The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by abidinsj.ipmafa, 2023-11-27 02:32:32

IPMAFA MAGAZINE EDISI 3 SEPT-NOV 2023

IPMAFA MAGAZINE EDISI 3 SEPT-NOV 2023

Ipmafa ma g a z ine I P M A FA Edisi 3 - Sept - Nov 2023 Perguruan Tinggi riset Berbasis Nilai-nilai Pesantren #KuliahYesNgajiOke www.ipmafa.ac.id @ipmafapa ipmafa ipmafatv 0857 4035 5688 I P M A FA PSSMB IPMAFA “Reinventing Nilai Pesantren Sebagai Basis Nilai Society 5.0” Sikap Pesantren hadapi AI Gus Rozin Sehari Ngaji Kepada Pak Dahlan Iskan (Bag.2)


INSTITUT PESANTREN MATHALI’UL FALAH TERAKREDITASI INSTITUSI BAN-PT 2021 Penasehat: 1. KH. Abdul Ghofarrozin, M.Ed 2. Dr. A. Dimyati, M.Ag 3. Dr. Agus Syakroni, M.Pd 4. Umdatul Baroroh, MA 5. Sri Naharin, MSI Pemimpin Umum: Direktur Pusat Sumber Daya Informasi & Komunikasi (PSIK) IPMAFA Penanggung Jawab & Pemimpin Redaksi: Muhamad Zakka, S.Pd.I Redaktur Pelaksana: 1. Zaenal Abidin, S.Sos 2. Anis Khofah Nur Satri, S.Pd 3. Muhammad Madun, S.Pd Layouter: 1. Zaenal Abidin, S.Sos 2. Anis Khofah Nur Satri, S.Pd Alamat Redaksi IpmafaMagz: Jl. Raya Pati-Tayu, KM. 20. www.ipmafa.ac.id 0857 4035 5688 [email protected] Ipmafa Magazine Struktur Redaksi 2 IPMAFA MAGAZINE EDISI 3 - SEPTEMBER s/d NOVEMBER 2023 DAFTAR ISI 2 DAFTAR ISI dan struktur redaksi 3 sapa redaksi Sehari Ngaji Kepada Pak Dahlan Iskan (Bag.2) THARIQAH AS-SANAMIYYAH AD-DAHLANIYYAH: MENGONVERSI KEKUATAN MODAL SOSIAL MENJADI SARANA DAKWAH 4 Stadium General IPMAFA 2023 Gus Rozin: Bagaimana Sikap Pesantren hadapi AI 6 IPMAFA Sukses Gelar Marching Competition Tingkat Nasional “Perebutkan Piala Menpora dan Rektor IPMAFA” 8 Sabet Golden Ticket IMC, Marching Band Ansor-Banser Cepogo Bersiap Menuju Asian Music Games 2023 10 PSSMB IPMAFA USUNG TEMA REINVENTING NILAI PESANTREN SEBAGAI BASIS NILAI SOCIETY 5.0 12 Perbankan Syariah IPMAFA Hadiri FGD Internasional Bahas Implementasi Kurikulum Berbasis OBE 14 15 PERPUSTAKAAN IPMAFA LOLOS SELEKSI ADMINISTRASI, PERPUSNAS LAKUKAN SURVEI KELAYAKAN 16 KKN Gemilang IPMAFA Edukasi Warga Manfaatkan Limbah Dapur Jadi POC 18 Program Ngaos Lansia KKN IPMAFA: Sarana Meraih Khusnul Khotimah 20 21 Program Ngaos Lansia KKN IPMAFA: Sarana Meraih Khusnul Khotimah Tingkatkan Literasi Menabung, DEMA IPMAFA & BRI PATI Adakan BRITAMA Selling Competition 22 LPM Analisa Hadiri Kopdar Kemenag: “Penguatan Moderasi Beragama Melalui Pengelolaan Media Lembaga Kemahasiswaan” PERINGATAN HAUL KIAI SAHAL, PUSAT FISI IPMAFA GELAR SEMINAR NASIONAL DAN BEDAH BUKU 24 IPMAFA BROCHURE 27


Sapa Redaksi lhamdulillah, puji syukur kita panjatkan kepada Allah SWT yang telah Amemberikan nikmat ilmu dan waktu kepada kita sehingga kita dapat menerbitkan Ipmafa Magazine edisi ketiga ini. Shalawat serta salam tidak lupa kita haturkan kepada Nabi Muhammad SAW yang syafaatnya kita nantikan di hari akhirkelak. Ipmafa magazine mengulas beberapa pencapaian menarik selama 3 bulan terakhir, dimana kiprah dan prestasi kegiatan civitas academika Institut Pesantren Mathali'ul Falah dalam pengabdian menjadi focus utama yang dihadrikan. Edisi kali ini ada beberapa hal yang telah kami himpun seperti produk akhir KKN mahasiswa IPMAFA, kesuksesan kegiatan Ipmafa Marching Competition tingkat Nasional, Penerimaan Mahasiswa baru hingga peringatan haul KH. Sahal Mahfudz dengan diadakannya SeminarNasional dan Bedah Buku. Untuk peningkatan kualitas Ipmafa Magazine yang lebih sempurna, Saran dan masukan sangat kami nantikan dari para pembaca. Happy Reading, Bibliophile. IPMAFA MAGAZINE 3


Sehari Ngaji Kepada Pak Dahlan Iskan (Bag.2) THARIQAH AS-SANAMIYYAH AD-DAHLANIYYAH: MENGONVERSI KEKUATAN MODAL SOSIAL MENJADI SARANA DAKWAH Oleh: Dr. A. Dimyati, M.Ag* “Kemanapun Pak Dahlan, anggota senam beliau selalu mengikuti” Itulah pernyataan singkat yang saya terima dari teman sesama dosen Ipmafa menjawab pertanyaan saya, ada apa kok pak DI membawa rombongan sebanyak ini untuk menghadiri kuliah umum. Ketika mendapat tugas menjemput Pak DI di hotel, saya merasa janggal. Sebab ada dua rombongan yang datang. Satu rombongan kecil Pak DI bersama keluarga (kalau ini saya maklumi karena wajar saja ketika bepergian jauh ada anggota keluarga yang diajak).Tetapi satu rombongan lagi datang langsung dari Surabaya dalam jumlah besar. Belakangan diketahui ternyata itu klub senam yang rutin mengadakan senam bersama dengan Pak DI berbagai tempat yang beliau datangi. Rasa penasaran saya membayangkan klub seperti apa itu sebenarnya dijawab oleh rekan dosen dan juga saya konrmasi ke salah satu anggota, bahwa dalam beberapa tahun terakhir Pak DI memiliki klub senam yang tidak hanya ada di Surabaya, tetapi juga di beberapa daerah, terutama yang memiliki biro Jawa Pos Group. Menurut informasi yang saya terima, klub ini (terutama yang tinggal di Surabaya) setia mengadakan senam bersama 3 hari dalam seminggu secara berpindah-pindah tempat, mengikuti aktitas pak DI. Selama jaraknya terjangkau secara waktu dan tempat (termasuk di IPMAFA Pati), klub ini akan ikut atau menyusul. Tetapi kalau tidak terjangkau, biasanya klub dari biro Jawa Pos Group di daerah yang didatangi pak DI akan menggantikan. Jangan bayangkan anggota klub senam ini berusia muda, berbodi wow macam artis-artis model baju senam yang sering muncul di iklan TV atau online shop. Kebanyak mereka berusia lanjut, dan tentu saja banyak yang ibu-ibu ha ha ha. Saat saya kenalan dengan beberapa anggota klub, ternyata mereka adalah kalangan profesional yang sudah purna tugas. Ada juga yang masih aktif. Bahkan salah satu anggotanya yang sempat ngobrol lama dengan saya adalah dosen di UINSA dan ketua Gerakan Wakaf Indonesia (GWI). Ini mah bukan klub alay-alay. Senam tampaknya aktitas yang dipilih, karena selain menyehatkan sik, juga bisa membangkitkan semangat dan keceriaan. Hentakan musik pengiring yang diputar acak, mulai aransemen riang poco-poco, belaian lembut pop barat klasik, hingga lagu Aisyah Istri Rasulullah berhasil membakar semangat peserta senam, bahkan saya yang hanya menonton karena tidak siap kostum. Apa alasan anggota klub ini begitu setia pada Pak DI? Sejauh yang saya tahu dari obrolan dengan beberapa anggotanya, 4 IPMAFA MAGAZINE EDISI 3 - SEPTEMBER s/d NOVEMBER 2023 ARTIKEL A. DIMYATI (BAGIAN 2)


ternyata sebagian dari mereka adalah orangorang yang pernah “diasuh” Pak DI di Jawa Pos Group. Sebagian dari mereka bergabung karena tertarik dengan dakwah ala Pak DI. Saya sebut dakwah karena dalam beberapa kali kesempatan, pak DI menyampaikan nilai spiritualitas dengan bahasanya sendiri. Begitu juga ketika mengenalkan anggotanya kepada saya. “Ayah temannya saya ini adalah guru nahwu saya” Kata Pak Dahlan. Luar biasa! Pak DI lebih menyebutkan hubungan guru-murid dengan orang tua anggotanya ketimbang mengatakan ini dulu anak buah saya. Itulah nilai ta’dhim yang pernah kami kaji dari Ta’limul Muta’allim maupun petuah guru kami. Bahwa hormat kepada guru setelah wafat ditunjukkan dengan hormat kepada anak-anaknya. Bukankah itu metode berdakwah yang sangat efektif, tanpa harus berbusa-busa mengutip dalil ini dan itu? Saya meyakini pak DI orang yang religius. Bukan karena beliau secara kultural lahir dari lingkungan Nahdhiyin. Bukan juga karena beliau pernah dididik di Madrasah Diniyah. Tetapi saya menyaksikan ketika ziarah di makam Mbah Mutamakkin dan syaikhuna Kyai Sahal Mahfudh. Sesampai dikompleks makam, dengan percaya diri memimpin “hadrah” atau wasilah dan dzikir. Beberapa kali fatihah dibacakan dengan lantang. Setelah itu,Pak DI fasih, jernih dan mantap melafadzkan tahlil “la ilaha illallah” sebanyak 100x (perkiraan saya ). Lalu doa diserahkan kepada salah satu dari kami yang dipandang lebih tepat membaca doa karena orang pesantren. Hal itu beliau lakukan dua kali, ketika ziarah kepada Mbah Mutamakkin dan Mbah Sahal. Demikian religiusitas pak DI yang ditunjukan ketika shalat 2 rakaat tahiyyatul masjid. Pak Di juga berhasil mengonversi modal sosialnya sebagai pimpinan Jawa Pos Gorup menjadi bekal berdakwah dengan sangat baik. Saya berseloroh klub senam pak DI dengan Thariqah as-sanamiyyah adDahlaniyyah (Metode berdakwah melalui senam ala pak Dahlan Iskan). Pak DI mungkin sadar, bekal keilmuan agamanya tidak sebanyak orang-orang yang pernah nyantri. Tetapi dengan keterbatasan ilmunya itu tidak menghalangi niatnya untuk berdakwah dengan cara yang sangat elegan dan efektif. Tidak ada kesan menggurui, apalagi menyalahkan orang lain. Beliau bahkan menjadikan orang lain lebih terhormat, seperti ketika menyerahkan urusan doa kepada yang lebih ilmunya. Model dakwah seperti ini sejatinya yang diperlukan sekarang. Ketika banyak orang memaksakan diri menempuh cara dakwah di luar kompetensinya, saat orang berdakwah dengan cara menyakiti dan merendahkan yang didakwahi, ditengah gejala “penyesatan” dan pengkaran kepada orang yang tidak satu gagasan, pak DI menunjukkan bahwa esensi dakwah adalah mengajak, bukan mengancam, menggurui, menyalahkan dan menyesatkan. Tetap sehat Pak DI. Tetap istiqomah dengan dakwahnya yang efektif. *Dr. A. Dimyati, M.Ag, Wakil Rektor I Bidang Akademik Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA) Pati. IPMAFA MAGAZINE 5 ARTIKEL A. DIMYATI (BAGIAN 2)


STADIUM GENERALE Stadium General IPMAFA 2023 Gus Rozin: Bagaimana Sikap Pesantren Menghadapi AI Redaksi IPMAFA – Stadium General (SG) Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA) tahun 2023 digelar Rabu lalu (4/10/2023) di Aula I dengan tema “Reinventing Nilai Pesantren Sebagai Basis Nilai Society 5.0”. Rektor IPMAFA, KH. Abdul Ghofarrozin, dalam sambutannya pada suatu kesempatan podcast dirinya pernah ditanya, bagaimana sikap pesantren menghadapi Articial Intelligence (AI)? “AI itu didasarkan kepada algoritma dan hitung hitungan matematis yang rumit, canggih serta advance. Kemudian AI juga berdasarkan database yang luar biasa sehingga kemudian komputer bisa menjawab apa yang menjadi pertanyaan kita,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa kekuatan pesantren yang tidak dimiliki oleh AI adalah hati, kebijaksanaan, wishfulness, yang penting dimiliki dalam menemui masyarakat saat ini dan juga nanti. “Konteks AI jika kita berbicara soal Society 5.0 maka kemudian AI diharapkan representasi otak yang canggih tapi kalau pesantren yang dimiliki adalah hati, kebijaksanaann, akhlak yang kita sudah punya basisnya,” jelasnya Gus Rozin menambahkan reinventing nilai pesanten sebagai basis nilai society 5.0 menjadi sangat penting untuk membayangkan apa yang akan terjadi dalam pesantren, di dalam perguruan tinggi agama Islam 10 tahun yang akan datang, karena manusia hidup dalam sebuah percepatan perubahan yang luar biasa. 6 IPMAFA MAGAZINE EDISI 3 - SEPTEMBER s/d NOVEMBER 2023


“Karena derasnya perubahan yang kita hadapi saat ini, mahasiswa yang masih belajar di IPMAFA ataupun sudah lulus, basis nilai pesantren harus kuat dan menjadi akar kehidupan. Sehingga ibaratnya Mahasiswa IPMAFA ini seperti pohon yang tumbuh tinggi, kuat, termasuk kuat akarnya sehingga tidak tercabut dimana mana,” tuturnya. Gus Rozin menambahkan bahwa tantangan saat ini bukan hanya tentang Ideologi, tentang Manhaj al-Fikr, tetapi juga tentang perubahan yang sangat cepat. “Sekali lagi kita fokuskan diri dalam 10 tahun kedepan, kita mau ke mana dan apa yang dilakukan, ke mana? Tentu harus tahu society yang akan kita datangi di masa yang akan datang, tanpa harus meninggalkan dasar darimana kita berada, yaitu komunitas pesantren dan komunitas santri,” ungkapnya. Di akhir sambutannya Gus Rozin menjelaskan bahwa SG ini adalah modikasi dari tahun sebelumnya, yang mana pada kesempatan kali ini akan dibuka dialog antara pemateri dan peserta, bukan hanya bicara, selesai lalu pulang. Pemateri SG, Ali Formen, S.Pd., M.Ed., Ph.D menuturkan bahwa sesuai dengan tema yang diangkat pada kesempatan kali ini maka materi yang akan disampaikan berjudul “Santri Lawan AI”. “Era 5.0 masyarakat itu berpusat pada manusia yang berintegrasi antara ruang maya dan nyata. Dengan eksistensi nilai pesantren tentu dapat menanggulan gi dampak negatif dari teknologi seperti matinya kemanusiaan, potensi kesendirian yang semakin tinggi, dan lainnya,” ungkapnya. Dirinya yakin Sahabat IPMAFA mampu menjadi sarjana yang kaya akan nilai pesantren dan warisan Pesantren, menjadi sarjana yang bisa menavigasikan diri agar sukses pada pengetahuan yang memandu menggapai dunia dan akhirat. (Aen-02/Uha-01) STADIUM GENERALE IPMAFA MAGAZINE 7 Pemateri SG, Ali Formen, S.Pd., M.Ed., Ph.D saat menyampaikan materi tentang Reinventing Nilai Pesantren Sebagai Basis Nilai Society 5.0


IPMAFA MARCHING COMPETITION IPMAFA Sukses Gelar Marching Competition Tingkat Nasional “Perebutkan Piala Menpora dan Rektor IPMAFA” nstitut Pesantren Mathali’ul Falah I (IPMAFA) Pati sukses menggelar Kejuaraan Nasional IPMAFA Marching Competition (IMC) Perdana Tahun 2023 memperebutkan Piala Menpora RI dan Rektor IPMAFA pada Sabtu (2/9/2023). Kejuaraan Nasional Perdana yang digelar IMC ini diikuti 23 tim dari berbagai daerah, mulai dari Pati, Demak, Jepara, Kudus, Semarang, Purwodadi, dan Rembang. Jenis perlombaan dalam kejuaraan tersebut meliputi Unjuk Gelar Non Mandiri dan Non Mandiri (Konser) Tingkat Sekolah Kanak-Kanak (TK), Unjuk Gelar Mandiri (Konser) Tingkat Sekolah Dasar (SD), Marching Show Band Tingkat Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama/ Tingkat Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTP/SLTA), dan Military Band (Umum). Kegiatan bertajuk Disiplin, Kebersamaan, Sportitas, dan Kreatitas ini terselenggara atas Kerjasama IMC, Kemenpora RI, IKA IPMAFA, Perguruan Islam Mathali’ul Falah (PIM) PP KMF, Persatuan Drum Band Indonesia (PDBI) dan Asian Marching Band Confederation (AMBC). Dalam sambutannya, Ketua IMC M Imamu Muttaqin menyampaikan perhelatan marching band tingkat nasional dan perdana 8 IPMAFA MAGAZINE EDISI 3 - SEPTEMBER s/d NOVEMBER 2023


IPMAFA MARCHING COMPETITION dari IPMAFA diharapkan tidak hanya menjadi acara insidental saja, tapi dapat menjadi agenda rutin yang berkelanjutan. “Kami berkomitmen dan berharap kegiatan ini bisa berkelanjutan untuk memperkenalkan seni marching band lebih luas lagi,” tutur Imam. Selanjutnya Perwakilan PP KMF Imam Sholahuddin menyampaikan selamat kepada seluruh tim yang akan tampil dan berpesan tetap menjaga sportitas sebagaimana tajuk dalam kegiatan IMC ini. “Selamat berlomba, bersiaplah untuk menjadi pemenang, dan jangan kecewa jika hari ini Tuhan belum mengizinkan tim Anda sebagai pemenangnya. Ambillah hikmahnya bahwa ketika dalam melakukan kompetisi, maka di situ kita masih ada kesempatan lagi untuk memperbaiki diri dan mempersiapkan dengan sebaik-baiknya,” pesan Sholahuddin. Sambutan terakhir dalam pembukaan kegiatan ini disampaikan Rektor IPMAFA Abdul Ghofarrozin. Ia menyampaikan bahwa drum band dan marching band merupakan hal penting yang bisa menyatukan kebhinekaan. “Drum band merupakan salah satu unsur yang mempersatukan, menyamakan dan mempertemukan kebhinekaan kita,” tuturnya. Gus Rozin juga mengungkapkan bahwa kegiatan IMC ini merupakan penyelenggaraan kedua dari yang pertama bersifat lokal dan terbatas sebelum pandemi. Sedangkan kali ini merupakan tampilan nasional yang perdana dan berharap menjadi agenda rutin IPMAFA. Simbolis Pembukaan IMC 2023 ditandai dengan pemukulan Gong sebanyak Sembilan kali oleh Rektor IPMAFA dan ditutup dengan doa oleh Ketua Yayasan Nurussalam Dr. KH. Ali Subhan, MA. Hadir dalam kegiatan tersebut Rektor IPMAFA, Wakil Guber Jawa Tengah, H. Taj Yasin Maimoen, Ketua Yayasan Nurussalam, Perwakilan Pengurus Pusat (PP) Keluarga Mathali’ul Falah (KMF) Imam Sholahuddin, Pengurus Pusat PDBI, AMBC, Danramil dan Kapolsek Margoyoso, Pengurus IKAFA, para mitra kerjasama maupun sponsor, Jajaran Civitas Akademika IPMAFA, dan tamu undangan. Kegiatan ini Disponsori oleh: PERTAMINA, RSI Patu, BMT Fastabiq, USB Design, Mazda Graka, BNI, PG Trangkil, KSU Annisa, Kohe Clothing, KSPPS USB, CK Marching, BPRS Artha Mas Abadi, Bank Artha Huda Abadi, Kejennesia, Kopi Original Santri | Media Partner: LPM Analisa IPMAFA, Joglojateng.com, Mitrapost.com, Beritajateng.id, Lingkarjateng.id, Wartapati.com, Suaramerdeka.network, Infojateng.id. (Uha-01) IPMAFA MAGAZINE 9


IPMAFA MARCHING COMPETITION S a b et G o l d e n Tic k et IMC, Ma r c h i n g B a n d A n s o r - B a n se r Cep o g o B e r si a p Me n u j u A si a n Mu sic G ames 2 0 2 3 edaksi IPMAFA – Usai meraih RJuara 1 dan Golden Ticket Asian Marching Band Confederation (AMBC) pada Kejuaraan Nasional IPMAFA Marching Competition (IMC) 2023 (2/9), kini Marching Band Ansor-Banser Cepogo (MBAC) Kecamatan Kembang Kabupaten Jepara bersiap menjadi salah satu kontingen Indonesia Kategori Military Band menuju Asian Music Games Championship 2023 di Jember pada 22-24 September. Manajer MBAC, Faliqul Ishbah menuturkan tema yang diusung dari Sahabat-sahabat MBAC pada perhelatan Asia nanti adalah Islam Nusantara pada kategori Concert Band, dan Rainha De Jepara pada kategory International Street Parade. “Ini menjadi kesempatan baik untuk kita karena memang kesempatan ini tidak didapat dari event-event lain. Luar biasa yang didapat karena setahun genap ini kita berdiri dan mengikuti event IMC dan dapat mencuri hati juri untuk berangkat ke 10 IPMAFA MAGAZINE EDISI 3 - SEPTEMBER s/d NOVEMBER 2023


IPMAFA MARCHING COMPETITION Jember,” tuturnya. Faliq mengungkapkan saat ini timnya telah melakukan persiapan matang. Baik bersinergi dengan pemerintah kabupaten kususnya maupun Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Jepara terkait budaya yang akan ditampilkan. Respon dari pemkab dan Disparbud ternyata sangat luar biasa supportnya, mereka mengajak beberapa sanggar untuk bisa menampilkan siswa dan kostum terbaiknya guna mendukung kegiatan parade street dengan tema rainha de jepara. Faliq dan tim juga menggandeng para budayawan Jepara. Dimana saat ini dari beberapa budayawan sedang gencar mensosialisasikan bahwa Ratu Kalinyamat merupakan tokoh yang bisa dijadikan panutan para generasi muda, khussunya wanita. “Ini momen yang tepat bagi kita untuk mengusung misi itu. Kita tunjukkan Ratu Kalinyamat bukanlah tokoh ktif belaka, tapi benar-benar nyata adanya yang bisa memberikan semangat agi para generasi muda,” terang Faliq. Faliq berharap dengan keikutsertaan timnya hadi ke Jember tak hanya dijadikan sebagai ajang eksplorasi bakat, pengetahuan, dan skill marching band saja. Tapi juga sebagai upaya dakwah melalui seni dan nada. “Drum band maupun marching band Banser sudah saatnya mengeksplor bakat. Dan secara umum kita bisa berkontribusi dalam dakwah melalui seni musik atau musical activity,” katanya. “Semoga bisa memotivasi sahabat-sahabat Banser yang lainnya. Dengan segala persiapan yang ada dan didukung beberapa pihak mulai dari pemkab dan dan IPMAFA atau pihak terkait kita optimis bisa menampilkan yang terbaik dan bisa membawa pulang juara. Kalaupun tidak, tetap semangat karena itu bagian dari proses dan pengalaman,” pungkasnya. (Uha-01) Drum band maupun marching band Banser sudah saatnya mengeksplor bakat. Dan secara umum kita bisa berkontribusi dalam dakwah melalui seni musik atau musical activity IPMAFA MAGAZINE 11


edaksi IPMAFA – Institut Pesantren Mathali’ul RFalah (IPMAFA) menyambut mahasiswa baru (maba) Tahun Akademik 2023/2024 dengan rangkaian acara orientasi kemahasiswaan yang dimulai pada Hari Senin-Kamis (28-31/08/23) di Aula 1 Ipmafa. Orientasi kemahasiswaan yang dikemas dalam acara Pelatihan Success Skill Mahasiswa Baru (PSSMB) itu diikuti 272 maba mengusung tema “Reinventing Nilai Pesantren sebagai Basis Nilai Society 5.0”. Ketua Panitia, Ahmad Bastomi, menjelaskan bahwa tema yang diusung merupakan respon dari isu yang tengah terjadi. Menurutnya Era Society 5.0 membawa perubahan yang besar pada dunia pendidikan. Perubahan terjadi dengan cepat, sehingga menuntut akademikus untuk berinovasi, dan berkreasi. Tantangan dan problematika banyak tercipta sehingga lembaga pendidikan terutama pesantren, harus siap secara mental dan dituntut tidak hanya mampu dalam bidang keagamaan (religius) namun juga mampu mengatasi dan menghadapi gejolak era society 5.0. “Adanya era society 5.0 ini kemudian kita memadukan dengan nilai-nilai pesantren yang selama ini mampu menjawab persoalan di masyarakat. Dengan itu (nilai-nilai pesantren) mahasiswa mampu menemukan arus utama dalam menghadapi era society,” terang Bastomi. PSSMB IPMAFA Usung Tema Reinventing Nilai Pesantren Sebagai Basis Nilai Society 5.0 PSSMB IPMAFA 12 IPMAFA MAGAZINE EDISI 3 - SEPTEMBER s/d NOVEMBER 2023


Ketua Panitia yang merupakan mahasiswa PBA semester 5 itu juga menyebutkan tujuan PSSMB sebagai ruang untuk mengenalkan kehidupan kampus, mahasiswa memahami Visi Misi IPMAFA sekaligus ajang bersilaturahmi antar mahasiswa baru dengan seluruh elemen kampus. Lebih lanjut Bastomi menjelaskan PSSMB tahun ini sedikit berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Perbedaan terletak pada keikutsertaan maba regular dan non regular (ekstensi). Sebelumnya, maba ekstensi diperbolehkan mengikuti kegiatan walau hanya sehari, namun kali ini diwajibkan mengikuti PSSMB hingga akhir. “Kami memandang pentingnya semua materi yang ada di PSSMB, kalau cuma satu hari kasihan mba, tidak mengikuti materi selanjutnya sehingga ilmu yang diperoleh menjadi tidak maksimal,” tambahnya. Secara resmi PSSMB dibuka oleh Wakil Rektor I Dr. A. Dimyati, M.Ag. dengan kegiatan upacara bendera yang diikuti oleh seluruh peserta, panitia dan jajaran civitas akademik di halaman kampus. Seksi Acara, Shobruna Ayu Fitriani mendetail rundown acara yang dimulai dengan opening ceremony, penyampaian 15 materi yang disampaikan selama 3 hari berturut-turut. Diantaranya materi Keipmafa-an disampaikan pada hari pertama oleh Wakil Rektor III Wakrodi, M.Si. “Penyampaian materi dilaksanakan selama 3 hari mulai hari ini (Senin, 28/8/23), jadi setiap hari ada 5 materi yang akan disampaikan oleh narasumber yang berbeda,” jelas Shobruna. (Nis-03/Uha-01) PSSMB IPMAFA IPMAFA MAGAZINE 13


Foto: IPMAFA.doc Focus Group Discussion (FGD) dengan UIN Alaudin Makassar Sabtu, 26 Agustus 2023 Perbankan Syariah IPMAFA edaksi IPMAFA – Program Studi RPerbankan Syariah Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA) Pati berkesempatan menghadiri Focus Group Discussion (FGD) dengan UIN Alaudin Makassar. Membahas implementasi kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE) guna menunjang kegiatan Merdeka Belajar – Kampus Merdeka (MBKM), Sabtu (26/8/2023). Kaprodi PS IPMAFA Puji Lestari, M.Si mengungkapkan FGD ini menyatukan antara kebutuhan industri dengan kurikulum yang ada di perbankan syariah perguruan tinggi. “Supaya lulusan perguruan tinggi siap kerja di lembaga keuangan syariah, khususnya di perbankan syariah,” tutur Puji. OBE atau pendidikan berbasis luaran ini merupakan kurikulum yang berfokus pada pencapaian pembelaja-ran pendidikan yang tidak berpusat pada materi yang harus diselesaikan namun juga outcome. Menekankan keberlanjutan proses pembelajaran secara inovatif, efektif, serta interaktif. Sehingga mahasiswa dapat mengembangkan keterampilan untuk bersiap di level global. Bank Syariah Indonesia (BSI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendukung penuh dan siap berkolab-orasi dengan perguruan tinggi guna menyukseskan kegiatan magang dalam kurikulum MBKM. Hadir dalam FGD Ketua Asbisindo Sulsel Irvan Satya,Deputy Dean of Research and Innovation, IIUM Institute of Islamic Banking and Finance Dr. Romzie Rosman, Kabag Perizinan OJK Regional 6 M Rahmat Amin, Kaprodi PS UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Dr. Ruspita Rani Pertiwi S.Psi., MM. (Puji Lestari/Uha-01) Bahas Implementasi Kurikulum Berbasis OBE Hadiri FGD Internasional PRODI PERBANKAN SYARIAH 14 IPMAFA MAGAZINE EDISI 3 - SEPTEMBER s/d NOVEMBER 2023


Perpustakaan IPMAFA Lolos Seleksi Administrasi, PERPUSNAS Lakukan Survei Kelayakan - Foto bersama, pegawai perpustakaan IPMAFA dengan surveyor PERPUSNAS Redaksi IPMAFA – Perpustakaan Nasional (PERPUSNAS) melakukan survei kelayakan ke Perpustakaan Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA) setelah lolos seleksi administrasi sebagai penerima hibah bantuan buku, Senin lalu (23/10/2023). Direktur Perpustakaan IPMAFA, Nurul shoimah Aprilina, A.Md menjelaskan bahwa hibah yang akan didapatkan nantinya adalah 850 judul buku dengan tema bebas dan dua unit komputer untuk perpustakaan. “Kita mengajukan proposal ke PERPUSNAS, saat ini sudah lolos seleksi administrasi. Dari Pati ada dua perguruan tinggi yang lolos, yaitu STT Pati dan IPMAFA,” tambah Lina. Ia menjelaskan terdapat tiga tahapan untuk bisa mendapatkan bantuan hibah buku ini, pertama pengajuan proposal, kemudian survei kelayakan, dan penentuan penerima hibah. “Hasil dari survei ini nanti akan disampaikan ke Pimpinan PERPUSNAS untuk kemudian nanti Bulan Januari 2024 diumumkan kampus mana saja yang mendapat hibah,” tuturnya. “Yang diperikasa adalah jumlah mahasiswa, jumlah prodi, dan jumlah koleksi, serta kondisi perpustakaan,” tambah Lina. Pustakawan Ahli Pertama Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan, Sukarni, S.I.Pust. selaku surveyor menjelas-kan IPMAFA, Senin (23/10/2023) bahwa survei ini dilakukan hingga Bulan Dokumen IPMAFA Desember 2023 di seluruh Indonesia, “Yang mengajukan proposal, lolos dan disurvei kelayakan pasti dapat semua, tapi entah masuk anggaran ditahun ini atau tahun depan,” jelas Sukarni. Menurut Sukarni, bantuan hibah tahun anggaran 2024 terbagi menjadi 2 bagian, yakni 20% untuk perguruan tinggi negeri, dan 80% untuk perguruan tinggi swasta. “Bantuan ini selalu ada setiap tahun, cuma terbatas dengan anggaran, jadi kami menyesuaikan dengan anggaran tersebut,” pungkas Sukarni. (Uha-01/Aen-02) PERPUSTAKAAN IPMAFA IPMAFA MAGAZINE 15


KKN Gemilang IPMAFA Edukasi Warga Manfaatkan Limbah Dapur Jadi POC epara – Mahasiswa Kuliah Kerja J Nyata (KKN) Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA) yang bertugas di Desa Bumiharjo Kecamatan Keling Kabupten Jepara membekali warga setempat untuk memanfaatkan limbah dapur menjadi Pupuk Organik Cair (POC), Selasa (05/09/23). Narasumber Siswanto, M.A menjelaskan bahwa membuat POC sangatlah mudah memanfaat bahanMedianya mulai blung atau ember, limbah dapur, leri, sisa buah-buahan, sayur-mayur, dedaunan, tetes tebu, dan Em4. ” ” KKN IPMAFA 16 IPMAFA MAGAZINE EDISI 3 - SEPTEMBER s/d NOVEMBER 2023


bahan di sekitar dan hampir semuanya gratis alias tidak perlu membeli. Narasumber yang sekaligus Dosen Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) IPMAFA itu merinci bahan dan alur pembuatan POC dimulai dengan menyiapkanmedianya, mulai blung atau ember, limbah dapur, leri, sisa buahbuahan, sayur-mayur, dedaunan, tetes tebu, dan Em4. Apabila medianya sudah terpenuhi, maka langkah selanjutnya adalah menaruh jenis limbah dapur tersebut pada blung yang sudah disiapkan. Baru setelah itu dikasih air secukupnya, em4, tetes tebu. Semuanya diaduk rata untuk mempercepat proses fermentasi. “Setelah melalui beberapa proses itu, blung atau ember dipastikan ditutup rapat. Setelah itu setiap dua hari sekali dipantau dan dicek, guna mengetahui sejauhmana proses ferementasi tersebut bereaksi,” tandasnya. Siswanto menuturkan, proses fermentasi memakan waktu paling cepat dua minggu, baru hasilnya bisa dimanfaatkan untuk menyirami tanaman di sekitar perkarangan rumah warga. Penanggungjawab kegiatan Ismatul Saidah berharap setelah diadakan praktik pembuatan POC tersebut, peserta kegiatan mampu membuat POC secara mandiri. Saidah juga berharap kedepan limbah dapur yang ada di masing-masing rumah warga tak lagi dibuang di drainase maupun sungai, tapi dimanfaatkan untuk menjadi POC. Kegiatan Praktik Pembuatan POC ini dihadiri warga setempat, gabungan kelompok tani (Gapoktan), Ibu-ibu PKK, Babinsa dan segenap mahasiswa KKN IPMAFA Desa Bumiharjo Keling Jepara. (Siswanto/Uha-01) KKN IPMAFA IPMAFA MAGAZINE 17


KKN IPMAFA Program Ngaos Lansia KKN IPMAFA: Sarana Meraih Khusnul Khotimah 18 IPMAFA MAGAZINE EDISI 3 - SEPTEMBER s/d NOVEMBER 2023


KKN IPMAFA Pati – KKN Adhigana Sahwahita Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA) Pati mengadakan kegiatan Ta’lim Qur’an Lil Kibar atau bisa disebut Ngaos untuk Lansia di Desa Asempapan, Kecamatan Trangkil, Kabupaten Pati. Penanggung jawab kegiatan Khorisatul Munfarida menuturkan dalam hal Ngaos Alquran, biasanya perhatian masyarakat banyak tertuju kepada anakanak dan remaja. Sedangkan orang dewasa, lansia, para pensiunan dan yang sejenis masih jarang-jarang ada yang mau berkenan ngopeni ngaos qurannya. “Padahal beliau-beliau ini sangat membutuhkan untuk bekal di kehidupan selanjutnya. Atas dasar itulah, teman-teman mahasiswa KKN IPMAFA di Desa Asempapan menggagas Ta’lim Qur’an Lansia ini,” tutur Munfarida. Kegiatan Ngaos untuk Lansia ini sebenarnya sudah ada sebelumnya, namun sempat terhenti lantaran Pandemi Covid-19 lalu. Munfarida juga mengungkapkan tujuan Ngaos untuk Lansia ini selain menghidupkan kembali kegiatan yang sempat terhenti lantaran Pandemi Covid-19, juga menumbuhkan semangat mengaji para lansia, serta sebagai sarana meraih husnulkhatimah. Penanggung jawab kegiatan lainnya, yakni Nur Inayah menambahkan ngaos untuk lansia yang lansung dimentori oleh Mahasiswa KKN Adhigana Sahwahita IPMAFA tersebut diadakan setiap Bakda Magrib pada Hari Senin hingga Rabu. Mereka berharap kedepannya mengaji rutinan yang ada tidak hanya difokuskan untuk remaja saja, tetapi juga para lansia juga. “Karena mereka pun pasti membutuhkan ini. Dan harapan kami juga, anak-anak bahkan remaja dapat termotivasi dengan melihat lansia-lansia yang masih semangat mengaji, sehingga tumbuh semangat dalam diri mereka untuk mengaji Al-Qur’an,” Imbuh Munfarida. Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Sahal Mahfudh mengungkapkan, Mahasiswa KKN tidak hanya memberikan pengajaran membaca Alquran saja, tetapi juga tentang Dasar-dasar Ubudiyyah dan Donasi/Hibah Mushaf Al Quddus, yakni Mushaf Al Qur’an terbitan Yanbu’ul Qur’an yang dilengkapi dengan tanda اضطراري وقف)wakaf kepepet) dan tanda panah .ابتداء “Sangat cocok bagi masyarakat Indonesia yang nafasnya pendek-pendek, tidak menjangkau waqaf yang ada dan kesulitan untuk memulai membaca/Ibtida’,” ungkap Sahal. Donasi Wakaf Alquran Dalam menyukseskan kegiatan ini, Tim KKN Adhigana Sahwahita mendapatkan dukungan donasi wakaf Al-Qur’an yang difasilitasi Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Sahal Mahfudh. “Alhamdulillah, saat dibuka Open Shodaqoh Jariyah Mushaf Al Quddus melalui story WA, dalam sehari sudah langsung terpenuhi target Mushaf yang akan dihibahkan, bahkan lebih, yaitu 56 Mushaf dari 30 Mushaf yang dibutuhkan,” tutur Sahal. Meski hanya bisa mengajar dalam kurun waktu 45 hari, namun ngaos untuk lansia tetap berjalan karena Tim KKN Adhigana Sahwahita telah menunjuk ustadz-ustadzah atau tokoh agama desa setempat untuk dapat melanjutkannya. (Kordes KKN: Akhmad Yasin /Uha-01) IPMAFA MAGAZINE 19


DEMA IPMAFA Tingkatkan Literasi Menabung, DEMA IPMAFA & BRI PATI Adakan BRITAMA Selling Competition DEMA IPMAFA – Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA) gandeng BRI Cabang Pati adakan BRITAMA Selling Competition Selasa lalu (26/09/2023) di Aula 2. Ketua DEMA IPMAFA, A’ida Sufrotus So mengatakan acara tersebut diikuti oleh 24 Komandan Tingkat (Komting) yang bertujuan untuk membuka wawasan mahasiswa mengenai pentingnya literasi ekonomi generasi Z. “Acara inti dimulai dengan penyampaian materi mengenai BRI dan praktik pembukaan rekening tabungan BRI,” tuturnya Lebih dalam ia menjelaskan bahwa BRI mempunyai wadah serta fasilitas yang bisa digunakan untuk menyimpan uang agar lebih aman dan mudah, maka mahasiswa harus sadar dengan hal tersebut. “Kegiatan yang dikemas dalam bentuk sosialisasi ini mengutip kata competition yang mempunyai maksud bersaing dalam hal menabung dan penggunaan media ekonomi yang kekinian,” imbuhnya. Aida berharap untuk tahun depan agar seluruh Mahasiswa IPMAFA bisa mengikuti kegiatan seperti ini agar silaturrahmi antara DEMA IPMAFA dan BRI terus terjalin dengan baik. Relationship Manager Funding and Transaction BRI KC PATI, Yunita Puspitasari berharap agar Mahasiswa IPMAFA harus dan mau belajar mengenai media ekonomi yang kekinian, karena semakin maju dan mudah dalam penggunaan “Kami berharap adik-adik semua mau belajar dan mencoba literasi keuangan untuk diri sendiri dan orang lain, saling berlomba untuk meraih tabungan masa depan yang aman,” pungkasnya. (Syarifatun Sa’adah, Media DEMA/Aen-02) 20 IPMAFA MAGAZINE EDISI 3 - SEPTEMBER s/d NOVEMBER 2023


DEMA IPMAFA D EMA IPMAFA – Dalam rangka mewujudkan sinergitas dengan lembaga keuangan, Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA) menggelar GEBYAR HADIAH SI MUDA bersama Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) Artha Mas Abadi, Sabtu lalu (7/10/2023) di Halaman Kampus IPMAFA. Acara bertajuk Edukasi, Literasi, dan Inklusi Finansial Pemuda tersebut diikuti 150 peserta yang terdiri dari Santri Ma’had Jamiah Mathaliul Falah, Karyawan BPRS Artha Mas Abadi serta Civitas Akademika IPMAFA. Kegiatan tersebut diawali senam pagi, launching mobil kas keliling, sambutan, edukasi nancial planning, dan pengundian doorprize. Rektor IPMAFA, KH. Abdul Ghofarrozin, M.Ed berharap dengan adanya kegiatan ini dapat memotivasi generasi muda mengerti tentang pentingnya planning penggunaan uang. “Dengan launchingnya Mobil kas keliling dan Tabungan Si Muda ini diharapkan dapat menjadi peluang untuk generasi muda menjalankan bisnis dan semoga dapat bermanfaat untuk layanan perbankan kedepannya,” tambahnya. Ketua panitia, Nur Hadi, menjelaskan dengan adanya kegiatan seperti ini dapat mempererat silaturrahmi antara BPRS Artha Mas Abadi dengan IPMAFA. “Terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dan berpartisipasi, semoga acara seperti ini dapat diadakan setiap bulan,” jelasnya. Ia juga membeberkan bahwa dalam kegiatan tersebut terdapat banyak doorprize menarik seperti sepedah gunung, handphone, dan beasiswa khusus Mahasiswa IPMAFA serta masih banyak lainnya. Hadir dalam acara tersebut Khabib Solihin, MM dan Mumu Mubarok, M.Ei sebagai pemateri edukasi nancial planning. “Menabunglah di Si Muda karena disini tidak ada yang namanya bunga tapi yang ada yakni bagi hasil,” tutur Mumu.(Syarifatun Sa’adah, Media DEMA/Aen-02) Wujudkan Sinergitas, DEMA IPMAFA GELAR GEBYAR HADIAH SI MUDA Bersama BPRS Artha Mas Abadi IPMAFA MAGAZINE 21


LPM ANALISA IPMAFA LPM Analisa Hadiri Kopdar Kemenag: “Penguatan Moderasi Beragama Melalui Pengelolaan Media Lembaga Kemahasiswaan” edaksi IPMAFA – Lembaga Pers RMahasiswa (LPM) Analisa Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA) hadir dalam acara Kopdar Pengelola Media Lembaga Kemahasiswaan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) yang terselenggara di Hotel Santika Premiere Bintaro Senin – Rabu lalu (6-8/11/2023). Hikmah Lailatul Kamalia, delegasi LPM Analisa IPMAFA menjelaskan Acara yang berlangsung selama 3 hari tersebut diikuti oleh 52 Lembaga Pers Mahasiswa dari berbagai daerah. “Penguatan moderasi beragama untuk para mahasiswa menjadi alasan utama digelarnya acara ini, agar nantinya dalam postingan pers mahasiswa tidak ada unsur radikalisme, ekstrimisme dan anarkisme dalam mendakwahkan Agama Islam,” jelas Ketua LPM Analisa tersebut kepada Redaksi IPMAFA. Ia menambahkan bahwa mahasiswa baru merupakan sasaran bagi kalangan anti moderasi beragama, bisa lewat organisasi ataupun media sosial. Lembaga Pers Mahasiswa menjadi salah satu unsur untuk memerangi hal tersebut. Kamal mengulas penjelasan Pemateri Wibowo Prasetyo bahwa Pers Mahasiswa 22 IPMAFA MAGAZINE EDISI 3 - SEPTEMBER s/d NOVEMBER 2023


harus memperkuat tata kelola media agar terindikasi baik, bukan hanya lembaga yang membangun dan mencerdaskan mahasiswa dengan tulisan. “Pers harus mampu membangun iklim demokrasi kampus, menjadi kontrol sosial, profesional, dan penggerak kebaikan dalam moderasi beragama,” tutur Kamal menirukan ungkapan Staf Khusus Kementerian Agama Bidang Media & Komunikasi Publik tersebut. Kamal juga menambahkan bahwa dengan digitalisasi yang semakin pesat, informasi semakin mudah didapat. Mahasiswa sebagai kader bangsa harus mampu memilah dan memilih informasi yang didapat. “Mahasiswa dan pemuda harus mampu menyaring informasi dengan benar, lter nilai, gagasan, dan sintesis yang didapat, agar tidak terjebak dalam pemahaman yang ekstrem,” jelas Kamal. Kamal memaparkan bahwa salah satu alasan mengapa mahasiswa baru dan kawula muda banyak termakan hoax tentang isu moderasi beragama adalah belum cukupnya pengetahuan dan wawasan tentang nilai kebangsaan dan kegamaan. Ditambah dengan pencarian di ruang digital yang salah. “Kami berharap Lembaga Pers Mahasiswa harus mampu menjadi penggerak kebaikan dalam menyebarkan Islam yang rahmatallil alamin, menggaungkan moderasi beragama, menumbuhkan toleransi dan menjadi bagian dari upaya untuk meningkatkan literasi digital.” tandas Kamal. (Kamal.Red/Aen02/Uha-01) LPM ANALISA IPMAFA IPMAFA MAGAZINE 23


Peringatan Haul Kiai Sahal, Pusat Fisi IPMAFA Gelar Seminar Nasional Memperingati haul KH. MA Sahal Mahfudz yang ke-10, Pusat Studi Pesantren dan Fiqh Sosial (PUSAT FISI) Institut Pesantren Mathaliul Falah (IPMAFA) menyelenggarakan Seminar Nasional dan Bedah Buku “Mengudar (Istilah) Metodologi Fiqh Sosial”. dan Bedah Buku Redaksi IPMAFA – Dalam rangka memperingati haul KH. MA Sahal Mahfudz yang ke-10, Pusat Studi Pesantren dan Fiqh Sosial (PUSAT FISI) Institut Pesantren Mathaliul Falah (IPMAFA) menggelar Seminar Nasional dan Bedah Buku “Mengudar (Istilah) Metodologi Fiqh Sosial” Sabtu lalu (28/10/23) Seminar nasional dan bedah buku diselenggarakan di Auditorium 2 IPMAFA menghadirkan tiga narasumber Pegiat dan Peneliti Fiqh Sosial yaitu Prof. Dr. Ishlah Gusmian (pakar tafsir dari UIN Raden Mas Said Surakarta), Dr. Ahmad Dimyati, M.Ag (Penulis dan Wakil Rektor I PUSAT FISI IPMAFA 24 IPMAFA MAGAZINE EDISI 3 - SEPTEMBER s/d NOVEMBER 2023


Buku “Mengudar (Istilah) Metodologi Fiqh Sosial” terdiri dari tiga bagian diantaranya pendahuluan berisi tentang bagaimana proses pembentukan qh sosial. IPMAFA), Tutik Nurul Janah, MH. (Penulis dan Direktur Pusat FISI). Buku “Mengudar (Istilah) Metodologi Fiqh Sosial” terdiri dari tiga bagian diantaranya pendahuluan berisi tentang bagaimana proses pembentukan qh sosial untuk menamai gagasan Kiai Sahal Mahfudh, titik temu dan titik beda antara qh sosial Kiai Sahal dengan qh sosial Kiai Ali Yae sampai paradigma dan metodologi qh sosial. Bagian kedua berisi inti buku mengudar istilah-istilah yang dipakai dalam metodologi qh sosial. Sedangkan bagian ketiga berisi implementasi metodologi qh sosial. Dijelaskan oleh Ning Tutik, Direktur Pusat FISI bahwa buku ini merupakan berkah adanya pandemi sehingga para peneliti intens dalam berdiskusi dan menulis sehingga lahirlah buku berjudul “Mengudar (Istilah) Metodologi Fiqh Sosial”. Buku ini juga sebagai penjelas bagi buku “Fiqh Sosial Masa Depan Fiqh Indonesia” yang telah diterbitkan sebelumnya. “Berpijak dari hasil karya para aktis Forum Kamisan, naskah yang kita pilih adalah naskah yang mampu menjawab pertanyaan dan diskusi yang berkembang di IPMAFA maupun di kalangan yang lebih luas,” jelas Ning Tutik. Dalam kegiatan tersebut, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama, Wakrodi, M.Si, melalui sambutannya mewakili Rektor IPMAFA berharap buku ini tetap eksis dan dapat memberikan pengayaan terhadap khazanah kajian pesantren dan khususnya qh sosial. “Dan lebih dari itu dapat memberikan manfaat kepada kita semua khususnya mainstreaming qh sosial sebagai problem solving. Sebagaimana yang selama ini lekat dan kita kenal karakter qh Mbah Sahal,” harapnya. Selain harapan, Wakhrodi juga mengucapkan selamat atas launching dan bedah buku yang diselenggerakan oleh Pusat FISI tersebut. PUSAT FISI IPMAFA IPMAFA MAGAZINE 25


Beberapa pertanyaan berkisar kelebihan dan kekurangan buku, sosok Kiai Sahal hingga pembahasan paradigma Islam Kiri. “Alhamdulilah pagi ini kita berkumpul pada majelis ilmu dalam rangka bedah buku baru, sekali lagi selamat dan sukses,” ucapnya. Sebelumnya telah dipaparkan oleh salah satu narasumber, Prof. Dr. Ishlah Gusmian bahwa KH. MA. Sahal Mahfudh adalah sosok kiai komplit karena memenuhi tiga kriteria yakni kiai dampar (kiai yang mengaji kitab kepada para santri dengan tekun), kiai kitab (kiai yang mampu menulis kitab), dan kiai masyarakat (terlibat dalam berbagai bidang kegiatan masyarakat). M. Labib, MA bertindak sebagai moderator membagi sesi diskusi dan tanya jawab antara peserta seminar dengan narasumber yang berlangsung secara hangat. Beberapa pertanyaan berkisar kelebihan & kekurangan buku, sosok Kiai Sahal hingga pembahasan paradigma Islam Kiri. Acara yang diikuti 170 peserta tersebut dimulai pukul 09.30 WIB. Launching buku ditandai dengan pemutaran video prol dan ucapan selamat dari Rektor IPMAFA serta para penulis. Kemudian dilanjutkan prosesi penandatanganan cover buku “Mengudar (Istilah) Metodologi Fiqh Sosial” secara simbolis. (Nis-03/Uha-01) PUSAT FISI IPMAFA 26 IPMAFA MAGAZINE EDISI 3 - SEPTEMBER s/d NOVEMBER 2023


Pilihan Program Studi (Prodi) Institut Pesantren Mathali’ul Falah IPMAFA BROCHURE IPMAFA MAGAZINE 27


I P M A FA Perguruan Tinggi riset Berbasis Nilai-nilai Pesantren #KuliahYesNgajiOke www.ipmafa.ac.id @ipmafapa ipmafa ipmafatv 0857 4035 5688 I P M A FA B R O C H U R E


Click to View FlipBook Version