Kelas VIII
Analisis
Distribusi
Data
KOMPETENSI DASAR (KD) :
3.8 Menganalisis data berdasarkan distribusi data,
membuat keputusan, dan membuat prediksi.
4.8 Menyajikan dan menyelesaikan masalah yang
berkaitan dengan distribusi data, membuat keputusan,
dan membuat prediksi.
TUJUAN PEMBELAJARAN :
1. Melalui kegiatan diskusi kelompok, siswa dapat
menganalisis data dari distribusi data yang diberikan
dengan tepat.
2. Melalui kegiatan diskusi kelompok, siswa dapat
menyelesaikan data dari distribusi data yang diberikan
dengan tepat .
Macam - Macam Penyajian Data
Adapun macam-macam penyajian data adalah
sebagai berikut
1. Tabel
Tabel adalah susunan antara baris dan kolom
yang diatur secara sistematis. Secara umum,
tabel dibedakan menjadi tiga, yaitu sebagai
berikut.
Tabel Baris Kolom
Tabel baris kolom merupakan jenis tabel yang
paling sederhana. Pada tabel ini, hanya
memuat keterangan dengan satu variabel
frekuensi. Perhatikan contoh berikut.
Tabel Kontingensi
Tabel kontingensi adalah jenis tabel yang
memuat lebih dari satu variabel frekuensi.
Perhatikan contoh berikut.
Tabel Distribusi Frekuensi
Tabel distribusi frekuensi ini biasa digunakan
untuk data yang memiliki sebaran dan
frekuensi cukup banyak. Jika data-data
tersebut dijadikan data tunggal, tentu tidak
akan efektif. Itulah mengapa perlu tabel
distribusi frekuensi. Adapun contoh tabel
distribusi frekuensi adalah sebagai berikut.
Pada tabel di atas terdapat interval atau
rentang untuk tinggi badan siswa SD Taruna
Jaya. Banyaknya interval atau rentang di
setiap baris harus sama, ya. Misalnya, interval
133 – 137 = 5, 138 – 142 = 5, dan seterusnya
sampai mencapai data terbesarnya.
2. Diagram
Diagram adalah bentuk penyajian data berupa
gambar dua dimensi yang merepresentasikan
keseluruhan data. Secara umum, diagram
dibagi menjadi tiga yaitu diagram batang,
diagram garis, dan diagram lingkaran. Apa
perbedaan antara ketiganya?
Diagram Batang
Diagram batang adalah diagram yang
berbentuk persegi panjang. Penggambaran
batangnya bisa mengarah vertikal maupun
horizontal. Diagram ini biasa digunakan untuk
menyajikan data seperti hasil penjualan,
jumlah kunjungan perpustakaan, hasil panen
tahunan, dan sebagainya.
Perhatikan contoh berikut.
Diketahui data hasil panen jagung PT. Tani
Makmur tahun 2012 – 2020 seperti berikut. 200
ton, 250 ton, 325 ton, 180 ton, 400 ton, 230 ton,
250 ton, 110 ton, 340 ton Jika diubah dalam
bentuk diagram batang, menjadi seperti
berikut.
Lantas, bagaimana jika frekuensi datanya
banyak? Misalnya, tinggi badan 20 perempuan
peserta PASKIBRAKA Kecamatan, yaitu 165 cm,
168 cm, 168 cm, 170 cm, 166 cm, 166 cm, 169
cm, 169 cm, 166 cm, 167 cm, 165 cm, 166 cm,
169 cm, 170 cm, 170 cm, 169 cm, 165 cm, 166
cm, 170 cm, 167 cm. Nah, agar kamu lebih
mudah membuat diagram batangnya,
sebaiknya masukkan data tersebut ke dalam
tabel. Hal itu bertujuan untuk
mengelompokkan data yang sama yang
frekuensinya lebih dari satu.
Jika diubah dalam bentuk diagram batang,
menjadi seperti berikut.
Diagram Garis
Diagram garis adalah diagram yang
digambarkan sebagai garis lurus yang
menghubungkan antara data satu dan lainnya.
Sebelum membuat garis lurus, kamu harus
menentukan koordinat atau titik data. Lalu,
hubungkan titik-titik data tersebut hingga
diperoleh suatu grafik. Misalnya, diketahui
tabel perbandingan stok beras putih dan beras
merah seperti berikut.
Diagram Lingkaran
Diagram lingkaran adalah data yang disajikan
dalam bentuk lingkaran. Diagram ini memuat
beberapa bagian, di mana setiap bagian
merepresentasikan data yang berbeda dan
dinyatakan dalam bentuk persen (%). Misal,
diketahui data makanan kesukaan 30 siswa SD
kelas 6 seperti berikut.
Jika dinyatakan dalam diagram lingkaran,
menjadi seperti berikut.
Lantas, darimana nilai persentase itu muncul?
Kamu harus ingat bahwa persentase satu
lingkaran penuh adalah 100%. Artinya, 100%
itu mewakili 30 siswa SD Kelas 6. Dengan
demikian:
Analisis Data
Siswa diharapkan telah memahami tentang
penyajian data yang telah dipelajari dikelas
VII. Analisis data dilakukan untuk menarik
kesimpulan dari data dengan mengumpulkan
informasi dan memunculkan beberapa
pertanyaan terhadap data. Selain menarik
kesimpulan diharapkan siswa juga mampu
memprediksi kejadian berdasarkan analisis
yang telah dilakukannya. Untuk lebih
memperjelas perhatikan diagram garis hasil
produksi padi Desa Suka Makmur tahun 2001-
2008 berikut
Dari diagram tersebut kita dapat menemukan
informasi hasil produksi padi Desa Suka
Makmur pada tahun 2001-2008. Berdasarkan
data tersebut kita dapat memunculkan
beberapa pertanyaan seperti terdapat berapa
kali peningkatan pada produksi padi Desa
Suka Makmur tahun 2001-2008? Berapa kali
penurunan produksi padi Desa Suka Makmur
tahun 2001-2008 terjadi? Berapa peningkatan
tertinggi?. Pertanyaan-pertanyaan yang
dimunculkan harus dapat membimbing
menuju kesimpulan data yang diinginkan.