The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by abidinsj.ipmafa, 2023-07-25 23:21:49

IPMAFAMAGAZINE EDISI PERDANA - JULI 2023

IPMAFAMAGAZINE EDISI PERDANA -JULI 2023

Keywords: IPMAFA,MAGAZINE,IPMAFAMAGAZINE,IPMAFAMAGZ,IPMAFAPATI

I P M A FA Edisi Perdana - Juli 2023 Perguruan Tinggi riset Berbasis Nilai-nilai Pesantren #KuliahYesNgajiOke www.ipmafa.ac.id @ipmafapa ipmafa ipmafatv 0857 4035 5688 Dosen Idaman Mahasiswa IPMAFA Resik Kali Peduli Kelestarian Sungai IPMAFA buka Prodi Magister Pendidikan Bahasa Arab Wisuda XI IPMAFA Kisah Seorang Ibu Hebat Ipmafa ma g a z ine I P M A FA


2 Edisi Perdana - Juli 2023 Penasehat: 1. KH. Abdul Ghofarrozin, M.Ed 2. Dr. A. Dimyati, M.Ag 3. Dr. Agus Syakroni, M.Pd 4. Umdatul Baroroh, MA 5. Sri Naharin, MSI Pemimpin Umum: Direktur Pusat Sumber Daya Informasi & Komunikasi (PSIK) IPMAFA Penanggung Jawab & Pemimpin Redaksi: Muhamad Zakka, S.Pd.I Redaktur Pelaksana: 1. Zaenal Abidin, S.Sos 2. Anis Khofah Nur Satri, S.Pd 3. Muhammad Madun, S.Pd Layouter: 1. Zaenal Abidin, S.Sos 2. Anis Khofah Nur Satri, S.Pd Alamat Redaksi IpmafaMagz: Jl. Raya Pati-Tayu, KM. 20. www.ipmafa.ac.id 0857 4035 5688 [email protected] IpmafaMagz Struktur Redaksi STRUKTUR REDAKSI I P M A FA M A G Z


I P M A FA MAGISTER PBA IPMAFA Edisi Perdana - Juli 2023 Press Release: IPMAFA Resmi Membuka Prodi Magister (S2) Pendidikan Bahasa Arab Redaksi IPMAFA – Setelah sukses menyelenggarakan Program Sarjana (S1), kini Institut Pesantren Mathali’ul Falah secara resmi membuka Program Studi (Prodi) Magister (S2) Pendidikan Bahasa Arab (PBA) Tahun Akademik 2023/2024 mendatang. Hal ini berdasarkan Surat Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 500 Tahun 2023 Tentang Izin Penyelenggaraan Program Studi Pendidikan Bahasa Arab untuk Program Magister pada Institut Pesantren Mathaliul Falah Pati. Dalam surat keputusan disebutkan bahwa izin penyelenggaraan prodi sebagaimana dimaksud diberikan untuk pelaksanaan perkuliahan reguler dan tidak untuk pelaksanaan perkuliahan nonreguler (extention). Waktu yang diperlukan untuk menempuh pendidikan Program Magister PBA sama seperti program magister pada umumnya, yakni 4 semester dengan total kurang lebih 48- 50 SKS. Melalui Ketua Prodi Magister PBA, Dr. Ali Subhan MA, Rektor IPMAFA mengajak alumni maupun masyarakat secara umum, khususnya Kabupaten Pati dan sekitarnya untuk bersama-sama menyambut kesempatan baik ini. “Dimana Program Magister PBA saat ini bisa dijangkau dengan jarak yang sangat dekat oleh masyarakat, dan bagi angkatan pertama mendapatkan diskon 20%,” tutur Ali Subhan. Pembukaan prodi baru ini bukan semata tanpa alasan. Ali Subhan mengungkapkan potensi Guru Bahasa Arab di Kabupaten Pati dilihat dari jumlah madrasahnya mulai tingkat Ibtidaiyah, Tsanawiyah hingga Aliyah hampir menyentuh angka 500. Berdasarkan Data Badan Pusat Statisik (BPS) Tahun 2022/2023, jumlah Madrasah Kabupaten Pati di bawah Kemenag Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Tengah dengan kategori Negeri dan Swasta mencapai 417 dengan rincian Madrasah Ibtidaiyah sebanyak 212, Madrasah Tsanawiyah sebanyak 137, dan Madrasah Aliyah sebanyak 68. Dengan potensi SDM Guru Bahasa Arab tersebut mendorong IPMAFA membuka program magister dengan visi mengintegrasikan keilmuan dan keislaman dengan karakter nilai pesantren untuk mewujudkan IPMAFA Pati sebagai perguruan tinggi riset bertaraf internasional tahun 2035. Guna mewujudkan visi tersebut, adapun beberapa misi yang akan diwujudkan adalah mengembangkan ilmu keislaman yang mampu menjawab problem sosial keindonesiaan dan kemanusiaan; mengembangkan keilmuan pesantren dengan mengintegrasikannya dalam studi keislaman dan keindonesiaan; dan mengembangkan riset untuk menghasilkan ilmu dan keahlian yang berkonstribusi terhadap pembangunan Islam, Indonesia dan dunia. Ketua Pendirian Program Magister PBA IPMAFA Dr. Agus Syakroni, M.Pd menyampaikan proses pendaftaran mahasiswa baru Magister PBA IPMAFA bisa melalui dua cara yakni secara ofine maupun online dengan batas pendaftaran hingga akhir Bulan Agustus 2023. Lebih lanjut ia menambahkan bahwa semua jurusan S1 bisa melanjutkan di program Magister PBA ini, yang nantinya perkuliahan akan menggunakan sistem luring dan daring sesuai kebutuhan, mengingat akan ada dosen tamu dari luar daerah. Agus Syakroni juga menegaskan bahwa dibukanya Program Magister PBA ini, IPMAFA berkomitmen menjadi pusat pendidikan dan riset pada Program S2 PBA yang Unggul, Profesional, dan berbasis Nilai-nilai Pesantren. Basis nilai pesantren dimasukkan dalam struktur kurikulum sekaligus berusaha menghasilkan lulusan S2 PBA yang kompeten dalam Bahasa Arab dan pengembangan turast pesantren. Sementara dalam praktik pembelajaran menjadikan nilai dasar sholih akram (NDSA) sebagai landasan pembelajaran dan budaya kehidupan kampus. “Sejauh ini, Jawa Tengah baru 2 kampus dengan program yang sama. IPMAFA menjadi yang ketiga setelah UIN Walisongo Semarang dan UIN Raden Mas Said Surakarta,” ungkapnya. Dengan bertambah program magister tersebut, kampus yang berdiri sejak tahun 2008 ini kini mempunyai 7 prodi S1 dan 1 prodi S2. Semua prodi tersebut tersebar dalam 3 Fakultas, yakni Tarbiyah (S1) dengan Prodi PBA, Pendidikan Anak Usia Dini (PIAUD), dan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI); Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam dengan Prodi Perbankan Syariah (PS), serta Zakat dan Wakaf (Zawa); Fakultas Dakwah dan Pengembangan Masyarakat dengan Prodi Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) dan Komunikasi Penyiaran Islam (KPI), serta Fakultas Tarbiyah (S2) dengan Prodi PBA. (Aen-02/Uha-01) 3


I P M A FA M A G Z IPMAFA MARCHING COMPETITION Redaksi IPMAFA – Dalam rangka mewujudkan eksistensinya sebagai lembaga pendidikan yang mempunyai kepekaan dalam pengembangan bakat dan potensi putra-putri daerah, Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA) Pati akan menggelar Kejuaraan Nasional IPMAFA Marching Competition (IMC) memperebutkan Piala Menpora RI dan Rektor IPMAFA Tahun 2023 pada 1-3 September mendatang. Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Dito Ariotedjo menyatakan dukungannya saat ditemui panitia di Kantor Pusat Kemenpora, Jl. Gerbang Pemuda No. 3 Senayan, Jakarta Pusat, Kamis, 15/6/23 lalu. Mengenai Skema Kompetisi, Ketua Panitia M Imamu Muttaqin mengungkapkan 90 Tim ditargetkan akan berkompetisi dalam kejuaraan Nasional ini. “Sejumlah 90 Tim tersebut nantinya akan dibagi ke dalam enam kategori: Konser TK (Non Mandiri), Konser TK (Mandiri), Konser SD/MI, Konser SLTP/SMA, Batle Tingkat Umum dan Military Band,” ungkap Imam. Kegiatan berjargon Level Up Your Marching Band tersebut mengusung tema Disiplin, Kebersamaan, Sportivitas dan Kreatitas. Mengingat kompetisi ini merupakan ajang bergengsi, Ketua Ikatan Alumni (IKA) IPMAFA Muhammad Siddiq selaku inisiator terselenggaranya kegiatan ini sangat menyayangkan jika kesempatan emas ini dibiarkan berlalu begitu saja. “Jika kamu ingin menaikkan level marching bandmu, inilah saat yang tepat,” tutur Siddiq. Tak hanya itu, Imam menuturkan terdapat empat tujuan yang dapat diraih pula dalam kejuaraan nasional tersebut. Pertama, menggali dan memberdayakan potensi siswa-siswi dalam bidang kesenian, terutama musik. Kedua, IKA IPMAFA, Civitas Akademika IPMAFA dan Pengurus Pusat Keluarga Mathali’ul Falah (PP KMF) bersama-sama mengabdi kepada kepentingan umum dan masyarakat, khususnya pembinaan generasi muda. Ketiga, sebagai sarana aktivitas kegiatan generasi muda yang sehat, terarah dan bermanfaat bagi pendidikan. Keempat, meningkatkan hubungan kerjasama antara institusi pendidikan, pemerintahan, swasta, dan masyarakat dengan tujuan meningkatkan sumberdaya manusia. Demi tercapainya Standar Kompetisi dan Karakteristik Pemain, Penjurian Kompetisi IMC 2023 akan dilakukan oleh juri professional dengan standar penilaian Asian Marching Band Confederation (AMBC). Ditanya mengenai estimasi pengunjung, Imam mengatakan akan dihadiri masyarakat umum berkisar antara 15.000 hingga 20.000 pengunjung selama 3 hari pelaksanaan. Imam berharap hadirnya IMC ini dapat memberikan kontribusi yang positif dalam mencetak generasi muda, kuat dan berbakat dalam seni musik. Ia juga berharap event ini dapat berjalan dengan lancar dan sesuai dengan harapan. Selain dengan Menpora RI, IPMAFA menggelar Kejuaraan Nasional ini juga bekerjasama dengan IKA IPMAFA, PP KMF, AMBC, Persatuan Drum Band Indonesia (PDBI) dan sponsorship. Berdasarkan Timeline Kegiatan, pelaksanaan IMC diawali Sosialisasi dan Promosi (Maret-Agustus), Pendaftaran Lomba (2 Mei-20 Agustus), Technical Meeting 1 (25 Juni), Coaching Clinik (28-30 Juli), Technical Meeting 2 (20 Agustus), hingga Pelaksanaan Lomba (1-3 September). (Uha-01) IPMAFA Targetkan 90 Tim Akan Bersaing Press Release: Gelar Marching Competition, Rebutkan Piala Menpora RI Pertemuan Panitia IMC dengan Menpora RI di Kantor Pusat Kemenpora, Jl. Gerbang Pemuda No. 3 Senayan, Jakarta Pusat, Kamis, 15/6/23. | IPMAFA.doc. 4 Edisi Perdana - Juli 2023


I P M A FA Standardisasi Kompetensi Pelatih, IMC Akan Gelar Coaching Clinic Bersama Deretan Pengurus Besar PDBI Redaksi IPMAFA – Dalam rangka Standardisasi Kompetensi Pelatih Drum/Marching, Kepanitiaan IPMAFA Marching Competition (IMC) akan menggelar Coaching Clinic (CC) Tingkat Dasar Sertikasi Persatuan Drum Band Indonesia (PDBI) bersama deretan Pengurus Besar PDBI pada 28-30 Juli 2023 mendatang. Ketua Pelaksana Imamu Muttaqin mengungkapkan, tujuan standardisasi kompetensi pelatih ini menyikapi Peraturan Menteri Tenaga Kerja Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2016 Tentang Sistem Standardisasi Kompetensi Kerja Nasional. “Keahlian tanpa sertikasi tidak diakui di dunia kerja. CC ini, tujuannya selain menyamakan konsep kepelatihan, meningkatkan SDM dan keahlian profesional mereka juga didukung dengan adanya sertikasi kompetensi dari PDBI,” ungkap Imam. Imam menambahkan dukungan kegiatan ini tak hanya berupa sertikasi, namun panitia juga menetapkan biaya yang terjangkau, yakni Rp. 500.000,-. “Biaya semacam itu biasanya Rp. 1.500.000 s/d Rp. 2.500.000,di IMC cukup dengan 500 ribu bisa pelatihan selama 3 hari bersama para narsum ahli, mulai tgl 28 s/d 30 Juli 2023. Itupun sudah include biaya penginapan dan makan. Sangatsangat murah,” terang Imam. Deretan Narasumber Deretan narasumber dari PB PDBI yang akan mengisi CC adalah Waketum BINRES PB PDBI Apri Sugiarto, Bidang Diklat PB PDBI Sutrisno, Music Educator Andre Marino Jobs, dan Colour Guard Diana Sari Sadiyo. Imam menambahkan CC ini merupakan wujud fasilitasi panitia IMC kepada para pelatih marching band dengan diberikan pelatihan selama 3 hari oleh narasumber yang berkompeten “Ini agenda yang penting bagi pelatih marching untuk bisa belajar dan berlatih pada ahli professional. Sekaligus untuk memantapkan langkah dan konsep pada pagelaran IMC mendatang,” tutur Imam. Dalam CC ini para pelatih drum atau marching akan mengetahui banyak ilmu berkaitan dengan Konsep Kepelatihan, Brass, Battery, Colour Guard, Pianika, dan Pit Instrument. Selain kelima materi tersebut, panitia menjadwalkan sesi praktik difokuskan pada hari terakhir dengan menunjuk tim marching dari salah satu pelatih yang mengikuti kegiatan CC tersebut. Imam berharap adanya Sertikasi PDBI dapat membantu unit atau sekolahan agar bisa diakui di semua jenjang pendidikan secara merata baik di tingkat kabupaten, provinsi bahkan nasional sekalipun. Ajak Para Pelatih Demi menyukseskan tujuan kegiatan, pada kesempatan yang berbeda, Ketua Ikatan Keluarga Alumni (IKA) IPMAFA Muhammad Siddiq mengajak semua pelatih untuk ikut serta dalam acara CC yang kemudian diikuti dengan puncak pagelaran IMC agar dapat meningkatkan level kepelatihan. “Diharapkan dengan adanya CC bisa meningkatkan skill pelatih sehingga tim yang dibawai pelatih bisa merambah ke ajang nasional dan internasional. Sehingga para pelatih benar-benar kredibel di bidangnya,” terang Siddiq. (Uha-01) IPMAFA MARCHING COMPETITION Edisi Perdana - Juli 2023 5


WISUDA IPMAFA I P M A FA M A G Z Wisudawan XI Terbaik IPMAFA: Irfatin Maisaroh, S.Pd. Foto: SS IPMAFA TV. Wisudawan XI IPMAFA Terbaik: Ini Kisah Seorang Ibu Hebat Assalamu’alaikum wr. wb. Hadirin yang saya hormati, teman - teman yang saya banggakan. Pencapaian kita selama ini, kita sampai pada titik ini bukanlah semata karena kerja keras dan perjuangan kita sendiri, melainkan ini semua atas anugerah Allah SWT dan juga doa tulus yang senantiasa mengalir dari kedua orang tua kita. Saat saya berada di titik ini, maka ini bukanlah kisah seorang mahasiswa dengan prestasinya. Tapi kisah seorang ibu hebat yang selama 22 tahun seorang diri, membesarkan, mendidik, dan merawat anak-anaknya. Seorang ibu yang mencari nafkah setiap hari, masih harus memasak dan mencuci. Seorang ibu yang dengan hasil keringatnya sendiri mampu membiayai dan mengantarkan anaknya jadi sarjana di perguruan tinggi. Dialah ibu saya, ibu kebanggaan saya. Semoga Allah memanjangkan usianya, amin. Kawanku semua, setiap orang tua kita pasti punya kisah perjuangannya sendiri. Mereka tak pernah lelah untuk mengumpulkan rupiah supaya anakanaknya bisa belajar di bangku kuliah. Meskipun tak jarang kita semua lalai dan lengah. Dibalik perjuangan dan doa tulus, ada para guru dan dosen yang senantiasa tak surut semangatnya menunjukkan arah dan petuah. Meski kita sering datang terlambat, mengumpulkan tugas telat, bapak dan ibu dosen tetap semangat. Tetap setia mendampingi proses belajar kita. Beribu ucapan terimakasih tak akan pernah cukup membalas kasih sayang dan ketulusan kedua orang tua serta bapak dan ibu dosen kita. Hanya untaian doa yang tulus dari dasar lubuk hati kami, semoga orang tua, para guru dan para dosen kita senantiasa mendapatkan limpahan rahmat, senantiasa dalam keadaan sehat dan dipanjangkan usianya untuk selalu berbuat ketaatan dan menebar manfaat, amin allahumma amin. Kampus IPMAFA, rumah kedua kita, tempat kita belajar, berkarya, berorganisasi, berprestasi dan mengekspresikan diri. Terimakasih IPMAFA. Terimakasih atas segala ilmu dan pengalaman yang mungkin tak akan kami dapatkan di tempat lain. Terimakasih kepada seluruh civitas akademika, karyawan dan pegawai yang telah melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya demi kelan-caran studi kami semua. Semoga menjadi amal kebaikan yang akan dibalas berlipat ganda oleh Allah SWT. Bapak Ibu yang kami hormati. Saya 6 Edisi Perdana - Juli 2023


I P M A FA mewakili teman-teman wisudawanwisudawati ingin menyampaikan permohonan maaf dari lubuk hati kami yang terdalam kepa-da semua pihak atas perilaku dan tutur kata yang mungkin pernah menyinggung, tidak berkenan di hati. Utamanya kepada kedua orang tua dan para dosen kami. Kami tidak pernah sekalipun berniat melukai hati Bapak/Ibu. Akan tetapi karena kami masih belajar mengendalikan diri, tak jarang perilaku kami mele-wati batas, hingga tak sadar hal itu menyakiti hati Bapak/Ibu. Sungguh, ridha Bapak/Ibu lebih kami butuhakan daripada ijazah yang ada di tangan. Oleh karena itu kami mohon maaf yang sebesar-besarnya. Untuk teman-temanku seperjuangan. Momen wisuda ini memang amat menggembirakan dan telah lama kita nanti-nantikan. Namun hendaknya tidaklah kita lupakan bahwa hari ini menjadi titik awal kita untuk berkarya dan terus belajar di dunia yang sesungguhnya. Adalah tugas kita semua untuk mewarnai dan juga berkontribusi kepada masyarakat dengan bekal keilmuan yang telah kita dapatkan di kampus tercinta kita ini. Tak perlu berkecil hati dengan tantangan dan persaingan yang semakin keras. Sebagai lulusan perguruan tinggi berbasis pesantren kita justru harus mempu menunjukkan kemampuan dan karakter santri yang mudah beradaptasi, punya etos kerja yang tinggi serta semangat dan daya juang untuk berkarya demi menggapai ridha Ilahi. Tidak peduli era insdustri, era society, disrupsi atau lainnya. Dimanapun dan kapanpun, selama kita menjunjung tinggi nilai pesantren, selama kita mampu berpegang dan mengimplementasikan 10 Nilai Dasar Shalih Akram yang kita pelajari kita akan mampu survive dan bersaing dalam menghadapi tantangan apapun yang ada di hadapan kita. Satu lagi, setelah kita menggapai ilmu, jangan pernah lupakan adab. Orang tidak akan melihat seberapa pandai kita sebagai lulusan IPMAFA, yang mereka lihat adalah bagaimana bersikap, berperilaku dan tata krama. Untuk apa ilmu yang tinggi jika tidak pandai menghargai dan menghormati. Mengutip dawuh Ibnul Mubarok: Nahnu ila qalilin minal adab, ahwaju minna ila katsirin minal ‘ilm. Sejatinya kita itu lebih lebih membutuhkan adab dan tata krama meskipun itu sedikit. Daripada ilmu banyak tanpa disertai dengan adab. Dan sebagaimana kata peradaban itu berakar dari kata adab, marilah kita berkontribusi dengan menjunjung tinggi adab untuk membangun peradaban agama dan juga bangsa kita. Hadirin yang dirahmati Allah, demikian yang bisa saya sampaikan. Saya Irfatin Maisaroh, mahasiswi Program Studi Pendidikan Bahasa Arab, mohon maaf apabila dalam penyam-paian ini terdapat beberapa kekeliruan, kekurangan dalam ucapan maupun perbuatan. Terimakasih atas perhatian Bapak, Ibu dan kawanku semua. Hadanallauwaiyyakum.Tsummassalamu’alai ku warahmatullahi wabarakatuh. WISUDA IPMAFA Edisi Perdana - Juli 2023 7


WISUDA IPMAFA I P M A FA M A G Z Redaksi IPMAFA – Institut Pesantren Mathaliul Falah (IPMAFA) Pati Jawa Tengah menggelar Wisuda ke-XI bagi 218 lulusan di Aula 2 pada Sabtu, 10 Desember 2022. Wisudawan tahun 2022 kali ini terdiri dari 29 wisudawan Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa Arab (PBA), 58 dari Prodi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD), 62 dari Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), 6 dari Pengembangan Masyarakat Islam (PMI), 11 dari Komunikasi Penyiaran Islam (KPI), 2 dari Zakat dan Wakaf (Zawa), dan 5 dari Perbankan Syariah (PS). Dalam sambutan wisuda bertajuk “Link and Match Keilmuan Sarjana Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Dengan Dunia Industri” tersebut, Rektor IPMAFA, KH. Abdul Ghafarrozin, M.Ed mendorong wisudawan untuk tetap beristikamah dalam berkhidmat. “Mayoritas dari wisudawan kita adalah Generasi Z atau sedikit generasi milenial. Generasi yang menurut teori dan keluhan banyak orang adalah Genarasi yang tidak istikamah di tempat kerja. Maka usahakan untuk tetap istikamah,” papar Gus Rozin. Ketika masuk ke sebuah lembaga dan bekerja, menurut Gus Rozin, kemudian baru dua bulan mendapatkan iming-iming dari yang lain, lantas pindah ke lain hati. “Ini adalah generasi yang rentan dalam konteks istikamah, yang rentan dalam konteks kemampuannya untuk setia,” katanya. Adanya realitas tersebut Gus Rozin mengharapkan sebaliknya, yakni belajar istikamah. Seorang wisudawan IPMAFA, seyogyanya mengedepankan rasa cinta dan semangat istikamah saat diminta atau mengajukan diri berkhidmat dan berkarya pada sebuah lembaga. Selain istikamah, menurut Gus Rozin wisudawan IPMAFA juga dibekali dengan prinsip al-kifah al-mudawamah, yakni kejuangan berkhidmah di manapun berada. “Kita adalah santri dan kita mempunyai darah berjuang. Urusan rizki, gaji, bisyaroh nomor 27. Nomor 1 adalah berjuang, nomor 2 adalah istikamah, nomor 3 berjuang lagi, nomor 4 istikamah lagi, begitu seterusnya sampai nomor 27,” paparnya. Gus Rozin menambahkan bahwa yang disampaikannya merupakah ajaran dari para guru. “Sekalipun nama kita adalah institut, sekalipun kita bagian dari PTKIS, tetapi darah kita adalah pesantren. Di mana urusan kejuangan dan istikamah selalu menjadi nomor satu,” tegasnya. Menyoal Barakah dan Bisyarah Menyoal barakah dan bisyarah dalam berkhidmah, Gus Rozin mengajak para wisudawan mengingat kembali bulatanbulatan Nilai Dasar Shalih Akram (NDSA) yang telah diajarkan, bahwa al-barakah berada pada lingkaran paling luar, bukan dalam. Justru istikamah dan al-kifah almudawamahlah yang harus dikedepankan. “Jangan pernah khawatir al-barakah. Jangan pula khawatir dengan yang di situ tidak ada al-bisyarah. Ketika kita lakukan dengan sepenuh hati di mana kita berkhidmah, berkarya, maka al-barakah, al-bisyarah akan datang dengan sendirinya,” tuturnya. Tak lupa dalam kesempatan ini Gus Rozin menyampaikan terimakasih kepada para kawan-kawan, lembaga-lembaga yang mendukung IPMAFA dari awal hingga akhir, lembaga-lembaga yang ditempati oleh mahasiswa, baik KKN maupun PPL. “Kami mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya. Karena di sanalah para santri-santri wisudawan ini melaksanakan atau mengalami praktik-praktik kehidupan profesional yang sebenarnya,” ungkapnya. Kepada wali wisudawan, Gus Rozin menghimbau bahwa usai wisuda, para lulusan akan menghadapi tantangan yang lebih besar. Hal ini mengingat semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang, semakin besar pula tanggung jawabnya. Baik tanggung jawab kepada diri sendiri maupun masyarakat, umat, bangsa dan negara. “Kami berharap agar adik-adik kita ini, anak-anak panjenengan semua tetap dikawal, dhahiran wabatinan, dan dipikirkan bagi yang belum mendapatkan jodohnya. Kami meminta doa restu panjenengan semua agar masa depan mereka menjadi cerah, lebih cerah, gampang semua urusannya, mendapat berkah dari apa yang dikerjakannya, bisa bermudawamah, istikamah dalam berkhidmah melakukan perkhidmatan dimanapun berada,” pungkasnya. Hadir dalam kegiatan wisuda tersebut, Perwakilan Pj Bupati Pati, Perwakilan Kopertais X Jawa Tengah, Rais Syuriah PCNU Pati, Ketua Tandziyah PCNU Pati, Pembina Yayasa Nurussalam, Forkopimda Pati dan lembaga Mitra IPMAFA. (Uha-01) Wisuda XI, Rektor IPMAFA: Tetap Istikamah Dimanapun Kalian Berkhidmat Rektor IPMAFA, Abdul Ghaffarozin, M.Ed. Foto: IPMAFA.doc. 8 Edisi Perdana - Juli 2023


I P M A FA All Moment 11 Graduation th 9


FAK. DAKWAH & PENGEMBANGAN MASYARAKAT I P M A FA M A G Z Redaksi IPMAFA – Al-I’timad dan Mu’ashir merupakan dua jurnal baru yang berhasil diluncurkan Fakultas Dakwah Institut Pesantren Mathaliul Falah (IPMAFA) di Aula II pada Rabu (31/05/2023) dan diikuti 42 peserta, terdiri dari dosen dan mahasiswa. Al-I’timad merupakan Jurnal Dakwah dan Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) yang diterbitkan oleh Program Studi (Prodi) PMI. Ia sekaligus menjadi wadah bagi para akademisi untuk berkontribusi karya penelitian dan tulisan mereka tentang pengembangan masyarakat, pengembangan ekonomi masyarakat, pemberdayaan masyarakat, advokasi sosial, pendampingan masyarakat, pengembangan sosial, kebijakan sosial, hingga masalah sosial. Sedangkan Mu’ashir merupakan Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam yang diterbitkan oleh Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) IPMAFA. Mu’ashir terbit dua kali dalam setahun (Mei dan Oktober). Ia didedikasikan untuk publikasi hasil penelitian, kajian dakwah dan komunikasi Islam. Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IPMAFA M. Sofyan Alnashr M.Pd.I menuturkan selain menambah jumlah jurnal yang sudah ada sebelumnya, terbitnya Al-I’timad dan Mu’ashir semakin meramaikan khazanah ilmu pengetahuan dan sumber referensi semua kalangan. “Jadi ini buah dari perjuangan temanteman semuanya saya kira, baik dari tim Al-I’timad dan Mu’ashir. Juga suatu kebanggaan karena di tahun 2018 kami hanya mentargetkan 3 jurnal yang akan bertambah dari masing-masing fakultas, baik Tarbiyah, Syariah, dan Dakwah. Ternyata di luar ekspektasi lebih dari itu tahun ini ditampilkan tadi sudah ada 8 jurnal di Jurnal IPMAFA,” terang Sofyan. Ia menambahkan, jurnal penelitian menjadi wadah penting dalam menampung ide, gagasan dan penelitian dosen sebagai wujud Tri Dharma Perguruan Tinggi. Secara umum, hasil penelitian dosen maupun mahasiswa yang diterbitkan pada jurnal untuk menyebarkan ilmu pengetahuan kepada masyarakat. Sofyan berharap terbitnya dua jurnal tersebutdapat meningkatkan kuantitas dan kualitas pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. “Kalau tidak dipublikasikan, ya kita tidak akan tahu apa yang sudah dilakukan. Jika karya sudah diterbitkan, maka akan menjadi konsumsi publik, bisa dilihat, dibaca,” katanya.(Nis-03/Uha-01) Fakultas Dakwah IPMAFA Launching Dua Jurnal Sekaligus IPMAFA Doc. Foto Bersama usai peresmian secara simbolis dalam Launching Jurnal Fakultas Dakwah IPMAFA, Al-I’timad dan Mu’ashir. Selamat kepada Fakultas Dakwah, LPPM yang sudah mendapatkan Jurnal Al-I’timad dan Mu’ashir. Mudahmudahan ini menjadi salah satu mercusuar ilmu bagi Fakultas Dakwah khususnya. “ “ Warek 1: Dr. A. Dimyati Doc. IPMAFA 10 Edisi Perdana - Juli 2023


I P M A FA Redaksi IPMAFA – Kita tidak perlu memohon kepada Tuhan untuk hidup dua kali. Sekali mendayung kita bisa mengabdi sekaligus menulis. Sekali mendayung kita menulis sekaligus melakukan perubahan-perubahan. Tulisan kita dapat ber-impact (berdampak) terhadap perubahanperubahan masyarakat. Demikian disampaikan Dekan Fakultas Dakwah dan Pengembangan Masyarakat Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA) Pati, Sri Naharin M.S.I. saat memberikan komentar terhadap Quotes Filsuf Hasan Hana. Ungkapan tersebut disampaikan Naharin yang sekaligus menjadi Keynote Speaker dalam kegiatan Launching Jurnal Fakultas Dakwah IPMAFA, Al-I’timad dan Mu’ashir di Aula II, Rabu (31/05/2023). Quotes Filsuf Hasan Hana yang dimaksud adalah “seandainya saya diberi kesempatan oleh Tuhan bisa hidup dua kali, hidup pertama saya, saya curahkan untuk menulis. Hidup kedua saya, saya curahkan untuk mengabdi kepada masyarakat. “INI TIDAK BERLAKU BAGI FAKULTAS DAKWAH. KENAPA DEMIKIAN? KARENA BAGI FAKULTAS DAKWAH MENGABDI DAN RISET MERUPAKAN DUA HAL YANG TIDAK DAPAT DIPISAHKAN” Naharin menambahkan, fakultas dakwah memiliki banyak peluang untuk berkarya. Menurutnya IPMAFA sebagai perguruan tinggi riset secara otomatis mengedepankan proses belajar by research. Dimana fakultas dakwah, imbuhnya, sudah mendesain sejak awal bahwa proses belajar di kelas terdiri dari 70% riset dan 30% teori. “Tentu kita para dosen dengan keberadaan dua jurnal ini lebih bisa mendesain pembelajaran di kelas dengan mini-mini riset yang dapat dikolaborasikan dengan para dosen dan stakeholder di lapangan,” terang Naharin. Tak lupa dirinya mungucapkan terimakasih atas kerja keras dan sikap pantang menyerah dari para dosen dan mahasiswa dalam upaya mempublikasikan jurnal pengabdian tersebut. “Kerja keras dari berbagai tim ini mampu menghasilkan karya yang besar. Kita bersyukur dengan hadirnya jurnal ini, berharap menjadi media bagi para dosen dan mahasiswa, terutama di fakultas dakwah untuk semangat berkarya, menulis,” pungkasnya (Nis-03/Uha-01) IPMAFA doc. Sri Naharin, MSI Keynote Speaker Launching Jurnal Fakultas Dakwah IPMAFA, Al-I’timad dan Mu’ashir FAK. DAKWAH & PENGEMBANGAN MASYARAKAT Launching Jurnal Fakultas Dakwah: Tak Perlu Hidup Dua Kali untuk Menulis dan Mengabdi Edisi Perdana - Juli 2023 11


PKM IPMAFA I P M A FA M A G Z IPMAFA Gandeng Pesantren Kajen dan Sekitarnya Untuk Melakukan Kegiatan Pengabdian Masayarakat: Santri Antri Baper Digital Redaksi IPMAFA – Dalam rangka mewujudkan salah satu pilar Tri Dharma Perguruan Tinggi, Tim Dosen Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA), yaitu Dr. A. Dimyati, M.Ag, Kamilia Hamidah, MA, Sri naharin, MSI, dan Siti Asiyah, M. Sos. menggandeng beberapa pesantren sekitar untuk melakukan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM). Program yang dibiayai Kementerian Agama RI melalui Hibah Penelitian, Publikasi Ilmiah, dan Pengabdian kepada Masyarakat (litapdimas) tahun anggaran 2022 tersebut berlangsung pada 16-17 Desember 2022. Adapun kegiatannya berupa pelatihan kader dakwah digital di lingkungan Pesantren. Topik pelatihan “Santri Anti Baper Digital: Pengembangan Narasi Moderasi Beragama Pada Komunitas Pesantren”. Untuk teknis pelaksanaan PkM, beberapa institusi lain juga dilibatkan dalam pelaksanaannya, antara lain Madrasah Damai, Islamic Center Kajen (ICK). Pemateri Dr. A. Dimyati, M.Ag menuturkan, program pengabdian kepada masyarakat ini menyasar sejumlah pondok pesantren di Kajen dan sekitarnya. Pihak-pihak yang akan terlibat dalam program ini adalah pengasuh muda pondok pesantren dan santri senior. “Harapan melibatkan pengasuh muda pondok pesantren dan santri senior ini adalah mampu merubah paradigma berpikir dalam membuat kebijakan pesantren yang bisa beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa harus meninggalkan nilai-nilai kepesantrenan yang telah dibangun,” tutur Dosen IPMAFA yang juga menjabat sebagai Wakil Rektor Bidang Akademik I. Dimyati menambahkan, tujuan diselenggarakannya kegiatan ini adalah membangun sumberdaya pesantren yang memahami transformasi budaya digital. “Sehingga para santri tidak canggung untuk mentransformasikan nilai-nilai pesantren supaya dikenal dalam dunia digital dan para santri diharapkan mampu untuk menjadi bagian dari aktor yang mewarnai dunia digital dengan konten keagamaan yang moderat,” papar Dimyati. Pada kesempatan selanjutnya, Kamilia Hamidah, MA menyampaikan materi Media Sebagai Ruang Dialog dan Membangun Narasi Agama. Dalam materi tersebut para pengasuh muda maupun santri diberikan bekal tentang bagaimana mengetahui karakteristik dan budaya dunia digital di era keterbukaan informasi. Menurut Kamilia, dalam menghadapi tantangan dunia pesantren saat ini memerlukan peran masyarakat pesantren. Dimana agama kerap dijadikan pembenaran terhadap aksi-aksi intoleransi, konservatif dan sebagainya. “Baik yang masih mengenyam pendidikan di pondok pesantren atau alumni pondok pesantren untuk memberikan wawasan keagamaan, terutama agama Islam yang ramah melalui narasi-narasi alternatif untuk menangkal ujaran kebencian, baik di media sosial maupun aksi sosial dengan pendekatan dialog agama,” terang Kamilia. Dalam materi Kekerasan Gender Berbasis Online, Sri naharin, MSI menyampaikan bahwa ada begitu banyak model kekerasan yang bisa merubah kondisi personal baik secara sik, psikis, hingga pemaksaan hak melalui kejahatan siber. “Pengasuh muda dan santri dibekali pengetahuan untuk mengidentikasi kekerasan berbasis gender online serta dampak yang diterima korban,” terang Naharin. Pemateri terakhir, Siti Asiyah, M. Sos menyampaikan materi Etika Sosial Agama dan Aktivisme Digital. Tema tersebut membicarakan tentang batasanbatasan serta etika dalam bermedia dengan tanpa harus menyinggung orang lain. “Sehingga komunitas digital berbasis pondok pesantren terutama Kajen dan sekitarnya dapat terbangun, serta cakap digital dan mampu beradaptasi menghadapi arus informasi digital tanpa harus meninggalkan nilai dan budaya pesantren,” ungkap Asiyah. (Uha-01) Salah satu Tim Dosen Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA), Dr. A. Dimyati, M.Ag saat menyampaikan materi dalam Workshop dan Training: Santri Anti Baper Digital, 16/12/22. IPMAFA doc. 12 Edisi Perdana - Juli 2023


I P M A FA PKM IPMAFA Galeri Workshop dan Training Santri Anti Baper Digital Edisi Perdana - Juli 2023 13


KOMUNIKASI PENYIARAN ISLAM I P M A FA M A G Z Gara-Gara Kowe Menangkan Festival Film KPI Tingkat Nasional | KPI.doc. Kabar Analisa - Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA) menggelar festival lm bertajuk Movie Culture pada 18/3/23. Hingga puncak acara, yakni Awarding & Screening Film, nominator Gara-Gara Kowe Menang Festival Film KPI IPMAFA yang berhasil meraih award best of the best dari kategori pelajar adalah lm Gara-Gara Kowe dari SMAN 3 Ponorogo. Alur lm tersebut berkisah tentang lima orang pelajar bernama Adinda, Max, Jaka, Wahyu dan Sela yang bersaing untuk meraih impian menjadi ketua OSIS di sekolahnya. Pada suatu ketika sebuah kejadian tak terduga menimpa salah satu dari mereka hingga membuat semua runyam dan berantakan. Film ini membuat para penonton yang datang ke lokasi Kinefest terbawa larut dengan cerita yang dibuat. Salah satu pemain yakni Kristiya mengatakan bahwa ia dan team sangat senang dan tak menyangka bisa menang dalam perlombaan. “Terlebih saat diskusi kami agak degdegan, karena baru kali ini diskusi dan tanya jawab dilakukan secara langsung. Karena biasanya hanya lewat online/zoom meeting," ujarnya. Kemenangan ini membuat mereka semakin bersemangat untuk membuat lm pendek selanjutnya. Apalagi adek-adek kelas mereka juga sudah tidak sabar untuk berproses. “Untuk Kinefest dan khususnya KPI IPMAFA, kami mengucapkan terima kasih sekali atas festivalnya. Acaranya sangat keren. Semoga kedepannya semakin eksis dan semakin jaya, sukses terus untuk KPI IPMAFA," pungkasnya. (Syar). Sumber: lpmanalisa.ipmafa.ac.id Delapan Finalis Kinefest Kategori Pelajar dan Umum/Mahasiswa Nominasi Best of The Best kategori Pelajar dimenangkan oleh Kristya Aderika W. dari SMAN 3 Ponorogo dengan judul Film "Gara-Gara Kowe". Nominasi Best of The Best kategori Umum/Mahasiswa dimenangkan oleh Adinda Ayu Rindiani dari Tim Wingit dengan judul Film "Urip iku Urup". Nominasi Best Director kategori Pelajar dimenangkan oleh Amelia Putri W. dari SMAN 3 Ponorogo dengan judul Film "Cita-Cita". Nominasi Best Director kategori Umum/Mahasiswa dimenangkan oleh Adinda Ayu Rindiani dari Tim Wingit dengan judul Film "Urip iku Urup". Nominasi Best Sinematografi kategori Pelajar dimenangkan oleh Aldannu dari SMA Takhassus Kendal dengan judul Film "Twenty Three Seven". Nominasi Best Sinematografi kategori Umum/Mahasiswa dimenangkan oleh Reza Ryan dari Melati Medina dengan judul Film "Keluarga". Nominasi Best Editing kategori Pelajar dimenangkan oleh Melati Media dari SMAN 2 Panyabugan dengan judul Film "Topeng". Nominasi Best Editing kategori Umum/Mahasiswa dimenangkan oleh Adrian Bagaskara H.P. dari Milky Way Studio dengan judul Film "Ucup's Ideal Planet". 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 14 Edisi Perdana - Juli 2023


Kuliah Lapangan I P M A FA Film "Wangsulan" Karya Mahasiswa KPI Peroleh Penghargaan Kategori Sutradara dan Penyaji Terbaik menentukan bloking pemeran, pengembangan karakter, memilih lokasi cerita, referensi musik, pergerakan kamera, pilihan shot, dan hal-hal kreatif lainnya. Beberapa aspek menjadi perhatian mahasiswa dalam membuat lm meliputi banyak hal yakni plot dan alur cerita, memilih pemeran, memilih kru-kru utama, Redaksi IPMAFA - Mahasiswa KPI IPMAFA menorehkan karya yang cukup baik dalam event Communication Movies Festival X Pekan Festival Forkomnas (COMMOFEST X PFF 2022) yang diselenggarakan pada 28- 30 Mei 2022. Salah satu lmnya berjudul Wangsulan mendapat nominasi Film dengan kategori Sutradara dan Penyaji Terbaik. Film yang mengangkat pesan sosial tersebut dapat secara apik dan kompak diproduksi oleh mahasiswa KPI. Dalam kompetisi itu, capaian Penyaji Terbaik merupakan nominasi dengan bobot penilaian yang tertinggi di dari nominasi lainnya. Kemudian disusul dengan nominasi kedua yaitu kategori lm dengan Sutradara terbaik jatuh di tangan lm Wangsulan karya mahasiswa KPI. Selanjutnya, secara berurutan diikuti nominasi berikutnya yaitu kategori Pemeran Terbaik, Penyunting Terbaik, Ide Cerita Terbaik, Penata Suara Terbaik. Perolehan hasil membanggakan tersebut, tentu tidak lepas dari kreativitas serta semangat mahasiswa dalam memproduksi lm berkualitas. KOMUNIKASI PENYIARAN ISLAM Edisi Perdana - Juli 2023 15


PENDIDIKAN BAHASA ARAB I P M A FA M A G Z Foto Bersama Kegiatan Rihlah PBA IPMAFA di Pijar Park Kudus pada 19/02/2022. | IPMAFA.doc. Wajah Baru Penutupan Rihlah PBA IPMAFA Redaksi IPMAFA - Mahasiswa Pendidikan Bahasa Arab (PBA) Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA) rihlah ke Pijar Park yang terletak di Desa Kajar Kecamatan Dawe Kabupaten Kudus pada Sabtu (19/02/22). Sebuah wajah baru nan seru sebagai penutup kegiatan AlMukhoyyam Al-‘Aroby tahun ini, karena kegiatan mukhoyyam tahun-tahun sebelumnya hanya berpusat di lingkungan Ma’had Jami’ah Mathali’ul Falah Pati. Kegiatan rihlah kali ini disambut hangat oleh mahasiswa PBA dengan antusias dan partisipasi yang cukup tinggi. Di sisi lain sebagai penutup kegiatan mukhoyyam, rihlah tersebut juga dimanfaatkan peserta yang ikut sebagai ajang liburan dan hunting foto, dikarenakan tempatnya yang asri dan penuh dengan view pemandangan alam yang indah. Tidak hanya mahasiswa PBA yang ikut serta, tetapi juga didampingi oleh salah satu dosen PBA, Bapak Sahal Mahfudz, M.Pd, beserta keluarga. Rombongan berangkat dari kampus pukul 09.00 WIB menggunakan 2 mobil travel dan satu mobil kampus untuk Bapak Sahal sekeluarga. Sesampainya di lokasi rihlah, agenda pertama yang dilakukan adalah outbond (permainan). Sebelum outbond dimulai, peserta dibagi dalam kelompok secara acak dan setiap kelompok diarahkan menuju pos-pos yang telah dijaga oleh panitia guna mengikuti permainan yang telah disiapkan. Para peserta terlihat riang dan ceria, menandakan mereka menikmati kegiatan rihlah kali ini. Agenda kedua, setelah outbond, dilanjutkan dengan bersantai dan jalan-jalan bebas menapak setiap sudut tempat rihlah. Di penghujung rihlah sebelum kembali ke kampus, Bapak Sahal selaku pendamping kegiatan, menyampaikan sedikit sambutan penutup mukhoyyam. كن كالمطر. إذا أقبل استبشر بھ الناس. وإذا وقع نفع. " وإذا رحل ترك أثرا نافعا." Tutur beliau dalam sambutannya yang juga mengakhiri kegiatan mukhoyyam. Setelah itu rombongan bersiap-siap untuk kembali ke kampus. (Sirril Wafa) 16 Edisi Perdana - Juli 2023


I P M A FA Studi Institusi, Mahasiswa PBA IPMAFA Redaksi IPMAFA – Dalam rangka kajian dan studi institusi tentang zakat dan haji, mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (Prodi PBA) Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA) mengadakan kunjungan ke Kantor Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Al-Khidmah di Kabupaten Pati. Kunjungan yang dilaksanakan pada hari Selasa (27/6/23) kemarin diikuti oleh hampir semua mahasiswa reguler dan ekstensi Prodi PBA semester II. Acara studi institusi tersebut diadakan sebagai bagian dari rencana pembelajaran mata kuliah Bimbingan Ibadah yang diampu Sahal Mahfud M.Pd, sebagai usaha untuk menambah pemahaman dan wawasan tentang zakat dan haji bagi para mahasiswa bukan hanya dari segi teori saja tetapi juga dari segi praktik dan pelaksanaannya. “Tujuan lainnya meningkatkan skill berpikir kritis mahasiswa perihal zakat dan haji bukan hanya teori kitab saja, tapi bisa bertanya langsung kepada pihak terkait, supaya lebih paham dalam hal aktualisasinya,“ tutur salah satu penanggung jawab kegiatan, Syauqi Fittaqi. Antusias mahasiswa tampak dari ketepatan jadwal pemberangkatan pukul 07.00 WIB. Mereka berangkat menuju Kantor BAZNAS guna mengikuti kegiatan pukul 09.00 WIB. Dalam penyampaian materi, Waka II Bidang Distribusi dan Pendayagunaan Zakat BAZNAS H. M. Amari M.Si, memaparkan potensi serta manfaat pendayagunaan zakat untk kesejahteraan masyarakat Pati. Amari juga menceritakan berbagai hal yang berkaitan dengan zakat, mulai dari pengelolaan dan prosedur penyalurannya oleh BAZNAS hingga berbagai problem kemiskinan yang ada di Pati. Penyampaian materi di BAZNAS ditutup dengan diskusi dan tanya jawab dengan narasumber dan berakhir Pukul 11.00 WIB. Selepas Dzuhur para peserta langsung menuju KBIHU Al Khidmah untuk melanjutkan studi institusi kedua. Kegiatan kedua tersebut bertempat di Ponpes dan Panti Asuhan Al Khidmah, Perum Rendole Indah, Desa Muktiharjo, Kecamatan Margorejo, Kabupaten Pati pada Pukul 13.00 siang. Narasumber H. Nur Cholis, salah satu pembimbing haji di KBIHU Al Khidmah berbagi pengalamannya selama membimbing jamaah haji sejak 2003. Nur Cholis juga menjelaskan tata cara melakukan ibadah haji dari manasik sampai ke tanah suci, hingga berbagai masalah dan tantangan yang beliau hadapi selama membimbing jamaah haji. Lebih lanjut, Nur Cholis juga menjelaskan perbedaan antara Haji dan umrah beserta ketentuan-ketentuannya. Kegiatan tersebut diakhiri dengan sesi diskusi dan tanya jawab oleh narasumber sebelum ditutup pada pukul 15.00 sore sesuai rundown acara. Sebagai penutup, para mahasiswa memberikan kenang-kenangan berupa hadiah dan bingkisan kecil untuk adik-adik di panti. Tak hanya itu, mahasiswa juga menyempatkan waktunya untuk berbagi pengetahuan belajar Bahasa Arab dalam ice breaking. Melalui sedikit permainan dan nyanyian lagu anak-anak versi Bahasa Arab, adikadik di panti dipandu Nova Silmy Azzahroh, Sayyidatik Nur Mudah dan Nur Afatul Khusna. Meskipun awalnya tampak kebingungan karena belum terbiasa dengan lagu-lagu tersebut, mereka tetap antusias dan kompak ketika bernyanyi bersama para mahasiswa PBA IPMAFA. “Dengan terselenggaranya acara ini, kita berharap kehadiran kita dapat membawa kebahagiaan untuk adik-adik di panti dan memotivasi mereka untuk terus bersemangat dalam menuntut ilmu,“ tutur Sayyidatik. Di sisi yang lain, panitia berharap acara ini dapat menginspirasi dan memotivasi mahasiswa IPMAFA khususnya Prodi PBA agar selalu aktif dalam mensyiarkan kegiatan sosial untuk berbagai lapisan masyarakat. Tak lupa dalam kedua kunjungan tersebut, Sahal Mahfudz mengucapkan terima kasih kepada pihak BAZNAS maupun KBIHU Al Khidmah atas kesediaannya menerima mahasiswa IPMAFA. (Ah. Khabib Mubarok/Uha-01) Kunjungi BAZNAS dan KBIHU Al Khidmah Pati PENDIDIKAN BAHASA ARAB Edisi Perdana - Juli 2023 17


I P M A FA M A G Z Tingkatkan Kemudahan dan Kemahiran Bahasa Arab, IPMAFA Jalin Kerjasama dengan Saudi Electronic University Redaksi IPMAFA – Institut Pesantren Mathaliul Falah (IPMAFA) Pati Jawa Tengah baru saja melakukan kesepakatan bersama dengan salah satu Universitas Kerajaan Saudi Arabia, Saudi Electronic University (SEU), hari ini, Rabu, 14 Desember 2022 di Gedung Harun Nasution, Kampus I Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta. Kesepakatan bersama tersebut ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) oleh Rektor IPMAFA, KH. Abdul Ghafarrozin, M.Ed bersama Rektor SEU Dr. Layla Ahmad As Shofani. Dalam sambutannya, selaku tuan rumah, Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Dr. Amany Lubis menyampaikan program kerja sama ini merupakan ijtihad Ittihad Mudarrisi Al Lughah Al Arabiyah (IMLA) untuk meningkatkan kemahiran pengajar Bahasa Arab di seluruh Perguruan Tinggi Islam Negeri maupun Swasta di Indonesia. “Kerjasama dengan SEU sangat penting dilakukan dan ini merupakan langkah yang tepat untuk meningkatkan kemahiran bagi para pengajar Bahasa Arab di perguruan tinggi,” terangnya. Senada dengan Rektor SEU, Dr. Layla Ahmad As Shofani. Ia menyatakan tujuan kerjasama ini untuk meningkatkan pembelajaran Bahasa Arab di sekolah maupun perguruan tinggi. “Sehingga pembelajaran Bahasa Arab bisa diakses oleh siapapun dan di manapun melalui website, dan ini gratis tanpa biaya apapun,” terangnya. Untuk diketahui, Saudi Electronic University merupakan salah satu universitas di Arab Saudi yang memberikan gelar sarjana dan pascasarjana. Didirikan dengan dekrit kerajaan pada 8 Oktober 2011 untuk menyediakan kombinasi pendidikan online dan reguler yang dikenal sebagai blended learning. Tak hanya dengan SEU, menurut Yudharta kerjasama ini juga dijalin dengan IMLA Indonesia dalam bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat. Pada kesempatan kali ini Rektor IPMAFA hadir bersama Wakil Rektor 2 Bagian Administrasi dan Keuangan, Dr. Ali Subhan, MA. Hadir pula dalam kegiatan ini 43 PTKIN dan PTKIS negeri. Kegiatan ditutup dengan penyerahan cinderamata dari masing-masing lembaga dan foto bersama. (Uha-01) Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) oleh Rektor IPMAFA, KH. Abdul Ghafarrozin, M.Ed bersama Rektor SEU Dr. Layla Ahmad As Shofani | Foto: Ipmafa.doc. 18 Edisi Perdana - Juli 2023 PENDIDIKAN BAHASA ARAB


I P M A FA Tim Pusat Bahasa IPMAFA saat kunjungan kerja studi banding di beberapa lembaga pusat Bahasa kampus yang ada di Yogyakarta. | IPMAFA.doc. Redaksi IPMAFA - Dalam rangka meningkatkan kualitas dan pelayanan, Pusat Bahasa Institut Pesantren Mathali’ul Falah melakukan kunjungan kerja studi banding ke beberapa lembaga pusat Bahasa kampus yang ada di Yogyakarta. Pada kunjungan studi banding ini, yang dituju adalah tiga pusat Bahasa kampus yaitu: (1) Pusat Bahasa Universitas Gadjah Mada (UGM) yang ada di bawah naungan Fakultas Ilmu Budaya UGM; (2) Pusat Bahasa Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga; (3) Pusat Bahasa Center for International Language dan Cultural Studies (Cilacas) Universitas Islam Indonesia (UII). Turut hadir dalam kunjungan studi banding ini yaitu; Dr. A. Dimyati yang diwakili oleh Imam Adzroi, Kamilia Hamidah (Kepala Pusat Studi Bahasa IPMAFA) Ulya Rosyita (tim perumus materi dan tutor), Aizzatul Laili (Staf Pusat Bahasa IPMAFA). Pada kunjungan ke Pusat Bahasa FELAS (Foreign Language Learning Service) FIB UGM diterima oleh Dr. Wira Kurniawati, S.S., M.A. selaku coordinator language and culture, Dr. Ni Gusti Ayu Roselani, M.A, Dr. Aprillia Firmonasari, S.S., M.Hum selaku coordinator FELAS, Shindu S.S., M.Hum. selaku staf adminstrasi dan Fransisca Ami Nugrahaeni, S.I.P selaku staf administrasi. Dalam kunjungan ini dilaksanakan pembahasan umum, bertukar informasi sekaligus pembahasan mengenai tata kelola kelembagaan, program-program yang ditawarkan, sistem administrasi, struktur kelembagaan dan peluang kerja sama kelembagaan. Kunjungan ini ditutup dengan serah terima kenangkenangan dari kedua belah pihak. Selanjutnya hari kedua 3/8/2022, kunjungan studi banding dilanjutkan ke Pusat Bahasa UIN Sunan Kalijaga, yang diterima oleh Fuad Arif Fudiyartanto, didampingi oleh Bapak Fakih selaku staf administrasi dan Mbak Widya selaku bagian keuangan P2B UIN Sunan Kalijaga. Dalam kunjungan ini dilaksanakan pembahasan umum mengenai lembaga masing-masing, dari pihak Pusat Bahasa UIN Suka memaparkan gambaran umum lembaga pusat bahasa UIN Suka, struktur kelembagaan, tata kelola kelembagaan, program-program yang dijalankan, kemitraan, juga peluang kerja sama dengan Pusat Bahasa Ipmafa terkait dalam pengembangan perumusan materi TOAFL yang saat ini sedang dikembangkan di lingkungan IPMAFA. Dari Pusat bahasa UIN SUKA juga menawarkan kemungkinan capacity building dalam pengembangan TOAFL. Kunjungan ketiga dilanjutkan ke (Cilacas) UII, diterima oleh Lizda Iswari, S.T., M.Sc. selaku Kepala Cilacs, Aisyiyah, S.E., M.M., (Kadep. Keuangan), Suprihatin, S.Pd. (Kadep. Akademik), Enggar Sholichatun, S.H (Kadep. SDM), Aditya Suci, S.Pt. (Kadep. Pemasaran), Muh. Yusuf Arif Nur Rahmat, S.Pd. (Kadep. Layanan tes). Dalam kunjungan ini dilaksanakan pembahasan umum mengenai lembaga masing-masing, dari pihak Cilacs juga memaparkan gambaran umum lembaga pusat bahasa Cilacs, struktur kelembagaan, tata kelola kelembagaan, program-program yang dijalankan, kemitraan, juga peluang kerja sama dengan Pusat Bahasa IPMAFA terkait kemungkinan kemitraan dalam pelaksanaan ITP terkait peluang Pusat Bahasa IPMAFA sebagai Test Station Point untuk test TOEFL maupun ITP. PUSAT BAHASA IPMAFA PUSBA IPMAFA Studi Banding Tingkakan Kualitas, ke Tiga Kampus Bahasa Sekaligus Edisi Perdana - Juli 2023 19


PENDIDIKAN BAHASA ARAB I P M A FA M A G Z Foto Bersama Kegiatan Rihlah PBA IPMAFA di Pijar Park Kudus pada 19/02/2022. | IPMAFA.doc. Wajah Baru Penutupan Rihlah PBA IPMAFA Redaksi IPMAFA - Mahasiswa Pendidikan Bahasa Arab (PBA) Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA) rihlah ke Pijar Park yang terletak di Desa Kajar Kecamatan Dawe Kabupaten Kudus pada Sabtu (19/02/22). Sebuah wajah baru nan seru sebagai penutup kegiatan AlMukhoyyam Al-‘Aroby tahun ini, karena kegiatan mukhoyyam tahun-tahun sebelumnya hanya berpusat di lingkungan Ma’had Jami’ah Mathali’ul Falah Pati. Kegiatan rihlah kali ini disambut hangat oleh mahasiswa PBA dengan antusias dan partisipasi yang cukup tinggi. Di sisi lain sebagai penutup kegiatan mukhoyyam, rihlah tersebut juga dimanfaatkan peserta yang ikut sebagai ajang liburan dan hunting foto, dikarenakan tempatnya yang asri dan penuh dengan view pemandangan alam yang indah. Tidak hanya mahasiswa PBA yang ikut serta, tetapi juga didampingi oleh salah satu dosen PBA, Bapak Sahal Mahfudz, M.Pd, beserta keluarga. Rombongan berangkat dari kampus pukul 09.00 WIB menggunakan 2 mobil travel dan satu mobil kampus untuk Bapak Sahal sekeluarga. Sesampainya di lokasi rihlah, agenda pertama yang dilakukan adalah outbond (permainan). Sebelum outbond dimulai, peserta dibagi dalam kelompok secara acak dan setiap kelompok diarahkan menuju pos-pos yang telah dijaga oleh panitia guna mengikuti permainan yang telah disiapkan. Para peserta terlihat riang dan ceria, menandakan mereka menikmati kegiatan rihlah kali ini. Agenda kedua, setelah outbond, dilanjutkan dengan bersantai dan jalan-jalan bebas menapak setiap sudut tempat rihlah. Di penghujung rihlah sebelum kembali ke kampus, Bapak Sahal selaku pendamping kegiatan, menyampaikan sedikit sambutan penutup mukhoyyam. كن كالمطر. إذا أقبل استبشر بھ الناس. وإذا وقع نفع. " وإذا رحل ترك أثرا نافعا." Tutur beliau dalam sambutannya yang juga mengakhiri kegiatan mukhoyyam. Setelah itu rombongan bersiap-siap untuk kembali ke kampus. (Sirril Wafa) PGMI IPMAFA PGMI IPMAFA Gelar GESTA PGMI IPMAFA - (Pati, 16 Desember 2022) Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Institut Pesantren Mathali'ul Falah (IPMAFA) menyelenggarakan Festival PGMI di penghujung tahun 2022 bertempat di auditorium II IPMAFA. Acara yang diikuti seluruh Mahasiswa PGMI tersebut, berlangsung dari pukul 08.00 WIB hingga pukul 18.00 WIB. Kegiatan dimulai dengan seminar kebudayaan dengan tema kegiatan "Nguri-Nguri Kabudayan Jawi ing Jaman Tekhnologi". Acara juga dimeriahkan dengan rentetan lomba termasuk Mas Mbak PGMI, Media Pembelajaran, Video Perkenalan Kelas, Tari, dan Nembang Jawi. Sebelumnya, beberapa babak penyisihan dari beberapa lomba telah dilaksanakan tanggal 9 dan 12 Desember lalu. "Jikalau zaman sudah berkembang, Budaya Jawa mungkin akan semakin rendah kuantitasnya, namun ia akan tetap ada dalam peradaban manusia" tutur Toto Supriyatno Narasumber Seminar. Selama acara berlangsung, nuansa Budaya Jawa sangat kentara dengan beberapa identitas yang diperlihatkan. Mulai dari dresscode pesertanya yang diwajibkan memakai jarit, perlombaan tari-tarian Jawa, Nembang Jawi, dan juga baju adat khas Pati untuk para Finalis Mas Mbak PGMI IPMAFA 2022. "Tujuan acara ini adalah mencari bakat yang dimiliki mahasiswa PGMI, sehingga bisa didelegasikan pada perlombaan-perlombaan tingkatan Kabupaten, Provinsi bahkan Nasional, selain itu juga sebagai pengembangan SDM Mahasiswa PGMI,” tutur Shinta Afa Putri ketua HMPS PGMI IPMAFA menekankan urgensi makna tema acara. Ia berharap Mahasiswa PGMI mampu mengaplikasi-kan ilmu-ilmu yang didapat dan menambah mahabbah pada Budaya Jawa yang harus tetap lestari. Puncak acara nal Mas-Mbak PGMI tetap berlangsung sesuai rencana, meski diguyur hujan. Terpilihnya Hazib Maulana Amril Muhaiminan dan Fika Dyah sebagai Mas dan Mbak PGMI, diharapkan dapat menjadi Best Icon untuk seluruh Mahasiswa PGMI. (HMPS PGMI) I P M A FA M A G Z Kembangkan Bakat Minat Mahasiswa, Mahasiswa PGMI IPMAFA menampilkan seni tari dalam acara GESTA (16/12/2022) Ipmafa doc. 20 Edisi Perdana - Juli 2023


I P M A FA PGMI IPMAFA Mahasiswa PGMI IPMAFA Berani Jadi Guru Sejati PGMI IPMAFA - Sahabat MI dan Diskusi Ibtida' berkolaborasi mengadakan kegiatan Achievement Motivation Training dengan tema "Dare to be a Great Teacher". Kegiatan yang diselenggarakan pada Selasa, 1 Maret 2022 ini diperuntukkan bagi mahasiswa Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) IPMAFA, khususnya semester 2, 4 dan 6. Kegiatan ini menjadi wadah untuk mengembangkan potensi mengajar mahasiswa PGMI, dengan tujuan dapat mendorong mahasiswa PGMI untuk mempraktikkan pendidikan yang bebas, mandiri, dan penuh persahabatan. Selain itu dalam kegiatan ini juga diharapkan dapat memotivasi mahasiswa PGMI untuk berpartisipasi dalam program Sahabat MI, serta dapat menjalin tali silaturrahim antar sesama mahasiswa PGMI. Peserta Achievement Motivation Training (AMT) tercatat sebanyak 115 peserta dan dihadiri oleh dosen-dosen Prodi PGMI serta Dekan Fakultas Tarbiyah. Pemateri kegiatan AMT kali ini adalah Ibu Dian Mustika Anggraini, M.Pd. (Finalis pertukaran pemuda Indonesia Kanada tahun 2013) dan Muhammad Tauqul Aniq, S.Pd. (Guru SD Islam Hidayah Tayu sekaligus Alumni PGMI IPMAFA). Kegiatan AMT diawali dengan pembukaan, pembacaan ayat suci AlQur’an, sambutan Kaprodi PGMI, Bapak Mohammad Agus Jauhari, Lc, M.Pd.I. dan sambutan dari Dekan Fakultas Tarbiyah, Bapak Agus Syakroni, M.Pd yang menjelaskan pentingnya terselenggaranya acara AMT ini bagi mahasiswa PGMI. Ibu Dian, pemateri yang juga pengajar di IAIN Kudus menjelaskan bagaimana menjadi mahasiswa yang tidak hanya belajar tentang teori tetapi juga dapat mengaplikasikannya. Beliau berbagi pengalamannya ketika masih di bangku kuliah yang juga mengikuti kegiatan serupa dengan Sahabat MI, yaitu ‘Sekolah Bibit’, bahwa kegiatan tersebut memberikan pengalaman langsung bertemu dengan siswa, berkomunikasi dengan guru, dan masyarakat. Bertemu dengan siswa, menyelami dunia siswa, dan belajar menjadi guru yang mengerti kebutuhan siswa. Berkomunikasi dengan berbagai pihak melatih kemampuan komunikasi dan memberikan kemudahan nantinya saat pengerjaan skripsi. “Era sekarang bukan era kompetisi tapi era kolaborasi, jadi tidak perlu menunggu KKN / PPL untuk observasi di sekolah tapi melalui Sahabat MI mulai semester 2 sudah bisa langsung observasi secara langsung bagaimana kondisi di sekolah,” tutur Ibu Dian Mustika Anggraini dalam penyampaian materi Achievement Motivation Training. Perempuan kelahiran Tulungagung itu, juga menjelaskan banyak sekali keuntungan-keuntungan ketika mahasiswa PGMI bergabung menjadi volunteer (tutor) Sahabat MI yang terjun ke sekolah secara langsung. “Keuntungan mengikuti sahabat MI selain kita bisa belajar kita bisa diskusi dan mendapat ilmu yang luar biasa dan ketika kita mempunyai tanggung jawab dan bisa memanagement waktu dengan baik kedepannya di dunia kerja pasti bisa memanage waktu dengan baik, bagaimana berkolaborasi dengan teman, dan tidak perlu susah susah karna kita sudah punya modal besar ketika mahasiswa untuk di sekolah/dunia pendidikan nantinya,” sambung Ibu Dian. Selain pemaparan materi dari pemateri pertama, Muhammad Tauqil Aniq sebagai pemateri kedua, menyampaikan bahwa adanya Sahabat MI dan Diskusi Ibtida ini sangat bermanfaat untuk mahasiswa PGMI sebagai bekal ketika menjadi pendidik/guru yang baik dan selalu dirindukan peserta didik di masa depan. “Pendidikan tanpa guru tidak akan berjalan dengan baik, tetapi pendidikan dapat rusak dan hancur karna guru yang tidak baik, maka dengan adanya Sahabat MI ini sangat bagus sekali buat tementemen semua,” tutur Aniq. (Rusniasari) Moderator Hilma Maulal Fatwa membuka acara Achievement Motivation Training (AMT) di Aula II IPMAFA Ipmafa doc. Edisi Perdana - Juli 2023 21


PMI IPMAFA I P M A FA M A G Z Redaksi IPMAFA – Program Studi (Prodi) Pengembangan Masyarakat Islam Institut Pesantren Mathali’ul Falah (PMI IPMAFA) Pati kembali menyelenggarakan simulasi advokasi bagi mahasiswa untuk kedua kalinya di Aula 2, Jumat lalu (19/5/2023). Ketua Prodi PMI IPMAFA, Nur Khoiriyah, MA menuturkan kegiatan praktik yang diikuti mahasiswa PMI VI (semester 6) dalam mata kuliah Advokasi Sosial tersebut bertujuan mengimplementasikan teori yang didapat mahasiswa untuk disimulasikan pada suatu kasus tertentu. “Bedanya, simulasi yang kedua ini alatnya lebih lengkap,” tutur Khoiriyah. Menurut Khoiriyah, mahasiswa menyimulasikan tata cara proses melakukan advokasi sosial dan berperan menjadi berbagai pihak terkait. “Jadi mahasiswa mencoba memberikan intervensi atau campur tangan penyelesaian terkait masalah sosial yang ada di masyarakat melalui proses advokasi sosial sesuai dengan dasar hukum yang berlaku,” imbuh Khoiriyah yang juga mengampu Mata Kuliah Advokasi Sosial. Berdasarkan pantauan Redaksi IPMAFA, peserta kegiatan bertajuk “Isu tentang Anak” tersebut terlihat antusias. Tampak dari mereka bersemangat dalam berperan menjadi tokoh atau karakter yang telah ditentukan. “Baik menjadi fasilitator, ataupun menjadi peserta dengan latar belakang khusus (sesuai suku, agama),” imbuh Khoiriyah. Tak hanya itu, respon timbal balik pertanyaan dan upaya penyelesaian juga begitu meriah disampaikan oleh para pemeran. Secara rinci, Khoiriyah menjelaskan, simulasi advokasi adalah dimana mahasiswa berperan sebagai fasilitator dalam menyampaikan suatu kasus kemudian ditanggapi oleh peserta yang berperan dengan berbagai macam latar belakang. “Kemudian memberikan berbagai macam solusi dan alternatif pilihan dengan dasar hukum tertentu untuk kemudian disepakati bersama bagaimana tindak lanjut kasus yang telah ditentukan,” terang Khoiriyah. Khoiriyah menambahkan, tema dan materi yang disampaikan bersumber dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH), sehingga dasar-dasar hukumnya sudah sesuai dengan ketatanegaraan di Indonesia. Kegiatan simulasi advokasi tersebut, menurutnya merupakan agenda wajib yang berguna bagi mahasiswa saat terjun ke masyarakat. “Di mana mereka memahami bagaimana menangani suatu kasus sesuai penanganan hukum yang berlaku,” pungkas Khoiriyah. (Aen-02/Uha-01) Mahasiswa Prodi PMI IPMAFA berperan menjadi berbagai suku yang ada di Indonesia. Foto: MHSIPMF. Prodi PMI IPMAFA Latih Mahasiswa JADI FASILITATOR MASYARAKAT 22 Edisi Perdana - Juli 2023


Edisi Perdana - Juli 2023 23 I P M A FA Peduli Kelestarian Sungai, Prodi PMI IPMAFA Adakan RESIK KALI Falih, anggota Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Margoyoso mengungkapkan bahwa ia sangat senang dapat membantu kegiatan Resik Kali yang menurutnya sangat bermanfaat dan tidak segan untuk berpartisipasi dalam kegiatan ini. “Kami sangat menyambut baik dan positif acara yang diadakan oleh Prodi PMI ini dan jika ada lagi acara seperti ini, Insya Allah kami akan ikut berpartisipasi lagi,” ujar Falih. Falih juga berharap dengan adanya Resik Kali ini, kepedulian terhadap kebersihan lingkungan muncul dari diri masyarakat dan memiliki rasa untuk terus menjaga kebersihan lingkungan. “Diharapkan masyarakat sekitar tidak membuang sampah sembarangan, karena sungai bukanlah tempat untuk membuang sampah. Jika kita baik dalam memperlakukan alam, maka alam akan memberikan feedback yang baik kepada kita semua,” pungkasnya. (Syarifatun Sa’adah-Media DEMA I/Nis-03/Uha-01) sungai sekitar kampus IPMAFA yang kotor dipenuhi sampah, sehingga tercetuslah acara ini. “Resik Kali ini mulanya sebatas guyonan saat njagong mahasiswa. Melihat kondisi sungai sekitar Margoyoso yang memprihatinkan, tak disangka guyonan tersebut mendapat feedback dari Kaprodi PMI,” ungkap Zaim. Zaim berharap melalui kegiatan ini masyarakat terbiasa hidup bersih, sadar akan pentingnya kebersihan sungai dan alam sekitar, terutama paska kegiatan Resik Kali ini. “Kami berharap semoga acara seperti ini bisa dilaksanakan dalam jangka panjang agar sungai-sungai yang ada, tetap bersih dan tidak menimbulkan bencana untuk warga,” tambah Zaim. Antusias Kalangan Umum Resik Kali tak hanya diikuti Mahasiswa PMI dan Dosen IPMAFA saja. Masyarakat sekitar juga antusias menyukseskan acara tersebut. Redaksi IPMAFA – Sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan sekitar, Prodi Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) IPMAFA mengadakan kegiatan bersih sungaiResik Kali, Minggu (18/06/23). Kegiatan ini diinisiasi oleh Prodi PMI, diikuti oleh perwakilan mahasiswa PMI, Dosen, Banser, IPNU dan masyarakat sekitar juga turut hadir untuk membantu membersihkan sampah yang ada di sepanjang aliran sungai Waturoyo. Sungai Waturoyo menjadi salah satu objek pertama yang akan dibersihkan, mengingat sungai ini berjarak dekat dengan rumah warga, keadaan sungai cukup kotor sehingga dikhawatirkan memberikan dampak buruk bagi warga jika dibiarkan dan tidak dibersihkan. Ketua penyelenggara kegiatan, Zaim Abdul Haris mengungkapkan kegiatan ini berawal dari celetukan salah satu mahasiswa PMI ketika diskusi ringan. Mereka merasa prihatin melihat kondisi PMI IPMAFA Proses resik kali yang dilakukan oleh Mahasiswa PMI IPMAFA di turut sungai Ds. Waturoyo Ipmafa doc.


PERBANKAN SYARIAH IPMAFA RAIH JUARA III LOMBA KRENOVA PATI INNOVATION AWARD TAHUN 2022 I P M A FA M A G Z 10 Edisi Perdana - Juli 2023 Dosen Prodi Perbankan Syariah IPMAFA Perbankan Syariah IPMAFA - Isyrokh Fuaidi salah satu dosen tetap Program Studi Perbankan Syariah IPMAFA raih juara III dalam Lomba Krenova Pati Innovation Award Tahun 2022 yang diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Pati. Dalam lomba ini Isyrokh menciptakan Layanan Ride Hailing berbasis masyarakat yang dinamakan dengan ESGO. Layanan ini dalam praktiknya memberikan kemudahan bagi masyarakat terkait dengan layanan ekspedisi khususnya di pesantren. Selain memberikan layanan kepada masyarakat, inovasi digital yang diciptakan oleh Isyrokh mampu membuka lapangan pekerjaan baru untuk masyarakat sekitar. Inovasi seperti ini untuk kedepannya perlu untuk terus dilakukan. Selain memiliki kewajiban untuk memberikan pendidikan kepada mahasiswa, dalam tri dharma perguruan tinggi seorang dosen juga memiliki kewajiban untuk melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Hal ini disadari dan diterapkan betul oleh Isrokh Fuaidi, dalam salah satu unggahannya di facebook Isyrokh menyatakan bahwa inovasi yang dilakukan merupakan wujud usahanya untuk ikut serta membangun desa dan masyarakat. Hadiah, gaji dan apresiasi dalam sebuah prestasi adalah sesuatu yang pasti didapatkan, dan ada satu hal yang lebih penting lagi adalah apa yang mampu kita berikan untuk masyarakat. Inovasi digital yang telah diciptakan oleh Isyrokh merupakan wujud pengabdian nyata kepada masyarakat yang mampu memberikan manfaat besar. Semoga prestasi ini menjadi awal yang baik dan memberikan semangat kepada dosen Prodi Perbankan Syariah lainnya untuk terus berinovasi dan memberikan manfaat nyata kepada masyarakat. (PS IPMAFA) Penyerahan penghargaan kepada Bapak Isyrokh Fuadi oleh Pemerintah Kab. Pati atas diraihnya Juara III Lomba Krenova Pati Innovation Award tahun 2022 (22/06) Ipmafa doc. 24


I P M A FA PERBANKAN SYARIAH IPMAFA Mahasiswa PS IPMAFA Raih Juara 2 dalam Ajang Kompetisi Literasi Keuangan dalam Menghadapi Era Industri 5.0 Redaksi IPMAFA - Mahasiswa Prodi Perbankan Syariah IPMAFA berhasil meraih Juara 2 lomba artikel ilmiah Tingkat Nasional dalam acara "National Call for Paper and Competition 2022" yang diselenggarakan di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Potensi Utama Medan (15-27/08/2022). Tema yang diangkat adalah Literasi Keuangan dalam Menghadapi Era Industri 5.0 Dalam Perspektif Syariah dan Konvensional. Tim mahasiswa Ipmafa yang terdiri 3 orang yaitu Aftina Nurul Husna, Ima Kurnia Riski dan M Imamu Muttaqin mengangkat judul paper "Aplikasi Layanan Cuci Online Berbasis Syariah". Paper mahasiswa berusaha menghadirkan ide kreatif untuk membangun sebuah platfom atau aplikasi yang dibutuhkan masyarakat sehari-hari dengan tetap menjaga nilai-nilai syariah. Mahasiswa juga mengelaborasi potensi dan prospek ekonomi yang dapat dihasilkan jika model bisnis berbasis layanan digital ini dapat diterapkan. Untuk memperkuat ide karya, mahasiswa tidak lupa melakukan simulasi alur kerja dan konsep tur aplikasi yang dibangun sedetil mungkin. Hal ini untuk memastikan bahwa sistem berjalan dengan baik dan mudah diterapkan oleh pengguna. Tim mahasiswa memberikan nama aplikasi "Teko Resik". (Redaksi IPMAFA) Berikut sekilas visualisasi aplikasinya: Ucapan selamat dan sukses yang diberikan IPMAFA kepada mahasiswa yang mendapat pretasi dalam Kompetisi Literasi Keuangan Ipmafa doc. Edisi Perdana - Juli 2023 25


I P M A FA M A G Z Redaksi IPMAFA - Perencanaan bisnis yang baik menjadi salah satu skill yang harus dikuasai mahasiswa Prodi Perbankan Syariah. Dengan belajar business plan, mahasiswa akan memperoleh keterampilan dan pengetahuan yang bermanfaat untuk mengembangkan bisnis dan menjadi entrepreneur yang sukses di masa depan. Oleh sebab itu Himpunan Mahasiswa Prodi Perbankan Syariah (HMPS) Institut Pesantren Mathali’ul Falah (Ipmafa) menyelenggarakan kompetisi Business Plan dengan tema Creating Your Entrepreneurship Skills For a Better Future, Rabu (1/3/23). Dalam kompetisi tersebut, mahasiswa menyiapkan konsep yang merinci rencana bisnis termasuk analisis pasar, strategi pemasaran, rencana keuangan, dan tujuan bisnis yang ingin dicapai. Ada lima nominasi yang lolos seleksi di meja panitia dengan beberapa kategori dan corak usaha seperti bisnis kuliner, cafetaria, aplikasi pembelajaran dan dunia desain gras. Selain membuat proposal business plan yang baik, peserta harus mempresentasikannya di depan juri dengan elaborasi yang mendalam. Mahasiswa dituntut mampu menjelaskan prospek usaha dan analisa keuangannya seperti arus keuangan, biayabiaya, dan sejauh mana suatu usaha mencapai BEP. Terdapat 2 juri yang mengelaborasi setiap business plan karya para mahasiswa yaitu ibu Siti Nur Amiin dan Isyrokh Fuaidi. Keduanya merupakan dosen Prodi Perbankan Syariah yang memiliki concern pada pengembangan dan penguatan skill sumber daya manusia berbasis wirausaha. Kompetisi Business Plan Perkuat Skill Mahasiswa HMPS IPMAFA menyelenggarakan kompetisi Business Plan dengan tema Creating Your Entrepreneur-ship Skills For a Better Future I Foto: Ipmaca.doc. Dalam Dunia Bisnis dan Wirausaha PERBANKAN SYARIAH IPMAFA 1026 Edisi Perdana - Juli 2023


I P M A FA Membanggakan, IPMAFA jadi Tuan Rumah Ajang bergengsi TEMILREG Jawa Tengah yakni seminar nasional, Olimpiade Ekonomi Islam, Business Plan dan lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI). “Adapun tema kegiatan pada TEMILREG 2022, yaitu Penguatan Ekosistem Lembaga Keuangan Syariah dalam Implementasi Keuangan Berkelanjutan guna Pemulihan Ekonomi Nasional dengan sub-tema. diantaranya Perbankan dan Fintech, Pasar modal syariah, Pegadaian syariah, Asuransi dan Dana Pensiun, Koperasi-BMT dan ZISWAF,” jelasnya. Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa pihaknya telah mempersiapkan kegiatan dari bulan Maret. Ia juga berharap acara TEMILREG dapat berjalan PATI,Harianmuria.com - Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA) menjadi tuan rumah dalam kegiatan temu ilmiah regional (TEMILREG Jawa Tengah). Kegiatan tersebut diprakarsai oleh FOSSEI (Forum Silaturahim Studi Ekonomi Islam) yang merupakan sebuah wadah untuk mengakomodir para pemuda pecinta ekonomi Islam yang tergabung di KSEI (Kelompok Studi Ekonomi Islam). “Jadi kegiatan temu ilmiah regional jateng merupakan agenda terbesar dari FoSSEI Jawa Tengah dan KSEI STIEF IPMAFA. Alhamdulillah diberikan amanah,diberikan kepercayaan sebagai panitia penyelenggara. Dengan total peserta yang ikut lomba 144 tapi keseluruhan yang hadir 247 orang. Mereka merupakan perwakilan dari 30 universitas,” ungkap Nas Nurul Fajri selaku Ketua Panitia saat ditemui di sela-sela kegiatan Jum’at (17/06). Kegiatan yang bertempat di auditorium kampus IPMAFA tersebut akan berlangsung dari tanggal 17-19 Juni 2022. Menurut penjelasan Nas, bentuk kegiatan ada empat Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA) menjadi tuan rumah kegiatan temu ilmiah regional (TEMILREG) Jawa Tengah. | IPMAFA.doc. Tema kegiatan TEMILREG 2022, Penguatan Ekosistem Lembaga Keuangan Syariah dalam Implementasi Keuangan Berkelanjutan guna Pemulihan Ekonomi Nasional. “ Nas Nurul Fajri, K ” etua Panitia TEMILEG dengan lancar dan sukses. Untuk harapan semoga KSEI STIEF IPMAFA dapat menjadi salah satu juara. Ada target insya Allah harapannya juara 1 tapi juara 3 ya nggak masalah,”pungkasnya. (Patner I Harianmuria.com ) PERBANKAN SYARIAH IPMAFA Edisi Perdana - Juli 2023 27


ZAKAT DAN WAKAF I P M A FA M A G Z REDAKSI IPMAFA - Di tengah bergairahnya pembentukan dan kegiatan-kegiatan Lembaga Amil Zakat Infak Sadaqah Nahdlatul Ulama (Lazisnu) di berbagai level dan daerah, Lazisnu Kabupaten Pati mencanangkan program beasiswa kuliah kader tahun 2021. Program yang berjalan sejak tahun akademik 2021-2022 tersebut dikoordinir oleh Lazisnu Kabupaten. Beberapa Lazisnu MWC mengirim kadernya guna menempuh pendidikan S1 di Institut Pesantren Mathali'ul Falah (IPMAFA). Para calon penerima beasiswa telah menjalani serangkaian seleksi, antara lain seleksi administrasi dan wawancara, sebelum akhirnya dinyatakan lolos menjadi kader penerima beasiswa kuliah. Demi memperkuat program tersebut, Jumat, 3/12/2021, dilakukan penandatanganan kerjasama antara Lazisnu Kabupaten Pati dengan Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam (FSEI) IPMAFA. Item penting dalam kerjasama ini antara lain IPMAFA turut mempersiapkan kader profesional Lazisnu Kabupaten Pati, mendampingi program-program Lazisnu Kabupaten Pati, menggali, mengembangkan potensi zakat, infak, dan sadaqah di Kabupaten Pati. Ketua Lazisnu Kabupaten Pati, M Niam Sutaman, Lc., LLM., dalam sambutannya menyampaikan, Lazisnu tidak punya pilihan kecuali harus terus meningkatkan kualitas dan kuantitas kader. Setidakanya ada 3 tantangan nyata yang tengah dihadapi. Tantangan internal, yakni banyaknya umat yang harus dibantu di satu sisi, dan tantangan eksternal, yakni gerakan lantropi yang menyimpan visi ideologi tertentu. "Menjawab itu semua, Lazisnu tentu sangat membutuhkan kader yang mumpuni dan terampil. Karena itu kita melakukan kerjasama dengan IPMAFA, khususnya FSEI,” terang Niam Sutaman. Sementara itu Dekan FSEI IPMAFA, Umdatul Baroroh, MA, menegaskan bahwa fakultasnya mengelola 2 Prodi, yaitu Prodi Perbankan Syariah (PS) dan Zakat Wakaf (Zawa). Prodi Zawa IPMAFA merupakan prodi Zakat Wakaf pertama di Jawa Tengah untuk lingkungan perguruan tingggi keagamaan Islam swasta. Sebagaimana Prodi PS yang menggunakan instrumen keuangan syariah, Prodi Zawa memiliki visi meningkatkan taraf hidup dan ekonomi umat melalui instrumen lantropi Islam, yakni zakat, infak, sadaqah, dan wakaf. “Oleh karena itu kerjasama IPMAFA, khususnya FSEI dengan Lazisnu ini merupakan bagian dari khidmah kita semua kepada NU dan nahdliyin, melalui penguatan kader profesional dan amanah”, terang Umdah. Hadir dalam penandatanganan ini Rektor IPMAFA, Wakil Rektor, Dekan, Ketua Prodi. Sedangkan dari pihak PCNU Kab. Pati, hadir Ketua, Sekretaris, Ketua Lazisnu, Ketua Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI), Ketua LP Ma’arif, Pimpinan GP Ansor, IPNU, IPPNU, serta para mahasiswa kader Lazisnu. (ZawaRedaksi IPMAFA) Perkuat Kaderisasi Foto Bersama Usai Acara Penandatanganan Perjanjian Kerjasama (PKs) antara IPMAFA dengan PCNU Kabupaten Pati I Foto: Ipmaca.doc. Laziznu Pati Programkan Kuliah Kader 1028 Edisi Perdana - Juli 2023


I P M A FA Ketua RMI PCNU, Ketua LP Ma’arif PCNU, Ketua Lazisnu, pimpinan GP Ansor, IPNU, IPPNU. Hadir pula Ketua-ketua MWC dan Ketua-ketua Lazisnu MWC mitra. Dalam sambutannya Ketua PCNU mengugkapkan bahwa dengan MoU ini, NU Kabupaten memiliki mitra strategis, utamanya dalam bidang sumberdaya manusia. Dengan kemitraan ini kebermanfaat NU akan semakin luas dirasakan oleh umat. Setelah penandatanganan MoU antara IPMAFA dengan PCNU Kabupaten Pati, acara dilanjutkan dengan penandatanganan kerjasama antara Fakultas Syariah Ekonomi Islam (FSEI) IPMAFA dengan Lembaga Amil Zakat Infak Sadaqah (Lazisnu) Kabupaten Pati. Program yang dikerjasamakan sudah berjalan sejak bulan September lalu, yaitu Beasiswa Kuliah Kader Lazisnu Kabupaten Pati tahun 2021. Dalam program ini beberapa Lazisnu Majlis Wakil Cabang (MWC) yang menjadi mitra mengirimkan kadernya untuk menempuh pendidikan di IPMAFA, guna meningkatkan kemajuan lembaga masing-masing. (ZawaRedaksi IPMAFA) langkah awal dari bakti IPMAFA kepada NU nahdliyin, karena selama ini para dosen, lulusan, dan mahasiswanya selalu menjadi bagian struktural kepengurusan NU di berbagai level, lembaga dan badan otonom (banom), setidak-tidaknya merupakan kader kultural yang selalu siap mendarmabaktikan diri pada jam’iyah. Ketiga, meskipun bersifat formalisasi, penandatanganan MoU menjadi sangat penting agar terwujud kerjasama yang lebih berdaya guna karena dilakukan melalui langkah-langkah pengembangan yang terarah, sistematis dan strategis. Tujuh program studi di IPMAFA saat ini dan 17 lembaga di lingkungan PCNU Kabupaten Pati beserta banon-banomnya bisa segera menindaklanjuti MoU yang sudah ditandatangani. "MoU akan berguna jika ditindaklanjuti dengan perjanjian kerja sama dan aksi nyata, baik dalam bidang pendidikan, penelitian, pelatihan, pengembangan masyarakat, maupun bidang sosial keagamaan lainnya," tutur Gus Rozin. Sementara itu Ketua PCNU Kabupaten Pati, Yusuf Hasyim, MSI, hadir bersama REDAKSI IPMAFA - Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA) menyelenggarakan acara Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pati, bertempat di aula lantai II. Jumat, (3/12/21). Acara yang dihadiri oleh Rektor, Wakil Rektor, Dekan, dan Kaprodi ini dimaksudkan menyepakati payung hukum kerjasama strategis antara IPMAFA dengan PCNU Kabupaten Pati. Dalam sambutannya Rektor IPMAFA menyampaikan beberapa hal penting, antara lain: Pertama, tujuan didirikannya IPMAFA adalah memberikan kontribusi nyata bagi NU dan nahdliyin di Kabupaten Pati, sebagaimana hal itu merupakan wasiat dari salah satu muassis IPMAFA, KH. MA. Sahal Mahfudh. Kehadiran kampus berbasis pesantren dengan ideologi ahlussunnah nahdliyah ini harus benarbenar bisa dirasakan manfaatnya. Kedua, penandatanganan MoU saat ini sebetulnya bukanlah rencana maupun Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pati, bertempat di aula lantai II. Jumat, (3/12/21). | Foto: Ipmaca.doc. ZAKAT DAN WAKAF Edisi Perdana - Juli 2023 29 MoU IPMAFA dan PCNU Pati: Songsong Kemajuan NU


PIAUD IPMAFA I P M A FA M A G Z 1030 Edisi Perdana - Juli 2023 Ipmafa doc. Gelar Karya Mahasiswa PIUAD IPMAFA: Tampilkan Alat Musik Tradisional Redaksi IPMAFA – Meski dengan alat musik tradisional, Mahasiswa Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) semester 4 Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA) mampu menunjukkan penampilan terbaiknya sehingga berhasil memukau para penonton Gelar Karya Mahasiswa yang diselenggarakan Fakultas Tarbiyah pada sabtu (15/07/23). Gelar karya mahasiswa tersebut merupakan pertunjukan hasil karya mahasiswa selama mengikuti proses perkuliahan. Mereka tampil memukau dengan alat musik tradisional seperti angklung dan gamelan serta sebagai pelengkapnya ada juga alat musik kontemporer seperti pianika. Salah satu peserta kontestan dari PIAUD, Nadya Luthatin Nisa berpendapat bahwa kegiatan ini sangat menarik, selain menjadi fasilitas untuk memeroleh nilai UAS, mereka mendapatkan kebebasan untuk mengkolaborasikan alat musik sesuai dengan kreatitas yang dimiliki. “Selain mendapatkan ilmu, kita juga bisa belajar mengelaborasi instrument musik supaya enak didengar, menyelaraskan seluruh komponen baik nada, intonasi dan ketukan alat musik,“ imbuhnya. Dengan permainannya yang apik, serta pemilihan lagu yang mudah dikenali penonton, membuat mereka diminta memainkan kembali lagu yang telah ditampilkan. Ahmad Falih Nur Hidayatselaku Ketua panitia kegiatan, menjelaskan bahwa terdapat 16 kelompok yang turut serta meramaikan kegiatan yang bertajuk Menguatkan Pendidikan, Memajukan Kebudayaan tersebut. “PIAUD ada 5 kelompok, yaitu PIAUD 4A 2 kelompok, 4B 3 kelompok, dari PRODI PGMI 9 kelompok dan sisanya dari kelompok PBA” terang Falih merinci. Tidak hanya pertunjukan seni musik, ada drama hingga display media dan modul pembelajaran yang turut serta memeriahkan Gelar Karya Mahasiswa ini. Beberapa Dosen Fakultas Tarbiyah menyematkan kegiatan ini dalam tugas akhir berupa projek. Dijelaskan oleh salah satu penginisiasi kegiatan sekaligus salah satu dosen pengampu mata kuliah Ibu Fira Nadliratul Afrida, M.Pd., bahwa kegiatan ini tidak ada dalam perencanaan awal. “Kegiatan ini muncul di penghujung perkuliahan kemudian kami berdiskusi untuk membuat kegiatan ini yang dapat digunakan untuk menampilkan karya produk dari mata kuliah yang bersangkutan,” ungkapnya. Gelar karya mahasiswa mendapatkan apresiasi langsung dari Dr. Agus Syakroni M.Pd selaku Dekan Fakultas Tarbiyah. Dalam sambutannya Agus Syakroni menyampaikan bahwa kegiatan semacam ini perlu dikembangkan untuk memacu kreativitas dan inovasi mahasiswa. “Semoga acara sukses dan harapannya semoga acara semacam ini bisa semakin dikembangkan agar nantinya mahasiswa Fakultas Tarbiyah semakin kreatif dan inovatif,” ucapnya. (Nis-03/Uha-1).


I P M A FA Edisi Perdana - Juli 2023 31 PMI IPMAFA Redaksi IPMAFA – Proses penyusunan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) harus melalui mekanisme yang jelas dan detail. Lolos tidaknya izin operasional perusahan besar tidak lepas dari kajian komprehensif sesuai dokumen lingkungan. Demikian disampaikan Pejabat Fungsional Pengawas Lingkungan Hidup-Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pati, Herry Priyanto dalam kegiatan studi atau kuliah lapangan mahasiswa Prodi Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA) di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pati, Jumat (26/05/2023) lalu. “Kajian AMDAL ini yang berhak menyusun benar-benar orang yang memiliki keilmuan AMDAL dan juga lulus dalam mengikuti pelatihan, serta AMDAL ini juga diujikan baik melalui DLH secara dokumen dan lolos melaui laboratorium,” terang Herry. Dosen pengampu Mata Kuliah AMDAL Siswanto, M.Sos. mengungkapkan kuliah lapangan ini diharapkan memantik mahasiswa tidak hanya paham Penyampaian Materi AMDAL oleh Pejabat Fungsional Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pati Foto: MHSIPMF Proses Penyusunan AMDAL Harus Melalui Mekanisme Jelas dan Detail tentang AMDAL, melainkan mampu menyusun laporan AMDAL sesuai dengan prosedur. “Karena selama ini, mahasiswa lebih banyak berkutat pada teori saat pembelajaran di ruang kelas, maka dengan adanya kuliah lapangan ini, mahasiswa memiliki pengetahuan baru yang belum pernah didapatkan di ruang kelas,” jelas Siswanto. Kegiatan ini, menurutnya merupakan salah satu bentuk kuliah lapangan untuk menambah jam terbang dan pengetahuan mahasiswa dalam proses menyusun AMDAL. (Siswanto/Uha-01)


KULIAH LAPANGAN I P M A FA M A G Z Perkuat Mata Kuliah Legal Drafting, Mahasiswa IPMAFA Audiensi ke DPRD Pati Redaksi IPMAFA - Guna memperkuat dan memberikan pengalaman lapangan pada mata kuliah Legal Drafting, Mahasiswa Institut Pesantren Mathali'ul Falah (IPMAFA) melaksanakan kuliah lapangan ke Kantor DPRD Kabupaten Pati untuk beraudiensi pada Selasa (11/7/23). Kegiatan audiensi diikuti mahasiswa Program Studi Zakat Wakaf (Zawa) dan Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) semester 6 (enam). Audiensi yang digelar di Ruang Rapat Gabungan DPRD Pati tersebut dimulai pukul 09.00 WIB. Kedatangan mahasiswa PMI & Zawa disambut langsung oleh lima anggota dewan. Dua diantaranya Fraksi Partai Hanura, dua dari Fraksi PDIP dan satu dari Golkar. Dosen pengampu mata kuliah legal drafting, Tutik Nurul Jannah, MH., menjelaskan bahwa pada mata kuliah ini mahasiswa belajar proses penyusunan naskah peraturan perundang-undangan serta pendampingan masyarakat. “Pada akhir mata kuliah ini saya ingin mereka melakukan kuliah lapangan berupa audiensi dengan anggota dewan. Pengalaman audiensi ini sangat penting bagi mereka, karena mereka ini bisa turut serta dalam penentuan kebijakan negara meskipun tidak menjadi anggota DPR maupun DPRD,” tutur Tutik. Selain itu, ia menuturkan audiensi ini sebagai sarana implementasi ilmu perkuliahan. Salah satunya berkaitan dengan legal drafting yang menjadi wewenang dari DPRD Kabupaten Pati. “Untuk memperkuat mata kuliah legal drafting, jika dalam kuliah hanya ada teori nah ini coba kita pertemukan langsung dengan anggota dewan, kira-kira apa yang akan mereka tanyakan,” imbuhnya. Audiensi yang berlangsung selama tiga jam ini berjalan lancar, mahasiswa aktif dalam berdialog. Dua sesi dibuka untuk mahasiswa bertanya berkaitan dengan peran anggota dewan. Selain itu isu lingkungan, sosial, ekonomi hingga Perda Pesantren juga tidak luput dari perhatian mahasiswa. Tidak ada materi khusus dalam audiensi tersebut. Dosen pengampu menyampaikan maksud tujuan kemudian dari pihak DPRD menyampaikan materi pengantar, dilanjutkan tanya jawab. “Ada 10 mahasiswa yang bertanya. Sesi pertama 4 mahasiswa, sesi kedua 6 mahasiswa dan pertanyaannya langsung dijawab oleh pihak DPRD,” terangnya. Lebih lanjut, dosen yang akrab disapa Ning Tutik tersebut menjelaskan bahwa terdapat manfaat yang akan diperoleh mahasiswa. Diantaranya pengalaman langsung mengenai cara dan teknik dalam melakukan audiensi. Selain itu audiensi tersebut memberikan pengalaman bahwa mahasiswa bisa menjadi pendamping masyarakat sekaligus memahami mekanisme penyampaian alur aspirasi masyarakat agar dapat diterima dan tersalurkan dengan baik serta memperkuat jaringan. “Selain manfaat tersebut, mereka juga faham untuk menjadi bagian dalam proses penyusunan peraturan perundangundangan dan mereka tahu posisinya di mana dalam hal penyusunan peraturan perundang-undangan, sebagai masyarakat sekaligus sebagai pendamping masyarakat,” pungkasnya. (Nis-03/Uha-01) Audiensi Mahasiswa IPMAFA pada mata kuliah Legal Drafting di Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati pada hari Selasa (11/7/23) | IPMAFA.doc. 1032 Edisi Perdana - Juli 2023


I P M A FA Foto bersama Kuliah Lapangan Mahasiswa Prodi Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) IPMAFA dengan Divisi Humas PG Trangkil Foto: MHSIPMF. Redaksi IPMAFA – Dalam rangka meningkatkan pengetahuan mengenai pengelolaan dan penanganan limbah pabrik, mahasiswa Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA) Pati kembali diterjunkan dalam kegiatan kuliah lapangan di Pabrik Gula (PG) Trangkil pada Sabtu (10/06/23) lalu. Dosen Pengampu Mata Kuliah Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), Siswanto, M.Sos, mengatakan manfaat lain dari kegiatan ini adalah mahasiswa mampu berkir kritis dalam menyikapi setiap isu maupun fenomena yang terjadi. Menurutnya, pemilihan lokasi kuliah lapangan ini sangat tepat melihat isu pencemaran lingkungan di tengahtengah masyarakat selalu menjadi polemik perusahaan. “Tentunya perusahaan harus bisa mengklarikasi, memberikan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat sekitar, agar isu pencemaran lingkungan tidak semakin melebar luas,” terang Siswanto. Siswanto menambahkan keberadaan pabrik tak lepas dari polemik. Satu sisi memberikan manfaat terhadap masyarakat sekitar dengan adanya rekrutmen karyawan, dimana hal ini memberikan kontribusi positif dalam mengurai angka pengangguran dan kemiskinan. Namun pada sisi lain, juga menimbulkan dampak negatif, misalnya pembuangan limbah ke sungai. Sehingga berdampak pada kerusakan lingkungan dan menimbulkan bau yang tidak sedap. “Maka dengan ini mahasiswa diharapkan nantinya mampu memberikan edukasi kepada masyarakat, bukan sebaliknya malah memberikan informasi sepihak yang berdampak negatif bagi kemaslahatan bersama,” katanya. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa berkesempatan melihat secara langsung lokasi PG Trangkil, proses penggilingan tebu, hingga menjadi gula siap edar. Mahasiswa juga berkesempatan mendapatkan materi langsung mengenai AMDAL dari Putra, selaku Tim Divisi Humas PG Trangkil, sekaligus meninjau langsung kondisi sungai yang menjadi aliran pembuangan limbah. Menanggapi isu yang beredar, Putra menjelaskan munculnya bau menyengat dan adanya kerusakan lingkungan yang disebabkan dari pembuangan limbah dari PG Trangkil tidak lain karena banyaknya sampah yang menumpuk dan muntah ke sungai, sehingga menyebabkan aliran limbah PG Trangkil tersendat dan mengendap. “Dari situlah masyarakat melabeli kalau limbah PG Trangkil berdampak terhadap munculnya bau tidak sedap dan merusak lingkungan,” terang Putra. Putra menambahkan limbah penggilingan tebu di PG Trangkil terdapat dua jenis. Pertama limbah cair yang lolos uji laboratorium dan aman jika dibuang di sungai. Kedua limbah ampas yang dapat dikelola dan dimanfaatkan menjadi pelet, sehingga bisa diproduksi dan mendapatkan nilai tambah tersendiri untuk perusahaan. “Bahkan dari produksi pelet tersebut bisa diekspor ke luar negeri, yakni Japan,” pungkas Putra.(Siswanto/Nis-03/Uha-01) KULIAH LAPANGAN dan Penanganan Limbah, Belajar Pengelolaan Mahasiswa PMI Kunjungi PG Trangkil Edisi Perdana - Juli 2023 33


PUSAT FISI IPMAFA I P M A FA M A G Z Pusat Fiqh Sosial Kembali Gelar Sekolah Fiqh Sosial Redaksi IPMAFA – Pusat Studi Pesantren dan Fiqh Sosial (PUSAT FISI) kembali menyelenggarakan Sekolah Fiqh Sosial, Kamis (23/04/2023) kemarin. Acara yang telah diadakan untuk ketiga kalinya ini bertempat di aula 2 lantai 2 IPMAFA. Acara ini diikuti oleh 27 peserta, terdiri dari mahasiswa IPMAFA lintas prodi dan beberapa santri dari berbagai pesantren Kajen dan sekitarnya. Para peserta sangat antusias mengikuti jalannya acara, bahkan tidak segan untuk bertanya dan berdiskusi hingga akhir sesi acara. Ibu Tutik Nurul Jannah, MH., selaku direktur PUSAT FISI, menuturkan bahwa acara ini merupakan forum konsolidasi pemikiran. Di samping itu, acara ini juga bisa menjadi tempat untuk memperkuat pemahaman terkait dengan qh sosial. Acara ini dibagi menjadi tiga sesi. Sesi pertama disampaikan oleh Ibu Tutik Nurul Janah, MH dengan materi “Penggagas Fiqh Sosial”, dilanjutkan sesi kedua oleh Ibu Umdatul Baroroh, MA mengenai latar belakang lahirnya qh sosial, dan sesi terakhir terkait dengan metodologi qh sosial yang disampaikan oleh salah satu alumni Sekolah Fiqh Sosial, Muhammad Labib, MA. Setelah sesi terakhir, acara dilanjutkan dengan mendiskusikan isu-isu kekinian menggunakan metodologi qh sosial. Hal ini dilakukan sebagai simulasi untuk merespon permasalahan sosial melalui perspektif qh sosial. Sehingga diharapkan mampu untuk mencetak kader-kader penerus Kiai Sahal. “Dalam mempertahankan qh sosial ini tentunya membutuhkan kaderisasi, membutuhkan generasi penerus dari para akademisi, para intelektual yang backgroundnya dari pesantren dan dari Perguruan tinggi. Maka sangat tepat sekali untuk mengadakan program Sekolah Fiqh Sosial” (.Red) tutur Bapak Dr. Ali Subhan, MA. dalam sambutannya di acara Sekolah Fiqh Sosial. (Uha-01) Pusat FiSi kembali gelar Sekolah Fiqh Sosial. Ipmafa doc. 1034 Edisi Perdana - Juli 2023


I P M A FA PUSAT FISI IPMAFA Etika Politik dalam Perspektif Fiqh Sosial Jadi Tema Diskusi Forum Kamisan Mahasiswa Redaksi IPMAFA – Diskusi Forum Kamisan Mahasiswa Pusat Studi Pesantren dan Fiqh Sosial Institut Pesantren Mathaliul Falah (PUSAT FISI IPMAFA) kembali digelar di Halaman Kaca Lantai II IPMAFA pada Jumat (26/05/2023). Kali ini bertajuk Etika Politik dalam Perspektif Fiqh Sosial. Diskusi mahasiswa lintas prodi IPMAFA tersebut dimulai pukul 14.00 WIB. Forum dibuka langsung oleh moderator Iqbal Kafabillah, Mahasiswa PBA semester II, dilanjutkan pemantik diskusi Budi Andarso, Mahasiswa PGMI semester VI. Dalam pemaparannya, Budi menyampaikan materi terkait pembagian politik menurut Kiai Sahal. Hal ini sebagaimana dilansir dari si.ipmafa.ac.id dalam Etika Politik: Belajar dari Kiai Sahal, oleh Munawir Aziz. Budi menyampaikan Kiai Sahal membagi politik menjadi tiga kerangka. Ketiga kerangka tersebut adalah politik kebangsaan, kerakyatan dan kekuasaan. “Menurut Kiai Sahal, politik kekuasaan merupakan wilayah dari partai politik untuk berdialog maupun berkompetisi dalam merebutkan ruang-ruang kekuasaan dan struktural,” tutur Ketua Senat Mahasiswa (SEMA) IPMAFA terpilih tersebut di hadapan peserta diskusi. Budi menambahkan, kerangka politik kebangsaan dan kerakyatan adalah suatu ijtihad politik sebagai upaya memperjuangkan prinsip dan nilainilai keagamaan, tanpa terjebak hanya pada proses kontestasi perebutan kekuasaan. Selain itu politik kebangsaan dan kerakyatan merupakan siyasah ‘aliyah atau politik tingkat tinggi. “Dengan demikian etika berpolitik yang menjunjung tinggi nilai-nilai agama dalam rangka membawa kesejahteraan rakyat, serta kedudukan politik dijadikan sebagai wasilah atau strategi dan cara untuk membawa kemaslahatan umat merupakan etika politik level tinggi yang disebut Siyasah ‘Aliyah dan sesuai dengan pandangan Fiqh Sosial,” paparnya. Usai materi disampaikan, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi. Peserta terlihat aktif saling menanggapi, bertanya dan berdiskusi terkait materi yang telah disampaikan hingga acara berakhir pukul 16.00 WIB. Perdalam Pemahaman Pada kesempatan yang berbeda, penanggung jawab kegiatan Ahmad Bastomi, menyebutkan bahwa tujuan diskusi forum kamisan adalah untuk memfasilitasi mahasiswa memperdalam pemahaman mengenai pemikiran Kiai Sahal terkait Fiqh Sosial, dan juga menambah pengetahuan dan gagasan baru yang dapat mengembangkan wawasan mengenai suatu hal. “Selain menambah relasi, diskusi dapat membantu membentuk pola pikir mahasiswa yang kritis karena dalam forum diskusi seringkali membahas isu-isu yang dibahas di masyarakat, semoga dapat memotivasi mahasiswa lain untuk mengikuti forum diskusi ini” terang Bastomi. Hal senada juga disampaikan salah satu peserta aktif, Nadia Ma’unatul Laili. Mahasiswa Prodi PMI tersebut menuturkan bahwa mengikuti diskusi ini sangat bermanfaat. Hal ini mengingat PUSAT FISI memilih tema yang jarang diangkat diperkuliahan sehingga dapat menambah ilmu dan pemikiran baru. “Dan saya pribadi senang mengikuti acara seperti ini karena dapat mengasah public speaking. Jadi bagi mahasiswa jangan ragu. Ayo segera gabung di Forum Kamisan selanjutnya!!,” ajak Nadia (Nis-03/Uha-01) Ipmafa doc. Peserta Diskusi Forum Kamisan Pusat FISI IPMAFA tampak aktif saling menanggapi, bertanya dan berdiskusi terkait materi Etika Politik dalam Perspektif Fiqh Sosial, di Halaman Kaca Lantai II IPMAFA, Jumat (26/05/2023). Edisi Perdana - Juli 2023 35


SEMA IPMAFA I P M A FA M A G Z 10 Edisi Perdana - Juli 2023 Pelantikan Lembaga Kemahasiswaan, Rektor: Mahasiswa Harus Paham Politik, Agar Tak Jadi boneka ! Redaksi IPMAFA – Pelantikan Lembaga Kemahasiswaan (LK) Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA) Periode 2022-2023 usai digelar Senin (13/6/2022) lalu. Rektor IPMAFA, KH. Abdul Ghofarrozin, M.Ed. menghimbau agar mahasiswa memahami ilmu politik agar tidak menjadi boneka bagi oknumoknum berkepentingan. “Seorang mahasiswa itu harus mampu memahami ilmu politik, agar kita tidak menjadi boneka oleh orang-orang yang memiliki kepentingan,” paparnya dalam sambutan. Dalam arahannya rektor menyampaikan, organisasi mahasiswa sangat berguna untuk melatih sikap leadership mahasiswa, dimana lembaga kemahasiswaan harus melakukan revitalisasi program kerja berdasarkan visi dan misi kampus. “Sehingga dapat menghasilkan program kerja yang menarik dan kreatif,” katanya. Rektor yang akrab disapa Gus Rozin ini juga menyampaikan bahwa kompetensi yang diperlukan mahasiswa dalam menjalankan roda organisasi diantaranya adalah kuatnya jaringan antar kampus (lokal, nasional, bahkan internasional). “Selain itu, skill komunikasi dan tata bahasa (Get connected, Get comunication), mampu menciptakan terobosan-terobosan (kreatif, inovatif dan mandiri), komitmen untuk berkolaborasi antar Lembaga kemahasiswaan yang ada, serta framing yang menarik,” terangnya. Menurutnya, keseluruhan hal tersebut dapat menjadi wadah untuk saling bekerjasama dan bertukar informasi guna mencapai tujuan bersama. Oleh karenanya, mahasiswa juga dituntut untuk bisa berpikir secara makro dengan implementasi mikro yang mendasar. “Meski mereka berada di panggung yang sama, tetapi masing-masing mempunyai peran yang berbeda,” tegasnya. Rektor IPMAFA (KH.Abdul Ghaffarozin, M.Ed) secara resmi melantik seluruh pengurus lembaga kemahasiswaan secara serentak dengan memimpin pembacaan ikrar janji pengangkatan pengurus. Acara yang bertempat di aula I Institut Pesantren Mathali’ul Falah tersebut diikuti seluruh pengurus lembaga kemahasiswaan, diantaranya Senat Mahasiswa (SEMA), Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA), Himpunan Mahasiswa Progam Studi (HMPS) dan semua Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM). Kegiatan tersebut diakhiri dengan pemberian surat keputusan dan pemberian ucapan selamat dari para Pimpinan IPMAFA. (Khoirotun Nisa’/Uha-01) Segenap Pimpinan Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA) menghadiri Pelantikan Lembaga Kemahasiswaan Periode 2022/2023. Tampak Rektor IPMAFA mengenakan Jass abu-abu (dua dari kiri) memeriksa naskah pelantikan. “ Mahasiswa itu harus mampu memahami ilmu politik, agar kita tidak menjadi boneka oleh orang-orang yang memiliki kepentingan “ Rektor IPMAFA, Abdul Ghoffarozin, M.Ed. Ipmafa doc. 1036


I P M A FA DEMA IPMAFA Gelar Temu Sapa, DEMA IPMAFA Siap Maksimalkan Kinerja Kabinet Kabar DEMA - Usai Perhelatan Pemilihan Umum Mahasiswa (Pemilwa) 31/5/23, Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA) Pati menggelar temu sapa perdananya pada Kamis (15/6/23). Pertemuan tersebut dihadiri oleh semua pengurus DEMA mulai dari Ketua, Wakil, Sekretaris, Bendahara serta pengurus divisi yang terdiri dari Divisi Internal, Eksternal serta Media. Temu Sapa tersebut memfokuskan pembahasan mengenai persiapan Rancangan Program Kerja DEMA yang akan direalisasikan dalam 1 periode kedepan. Tidak hanya itu, kegiatan juga bertujuan sebagai forum pengenalan pengurus DEMA agar terjalin kontribusi yang solid kedepannya. Adapun menyangkut penyampaian progja akan dilaksanakan minggu mendatang menunggu intruksi lanjutan dari ketua. Maksimalkan Kinerja Kabinet Ketua DEMA terpilih, Aida Sufrotus So menyatakan dalam memaksimalkan kinerja kabinet ia dan semua pengurus mengkaji kembali kembali program-program kerja periode sebelumnya untuk kemudian dilakukan upgrading. “Program kerja paling maksimal kemarin bagian eksternal, dan saaat ini kita semkain berusaha untuk memperkuat bagian internal. Seperti halnya monitoring Program Kerja HMPS maupun DEMA Fakultas yang dibawahi DEMA Institut,” tutur Aida. Menurutnya program kerja eksternal yang berhasil dilakukan periode sebelumnya seperti menjalin kerjasama dengan beberapa instansi atau lembaga seperti pihak perbankan, optik dan Arus Informasi Nusantara (AISNU). “Misalnya dengan AISNU kita bekerjasama dalam hal penyelenggaraan Seminar Literasi Digital,” ungkapnya. Menindaklanjuti keberhasilan tersebut, Aida dan kawan-kawan merasa perlu untuk memperkuat bahkan meningkatkannya pada cakupan yang lebih luas. “Tentu bagian eksternal yang sudah baik itu ditingkatkan tindak lanjutnya agar semkain meningkat,” imbuhnya. Program Unggulan Dari Temu Sapa tersebut, Aida memberikan bocoran akan adanya program unggulan terbaru DEMA Institut periode ini, yakni IPMAFA Mengabdi. Di mana mahsiswa nantinya akan diterjunkan ke suatu daerah atau desa dan diharapkan dapat belajar dan berkontribusi. Sebagai gambaran, Aida menjelaskan sasaran delegasi Program IPMAFA Mengabdi diambilkan dari mahasiswa semester 4. Salah satu tujuannya tentu sebagai bekal sebelum terjun saat KKN. Selain itu juga sebagai show up keterampilan mahasiswa IPMAFA di tengah masyarakat. “Secara teknis seperti biasa, sebelum melakukan terjun lapangan dilakukan obeservasi, memilah dan memilih temuantemuan yang ada untuk disesuaikan relevansinya dengan kompetensi mahasiswa,” sambungnya. Menyoal target kegiatan, Aida mengharapkan nantinya mahasiswa mempunyai kepedulian dengan revitalisasi pemberdayaan daerah. (Syarifatun Sa'adah-Divisi Media DEMA/Uha-01) Kegiatan Temu Sapa Pengurus Dewa Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Institut Pesantren Mathali'ul Falah (IPMAFA) Pati Ipmafa doc. Edisi Perdana - Juli 2023 37


SURVEI LPM ANALISA I P M A FA M A G Z Siapa Dosen Idaman Menurut Mahasiswa IPMAFA? LPM Analisa - Siapa tak bahagia kalau dosen idaman mengajar dikelas? Pasti menyenangkan. Lantas apa saja kriteria dosen idaman menurut mahasiswa IPMAFA? Humoris, ganteng/cantik, komunikatif atau lainnya? Berdasarkan hasil survei online Kru LPM Analisa kepada 98 responden, dosen idaman mereka adalah dosen yang komunikatif dan supportif. Dalam hal ini mahasiswa diperbolehkan memilih jawaban kriteria lebih dari satu. Dosen komunikatif menempati urutan tertinggi dengan persentase 51%. Dosen suportif di urutan kedua dengan 45,9%, dosen humoris 44,9%, cantik dan ganteng 19,4%. Dosen Komunikatif Dosen komunikatif banyak disukai mahasiswa karena bisa menciptakan suasana belajar menyenangkan dan mudah dipahami. “Dosen komunikatif memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik dengan mahasiswa,” tutur mahasiswa berinisial AD. Namun kemampuan komunikasi seorang dosen bukan hanya dari segi pengajarannya saja, tapi di luar hal itu misalnya ketika mahasiswa memiliki keperluan dengan dosen dalam organisasi atau akademik, mahasiswa berharap bila sang dosen bersangkutan gampang dihubungi dan ditemui. “Kita tentunya sangat mengidamidamkan dosen yang perhatian pada mahasiswanya, rasanya bagai tertimpa durian runtuh bila kita mendapatkan dosen macam begini. Khusunya dalam pembelajaran di kelas, karena pola komunikasi seorang dosen dan mahasiswanya termasuk bagian yang urgen selama proses pembelajaran,” tambah SP mahasiswi PIAUD yang enggan disebut namanya. Dosen Suportif Dosen suportif mampu memotivasi dan mendorong potensi pengembangan mahasiswa, walau tak berhubungan dengan materi yang diajarkan. Menurut Habib, mahasiwa PBA, mahasiswa membutuhkan saran dan kritik agar tahu mana bagian salah untuk diperbaiki. Lain halnya dengan SY, mahasiswa KPI. Menurutnya, dosen suportif memberikan dukungan dan perhatian kepada mahasiswa, mendengarkan masalah, bimbingan, dan motivasi agar dapat mencapai potensi terbaik. “Seperti dosen saya. Heeee," katanya. (Kamal/Bib/Red/Uha-01) 19,4% 44,9% 51,0% 45,9% Dosen Ganteng/Cantik Dosen Komunikatif Dosen Suportif Dosen Humoris Dosen komunikatif menempati urutan tertinggi dengan persentase 51%. Dosen suportif di urutan kedua dengan 45,9%, dosen humoris 44,9%, cantik dan ganteng 19,4% “ ” Sumber: https://lpmanalisa.ipmafa.ac.id/2023/06/dosen-idaman-mahasiswa-ipmafa-problem.html 1038 Edisi Perdana - Juli 2023


I P M A FA SURVEI LPM ANALISA LPM Analisa - Menyoal dosen idaman ala Mahasiswa Institut Pesantren Mathali'ul Falah (IPMAFA) ada tiga hal menarik yang perlu dibagikan kepada pembaca, yakni problema komunikasi, kedisiplinan dan media reeksi. Pertama, problema komunikasi. Pagi, 20/06/23 mahasiswa berinisial JH tampak bersemangat kuliah. Saat bertemu dengan teman-teman lain di depan kelas, tiba-tiba dosen mendadak tidak bisa hadir karena ada urusan. Tentu hal ini membuat mahasiswa kecewa. Kondisi sebaliknya juga dialami oleh dosen yang mencari-cari kelas karena mahasiswa tidak menginformasikan adanya perpindahan kelas. Walhasil memang ada beberapa kejadian kecil yang membuat dosen kesal. Komunikasi lewat chat juga menjadi problem saat mendapati respon dosen yang berbeda. “Ada dosen yang super baik. Langsung menjawab seakan tidak takut waktunya terbuang,” tutur salah satu mahasiswa Perbankan syari'ah. “Ada yang cuma diread, dijawab satu huruf Y, atau sudah menjawab A tiba-tiba hari kedua pindah B,” tambahnya. Bukan tanpa alasan adanya respon dosen yang seperti itu sering terjadi. Bisa jadi mahasiswa lupa atau tidak menyampaikan sapaan yang sopan. Siapapun pasti merasa kesal jika menerima pesan dengan sapaan yang tidak sopan. Misal, 'posisi dimana pak?' Kalimat ini disampaikan oleh salah satu mahasiswa IPMAFA kepada Kru LPM Analisa. Ia mengaku beberapa dosen sebal dengan pesan WhatsApp dari mahasiswa yang kurang sesuai seperti tidak salam, tidak perkenalan, maksud dan tujuan pun tidak dijelaskan. Hanya bertanya "posisi dimana pak, saya mau ketemu sekarang". Terkadang mahasiswa juga sudah berusaha sopan, identitas pribadi jelas, tapi waktunya tidak tepat misal WhatsApp pada jam 12 malam. Maka yang terbaik adalah mahasiswa bersikap husnudzon dan positif thinking bahwa dosen sedang sangat sibuk dengan berbagai urusan. Meski WA yang tidak sopan tidaklah satu-satunya alasan untuk tidak dijawab oleh dosen, tapi setidaknya mahasiswa sudah berusaha baik dalam berkomunikasi dengan dosen. Karena biasanya pesan mahasiswa yang tidak dibalas disebabkan beberapa hal seperti pesan tidak berkenan di hati, alias tidak beretika, salah waktu. Jika menghubungi di waktu sibuk biasanya akan terlewatkan, kemudian terlupakan, meski tampak pesan tersebut sudah terbaca, lebih suka ditelpon, dan bisa jadi pulsa/paket data internet habis. Kedua, problema Kedisiplinan. Banyak cerita dosen yang janjian dengan mahasiswa, mahasiswa telatnya berjam-jam bahkan ngilang tidak memberi kabar, saat dosen pulang mahasiswa baru merespon. "Banyak juga mahasiswa yang sesuai waktunya, mau menunggu dosen agar tidak merepotkan," terang Dosen IPMAFA Segala sesuatu idealnya dilakukan secara seimbang, termasuk mengidamkan dosen perhatian, supportif dan komunikatif. Maka mahasiswa sendiri juga perlu meningkatkan jiwa tanggung jawab, kedisiplinan, kritis, mau belajar, dan berkembang. Bukannya hobi meminta hak, tapi kewajiban tidak dilakukan dengan baik. Ada juga problem cerita mahasiswa selama satu semester masuk kelas cuma 4 atau 5 kali. Setelah LPM Analisa melakukan cross check, ternyata pengumpulan tugasnya terlambat dikerjakan. Akhirnya dosen tidak berkenan masuk kelas sebelum semua tugas terkumpul. "Sampai sekarang masih ada beberapa temen mahasiswa di kelas yang belum mengumpulkan tugas. Ini menjadi alasan saya tidak berkenan masuk kelas," terang salah satu dosen IPMAFA. Seorang pendidik yang profesional akan menempatkan dirinya layaknya orang tua bagi anak didik. Begitu juga dengan dosen dan mahasiswa, hubungan antar guru dan murid, sama sama memberikan ilmu, pengalaman dan penanaman karakter. Kriteria komunikatif dan supportif memang menjadi 2 hal yang diidamkan mahasiswa dari seorang dosen, akan tetapi juga harus diimbangi dengan sikap mahasiswa. Berangkat dari dua jenis problem komunikasi dan kedisiplinan yang dipaparkan di atas, mahasiswa juga perlu untuk mereeksi kenapa sikap dosen acuh, atau tidak respon pesan WhatsApp. Kemudian juga sering mengganti jadwal kuliah atau tiba tiba(jam kosong (jamkos). Bisa jadi mahasiswanya kurang berkoordinasi terkait waktu, WhatsApp pada malam hari, mungkin karena seringnya mengirim pesan WA ke temanteman, giliran kirim pesan ke dosen seperti WA ke sesama mahasiswa atau teman dekat sendiri. Walhasil WA yang kita kirim terkesan tidak sopan dan kurang beretika. Atau bisa jadi Dosen nya lupa karena saking banyaknya kegiatan A B C dan D, atau bisa mahasiswanya kurang disiplin. Semua dapat ditinjau dari berbagai aspek. Kembali lagi bahwa masalahnya terletak pada komunikasi, komunikasi yang tidak dibangun dengan baik akan menimbulkan banyak problem antara dosen dan mahasiswa. Begitu juga dengan support dosen menjadi salah satu faktor yang dibutuhkan mahasiswa untuk mengembangkan potensi. Oleh karena itu, tipe komunikatif dan supportif menjadi dua kriteria dosen idaman mahasiswa IPMAFA dengan presentase tertinggi. (Kamal/Bib/Red/Uha-01). Dosen Idaman Mahasiswa IPMAFA: Problema Komunikasi, Kedisiplinan, dan Media Refleksi Proses diskusi antara sesama mahasiswa dan dosen dalam perkulihan di IPMAFA Pati Ipmafa doc. Edisi Perdana - Juli 2023 39


LPM ANALISA IPMAFA I P M A FA M A G Z 1040 Edisi Perdana - Juli 2023 Ma’had Aly Maslakul Huda Kunjungi LPM Analisa IPMAFA Sharing Kepenulisan Buletin Foto bersama tim buletin Ma’had Aly dengan tim LPM Analisa IPMAFA usai sharing penulisan buletin selesai (21/6/2023) LPM Analisa - Ma'had Aly Kajen dan LPM Analisa IPMAFA menyelenggarakan sharing dan diskusi kepenulisan buletin di kantin kampus IPMAFA pada Rabu pagi (21/6/2023). Kegiatan ini dipimpin oleh Hikmah Lailatul Kamalia selaku Pemimpin Umum LPM Analisa dalam rangka menjembatani silaturrahim antar kampus dan sharing sistem operasional penulisan buletin di LPM Analisa agar nantinya bisa diadopsi oleh anggota buletin Ma'had Aly Kajen. Acara tersebut diawali dengan perkenalan antara wakil kru LPM yang beranggotakan Pemimpin Umum, Pemred, Devisi Kepenulisan, Devisi Penerbitan, Devisi Eksternal dan Ma'had Aly. Kemudian, dilanjutkan sharing kepenulisan, dan program kerja oleh Umi Khoiriyah selaku Pemred LPM Analisa dan Khizam Aly Pemred dari Ma'had Aly. Pada saat sharing tersebut mereka berfokus mempresentasikan karya buletin. Selain membahas program kerja buletin, masing-masing kelompok juga membahas karya-karya yang dihasilkan dari kegiatan kepenulisan kelompok mereka. Anggota LPM Analisa IPMAFA menyuguhkan beragam produk dan karya dari mahasiswa seperti koran dan bulletin, sebagai contoh format kepenulisan bagi tim Ma'had Aly yang di sambut antusias oleh mereka. Konsep buletin LPM dan Ma'had Aly terdapat beberapa poin kesamaan dan perbedaan. Konsep Bulletin LPM Analisa yang merambah ke semua genre tulisan, berbeda dengan Ma'had Aly yang Bulletin nya berfokus pada karya analisis kajian kitab/ tulisan edukatif. Namun secara proses, alur pengumpulan tulisan, percetakan, dan pendistribusian tulisan sampai marketing tidak jauh berbeda dengan LPM Analisa IPMAFA. Banyak ilmu baru yang didapatkan dari acara pagi kemarin, tim Ma'had Aly berharap agar nantinya pengurus LPM Analisa bersedia menjadi teman diskusi kembali saat dibutuhkan. Harapannya akan ada kolaborasi antara ke-2 kelompok tersebut baik dalam hal sharing diskusi kepenulisan, maupun dalam kegiatan lain. “Harapan kami, selain untuk silaturrahim dari kunjungan ini dapat memberikan manfaat dalam pengembangan program kepenulisan Bulletin dan nantinya akan memberikan gambaran untuk tindak lanjut kegiatan yang akan kami lakukan ke depannya,” ungkap Khizam Pemred kepenulisan Ma'had Aly. (Nel.Umi.Red)


I P M A FA IPMAFA BROCHURE I P M A FA Pilihan Program Studi (Prodi) Institut Pesantren Mathali’ul Falah Edisi Perdana - Juli 2023 41


I P M A FA Perguruan Tinggi riset Berbasis Nilai-nilai Pesantren #KuliahYesNgajiOke www.ipmafa.ac.id @ipmafapa ipmafa ipmafatv 0857 4035 5688 I P M A FA B R O C H U R E


Click to View FlipBook Version