sebuah ROM tidak akan hilang jika catu daya listrik terputus atau dihentikan sehingga
digunakan untuk menyimpan informasi (program dan data) yang bersifat tetap, misalnya
prosedur-prosedur BIOS.
f. FLASH PEROM (Flash Programmable and Erasable Read Only Memory)
Merupakan memori dengan teknologi nonvolatile memory.Isi memori dapat ditulis
ulang ataupun dihapus berkali-kali dengan sangat mudah hingga ribuan kali.Teknologi ini
sekarang banyak diterapkan untuk memori di dalam single chip microcontroller dan
microcomputer.
2.3 RAM
Random Access Memory (RAM) adalah jenis memori yang memiliki waktu akses sama
untuk setiap alamat memori.Kebanyakan memori semikonduktor (termasuk ROM) dan memori
magnetic core, sebelum ada memori semikonduktor, yang banyak digunakan sebagai memori
utama komputer adalah RAM.
Karena itu, nama RAM untuk memori kerja komputer, sebetulnya salah kaprah.Nama
memori baca/tulis (Read/Write memory) atau RWM sebenarnya lebih tepat.Namun karena
sudah digunakan secara luas, akan tetap digunakan sebutan RAM untuk memori kerja
komputer.Ada dua jenis RAM, yaitu RAM statik (disingkat SRAM) dan RAM dinamik
(disingkat DRAM). Keduanya adalah memori semikonduktor.
a. RAM Statik (SRAM)
Sel-sel RAM jenis ini berupa flip-flop dengan transistor-transistor bipolar sehingga
SRAM dapat menyimpan informasi tanpa memerlukan penyegaran (refresh).Artinya, selama
diberi daya listrik, sebuah SRAM dapat tetap menyimpan informasi.Jika catu daya listrik
terputus atau dihentikan, semua informasi yang tersimpan akan hilang.Jadi, SRAM bersifat
volatile.Ada juga RAM yang tidak volatile, yaitu NVRAM (Non Volatile RAM).RAM jenis ini
terdiri atas SRAM dan EEPROM dengan kapasitas yang identik, dan digabungkan diatas satu
Chip.Data dapat dipindahkan secara dua arah antara SRAM dan EEPROM dengan operasi-
operasi store dan recall.
Jika daya listrik terputus, data yang tersimpan secara otomatis akan dipindahkan ke
EEPROM yang non-volatile, sehingga tetap tersimpan dengan aman.Kalau sumber daya listrik
pulih kembali, data yang tersimpan di EEPROM secara otomatis akan di-recall ke SRAM.Cara
lain untuk mencegah hilangnya informasi yang tersimpan dalam RAM jika catu daya listrik
terputus adalah dengan bantuan UPS (Uninterruptable Power Supply).Ketika catu daya listrik
terputus, pemberian catu daya akan diambil sementara alih oleh baterai UPS dengan lama
waktu sesuai jenis dan kapasitas UPS).Dengan demikian, pemakai masih mempunyai
kesempatan untuk menyimpan informasi yang ada di RAM ke harddisk atau flashdisk.
b. RAM Dinamik
RAM jenis ini menyimpan informasi dalam bentuk muatan kapasitor-kapasitor
semikonduktor kecil.Karena isolasi kapasitor ini tidak sempurna, muatan yang tersimpan akan
cepat hilang.Agar informasi yang tersimpan tidak hilang, sel-sel DRAM harus ditulis ulang.
Penulisan ulang ini disebut penyegaran (refresh) dan harus dilakukan secara berkala (sekitar 2
milidetik sekali).DRAM dibuat dengan teknologi MOS.Kecepatan memori komputer MOS
lebih lambat dibandingkan memori bipolar.Selain itu, DRAM juga memerlukan penyegaran
yang membuat RAM jenis ini menjadi lambat dibandingkan dengan SRAM.Tetapi DRAM
memiliki beberapa keunggulan dibanding SRAM.Struktur sel DRAM jauh lebih sederhana
dibandingkan struktur sel SRAM, sehingga DRAM dapat dibuat dengan kerapatan sel jauh
lebih tinggi. Dengan kata lain, untuk ukuran fisik yang sama, kapasitas chip DRAM akan jauh
lebih besar dibandingkan SRAM.Karena itu, harga per bit sebuah DRAM jauh lebih
murah.Selain itu, karena dibuat dengan teknologi MOS, maka konsumsi daya DRAM juga
lebih rendah.
Dewasa ini, karena pertimbangan ekonomi, untuk memori kerja (RAM) komputer,
hampir selalu digunakan DRAM.Pemakaian SRAM hanya digunakan jika kecepatan yang
diutamakan, bukan harga dan konsumsi daya.
2.4 MEMORY CACHE
Memori cache (sering disebut cache saja) adalah RAM kecil yang cepat dan
ditempatkan sedekat mungkin dengan CPU (mikroprosesor), terletak antara CPU dan memori
utama (DRAM).Dengan teknik-teknik tertentu, dapat diperhitungkan instruksi mana yang akan
segera diperlukan CPU.Instruksi-instruksi ini dipindahkan dari DRAM ke memori cache
sebelum CPU benar-benar memerlukannya.Dengan demikian, ketika diperlukan, CPU dapat
mengambil langsung dari memori cache.Dengan teknik “caching” ini, kecepatan operasi
sistem dapat ditingkatkan secara signifikan.Kombinasi memori cache yang kecil, cepat, dan
mahal dengan memori utama yang besar dan murah tetapi lambat, menghasilkan sistem memori
dengan kecepatan operasi mendekati memori cache dan dengan kapasitas DRAM.Harga per
bit nya tidak jauh berbeda dengan harga DRAM.
Kecepatan operasi kombinasi memori cache dengan DRAM lebih rendah dari memori
cache, karena kadang-kadang CPU tidak dapat menemukan instruksi yang diperlukannya di
dalam cache (cache miss).Dalam hal ini, CPU harus mencari instruksi tadi di dalam DRAM
kemudian memindahkannya ke memori cache sebelum dibaca.Harga per bit untuk kombinasi
memori cache dan DRAM hanya sedikit lebih tinggi dari memori utama, karena memori cache
yang digunakan biasanya kecil (bervariasi aantara 1 kBytes dan 256 kBytes), meskipun pada
beberapa ada yang berkapasitas 512 kBytes sampai 1 MBytes.Dewasa ini, hampir semua
golongan komputer dilengkapi dengan memori cache, bahkan ada yang memiliki lebih dari
satu cache.Kemajuan dalam teknologi IC bahkan telah berhasil mengintegrasikan cache pada
chip mikroposesor meskipun kapasitasnya masih terbatas.Cache pada chip mikroprosesor
dapat diakses lebih cepat karena tidak perlu melintasi batas mikroprosesor.
Karena harus disegarkan secara periodik, DRAM memerlukan rangkaian penyegaran.
Ada juga RAM dinamik yang sudah dilengkapi rangkaian penyegaran.RAM ini disebut
integrated RAM (iRAM). Secara eksternal, iRAM bekerja seperti SRAM.
Di dalam microprocessor sebuah komputer, masih ada register yang juga dapat
digunakan untuk menyimpan informasi.Register ini terdiri atas sejumlah flip-flop, dan
merupakan jenis memori dalam komputer yang paling cepat.Register dalam CPU digunakan
secara ekstendif untuk operasi internal.Ketika komputer menjalankan suatu program, informasi
yang tersimpan dalam register secara terus-menerus akan dipindahkan dari register yang satu
ke register atau lokasi yang lain.
3. PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Berdasarkan uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa memori adalah sistem perangkat
yang menyimpan data atau program pada komputer elektronik digital. Memori internal adalah
memori yang menyimpan program dan data yang sedang dikerjakan oleh CPU komputer.
BAB VI
I/O CONTROLLER DAN I/O DEVICE
1. Pendahuluan
1.1 Latar Belakang
Pada dasarnya, tugas utama komputer adalah processing dan I/O (Input dan Output).
Bahkan, sebagian besar waktunya digunakan untuk mengolah I/O sedangkan processing hanya
bersifat insidental. Jadi, pada konteks I/O, peranan sistem operasi adalah mengatur dan
mengontrol perangkat I/O dan operasi I/O. Perangkat I/O sangat bervariasi. Oleh karena itu,
bagaimana cara mengontrol perangkat-perangkat tersebut mendapat perhatian besar dalam
organisasi komputer.
Bayangkan, perangkat I/O yang sangat banyak jumlahnya dan setiap perangkat
memiliki fungsi dan kecepatan sendiri-sendiri, tentunya memerlukan metode yang berbeda
pula. Oleh karena itu, dikenal klasifikasi perangkat I/O menjadi perangkat blok dan perangkat
karakter, walaupun ada perangkat yang tidak termasuk ke dalam satupun dari kedua golongan
ini.
1.2 Rumusan Masalah
Rumusan masalah yang akan dibahas dalam e-book ini adalah sebagai berikut:
1. Apa yang dimaksud I/O?
2. Apa yang dimaksud I/O CONTROLLER?
3. Apa yang dimaksud I/O DEVICE?
1.3 Tujuan
Adapun tujuan dari penulisan e-book ini adalah sebagai berikut:
1. Mengetahui pengertian dari Input Output
2. Mengetahui penjelasan mengenai I/O CONTROLLER DAN DEVICE
2. PEMBAHASAN
2.1 Input dan Output
Unit input/output (I/O) adalah bagian dari sistem mikroprosesor yang digunakan oleh
mikroprosesor itu untuk berhubungan dengan dunia luar. Unit input adalah unit luar yang
digunakan untuk memasukkan data dari luar ke dalam mikroprosesor ini, contohnya data yang
berasal dari keyboard atau mouse. Sementara unit output biasanya digunakan untuk
menampilkan data, atau dengan kata lain untuk menangkap data yang dikirimkan oleh
mikroprosesor, contonya data yang akan ditampilkan pada layar monitor atau printer. Bagian
input (masukkan) dan juga output (keluaran) ini juga memerlukan sinyal kontrol, antara lain
untuk baca I/O (Input/Output Read [IOR]) dan untuk tulis I/O (Input/Output Write [IOW]).
2.2 Input dan Output Controller
Modul I/O adalah suatu komponen dalam sistem komputer yang bertanggung jawab
atas pengontrolan sebuah perangkat luar atau lebih dan bertanggung jawab pula dalam
pertukaran data antara perangkat luar tersebut dengan memori utama ataupun dengan register-
register CPU.
Modul I/O memiliki dua buah fungsi utama, yaitu :
1. Sebagai piranti antarmuka ke CPU dan memori melalui bus sistem
2. Sebagai piranti antarmuka dengan peralatan peripheral lainnya dengan menggunakan
link data tertentu
Untuk menggunakan peripheral dibutuhkan 2 modul yaitu :
1. Modul hardware yang disebut “I/O contoller” yang melakukan interface (antarmuka)
peripheral device ke inti sistem (CPU/memori)
Fungsi I/O Controller (I/O module)
- Control dan timming
Merupakan hal yang penting untuk mensikronkan kerja masing-masing komponen
penyusun komputer.
- CPU Communication
Dalam sekali waktu CPU berkomunikasi dengan satu atau lebih perangkat dengan
pola tidak menentu dan kecepatan transfer komunikasi data yang beragam, baik
dengan perangkat internal seperti register-register, memori utama, memori
sekunder, perangkat peripheral. Proses tersebut bisa berjalan apabila ada fungsi
kontrol dan pewaktuan yang mengatur sistem secara keseluruhan.
- Device Communication
- Data Buffering
- Error Detection
2.3 I/O DRIVER
I/O driver merupakan program yang melakukan berbagai operasi I/O dengan
memberikan serangkaian command yang sesuai ke I/O controller
Berikut contoh operasi-operasi tertentu yang dilakukan oleh beberapa I/O driver :
- Menampilkan pesan pada CRT
- Mencetak sejumlah baris oleh printer
- Membaca file dari floppy diskette
- Menampilkan isi dari suatu lokasi memori
Modul software disebut “I/O Driver” yang menyampaikan sejumlah perintah (command) ke
I/O controller untuk melakukan sejumlah operasi I/O
3. PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa Input & Output (I/O)
memiliki Perangkat input adalah periferal (perangkat keras komputer) yang digunakan untuk
menyediakan data dan sinyal kontrol ke sistem pemrosesan informasi seperti komputer.
Perangkat input dapat dikelompokkan dalam beberapa cara. Perangkat input atau disebut
sebagai input device merupakan perangkat masukan dari komputer yang memiliki tugas untuk
menerima setiap instruksi yang masuk ke komputer.
Selain menerima data input, perangkat ini juga bertugas dalam menyalurkan data ke
microprocessor yang berbentuk signal data input. Perangkat output atau disebut juga sebagai
output device adalah salah satu komponen komputer yang bertugas untuk menampilkan hasil
proses data agar bisa dipahami oleh pengguna. Dan I/O dibagi menjadi dua yaitu I/O Controller
yaitu Modul I/O periferal mengontrol perangkat eksternal, pertukaran data antara memori
utama dan perangkat eksternal dengan register CPU, antarmuka antara CPU dan memori
utama, dan antarmuka internal dengan perangkat eksternal untuk mengkonfigurasi fungsi
kontrol. Saya akan bertanggung jawab.
Sedangkan I/O Driver yaitu Modul software disebut “I/O Driver” yang menyampaikan
sejumlah perintah (command) ke I/O controller untuk melakukan sejumlah operasi I/O. I/O
driver merupakan program yg melakukan berbagai operasi I/O dgn memberikan serangkian
command yg sesuai ke I/O controller
BAB VII
ORGANISASI JARINGAN KOMPUTER
1. Pendahuluan
1.1 Latar Belakang
Jaringan adalah sekumpulan komputer yang dapat saling berkomunikasi satu sama lain
dan berbagi peralatan yang dapat diakses secara bersama-sama. Topologi komunikasi yang
terhubung dengan komputer lainyya dibagi menjadi empat yaitu topologi bintang (star),
topologi cincin (ring), topologi bus (bus). Agar dapat berkomunikasi antara satu dengan
komputer lainnya diperlukan sebuah protokol jaringan. Protokol adalah aturan atau
sekumpulan aturan dan standar yang memungkinkan komputer dapat saling berkomunikasi.
Keuntungan yang diperoleh dengn terhubungnya komputer satu dengan lainnya dalam
sebuah jaringan dengan menggunakan protokol TCP/IP (transmission Control
Protocol/Internet Protocol). TCP/IP disamping protokol berlapis juga mengikuti standar ISO
(International Organization of Standart) dan OSI (Open System Interconnection) yang
memungkinkan untuk berkomunikasi seluruh dunia walaupun platform yang digunakan
berbeda-beda.
Model referensi jaringan terbuka OSI atau OSI Reference Model for open Networking
adalah sebuah model arsitektural jaringan yang dikembangkan oleh badan International
Organization for Standart (ISO) di Eropa pada tahun 1977. Model ini disebut juga dengan
model “Model Tujuh Berlapis OSI” (OSI Seven Layer Model). Pada makalah ini akan
membahas tentang OSI Layer dan TCP/IP.
1.2 Rumusan Masalah
Rumusan masalah yang akan dibahas dalam e-book ini adalah sebagai berikut:
1. Apa yang dimaksud dengan model referensi OSI ?
2. Apa yang dimaksud dengan referensi TCP/IP ?
3. Jelaskan perbedaan antara model referensi TCP/IP dengan referensi OSI !
1.3 Tujuan
Adapun tujuan dari penulisan e-book ini adalah sebagai berikut:
1. Mengetahui pengertian model referensi OSI
2. Mengetahui penjelasan mengenai referensi TCP/IP
3. Mengetahui perbedaan antara model referensi TCP/IP dengan referensi OSI
2. PEMBAHASAN
2.1 Open System Interconnection (OSI)
Model referensi OSI merupakan model kerangka kerja yang diterima secara global bagi
pengembangan standar yang lengkap dan terbuka. Model OSI membantu menciptakan standar
terbuka antar sistem untuk saling berhubungan dan saling berkomunikasi terutama dalam
bidang teknologi informasi.
Model referensi OSI secara konseptual terbagi menjadi 7 lapisan dimana masing-
masing lapisan memiliki fungsi jaringanyang spesifik. Model ini diciptakan berdasarkan
sebuah proposal yang dibuat oleh The International Standards Organization (ISO) sevagai
langkah awal menuju standarisasi protokol Internasional yang digunakan pada berbagai layer.
Model Referensi OSI menjabarkan sebuah pendekatan secara berlapis (layered)
terhadap jaringan. Setia lapisan (layer) dari model mewakili sebuah porsi yang berbeda dari
proses komunikasi. Dengan memisahkan bagian komunikasi kedalam lapisan, model OSI
menyederhanakan bagaimana perangkat lunak (software) dan perangkat keras (hardware)
bekerja sama, sehingga memudahkan upaya penanganan masalah (trouble shooting) dengan
menyediakan sebuah metode tertentu untuk memahami bagaimana komponen berfungsi.
Model referensi OSI secara konseptual terbagi menjadi ke dalam 7 lapisan dimana
masing-masing lapisan memiliki fungsi jaringan yang spesifik , seperti yang dijelaskan
dibawah ini, antara lain :
Gambar 21 OSI LAYER
A. Physical Layer
Physical Layer berfungsi sebagai pengiriman raw bit ke channel komunikasi. Masalah
desain yang harus diperhatikan disini adalah memastikan bahwa bila satu sisi mengirim data 1
bit, data tersebut harus diterima oleh sisi lainya sebagai 1 bit juga, dan bukan 0 bit. Secara
umum masalah-masalah desain yang ditemukan disini berhubungan secara mekanik, elektrik
dan interface prosedural, dan media fisik yang berada dibawah lapisan fisik.
B. Data Link Layer
Tugas utama data link layer adalah sebagai fasilitas transmisi raw data dan
mentransformasi data tersebut ke saluran yang bebas dari kesalahan transmisi. Sebelum
diteruskan ke Network Layer, data link layer melaksanakan tugas ini dengan memungkinkan
pengirim mengelompokkan data input menjadi sejumlah data frame (biasanya berjumlah
ratusan atau ribuan byte). Kemudian data link layer mentransmisikan frame terbut secara
berurutan dan memproses acknowledgement frame yang dikirim kembali oleh penerima.
Masalah yang timbul di data link layer adalah mengusahakan kelancaran proses pengiriman
data dari pengiriman yang cepat ke penerima yang lambat. Mekanisme pengaturan lalu lintas
data harus memungkinkan pengirim mengetahu jumlah ruang buffer yang dimiliki penerima
pada suatu saat tertentu. Secara umum tugas utama dari data link dalam proses komunikasi data
adalah :
- Framing
Membagi bit stream yang diterima dari lapisan network menjadi unit-unit data yang disebut
frame.
- Physical Addressing
Definisi identitas pengirim dan atau penerima yang ditambahkan dalam header.
- Flow Control
Melakukan tindakan untuk membuat stabil laju bit jika rate atau laju bit stream berlebih atau
berkurang.
- Error Control
Penambahan mekanisme deteksi dan retransmisi frame-frame yang gagal terkirim.
- Communication Control
Menentukan device yang harus dikendalikan pada saat tertentu jika ada dua koneksi yang sama.
C. Network Layer
Network layer berfungsi untuk pengendalian operasi subnet.Masalah yang timbul pada
network layer adalah cara untuk menetukan route pengiriman paket dari sumber ke tujuannya.
Bila, pada saat yang sama dalam sebuah subnet terdapat banyak paket, maka ada kemungkinan
paket-paket tersebut tiba pada saat yang bersamaan. Hal ini dapat menyebabkan terjadinya
bottleneck. Pengendalian kemacetan seperti itu juga merupakan tugas network layer yang
memungkinkan jaringan-jaringan yang berbeda seperti protokol yang berbeda, pengalamatan
dan arsitektur jaringan yang berbeda untuk saling terinterkoneksi.
Secara umum tugas utama dari network dalam proses komunikasi data adalah :
- Logical Addressing
Pengalamatan secara logis ditambahkan pada header lapisna network. Pada jaringan TCP/IP
pengalamat logis ini dekenal dengan sebutan IP Address.
- Routing
Hubungan antar jaringan yang membentuk internet-work membutuhkan metode jalur alamat
agar paket dapat ditransferkan dari satu device yang berasal dari jaringan satu menuju device
lain pada jaringan yang lain. Fungsi routing didukung oleh routing protocol yaitu protokol yang
bertujuan mencari jalan terbaik menuju tujuan dan menukar informasi tentang topologi jaringan
dengan router yang lainnya.
D. Transport Layer
Transport layer berfungsi untuk memcah data ke dalam paket-paket data serta
memberikan nomor urut ke paket-paket tersebut sehingga dapat disusun kembali pada sisi
tujuan setelah diterima. Selain itu, pada layer ini juga membuat sebuah tanda bahwa paket
diterima dengan sukses (acknowledgement), dan mentransmisikan ulang terhadap paket-paket
yang hilang ditengah jalan. Semua hal tersebt harus dilaksanakan secara efisien, dan bertujuan
melindungi layer-layer bagian atas dari perubahan teknologi hardware yang tidak dapat
dihindari.
E. Session Layer
Session layer berfungsi untuk mengontrol “dialog” selama komunikasi berlangsung,
layer ini bertanggung jawab dalam hal bagaimana membentuk sambungan, bagaimana
menggunakan sambungan tersebut, dan bagaimana memutuskan sambungan yang terbentuk
setelah sebuah sesi komunikasi selesai. Session layer juga menambahkan control header pada
paket data selama pertukaran data terjadi. Session layer mengijikan para pengguna untuk
menetapkan session dengan pengguna lainnya. Sebuah session selain memungkinkan transport
data biasa, seperti yang dilakukan oleh transport layer, juga menyediakan layanan yang
istimewa untuk aplikasi-aplikasi tertentu. Sebuah session digunakan untuk memungkinkan
seseorang pengguna log ke remote timesharing system atau untuk memindahkan file dari satu
mesik ke mesin lainnya.
F. Presentation Layer
Tugas utama dari presentation layer adalah untuk meyakinkan bahwa data atau
informasi terkirim dengan bahasa atau syntax yang dapat dipahami oleh host yang dituju.
Protokol pada presentation layer dapat menterjemahkan data ke dalam bahasa atau syntax yang
dapat dimengerti dan kemudian mengkompres data sebelum menyampaikan data ke session
layer. Presentation layer melakukan fungsi-fungsi tertentu yang diminta untuk menjadi
penemuan sebuah penyelesaian umum bagi masalah tertentu. Presentation layer tidak
mengizinkan pengguna untuk menyelesaikan masalah secara sendiri. Presentation layer
memperhatikan syntax dan informasi yang dikirimkan, contoh layanan presentation adalah
encoding data.
G. Application Layer
Application layer berfungsi sebagai mengatur komunikasi antar aplikasi dengan
fungsionalitas jaringan, mengatur bagaimana aplikasi dapat mengakses jaringan dan membuat
pesan-pesan kesalahan. Application layer memiliki fungsi untuk menentukan terminal virtual
jaringan abstrak, sehingga editor dan progam-program lainnya dapat ditulis agar saling
bersesuaian. Untuk menangani setiap jenis terminal, satu bagian software harus ditulis untuk
memetakan fungsi terminal virtual jaringan ke terminal sebenarnya. Fungsi application layer
lainnya adalah pemindahan file. Sistem file yang satu dengan lainnya memiliki konvensi
penamaan yang berbeda, cara menyatakan baris-baris teks yang berbeda. Perpindahan file dari
sebuah sistem ke sistem lainnya yang berbeda memelukan penanganan untuk mengatasi adanya
ketidak cocokkan . Tugas application layer seperti pada surat elektronik, remote job entry,
directory lookup, dan berbagai fasilitas bertujuan umum dan fasilitas bertujuan khusus lainnya.
Protokol-protokol yang terdapat pada lapisan aplikasi ini diantranya adlah FTP, SMTP, dan
HTTP.
Ketujuh lapisan dari model referensi OSI dapat dibagi ke dalam dua kategori, yaitu
lapisan atas dan lapisan bawah. Lapisan atas dari model OSI, yang terdiri dari Application
layer, Presentation Layer, Session Layerm Transport lzyer, yang berurusan dengan persoalan
aplikasi dan pada umumnya diimplementasi hanya pada perangkat lunaka. Application layer
adalah lapisan penutup sebelum ke pengguna. Pengguna dan lapisan aplikasi saling berinteraksi
proses dengan perangkat lunak aplikasi yang berisi sebuah komponen komunikasi.
Lapisan bawah dari model OSI, yang terrdiri dari Network Layer, Data Link Layer,
Physical Layer, mengendalikan persoalan pengiriman data. Lapisan bawah tersebut
diimplementasikan ke dalam perangkat keras. Lapisan terbawah, yaitu lapisan fisik adalah
lapisan penutup bagi media jaringan fisik (misalnya jaringan kabel) dan sebagai
penanggungjawab bagi penempatan informasi pada media jaringan.
2.2 Pengertian Transmission Control Protocol/Internet Protocol(TCP/IP)
TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol) adalah sekelompok protokol
yang memungkinkan terjadinya komunikasi antar komputer. Protokol TCP/IP dapat
memberikan suatu standar yang diakui secara internasional dan digunakan sebagai acuan dalam
pengembangan dunia komputer khususnya pada jaringan komputer. Dimana protokol ini dapat
memberikan keleluasaan dalam berkomunikasi antara komputer satu dengan komputer lainnya
dalam satu jaringan walaupun komputer tersebut menggunakan platfrom sistem operasi yang
berbeda.
Adapun rincian fungsi masing- masing layer TCP/IP adalah sebagai berikut:
Gambar 22 Arsitektur TCP/IP
A. Physical Layer (Lapisan Fisik)
Physical layer merupakan lapisan terbawah yang mendefinisikan besaran fisik seperti
media komunikasi, tegangan, arus, dan sebagainya. Lapisan ini bervariasi dan tergantung pada
media komunikasi pada jaringan. TCP/IP bersifat fleksibel sehingga dapat berintegrasikan
bberbagai jaringan dengan media fisik yang berbeda-beda.
B. Network Access Layer
Network Access Layer mempunyai fungsi yang mirip dengan data link layer pada OSI.
Lapisan ini mengatur penyaluran data frame-frane data pada media fisik yang digunakan secara
handal. Lapisan ini biasanya memberikan service untuk deteksi dan kereksi kesalahan dari
data yang ditransmisikan. Contoh protokol yang digunakan pada lapisan ini ada lah X.25
jaringan publik, Ethernet untuk jaringan Etehernet, AX.25 untuk jaringan paket radio.
C. Internet Layer
Internet layer berisi protokol yang bertangung jawab dalam pengalamatan dan routing
paket. Pada jaringan internet yang terdiri atas puluhan juta host dan ratusan ribu jaringan lokal,
lapisan ini bertugas untuk menjamin agar suatu paket yang dikirimkan dapat menemukan
tujuannnya. Oleh karena itu, lapisan ini memiliki peranan penting terutama dalam mewujudkan
internetworking yang meliputi wilayah luas (worldwide internet). Beberapa tugas penting pada
lapisan internet adalah:
- Addressing
Melengkapi setiap datgram dengan alamat internet dari tujuan. Alamat pada protokol
ini dikenal dengan Internet Protocol Address (IP Address). Pengalamatan (addressing) pada
jaringan TCP/IP berada pada level ini (software), maka jaringan TCP/IP independen dari jenis
mediia dan komputer yang digunakan.
- Routing
Menentukan ke mana datagram akan dikirim agar mencapai tujuan yang diinginkan.
Fungsi ini merupakan fungsi terpenting dari Internet Protocol (IP). Sebagai protokol yang
bersifat connectionless, proses routing sepenuhnya ditentukan oleh jaringa. Pengirim tidak
memiliki kendali terhadap paket yang dikirimkannya untuk bisa mencapai tujuan. Router-
router pada jaringan TCP/IP sangat menentukan dalam penyampaian datagram dari penerima
ke tujuan.
D. Transport Layer
Transport layer mendefinisikan cara-cara untuk melakukan pengiriman data antara end
to end host secara handal. Transport layer menentukan bagaimana host pengirim dan host
penerima dalam membentuk sebuah sambungan sebelum kedua host tersebut berkomunikasi,
serta beberapa kedua host ini akan mengirim acknowledgment dalam sambungan satu sama
lainnya. Lapisan ini menjamin bahwa informasi yang diterima pada sisi penerima adalah sama
dengan informasi yang dikirimkan pada pengirim. Lapisan ini memiliki beberapa fungsi
terpenting antara lain :
- Flow Control
Pengiriman data yang telah dipecah menjadi paket-paket tersebut harus diatur
sedemikian rupa agar pengirim tidak sampai mengirimkan data dengan kecepatan yang melebhi
kemampuan penerima dalam menerima data.
- Error Detection
Pengirim dan penerima juga melengkapi data dengan sejumlah informasi yang bisa
digunakan untuk memeriksa data yang dikirimkan bebas dari kesalahan. Jika ditemukan
kesalahan pada paket data yang diterima, maka penerima tidak akan menerima data tersebut.
Pengirim akan mengirim ulang paket data yang mengandung kesalahan tadi. Hal ini dapat
menimbulkan delay.
Pada TCP/IP, protokol yang dipergunakan adalah Transmission Control Protocol (TCP)
atau User Datagram Protocol (UDP). TCP dipakai untuk aplikasi-aplikasi yang membutuhkan
kehandalan data, sedangkan UDP dipergunakan untuk aplikasi yang dapat membuat transfer
data menjadi lebih cepat. TCP memiliki fungsi flow control dan error detection dan bersifat
connection oriented. Pada UDP yang bersifat connectionless tidak ada mekanisme pemeriksaan
data dan flow contol, sehingga UDP disebut juga unreliable protocol. Untuk beberapa hal yang
menyangkut efesiensi dan penyederhanaan, beberapa aplikasi memilih menggunakan UDP
sebagai protokol transport.
E. Application Layer
Application layer merupakan lapisan terakhir dalam arsitektur TCP/IP yang berfungsi
mendefinisikan aplikasi-aplikasi yang diijalankan pada jaringan. Application layer adalah
bagian lapisan dari TCP/IP dimana permintaan data atau servis diproses, aplikasi pada layer ini
menunggu di port masing-masing dalam suatu antrian untuk diproses. Oleh karena itu, terdapat
banyak protokol pada lapisan ini, sesuai dengan banyaknya aplikasi TCP/IP yang dapat
dijalankan. Contohnya adalah SMTP (Simple Mail Transfer Protocol) untuk pengiriman e-
mail, FTP (File Transfer Protocol) untuk transfer file, HTTP (Hyper Text Transfer Protocol)
untuk aplikasi web, NNTP (Network News Transfer Protocol ) untuk distribusi news group.
Setiap aplikasi pada umumnya menggunakan protokol TCP dan IP, sehingga keseluruhan jenis
protokol ini dinamao dengan TCP/IP.
2.3 Perbandingan antara Model OSI dengan TCP/IP
Adapun perbedaan antara model OSI dengan model TCP/IP adalah, sebagai berikut :
- Implementasi model OSI menekankan pada penyediaan layanan transfer data yang reliable,
sementara TCP/IP memperlakukan reliability sebagai masalah end to end.
- Setiap layer pada OSI mendeteksi dan menangani kesalahan pada semua data yang
dikirimkan. Transport Layer pada OSI memeriksa reliability di source to destination.
- Pada TCP/IP, kontrol reliability dikonsentrasikan pada Transport Layer. Transport Layer
menangani semua kesalahan yang terdeteksi dan memulihkannya. Transport Layer pada
TCP/IP menggunakan checksum, acknowledgment, dan timeout untuk mengontrol transmisi
dan menyediakan verifikasi end to end.
Pada Model OSI terdapat tiga layer yang berkaitan dengan aplikasi yaitu application,
presentation, dan session layer. Sedangkan pada TCP/IP, menggabungkan application,
presentation dab session layer ke dalam satu layer (application Layer).
- Proses komunikasi di model OSI menekankan proses komuunikasi data di dalam jaringan
secara physical dan dimodelkan dalam dua layer yaitu data link dan physical layer. Sedangkan
TCP/IP menggabungkan data link dan Physical layer ke dalam satu layer network (access).
- Model OSI memiliki 7 (tujuh) layer dalam menjelaskan proses komunikasi data di dalam
jaringan. Pada TCP/IP memiiliki 5 (lima) layer dalam menjelaskan proses komunikasi data di
dalam jaringan.
- Model referensi OSI bersifat sebagai model standar yang digunakan sebagai referensi dalam
menjelaskan proses komunikasi data untuk semua vendor dan sistem. Oleh karena itu model
ini tidak memiliki protokol standar sebagai protokol komunikasi data.Sedangkan, TCP/IP
merupakan protokol komunikasi data standar pada model TCP/IP.
Gambar 23 Perbedaan Model OSI dan TCP/IP
3. PENUTUP
3.1 Kesimpulan
1. Model referensi OSI merupakan model kerangka kerja yang diterima secara global bagi
pengembangan standar yang lengkap dan terbuka.
2. TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol) adalah sekelompok protokol yang
memungkinkan terjadinya komunikasi antar komputer.
Perbedaan antara model OSI dengan model TCP/IP adalah, sebagai berikut :
1. Implementasi model OSI menekankan pada penyediaan layanan transfer data yang reliable,
sementara TCP/IP memperlakukan reliability sebagai masalah end to end.
2. Setiap layer pada OSI mendeteksi dan menangani kesalahan pada semua data yang
dikirimkan. Transport Layer pada OSI memeriksa reliability di source to destination.
3. Pada TCP/IP, kontrol reliability dikonsentrasikan pada Transport Layer. Transport Layer
menangani semua kesalahan yang terdeteksi dan memulihkannya. Transport Layer pada
TCP/IP menggunakan checksum, acknowledgment, dan timeout untuk mengontrol transmisi
dan menyediakan verifikasi end to end.
4. Pada Model OSI terdapat tiga layer yang berkaitan dengan aplikasi yaitu application,
presentation, dan session layer. Sedangkan pada TCP/IP, menggabungkan application,
presentation dab session layer ke dalam satu layer (application Layer).
5. Proses komunikasi di model OSI menekankan proses komuunikasi data di dalam jaringan
secara physical dan dimodelkan dalam dua layer yaitu data link dan physical layer. Sedangkan
TCP/IP menggabungkan data link dan Physical layer ke dalam satu layer network (access).
6. Model OSI memiliki 7 (tujuh) layer dalam menjelaskan proses komunikasi data di dalam
jaringan. Pada TCP/IP memiiliki 5 (lima) layer dalam menjelaskan proses komunikasi data di
dalam jaringan.
7. Model referensi OSI bersifat sebagai model standar yang digunakan sebagai referensi dalam
menjelaskan proses komunikasi data untuk semua vendor dan sistem. Oleh karena itu model
ini tidak memiliki protokol standar sebagai protokol komunikasi data.Sedangkan, TCP/IP
merupakan protokol komunikasi data standar pada model TCP/IP.
BAB VIII
REPRESENTASI DATA DAN LOGIKA KOMPUTER
1. Pendahuluan
1.1 Latar Belakang
Komputer mengolah data secara digital, yaitu melalui sinyal listrik yang diterimanya atau
dikirimkannya. Pada prinsipnya, komputer hanya mengenal dua arus, yaitu on atau off, besar
atau kecil, atau istilah dalam angkanya sering juga dikenal dengan 1 (satu) atau 0 (nol). Data-
data yang di-input, di-proses dan disimpan dalam komputer atau media penyimpanan
hanyalah kombinasi dari arus on atau (1) dan arus off atau (0). Kombinasi-kombinasi dari
dua hal ini kemudian diterjemahkan lagi sebelum dikeluarkan ke media output sesuai dengan
bahasa yang dapat dimengerti oleh manusia seperti huruf, gambar, suara, bahkan film-film
menarik yang ditonton dalam format digital.
Logika dalam ilmu komputer digunakan sebagai dasar dalam belajar bahasa
pemrograman, struktur data, kecerdasan buatan, teknik/ystem digital, basis data, teori
komputasi, rekayasa perangkat lunak, ystem pakar, jaringan syaraf tiruan, dan lain-lainnya
yang mempergunakan logika secara intensif.
Salah satu contoh adalah system digital, yaitu bidang ilmu yang didasari oleh logika
untuk membuat gerbang logika (logic gates) dan arsitektur komputer sebagai inti
mikroprosesor, otak komputer atau central processing unit.
1.2 Rumusan Masalah
Rumusan masalah yang akan dibahas dalam e-book ini adalah sebagai berikut:
1. Bagaimana alur dalam pemrosessan data di komputer ?
2. Jelaskan apa faktor yang mempengaruhi pemrosessan data ?
3. Jelaskan jenis-jenis tipe data !
1.3 Tujuan
Adapun tujuan dari penulisan e-book ini adalah sebagai berikut:
1. Memahami alur yang terjadi dalam pemrosessan data di komputer
2. Mengetahui apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi pemrosessan data
3. Mengetahui jenis-jenis tipe data
2. PEMBAHASAN
2.1 Alur Pemrosessan data di Komputer
Alur pemrosesan data berawal dari Input (keyboard, mouse, dsb) lalu di Proses
(Memory) dan menjadi Output (monitor, speaker, dsb). Berikut ini merupakan Bagan tentang
Alur Pemrosesan Data pada Komputer (Data Bus) :
• Origination : Proses pengumpulan data yang berupa proses pencatatan data ke
dokumen dasar
• Input : Proses memasukan data ke dalam proses komoputer melalui alat input (input
device) Processing : Proses pengolahan data dengan alat pemroses (processing device)
yang berupa proses menghitung, membandingkan, mengklasifikasikan, mengurutkan,
mengendalikan, atau mencari di storage
• Output : Proses menghasilkan output dari hasil pengolahan data dengan menggunakan
alat output (output device), yaitu berupa informasi.
• Distribution : Proses dari distribusi output kepada pihak yang berhak dan
membutuhkan informasi
2.2 Faktor yang Mempengaruhi Pemrosessan Data
Ada beberapa Faktor yang dapat mempengaruhi kecepatan pemrosesan data, antara
lain:
a) Register
- Sejumlah area memori kecil yang digunakan untuk menyimpan instruksi selama proses
berlangsung.
- Ukuran dari register (work size) sesuai dengan jumlah data yang bisa diproses dalam
satu satuan waktu.
- PC register saat ini 32 bit, artinya komputer mampu untuk memproses 4 byte data sekali
jalan. Register akan terus berkembang ke 64 bit.
b) RAM
- Ukuran RAM berpengaruh langsung pada speed.
- Semakin besar ukuran RAM pada PC akan semakin banyak data disimpan di memori.
- Jika aplikasi tidak cukup di load ke memori, maka secara bergantian dipindahkan ke
secondary storage proses ini disebut swapping.
c) CPU clock
- Satu “Tick” dari clock dibutuhkan untuk merubah transistor dari On ke Off disebut
dengan
- Clock Cycle
- Clock Cycle ukuran dalam Hertz (Hz) untuk mengukur Cycle per second. Jika
PC mempunyai kecepatan 300 Mhz, then its system clock “ticks” 300 milion times
every second.
- Jika lebih cepat PC Clock berjalan, maka semakin banyak perintah-perintah yang
dieksekusi
d) Bus / datapath
- Sebuah path diantara komponen dan komputer setiap data yang dikirimkan antar
komponen melewati path
- Lebar Bus data menentukan seberapa banyak data ditransmisikan diantara CUP dan
device lain.
- Peripheral devices are connected to the CPU by an expansion bus.
e) Cache memory
- Memory kecepatan tinggi untuk menyimpan instruksi yang akan dieksekusi oleh CPU
- Lokasi Chace langsung pada CPU diantara CPU dengan RAM sehingga lebih cepat
dibandingkan dengan RAM
- CPU Resident chace is called level-1(L1) chace. External chace is called level-2 (L2)
chace
- Kapasitas Chace memory sangat berpengaruh pada kecepatan computer. semakin
cepat, dan besar cache maka proses akan menjadi lebih cepat.
2.3 Jenis-jenis tipe data
1. Data Integer
Interger adalah data numerik yang tidak mengandung pecahan, dan disajikan dalam memori
komputer sebagai angka bulat. Data integer akan disimpan dengan ukuran 2 byte dalam
memori atau 16 bit (1 byte = 8 bit).
2. Data Real (Float)
Data tipe real merupakan data angka pecahan atau mempunyai titik desimal. Dalam sistem
komputer, bilangan real akan disimpan dalam ruang memori sebesar 4 byte atau 32 bit.
Operasi yang berlaku pada bilangan integer juga berlaku pada bilangan real.
3. Data Karakter (Char)
Data tipe karakter merupakan data berupa huruf atau kosong. Dalam memori komputer, data
karakter disimpan dalam 1 byte atau 8 bit. Dengan demikian, macam data yang dapat
disimpan adalah sebanyak 256 macam. Dengan macam data sebanyak itu, maka semua
macam karakter yang kita kenal selama ini (1 ... 9, A ... Z, a ... z) termasuk karakter simbol
khusus ($, *, &, ^, (, ), [, ], {, }, @, !, ?, %, dll) akan dapat dikodekan dan disimpan
menggunakan kombinasi 8 bit 0 dan 1, hingga seluruhnya berjumlah 256 karakter.
4. Data String
Tipe data string merupakan perluasan dari tipe data char. Suatu string adalah barisan hingga
simbol yang diambil dari himpunan karakter yang digunakan untuk membentuk string
dinamakan Alfabet.
5. Data Logika (Boolean)
Tipe data logika dikenal pula sebagai data tipe boolean, yang digunakan untuk melakukan
pengecekan suatu kondisi dalam suatu program. Tipe data logika hanya memiliki 2 macam
data yaitu “benar” (true) dan “salah” (false), biasanya dinyatakan pula sebagai 1 dan 0.
Operatornya terdiri dari : AND, OR, NOT. Dalam urutan operasi, Not mendapat prioritas
pertama, kemudian baru AND dan OR kecuali bila diberi tanda kurung. Sama halnya seperti
table logika, Nilai true dan false dapat juga dihasilkan oleh operator Relational. Operator
tersebut : < , > , ≤ , ≥ , = , <>.
3. PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Representasi data ialah cara untuk meletakan sebuah nilai dalam memory komputer.
Macam-macam representasi data ada 3 yaitu : Tipe Data, Sistem Bilangan, dan Konversi. Tipe
Data/Klasifikasi Data yaitu : (Integer, Real (Float), Boolean (Logika), Karakter (Char),
String(alfanumerik)). Representasi data yaitu lambang untuk memberi tanda bilangan biner
yang telah diperjanjikan yakni 0 (nol) untuk bilangan positif atau plus dan 1 untuk bilangan
negatif atau minus. Komputer dan data adalah dua hal saling berhubungan, tugas komputer
untuk mengambil data yang berkaitan dengan mengelola dalam berberapa cara selain itu
komputer memiliki ruang yang terbatas Memori komputer dan lainya perangkat keras memiliki
ruang banyak untuk menyimpan dan memanipulasi jumlah data tertentu. Sedangkan Gerbang
adalah suatu rangkaian elektronik yang menghasilkan sinyal output yang menghasilkan operasi
boole sederhana sebagai sinyal input-nya sebagai pembangun utama semua rangkaian digital.
Fungsi-fungsi logika diimplementasikan dengan cara menginterkoneksikan gate-gate. Gate
(gerbang) dasar pada logika dasar antara lain : AND, OR, NOT, NAND, NOR, Ex-OR, dan Ex-
NOR.
DAFTAR PUSTAKA
Amaludin, Tubagus. 2014. “Pengertian dan bagian CPU” diunduh dari
(http://tubagusamaludin.blogspot.com/2014/10/pengertian-dan-bagian-cpu.html).
Anonim. 2018. “STRUKTUR DAN FUNGSI CPU (Central Processing Unit)” diunduh dari
(https://jakiberbagi.blogspot.com/2018/07/struktur-dan-fungsi-cpu-central.html).
Nurhayati, Siti. 2011. “Pengertian CPU dan Fungsinya” diunduh dari
(http://missnuroxfordutomo.blogspot.com/2011/04/pengertian-cpu-dan-
fungsinya.html).Sejarah komputer , “https://id.wikipedia.org/wiki/Sejarah_komputer”,
(diakses 5 februari 2022)
Computer. https://en.wikipedia.org/wiki/Computer, (diakses 5 februari 2022)
Najmi,2004.”http://www.techiwarehouse.com/engine/a046ee08/Generations-of-Computer”,
(diakses 5 februari 2022)
Vangie Beal .2010. The Five Generation of Computers.
Vangie.2010.“http://www.webopedia.com/DidYouKnow/Hardware_Software/FiveGeneration
s.asp”, (diakses 5 februari 2022)
Dwiki.-. https://www.scribd.com/document/59500337/Cache-Memory. (diakses 12 februari
2022)
Gatang.2013. https://gatangandika.wordpress.com/2013/09/30/prinsip-prinsip-elemen-cache-
memory/.(diakses 12 februari 2022)
Yunita.2011.http://tha-yunita.blogspot.com/2011/04/elemen-rancangan-pada-memori-
cache.html. (diakses 12 februari 2022)
Amustofa.2016. Sejarah Perkembangan Komputer | Mas Mus (ugm.ac.id) (diakses 20
februari 2022)
Anonim.2022. Pengertian Volatile dan Non Volatile Memori, Jenis & Contoh [LENGKAP]
(gurupendidikan.co.id). (diakses 20 februari 2022)
Anggi.2017.Floppy Disk – Komputer dan Jaringan (wordpress.com). (diakses 20 februari
2022)
Anonim.-. Cakram Blu-ray (nina.az). (diakses 2 februari 2022)
A.M. Turing and R.A. Brooker (1952). Programmer's Handbook for Manchester Electronic
Computer Mark II. Universitas Manchester. (diakses 28 februari 2022)
Anonim.-.Types of Internal Memory | Types of RAM and ROM - BohatALA. (diakses 28
februari 2022)
Anonim.-.https://www.rose-hulman.edu/Class/ee/yoder/ece332/Papers/RAM
Technologies.pdf(diakses 28 februari 2022)
Nelyagusti, 2020 “INPUT DAN OUTPUT KOMPUTER. A.Pengertian I/O | by Nellyagusti |
Medium” (Diakses pada 27 Maret 2022).
Herday,2020 “Sistem I/O - Arsitektur dan Organisasi Komputer | herdaynote” (Diakses pada
27 Maret 2022)
Niko,2014 “Pengertian dan Macam-Macam Port I/O (Input / Output) - Pintar Komputer”
(Diakses 27 Maret 2022)
Mata Cyber, “Pengertian dan Macam Sistem Bilangan Komputer”, http://mata-
cyber.blogspot.com/2014/06/pengertian-sistem-bilangan-dan-macam-macam-sistem-
bilangan-komputer.html (diakses pada 24 April 2022).
Crystiana May Sari, “Macam-macam Tipe Data Dalam
Algoritma“, http://crystianamaysari.blogspot.com/2016/10/macam-macam-tipe-data-dalam-
algoritma.html (diakses pada 24 April 2022).