AKIDAH AKHLAK Listya dinar umiarti Prodi : PAI
BAB II KUNCI KERUKUNAN Dalam membina dan menjaga kerukunan ini, agama Islam mengajarkan untuk bersikap toleransi kepada orang ataupun golongan lain, meyakini persamaan derajat manusia, moderat atau bersikap wasathiyah dan memahami persaudaraan. Dan pada bab ini, kita akan mendalami keempat sikap tersebut
Toleransi (Tasāmuh) Kata tasāmuḥ diambil dari kata samaḥa berarti tenggang rasa atau toleransi. Dalam bahasa Arab sendiri tasāmuḥ berarti sama-sama berlaku baik, lemah lembut dan saling pemaaf. Dalam pengertian secara istilah, tasāmuḥ adalah sikap akhlak terpuji dalam pergaulan, di mana terdapat rasa saling menghargai antara sesama manusia dalam batasbatas yang digariskan oleh agama Islam.
Toleransi dalam Agama Islam Konsep tasāmuḥ yang ditawarkan Islam sangatlah rasional dan praktis serta tidak berbelit-belit. Yaitu dengan mengenali, menghargai,dan terbuka dengan perbedaan. Namun, apabila hubungannya dengan keyakinan dan ritual, agama Islam tidak mengenal kata kompromi. Keyakinan umat Islam kepada Allah tidak sama dengan keyakinan para penganut agama lain begitu pula dengan ritualnya. Sebagai bukti bahwa tasāmuḥ merupakan salah satu ajaran Islam adalah Allah melarang penganutnya mencela tuhan-tuhan dalam agama manapun. Tanpa larangan tersebut, manusia akan saling memperolok jika berbeda keyakinan.
Membiasakan Berperilaku Toleransi dalam Kehidupan Sehari-hari Setelah mengetahui sikap tasāmuḥ dalam Islam. Kita dituntut untuk bersikap tasāmuḥ. Sebagai contoh sikap tasāmuḥ dalam Islam yaitu, 1. Di kota Madinah, Rasulullah Saw. tidak sungkan berdampingan dengan pribumi Yahudi maupun Nasrani. 2. Ketika menaklukkan Jerussalem, khalifah Umar r.a. tidak merusak tempat tempat ibadah warga non-muslim dan pemeluknya tetap diberikan kebebasan untuk menjalankan ritual agamnya. 3. Rasulullah Saw. memberi makan seorang beragama Yahudi buta dan miskin.
Membiasakan Berperilaku Toleransi dalam Kehidupan Sehari-hari 4. Ketika ada jenazah seorang Yahudi melintas di sebelah Rasulullah Saw. dan para sahabat, Rasulullah Saw. berhenti dan berdiri. Kemudian seorang sahabat berkata, “Kenapa engkau berhenti ya Rasulullah? Padahal itu adalah jenazah orang Yahudi?” Rasulullah Saw. bersabda: “Bukankah dia juga manusia?”
Persamaan Derajat (Musāwah). Kata musāwah berasal dari kata dasar sawwā berarti meratakan, menyamaratakan. Kata musāwah secara bahasa berarti kesamaan atau ekualitas. Sedangkan secara istilah musāwah adalah sikap terpuji di mana memandang bahwa setiap manusia memiliki harkat dan martabat yang sama. Musāwah Dalam Islam
Membiasakan Berperilaku Musāwah dalam Kehidupan Sehari-hari Setelah mengetahui sikap beberapa prinsip musāwah dalam Islam. Kita dituntut untuk bersikap musāwah. Moderat (Tawasuth) Kata tawasuth berasal dari kata wasatha berarti tengah atau pertengahan. Kata tawasuth secara bahasa berarti moderat. Secara istilah tawasuth ialah sikap terpuji di mana menghindarkan perilaku atau pengungkapan yang ekstrem dan memilih sikap dengan berkecenderungan ke arah jalan tengah. Allah Swt.
Tawasuth Dalam Islam Dalam Islam, tawasuth terbagi menjadi tiga dimensi yaitu akidah, akhlak, dan syariat. 1. Dimensi akidah 2. Dimensi akhlak 3. Dimensi syariat
Membiasakan Berperilaku Tawasuth dalam Kehidupan Seharihari Setelah mengetahui sikap tawasuth dalam Islam. Kita dituntut untuk bersikap tawasuth. Hal yang perlu di perhatikan dalam penerapan tawasuth, yaitu 1. Menghindari perbuatan dan ungkapan ekstrim dalam menyebarluaskan ajaran Islam. 2. Menjauhi perilaku penghakiman terhadap seseorang karena perbedaan pemahaman. 3. Memegang prinsip persaudaraan dan toleransi dalam kehidupan bermasyarakat.
Saling Bersaudara (Ukhuwwah) Kata ukhuwwah berasal dari kata akhun berarti saudara. Kata ukhuwwah secara bahasa berarti persaudaraan. Secara istilah ukhuwwah adalah sikap terpuji di mana menumbuhkan perasaan kasih sayang, persaudaraan, kemuliaan, dan rasa saling percaya terhadap orang lain Ukhuwwah dalam Islam : Pembagian ukhuwah menjadi 4 macam, menurut quraisy assyihab
Membiasakan Berperilaku Ukhuwwah dalam Kehidupan Sehari-hari Melaksanakan saling mengenal (Ta’arruf) Melakukan proses saling memahami (Tafāhum) Bersikap tolong-menolong (Ta’āwun) Bersatu (Ta’alluf) Melaksanakan proses saling menjaga (Takāful)