The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

PEDOMAN TEKNIS PELAKSANAAN DBD 2020 FIx 10012020

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by abufathan1587, 2020-11-19 01:23:33

PEDOMAN TEKNIS PELAKSANAAN DBD 2020 FIx 10012020

PEDOMAN TEKNIS PELAKSANAAN DBD 2020 FIx 10012020

PEDOMAN TEKNIS PEMILIHAN DAN PELAKSANAAN
KEGIATAN DUTA BACA DAERAH, DUTA BACA PELAJAR DAN

BUNDA BACA/BUNDA LITERASI

PERPUSTAKAAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA
TAHUN 2020



Perpustakaan Nasional RI. Data Katalog dalam Terbitan (KDT)
Pedoman Teknis Pemilihan dan Pelaksanaan Kegiatan Duta Baca
Daerah, Duta Baca Pelajar dan Bunda Baca/Bunda Literasi / Tim
Penyusun, Nani Suryani …. [et al.]. – Jakarta : Perpustakaan
Nasional Ri, 2020
54 hlm. ; 21 x 29.5cm

ISBN 978-623-200-270-8

1. Minat Baca – Buku pegangan, pedoman, dsb. I. Nani
Suryani. II. Perpustakaan Nasional

028.9

TIM PENYUSUN

PEDOMAN TEKNIS PEMILIHAN DAN PELAKSANAAN KEGIATAN DUTA BACA
DAERAH, DUTA BACA PELAJAR DAN BUNDA BACA/BUNDA LITERASI, TAHUN 2020

Pengarah : 1. Kepala Perpustakaan Nasional RI
Penanggung Jawab 2. Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan
Ketua
Narasumber : Kepala Pusat Pengembangan Perpustakaan
Tim Penyusun dan Pengkajian Minat Baca

: Kepala Bidang pengkajian dan Pemasyarakatan
Minat Baca

: 1. Drs. Bambang Supriyo Utomo, M.Lib

2. Drs. Supriyanto, M.Si

:

1. Dra. Nani Suryani, M.Si
2. Rio Anas Bahtiar, S.I. Pust
3. Josan Kusuma, S.Hum
4. Rizki Agung Gumilar, S. I.Pus
5. Andri Dwi Nuryanto, S.I.Pust

Diterbitkan : Perpustakaan Nasional RI



KATA PENGANTAR

Pemerintah pusat dan pemerintah daerah secara berkesinambungan dan sinergi melakukan
berbagai upaya bersama-sama untuk peningkatan Pembudayaan Kegemaran Membaca
(PKM) di masyarakat dilakukan dengan cara-cara yang beragam dan bervariatif. Salah
satunya dengan melaksanakan kampanye atau sosialisasi Pembudayaan Kegemaran
Membaca dengan menampilkan Public figure / idola yang disebut Duta Baca Indonesia di
lingkup nasional dan Duta Baca Daerah atau sejenisnya di lingkup Daerah. Duta Baca
Daerah, Bunda Baca/Bunda Literasi dan Duta Baca Pelajar, untuk selanjutnya disebut Duta
Baca.
Respon masyarakat terhadap program Duta Baca Indonesia dan Duta Baca Daerah selama
ini dirasa sangat baik dalam peningkatan Pembudayaan Kegemaran Membaca masyarakat
Indonesia. Program Duta Baca Indonesia dan Duta Baca Daerah dianggap mampu
memberikan inspiratif bagi masyarakat untuk meningkatkan kegemaran membaca dengan
mendayagunakan perpustakaan baik di tingkat pusat maupun di berbagai daerah.

Untuk itu maka disusunlah buku Pedoman Teknis Pemilihan dan Pelaksanaan Kegiatan
Duta Baca di daerah dengan tujuan menyediakan panduan / acuan agar :

1. Tindakan para penyelenggara kegiatan Pemilihan Duta Baca di daerah dapat berjalan
selaras dan sinergi ke arah pencapaian terpilihnya Duta Baca yang diinginkan, sesuai
standar yang telah ditentukan. Dampaknya kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar
dan efektif sesuai dengan apa yang ditetapkan;

2. Kegiatan pemilihan / seleksi Calon Duta Baca ini dapat diketahui dan diikuti secara luas
oleh masyarakat, sehingga penyelenggaraannya dapat berjalan secara objektif,
transparan dan lebih professional serta akuntabel;

3. Masyarakat umum mempunyai rasa ikut memiliki atau sense of belonging terhadap
seorang Duta Baca di wilayahnya sehingga masyarakat semakin menyadari kehadiran
seorang Duta Baca dalam pengembangan Pembudayaan Kegemaran Membaca;

4. Seorang Duta Baca yang terpilih mempunyai arah dan gerak yang jelas dalam
penyelarasan terhadap program Pembudayaan Kegemaran Membaca di tingkat
Nasional, sehingga visi dan misi Perpustakaan Nasional Republik Indonesia mampu
terwakili dalam seorang Duta Baca di daerah.

i

5. Tersusun sebuah Pedoman Teknis Pelaksanaan Pemilihan Duta Baca yang memuat
mengenai kriteria yang diinginkan dari seorang Duta Baca, sehingga pelaksanaan
kegiatan tingkat Daerah dapat terlaksana dengan baik.

Keberhasilan pelaksanaan kegiatan pemilihan Calon Duta Baca di daerah Daerah ini juga
tidak akan lepas dari dukungan dan kerjasama pihak terkait, terutama Dinas Perpustakaan
Provinsi, Dinas Perpustakaan Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia dalam rangka
menyamakan pengertian, persepsi, pola pikir yang disesuaikan dengan kebutuhan dan
kearifan lokal masing-masing daerah.
Perpustakaan Nasional Republik Indonesia sebagai Lembaga Pemerintah Non Kementerian
yang mengurusi Bidang Perpustakaan mengucapkan terimakasih atas perhatian dan
kerjasamanya, semoga kita semua dapat melaksanakan tanggung jawab ini dengan sebaik-
baiknya dan meraih keberhasilan yang nyata. Semoga pedoman ini dapat bermanfaat dan
dijadikan referensi bagi pemerintah daerah baik provinsi maupun kabupaten / kota dalam
melaksanakan pemilihan duta baca di daerahnya masing-masing, Amin.

Jakarta, 27 Januari 2020
Kepala Perpustakaan Nasional RI

Muhammad Syarif Bando

.

ii

DAFTAR ISI

Halaman

KATA PENGANTAR ....................................................................................................... i

DAFTAR ISI ...................................................................................................................... iii

BAB l PENDAHULUAN ............................................................................................... 1
A. Latar Belakang ................................................................................................ 1
B. Dasar Hukum .................................................................................................. 3
C. Tujuan ............................................................................................................. 4
D. Sasaran Kegiatan ............................................................................................ 5
E. Sumber dan Alokasi Dana ............................................................................... 5
F. Lingkup Kegiatan ............................................................................................ 6
G. Indikator Keberhasilan .................................................................................... 7

BAB II STRATEGI PEMBUDAYAAN KEGEMARAN MEMBACA MELALUI
PROGRAM DUTA BACA DAERAH, DUTA BACA PELAJAR DAN
BUNDA BACA/BUNDA LITERASI ................................................................. 8
A. Kegiatan Pemilihan Duta Baca Daerah .......................................................... 8
B. Jenis Duta Baca ............................................................................................... 9
1. Duta Baca Indonesia ................................................................................... 10
2. Duta Baca Daerah ....................................................................................... 10
3. Duta Baca Pelajar ........................................................................................ 12
a. Duta Baca Anak ...................................................................................... 12
b. Duta Baca Remaja .................................................................................. 13
4. Bunda Baca/Bunda Literasi ........................................................................ 14

BAB III ORGANISASI PENYELENGGARA PEMBUDAYAAN KEGEMARAN
MEMBACA MELALUI KEGIATAN DUTA BACA DI DAERAH ............... 15
A. Panitia Penyelenggara ..................................................................................... 15
B. Tim Seleksi ..................................................................................................... 18
C. Sekretariat Panitia ........................................................................................... 19

BAB IV MEKANISME PEMILIHAN DUTA BACA (DUTA BACA DAERAH,
DUTA BACA PELAJAR DAN BUNDA BACA/BUNDA LITERASI) ......... 20

A. Kriteria Pemilihan Calon Duta Baca .............................................................. 20
B. Mekanisme Pelaksanaan Kegiatan Pemilihan Calon Duta Baca .................. 24
BAB V PROGRAM KERJA DUTA BACA (DUTA BACA DAERAH,
DUTA BACA PELAJAR DAN BUNDA BACA/BUNDA LITERASI) ............ 27
A. Program Duta Baca Di Daerah ....................................................................... 27
B. Pelaksanaan Kerja Duta Baca Di Daerah ........................................................ 28
C. Strategi Pelaksanaan Kegiatan ........................................................................ 28
D. Kewajiban Dan Tanggung Jawab Duta Baca Di Daerah ................................ 29
C. Dana Dukungan Kegiatan Duta Baca Di Daerah ............................................ 33

iii

BAB VI PENUTUP .......................................................................................................... 35
LAMPIRAN ....................................................................................................................... 36

1. Model Form 1 Pendaftaran Biodata Calon Duta Baca ............................................ 37
2. Model Form Pembobotan Calon Duta Baca ........................................................... 38
3. Model Form Rekapitulasi Audiensi Dengan Calon Duta Baca .............................. 39
4. Model Form Panduan Wawancara Calon Duta Baca ............................................. 40
5. Draf SK Gubenur/Bupati/walikota tentang Duta Baca Daerah ............................. 41
6. Draf Nota Kesepahaman Antara Dinas Perpustakaan Provinsi/Kabupaten/Kota

dengan Duta Baca Daerah Tentang Pembudayaan Kegemaran Membaca
di Provinsi/Kabupaten/Kota .................................................................................... 43
7. Tata Cara Pengukuhan Duta Baca Daerah/Bunda Baca/Bunda Literasi
dan Duta Baca Pelajar ............................................................................................. 46
8. Draf Naskah Pengukuhan Duta Baca Daerah/Bunda Baca/Bunda Literasi ............ 47
9. Contoh Dokumentasi Pengukuhan Duta Baca Daerah/Bunda Baca/Bunda Literasi
dan Duta Baca Pelajar ............................................................................................. 48

iv

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Perpustakaan Nasional menurut Undang-undang Nomor 43 Tahun 2007 adalah Lembaga
Pemerintah Non Departemen Kementerian (LPNK) yang melaksanakan tugas
pemerintahan dalam bidang perpustakaan yang berfungsi sebagai perpustakaan pembina,
perpustakaan rujukan, perpustakaan deposit, perpustakaan penelitian, perpustakaan
pelestarian, dan pusat jejaring perpustakaan, serta berkedudukan di ibukota negara.
Dikehendaki pada Pasal 21 Ayat (3 butir c) Perpustakaan Nasional RI melakukan
promosi perpustakaan dan gemar membaca dalam rangka mewujudkan masyarakat
pembelajar sepanjang hayat. Dalam kerangka pelaksanaan promosi dan gemar membaca,
Pemerintah dan pemerintah daerah memfasilitasi dan mendorong Pembudayaan
Kegemaran Membaca sebagaimana diatur dalam Pasal 48 ayat (1) sampai dengan ayat
(4) dengan menyediakan bahan bacaan bermutu, murah, dan terjangkau serta
menyediakan sarana dan prasarana perpustakaan yang mudah diakses, selengkapnya
sebagai berikut: (1) Pembudayaan Kegemaran Membaca dilakukan melalui keluarga,
satuan pendidikan, dan masyarakat; (2) Pembudayaan kegemaran membaca pada
keluarga difasilitasi oleh Pemerintah dan pemerintah daerah melalui buku murah dan
berkualitas; (3) Pembudayaan Kegemaran Membaca pada satuan pendidikan dilakukan
dengan mengembangkan dan memanfaatkan perpustakaan sebagai proses pembelajaran;
(4) Pembudayaan Kegemaran Membaca pada masyarakat dilakukan melalui penyediaan
sarana perpustakaan di tempat-tempat umum yang mudah dijangkau, murah, dan
bermutu.

Lebih lanjut pada Pasal 51 yang menyebutkan bahwa peningkatan Pembudayaan
Kegemaran Membaca perlu dilakukan melalui “Gerakan Nasional Gemar Membaca”,
Pemerintah melalui Perpustakaan Nasional mengembangkan program strategis dan
memfungsikan diri sebagai pembina gerakan nasional masyarakat gemar membaca
melalui pendayagunaan perpustakaan. Dari tugas dan tanggung jawab di atas, salah satu
langkah strategis Perpustakaan Nasional RI sejak tahun 2006 mengangkat seorang Duta
Baca Indonesia sebagai motivator, inspirator dan Figure keteladanan/role model
masyarakat Indonesia dalam aspek minat baca dan kegemaran membaca.

1

Tindak lanjut di atas Perpustakaan Nasional sebagai perpustakaan pembina semua jenis
perpustakaan dalam kerangka pembudayaan kegemaran membaca sebagaimana
dikehendaki Peratutan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2014 khususnya Bab VII Pasal 74
mengembangkan strategi-strategi yang efektif dan berdampak luas, meliputi
Pembudayaan kegemaran membaca dilakukan melalui: a) gerakan nasional gemar
membaca; b) penyediaan buku murah dan berkualitas; c) pengembangan dan
pemanfaatan perpustakaan sebagai proses pembelajaran; d) penyediaan sarana
perpustakaan di tempat umum yang mudah dijangkau, murah, dan bermutu; e) taman
bacaan masyarakat; f) rumah baca; dan/atau g. kegiatan sejenis lainnya.

Selanjutnya Perpustakaan Nasional mengembangkan strategi promosi Pembudayaan
Kegemaran Membaca di daerah melalui gerakan nasional gemar membaca. Bentuk
kegiatan yang diambil adalah dukungan kegiatan penyelenggaraan Duta Baca di daerah
sebagai penguatan keberadaan Duta Baca Indonesia. Langkah ini diambil mengingat
sifat paternalistik dari masyarakat Indonesia yang membutuhkan keteladanan atau
rolemodel. Kesemua ini membutuhkan strategi promosi Pengembangan Pembudayaan
Kegemaran membaca yang efektif dan mudah diterima masyarakat. Melalui seorang
yang mampu menjadi panutan dan motor penggerak dalam kebiasaan membaca yang
berorientasi pada keunikan dan karakteristik daerah/kearifan lokal masing-masing, yang
didukung adanya pola layanan perpustakaan prima yang efektif, dinamis dan kreatif
untuk mempercepat tumbuhnya budaya masyarakat gemar membaca dan belajar
sepanjang hayat. Karena itu keberadaan Duta Baca Indonesia maupun daerah diperlukan
untuk memperkuat dan mempercepat tercapainya masyarakat Indonesia berbudaya
gemar membaca dan berkunjung serta memanfaatkan perpustakaan sehingga
menghasilkan masyarakat “merdeka belajar”. Disamping itu keberadaan Duta Baca
diharapkan dapat menjadi inspirasi masyarakat dan motivator atau “guru penggerak”
Gerakan Pembudayaan Kegemaran membaca di masing-masing daerah.

Untuk melaksanakan program tersebut secara sinergis, efektif dan optimal terhadap
kebijakan nasional diperlukan adanya sebuah Pedoman yang merupakan Petunjuk
Teknis Pelaksanaan Pemilihan Duta Baca atau sejenisnya di Daerah. Tujuan pedoman
ini sebagai:

1. Bahan acuan daerah dalam penyamaan persepsi, pola pikir dan sinergitas dalam
penyusunan program dan pelaksanaan kampanye Pembudayaan Kegemaran
Membaca di setiap daerah;

2

2. Pedoman pelaksanaan aspek administrasi dan teknis pelaksanaan kegiatan
pendayagunaan Duta Baca agar berjalan tertib dan lancar sesuai dengan peran, tujuan
dan tanggung jawab masing-masing daerah;

3. Pelaksanaan Duta Baca Daerah di daerah Provinsi dapat dikembangkan dan
ditingkatkan ke daerah yang lebih spesifik seperti daerah Kabupaten/Kota.

B. Dasar Hukum
Dasar hukum pelaksanaan Kegiatan Dukungan Duta Baca sebagai berikut:
1. Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945;
2. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional
(Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4301);
3. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara
Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor
4438);
4. Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 129, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 4774);
5. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran
Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 244, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 5587) sebagaimana telah diubah beberapa kali, terakhir
dengan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua atas
Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran
Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 58, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 5679);
6. Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa; (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2014 Nomor 7)
7. Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2018 Tentang Serah Simpan Karya Cetak dan
Karya Rekam (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2018 Nomor 265)
8. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 41)
9. Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2014 tentang Pelaksanaan Undang-Undang
Nomor 43 Tahun 2007 Tentang Perpustakaan; (Lembaran Negara Republik

3

Indonesia Tahun 2014 Nomor 76, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia
Nomor 5531);
10. Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah; (Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 114)
11. Keputusan Presiden Nomor 103 Tahun 2001 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi,
Kewenangan, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Lembaga Pemerintah Non
Kementerian sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan
Presiden Nomor 145 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedelapan atas Keputusan
Presiden Nomor 103 Tahun 2001 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Kewenangan,
Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Lembaga Pemerintah Non Kementerian
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 322);
12. Keputusan Kepala Perpustakaan Nasional Nomor 3 Tahun 2001 tentang Organisasi
dan Tata Kerja Perpustakaan Nasional sebagaimana telah diubah dengan Peraturan
Kepala Perpustakaan Nasional Nomor 1 Tahun 2012 tentang Perubahan atas
Keputusan Kepala Perpustakaan Nasional Nomor 3 Tahun 2001 tentang Organisasi
dan Tata Kerja Perpustakaan Nasional;
13. Peraturan Kepala Perpustakaan Nasional RI Nomor 12 Tahun 2016 Tentang
Pelimpahan Urusan Pemerintahan Perpustakaan Nasional Kepada Gubernur Sebagai
Wakil Pemerintah Dalam Rangka Penyelenggaraan Dekonsentrasi Tahun Anggaran
2017;
14. Peraturan Kepala Perpustakaan Nasional Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2014
tentang Penghargaan Gerakan Pembudayaan Kegemaran Membaca.

C. Tujuan
Pedoman Teknis Pemilihan Duta Baca atau sejenisnya di Daerah, yang meliputi antara
lain: Duta Baca Daerah dan Bunda Baca/Bunda Literasi (Provinsi/Kabupaten/Kota),
serta Duta Baca Pelajar yang meliputi Duta Baca Anak dan Duta Baca Remaja
(Kabupaten/Kota) dan sejenisnya ini ditujukan untuk memberikan acuan dan petunjuk
dalam pemilihan dan pelaksanaan kegiatan Duta Baca di wilayah masing-masing.
Dengan pedoman ini diharapkan tercipta sinkronisasi, keselarasan dan sinergitas
kegiatan pembudayaan kegemaran membaca di wilayah Indonesia. Dari pedoman ini
daerah dapat menyelenggarakan kegiatan secara mandiri dan inovatif serta mengangkat
budaya lokal sesuai dengan kebutuhan pengembangan daerah masing-masing, namun
tetap selaras dan sinergi dengan kebijakan nasional.

4

Pedoman teknis Pemilihan Duta Baca Daerah, Duta Baca Pelajar dan Bunda Baca/Bunda
Literasi, ini bertujuan untuk:

1. Memberikan kebebasan daerah untuk berinovasi, mengembangkan dan melaksanakan
kegiatan pemilihan Duta Baca sesuai kondisi dan karakteristik daerah masing-masing,
serta selaras dan sinergi dengan kebijakan nasional;

2. Mencapai kesamaan dalam pelaksanaan program pembudayaan kegemaran membaca
dalam rangka membangun Indonesia maju dan unggul melalui masyarakat gemar
membaca, cerdas, inovatif, produktif dan kompetitif;

3. Menjamin tercapainya sasaran pembudayaan kegemaran membaca pada indeks
kegemaran membaca yang signifikan;

D. Sasaran Kegiatan
Sasaran penyusunan Pedoman teknis pemilihan Duta Baca Daerah, Duta Baca Pelajar
dan Bunda Baca/Bunda Literasi adalah:

1. Tercapainya target kegiatan promosi pembudayaan kegemaran membaca secara
nasional maupun daerah dalam mendukung peningkatan indeks kegemaran membaca
dan indeks literasi nasional maupun daerah;

2. Terwujudnya koordinasi dan sinergitas penyelenggaraan kegiatan promosi
pembudayaan kegemaran membaca baik di pusat maupun di daerah;

3. Terwujudnya keterpaduan Gerakan Nasional Gemar Membaca di daerah secara
sinergi, merata dan proporsional melalui Duta Baca;

4. Terwujudnya pembinaan dan pengembangan kegiatan pembudayaan kegemaran
membaca secara merata dan proporsional di masing-masing daerah di Indonesia.

E. Sumber dan Alokasi Dana
Sumber dana Kegiatan Dukungan Duta Baca Daerah, Duta Baca Pelajar dan Bunda
Baca/Bunda Literasi berasal dari anggaran Pusat (APBN), anggaran daerah (APBD)
atau sumber dana lain yang tidak mengikat serta dapat dipertanggungjawabkan
menurut peraturan perundang-undangan yang ada. Dalam hal pendanaan bersumber
dari APBN, penggunaan dana dekonsentrasi harus dimanfaatkan secara optimal,
efektif dan dapat dipertanggungjawabkan sesuai ketentuan yang diberikan
Perpustakaan Nasional. Dana yang ada dialokasikan untuk kegiatan antara lain:
1. Kepanitiaan pemilihan Duta Baca di daerah;

5

2. Kegiatan promosi Pembudayaan Kegemaran Membaca;
3. Kegiatan evaluasi melalui kajian dan review hasil kegiatan.
Kebutuhan anggaran yang tidak sesuai dengan ketentuan diatas, daerah perlu
berusaha untuk mendapatkan dana kemitraan/pendampingan yang dapat
dipertanggung jawabkan dan bersifat tidak mengikat.

F. Lingkup Kegiatan
Kegiatan ini mencakup proses pemilihan, memilih dan menetapkan Duta Baca di daerah
yang mampu memahami dan melaksanakan kegiatan Pembudayaan Kegemaran
Membaca menindaklanjuti sasaran utama dan strategis Perputakaan Nasional dalam
mewujudkan Indonesia maju dan unggul melalui masyarakat berbudaya gemar membaca
dan pendayagunaan perpustakaan. Duta Baca Daerah, Duta Baca Pelajar dan Bunda
Baca/Bunda Literasi harus mampu memahami sasaran utama dan strategis Perpustakaan
Nasional maupun daerah dalam membangun minat baca dan menumbuhkembangkan
budaya membaca melalui perpustakaan. Kegiatan pembudayaan kegemaran membaca
melalui Duta Baca (Duta Baca Daerah, Duta Baca Pelajar dan Bunda Baca/Bunda
Literasi) meliputi:
1. Membentuk panitia penyelenggara kegiatan pemilihan Duta Baca;
2. Membentuk tim seleksi pemilihan Duta Baca;
3. Menetapkan rumusan kriteria dan persyaratan calon Duta Baca;
4. Mensosialisasikan kegiatan Pembudayaan Kegemaran Membaca melalui pemilihan
Duta Baca dan mengumumkan melalui berbagai media untuk pencarian
kandidat/bakal calon Duta Baca Daerah, Duta Baca Pelajar dan Bunda Baca/Bunda
Literasi;
5. Menyeleksi peserta calon Duta Baca yang memenuhi persyaratan;
6. Untuk calon Duta Baca Daerah, Duta Baca Pelajar selanjutnya dievaluasi dan dipilih
5 orang bakal calon Duta Baca, melalui tahapan seleksi:
a. Masing-masing calon memberikan paparan singkat tentang visi misi serta
program yang ditawarkan;
b. Melakukan diskusi dan wawancara (interview) kepada masing-masing calon
untuk menanyakan pandangan dan pokok-pokok pikiran serta kesanggupan bakal
calon terpilih;

6

c. Memilih dan menetapkan masing-masing 1 (satu) calon Duta Baca terbaik yang
memiliki kemampuan, kesanggupan dan tanggung jawab sebagai Duta Baca serta
memiliki citra positif dan konstruktif di masyarakat;

d. Calon Duta Baca tersebut ditetapkan oleh Kepala Daerah/pimpinan lembaga
melalui Keputusan/Peraturan Gubernur/Bupati/Walikota atau yang ditunjuk.

7. Untuk Bunda Baca/Bunda Literasi satu dan lain hal tidak dilaksanakan pemilihan
seperti halnya pada Duta Baca Daerah atau Duta Baca Pelajar melainkan berdasarkan
penunjukan. Dengan pertimbangan yang bersangkutan sebagai pejabat publik, tokoh
masyarakat, memiliki kepedulian yang tinggi terhadap dunia “Buku” dan sejenisnya.

8. Melakukan deklarasi atau pengukuhan Duta Baca Daerah, Duta Baca Pelajar dan
Bunda Baca/Bunda Literasi untuk periode tertentu sebagai awal pengabdian sebagai
Duta Baca (bedasarkan Keputusan/Peraturan Kepala Daerah atau yang ditunjuk).

G. Indikator Keberhasilan
Indikator keberhasilan kegiatan Pemilihan Duta Baca Daerah, Duta Baca Pelajar dan
Bunda Baca/Bunda Literasi adalah sebagai berikut:

1. Terpilihnya Duta Baca Daerah, Duta Baca Pelajar dan Bunda Baca/Bunda Literasi
yang kompeten, aktif dan dinamis serta mampu diteladani dan menginspirasi
masyarakat daerah dalam peningkatan minat baca masyarakat serta budaya
kegemaran membaca Indonesia, khususnya di daerah masing-masing;

2. Meningkatnya jumlah kunjungan (onsite dan/atau Online) dalam transaksi jasa
informasi bagi pemustaka di perpustakaan daerah masing-masing secara
berkelanjutan baik ketersediaan koleksi dan kemudahan akses;

3. Meningkatnya partisipasi aktif baik keluarga, satuan pendidikan dan masyarakat
dalam melaksanakan Gerakan Nasional Gemar Membaca;

4. Meningkatnya jumlah dan aktivitas perpustakaan, taman bacaan masyarakat, dan
komunitas baca di daerah yang menjadi tanggung jawabnya;

5. Meningkatnya jumlah dan variasi kegiatan sosialisasi dan/atau kampanye
pembudayaan kegemaran membaca bersama Duta Baca Daerah, Duta Baca Pelajar
dan Bunda Baca/Bunda Literasi di berbagai daerah strategis, potensial atau kritis di
wilayahnya dan Meningkatnya indeks Pembudayaan Kegemaran Membaca dan
indeks literasi masyarakat baik skala daerah maupun tingkat nasional.

7

BAB II
STRATEGI PEMBUDAYAAN KEGEMARAN MEMBACA MELALUI PROGRAM

DUTA BACA DAERAH, DUTA BACA PELAJAR, DAN BUNDA BACA/BUNDA
LITERASI

A. Kegiatan Pemilihan Duta Baca di Daerah
Kegiatan pemilihan atau penunjukkan Duta Baca merupakan salah satu strategi
memotivasi dan mempercepat tumbuhnya budaya gemar membaca di masyarakat
Indonesia dengan pendekatan munculnya motor penggerak atau “Guru Penggerak” yang
menjadi panutan (role model) serta motivator dalam menumbuhkembangkan
Pembudayaan Kegemaran Membaca (PKM). Proses pemberian motivasi melalui contoh
langsung oleh panutan yang dapat meraih kesuksesan melalui kegiatan membaca dapat
digunakan sebagai strategi pengembangan Pembudayaan Kegemaran Membaca, melalui
pemberdayaan perpustakaan sesuai dengan visi dan misi pemerintah Indonesia dalam
mencerdaskan kehidupan bangsa, yaitu terciptanya masyarakat Indonesia cerdas dan
unggul yang diperoleh melalui pendidikan nonformal maupun wahana belajar mandiri
sepanjang hayat seperti perpustakaan, taman bacaan masyarakat (TBM), komunitas baca
dan sejenisnya.
Seorang Duta Baca diharapkan dapat meningkatkan budaya baca masyarakat di tengah
budaya lisan atau tutur yang melekat pada masyarakat. Harapan ini sangat optimis
karena seorang Duta Baca terpilih adalah motor penggerak dalam kepeduliannya
terhadap pemberdayaan perpustakaan. Seorang Duta Baca selain mempromosikan
tentang pentingnya membaca dan fungsi perpustakaan, diharapkan dapat menjadi
panutan dan juru kampanye serta menjadi inspirasi dalam pelaksanaan pembudayaan
kegemaran membaca.
Disamping itu Duta Baca juga diharapkan mampu mensosialisasikan atau
mengkapanyekan Pembudayaan Kegemaran Membaca di kalangan anak, remaja dan
dewasa seluruh lapisan masyarakat, baik melalui tatap muka (seminar, talk show,
lokakarya, simposium, dsb) maupun melalui berbagai media sosial seperti Facebook,
Twitter, Youtube, Instagram dan berbagai media sosial lain.

8

B. Jenis Duta Baca
Mengingat jumlah penduduk Indonesia cukup besar (lebih dari 260 juta) yang tersebar di
beribu-ribu pulau, serta beraneka ragamnya kondisi dan tantangan yang semakin berat
pembinaan kegemaran membaca tidak cukup dilaksanakan oleh seorang Duta Baca
Indonesia (DBI). Karena itu Perpustakaan Nasional mendorong tumbuh kembangnya
Duta Baca sejenis didaerah seperti misalnya Duta Baca Daerah, Duta Baca Pelajar dan
Bunda Baca/Bunda Literasi diberbagai provinsi, kabupaten/kota. Dimungkinkan lingkup
daerah dibawahnya kecamatan, desa dan kelurahan atau kelompok komunitas baca
tertentu (sekolah/madrasah, perguruan tinggi, dan lain lain). Pola ini diharapkan mampu
memberikan pengaruh yang signifikan, cepat dan masive terhadap peningkatan minat
baca dan tumbuh-kembangnya Pembudayaan Kegemaran Membaca masyarakat untuk
mewujudkan “SDM Unggul dan Indonesia Maju” sebagaimana dicanangkan Presiden
Indonesia. Masing-masing Duta Baca tersebut diatas dipilih, ditetapkan, dan
didayagunakan oleh Lembaga Sektor terkait bersama Dinas Perpustakaan Daerah. Nama
atau sebutan duta baca diatas dapat disesuaikan dengan kondisi dan kebijakan masing-
masing daerah.

MASYARAKAT CERDAS, KREATIF,
PRODUKTIF DAN UNGGUL
INDONESIA MAJU DAN
SEJAHTERA

9

1. Duta Baca Indonesia
Pembudayaan kegemaran membaca dilakukan melalui Gerakan Nasional Gemar
Membaca, yang dilaksanakan oleh Pemerintah dan Pemerintah Daerah dengan
melibatkan seluruh komponen masyarakat. Karena itu, Perpustakaan Nasional RI
sejak tahun 2006 telah memilih dan menetapkan strategi promosi pembudayaan
kegemaran membaca dengan memilih seorang Duta Baca Indonesia atau yang lazim
disebut DBI. Sosok seorang DBI yang dikembangkan oleh Perpustakaan Nasional RI
dengan strategi memilih dari seorang public Figure dan/atau role model yang
memiliki kompetensi dan popularitas untuk mendongkrak budaya baca masyarakat
Indonesia. Duta Baca Indonesia melaksanakan kegiatan yang selaras dengan visi dan
misi Perpustakaan Nasional RI dalam usaha memajukan minat baca masyarakat
Indonesia. Duta Baca Indonesia lebih berperan sebagai akselerator dan motivator dari
gerakan pembudayaan kegemaran membaca secara nasional. Sejak tahun 2006
Perpustakaan Nasional RI telah mengangkat dan mendayagunakan tiga (3) Duta Baca
Indonesia yaitu: 1. Saudara Tantowi Yahya, seorang presenter, politikus dan seniman
untuk periode dari tahun 2006-2011; 2. Saudara Andy F. Noya, seorang wartawan,
redaktur media group, dan seorang pembawa acara Kick Andy di salah satu TV
swasta untuk periode dari tahun 2011-2016; dan 3. Saudari Najwa Shihab, seorang
presenter dan jurnalis muda yang dinamis di salah satu televisi nasional untuk periode
dari tahun 2016-2020.

2. Duta Baca Daerah
Untuk menjangkau seluruh wilayah Indonesia yang terdiri atas 34 provinsi dan 514
kabupaten/kota satu orang Duta Baca Indonesia tidaklah mungkin terjangkau.
Keberadaan Duta Baca Daerah (DBD) di masing-masing provinsi maupun
kabupaten/kota sangat diperlukan dan penting perannya sebagai perpanjangan tangan
Duta Baca Indonesia. DBD ini dipilih, ditetapkan, dan didayagunakan Dinas
Perpustakaan Daerah bersangkutan untuk meningkatkan minat baca dan kegemaran
membaca masyarakat di wilayah masing-masing. Peran DBD adalah sebagai
inspirator, motivator dan pengungkit gerakan pembudayaan kegemaran membaca di
daerah. Kegiatan yang bersifat lokal berkarakter khusus yang dibutuhkan masyarakat
daerah masing-masing (tingkat provinsi maupun kabupaten/kota) dilaksanakan
langsung oleh Duta Baca Daerah. Kegiatan pembudayaan kegemaran membaca oleh

10

Duta Baca Daerah dilaksanakan melalui program dekonsentrasi Perpustakaan
Nasional atas nama Pemerintah Pusat untuk dilaksanakan di seluruh provinsi di
Indonesia.
Program pembudayaan kegemaran membaca melalui Duta Baca Daerah didasarkan
pada Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 dan Peraturan Pemerintah Nomor 24
Tahun 2014 yang menegaskan bahwa “Pembudayaan Kegemaran Membaca
dilakukan melalui gerakan yang melibatkan seluruh elemen masyarakat”. Lebih lanjut
pada Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintahan Daerah,
khususnya pada lampiran W, perihal Pembagian Urusan Pemerintah Bidang
Perpustakaan, mengatakan “kegiatan Pembudayaan Kegemaran Membaca selain
dilakukan oleh Pemerintah Pusat juga menjadi tanggung jawab dari Pemerintah
Daerah”. Karena itu, pola pembudayaan kegemaran membaca melalui Duta Baca
sebagaimana dilakukan oleh Perpustakaan Nasional sebagai Perpustakaan Pembina,
perlu diikuti dan dilakukan di wilayah provinsi/kabupaten/kota di seluruh Indonesia.
Dinas Perpustakaan Daerah sebagai lembaga yang memiliki kewenangan bidang
perpustakaan di Provinsi/Kabupaten/Kota sudah seharusnya melaksanakan program
kegiatan ini untuk meningkatkan minat baca masyarakat secara signifikan dalam
mengakselerasi tumbuhnya Pembudayaaan Kegemaran Membaca di daerah masing-
masing.

Duta Baca daerah yang dimaksud dapat digunakan sebagai sebutan seseorang yang
memenuhi persyaratan dan dipilih serta ditugasi untuk melakukan misi dan fungsi
pembudayaan kegemaran membaca di daerah yang bersangkutan untuk periode kurun
waktu tertentu. Duta Baca Daerah juga digunakan sebagai ujung tombak salah satu
program pembudayaan kegemaran membaca di daerah. Karena itu, bagi daerah yang
telah melakukan kegiatan sejenis, dengan nama yang berbeda (seperti: Duta Literasi,
Abang None Buku, dll) cukup mensinergikan dan mengoptimalkan kegiatan yang ada
dengan program Duta Baca Daerah. Duta Baca Daerah dipilih oleh Dinas
Perpustakaan Provinsi untuk tingkat Provinsi dan Dinas Perpustakaan
Kabupaten/Kota untuk tingkat Kabupaten/Kota. DBD Provinsi ditetapkan melalui
Keputusan Gubernur atau lembaga di bawahnya yang ditunjuk, DBD tingkat
Kabupaten/Kota ditetapkan melalui Keputusan Bupati/Walikota atau lembaga terkait
di bawahnya yang ditunjuk dengan tembusan kepada Kepala Perpustakaan Nasional
RI sebagai informasi tentang keberadaan DBD di daerahnya. Duta Baca Daerah

11

merupakan representasi dalam pelaksanaan Pembudayaan Kegemaran Membaca
sehingga pada akhirnya dapat mewujudkan keberdayaan dan kecerdasan
masyarakatnya.

3. Duta Baca Pelajar
Untuk meningkatkan efektifitas keberhasilan pembudayaan kegemaran membaca
dilingkungan Pelajar. Termasuk didalamnya Duta Baca Pelajar meliputi Duta Baca
Anak, dan Duta Baca Remaja.
a. Duta Baca Anak
Duta Baca Anak (DBA) adalah sebagai sebutan salah satu Program Pembudayaan
Kegemaran Membaca di daerah yang pemilihannya diambil dari Figure anak-anak
tingkat Sekolah Dasar/ Madrasah Ibtidaiyah atau sekolah sederajat dengan batas
usia 6 s.d 13 tahun. DBA dipilih dari anak-anak yang terbukti mempunyai
kelebihan/kompetensi baik di bidang akademik mapun dibidang lain secara
ektrakulikuler serta dapat ditiru/di contoh dan diteladani oleh teman-teman
sebayanya. Dengan dukungan keberadaan dan aktivitasnya di perpustakaan, dapat
dibuktikan dengan kepemilikan kartu tanda anggota perpustakaan (perpustakaan
sekolah dan lainnya) dan aktivitas kunjungan ke perpustakaan.

Bagi daerah yang menyelenggarakan kegiatan Pemilihan DBA perlu membuat
program kegiatan yang sesuai dengan perkembangan dan kebutuhan anak didaerah
masing-masing dalam rangka mendorong dan memotivasi atau mengajak anak-
anak berkunjung ke perpustakaan atau taman bacaan untuk membaca buku-buku
yang bermanfaat sebagai kebutuhan bagi membangun manusia yang berkarakter,
mencapai prestasi dalam kehidupannya.

Duta Baca Anak disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan daerah yang
ditetapkan melalui Keputusan Bupati/Walikota atau lembaga terkait dibawahnya
yang ditunjuk dengan tembusan kepada Kepala Perpustakaan Nasional RI sebagai
laporan pelaksanaan kegiatan dalam upaya memajukan daerah melalui
Pembudayaan Kegemaran Membaca dan kunjung perpustakaan serta Dinas
Perpustakaan Provinsi sebagai informasi/pemberitahuan.

Duta Baca Anak sebagai simbol prestasi atau idola anak-anak pustaka yang
berperan untuk diikuti anak-anak diwilayah yang menjadi target Pembudayaan

12

Kegemaran Membaca. Karena itu pendayagunaan DBA dapat dilakukan melalui
berbagai kegiatan bidang perpustakaan seperti:

a. Pentas Anak-anak dalam rangka peringatan hari-hari besar dan bersejarah
tertentu;

b. Pentas tari dan budaya daerah bernuansa kepentingan anak-anak;
c. Pameran-pameran yang bernuansa kepentingan anak-anak;
d. Berbagai lomba anak-anak yang bernuansa pembudayaan kegemaran membaca;
e. Dan lain-lain.

b. Duta Baca Remaja
Duta Baca Remaja (DBR) digunakan sebagai sebutan salah satu program
Pembudayaan Kegemaran Membaca di daerah yang pemilihannya diambil dari
Figure remaja tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP/Mts) dan tingkat Sekolah
Menengah Atas (SMA/MA) atau sederajat dengan batas usia 13 s.d 18 tahun. DBR
tidak saja diperuntukan komunitas sekolah tapi juga komunitas seusia yang berada
diluar sekolah. Figure/role model yang dipilih adalah remaja yang mempunyai
kelebihan atau kompetensi baik kecerdasan karena adanya dukungan dari sekolah
maupun belajar mandiri melalui perpustakaan di buktikan dengan kepemilikan
kartu tanda anggota perpustakaan (perpustakaan sekolah dan lainya) dan aktivitas
di perpustakaan. Inovasi dan kreatifitas serta kegemaran membaca sebagai
kelebihan yang dimaksudkan dapat dijadikan contoh dan diteladani oleh teman-
teman sebayanya.

Bagi daerah yang menyelenggarakan kegiatan Pemilihan Duta Baca Remaja perlu
membuat program kegiatan yang sesuai dengan perkembangan dan kebutuhan
remaja seusianya dalam mendorong dan memotivas atau /mengajak remaja
sebayanya untuk memberdayakan perpustakaan melalui bahan bacaan dan
berkarya dalam mencapai prestasi masa remajanya.

Duta Baca Remaja ditetapkan melalui Keputusan Bupati/Walikota atau pimpinan
lembaga dibawahnya yang terkait dengan pembinaan pendidikan, perpustakaan
dan masyarakat dengan tembusan kepada kepala Perpustakaan Nasional RI sebagai
laporan pelaksanaan kegiatan dalam upaya memajukan daerah melalui
Pembudayaan Kegemaran Membaca dan kunjung perpustakaan.

13

Duta Baca Remaja dapat dikategorikan sebagai simbol prestasi atau idola remaja
seusianya serta untuk memotivasi terciptanya remaja-remaja yang cerdas, inovatif,
kreatif, dan produktif melalui pola belajar mandiri lewat wahana perpustakaan atau
taman bacaan dan sejenisnya. Karena itu pendayagunaan DBR dapat dilakukan
melalui berbagai kegiatan di bidang perpustakaan seperti:
a. Pentas Remaja dalam rangka peringatan hari-hari besar dan bersejarah tertentu

atau yang berkaitan;
b. Pentas tari dan budaya daerah bernuansa kepentingan remaja tingkat SMP dan

SMA;
c. Pameran-pameran yang bernuansa kepentingan remaja dan buku;
d. Berbagai lomba remaja yang bernuansa Pembudayaan Kegemaran Membaca;
e. Kegiatan seremonial strategis didaerah masing-masing;
f. Dan kegiatan remaja lainnya.

4. Bunda Baca/Bunda Literasi
Bunda Baca/Bunda Literasi digunakan sebagai sebutan program Pembudayaan
Kegemaran Membaca di daerah dengan cara penunjukkan misalnya istri pimpinan
di daerah provinsi atau kabupaten/kota (Ibu Gubernur/wakil gubernur, Ibu
Bupat/wakil bupati, Ibu Walikota/wakil walikota) atau Ibu pejabat (Pejabat
Wanita). Bunda baca ini diharapkan sebagai simbol atau tokoh penggerak
Pembudayaan Kegemaran Membaca, budaya literasi dan peningkatan kunjungan
dan akses jasa informasi perpustakaan di wilayah masing-masing. Bunda
Baca/Bunda Literasi diharapkan memiliki komitmen tinggi dan aktif melakukan
kegiatan dalam meningkatkan gerakan Pembudayaan Kegemaran Membaca
dan/atau pengembangan dan pemberdayaan perpustakaan di wilayahnya.
Bunda Baca/Bunda Literasi ditetapkan melalui Keputusan
Gubernur/Bupati/Walikota dengan tembusan kepada Kepala Perpustakaan
Nasional RI sebagai Laporan pelaksanaan kegiatan dalam upaya memajukan
daerah melalui Pembudayaan Kegemaran Membaca dan kunjung perpustakaan.

14

BAB III
ORGANISASI PENYELENGGARA PEMBUDAYAAN KEGEMARAN MEMBACA

MELALUI KEGIATAN DUTA BACA DI DAERAH

Organisasi penyelenggara pemilihan Duta Baca baik itu Duta Baca Daerah, Duta Baca
Pelajar dan Bunda Baca/Bunda Literasi, berada di wilayah Provinsi/Kabupaten/Kota
setempat, diselenggarakan dan dilaksanakan oleh lembaga terkait yang berada didaerah
masing-masing. Lembaga yang dimaksud adalah sebagai berikut:
1. Duta Baca Daerah oleh Dinas Perpustakaan Provinsi atau Kabupaten/kota;
2. Bunda Baca/Bunda Literasi oleh Dinas Perpustakaan Provinsi atau Kabupaten/kota

dan/atau Dinas terkait lainya;
3. Duta Baca Pelajar (meliputi Duta Baca Anak dan Duta Baca Remaja) oleh Dinas

Perpustakaan kabupaten/kota;
4. Duta Baca sejenis oleh lembaga terkait yang berwenang.
Organisasi penyelenggara kegiatan diatas dalam melaksanakan kegiatannya terdiri atas:
Panitia Penyelenggra, Tim Seleksi Duta Baca dan Panitia Pelaksanaan Kegiatan Duta
Baca yang didukung Sekretariat Panitia. Organisasi penyelenggara ini di bentuk dengan
Keputusan pejabat tertinggi lembaga yang berwenang sebagaimana disebutkan diatas
dengan tembusan atau pemberitahuan kepada kepala Perpustakaan Nasional RI Up Kepala
Pusat Pengembangan Perpustakaan dan Pengkajian Minat Baca yang beralamat di Jalan
Salemba Raya No. 28 A Jakarta Pusat.

Biaya operasional penyelenggaraan kegiatan dibebankan kepada anggaran masing-masing
lembaga penyelenggara dan/atau APBD untuk Daerah masing-masing dan/atau APBN yang
dimiliki Perpustakaan Nasional melalui proses pengusulan dan evaluasi kelayakan.

Berikut adalah penjelasan tentang unsur kepanitiaan dalam penyelenggaraan Duta Baca
Daerah dan Duta Baca lain yang diselenggarakan didaerah.

A. Panitia Penyelenggara
Panitia Penyelenggara Kegiatan Penyelenggaraan Duta Baca dilingkungan masing-
masing dibentuk dengan Keputusan Pejabat yang berwenang sebagaimana disebutkan
diatas. Panitia penyelenggara terdiri atas; Pengarah, Panitia Pelaksana (meliputi Ketua,
Wakil Ketua, Sekretaris, Bendahara, seksi-seksi terkait), dan Unsur Sekretariat Panitia.

15

Panitia Penyelenggara mempunyai tugas:
1. Membentuk, mengusulkan Tim Seleksi untuk ditetapkan oleh Pejabat yang

berwenang di daerah atau dilingkungannya;
2. Menetapkan kebijakan tentang kriteria dan mekanisme pemilihan Duta Baca yang

menjadi tugas dan tanggungjawabnya (Duta Baca Daerah, Bunda Baca/Bunda
Literasi, Duta Baca Pelajar) dengan mengacu atau mengadopsi pada kriteria dan
mekanisme yang telah disampaikan pada pedoman pemilihan Duta Baca ini;
3. Menyusun jadwal kegiatan pemilihan Calon Duta Baca terkait;
4. Melaksanakan publikasi pelaksanaan kegiatan pemilihan Calon Duta Baca terkait;
5. Menerima usulan Calon Duta Baca hasil seleksi untuk dipilih dan diusulkan kepada
pejabat yang berwenang;
6. Mengusulkan Calon Duta Baca terpilih kepada pejabat berwenang untuk ditetapkan
Duta Baca Definitif;
7. Merencanakan melaksanakan kegiatan “deklarasi”/Launching dan Publikasi Duta
Baca terkait.

Struktur organisasi panitia penyelenggara kegiatan Duta Baca (Duta Baca Daerah,
Duta Baca Pelajar dan Bunda Baca/Bunda literasi, atau sejenisnya) disesuaikan
dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing dengan jumlah anggota ganjil.

Uraian berikut adalah contoh panitia penyelenggara kegiatan Pemilihan Calon Duta
Baca tingkat Provinsi dan Tingkat Kabupaten/Kota. Untuk Duta Baca sejenis lainnya
dapat menyesuaikan dengan kondisi dan ruang lingkup masing-masing.

1. Panitia penyelenggara kegiatan Duta Baca Daerah Tingkat Provinsi memiliki

struktur organisasi sebagai berikut :

a. Pengarah : Gubernur

b. Penanggung jawab : Kepala Dinas Perpustakaan Provinsi

c. Ketua : Kepala Bidang Pembinaan/Pengembangan

Perpustakaan, Dinas Perpustakaan Provinsi

d. Wakil Ketua : Kepala Sub/Seksi Bidang Pengembangan

Pembinaan Perpustakaan

Dilengkapi dengan sekretaris dan bendahara serta seksi-seksi sesuai kebutuhan.

16

2. Panitia penyelenggara kegiatan Duta Baca Daerah Tingkat Kabupaten/Kota

memiliki struktur organisasi sebagai berikut :

a. Pengarah : Bupati/Walikota

b. Penanggung jawab : Kepala Dinas Perpustakaan Kabupaten/Kota

c. Ketua : Kepala Bidang Pembinaan/Pengembangan

Perpustakaan, Dinas Perpustakaan Kabupaten/Kota

d. Wakil Ketua : Kepala Sub/Seksi Bidang Pengembangan

Pembinaan/Perpustakaan, Dinas Perpustakaan

Kabupaten/Kota

Dilengkapi dengan sekretaris dan bendahara serta seksi-seksi sesuai kebutuhan.

3. Panitia penyelenggara kegiatan Bunda Baca Tingkat Provinsi/Kabupaten/Kota
memiliki struktur organisasi sebagai berikut:

a. Pengarah : Gubernur/Bupati/Walikota

b. Penanggung jawab : Kepala Dinas Perpustakaan

Provinsi/Kabupaten/Kota

c. Ketua : Kepala Bidang Pengembangan/Pembinaan

Perpustakaan, Dinas Perpustakaan Provinsi/

Kabupaten/Kota

d. Wakil Ketua : Kepala sub/seksi pembinaan Dinas Perpustakaan

Provinsi/Kabupaten/Kota

Dilengkapi dengan sekretaris dan bendahara serta seksi-seksi sesuai kebutuhan.

4. Panitia penyelenggara kegiatan Duta Baca Pelajar (Anak dan Remaja) memiliki
struktur organisasi sebagai berikut :

a. Pengarah : Bupati/walikota

b. Penanggung jawab : Kepala Dinas Perpustakaan Kabupaten/Kota

e. Ketua : Kepala Bidang Pengembangan/Pembinaan

Perpustakaan, Dinas Perpustakaan Kabupaten/Kota

f. Wakil Ketua : Kepala seksi pembinaan/pembinaan Dinas

Perpustakaan Kabupaten/Kota

Dilengkapi dengan sekretaris dan bendahara serta seksi-seksi sesuai kebutuhan.

17

B. Tim Seleksi
B.1. Tim Seleksi Calon Duta Baca Daerah
Susunan anggota Tim Seleksi ditetapkan oleh Kepala Dinas Perpustakaan
Provinsi/Kabupaten/Kota dengan jumlah ganjil, sekurang-kurangnya 3 orang (satu
orang Ketua merangkap anggota, dan dua orang anggota). Anggota Tim Seleksi
adalah para pakar atau seseorang yang memiliki kompetensi dan/atau track records
pengalaman kerja yang sangat baik dan patut diteladani dalam bidang perpustakaan
dan kepustakawanan khususnya bidang promosi Pembudayaan Kegemaran
Membaca, antara lain:
a. Pustakawan dan/atau Tenaga Perpustakaan;
b. Jurnalis, wartawan dan penulis;
c. Ahli di bidang sosial budaya dan psikologi; dan
d. Wakil organisasi kepustakawanan dan kegemaran membaca.
Tim seleksi Duta Baca Daerah mempunyai tugas:
a. Menyusun kriteria dan mekanisme proses penyeleksian calon Duta Baca Daerah ;
b. Melakukan registrasi, pemilihan / inventarisasi dan evaluasi terhadap bakal calon
Duta Baca Daerah;
c. Menyeleksi bakal calon Duta Baca Daerah untuk diajukan sebagai calon kepada
Kepala Dinas Perpustakaan Provinsi/Kabupaten/Kota untuk ditetapkan menjadi
Duta Baca Daerah Provinsi/Kabupaten/Kota secara definitif;
d. Tim seleksi membuat laporan pertanggungjawaban kinerja untuk disampaikan
kepada Kepala Dinas Perpustakaan Provinsi/Kabupaten/Kota.

B.2. Tim Seleksi Calon Duta Baca Pelajar
Susunan anggota Tim Seleksi Calon Duta Baca Pelajar ditetapkan oleh Kepala
Dinas Perpustakaan Kabupaten/Kota dengan jumlah ganjil sekurang-kurangnya 3
orang (satu orang Ketua merangkap anggota, dan dua orang anggota). Anggota Tim
Seleksi adalah wakil dari:
a. Pustakawan dan/atau tenaga pengelola perpustakaan ;
b. Pengajar/Guru;
c. Jurnalis, wartawan dan penulis;
d. Ahli di bidang sosial budaya dan psikologi; dan
e. Wakil organisasi Sekolah (OSIS), kepustakawanan dan kegemaran membaca.

18

Tim seleksi Calon Duta Baca Pelajar mempunyai tugas:
a. Menyusun kriteria dan mekanisme proses penyeleksian calon Duta Baca Pelajar;
b. Mempertimbangkan, mengevaluasi dan menetapkan bakal calon Duta Baca

Pelajar untuk diajukan sebagai Duta Baca Pelajar kepada Kepala Dinas
Perpustakaan Kabupaten/Kota untuk ditetapkan menjadi Duta Baca Pelajar
Kabupaten/Kota secara definitif setelah mendapat pertimbangan
Bupati/Walikota;
c. Tim seleksi membuat laporan pertanggungjawaban kinerja untuk disampaikan
kepada Kepala Dinas Perpustakaan Kabupaten/Kota.

C. Sekretariat Panitia
Sekretariat Panitia mendukung penuh dan memperlancar semua kegiatan Panitia dalam
penyuksesan kegiatan Pemilihan Calon Duta Baca (Duta Baca Daerah, Duta Baca
Pelajar dan Bunda Baca/Bunda Literasi), termasuk kegiatan Tim Seleksi. Sekretariat
Panitia dan Tim Teknis Duta Baca (Duta Baca Daerah, Duta Baca Pelajar dan Bunda
Baca/Bunda Literasi) Tingkat Provinsi/Kabupaten/Kota di pusatkan di kantor Dinas
Perpustakaan Provinsi/Kabupaten/Kota. Kegiatan Penandatanganan nota Kesepahaman
dan launching akan dilaksanakan di Perpustakaan Provinsi/Kabupaten/Kota. Kegiatan
sosialisasi dan kampanye Pembudayaan Kegemaran Membaca dilaksanakan di beberapa
daerah di wilayah provinsi/kabupaten/kota, sesuai kesanggupan dan kesiapan
Perpustakaan provinsi/Kabupaten/Kota, serta kemampuan dana yang tersedia.

19

BAB IV
MEKANISME PEMILIHAN DUTA BACA (DUTA BACA DAERAH, DUTA BACA

PELAJAR DAN BUNDA BACA/BUNDA LITERASI)

A. Kriteria Pemilihan Calon Duta Baca
1. Kriteria Umum
Kriteria umum pemilihan Calon Duta Baca meliputi beberapa unsur penilaian
sebagai berikut:
a. Warga Negara Indonesia yang berdomisili di Daerah yang bersangkutan ;
b. Prakarsa aktif dalam mendorong dan/atau melakukan kegiatan Gerakan
Pembudayaan Kegemaran Membaca dan/atau kegiatan pengembangan
pendayagunaan perpustakaan;
c. Mempunyai kredibilitas, kapabilitas dan loyalitas yang diterima oleh masyarakat
serta selalu menunjukkan kinerja prima dan memiliki berbagai prestasi;
d. Memiliki standar kehidupan yang lebih baik karena cara pandang dan latar
belakang kebiasaan belajar mandiri melalui kegemaran membaca.
e. Berpenampilan dan berkepribadian menarik, serta bertanggung jawab dan patut
diteladani dalam aktivitas Gerakan Nasional Gemar Membaca;

2. Kriteria Khusus
Kriteria khusus dimaksudkan untuk melihat kemauan dan kemampuan kinerja, dan
sejauh mana kepedulian/perhatian dan kontribusi yang bersangkutan terhadap
kemajuan keberadaan perpustakaan dan kegiatan gerakan pembudayaan masyarakat
kegemaran membaca. Kriteria khusus untuk masing-masing kategori adalah seperti
berikut:
a. Kriteria Pemilihan Duta Baca Daerah
Kriteria Duta Baca Daerah sebagai dasar pemilihan dan penetapan calon Duta
Baca Daerah adalah :
1. Warga Negara Indonesia yang berdomisili di provinsi/kabupaten/kota
pelaksanaan kegiatan Duta Baca Daerah yang bersangkutan;
2. Public Figure dan/atau role model dalam kegiatan pembudayaan kegemaran
membaca pada masing-masing provinsi/kabupaten/kota;
3. Usia antara 21 - 55 tahun;

20

4. Memiliki kebiasaan membaca buku aktif atau sumber bacaan lain, mempunyai
perpustakaan keluarga dan/atau berperan aktif dalam pemanfaatan dan
pengembangan perpustakaan, melakukan kegiatan yang bernuansa
menumbuhkembangkan budaya gemar membaca masyarakat di masing-masing
Provinsi/Kabupaten/Kota;

5. Tokoh di lingkungan komunitasnya atau seseorang yang mempunyai pengaruh
atau dikagumi masyarakat dalam Pembudayaan Kegemaran Membaca, serta
diterima diberbagai segmen dan strata masyarakat. Sebagai salah satu
indikator, minimal memiliki:
a. Penggemar atau pengagum dalam komunitas (Berpenampilan dan
berkepribadian menarik, serta bertanggung jawab dan patut diteladani);
b. Friends/followers yang mereka punya/tunjukkan di media sosial (facebook,
twitter, instagram, youtube, atau media sosial sejenis lainnya), dan/atau
dokumen/bukti lain yang nyata dapat dipertanggung jawabkan.

6. Sehat jasmani dan rohani, tidak terkena pengaruh narkoba memiliki sikap
komunikatif, kreatif, dinamis dan patut diteladani (Khusus bagi pelamar
disabilitas, wajib menyertakan surat keterangan dokter yang menerangkan
jenis/tingkat disabilitasnya).

7. Pribadi yang memiliki kebiasaan membaca sebagai bagian kehidupan sehari-
hari;

8. Mempunyai kredibilitas, kapabilitas dan prestasi dalam bidang Pembudayaan
Kegemaran Membaca yang diterima oleh masyarakat pada setiap
provinsi/kabupaten/kota yang bersangkutan;

9. Memiliki pemahaman bahwa membaca dan/atau menulis sebagai dasar
mendukung untuk memiliki pengetahuan dan ketrampilan seseorang dalam
mencapai kesuksesan hidup;

10. Tidak menjadi pengurus/anggota organisasi massa atau partai politik atau
politik praktis;

11. Diutamakan yang memiliki Kartu Tanda Anggota Perpustakaaan Umum
Provinsi/Kabupaten/Kota, disamping perpustakaan jenis lainnya;

12. Sanggup dan sepakat meluangkan waktu untuk kepentingan kegiatan Duta
Baca Daerah (Meningkatkan minat baca dan kegemaran membaca
masyarakat, serta sebagai inspirator, motivator dan pengungkit gerakan
pembudayaan kegemaran) di seluruh wilayah provinsi/Kabupaten/Kota.

Pedoman Teknis Pemilihan dan Pelaksanaan Kegiatan Duta Baca Daerah, Duta Baca Pelajar dan Bunda Baca/Bunda Literasi | 21

13. Membuka jejaring kerjasama dengan berbagai instansi terkait baik
pemerintah, pemerintah daerah maupun swasta dalam upaya peningkatan
Pembudayaan Kegemaran Membaca di masyarakatnya.

b. Kriteria Pemilihan Duta Baca Pelajar
Duta Baca Pelajar berdasarkan pertimbangan usia terbagi dalam dua kategori
yaitu Duta Baca Anak (DBA) dan Duta Baca Remaja (DBR). Kriteria kedua
jenis Duta Baca Pelajar pada prinsipnya sama hanya membedakan usia dan/atau
jenjang pendidikan. Kriteria berikut sebagai dasar pemilihan dan penetapan calon
Duta Baca Pelajar adalah :
1. Warga Negara Indonesia yang berdomisili di Kabupaten/Kota pelaksanaan
kegiatan Duta Baca Pelajar yang bersangkutan;
2. Figure role model Usia antara 6 s.d 13 Tahun dan/atau SD/MI/SMP/MTs untuk
DBA, Usia antara 14 s.d 18 tahun dan/atau SMP/MTs/SMA/MA untuk DBR;
3. Pribadi yang memiliki kebiasaan membaca sebagai bagian kehidupan sehari-
hari;
4. Aktif berkunjung dan mendayagunakan perpustakaan keluarga dan/atau
perpustakaan lain dalam rangka menumbuhkembangkan budaya gemar
membaca;
5. Calon Duta Baca Pelajar pada saat pendaftaran minimal memiliki dan
membuktikan :
a. Penggemar atau pengagum dalam komunitas sekolah khususnya (OSIS,
Pramuka, dll) dan masyarakat pada umumnya (Berpenampilan dan
berkepribadian menarik, serta bertanggung jawab dan patut diteladani);
b. Friends/followers yang mereka punya/tunjukkan di media sosial (facebook,
twitter, instagram, google+, atau media sosial sejenis lainnya), dan/atau
dokumen/bukti lain yang nyata dapat dipertanggungjawabkan.
6. Sehat jasmani dan rohani, memiliki sikap komunikatif, kreatif, dinamis dan
patut diteladani (Khusus bagi pelamar disabilitas, wajib menyertakan surat
keterangan dokter yang menerangkan jenis/tingkat disabilitasnya);
7. Mempunyai kredibilitas, kapabilitas dan prestasi dalam bidang Pembudayaan
Kegemaran Membaca yang diterima oleh sekolah pada setiap Kabupaten/Kota
yang bersangkutan;

22

8. Diutamakan yang memiliki Kartu Tanda Anggota Perpustakaaan Sekolah
Setempat, disamping Perpustakaan Umum Kabupaten/Kota dan perpustakaan
jenis lainnya;

9. Sanggup dan sepakat meluangkan waktu untuk kepentingan kegiatan Duta
Baca Pelajar (Meningkatkan minat baca dan kegemaran membaca masyarakat,
serta sebagai inspirator, motivator dan pengungkit gerakan pembudayaan
kegemaran) di seluruh wilayah Kabupaten/Kota;

c. Kriteria Pemilihan Bunda Baca/ Bunda Literasi
Kriteria Bunda Baca/Bunda Literasi sebagai dasar pemilihan dan penetapan calon
Bunda Baca/Bunda Literasi adalah :
1. Warga Negara Indonesia yang berdomisili di Provinsi/Kabupaten/Kota
pelaksanaan kegiatan Bunda Baca/Bunda Literasi yang bersangkutan;
2. Figure seorang Ibu atau istri Gubernur/wakil Gubernur, Ibu atau istri
Bupati/wakil Bupati, Ibu atau istri Walikota/Wakil Walikota, Ibu pejabat atau
Pejabat Wanita. Bila calon-calon tersebut tidak dimungkinkan dapat
didelegasikan ke Ibu/istri Sekda atau pejabat yang ditunjuk, yang memiliki
komitmen tinggi dalam memajukan perpustakaan dan/atau komunitas baca
dalam menunjang Pembudayaan Kegemaran Membaca di wilayahnya;
3. Memiliki kesenangan membaca buku atau sumber bacaan lainya, mempunyai
rintisan perpustakaan keluarga atau perpustakaan umum desa kelurahan serta
berperan aktif dalam pemanfaatan dan pengembangan perpustakaan.
4. Aktif melakukan kegiatan yang bernuansa menumbuhkembangkan
Pembudayaan Kegemaran Membaca masyarakat di masing-masing
Provinsi/Kabupaten/Kota;
5. Pribadi yang memiliki kebiasaan membaca sebagai bagian kehidupan sehari-
hari;
6. Mempunyai kredibilitas, kapabilitas dan prestasi dalam bidang Pembudayaan
Kegemaran Membaca yang diterima oleh masyarakat pada setiap
Provinsi/Kabupaten/Kota yang bersangkutan;
7. Berpenampilan dan berkepribadian menarik serta bertanggung jawab dan patut
diteladani dalam aktivitas Pembudayaan Kegemaran membaca;
8. Mempunyai Kartu Tanda Anggota Perpustakaan Umum, Perpustakaan
Provinsi/Kabupaten/Kota atau perpustakaan jenis lainnya;

Pedoman Teknis Pemilihan dan Pelaksanaan Kegiatan Duta Baca Daerah, Duta Baca Pelajar dan Bunda Baca/Bunda Literasi | 23

9. Sanggup menyisihkan dan meluangkan waktu untuk kepentingan kegiatan
Bunda Baca/Bunda Literasi (Meningkatkan minat baca dan kegemaran
membaca masyarakat, serta sebagai inspirator, motivator dan pengungkit
gerakan pembudayaan kegemaran) dan kunjung perpustakaan di wilayahnya;

10. Mempunyai networking (jejaring) berbagai instansi terkait baik
pemerintah, pemerintah daerah maupun swasta dalam upaya peningkatan
Pembudayaan Kegemaran Membaca di masyarakatnya.

B. Mekanisme Pelaksanaan Kegiatan Pemilihan Calon Duta Baca
Tahapan kegiatan yang dilakukan dalam penyelenggaraan kegiatan Duta Baca di
Daerah adalah terdiri 3 (tiga) Duta Baca Daerah, Bunda Baca/Bunda Literasi dan Duta
Baca Pelajar, yaitu:
1. Pemilihan Calon Duta Baca Daerah dan Pelajar
a. Tahap Umum Persiapan Pemilihan Calon Duta Baca
Untuk memilih, menetapkan, dan mengoptimalkan hasil kegiatan Duta Baca di
Daerah yang efektif dan efisien, perlu memperhatikan beberapa hal dan
ketentuan sebagai berikut:
1) Pembentukan Panitia dan Tim Seleksi Calon Duta Baca di Daerah;
2) Tim Seleksi beranggotakan jumlah ganjil (berasal dari unsur perpustakaan,
pendidik, dan penulis dan/atau penerbit dan/atau masyarakat peduli) dengan
susunan Ketua merangkap anggota, sekretaris merangkap anggota dan
beberapa anggota sesuai kebijakan Kepala Dinas Perpustakaan
Provinsi/Kabupaten/Kota;
3) Pembuatan kerangka acuan kerja pemilihan dan pelaksanaan kegiatan Duta
Baca di Daerah (oleh Panitia dan Tim Seleksi);
4) Penyiapan naskah dan publikasi informasi tentang pemilihan Calon Duta
Baca di Daerah di berbagai media, misalnya: pamflet, baliho, poster, media
massa dan media social.
b. Tahapan Pendaftaran dan Identifikasi Pemilihan Calon Duta Baca
1) Pendaftaran melalui sekretariat
a. Melaksanakan publikasi pengumuman pemilihan bakal calon Duta Baca;
b. Mengumpulkan masukan masyarakat/Inventarisasi bakal calon Duta Baca
berdasarkan usulan lembaga, instansi, sekolah, masyarakat dan/atau
pendaftaran mandiri;

24

c. Melakukan rekapitulasi pendaftaran/penjaringan bakal calon Duta Baca;
2) Identifikasi dan klarifikasi oleh sekretariat

a. Dilaksanakan identifikasi dan klarifikasi masing-masing individu dari
seluruh bakal calon yang mendaftar berdasarkan kriteria yang ditawarkan
dan dokumen yang masuk;

b. Melakukan pemilihan/seleksi peserta bakal calon Duta Baca yang terdaftar
menjadi calon Duta Baca sebanyak 5-10 orang sesuai dengan kriteria atau
persyaratan yang sudah ditetapkan;

c. Melaksanakan audiensi dengan 5-10 calon Duta Baca yang memenuhi
kriteria untuk menggali kesediaan dan kesiapan sebagai Duta Baca;

d. Mewawancarai seputar kiprah dan keberhasilannya dalam Pekerjaan atau
sekolah dan/atau pengalaman hidup yang ditekuni dan yang terkait dengan
pembudayaan kegemaran membaca, serta kepedulian terhadap perpustakaan
guna menjaring dan menyaring dari 5-10 calon menjadi 3 calon;

e. Memilih 3 (tiga) besar calon Duta Baca untuk ditetapkan menjadi nominasi
calon Duta Baca periode tertentu.

c. Tahapan Penetapan Duta Baca Daerah dan Duta Baca Pelajar
Tahapan penetapan Duta Baca Daerah dan pelajar dilakukan setelah seluruh
tahapan identifikasi, verifikasi, dan validasi telah dilaksanakan. Berikut beberapa
tahapan penetapan Duta Baca Daerah dan Duta Baca Pelajar:
1) 3 (tiga) calon nominasi Duta Baca Daerah dan Duta Baca Pelajar yang
memenuhi kriteria dan bersedia dipilih dan diangkat sebagai Duta Baca Daerah
diminta untuk menyampaikan paparan pokok-pokok pikiran atau
pandangannya melalui visi, misi, motto, tagline dan strategi promosi terkait
dengan tugas yang akan diemban sebagai Duta Baca Daerah dan Duta Baca
Pelajar;
2) Tim Seleksi bersama Kepala Dinas Perpustakaan Provinsi/Kabupaten/Kota
menentukan satu diantara tiga calon Duta Baca Daerah yang berpotensi
menjadi Duta Baca Daerah untuk ditetapkan dengan Keputusan
Gubernur/Bupati/Walikota atau pejabat yang ditunjuk, untuk Duta Baca
Pelajar ditetapkan dengan Keputusan Bupati/Walikota atau pejabat yang
ditunjuk;

Pedoman Teknis Pemilihan dan Pelaksanaan Kegiatan Duta Baca Daerah, Duta Baca Pelajar dan Bunda Baca/Bunda Literasi | 25

3) Penyiapan dan Penandatanganan Nota Kesepahaman serta dokumen kontrak
kerja Duta Baca Daerah dan Duta Baca Pelajar;

4) Pengukuhan, Launching dan Publikasi Duta Baca Daerah dan Duta Baca
Pelajar dalam kegiatan khusus untuk memperkenalkan kepada publik.

2. Tahap Penetapan Bunda Baca/Bunda Literasi
Tahapan penetapan Bunda Baca/Bunda Literasi dilakukan setelah pihak pengusul
dalam hal ini Dinas Perpustakaan Provinsi/Kabupaten/Kota melakukan audiensi
dengan Ibu atau istri Gubernur/wakil Gubernur, Ibu atau istri Bupati/wakil Bupati,
Ibu atau istri Walikota/Wakil Walikota, Ibu pejabat atau Pejabat Wanita. Apabila
calon-calon tersebut tidak dimungkinkan, dapat didelegasikan kepada Ibu/istri
Sekretaris Daerah atau pejabat yang ditunjuk berkaitan dengan kesediaannya untuk
ditetapkan sebagai Bunda Baca/Bunda Literasi. Penunjukkan atau penetapan Bunda
Baca/Bunda Literasi untuk menjadi Figure atau role model dalam memberikan
motivasi dan menginspirasi masyarakat dan melakukan Gerakan pembudayan
kegemaran membaca di wilayahnya, dengan tahapan sebagai berikut:
a. Bunda Baca/Bunda Literasi memenuhi kriteria dan bersedia diangkat sebagai
Bunda Baca/Bunda Literasi untuk di kukuhkan dan bersedia melaksanakan tugas
yang akan diemban sebagai Bunda Baca/Bunda Literasi;
b. Kepala Dinas Perpustakaan Provinsi/Kabupaten/Kota mengusulkan nama Bunda
Baca/Bunda Literasi untuk ditetapkan Gubernur/Bupati/Walikota dengan
Keputusan ;
c. Penyiapan dan Penyelesaian Nota Kesepahaman serta dokumen kontrak kerja
Bunda Baca/Bunda Literasi);
d. Pengukuhan, Launching dan Publikasi Bunda Baca/Bunda Literasi dalam
kegiatan khusus untuk memperkenalkan kepada publik keberadaan mengenai
Bunda Baca/Bunda Literasi periode tertentu.

26

BAB V
PROGRAM KERJA DUTA BACA (DUTA BACA DAERAH, DUTA BACA

PELAJAR DAN BUNDA BACA/BUNDA LITERASI)

A. Program Duta Baca Di Daerah
Program pemasyarakatan Pembudayaan Kegemaran Membaca melalui Duta Baca di
daerah merupakan salah satu wujud realisasi perpanjangan tangan Duta Baca Indonesia
(DBI) yang dipilih dan/atau ditunjuk serta dilaksanakan Dinas Perpustakaan
Provinsi/Kabupaten/Kota untuk memotivasi kesadaran masyarakat dan
menumbuhkembangkan Pembudayaan Kegemaran Membaca di wilayahnya masing-
masing. Hal ini dilaksanakan mengingat masyarakat Indonesia pada umumnya lebih
banyak mengedepankan budaya tutur atau lisan sehingga diperlukan Duta Baca sebagai
contoh atau panutan.
Sehubungan dengan itu, salah satu upaya yang dilakukan agar Pembudayaan
Kegemaran Membaca di daerah tumbuh dan berkembang dengan menampilkan seorang
tokoh (public figure) yang dapat menjadi “Guru Penggerak” di masyarakat. Kehadiran
seorang Duta Baca di tengah-tengah masyarakat akan menjadi pengungkit, pendorong
dan pendobrak kebiasaan masyarakat di daerahnya untuk berbudaya gemar membaca.
Kegiatan Duta Baca adalah melaksanakan kewajiban di berbagai kegiatan
pemasyarakatan Pembudayaan Kegemaran Membaca secara langsung di wilayahnya
masing-masing. Kegiatan yang dilaksanakan dalam bentuk Kampanye, Orasi,
Sosialisasi, roadshow, talkshow, workshop, diskusi interaktif, lomba-lomba dalam
rangka peningkatan Pembudayaan Kegemaran Membaca yang berkaitan antara Duta
Baca di daerah dengan Perpustakaan Provinsi, Perpustakaan Kabupaten/Kota dan
Lembaga terkait lainya sebagai Gerakan Nasional Gemar Membaca. Semuanya
ditujukan untuk memberikan dorongan dan motivasi masyarakat sehingga mampu
memaknai pentingnya membaca untuk meningkatkan kecerdasan dan keberdayaan
bangsa yang bermanfaat dan berdampak bagi masyarakat menjadi lebih inisiatif,
inovatif, ireatif, dan ikompetitif serta berdaya saing tinggi.

Pedoman Teknis Pemilihan dan Pelaksanaan Kegiatan Duta Baca Daerah, Duta Baca Pelajar dan Bunda Baca/Bunda Literasi | 27

B. Pelaksanaan Kerja Duta Baca Di Daerah
Kegiatan pelaksanaan kerja Duta Baca , meliputi
1. Sosialisasi dan Kampanye pembudayaan kegemaran membaca oleh Duta Baca
Daerah, Duta Baca Pelajar dan Bunda Baca/Bunda Literasi yang difasilitasi,
diarahkan, dipantau dan dievaluasi oleh Dinas Perpustakaan
Provinsi/Kabupaten/Kota.
2. Secara periodik Pelaporan kegiatan Duta Baca Daerah, Duta Baca Pelajar dan Bunda
Baca/Bunda Literasi difasilitasi salah satu Bidang yang ditunjuk di Dinas
Perpustakaan Provinsi/Kabupaten/Kota.
3. Hasil monitoring dan evaluasi tindak lanjut pelaksanaan Program dan kegiatan Duta
Baca di Daerah diolah oleh Dinas Perpustakaan Provinsi/Kabupaten/Kota sebagai
bahan laporan secara periodik kepada Kepala Perpustakaan Nasional RI Up. Kepala
Pusat Pengembangan Perpustakaan dan Pengkajian Minat Baca kepada.

C. Strategi Pelaksanaan Kegiatan
Keberhasilan suatu kegiatan promosi tergantung pada ketepatan dan keakuratan
menganalisis segmen target dan metode yang dipilih untuk mempengaruhi target.
1. Sebelum pelaksanaan kegiatan, akan diawali dengan kegiatan Pengukuhan,
launching dan Publikasi yang dihadiri oleh para pejabat Dinas Perpustakaan
Provinsi/Kabupaten/Kota, pustakawan/ pengelola perpustakaan, organisasi profesi,
media massa dan pihak-pihak terkait dengan Pembudayaan Kegemaran Membaca.
2. Duta Baca Daerah/Bunda Baca/Bunda Literasi Provinsi di kukuhkan oleh Kepala
Perpustakaan Nasional atau Gubernur/Pejabat yang ditunjuk, Duta Baca Daerah
Kabupaten/Kota di kukuhkan oleh Gubernur atau Bupati/Walikota/pejabat yang
ditunjuk (Duta Baca Daerah dan Bunda Baca/Bunda Literasi baik
Provinsi/Kabupaten/Kota dapat dikukuhkan oleh Kepala Perpustakaan Nasional
Republik Indonesia sepanjang di Provinsi/Kabupaten/Kota ada event tertentu
bersifat nasional).
3. Duta Baca Pelajar Kabupaten/Kota di kukukan oleh Bupati/Walikota/Pejabat yang
ditunjuk.
4. Kegiatan Duta Baca (Duta Baca Daerah, Bunda Baca/Bunda Literasi , dan Duta
Baca Pelajar) difokuskan kegiatannya pada segmen masyarakat potensial yang
memiliki inisiatif untuk membangun keberdayaan dan kecerdasan bangsa

28

5. Selanjutnya pelaksanaan sosialisasi dan kampanye Pembudayaan Kegemaran
Membaca dilakukan secara proporsional dan merata di
Provinsi/Kabuapten/Kota/Kecamatan/Desa/Kelurahan di wilayah setempat.

D. Kewajiban Dan Tanggung Jawab Duta Baca Di Daerah
Seorang Duta Baca (Duta Baca Daerah, Duta Baca Pelajar dan Bunda Baca/Bunda
Literasi) yang terpilih, memiliki tugas dan tanggung jawab mempromosikan kegiatan
peningkatan minat baca dan mengakselerasi tumbuhnya budaya Gemar Membaca.
Pelaksanaannya merupakan paket kegiatan Gerakan Pembudayaan Kegemaran
Membaca yang sinergi dengan kegiatan nasional. Program ini menjadi tanggung
jawab Dinas Perpustakaan Provinsi/Kabupaten/Kota.
Adapun program-program dan kegiatan Duta Baca di daerah yang akan dilaksanakan
adalah:
1. Program dan Jenis-jenis Kegiatan Duta Baca Daerah
a. Program Duta Baca Daerah
1) Mengkampanyekan Gerakan Nasional Gemar Membaca di berbagai
kalangan melalui berbagai media yang ada di provinsi/kabupaten/kota;
2) Menjadikan dirinya sebagai Figure dan/atau role model pembudayaan
kegemaran membaca di provinsi/kabupaten/kota;
3) Berperan aktif menyukseskan program daerah dalam
menumbuhkembangkan kegemaran membaca masyarakat melalui kegiatan
pembudayaan kegemaran membaca di provinsi masing-masing;
4) Menyusun dan/atau menyepakati materi program kegiatan dan desain alat
promosi terkait yang digunakan;
5) Menjadi model dalam media promosi berbentuk billboard, poster dan stiker
”Pembudayaan Kegemaran Membaca” dengan materi dan desain yang telah
disepakati bersama;
6) Menjadi pembicara atau narasumber dalam berbagai kegiatan
pertemuan/promosi dalam bentuk seminar, diskusi dan lokakarya yang
berkaitan dengan peningkatan kegemaran membaca masyarakat provinsi;
7) Mengadakan komunikasi dan jumpa fans dengan penggemar melalui media
sosial;

Pedoman Teknis Pemilihan dan Pelaksanaan Kegiatan Duta Baca Daerah, Duta Baca Pelajar dan Bunda Baca/Bunda Literasi | 29

8) Membuka jejaring kerja sama dengan lintas instansi pemerintah setempat
dalam pembudayaan kegemaran membaca di masyarakat
Provinsi/Kabupaten/Kota.

b. Jenis-jenis Kegiatan Duta Baca Daerah
1) Workshop menulis buku, cerpen, puisi
2) Workshop mendongeng
3) Talkshow Pembudayaan Kegemaran Membaca
4) Talkshow literasi
5) Membuat Video Testimoni tentang pentingnya perpustakaan dan
membaca di era digital
6) Pemeran Perpustakaan dan Literasi
7) Bengkel literasi
8) Backpacking library di camp pengungsian Tsunami
9) Gerakan sumbang buku kerjasama dengan penerbit
10) Menulis buku
11) Diskusi dan bedah buku
12) Seminar Pembudayaan Kegemaran Membaca/Literasi
13) Pemutaran Film
14) Temu bintang dan Komunitas Literasi
15) Kunjungan ke perpustakaan dan komunitas baca
16) Menginisiasi pendirian lapak baca, sudut baca
17) Festival literasi/buku
18) Peluncuran buku
19) Publikasi tulisan melalui media cetakan medsos
20) Praktek buku yaitu menjadikan buku sebagai sumber referensi (cara
memelihara ikan di kolam, menanam sayur organik seperti: cabai, terong,
kangkung, dll)

2. Program dan Jenis-jenis Kegiatan Duta Baca Pelajar (Anak dan Remaja)
a. Program Duta Baca Pelajar (Anak Dan Remaja)
1) Mengkampanyekan Gerakan Nasional Gemar Membaca di lingkungan
sekolah melalui berbagai media yang ada di kabupaten/kota;

30

2) Menjadikan dirinya sebagai Figure dan/atau role model pembudayaan
kegemaran membaca di kabupaten/kota;

3) Berperan aktif menyukseskan program Perpustakaan daerah khususnya di
lingkup sekolah dalam menumbuhkembangkan kegemaran membaca
masyarakat melalui kegiatan pembudayaan kegemaran membaca di
Kabupaten/Kota masing-masing;

4) Menyusun dan/atau menyepakati materi program kegiatan dan desain alat
promosi terkait yang digunakan;

5) Menjadi model dalam media promosi berbentuk billboard, poster dan stiker
”Pembudayaan Kegemaran Membaca” dengan materi dan desain yang telah
disepakati bersama;

6) Menjadi pembicara atau narasumber dalam berbagai kegiatan
pertemuan/promosi dalam bentuk seminar, diskusi ke sekolah sekolah yang
berkaitan dengan peningkatan kegemaran membaca masyarakat
Kabupaten/Kota;

7) Mengadakan komunikasi dan jumpa fans dengan penggemar melalui media
sosial;

8) Membuka jejring kerja sama dengan lintas sekolah setempat dalam
pembudayaan kegemaran membaca di masyarakat kabupaten/kota.

b. Jenis-jenis Kegiatan Duta Baca Pelajar( Duta Anak Dan Duta Baca
Remaja) :
1) Lomba Mengarang
2) Lomba Baca Puisi
3) Lomba Pidato
4) Lomba Bercerita/story telling
5) Lomba buat sudut baca di ruang kelas
6) Lomba mewarnai
7) Menyusun sinopsis
8) Lomba Yel-yel Perpustakaan dan Membaca
9) Praktek buku yaitu menjadikan buku sebagai sumber referensi (contoh
bagaimana membuat origami)
10) Kegiatan pembelajaran kreatif terkait hobi untuk menggali potensi anak

Pedoman Teknis Pemilihan dan Pelaksanaan Kegiatan Duta Baca Daerah, Duta Baca Pelajar dan Bunda Baca/Bunda Literasi | 31

11) Kegiatan kreatif untuk melestarikan permainan tradisional (kelereng,
egrang, dll)

12) Kegiatan edukasi tentang berbagai jenis hewan, tumbuh-tumbuhan, dll
13) Belajar menulis (contoh tentang mimpi seseorang, cita-cita, karier yang

harus ditempuh, dll)
14) Berlatih membungkus kado, membuat gunungan buku, membuat origami
15) Berlatih membaca cepat
16) Berlatih theater, dsb

3. Program dan Jenis-jenis Kegiatan Bunda Baca/Bunda Literasi
a. Program Bunda Baca/Bunda Literasi
1) Mengkampanyekan Gerakan Nasional Gemar Membaca di berbagai
kalangan melalui berbagai media yang ada di
Provinsi/Kabupaten/Kota;
2) Menjadikan dirinya sebagai Figure dan/atau role model pembudayaan
kegemaran membaca di provinsi/kabupaten/kota;
3) Berperan aktif menyukseskan program daerah dalam
menumbuhkembangkan kegemaran membaca masyarakat melalui
Kegiatan Pembudayaan Kegemaran Membaca di
Provinsi/Kabupaten/Kota masing-masing;
4) Mendorong Tim Penggerak PKK dan Dharma Wanita di tingkat
Provinsi/Kabupaten/Kota/Kecamatan/Desa/Kelurahan untuk secara
aktif melakukan sosialisasi Pembudayan Kegemaran Membaca di
lingkungan keluarga, sekolah dan msyarakat;
5) Bersinergi dengan Dinas Perpustakaan Provinsi/Kabupaten/Kota/
dalam rangka mensukseskan program literasi untuk kesejahteraan
dengan pemberdayaan masyarakat melalui pendampingan pelatihan-
pelathan dan keterampilan bagi masyarakat;
6) Menyusun dan/atau menyepakati materi program kegiatan dan desain
alat promosi terkait yang digunakan;
7) Menjadi model dalam media promosi berbentuk billboard, poster dan
stiker ”Pembudayaan Kegemaran Membaca” dengan materi dan desain
yang telah disepakati bersama;

32

8) Menjadi pembicara atau narasumber dalam berbagai kegiatan
pertemuan/promosi dalam bentuk seminar, diskusi dan lokakarya yang
berkaitan dengan peningkatan kegemaran membaca masyarakat;

9) Mengadakan komunikasi dan jumpa fans dengan penggemar melalui
media sosial;

10) Membuka jejaring kerja sama dengan lintas instansi pemerintah
setempat dalam pembudayaan kegemaran membaca di masyarakat
Provinsi/Kabupaten/Kota.

b. Jenis-jenis Kegiatan Bunda Baca/Bunda Literasi
1) Melaksanakan MOU dengan para pegiat Literasi
2) Melaksanakan MOU dengan Sekolah terkait gerakan literasi sekolah
3) Melaksanakan MOU dengan para Bunda Baca di
Kabupaten/Kota/Kecamatan/Desa/Kelurahan/RW/RT terkait gerakan
literasi di masyarakat.
4) Wisata Literasi degan melakukan peresmian komunitas baca/lapak
baca;
5) Bincang-bincang literasi baik tatap muka maupun melalui media
informasi (radio, televisi lokal)
6) Pelatihan Literasi budaya, literasi keuangan, literasi kuliner, dll;
7) Sinergi dengan berbagai pegiat literasi untuk menerbitkan buku tentang
analog puisi berbahasa daerah;
8) Sinergi dengan ibu-ibu PKK dan Dharma wanita dalam pemberdayaan
dan pendampingan kepada masyarakat terkait literasi untuk
kesejahteraan.

E. Dana Dukungan Kegiatan Duta Baca Di Daerah
Untuk memperlancar pelaksanaan kegiatan Duta Baca (Duta Baca Daerah, Duta Baca
Pelajar dan Bunda Baca/Bunda Literasi), Perpustakaan Nasional RI membuat kebijakan
dengan memberikan sebagian dana dekonsentrasi sebagai bentuk dukungan kegiatan
Duta Baca Daerah untuk pelaksanaan Tingkat Provinsi. Besarnya penggunaan dana
dekonsentrasi berdasarkan kebijakan Perpustakaan Nasional. Untuk pelaksanaan
kegiatan Duta Baca (Duta Baca Daerah, Duta Baca Pelajar, Bunda Baca/Bunda

Pedoman Teknis Pemilihan dan Pelaksanaan Kegiatan Duta Baca Daerah, Duta Baca Pelajar dan Bunda Baca/Bunda Literasi | 33

Literasi) di Tingkat Kabupaten/Kota dan juga Provinsi dalam pelaksanaan dan
pengembangan program berasal dari:
1. Anggaran Pendapatan dan Belanja Nasional (APBN) dan/atau Anggaran Pendapatan

dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi/Kabupaten/Kota;
2. Sumbangan masyarakat yang tidak mengikat;
3. Kerjasama yang saling menguntungkan;
4. Bantuan luar negeri yang tidak mengikat;
5. Hasil usaha jasa perpustakaan
6. Sumber lain yang sesuai berdasarkan perundang-undangan (misal PNBP, CSR).

34

BAB VI
PENUTUP

Pedoman Teknis Pemilihan/Penunjukkan Duta Baca (Duta Baca Daerah, Bunda Baca/Bunda
Literasi dan Duta Baca Pelajar) Tingkat Provinsi/Kabupaten/Kota atau disebut Duta Baca
ini disusun dalam rangka upaya peningkatan Pembudayaan Kegemaran Membaca masyarakat
di seluruh wilayah Provinsi/Kabupaten/Kota. Pedoman Teknis Pemilihan Duta Baca (Duta
Baca Daerah, Duta Baca Pelajar dan Bunda Baca/Bunda Literasi) menjadi acuan untuk
mendapatkan sosok figre/role model yang diimpikan bersama. Segala proses pemilihan Duta
Baca (Duta Baca Daerah, Duta Baca Anak, Bunda Baca/Bunda Literasi) ini akan dilakukan
secara transparan, akuntabel, dan terukur.
Pedoman Pemilihan Duta Baca (Duta Baca Daerah, Duta Baca Pelajar, dan Bunda
Baca/Bunda Literasi) disusun berdasarkan referensi penyelenggaraan Pemilihan Duta Baca
Indonesia di tingkat pusat dengan menyesuaikan konten kearifan lokal pada masing – masing
daerah.
Lingkup pedoman Duta Baca (Duta Baca Daerah, Duta Baca Pelajar dan Bunda Baca/Bunda
Literasi) ini meliputi ketentuan dan / atau pengaturan tentang :
1. Penyelenggaraan pemilihan Duta Baca (Duta Baca Daerah, Duta Baca Pelajar, dan

Bunda Baca/Bunda Literasi);
2. Tugas panitia dan tim seleksi;
3. Kriteria dan mekanisme pemilihan Duta Baca serta program Duta Baca di daerah.
Hal–hal lain yang belum diatur dalam pedoman ini dapat dikembangkan dan akan diatur
dalam ketetapan daerah sebelum pelaksanaan kegiatan pemilihan/penunjukkan Duta Baca
(Duta Baca Daerah, Duta Baca Pelajar, dan Bunda Baca/Bunda Literasi) dimulai. Perubahan
dan/atau penyempurnaan dapat dilakukan sepanjang tidak bertentangan dengan kebijakan
nasional dan diinformasikan ke Perpustakaan Nasional RI Up Pusat Pengembangan
Perpustakaan dan Pengkajian Minat Baca .

Pedoman Teknis Pemilihan dan Pelaksanaan Kegiatan Duta Baca Daerah, Duta Baca Pelajar dan Bunda Baca/Bunda Literasi | 35

LAMPIRAN

36

Lampiran 1 : Model Form Pendaftaran Biodata Duta Baca Daerah Disediakan
untuk foto diri
BIODATA CALON DUTA BACA DAERAH
TAHUN
NAMA : ……………………………………………… L / P *

GELAR : …………………………………………………………

TEMPAT / TANGGAL LAHIR : …………………………………………………………

ALAMAT TINGGAL : …………………………………………………………

TELP / HP : ………………………./……………………………….

EMAIL : …………………………………………………………

SOSIAL MEDIA : ( FB ) ………………………………………………….....

( TWITTER ) ……………………………………………….

( INSTAGRAM ) ……………………………………………..

( PATH ) …………………………………………………..

LAIN – LAIN ……………………………………………….

MOTTO HIDUP : ………………………………………………………...

RIWAYAT PENDIDIKAN :

NO NAMA SEKOLAH TINGKAT

DAFTAR KELUARGA : HUBUNGAN DALAM KETERANGAN
No NAMA KELUARGA

DAFTAR BUKU YANG SUDAH DIBACA ( MINIMAL ) 6.
1. 7.
2. 8.
3. 9.
4. 10.
5.

POKOK-POKOK PIKIRAN TERHADAP MINAT BACA DI MASING - MASING PROVINSI/KAB/KOTA
……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

…………../…………………..

(Nama Terang)

37

Lampiran 2 : Model Form Pembobotan Calon Duta Baca Daer

No Nama K.1 K.2 K.3 K.4 K.5 K.6 BS

YT YT YT BS B C BS B C YT

K.1. Warga Negara Indonesia yang berdomisili di provinsi pelaksana kegiatan Duta B
K.2. Public figure dalam kegiatan pembudayaan kegemaran membaca pada masing
K.3. Usia diantara 18 - 40 tahun
K.4. Memiliki kesenangan membaca buku atau sumber bacaan, mempunyai perpust

serta aktif dalam kegiatan yang bernuansa menumbuhkembangkan budaya gem
K.5. Tokoh atau seseorang yang punya pengaruh atau dikagumi masyarakat, serta d

acceptable). Sebagai indikator minimal, bisa dinilai antara lain dari:
a. Komunitas yang tercipta sebagai fans atau pengagum sang tokoh
b. Friends/followers yang mereka punya/tunjukkan di media sosial (facebook,
yang nyata dapat dipertanggungjawabkan

K.6. Sehat jasmani dan rohani, tidak terkena pengaruh narkoba memiliki sikap kom
K.7. Memiliki kebiasaan membaca buku ( buku pengayaan ) minimal 2 x 15 menit se
K.8. Mempunyai kredibilitas, kapabilitas dan diterima oleh masyarakat.
K.9. Meraih kesuksesan hidup melalui menulis dan/atau membaca serta prestasi be
K.10. Berpenampilan rapid an berkepribadian baik serta bertanggung jawab dan pat
K.11. Tidak menjadi pengurus dan/atau anggota pada kegiatan politik praktis.
K.12.Mempunyai Kartu Anggota Perpustakaan di Perpustakaan Provinsi atau perpus
K.13. Sanggup menyisihkan waktu untuk kepentingan kegiatan Duta Baca Daerah (pr

pimpinan sekolah / pimpinan perguruan tinggi / tempat bekerja yang bersangku

BS Baik Sekali 5
B Baik 3
C Cukup 2

S Sanggup 5

TS Tidak Sanggup 0

Y Ya 5
T Tidak 0

rah

K.7 K.8 K.9 K.10 K.11 K.12 K.13 JML PERINGK
H AT
B C BS B C BS B C BS B C YT YT
S TS

Baca Daerah yang bersangkutan
- masing provinsi
takaan keluarga dan/atauberperan aktif dalam pemanfaatan dan pengembangan perpustakaan,
mar membaca masyarakat di masing - masing provinsi
diterima diberbagai segmen dan strata masyarakat (tidak sekedar capable, credible and

, twitter, instagram, google+, path, atau sistem sejenis lainnya), dan/atau dokumen / bukti lain
munikatif, kreatif, dinasmis dan patut diteladani

etiap hari atau 20 halaman atau 2 (dua) judul buku per bulan;
elajar baik di sekolah maupun di masyarakat;
tut diteladani;
stakaan jenis lainnya;
romosi gemar membaca) di seluruh wilayah provinsi serta diketahui dan disetujui oleh pihak
utan

38

Lampiran 3 : Model Form Rekapitulasi Audiensi Dengan Calon

Nama Juri :

Nama Calon :

No. KOMPONEN YANG DIGALI

1. Pemahaman dan Kepedulian tentang Minat & Budaya Baca bagi Masyarakat Hidu
dan produktif untuk hidup lebih sejahtera dan kompetitif

2. Pemahaman tentang Perpustakaan sebagai Pengelola media informasi & Wahana
dan murah

3. Kebiasaan Diri dalam membaca buku dan berkunjung ke Perpustakaan, serta pan
era digital atau internet

4. Visi, strategi, gagasan / ide dan inovasi yang ditawarkan calon” untuk membangk
dan budaya baca masyarakat Indonesia

5. Kesanggupan Calon dan Ketersediaan Waktu untuk melaksanakan Tugas Duta Ba
program Perpustakaan Nasional RI maupun Dinas Perpustakaan Provinsi maupun
secara utuh dan program daerah yang membutuhkan kehadiran Duta Baca Daera

6. Tuntutan (Permintaan) Calon dan Kendala yang diprediksi Calon akan muncul dan
Baca Daerah

7. Review tentang Pengalaman, Kompetensi, Kemampuan, Daya Inovasi dan kesuks
Keberhasilan dalam melaksanakan Tugas Duta Baca Daerah

8. Media promosi Duta Baca Daerah yang dimiliki dan ditawarkan kepada publik dan
9. Penampilan dan Potensi daya tarik pasar, serta pemenuhan persyaratan Calon Du

sistemik
TOTAL :

RATA - RATA

Catatan Nilai : 81 - 90
Kategori Sangat Baik /Sangat Potensial 71 - 80
61 - 70
Baik / Potensial 50 - 60
Cukup Baik/ Cukup Potensial
Kurang Baik / Kurang Potensial

Pedoman Teknis Pem

n Duta Baca Daerah

Tempat Audiensi :

Waktu Audiensi :

BOBOT NILAI *) HASIL NILAI
(BOBOT X NILAI)
(50-100)
Total Nilai
up Cerdas, Berwawasan Luas, Inovatif, 2 (Bobot x Nilai )

a Belajar Sepanjang Hayat yang efektif 2

ndangan terhadap buku dan e-books di 2

kitkan inspirasi dan mendongkrak minat 3

ca Daerah di wilayah Provinsi, baik 4
n Dinas Perpustakaan Kabupaten / Kota 2
ah
n dihadapi bila terpilih menjadi Duta

sesan diri calon, serta Peluang 4

n Dinas Perpustakaan Provinsi 3
uta Baca Daerah secara utuh dan 3

25

Total Nilai : Total Bobot
= Nilai rata - rata

…………., … ……………. 20…
Juri Duta Baca Daerah Provinsi …………..

( …………………………….. )

milihan dan Pelaksanaan Kegiatan Duta Baca Daerah, Duta Baca Pelajar dan Bunda Baca/Bunda Literasi | 39

Lampiran 4 : Model Form Panduan Wawancara Calon Duta Baca Daerah
PANDUAN PERTANYAAN WAWANCARA
1. Pandangan calon Duta Baca Daerah tentang kegiatan membaca;
2. Tanggapan mengenai budaya membaca di Indonesia saat ini
3. Motivasi menjadi Duta Baca Daerah
4. Strategi mengalakkan / menggiatkan / menganjurkan budaya kegemaran membaca di kalangan

masyarakat
5. Urutkan secara prioritas beberapa hal berikut untuk meningkatkan budaya gemar membaca dan

berikan alasan :
a. Buku
b. Melek huruf
c. Akses terhadap buku
d. Keluarga

6. Buku yang mengubah / menginspirasi dalam hidup
7. Pendapat mengenai tokoh membaca di Indonesia?
7. Faktor yang menghambat berkembangnya budaya gemar membaca di Indonesia
8. Harapan kepada Perpustakaan Nasional RI mengenai tugas sebagai Duta Baca Daerah
9. Kaitan teknologi informasi dan kegemaran membaca dewasa ini
10. Tema / Tagline yang akan diusung jika terpilih menjadi Duta Baca Daerah

40


Click to View FlipBook Version