The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

BAHAN AJAR PANCASILA - LUJENG LUTVIA (1)

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by lujenglutvia22, 2022-11-26 20:32:30

BAHAN AJAR PANCASILA - LUJENG LUTVIA (1)

BAHAN AJAR PANCASILA - LUJENG LUTVIA (1)

BAHAN AJAR

ELEMEN : PANCASILA

KELAS/ SEMESTER : XI/ GANJIL

Disusun Oleh
LUJENG LUTVIA, S.Pd.

PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI GURU DALAM JABATAN
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG
2022

PENDAHULUAN
Prakata

Pancasila adalah elemen yang paling penting doidalam kehifupan bernegara.
Pancasila sebagai dasar negara merupakan pondasi bagi negara dalam membangun
sebuah negara yang besar. Pancasila dijadikan tolak ukur didalam kehidupan bernegara
di Indonesia. Pancasila yang terdiri dari 5 sila yang menjadi landasan bagi rakyat
Indonesia untuk bertindak dan berbuat sesuai Pancasila. Maka implementasi dari nilai-
nilai Pancasila menjadi faktor pendorong kehidupan masyarakat yang adil dan Makmur
sesuai cita- cita negara Indonesia. Pengetahuan akan penerapan Pancasila dalam
kehidupan masyarakat sehari-hari harus dapat dipahami dan dilaksanakan oleh
seluruh warga negara Indonesia. Dengan hal itu, diperlukan suatu bahan ajar yang dapat
memberikan pemahaman akan penerapan nilai-nilai Pancasila dalam lingkungan
keluarga, sekolah dan masyarakat. Bahan ajar ini dapat membantu siswa dalam upaya
melaksanakan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Batu, 22 November 2022

Penulis

Daftar Isi

1. Pendahuluan
Prakata
Daftar isi
Deskripsi Singkat

2. Inti
A. Klasifikasi nilai-nilai pancasila
1) Nilai dasar
2) Nilai Instrumental
3) Nilai praksis
B. Nilai-nilai pancasila dalam kehidupan sehari-hari secara kontekstual

3. Penutup

A. Rangkuman

B. Tes Formatif

C. Daftar Pustaka

DESKRIPSI SINGKAT

Bahan ajar ini dibuat sebagai acuan dalam memberikan materi pembelajaran didalam modul ajar yang
dapat digunakan sebagai panduan dalam mempelajari tentang penerapan nilai-nilai Pancasila dalam
kehidupan sehari-hari.

Capaian Pembelajaran
Peserta didik mampu menganalisis kedudukan Pancasila sebagai ideologi terbuka; serta peluang dan
tantangan penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan global; peserta didik mampu menerapkan
nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Tujuan Pembelajaran
Peserta didik mampu menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

INTI

A. Klasifikasi Nilai-nilai Pancasila

IIddeeaalnl

Instrumental

Praksis

Gambar skema Nilai-Nilai Pancasila

Pancasila adalah pilar ideologis negara Indonesia. Nama ini terdiri dari dua kata dari Sanskerta:
pañca berarti lima dan śīla berarti prinsip atau asas. Pancasila merupakan rumusan dan pedoman
kehidupan berbangsa dan bernegara bagi seluruh rakyat Indonesia.
Nilai-nilai Pancasila dapat diklasifikasikan kan menjadi tiga, yaitu;
1) Nilai dasar

Nilai dengan hakikat kelima sila Pancasila, yaitu: nilai ketuhanan, nilai kemanusiaan, nilai
persatuan, nilai kerakyatan, dan nilai keadilan. Nilai-nilai dasar tersebut bersifat universal,
sehingga di dalamnya terkandung cita-cita, tujuan, serta nilai-nilai yang baik dan benar. Selain
itu, nilai ini bersifat tetap dan melekat pada kelangsungan hidup negara
2) Nilai instrumental
Pada dasarnya merupakan penjabaran dari nilai-nilai dasar yang terkandung dalam Pancasila.
Perwujudan nilai instrumental pada umumnya berbentuk ketentuan-ketentuan konstitusional
mulai dari undang-undang dasar sampai dengan peraturan daerah.
Nilai instrumental Pancasila merupakan suatu rangkaian penjabaran secara lebih kreatif dan
dinamis atas nilai dasar Pancasila. Kreatif dan dinamis yang dimaksud adalah mampu
menyesuaikan perkembangan zaman serta aspirasi masyarakat yang adadi dalamnya.
Nilai instrumental Pancasila digunakan sebagai panduan untuk mewujudkan nilai dasar dalam
Pancasila. Tanpa adanya nilai instrumental, nilai dasar Pancasila akan sangat sulit untuk
diterapkan dalam kehidupan berbangsa karena maknanya terlalu luas.
Ketika nilai instrumental dikaitkan dengan perilaku manusia, maka hasilnya berupa nilai dan
norma yang berlaku. Namun, jika nilai instrumental dikaitkan dengan kenegaraan, hasilnya akan
berupa undang-undang, garis besar haluan negara, ataupun strategi lain yang bersumber dari
nilai dasar Pancasila.
3) Nilai praksis
Pada hakikatnya merupakan perwujudan dari nilai-nilai instrumental. Dengan kata lain, nilai
praksis merupakan realisasi dari ketentuan-ketentuan yang termuat dalam peraturan perundang-
undangan yang terwujud dalam sikap dan tindakan sehari-hari. Nilai praksis Pancasila senantiasa
berkembang dan selalu dapat dilakukan perubahan dan perbaikan sesuai perkembangan zaman
dan aspirasi masyarakat. Hal tersebut dikarenakan Pancasila sebagai ideologi yang terbuka. Oleh

sebab itu, setiap warga negara harus menunjukkan sikap positif dalam kehidupan sehari-hari.

Adapun sikap positif tersebut di antaranya dapat lihat dalam tabel di bawah ini:

No Sila Pancasila Sikap yang Di tunjukkan

1 Ketuhanan Yang Maha a. Hormat-menghormati dan bekerja sama antarumat
Esa beragama sehingga terbina kerukunan hidup.

b. Saling menghormati kebebasan beribadah sesuai dengan

agama dan kepercayaannya.

c. Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan kepada

orang lain.

2 Kemanusian yang Adil a. Mengakui persamaan derajat, hak dan kewajibanantara

dan Beradab sesama manusia.

b. Saling mencintai sesama manusia.

c. Tenggang rasa kepada orang lain.

d. Tidak semena-mena kepada orang lain.

e. Menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.

f. Berani membela kebenaran dan keadilan.

g. Hormat-menghormati dan bekerja sama denganbangsa

lain

3 Persatuan Indonesia a. Menempatkan persatuan, kesatuan, kepentingan, dan
keselamatan bangsa dan negara di atas kepentingan
pribadi atau golongan.

b. Rela berkorban untuk kepentingan bangsa dannegara
Cinta tanah air dan bangsa.

c. Bangga sebagai Bangsa Indonesia dan ber-TanahAir
Indonesia.

d. Memajukan pergaulan demi persatuan dan
kesatuan bangsa yang ber-Bhinneka Tunggal Ika.

4 Kerakyatan yang a. Mengutamakan kepentingan negara danmasyarakat. Tidak

Dipimpin oleh Hikmat memaksakan kehendak kepadaorang lain.

Kebijaksanaan dalam b. Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan

Permusyawaratan/ untuk kepentingan bersama.

Perwakilan c. Menerima dan melaksanakan setiap keputusan

musyawarah.

d. Mempertanggungjawabkan setiap keputusan musyawarah

secara moral kepada Tuhan Yang Maha Esa

5 Keadilan Sosial bagi a. Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban.

Seluruh Rakyat b. Menghormati hak-hak orang lain.

Indonesia c. Suka memberi pertolongan kepada orang lain.

d. Menjauhi sikap pemerasan kepada orang lain.

e. Menjauhi sifat boros dan gaya hidup mewah.

f. Rela bekerja keras.

g. Menghargai hasil karya orang lain

B. Nilai-nilai Pancasila dalam Kehidupan sehari-hari secara kontekstual

Pengertian kontekstual adalah Kontekstualisme menggambarkan kumpulan pandangan dalam
filsafat yang menekankan konteks di mana sebuah tindakan, ucapan, atau ungkapan terjadi, dan
berpendapat bahwa, dalam beberapa hal penting, baik itu tindakan, ucapan, atau ungkapan hanya

dapat dipahami relatif terhadap konteks itu.
Dinamika dalam mengaktualisasikan nilai Pancasila ke dalam kehidupan bermasyarakat,

berbangsa, dan benegara adalah suatu keniscayaan, agar Pancasila tetapselalu relevan dalam fungsinya
memberikan pedoman bagi pengambilan kebijaksanaan dan pemecahan masalah dalam kehidupan
berbangsa dan bernegara. Agar loyalitas warga masyarakat dan warganegara terhadap Pancasila
tetap tinggi. Di lain pihak, apatisme dan resistensi terhadap Pancasila bisa diminimalisir. Substansi
dari adanya dinamika dalam aktualisasi nilai Pancasila dalam kehidupan praksis adalah selalu
terjadinya perubahan dan pembaharuan dalam mentransformasikan nilai Pancasila ke dalam norma
dan praktik hidup dengan menjaga konsistensi, relevansi, dan kontekstualisasinya. Sedangkan
perubahan dan pembaharuan yang berkesinambungan terjadi apabila ada dinamika internal (self-
renewal) dan penyerapan terhadap nilai-nilai asing yang relevan untuk pengembangan dan
penggayaan ideologi Pancasila.Muara dari semua upaya perubahan dan pembaharuan dalam
mengaktualisasikan nilai Pancasila adalah terjaganya akseptabilitas dan kredibilitas Pancasila oleh
warganegaradan wargamasyarakat Indonesia.

Pancasila merupakan rangkaian kesatuan dan kebulatan yang tidak terpisahkan. Hal ini karena
setiap sila pada Pancasila mengandung empat sila lainnya. Kedudukan dari masing-masing sila
tersebut tidak dapat ditukar tempatnya atau dipindah-pindahkan. Hal ini sesuai dengan susunan sila
yang bersifat sistematik-hierarkis, yang berarti bahwa kelima sila dalam Pancasila menunjukkan
suatu rangkaian urutan yang bertingkat. Di mana setiap sila memiliki tempatnya sendiri di dalam
rangkaian susunankesatuan, sehingga tidak dapat dipindahkan.

Setiap sila pada Pancasila mengandung empat sila lainnya, itulah mengapa Pancasila merupakan
rangkaian kesatuan dan kebulatan yang tidak terpisahkan. Kedudukan dari masing-masing sila tidak
dapat ditukar tempatnya atau dipindah- pindahkan. Hal ini sesuai dengan susunan sila yang bersifat
sistematik-hierarkis,artinya kelima sila dalam Pancasila menunjukkan suatu rangkaian urutan yang
bertingkat. Setiap sila memiliki tempatnya sendiri di dalam rangkaian susunan kesatuan, sehingga
tidak dapat dipindahkan.

Jika ditinjau dari segi pelaksanaan nilai yang dianut, maka sesungguhnya pada nilai
praksislah ditentukan tegak atau tidaknya nilai dasar dan nilai instrumental itu

Bagi suatu ideologi, yang paling penting adalah bukti pengamalannya atau aktualisasinya dalam
kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara secara kontekstual. Ideologi Pancasila perlu
dijabarkan secara rasional dan kritis agar membuka iklim hidup yang bebas dan rasional pula.
Konsekuensinya, bahwa Pancasila harus bersifat terbuka. Artinya, peka terhadap perubahan yang
terjadi dalam kehidupan manusia dantidak menutup diri terhadap nilai dan pemikiran dari luar yang
memang diakui menunjukkan arti dan makna yang positif bagi pembinaan budaya bangsa, sehingga
dengan demikian menganggap proses akulturasi sebagai gejala wajar.

Dengan begitu ideologi Pancasila akan menunjukkan sifatnya yang dinamik, yaitu memiliki
kesediaanuntuk mengadakan pembaharuan yang berguna bagi perkembangan pribadi manusia dan
masyarakat. Untuk menghadapi tantangan masa depan perlu didorong pengembangan nilai-nilai
Pancasila secara kreatif dan dinamik. Kreativitas dalam konteks ini dapat diartikan sebagai
kemampuan untuk menyeleksi nilai-nilai baru dan mencari alternatif bagi pemecahan
masalahmasalah politik, sosial, budaya, ekonomi, dan pertahanan keamanan.

PENUTUP

A. Rangkuman
Pancasila adalah pilar ideologis negara Indonesia. Nama ini terdiri dari dua kata dari Sanskerta:
pañca berarti lima dan śīla berarti prinsip atau asas. Pancasila merupakan rumusan dan
pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara bagi seluruh rakyat Indonesia. Nilai-nilai
Pancasila dapat diklasifikasikan kan menjadi tiga yaitu nilai dasar, intrumental dan nilai praksis.

Jika ditinjau dari segi pelaksanaan nilai yang dianut, maka sesungguhnya pada nilai praksislah
ditentukan tegak atau tidaknya nilai dasar dan nilai instrumental itu

Bagi suatu ideologi, yang paling penting adalah bukti pengamalannya atau aktualisasinya dalam
kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara secara kontekstual. Ideologi Pancasila perlu
dijabarkan secara rasional dan kritis agar membuka iklim hidup yang bebas dan rasional pula.
Konsekuensinya, bahwa Pancasila harus bersifat terbuka. Artinya, peka terhadap perubahan yang
terjadi dalam kehidupan manusia dantidak menutup diri terhadap nilai dan pemikiran dari luar yang
memang diakui menunjukkan arti dan makna yang positif bagi pembinaan budaya bangsa, sehingga
dengan demikian menganggap proses akulturasi sebagai gejala wajar.

Dengan begitu ideologi Pancasila akan menunjukkan sifatnya yang dinamik, yaitu memiliki
kesediaanuntuk mengadakan pembaharuan yang berguna bagi perkembangan pribadi manusia dan
masyarakat. Untuk menghadapi tantangan masa depan perlu didorong pengembangan nilai-nilai
Pancasila secara kreatif dan dinamik. Kreativitas dalam konteks ini dapat diartikan sebagai
kemampuan untuk menyeleksi nilai-nilai baru dan mencari alternatif bagi pemecahan
masalahmasalah politik, sosial, budaya, ekonomi, dan pertahanan keamanan.

B. TES FORMATIF
Setelah melakukan diskusi kelompok di dalam kelas, peserta didik menjawab pertanyaan sebagai
berikut:

1. Nilai apa saja yang terkandung dalam sila-sila pancasila?
2. Bagaimana penerapan nilai pancasila itu dalam kehidupan?
3. Berikan contoh sikap yang telah kalian lakukan yang membuktikan bahwa nilai-nilai pancasila

telah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari?

C. DAFTAR PUSTAKA

Abdul Waidi, dkk, 2021, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan kelas XI, Jakarta, Puskurbuk

Yuyus Kardiman, dkk, 2016, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan untuk SMA kelas XI,
Jakarta, Erlangga


Click to View FlipBook Version