua Muslimat, Bapak Suwadi, Tokoh Umat Kristiani, Bapak Nur Salam, Ketua Ranting NU, dan Bapak Agus, Ketua GP Ansor Ranting Desa Tempur. Program FKUB ini mendapat dukungan dan respon yang positif dari Bu Endang, Pak Agus dan Pak Suwadi. Walaupun demikian, Ketua Ranting NU Tempur melakukan peninjauan kembali terkait dengan pembentukan FKUB di Desa Tempur. Akan tetapi, Pak Nur Salam mengarahkan untuk melakukan kegiatan semacam dialog keagamaan yang dinarasumberi oleh tokohtokoh lintas agama Desa Tempur. Desa Tempur memiliki penduduk dengan keberagaman agama. Yaitu Islam dan Kristen. Walaupun dengan keberagaman agama. Desa Tempur telah masyhur dengan tingkat nilai toleransi beragama yang sangat tinggi. “Kerukunan Umat Beragama dii Desa Tempur Sangat Tinggi,” Tutur Bapak Suwadi, Tokoh Umat Kristiani Desa Tempur saat diwawancarai oleh Tim KKN Tempura. Reporter: Ibn Tauq, Anggota KKN Tempura KKN IPMAFA 22 IPMAFA MAGAZINE EDISI 2 - AGUSTUS 2023
KKN Hanabi IPMAFA Pati Ikut Serta Meriahkan Santunan YATAMA Jepara, infojateng – Kuliah Kerja Nyata Mahasiswa IPMAFA Pati Kelompok 24 Hanabi ikut meriahkan Santunan YATAMA di Masjid Baitul Hidayah Desa Kaligarang, RT 16 RW V, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara pada Senin (07/08/2023). Desa Kaligarang mengadakan santunan YATAMA ke-16 dalam rangka memeriahkan Peringatan Bulan Muharram ke- 1445 H. Kegiatan ini merupakan even tahunan yang lokasinya bergilir dari RW ke RW. Kepala desa Kaligarang, Kusmanto menyatakan bahwa Kegiatan YATAMA sudah dilakukan selama 16 kali, harapan saya supaya kegiatan ini bisa menjadi contoh bagi desa lain. “Semua sumbangan dari donatur-donatur sepenuhnya diberikan kepada anak YATAMA tanpa adanya l potongan,” jelasnya. Sebanyak 57 anak YATAMA Desa kaligarang menjadi penerima santunan yang disalurkan dalam dua bentuk yaitu, dalam bentuk tunai dan tabungan. Bendahara Yatama, Supomo mengungkapkan bahwa jumlah akumulasi dana YATAMA terkumpul sebesar Rp. 324.330.000,- uang tersebut diperoleh dari donatur-donatur baik lokal maupun dari luar. Penutupan dari acara prosesi penyerahan santunan tersebut diisi dengan do’a dari dan pengajian umum oleh KH. Mahyan Ahmad. (redaksi) Sumber: infojateng KKN IPMAFA IPMAFA MAGAZINE 23
Redaksi IPMAFA, Damarwulan – Dalam rangka membangun sinergitas program kerja (progja), Mahasiswa KKN IPMAFA Pati melakukan koordinasi dengan Sekretaris Kecamatan Keling Kabupaten Jepara, Lulut Andi Ariyanto di Cafe Maisyah 2 Desa Damarwulan, Sabtu lalu (19/8/23). Dalam hal ini, Mahasiswa KKN IPMAFA diwakili 8 Koordinator Desa (Kordes) dan 1 Koordinator Kecamatan (Korcam) KKN yang bertugas di Kecamatan Keling. Selain membangun sinergitas, kegiatan ini juga dikhususkan untuk berbagi informasi yang berkaitan dengan kondisi setiap desa yang ditempati kelompok Mahasiswa KKN IPMAFA. Masing-masing Kordes KKN juga berkesempatan memaparkan progres progja yang dijalankan di hadapan Sekcam Keling untuk mendapatkan tanggapan. “Koordinasi ini juga membahas kaitannya dengan kegiatan KKN IPMAFA yang nantinya berskala kecamatan,” tutur Korcam KKN IPMAFA, Ulil Albab. Ia menjelaskan kegiatan serupa dilakukan secara berkala sesuai progres dan kebutuhan pada waktu yang akan datang. Lulut menggarisbawahi program yang berkaitan dengan Mahasiswa KKN IPMAFA melakukan koordinasi dengan Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Keling Kabupaten Jepara, di Cafe Maisyah 2 Desa Damarwulan, Sabtu (19/8/2023). Foto: MHSIPMF Sinergitas Program KKN IPMAFA Kecamatan Keling, Sekcam: Seimbangkan Tiga Sektor Pariwisata pariwisata harus memperhatikan sektor ekonomi, lingkungan dan infrastruktur, serta membangun konsep pariwisata yang autentik desa agar tetap terjaga dan sesuai karakter aslinya. “Sebuah konsep supaya pengunjung dapat menikmati wisata yang berbasis desa atau istilah yang dipakai adalah “wisata desa” bukan desa wisata.Tujuannya untuk menampilkan bahwa sebuah wisata yang bertemakan desa harus bisa menyajikan suasana yang khas pedesaan, bukan yang mengadopsi karakter kekotaan,” terang Lulut. (M. Irfan Maulana, Tim KKN Tempura/Aen-02/Uha-01) 24 IPMAFA MAGAZINE EDISI 2 - AGUSTUS 2023 KKN IPMAFA
Pilihan Program Studi (Prodi) Institut Pesantren Mathali’ul Falah IPMAFA BROCHURE IPMAFA MAGAZINE 25
I P M A FA Perguruan Tinggi riset Berbasis Nilai-nilai Pesantren #KuliahYesNgajiOke www.ipmafa.ac.id @ipmafapa ipmafa ipmafatv 0857 4035 5688 I P M A FA B R O C H U R E