The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

NAMA ALLAH & KITAB-NYA

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by uptspfsdibitoa, 2022-12-24 18:33:16

TANRIATI

NAMA ALLAH & KITAB-NYA

E-Book

nama allah
dan kitab-nya

Tanriati, S.Ag

Mengenal Nama Allah dan
Kitab-Nya

Allah adalah sumber kebaikan bagi
manusia. Dengan kekuasaan Allah,
manusia bisa hidup dan mati. Semua
kehidupan bersumber dari Allah Yang
Maha Esa. Semua yang terjadi
merupakan bukti kekuasaan Allah. Kita
wajib mengimaninya dalam hati dan
mengamalkannya dalam perbuatan.

Allah adalah Tuhan semesta alam yang telah menciptakan langit dan bumi
serta seisinya. Allah Swt. memiliki nama-nama yang baik yang disebut
dengan asmaul husna. Sebutlah nama-nama Allah Swt. dalam setiap zikir
dan doa kita sehari-hari.

Isi Materi

A. Mengenal Allah Swt.
B. Mengenal Kitab-Kitab Allah Swt.
C. Kitab Allah Membawa Ajaran Terpuji

A. Mengenal Allah Swt.

1. Al-Mumit

Al-Mumit artinya Maha Mematikan. Allah bersifat Al-Mumit
berarti Allah berkuasa untuk mematikan semua yang dicipta-
kan-Nya. Kematian setiap makhluk adalah kehendak Allah.

Al-Mumit menunjukkan kekuasaan dan kehendak Allah
terhadap makhluk-Nya. Allah berkuasa penuh atas semua
makhluk yang diciptakan-Nya. Tidak ada satu pun kekuatan
yang dapat menandingi kekuasaan Allah. Segala yang hidup di
dunia ini akan mengalami kematian. Setiap benda yang ada di
alam semesta juga akan mengalami kehancuran. Semua
terjadi karena Allah memiliki asmaul husna Al-Mumrt.

Lihatlah di sekitarmu! Barangkali kamu mendengar berita
tentang kematian seseorang atau mungkin tetanggamu
meninggal dunia, padahal kemarin masih sehat. Ada bayi
yang baru lahir meninggal dunia, ada juga yang meninggal
sudah berusia lanjut.

Perhatikan juga alam di sekelilingmu! Ada pohon yang tiba-
tiba kering dan mati. Ada bunga yang layu meskipun sering
disiram. Banyak ayam mati karena terserang penyakit. Masih
banyak lagi contoh kematian makhluk Allah.

Contoh di atas merupakan bukti bahwa Allah memiliki sifat Al-
Mumit. Kematian itu merupakan kepastian yang akan terjadi
pada setiap yang bernyawa.

Sebagai orang yang beriman kita harus meyakini bahwa
kematian itu pasti terjadi. Kehidupan di dunia ini hanya
sementara. Setiap muslim harus mengisi kehidupannya untuk
beribadah dan berbuat kebaikan. Oleh karena itu, banyaklah
berbuat kebaikan dengan melaksanakan semua perintah Allah
dan menjauhi segala larangan-Nya.

2. Al-Hayy

Al-Hayy artinya Mahahidup. Allah memiliki sifat Al-Hayy berarti
Allah Mahahidup. Kehidupan Allah kekal dan tidak akan
pernah berakhir. Hal ini berbeda dengan kehidupan makhluk-
Nya yang pasti berakhir. Allah-lah yang menghidupkan
makhluk di dunia ini. Tidak mungkin kehidupan Allah berakhir
karena Allah yang mengurus kehidupan di alam semesta.

Perhatikanlah pergantian siang dan malam atau bagaimana
matahari dan bulan bergantian terbit dan terbenam! Peristiwa
itu terjadi setiap hari, tidak pernah berubah, dan selalu terjadi
sesuai dengan waktunya. Tidak pernah tertukar peredaran
antara matahari dan bulan. Semua berjalan sesuai dengan
ketentuan masing-masing.

Keteraturan alam semesta adalah bukti bahwa Allah Maha-
hidup. Allah adalah pengatur kehidupan bagi semua makhluk-
Nya. Semua yang terjadi di dunia ini berada dalam peng-
awasan Allah.

3. Al-Qayyum

Al-Qayyym artinya berdiri sendiri. Allah bersifat Al-Qayyum
berarti Allah adalah Zat Yang Mahamandiri, tidak bergantung
kepada makhluk-Nya. Kemandirian Allah merupakan wujud
keagungan dan kekuasaan-Nya. Kehendak Allah dapat
terwujud dengan sendirinya tanpa dipengaruhi oleh makhluk.
Allah menciptakan sesuatu sendiri, mengatur sendiri, serta
menghidupkan dan mematikan sendiri tanpa campur tangan
siapa pun.

Lihatlah betapa luasnya alam semesta! Ada beberapa planet
di galaksi bima sakti, termasuk bumi yang kita tempati. Masih
ingatkah kamu apa saja planet-planet itu? Bumi kita bukanlah
planet yang terbesar, tetapi bagi manusia bumi sangat luas.
Jika ditambah dengan planet-planet yang lain, tidak terhitung
lagi luasnya alam semesta ini. Tahukah kamu siapakah yang
menciptakannya?

Penciptanya hanya satu, yaitu Allah Swt. Allah menciptakan
alam semesta tanpa bantuan siapa pun. Allah mencipta-
kannya dengan kekuasaan-Nya yang agung. Tidak mungkin
alam ini diciptakan oleh lebih dari satu Tuhan.

Keteraturan alam semesta juga menjadi bukti kemandirian
Allah. Semua yang ada di dunia berjalan mengikuti aturan
Allah. Semua terjadi sesuai dengan kehendak Allah sendiri.
Tidak ada satu pun makhluk yang dapat mengubah aturan
Allah.

4. Al-Ahad

Al-Ahad artinya Yang Maha Esa. Allah memiliki asmaul husna
Al-Ahad berarti Allah itu Tuhan Yang Mahatunggal. Hanya
ada satu Tuhan di alam ini, yaitu Allah Swt. Allah hanya satu,
berarti tidak ada tuhan selain Allah.

Tahukah kamu bagaimana peredaran sistem tata surya kita?
Matahari menjadi pusat peredaran planet. Bumi beredar
mengelilingi matahari sehingga terjadilah siang dan malam.
Semua planet berputar pada porosnya sehingga tidak saling
bertabrakan.

Keteraturan sistem tata surya tidak terjadi dengan sendirinya,
tetapi ada yang mengatur. Pengatur sistem tata surya pasti
lebih hebat dan lebih kuat daripada planet. Dialah Allah Yang
Mahatunggal, yang menguasai dan menciptakan hukum alam.

Lihatlah di sekitarmu! Ke mana jatuhnya daun yang bergu-
guran? Lemparkanlah batu ke atas! Ke mana batu tersebut
akan jatuh? Semua benda yang jatuh pasti menuju bumi.
Mengapa? Sebab, bumi memiliki gaya gravitasi.

Siapakah yang menciptakan gaya gravitasi bumi? Dia adalah
yang menciptakan bumi, yaitu Allah Swt. Allah satu-satunya
Tuhan yang menciptakan bumi dengan segala isinya.

B. Mengenal Kitab-Kitab Allah Swt.

1. Pengertian Kitab Allah Swt.
Kitab berasal dari bahasa Arab yang artinya buku. Kitab Allah
berarti buku Allah, yaitu buku yang berasal atau bersumber
dari wahyu Allah. Dinamakan kitab atau buku karena
bentuknya seperti buku, berupa lembaran-lembaran yang di
dalamnya tertulis ajaran-ajaran yang diwahyukan Allah
kepada para Rasul-Nya. Karena berasal dari wahyu Allah
sehingga dinamakan kitab suci.

Kitab Allah adalah ajaran-ajaran yang bersumber dari Allah.
Kitab ini diwahyukan melalui Malaikat Jibril untuk disampaikan
kepada para rasul. Para rasul bertugas untuk mengajarkan
ajaran kitab suci kepada umat manusia. Kitab Allah ini berisi
petunjuk, baik berupa kewajiban-kewajiban maupun larangan-
larangan yang harus dipatuhi.

2. Nama-Nama Kitab Allah dan Rasul Penerimanya

a. Kitab Taurat Diwahyukan kepada Nabi Musa a.s.

Kitab Taurat adalah wahyu Allah yang disampaikan kepada
Nabi Musa a.s. Beliau menerimanya ketika sedang ber-
munajat di Bukit Tursina, Gunung Sinai. Taurat dalam
bahasa Ibrani artinya undang-undang, syariat, atau
peraturan. Kitab ini menjadi pedomanan bagi kaum Nabi
Musa a.s., yaitu bangsa Yahudi. Melalui Kitab Taurat, Nabi
Musa a.s. mengajak umat Yahudi untuk beriman kepada
Allah, melaksanakan kewajiban-kewajiban, dan meninggal-
kan larangan-larangan-Nya.

Kitab Taurat mengandung sepuluh ajaran pokok, yaitu:

1) mengakui keesaan Allah Swt;
2) larangan menyembah patung dan berhala karena Allah

tidak dapat diserupai dengan makhluk-makhluk-Nya;

3) larangan menyebut Allah dengan sia-sia;
4) memuliakan hari Sabtu;
5) menghormati ayah dan ibu;
6) larangan membunuh sesama manusia;
7) larangan berzina;
8) larangan mencuri;
9) larangan menjadi saksi yang berdusta;
10) larangan memiliki keinginan untuk menguasai hak orang

lain.

Dengan demikian, di dalam Kitab Taurat terdapat perintah
dan larangan. Perintah tersebut meliputi kewajiban untuk
mengesakan Allah Swt., memuliakan hari Sabtu, dan
menghormati kedua orang tua. Adapun larangan yang
terdapat dalam Kitab Taurat adalah larangan menyembah
berhala, menyebutkan Allah dengan sia-sia, membunuh,
berzina, mencuri, menjadi saksi palsu, dan keinginan me-
nguasai hak orang lain.

b. Kitab Zabur Diwahyukan kepada Nabi Dawud a.s.

Kitab Zabur diwahyukan Allah kepada Nabi Dawud a.s.
Dalam bahasa Ibrani, Zabur disamakan dengan istilah
yang artinya lagu, musik, atau pujian. Kitab Zabur ini men-
jadi pedoman bagi umat Nabi Dawud a.s., yaitu Bani Israil
agar mereka menyembah Allah dan mengikuti ajaran yang
dibawa dan disampaikan oleh Nabi Dawud a.s. Isi kitab
Zabur, antara lain:

1) doa dan zikir;
2) nasihat, hikmah, dan pedoman berbuat kebajikan;
3) ajaran kebenaran.

Kitab Zabur tidak mengandung aturan hukum atau syariat.
Kandungannya hanya mengenai berita, cerita, zikir, doa,
dan hikmah-hikmah. Oleh sebab itu, Nabi Dawud a.s. tidak
mempunyai syariat tersendiri. Nabi Dawud a.s. dan umat-
nya mengikuti dan meneruskan syariat yang dibawa oleh
Nabi Musa a.s.

c. Kitab Injil Diwahyukan kepada Nabi Isa a.s.

Kitab Injil adalah wahyu Allah yang diturunkan kepada Nabi
Isa a.s. yang diutus oleh Allah kepada kaum Yahudi untuk
meneruskan ajaran yang dibawa oleh Nabi Musa a.s. dan
Nabi Dawud a.s. Kitab Injil ini bertujuan untuk menyempur-
nakan Kitab Taurat. Namun, dalam perkembangannya,
umat Yahudi tetap memegangi kitab Taurat dan tidak
menerima kitab Injil yang dibawa oleh Nabi Isa. Umat yang
mengikuti ajaran-ajaran Nabi Isa sebagaimana yang
terkandung di dalam Kitab Injil dinamakan dengan Nasrani.

d. Kitab Al-Qur’an Diwahyukan kepada Nabi Muhammad saw.

Kitab suci terakhir yang diwahyukan Allah adalah Kitab Al-
Qur’an. Kitab ini diwahyukan kepada nabi yang terakhir,
yaitu Nabi Muhammad saw. Kitab Al-Qur’an menjadi
pedoman bagi umat Islam. Al-Qur’an diwahyukan oleh
Allah melalui Malaikat Jibril. Turunnya wahyu Al-Qur’an
tidak sekaligus, tetapi berangsur-angsur selama 23 tahun.

Kandungan pokok kitab suci Al-Qur’an:

1) Tauhid, yaitu ajaran tentang keimanan akan keesaan Allah
Swt. Umat Islam harus meyakini bahwa Allah itu hanya
satu.

2) Ibadah, yaitu ucapan atau perbuatan untuk mengabdi
kepada Allah Swt. Ibadah yang sifatnya wajib, antara lain
salat, zakat, puasa, dan haji bagi yang mampu. Ibadah
yang hukumnya sunah, misalnya zikir, salat sunah,
sedekah, umrah, dan puasa Senin Kamis.

3) Akhlak, yaitu ajaran tentang sikap dan perilaku terhadap
Allah Swt. dan kepada sesama manusia serta makhluk
lainnya. Inti ajaran ini adalah bagaimana berperilaku yang
terpuji kepada semua orang, seperti hormat dan patuh
kepada orang tua, guru, hormat kepada anggota keluarga,
dan tolong-menolong.

4) Fikih, yaitu aturan hukum bagi kehidupan manusia, yang
berisi perintah dan larangan. Perintah menunjukkan
sesuatu yang harus dikerjakan, seperti salat, puasa,
zakat, dan haji. Larangan berarti sesuatu yang tidak boleh
dikerjakan, seperti mencuri, membunuh, dan memfitnah.

5) Janji dan ancaman, yaitu janji pahala dan kenikmatan
bagi mereka yang iman dan takwa kepada Allah serta
ancaman yang berupa siksa di neraka bagi mereka yang
mengingkari ajaran Allah.

6) Kisah, yaitu cerita atau sejarah kejadian di masa lampau,
seperti kisah para nabi, para raja, orang-orang saleh, dan
kisah umat atau kaum ter dahulu. Kisah ini memberikan
pelajaran kepada manusia agar mau meng ambil
hikmahnya.

Kitab suci Al-Qur’an adalah kitab yang paling lengkap karena
sebagai penyempurna kitab-kitab sebelumnya. Kitab ini ber-
laku sejak masa Nabi Muhammad saw. hingga akhir zaman.

C. Kitab Allah Membawa Ajaran terpuji

1. Berperilaku Terpuji kepada Allah Swt.
Setiap muslim wajib melaksanakan ajaran-ajaran terpuji yang
tertuang dalam kitab Al-Qur’an, seperti melaksanakan salat,
berpuasa pada bulan Ramadan, berzakat, suka bersedekah,
dan bermuamalah yang benar sesuai tuntunan syariat Islam.

2. Berperilaku Terpuji terhadap Sesama
Dalam kehidupan sehari-hari, kita harus selalu ingat untuk
melakukan perbuatan terpuji terhadap sesama. Perbutan ter-
puji terhadap sesama dapat dilakukan di mana saja, seperti di
sekolah, di lingkungan rumah, dan di lingkungan umum.

3. Berperilaku Terpuji terhadap Hewan dan Tumbuhan

Hewan dan tumbuhan termasuk hasil ciptaan Allah yang
harus dilindungi dan disayangi.

4. Berperilaku Terpuji terhadap Diri Sendiri

Setiap manusia harus menyayangi diri sendiri. Menyayangi
diri sendiri dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan
badan dan kerapian penampilan.

5. Berperilaku Terpuji Mencintai Lingkungan yang Bersih

Dalam kehidupan sehari-hari, kita akan terasa nyaman jika
hidup di lingkungan yang bersih dan sehat. Untuk itu, kita
harus meluangkan waktu untuk melakukan beberapa hal,
seperti menyapu, merapikan, mengepel tempat yang kita huni,
baik di rumah maupun di sekolah. Membuang sampah pada
tempatnya juga termasuk perilaku mencintai lingkungan yang
bersih.

E-Book

terimakasih

Tanriati, S.Ag


Click to View FlipBook Version