Rasulullah melarang penduduk mengejek Khalid dan pasukannya. Sekali lagi beliau bersabda,”Mereka bukan melarikan diri karena takut mati. Mereka akan pergi bertempur kembali untuk menegakkan agama Allah. Mereka akan berjuang lebih hebat lagi sesudah itu, Insya Allah.” Peristiwa di Dumatul-Jandal Rasulullah percaya benar pada kemampuan Khalid untuk memimpin perang. Ia memang ahli strategi perang. Tidak heran, baru setahun ia memeluk agama Islam, beliau memanggil Khalid. “Engkau kuperintahkan memimpin pasukan Muslimin menuju daerah Dumah. (Daerah itu terkenal dengan nama Dumatul-Jandal, pen), guna memadamkan pemberontakan di sana. Terdengar kabar, penguasa daerah tersebut dibantu pasukan Romawi telah bersiap-siap menggempur kaum Muslimin di perbatasan Palestina,” cerita Rasulullah. *** Khalid bin Al-Walid memimpin 500 orang pasukan berkuda ke daerah Dumatul-Jandal pada malam hari. Taktik dengan serangan mendadak dilancarkan Khalid. Malam itu, Hasan, penguasa setempat sedang berburu lembu liar bersama saudaranya bernama Ukaidir. Mereka sama sekali tidak menyangka akan terjadi serangan kilat. www.ebookanak.com/www.katabaca.com Copyright © All Rights Reserved/Penerbit: Luxima Naskah: Juniarto Akbar/Ilustrasi: cbmagency.com/Desain Layout: cbmagency.com 45
Dalam serangan gerak cepat itu, pasukan Khalid tidak menghadapi perlawanan berarti. Hasan terbunuh karena melakukan perlawanan. Ukaidir ditawan. Ia diancam akan dihukum pancung jika tidak mau memerintahkan anak buahnya membuka pintu gerbang Dumatul-Jandal. Perjanjian pun disepakati. Ukaidir tidak akan dibunuh jika bersedia membuka pintu gerbang. Kemudian, Ukaidir menyilakan pasukan Khalid memasuki daerah pemerintahannya. Dari Dumatul-Jandal, pasukan Khalid berhasil membawa banyak barang rampasan perang, termasuk 2000 ekor unta, 800 kambing, 400 karung gandum, dan 400 unit baju besi (Zirah). Dari semua itu, belum termasuk persenjataan, seperti pedang, tombak, panah, dan lain-lain. Copyright © All Rights Reserved/Penerbit: Luxima Dilarang Me mperjualbelikan se mua atau sebagian Konten yang a da di dala m ebook ini! Naskah: Juniarto Akbar/Ilustrasi: cbmagency.com/Desain Layout: cbmagency.com 46
Sebagai tawanan perang, Ukaidir dibawa ke Madinah. Tidak lama kemudian, Ukaidir dianjurkan memeluk agama Islam oleh Rasulullah. Merasa, keamanannya terjamin bila masuk Islam. Tiba di Madinah, pasukan berkuda yang dipimpin Khalid mendapat sambutan hangat oleh penduduk. Kali ini, Khalid telah menunjukkan prestasi yang nyata kepada warga kota Madinah. Khalid, “Pedang Allah” mendapat pujian yang luar biasa dari Rasulullah dan para sahabat, saat bertemu kembali di Madinah. Namanya semakin harum. www.ebookanak.com/www.katabaca.com Copyright © All Rights Reserved/Penerbit: Luxima Naskah: Juniarto Akbar/Ilustrasi: cbmagency.com/Desain Layout: cbmagency.com 47
Copyright © All Rights Reserved/Penerbit: Luxima Dilarang Me mperjualbelikan se mua atau sebagian Konten yang a da di dala m ebook ini! Naskah: Juniarto Akbar/Ilustrasi: cbmagency.com/Desain Layout: cbmagency.com 48
Ke Mekah kita kembali! www.ebookanak.com/www.katabaca.com Copyright © All Rights Reserved/Penerbit: Luxima Naskah: Juniarto Akbar/Ilustrasi: cbmagency.com/Desain Layout: cbmagency.com
Sudah delapan tahun Rasulullah dan kaum Muhajirin tinggal di kota Madinah. Mereka merindukan Mekah, tanah kelahiran. Cukuplah sudah kesempatan yang Allah berikan kepada mereka untuk dapat membedakan yang bermanfaat dan mudarat. Telah tiba saat yang tepat untuk mengakui seutuhutuhnya, tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah Utusan-Nya. Kaum Muslimin memasuki kota Mekah dari empat jurusan. Pasukan dari tiga jurusan berjalan mulus. Mereka tidak mendapat perlawanan sama sekali. Tetapi, pasukan yang dipimpin Khalid bin Al-Walid yang masuk dari dataran rendah dihadang sekelompok orang Quraisy. Mereka itu dipimpin oleh Shafwan, Suhail, dan ‘Ikrimah bin Abu Jahal. Kelompok Quraisy yang keras kepala itu mengangkat senjata untuk melawan pasukan Khalid. Perang berkobar di luar kota Mekah. Tidak memerlukan waktu lama bagi pasukan Khalid untuk melumpuhkan para penghadang. Shafwan, Suhail, dan ‘Ikrimah melarikan diri. Tiga belas anak buah mereka tewas. Dari pasukan kaum Muslimin gugur dua orang. Copyright © All Rights Reserved/Penerbit: Luxima Dilarang Me mperjualbelikan se mua atau sebagian Konten yang a da di dala m ebook ini! Naskah: Juniarto Akbar/Ilustrasi: cbmagency.com/Desain Layout: cbmagency.com 50
“Ke Mekah kita kembali!” teriak salah seorang anak buah Khalid dengan suara lantang. Itulah salah satu tanda kerinduan kepada Mekah, tanah kelahiran yang dirindukan selama delapan tahun. Rasulullah bersama kaum Muslimin sudah berada di jantung kota Mekah. Mereka berhadapan dengan Gunung Hind. Di lereng gunung itu, pasukan Muslimin mendirikan kemah melengkung berbentuk kubah. Tempat itu, tidak jauh dari makam Siti Khadijah dan Abu Thalib. “Apakah Rasulullah hendak beristirahat di rumah Khadijah atau di rumah Abu Thalib?” tanya seorang sahabat. “Tidak,” jawab Rasulullah. “Mereka tidak meninggalkan rumah untukku di Mekah.” Di sekitar dua makam itu, beliau melihat lembah-lembah membentang. Tampak juga, bukit-bukit menjulang. Beliau terkenang pada masa lampau, saat kaum musyrikin Quraisy memencilkannya bersama orang-orang Bani Hasyim. Beliau dan kaum Bani Hasyim kelaparan karena orang-orang Quraisy melakukan pemboikotan. Beliau pun terkenang akan Gua Hira di dalam Gunung Hira, tempat beliau menerima wahyu pertama melalui Malaikat Jibril. www.ebookanak.com/www.katabaca.com Copyright © All Rights Reserved/Penerbit: Luxima Naskah: Juniarto Akbar/Ilustrasi: cbmagency.com/Desain Layout: cbmagency.com 51
Copyright © All Rights Reserved/Penerbit: Luxima Dilarang Me mperjualbelikan se mua atau sebagian Konten yang a da di dala m ebook ini! Naskah: Juniarto Akbar/Ilustrasi: cbmagency.com/Desain Layout: cbmagency.com Tak lama kemudian, Rasulullah sujud syukur kepada Allah, yang telah menganugerahkan kemenangan kepada kaum Muslimin. Sehingga, beliau bersama kaum Muslimin dapat masuk kembali ke Mekah dengan aman. 52
Khalid menumpas pembangkang www.ebookanak.com/www.katabaca.com Copyright © All Rights Reserved/Penerbit: Luxima Naskah: Juniarto Akbar/Ilustrasi: cbmagency.com/Desain Layout: cbmagency.com
Copyright © All Rights Reserved/Penerbit: Luxima Dilarang Me mperjualbelikan se mua atau sebagian Konten yang a da di dala m ebook ini! Naskah: Juniarto Akbar/Ilustrasi: cbmagency.com/Desain Layout: cbmagency.com Khalid masih sering mengenang beberapa peristiwa sebelum ia memeluk agama Islam. Berkat kehebatan Khalid, kaum Quraisy dapat memenangi Perang Uhud. Sesungguhhya, perang itu terjadi karena kaum Quraisy mau membalas dendam atas kekalahan oleh kaum Muslimin dalam Perang Badar. Khalid pun ingat saat ia dan kaum Quraisy menghalangi Rasulullah dan kaum Muslimin mau melakukan thawaf. Setelah itu, pada tahun ke-8 Hijrah, ia bersama Amir bin al-Ash, dan Utsman bin Abu Thalhah mau menemui Rasulullah di Madinah. Tujuan mereka sama yakni mau menyatakan diri memeluk agama Islam. *** 54
www.ebookanak.com/www.katabaca.com Copyright © All Rights Reserved/Penerbit: Luxima Naskah: Juniarto Akbar/Ilustrasi: cbmagency.com/Desain Layout: cbmagency.com Sebelum meninggalkan kota Mekah menuju kota Madiah, Khalid berpidato di tengah-tengah kaum Quraisy: “Sekarang, sudah nyata bagi setiap orang yang berpikiran sehat bahwa Muhammad bukan tukang sihir. Ia pun bukan seorang penyair pandir. Apa yang dikatakannya adalah firman Tuhan semesta alam ini. Setiap orang yang mempunyai hati nurani berkewajiban menjadi pengikutnya!” Ikrimah merasa ngeri sekaligus berang setelah mendengar pidato teman seperjuangannya itu. “Mental engkau mengapa tiba-tiba berubah, wahai Ibnu Khalid?” tanya Ikrimah. “Bukan berubah, wahai Ikrimah,” ujar Khalid. “Lalu, apa yang terjadi atas dirimu, wahai Khalid?” desak Ikrimah. “Ketahuilah, hidayah Allah telah menerangi kegelepan hatiku,” jawab Khalid tegas. 55
Copyright © All Rights Reserved/Penerbit: Luxima Dilarang Me mperjualbelikan se mua atau sebagian Konten yang a da di dala m ebook ini! Naskah: Juniarto Akbar/Ilustrasi: cbmagency.com/Desain Layout: cbmagency.com Abu Sufyan pun marah kepada Khalib bin Al-Walid. Tetapi, kedua tokoh Quraisy itu tidak dapat menghalangi hidayah Allah yang telah diturunkan-Nya ke dalam hati Khalid. Di kota Madinah, Rasulullah dan kaum Muslimin menyambut Khalid, Amir, dan Utsman dengan ramah. Di hadapan ketiga tokoh Quraisy itu Rasulullah bersabda: “Segala puji bagi Allah yang telah menganugerahkan hidayah-Nya kepada Anda. Sejak dahulu, aku telah memandang Anda berakal sehat, yang dengan akalmu itu, aku berharap Anda membawa kebaikan.” Khalid sangat terharu setelah mendengar sabda Rasulullah yang tulus dan jujur itu. Sebagai orang yang begitu lama diharapakan Rasulullah, tentu saja Khalid bangga. Lalu, ia memohon,”Ya Rasulullah, doakanlah aku kepada Allah agar Dia mengampuniku atas kelakuan burukku di masa lampau terhadap diri Rasulullah.” Atas permohonan Khalid bin Al-Walid itu, Rasulullah menukas dengan singkat,”Islam telah menebus apa yang telah engkau lakukan di masa lampau.” *** 56
www.ebookanak.com/www.katabaca.com Copyright © All Rights Reserved/Penerbit: Luxima Naskah: Juniarto Akbar/Ilustrasi: cbmagency.com/Desain Layout: cbmagency.com Ketika pasukan Muslimin merebut kota Mekah (Fath al-Makkah), Khalid ditugaskan Rasulullah memimpin pasukan dari dataran rendah yakni sektor kanan. Setelah pasukan Muslimin menguasai kota Mekah tanpa perlawanan, Rasulullah memanggil Khalid bin Al-Walid. Lalu, beliau bersabda,”Wahai Khalid, engkau hancurkan berhala Uzza di Ka’bah (Baitullah). Khalid bin Al-Walid pun berperan besar dalam Perang Hunain, Perang Najran, dan penaklukan Thaif. 57
Copyright © All Rights Reserved/Penerbit: Luxima Dilarang Me mperjualbelikan se mua atau sebagian Konten yang a da di dala m ebook ini! Naskah: Juniarto Akbar/Ilustrasi: cbmagency.com/Desain Layout: cbmagency.com 58
Khalid Menumpas Nabi Palsu www.ebookanak.com/www.katabaca.com Copyright © All Rights Reserved/Penerbit: Luxima Naskah: Juniarto Akbar/Ilustrasi: cbmagency.com/Desain Layout: cbmagency.com
Setelah Muhammad Utusan Allah wafat, Abu Bakar Shiddiq menjadi khalifah. Saat itu, orang-orang yang telah memeluk agama Islam banyak yang murtad. 0rang-orang yang murtad itu menyangka, setelah Rasulullah wafat – tidak perlu lagi mematuhi ajaran Islam. Jadi, bebas lepas lagi menyembah berhala. Larangan Allah pun, boleh dilanggar seenak hati. Sepeningggal Rasulullah, juga muncul nabi-nabi palsu. Mereka menggunakan kesempatan dalam kesempitan. Karena gemas menyaksikan kemurtadan, Khalifah Abu Bakar bertekad mau memimpin sendiri pasukan Muslimin untuk menumpas kaum murtad dan nabi-nabi palsu. Tetapi, para sahabat mencegahnya. Pemberontakan oleh suku-suku Asad, Ghatfanm ‘Abas, Thay’, dan Dzibyan didukung penduduk Bahrain, 0man, dan Muhrah. Mula-mula hanya terjadi bentrokan kecil-kecilan. Lama-lama, bentrokan melibatkan banyak pihak sehingga menjadi perang besar. Hal itu sangat mencemaskan Khalifah Abu Bakar. Copyright © All Rights Reserved/Penerbit: Luxima Dilarang Me mperjualbelikan se mua atau sebagian Konten yang a da di dala m ebook ini! Naskah: Juniarto Akbar/Ilustrasi: cbmagency.com/Desain Layout: cbmagency.com 60
Memang, sepeninggal Rasulullah kepercayaan masyarakat terhadap pemimpin di Madinah menurun. Itulah sebabnya, Abu Bakar ingin menunjukkan ketegasan beliau selaku khalifah. Memang benar, Khalifah Abu Bakar mula-mula terjun langsung, memerangi kaum murtad. Hal itu tidak bertentangan dengan rencananya untuk memilih Khalid sebagai panglima perang pasukan Muslimin di hari-hari berikutnya. Abu Bakar paham benar, Khalid adalah “Pedang Allah”. Rasulullah yang memberikan gelar itu baginya. Khalid mendapat nama kehormatan yakni ‘Abu Sulaiman’. Para sahabat berusaha mencegah Khalifah Abu Bakar agar tidak terjun langsung menumpas orang-orang murtad dan nabinabi palsu. Tetapi, Khalifah Abu Bakar mengatakan, ia hendak menunjukkan teladan nyata kepada umat Islam bahwa masalah orang-orang murtad dan nabi-nabi palsu adalah masalah serius. Jadi, harus cepat ditumpas agar tidak menjadi berlarut-larut. Dengan kata lain, Khalifah Abu Bakar ingin memberi teladan kepada seluruh kaum Muslimin. ‘Kaum murtad dan nabinabi palsu harus dilenyapkan dari kalangan orang-orang yang beriman.’ www.ebookanak.com/www.katabaca.com Copyright © All Rights Reserved/Penerbit: Luxima Naskah: Juniarto Akbar/Ilustrasi: cbmagency.com/Desain Layout: cbmagency.com 61
Copyright © All Rights Reserved/Penerbit: Luxima Naskah: Juniarto Akbar/Ilustrasi: cbmagency.com/Desain Layout: cbmagency.com Munculnya kemurtadan dan nabi-nabi palsu sungguh memengaruhi umat Muslimin. Belum lagi, musuh-musuh Islam lain seperti kerajaan Persia dan kaisar Romawi – yang selalu mencari celah untuk melemahkan kekuatan umat Islam. Ali bin Abi Thalib menghadang Khalifah Abu Bakar terjun langsung untuk memerangi orang-orang murtad dan nabi-nabi palsu. “Hendak ke mana engkau, wahai Khalifah Rasulullah?” tanya Ali. “Akan kukatakan kepadamu, apa yang pernah disabdakan Rasulullah dalam Perang Uhud,’Simpanlah pedangmu, wahai Abu Bakar, jangan engkau cemaskan kami….!’ Atas desakan Ali dan kaum Muslimin di kota Madiah, Khalifah Abu Bakar mengurungkan niatnya. Beliau pun tetap tinggal di kota Madinah. Maka dibaginya tentara Islam dalam 11 kesatuan. Masing-masing kesatuan punya tanggung jawab dan tugas tertentu. Untuk memimpin seluruh kesatuan, beliau mengangkat Khalid bin Al-Walid sebagai panglima perang. 62
Dilarang Me mperjualbelikan se mua atau sebagian Konten yang a da di dala m ebook ini! www.ebookanak.com/www.katabaca.com Copyright © All Rights Reserved/Penerbit: Luxima Naskah: Juniarto Akbar/Ilustrasi: cbmagency.com/Desain Layout: cbmagency.com Setelah menyerahkan bendera-bendera perang kepada masing-masing kesatuan, Khalifah menoleh kepada Khalid dan berkata; “Aku mendengar Rasulullah bersabda, ’sebaik-baik hamba Allah dan kawan sepergaulan, ialah Khalid bin Walid, sebilah pedang di antara pedang-pedang Allah yang ditebaskan kepada orang-orang kafir dan orang-orang munafik....” Maka, Khalid pun segera mengemban tugasnya, berpindah-pindah bersama pasukannya dari satu medan tempur ke medan tempur yang lain selama setengah tahun, dan memenangi peperangan dengan gemilang. *** Di Yamamah, Bani Hanifah bersama kabilah-kabilah lain telah bergabung, menyusun kekuatan untuk berontak. Mereka adalah orang-orang yang murtad. Pemimpin mereka bernama Musailamatul Kaddzab. Pernah sepasukan tentara Islam menumpas mereka, tetapi tidak berhasil. Khalifah Abu Bakar yang sangat gemas, segera mengirim pasukan yang dipimpin oleh panglima perang ‘yang tak terkalahkan’, Khalid bin Al-Walid menuju Bani Hanifah di Yamamah. Si nabi palsu, Musailamah mengetahui, pasukan Khalid sedang dalam perjalanan menuju markasnya. Cepat ia menyiapkan ‘sambutan’ dengan pasukan berjumlah besar. Ia mengetahui, pasukan Khalid sangat dahsyat bila menyerang laksana kilat, dan selalu memenangi pepeperangan di banyak tempat. Khalid dan pasukannya mengambil posisi di bukit-bukit pasir Yamamah. Dari sana, Khalid dapat memantau gerakan pasukan Musailamah. Pasukan orang-orang murtad bertambah banyak, seakan-akan tidak ada habis-habisnya. Musailamah mengaku-aku,’Setelah Muhammad wafat, akulah nabi, pengganti beliau.’ Ia berkata dengan congkak di tengah-tengah pengikutnya. Khalid bin Al-Walid segera menyerahkan bendera dan panji perang kepada para komandan pasukannya. Tidak lama kemudian, perang berkecamuk. Saling menyerang dengan taktik dan strategi masing-masing. Pertempuran rapat. 63
Melihat musuh mengungguli pasukannya, Khalid segera memacu kudanya ke tanah tinggi terdekat. Di tempat ketinggian itu, ia memandang ke arah medan perang. Ia paham titik-titik lemah pasukannya, juga mengerti kekuatan lawan. Serbuan musuh yang mendadak, saat menyongsong pasukannya menyebabkan pasukan Muslimin panik. Tumbuh keinginan Khalid untuk memacu semangat tentara Islam agar muncul kembali rasa percaya diri. Khalid mengumpulkan para komandan teras dan komandan sayap, lalu ia berseru dengan suara lantang mengisyaratkan kemenangan, ”Tunjukkanlah kelebihanmu masing-masing! Akan kita lihat hari ini jasa setiap suku!” Kemudian, setiap suku menyebut dengan kelebihan masing-masing bersama kebangggaan besar di dalam hati. Orang-orang Muhajirin tampil dengan panji-panji tersendiri. Pasukan Anshar menyerang dengan taktis tersendiri pula. Gabungan kedua kelompok itu menyerang bagai topan dahsyat dari dua penjuru – yang tentu saja membingungkan pihak musuh. Serbuan setiap suku diiringi Khalid dengan takbir dan tahlil, disambut takbir dan tahlil suku-suku lain. Copyright © All Rights Reserved/Penerbit: Luxima Dilarang Me mperjualbelikan se mua atau sebagian Konten yang a da di dala m ebook ini! Naskah: Juniarto Akbar/Ilustrasi: cbmagency.com/Desain Layout: cbmagency.com 64
Khalid telah menyalakan kembali api semangat juang tentara Islam. Maka, pedang-pedang pasukan Muslimin bagaikan Malaikat Maut – menebas leherleher orang-orang murtad. Dari kudanya, Khalid “si Pedang Allah’ mengibaskan pedangnya sambil meneriakkan, ‘Allahu Akbar!’ berulang-ulang, diikuti pasukan Muslimin yang lain. Kepala musuh berpelantingan setelah ditebas “Pedang Allah”. Setiap kepala si murtad terpental ke tanah, Khalid berseru,”Majuuu!” Begitu enteng ayunan pedang Khalid saat menebas leher musuh. Begitulah ‘jam terbang’ dalam banyak medan perang sangat menentukan pada perang-perang berikutnya. Mengelak, menangkis, lalu menusuk dan menetak, silih berganti dilakukan Khalid. Sungguh, ia menguasai benar ‘seni’ menggunakan pedang pada saat yang tepat. www.eb- ookanak. Copyright © All Rights Reserved/Penerbit: Luxima Naskah: Juniarto Akbar/Ilustrasi: cbmagency.com/Desain Layout: cbmagency.com 65
Menyaksikan kepala orang-orang murtad bergelimpangan di pasir, nyali si nabi palsu, Musailamah, ciut. Apa yang ia pikirkan mengenai kehebatan Khalid sungguh tidak terbantahkan. “si Pedang Allah’ benar-benar menguasai ilmu perang. Khalid menyalurkan keberanian bagaikan aliran listrik kepada semua pasukan Muslimin. Jiwa Khalid telah menempati jiwa setiap pasukan Muslimin. Mereka bahau membahu, saling melindungi, lalu menyerang silih bergantgi sangatlah padu. Mereka mendengarkan dentang-denting pedang beradu laksana musik merdu – bukan lagi hal yang menakutkan. Copyright © All Rights Reserved/Penerbit: Luxima Dilarang Me mperjualbelikan se mua atau sebagian Konten yang a da di dala m ebook ini! Naskah: Juniarto Akbar/Ilustrasi: cbmagency.com/Desain Layout: cbmagency.com 66
Musailamah, si nabi palsu tewas. Maka, luruhlah nyali para pengikutnya. Ternyata, si nabi palsu tidak dilindungi Allah Swt. Si nabi palsu, juga tidak dibantu tentara Malaikat dari langit, sebagaimana Muhammad Utusan Allah pernah dibantu tentara Malaikat dari langit. Menyaksikan Musailamah tergeletak di pasir, berlumuran darah, orang-orang murtad lari tunggang langgang. “Serbuuu!” teriak Khalid, memerintahkan pasukan Muslimin memburu orang-orang murtad – yang lari kocar kacir di padang pasir. Nabi palsu seperti Tulaihah bin Khuwailid dari Bani Asad, disusul Malik bin Nuwairah dari Bani Tamim di Butah sungguh meresahkan umat Islam. Dikabarkan, Tulaihah bin Khuwalid dan istrinya melarikan diri ke Suriah. Kemudian, tersiar kabar, ia telah bertobat. Dalam menumpas orang-orang yang murtad, Khalid bertindak tegas. Para pembangkang yang membunuh kaum Muslimin dihukum bakar oleh Khalid. Hukuman itu disetujui Khalifah Abu Bakar. Beliau pun sempat mengirim surat: www.ebookanak.com/www.katabaca.com Copyright © All Rights Reserved/Penerbit: Luxima Naskah: Juniarto Akbar/Ilustrasi: cbmagency.com/Desain Layout: cbmagency.com 67
“Dalam urusan Allah, bersungguh-sungguhlah dan jangan memberi hati kepada mereka (yang membangkang. 0rang-orang yang membunuh kaum Muslimin jangan ada yang lolos dari hukuman mati secara terbuka. Jika engkau dapati orang-orang yang menentang ketentuan Allah, atau perintah yang engkau anggap lebih baik dihukum mati, hukum matilah!” Tidak sia-sia Khalifah Abu Bakar mengirim pasukan Khalid ke Yamamah. Di Yamamah, Khalid menumpas gerakan nabi palsu lain, yakni Musailamah dengan hasil gemilang. Khalid paham benar, pasukan Musailamah di Yamamah sangat kuat. Terbukti, pasukan Muslimin yang dipimpin Ikrimah, kocar-kacir digempur pasukan nabi palsu itu. 0leh karena itu, Khalid ke Yamamah bersama pasukan cadangan yang terdiri dari para veteran Perang Badar. Tidak diduga, pada awal pertempuran, pasukan Khalid kewalahan menghadapi pasukan Musailamah yang memiliki semangat juang sangat tinggi. Pada saat pasukannya terdesak, Khalid berseru,”Saudara-saudara kaum Muslimin! Perlihatkan keberanian kalian! Biar orang tahu keberanian dan kepahlawanan kita. Biar orang tahu dari mana kita datang! Ayo majuuu! Copyright © All Rights Reserved/Penerbit: Luxima Dilarang Me mperjualbelikan se mua atau sebagian Konten yang a da di dala m ebook ini! Naskah: Juniarto Akbar/Ilustrasi: cbmagency.com/Desain Layout: cbmagency.com 68
Pasukan Muslimin kembali bergerak maju sambil mengucapkan Allahu Akbar! Allahu Akbar! Allahu Akbar! Ribuan pasukan Musailamah, si nabi palsu dipukul mundur hingga porak poranda. Berita tentang kemenangan pasukan Khalid di Yamamah segera sampai ke Madinah. Khalifah Abu Bakar segera sujud syukur kepada Allah Swt. “Si Pedang Allah” telah memenangi perang lagi. www.ebookanak.com/www.katabaca.com Copyright © All Rights Reserved/Penerbit: Luxima Naskah: Juniarto Akbar/Ilustrasi: cbmagency.com/Desain Layout: cbmagency.com 69
Copyright © All Rights Reserved/Penerbit: Luxima Dilarang Me mperjualbelikan se mua atau sebagian Konten yang a da di dala m ebook ini! Naskah: Juniarto Akbar/Ilustrasi: cbmagency.com/Desain Layout: cbmagency.com 70
Penaklukan Iraq www.ebookanak.com/www.katabaca.com Copyright © All Rights Reserved/Penerbit: Luxima Naskah: Juniarto Akbar/Ilustrasi: cbmagency.com/Desain Layout: cbmagency.com
Pada tahun 633 Masehi, Khalifah Abu Bakar menyiapkan bala tentara Muslimin untuk menaklukkan Irak. Kali ini pun, Khalid yang dipercaya Khalifah Abu Bakar untuk memimpin 40.000 pasukan Muslimin yang terpilih. Dikabarkan oleh mata-mata pasukan Muslimin, pasukan Romawi (Byzantium) dan para pendukungnya berjumlah enam kali lipat. Khalid mulai mengatur taktik dan strategi untuk menghadapi musuh yang begitu besar dan kuat. Ia membagi pasukan menjadi tiga. Bagian pertama dikomandoi Muthanna. Bagian kedua, dipimpin oleh Adi bin Hatim. Bagian ketiga dipimpin Khalid sendiri. Copyright © All Rights Reserved/Penerbit: Luxima Dilarang Me mperjualbelikan se mua atau sebagian Konten yang a da di dala m ebook ini! Naskah: Juniarto Akbar/Ilustrasi: cbmagency.com/Desain Layout: cbmagency.com 72
Kehebatan pasukan Khalid bin Al-Walid yang luar biasa mengherankan penduduk Hira di Iraq. Karena pasukan Khalid bergerak bagai kilat. Selama 14 bulan di Iraq, pasukan Khalid telah berhasil memenangi 15 kali pertempuran. Salah satu taktik Khalid untuk memenangi perang dengan cara menyamar, lalu menempuh jalan yang berliku-liku. Konon, Khalid sempat menunaikan ibadah haji setelah memenangi perang di Iraq. Perang Yarmuk Khalid bin Al-Walid seperti sudah ditakdirkan Tuhan untuk menjadi panglima perang pasukan Muslimin. Pada tahun 634 Masehi, Khalid memimpin 4.000 tentara Muslim ke Suriah dalam Perang Yarmuk. Pasukan gabungan Romawi yang akan dihadapai diperkirakan berjumlah 240.000 prajurit. Untuk memasuki Suriah dari Iraq, pasukan Muslimin harus melalui padang pasir yang panas tanpa perbekalan air yang memadai. Hal ini merupakan prestasi tersendiri yang tidak boleh dilupakan dalam sejarah Islam. www.ebookanak.com/www.katabaca.com Copyright © All Rights Reserved/Penerbit: Luxima Naskah: Juniarto Akbar/Ilustrasi: cbmagency.com/Desain Layout: cbmagency.com 73
Copyright © All Rights Reserved/Penerbit: Luxima Dilarang Me mperjualbelikan se mua atau sebagian Konten yang a da di dala m ebook ini! Naskah: Juniarto Akbar/Ilustrasi: cbmagency.com/Desain Layout: cbmagency.com Di Yarmuk, Khalid mengatur strategi baru. Ia sendiri menjadi panglima perang. Lalu, pasukan ia bagi menjadi beberapa divisi. Divisi Abu Ubaidillah untuk Herm. Divisi Amir bin Ash untuk Damaskus. Divisi Sharjil bin Hassana untuk Yordania. Untuk menghadapi pasukan musuh yang berjumlah besar dan bersenjata lengkap, Khalid mengandalkan strategi dan bantuan dari Allah Swt. Baginya yang penting, tentara Romawi harus mengucapkan, ‘selamat tinggal kepada Suriah’. Namun, yang jelas, Yarmuk menjadi pusat perhatian utama. Tiba di Yarmuk, Khalid membagi pasukan Muslimin menjadi 38 kesatuan kecil. Masing-masing kesatuan dipimpin oleh seorang komandan yang terlatih dan berpengalaman dalam peperangan besar. Dengan strategi demikian, Khalid hendak menunjukkan kepada pihak musuh bahwa seolah-olah pasukan Muslimin pun dalam jumlah besar. Makanya tersebar di banyak tempat, atau berada di mana-mana, datang terus secara bergelombang. 74
Panglima Khalid dipecat www.ebookanak.com/www.katabaca.com Copyright © All Rights Reserved/Penerbit: Luxima Naskah: Juniarto Akbar/Ilustrasi: cbmagency.com/Desain Layout: cbmagency.com
Pada saat pasukan Muslimin akan berperang dengan tentara di Yarmuk, terdengar kabar Khalifah Abu Bakar wafat. Saat itu, tanggal 7 Jumadil Akhir, tahun ke-13 Hijrah. Bertepatan dengan tahun 634 Masehi. Beliau menjadi khalifah selama dua tahun lebih. Saat wafat, usia beliau 63 tahun. Penggantinya adalah Khalifah Umar bin Khatab. Peristiwa mengejutkan pun terjadi, Khalid bin Al-Walid dipecat oleh Khalifah Umar sebagai panglima perang. Pengganti Khalid adalah Abu Ubaidillah. Meskipun demikian, Khalid tetap berperang sebagai prajurit biasa. Tidak tersimpan dendam dan sakit hati di dalam diri Khalid kepada Khalifah Umar – yang memang terkenal sangat tegas dan mematuhi hukum. Alasan pemecatan Khalid oleh Khalifah Umar sebagai panglima perang adalah : Copyright © All Rights Reserved/Penerbit: Luxima Dilarang Me mperjualbelikan se mua atau sebagian Konten yang a da di dala m ebook ini! Naskah: Juniarto Akbar/Ilustrasi: cbmagency.com/Desain Layout: cbmagency.com 76
“Aku memecat engkau bukan karena menyangsikan kemampuan engkau, tetapi karena khawatir khalayak akan terpengaruh oleh sikapmu.” Kemudiann, Khalifah Umar berdoa untuk Abu Ubaidillah; “Segala puji bagi Allah yang telah memberikan kemenangan kepada Abu Ubaidillah. Demi Allah, jika Allah tidak memberikan kemenangan baginya, niscaya ada saja orang yang mengatakan, ‘Jika dalam pasukan itu ada Khalid, maka Allah akan memberikan kemenangan’.” Mengetahui dirinya dipecat oleh Khalifah Umar bin Khatab, Khalid berkata dengan tenang dan rendah hati; “Aku berperang karena Allah bukan karena Umar.” www.ebookanak.com/www. Copyright © All Rights Reserved/Penerbit: Luxima Naskah: Juniarto Akbar/Ilustrasi: cbmagency.com/Desain Layout: cbmagency.com 77
Kepustakaan Khalid Muhammad Khalid, Para Sahabat yang Akrab dalam Kehidupan Rasul, penerjemah M. Arif Hatim, PT Raja Grafindo Persada, Jakarta, 2000. Moh. Shobirienur Rasyid, Sebuah Prisma Seribu Cahaya: Sirah Sahabi, Humaniora Utama Press, Bandung, 2000. Muhammad Fethullah Gulen, Cahaya Abadi Muhammad Saw. Kebanggaan Umat Manusia, Republika Penerbit, Jakarta, 2012. Copyright © All Rights Reserved/Penerbit: Luxima Dilarang Me mperjualbelikan se mua atau sebagian Konten yang a da di dala m ebook ini! www.ebookanak.com/www.katabaca.com Naskah: Juniarto Akbar/Ilustrasi: cbmagency.com/Desain Layout: cbmagency.com 78