The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Nonik Yuliana, 2023-07-30 07:34:29

Biologi Untuk SMA -Bahan Ajar Materi Sel-Nonik Yuliana S.Pd.

Bahan ajar berisi materi sel untuk siswa kelas XI SMA

Keywords: bahan ajar

bahan ajar sel BIOLOGI Disusun oleh : Nonik Yuliana, S.Pd. Untuk SMA Kelas XI


PEMBELAJARAN 1 : SEL A. Indikator Pencapaian Kompetensi 1. Menjelaskan pengertian sel 2. Menjelaskan komponen penyusun kimiawi sel 3. Membedakan sel prokariotik dan eukariotik 4. Menganalisis perbedaan organel sel tumbuhan dan sel hewan 5. Menganalisis transportasi zat melalui membrane sel B. Uraian Materi 1. Sel Sel merupakan unit terkecil yang menyusun tubuh makhluk hidup dan merupakan tempat terselenggaranya fungsi kehidupan. Sel pertama kali ditemukan oleh seorang ilmuwan Inggris bernama Robert Hooke pada tahun 1665. Saat itu Hookemengamatisayatangabus dari batang tumbuhan yang sudah mati menggunakan mikroskop sederhana. Ia menemukan adanya ruang- ruang kosong yang dibatasi dinding tebal dan menamakannya dengan istilah cellulae artinya sel. Penemuan tantang sel berkembang lagi ketika ilmuwan Belanda bernama Antonie van Leeuwenhoek merupakan orang pertama yang menemukan sel hidup. Ia merancang sebuah mikroskop kecil berlensa tunggal yang digunakan untuk mengamati air rendaman jerami. Ia menemukan organisme yang bergerak-gerak di dalam air yang kemudian disebut bakteri. Sejak saat itu, beberapa ilmuwan berlomba untuk mengetahui lebih banyak tentang sel. Kemudian lahirlah teori-teori tentang sel. Beberapa teori tentang sel sebagai berikut: a. Sel merupakan kesatuan atau unit struktural makhluk hidup, Tahun 1839 Jacob Schleiden, ahli botani berkebangsaan Jerman mengadakan pengamatan mikroskopis terhadap sel tumbuhan. Pada waktu yang bersamaan Theodore Schwan melakukan pengamatan terhadap sel hewan. Dari hasil pengamatannya mereka menarik kesimpulan bahwa: • Tiap makhluk hidup terdiri dari sel • Sel merupakan unit struktural terkecil pada makhluk hidup • Organisme bersel tunggal terdiri dari sebuah sel, organisme lain yang tersusun lebih dari satu sel disebut organisme bersel banyak.


b. Sel sebagai unit fungsional makhluk hidup, Max Schultze (1825–1874) menyatakan bahwa protoplasma merupakan dasar fisik kehidupan bukan hanya bagian struktural sel tetapi juga merupakan bagian penting sel sebagai tempat berlangsung reaksi-reaksi kimia kehidupan. c. Sel sebagai unit pertumbuhan makhluk hidup Rudolph Virchow (1821–1902) berpendapat bahwa omnis cellula ex cellulae (semua sel berasal dari sel sebelumnya). d. Sel sebagai unit hereditas makhluk hidup Ilmu pengetahuan dan teknologi mendorong penemuan unit-unit penurunan sifat yang terdapat dalam nukleus, yaitu kromosom. Dalam kromosom terdapat gen yang merupakan unit pembawa sifat. Melalui penemuan ini muncullah teori bahwa sel merupakan unit hereditas makhluk hidup e. Sel terbagi menjadi dua golongan yaitu sel prokariotik (tidak memiliki membrane inti sel) dan sel eukariotik (memiliki membrane inti sel). Secara struktural dan fungsional, sel terdiri dari komponen bahan kimia dan organel- organel sel. Di dalam sel hidup terdapat senyawa kimiawi yang dihasilkan dari aktivitas sel, disebut biomolekul. Seluruh senyawa tersebut saling berinteraksi secara terarah dan teratur sehingga menunjukkan ciri kehidupan. Terdapat perbedaan komposisi senyawa penyusun tubuh hewan dengan tumbuhan. Tubuh hewan banyak mengandung protein, sedangkan tubuh tumbuhan lebih banyak mengandung karbohidrat. Komponen kimiawi sel tersebut merupakan unsur dan senyawa dasar yang penting untuk aktivitas sel di dalam tubuh makhluk hidup. Bahan dasar sebuah sel terdiri dari 70-85% air, sekitar 10-20% protein, 2% lemak, 1% karbohidrat dan elektrolit. Komponen kimia dalam sel dapat berupa komponen anorganik (misalnya air dan ion-ion mineral) dan komponen organik (misalnya karbohidrat, protein, lipida dan asam nukleat).


2. Struktur Organel Sel dan Fungsinya Sel memiliki organel-organel sel yang melaksanakan fungsi-fungsi tertentu. Organelorganel sel tersebut adalah: a. Membran sel Membran sel sering disebut juga membran plasma yang bersifat semipermeabel. Artinya, membran sel hanya dpat dilewati oleh zat tertentu, tetapi tidak dapat dilewati oleh zat lainya. Zat yang dapat melewati ialah air, zatyang larut dalm lemak dan ion tertentu. Gambar: membran sel Sumber: dosenpendidikan.co.id Membran sel berfungsi pelindung sel dan pengatur keluar masuknya zat daridan ke dalam sel.


b. Intisel Gambar: inti sel Sumber: ruangbiologi.co.id Nukleus biasanya berbentuk oval atau bulat ang berada di tengah-tengah sel. Didalam inti sel (nukleus) terdapat (nukleolus) dan benang kromosom. Cairan ini tersusun atas air, protein, dan mineral. Kromosom merupakan pembawa sifat menurun yang di dalamnya terdapat DNA (deoxyribonucleicacid) atau RNA (ribonucleicacid). Inti sel (nukleus) diselubungi membrane luar dan dalam yang terdiri atas nukleoplasma dan kromosom. Nukleus berfungsi sebagai pusat pengatur kegiatan sel. c. Retikulum endoplasma Gambar: retikulum endoplasma Sumber: tribunneswiki.com


Retikulum endoplasma yaitu struktur benang-benang yang bermuara di inti sel (nukleus). Ada dua jenis RE yaitu RE granuler (RE kasar) dan RE Agranuler (REhalus). Retikulum endoplasma berfungsi menyusun dan menyalurkan zat-zat ke Dalam sel (alat transportasi zat-zat dalam sel). Fungsi RE kasar adalah mengumpulkan protein dari dan ke membran sel. Sedangkan, fungsi RE halus adalah untuk mensintesis lipid, glikogen (gula otot), kolesterol, dan gliserida. Pada RE kasar terdapat ribosom dan RE halus tidak terdapat ribosom. Terdapat dua bentuk retikulum endoplasma, yaitu retikulum endoplasma kasar dan retikulum endoplasma halus. Retikulum endoplasma kasar disebut demikian karena permukaannya ditempeli banyak ribosom. Ribosom yang mulai mensintesis protein dengan tempat tujuan tertentu, seperti organel tertentu atau membran, akan menempel pada retikulum endoplasma kasar. Kebanyakan protein menujuke badan Golgi, yang akan mengemas dan memilahnya untuk diantarkan ketujuan akhirnya. Retikulum endoplasma halus tidak memiliki ribosom pada permukaannya. d. Ribosom Ribosom berbentuk butiran-butiran bulat yang melekat sepanjang retikulum endoplsma ada pula yang soliter (hidup sendiri terpisah) yang bebas di sitoplasma. Ribosom berfungsi sebagai tempat untuk sintesis protein. e. Badan golgi Badan golgi merupakan kumpulan ruang, gelembung kecil, dan kantong kecil yang bertumpuk-tumpuk. Pada sel tumbuhan badan golgi disebut diktiosom. Badan golgi berfungsi sebagai alat pengeluaran (sekresi) protein, dan lendir maka disebut organel sekresi. Gambar: badan golgi Sumber: .seputarilmu.com


f. Mitokondria Mitokondria memiliki membran dalam dan luar, yang berbentuk seperti cerutu dan berlekuk-lekuk (Krista). Di dalam mitokondria berlangsung proses respirasi untuk menghasilkan energi.Mitokondria berfungsi sebagai penghasil energi sehingga di beri julukan “ The Power House”. Gambar: mitokondria Sumber: www.gurusekolah.co.id g. Lisosom Lisosom merupakn kantong kecil yang bermembran tunggal yang mengandung enzim pencernaan. Lisosom berfungsi mencerna bagian-bagian sel yang rusak atau zat asing yang masuk ke dalam sel serta penghasil dan penyimpan enzim pencernaan seluler. Gambar: lisosom Sumber:dosenpendidikan.co.id


h. Vakuola Vakuola adalah ruangan yang terdapat di dalam sel. Pada sel tumbuhan yang sudah tua, vakuola tampak berukuran besar dab berisi cadangan makanan dan pigmen. Pada sel hewan, vakuola berukuran kecil. Vakuola mengandung garam organik, glikosida, butir pati, dan enzim. Adapun selaput pembatas antara vakuola dan sitoplasma ialah tonoplasma. Gambar: vakuola Sumber: gurupendidikan.co.id i. Plastida Plastida merupakan badan bermembran rangkap yang mengandung membran tertentu. Plastida mengandung pigmen hijau (klorofil) disebut kloroplas, sedangkan yang berisi amilum disebut amiloplas. Plastida hanya terdapat pada sel tumbuhan. Ada tiga jenis plastida yaitu lekoplas, kloroplas, dan kromoplas. Lekoplas adalah plastida berwarna putih yang berfungsi sebagai penyimpan makanan dan terdiri dari amiloplas (untuk menyimpan amilum), elaioplas (untuk menyimpan lemak/minyak), dan proteoplas (untuk menyimpan protein). Kloroplas yaitu plastid yang memiliki pigmen waran hijau. Kromoplas yaitu plastid yang mengandung pigmen, seperti karotin (kuning), fikodanin (biru), fikosantin (kuning), dan fikoeritrin (merah). Gambar: plastida Sumber: gurupendidikan.co.id


j. Sentrosom Struktur berbentuk bintang yang berfungsi dalam pembelahan sel (mitosis maupun metosis). Organel ini hanya terdapat pada sel hewan yang berfungsi aktif dalam pembelahan sel. Sel tumbuhan dan sel hewan memiliki perbedaan yang cukup terlihat dengan adanya perbedaan organel yang ada pada sel tersebut. Gambar: sentrosom Sumber: www.gurupendidikan.co.id 3. Perbedaan Sel Tumbuhan dan Sel Hewan Struktur sel tumbuhan dan sel hewan pada dasarnya mempunyai banyak persamaan dalam kandungan kimia maupun jenis-jenis organelnya. Meskipun demikian karena peran ekologis yang berbeda pada tumbuhan dan hewan maka ada beberapa perbedaan antara sel tumbuhan dan sel hewan tersebut. Tumbuhan berperan sebagai produsen, sementara hewan berperan sebagai konsumen. Perbedaan mendasar antara sel tumbuhan dan sel hewan adalah dalam jenis organel atau komponen sel seperti pada keberadaan dinding sel, plastida, lisosom, vakuola, sentosom/sentriol dan beberapa karakter sel yang disebabkan perbedaan organel sel yang dimiliki. Untuk lebih mudah memahami perbedaan sel tumbuhan dan sel hewan tersebut perhatikan tabel dan gambar berikut ini.


Gambar: Struktur Sel Tumbuhan dan Sel Hewan Sumber: materi78.com


4. Transportasi Melalui Membran Plasma Membran plasma merupakan selubung sel di sebelah luar sitoplasma. Di dalam sitoplasma terdapat bagian atau komponen sel yang disebut organel dan juga terdapat air dan bahan kimia lain yang ikut menyusun sitoplasma. Semuanya itu diselubungi oleh membran plasma. Bukan hanya melindungi secara fisik, membran plasma juga mengontrol lalulintas zat keluar masuk sel (transportasi zat melalui membran plasma). Membran plasma bersifat selektif permeabel (semipermeabel) artinya membran plasma dapat dilalui dengan lebih mudah oleh beberapa zat daripada beberapa zat lainnya. Molekul yang dapat melewati membran dengan mudah antara lain adalah air, etanol, CO2 dan O2. Sementara molekul lain dapat melalui membran plasma membutuhkan mekanisme khusus, contohnya glukosa. Sifat selektif permeabel tersebut disebabkan struktur membran plasma yang lipoprotein dengan struktur fosfolipida bilayer dan struktur protein yang sudah dijelaskan sebelumnya. Transportasi melalui membran dibedakan menjadi dua yaitu transpor aktif dan transpor pasif. Transpor aktif merupakan transpor zat melalui membran plasma melawan gradien konsentrasi, memerlukan energi dan menggunakan protein pembawa. Contoh zat-zat yang melalui membranplasma melalui transpor aktif adalah glukosa dan asam amino. Transpor pasif merupakan tranpor yang tidak memerlukan energi, berlangsung karena adanya perbedaan konsentrasi zat/larutan di dalam dan luar sel. a. Transpor Aktif Transpor aktif menggerakan molekul melintasi membran sel dari daerah konsentrasirendah ke daerah konsentrasi tinggi. Transpor aktif memerlukan penggunaan energi. Zat- zat yang diserap melalui transpor aktif, misalnya glukosadan asam amino yang diserap usus kecil pada manusia. Transpor aktif dapat terjadi melallui mekanisme pompa ion • Pompa ion Pompa ion adalah transpor ion melalui membran dengan cara melakukan pertukaran ion dari dalam sel dengan ion di luar sel. Transpor dilakukan oleh protein transpor atau protein pembawa yang tertanam pada membran plasma, menggunakan sumber energi ATP. Protein pembawa dapat bekerja dengan gradien konsentrasi (selama transportasi pasif), tetapi beberapa protein pembawa dapat memindahkan zat terlarut melawan gradien konsentrasi (dari konsentrasi rendah ke konsentrasi tinggi), dengan masukan energi. Protein pembawa yang digunakan untuk memindahkan bahan melawan gradien konsentrasi mereka, protein ini dikenal sebagai pompa. Seperti pada jenis-jenis kegiatan selular, ATP memasok energi untuk kebanyakan transportasi aktif.


Contoh dari jenis sistem transpor aktif, seperti yang ditunjukkan pada Gambar di bawah, adalah pompa natrium-kalium, yang melakukan pertukaran ion natrium ion kalium melintasi membran plasma. Sistem pompa ion (natrium-kalium) menggerakkan ion natrium dan kalium melawan gradien konsentrasi besar. Ia menggerakkan dua ion kalium ke dalam sel di mana kadar kalium yang tinggi, dan memompa tiga ion natrium keluar dari sel dan ke dalam cairan ekstraseluler. Gambar: Mekanisme Pompa Ion (Natrium-Kalium) • Endositosis Endositosis merupakan transpor yang memerlukan energi. Endositosis merupakan proses masuknya senyawa dari luar ke dalam sel melalui membran dengan cara pembungkusan senyawa atau cairan ekstraselular dengan pelekukan ke dalam sebagian membran (Gambar 85). Istilah endositosis berasal dari bahasa Yunani, endo artinya ke dalam dan cytos artinya sel. Membran sel membentuk pelipatan ke dalam (invaginasi) dan “memakan” benda yang akan dipindahkan ke dalam sel. Di dalam sel, benda tersebut dilapisi oleh sebagian membran sel yang terlepas membentuk kantung (vesikel). Vesikel tersebut berisi materi yang sebelumnya berada di luarsel. Ada tiga tipe endositosis, yakni (1) fagositosis , jika materi yang dimasukkan berupa zat padat, (2) pinositosis, jika materi yang dimasukkan berupa larutan, (3) endositosis yang diperantarai reseptor, terjadi saat fluida ekstraselulerterikat pada reseptor spesifik yang berkumpul pada lubang yang dilapisi protein pada membran plasma, kemudian membnetuk vesikula. Transpor ini bertujuan untuk memperoleh substansi spesifik dalam jumlah besar.


Gambar: Mekanisme Endositosis • Eksositosis Eksositosis merupakan proses pengeluaran zat dari dalam sel keluar sel. Sekret terbungkus kantong membran yang selanjutnya melebar dan pecah (Gambar86). Kemudian kantung membran tersebut bergabung kembali dengan membran plasma sehingga sisa zat makanan akan dibuang keluar sel. Eksositosis terjadi pada beberapa sel kelenjar atau sel sekresi. Misalnya, sel-sel kelenjar di pankreas yang mengeluarkan enzim ke saluran pankreas yang bermuara di usus halus. Contoh lainnya adalah neuron yang menggunakan eksositosis untuk melepaskan neurotransmitter yang memberikan sinyal kepada neuron lain atau sel otot. Gambar: Eksositosis b. Transportasi Pasif Transpor pasif merupakan transpor ion, molekul, senyawa dari luar atau dalam sel yang tidak memerlukan energi. Transportasi ini berlangsung karena adanya perbedaan konsentrasi antara zat yang berada di dalam sel dengan zat yang berada di luar sel. Zat-zat yang ditranspor bergerak dari daerah berkonsentrasi tinggi hingga daerah berkonsentrasi rendah. Transpor pasif meliputi difusi dan osmosis.


• Difusi Difusi merupakan penyebaran molekul-molekul suatu zat dari konsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah hingga terjadi keseimbangan konsentrasi. Difusi merupakan proses spontan yang tidak memerlukan masukan energi. Mekanisme transpor ini meliputi berbagai zat (padat, cair, gas). Difusi bertujuan untuk mencapai keseimbangan konsentrasi antara zat dengan pelarutnya. Selain itu, difusi juga berperan dalam peristiwa pertukaran materi dari suatu sel dengan lingkungannya. Salah satu contoh penting adalah pegambilan oksigen oleh sel yang melakukan respirasi seluler. Oksigen terlarut berdifusi ke dalam sel tersebut melintasi membran plasma. Selama respirasi seluler terus mengonsumsi O2 saat molekul tersebut masuk, difusi ke dalam sel akan berlanjut karena gradien konsentrasi mendukung pergerakan ke arah itu. Kecepatan difusi bergantung pada beberapa aspek, diantaranya adalah: 1) Wujud Materi : Semakin besar ikatan antar molekul, makin lama difusi terjadi (padat lebih sulit melakukan difusi) 2) Suhu : Semakin tinggi suhu, maka ikatan antar molekul akan cepat terputus. Hal itu menyebabkan difusi menjadi cepat. 3) Ukuran Molekul : Molekul yang berukuran kecil akan lebih mudah untuk melintasi suatu membran dari pada molekul yang besar pada suhu yang sama. 4) Konsentrasi : Semakin besar perbedaan konsentrasi antara zat dan pelarutnya, atau perbedaan konsentrasi zat pada dua tempat yang berbeda, menyebabkan semakin besar rata-rata difusinya. Difusi difusi terfasilitasi atau difusi dipermudah merupakan mekanisme transpor yang dibantu oleh protein-protein integral dalam membran plasma (protein pembawa). Protein-protein tersebut membentuk struktur menyerupai saluran- saluran, sehingga molekul bisa melintasi membran plasma (Gambar 87). Beberapa protein ada yang berikatan dengan suatu molekul dan melintasi membran plasma. Difusi terfasilitasi juga merupakan transpor pasif karena hanya mempercepat proses difusi dan tidak merubah arah gradien konsentrasi. Pada proses difusi yang terfasilitasi oleh protein, molekul-molekul seperti asam amino, gula, tidak dapat melalui membran plasma. Molekul tersebut melewati saluran yang dibentuk oleh suatu protein membran yang disebut protein transpor. Proses difusi zat dipermudah dengan protein pembaw


(a) (b) Gambar 20. Difusi zat (a) dipermudah dengan saluran protein; (b) terfasilitasi dengan protein pembawa Difusi dapat juga dipermudah oleh saluran protein. Banyak molekul yang berukuran besar (misalnya, asam amino dan glukosa) dan ion (misalnya, K + , Na+ , Cl- ) tertahan oleh membran ganda fosfolipid, tetapi dapat berdifusi melalui saluran yang dibentuk oleh protein. Protein yang biasanya membentuk saluran adalah protein integral. Saluran protein dapat membuka dan menutup karena adanya rangsangan listrik atau kimiawi, contohnya saat molekul neurotransmitter dapat membuka saluran protein pada membran sel saraf ion Na+ dalam masukke dalam sel. • Osmosis Peristiwa yang penting dalam kehidupan ialah osmosis. Pada dasarnya osmosis masih termasuk peristiwa difusi. Pada peristiwa osmosis, air dari larutan yang konsentrasinya rendah (hipotonis) akan bergerak ke konsentrasi yang lebih tinggi (hipertonis). Pada gambar berikut, air akan bergerakmenembus membran selektif permeabel sehingga pada sisi tabung lainnya, volume air semakin bertambah. Larutan, misalnya glukosa mempunyai tekanan osmosis. Tekanan osmotis dapat diukur dengan osmometer. Naiknya air pada pipa osmometer dapat dipakai untuk menentukan tekanan osmotis. Jadi tekanan osmotis dapat dikatakan dengan tekanan yang diperlukan untuk mencegah pelarut bergerak melalui membran semi permeabel.


Gambar: Osmosis Salah satu penyebab zat dapat bergerak secara osmosis adalah adanya perbedaan konsentrasi zat total. Akibat keadaan ini, molekul air yang berada pada larutan hipotonik dapat berpindah menuju larutan hipertonik. Namun, keadaan ini juga bisa berlangsung sebaliknya. Meskipun zat terlarut banyak terkandung pada larutan hipotonik, proses transpor zat akan tetap terjadisecara osmosis. Sementara itu, andaikandua larutan bersifat isotonik, molekul air akan berpindah melalui membran dengan kelajuan sama. Akibatnya selisih osmosis tidak terjadi pada dua larutan. Contoh peristiwa osmosis pada sel hewan adalah pada sel darah merah. Sel darah merah akan tetap stabil bentuknya bila ditempatkan pada larutan garam 1%. Sel darah merah yang sama bila ditempatkan pada lingkungan hipotonik, misalnya akuades akan menyebabkan sel mengembang terus menerus. Lingkungan hipotonik dengan kondisi konsentrasi air di luar sel lebih tinggi daripada di dalam sel menyebabkan air masuk terus menerus ke dalam sel hingga sel tersebut pecah (hemolisis). Pada lingkungan hipertonik dengan kondisi konsentrasi air di luar sel lebih rendah (lebih pekat) dari pada di dalam selsehingga sel mengkerut (krenasi). Sel-sel tumbuhan memiliki dinding selulosa yang keras dan elastis sehingga dapat membatasi volume sel serta mempertahankan sel agar tidak pecah. Bila sel tumbuhan ditempatkan pada lingkungan hipotonik, misalnya akuades, air akan masuk ke dalam sel. Sel tumbuhan akan terus membengkak sampai selulosa tidak dapat direntangkan lagi. Namun sel tersebut tidak pecah. Sel tumbuhan pada keadan ini disebut turgid. Selsel tumbuhan bila ditempatkan pada lingkungan hipertonik, misalnya pada larutan garam dengan konsentrasi lebih dari 1 % akan menyebabkan keluarnya air dari vakuola. Sitoplasma mengkerut dan membran plasma terlepas dari dindng sel. Peristiwa ini disebut plasmolisis


DAFTAR PUSTAKA Bagod Sudjadi, dkk. (2005). Biologi Sains dalam Kehidupan 2A. Jakarta: Yudhistira Cicik Suriani. Pembelajaran 1 : Sel. https://cdngbelajar.simpkb.id/s3/p3k/Biologi/Perpembelajaran/BIOLOGI-PB1.pdf. Diakses pada 30 Juli 2023, pkl 16 : 25 Diah Aryulina, dkk. (2007). Biologi SMA dan MA untuk kelas XI. Jakarta : Erlangga Faidah Rahmawati, dkk. ( 2009). Biologi untuk SMA/MA Kelas XI Program MIPA. Jakarta :CV.Ricardo Irnanintyas & Istiadi, Y. (2016). Buku Siswa Biologi. Jakarta: Erlangga. Yusa, dkk, (2018). Buku Siswa Aktif dan Kreatif Belajar Biologi. Bandung : Grafindo Media Pratama.


LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK SEL Mata Pelajaran Biologi Kelas Kelompok ......... Nama Anggota : Tujuan Pembelajaran 3.1 Peserta didik dapat menjelaskan pengertian sel dengan benar berdasarkan literatur serta melalui diskusi kelompok 3.2 Peserta didik dapat menjelaskan komponen penyusun kimiawi sel dengan benar berdasarkan literatur serta melalui diskusi kelompok 3.3 Peserta didik dapat membedakan sel prokariotik dan eukariotik dengan benar berdasarkan literatur serta melalui diskusi kelompok 3.4 Peserta didik dapat menganalisis perbedaan organel sel tumbuhan dan sel hewan dengan benar berdasarkan literatur serta melalui diskusi kelompok A. Orientasi Peserta Didik Pada Masalah Bacalah dengan cermat dan teliti artikel di bawah ini bersama kelompok masing-masing ! Pembollo' : Pengobatan Tradisional Masyarakat Adat Kaluppuni Kaluppini, masyarakat adat yang ada di Sulawesi Selatan, memiliki banyak ritual yang dilaksanakan sepanjang tahun. Secara umum, masyarakat adat Kaluppini memiliki dua macam ritual, yaitu rombu tuka dan rombu solo. Rombu tuka mencakup semua ritual yang berhubungan dengan kehidupan dan kebahagiaan, sedangkan rombu solo mencakup ritual yang berhubungan dengan kematian dan kesedihan. Salah satu sosok penting pada masyarakat adat Kaluppini adalah sando pea. Sando pea merupakan istilah untuk dukun anak, yaitu laki-laki berusia lanjut yang dipercaya mempunyai keahlian dan keterampilan dalam membantu proses persalinan ibu dan pengetahuan tentang pengobatan tradisional dari berbagai tumbuhan yang disebut sebagai pembollo’. Pembollo’ merupakan ramuan tradisional dari tanaman lokal yang dipercaya dapat menyembuhkan penyakit pada anak. Ketika anak sakit, orang tua akan merujuk anak mereka ke sando pea yang telah membantu ketika anak tersebut lahir. Sando pea akan memberikan pembollo’ untuk mengobati penyakit anak. Jenis tumbuhan yang banyak digunakan sebagai pembollo’, yaitu unyi’ (kunyit), lasuna lea (bawang merah), daun paria, ca’ku (kencur), kaju canning (kayu manis), kariango (jerango), dan panini (bangle). Ramuan pembollo’ biasanya dicampur dengan air, air kelapa, atau madu. Gunanya untuk memberikan rasa manis dan memudahkan anak untuk meminum ramuan tersebut. Ada yang diberikan untuk diminum, ada juga pembollo’ yang hanya diusapkan di kepala atau di badan anak. Pembollo’ dipercaya dapat mengobati demam, batuk, sakit perut, masalah cacingan serta meningkatkan nafsu makan pada anak. Jenis tanaman tradisional yang juga banyak digunakan adalah bawang merah. Masyarakat adat Kaluppini telah menggunakannya sejak dulu untuk mengobati demam, terutama di kalangan anak-anak. Studi tentang penggunaan bawang merah sebagai obat tradisional ditemukan dalam berbagai penelitian. Studi pada masyarakat Jawa Barat menyebutkan bahwa sebagian besar orang tua (86,8%) menggunakan bawang merah yang dicampur minyak untuk mengobati demam dan batuk pada anak. Lebih lanjut, penelitian ini menyebutkan bahwa para orang tua lebih memilih pengobatan tradisional karena lebih alami, tanpa campuran bahan kimia dan tanpa efek samping.


Sumber referensi : Nurbaya (2023). Sando Pea dan Pembollo' : Praktik Pengobatan Tradisional Masyarakat Adat Kaluppini. Diakses pada 20 Juli 2023, dari https://jalurrempah.kemdikbud.go.id/artikel/sando-pea-dan-pembollo-praktik-pengobatantradisional-masyarakat-adat-kaluppini Berdasarkan artikel diatas, buatlah pertanyaan yang berkaitan dengan tujuan pembelajaran pada materi Sel ! 1. B. Mengorganisasikan Peserta Didik Untuk Belajar 2. Jawablah pertanyaan yang sudah dibuat sebelumnya dengan menyantumkan sumber referensinya ! C. Membimbing Penyelidikan Individu/Kelompok 3. Menurut artikel diatas, salah satu jenis tumbuhan yang banyak digunakan sebagai Pembollo' salah satunya ialah bawang merah, untuk memahami terkait pemahaman kalian terhadap materi sel maka jawablah pertanyaan-pertanyaan pengembangan di bawah ini berdasarkan kajian literature dan diskusi kelompok. a. Gambarkan struktur sel bawang merah ! b. Menurut artikel diatas, ramuan Pembollo' dapat diminum secara langsung juga dapat diberikan dengan diusapkan di kepala atau di badan anak. Berdasarkan pernyataan diatas gambarkan struktur sel epitel pipi manusia ! c. Sebutkan komponen penyusun senyawa kimiawi sel ! d. Jelaskan perbedaan sel eukariotik dan prokariotik ! e. Sebutkanlah perbedaan organel sel tumbuhan dan sel hewan beserta fungsinya !


D. Mengembangkan dan Menyajikan Hasil Karya 4. Presentasikanlah hasil diskusi kelompok di depan kelas ! E. Menganalisis dan Mengevaluasi Proses Pemecahan Masalah 5. Berdasarkan diskusi yang telah kalian lakukan. Buatlah kesimpulan dari kegiatan pembelajaran hari ini !


LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK SEL (TRANSPORT MEMBRAN) Mata Pelajaran : Biologi Kelas : XI MIPA 4 Kelompok ............ Nama Anggota : Tujuan Pembelajaran : 3.5 Peserta didik dapat menganalisis transportasi zat melalui membran sel dengan benar berdasarkan literatur serta melalui diskusi kelompok A. Orientasi Peserta Didik Pada Masalah Bacalah dengan cermat dan teliti artikel dibawah ini bersama kelompok masing-masing ! Asinan Betawi Jadi Warisan Budaya Tak Benda Indonesia Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta meloloskan enam karya budaya untuk ditetapkan sebagai ‘Warisan Takbenda Indonesia Tahun 2021’. Adapun enam karya tersebut, yakni Panggal Betawi, Tamat Quran, Asinan Betawi, Sayur Sambal Godog, Silat Gerak Saka, dan golok Betawi. Asinan Betawi merupakan kuliner khas Jakarta yang sudah ada sejak zaman dahulu kala. Makanan ini terbuat dari beragam sayuran segar yang disiram dengan kuah asam yang sedikit pedas. Budaya Betawi memiliki sejarah panjang perkembangannya termasuk Asinan Betawi yang merupakan akulturasi dari budaya Betawi dengan budaya cina yang memiliki kombinasi rasa pedas, manis, asam, dan gurih yang pas. Tak ayal asinan Betawi menjadi kebanggan dari masyarakat Jakarta bahkan seluruh Indonesia. Istilah asinan mengacu pada proses pembuatan makanan, yang dilakukan dengan pengawetan dengan perendaman sayur dan buah dalam larutan air dan garam (proses pengasinan) atau dalam larutan air dan cuka (proses pengasaman). Menurut Guru Besar Ilmu dan Teknologi Pangan UGM, Murdijati Gardjito, teknik pengasinan seperti pada Asinan Betawi merupakan upaya pembuatan makanan agar bisa lebih awet, serta tidak mudah basi ketika tidak langsung dimakan, yakni dengan melakukan perendaman sayuran sawi oleh cuka dan garam sebagai bahan utama asinan Betawi. Asinan Betawi tergambarkan dengan 3 kata yakni, enak, segar dan sehat. Sehat karena kaya akan sayuran seperti sawi, kembang kol, tauge, selada, mentimun, dan tahu putih dan disajikan dengan kuah bumbu kacang yang berpadu dengan cuka dan cabai. Kepala Dinas Kebudayaan DKI Jakarta, Iwan Henry Wardhana, menyebut penetapan karya budaya menjadi ‘Warisan Budaya Takbenda’ diharapkan dapat menunjang upaya pelestarian karyakarya budaya tersebut. kemudian, juga bisa menjadi kebanggaan bagi warga Jakarta, khususnya masyarakat Betawi. Warisan Budaya Takbenda Provinsi DKI Jakarta juga bisa dijadikan muatan lokal dalam kurikulum sekolah. Sehingga, para siswa yang merupakan generasi penerus bangsa dapat mengenal dan melestarikan Warisan Budaya Tak benda di Jakarta.


Sumber referensi : https://www.gatra.com/news-528322-gaya-hidup-asinan-betawi-jadi-warisan-budaya-takbenda-indonesia.html https://id.theasianparent.com/asinan-betawi https://www.merdeka.com/jabar/asinan-betawi-dinobatkan-jadimakanan-yang-dimasak-secara-primitif-ini-alasannya.html Berdasarkan artikel diatas, buatlah pertanyaan yang berkaitan dengan tujuan pembelajaran pada materi transportasi zat melalui membran sel B. Mengorganisasikan Peserta Didik Untuk Belajar 2. Jawablah pertanyaan yang sudah dibuat sebelumnya dengan menyantumkan sumber referensinya ! C. Membimbing Penyelidikan Individu/Kelompok 3. Menurut artikel diatas, istilah asinan mengacu pada proses pembuatan makanan, yang dilakukan dengan pengawetan dengan perendaman sayur dan buah dalam larutan air dan garam (proses pengasinan) atau dalam larutan air dan cuka (proses pengasaman). Berdasarkan penggalan artikel diatas, jawablah pertanyaan di bawah ini ! a. Jelaskan apa yang dimaksud dengan Transpor Membran ! b. Jelaskan mekanisme Difusi dan Osmosis ! c. Jelaskan mekanisme difusi dan osmosis pada Asinan Betawi D. Mengembangkan dan Menyajikan Hasil Karya 4. Presentasikanlah hasil diskusi kelompok di depan kelas ! E. Menganalisis dan Mengevaluasi Proses Pemecahan Masalah 5. Berdasarkan diskusi yang telah dilakukan. Buatlah kesimpulan dari kegiatan pembelajaran hari ini !


Disusun oleh : Nonik Yuliana S.Pd. TERIMA KASIH....


Click to View FlipBook Version