The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

TUGAS MAKALAH AYU 21

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by annaamariarahayu, 2021-09-30 17:24:28

MAKALAH1

TUGAS MAKALAH AYU 21

TUGAS SEJARAH
MAKALAH : BANDA NEIRA KOTA METROPOLIS ABAD 17

DITULIS OLEH :
NAMA : ANNA MARIA RAHAYU HITIPEUW
KELAS : X.1 SMA SWASTA KRISTEN YPKPM AMBON

KATA PENGANTAR

Puji syukur saya panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena kasih-Nya sehingga
tugas makalah ini dapat diselesaikan, sebagai salah satu persyaratan untuk mendapat nilai ulang-
an semester ganjil tahun 2021.

Selama menyelesaikan tugas makalah ini saya menyadari bahwa banyak hambatan yang
saya temui. Namun berkat bimbingan serta dorongan dari berbagai pihak sehingga semuanya itu
dapat teratasi dengan baik.

Untuk itu melalui kesempatan ini saya ingin menyampaikan ucapan terima kasih kepada :
1. Ibu Atihuta sebagai guru mata pelajaran sejarah yang memberikan arahan serta petunjuk cara

menyelesaikan tugas ini.
2. Orangtua yang selalu mendampingi dalam menyelesaikan tugas makalah.
3. Pegawai Balai Arkeologi Ambon yang sudah memberikan informasi tentang Banda Neira seba

gai kota metropolis abad 17.
4. Pegawai Balai Nilai-Nilai Budaya Ambon yang juga memberikan informasi tentang Banda

Neira sebagai kota metropolis abad 17.
Saya menyadari bahwa dalam pembuatan tugas makalah ini banyak kekurangannya untuk

itu kritik dan saran yang dapat menyempurnakan tugas makalah ini sangat diharapkan. Semoga
tugas makalah ini dapat bermanfaat bagi setiap pembaca.

Ambon, September 2021
Penulis

Anna Maria Rahayu Hitipeuw

i

DAFTAR ISI

Kata Pengantar ...................................................................................................................... i

Daftar Isi ...................................................................................................................... ii

BAB I ..................................................................................................................... 1

PENDAHULUAN .............................................................................................................. 1

A.Latar Belakang Masalah ................................................................................................. 1

B. Rumusan Masalah ................................................................................................. 2

C. Tujuan Penulisan .................................................................................................. 3

BAB II ...................................................................................................................... 4

PEMBAHASAN MASALAH .......................................................................................... 4 – 7

BAB III ......................................................................................................... 8

PENUTUP ......................................................................................................... 8

A.Kesimpulan ......................................................................................................... 8

B. Saran ......................................................................................................... 8

LAMPIRAN FOTO ......................................................................................................... 9

DAFTAR PUSTAKA ..................................................................................................... 10

ii

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar belakang Masalah
Banda Neira merupakan pulau utama dalam gugusan Kepulauan Banda. Dari segi

sejarah sendiri, Banda Neira merupakan pulau tempat Bangsa Spayol, Portugis, dan
Inggris bertempur pada abad abad 16 dan 17. Pertempuran antara bangsa-bangsa tersebut
tidak lain karena tanaman buah pala, rempah-rempah paling langka pada masanya.

Kepulauan Banda di masa perdagangan kuno merupakan sebuah daerah terpencil.
Letaknya jauh dari pusat pemerintahan. Iklim yang ekstrem disertai gelombang laut yang
ganas, membuat Banda sulit dikunjungi dan menjadi terpencil. Di tengah-tengah kesendiriannya
aroma buah palanya menyengat hidung melampaui samudra dan daratan mengundang kunjungan
pedagang untuk melakukan perdagangan. Terjadilah perdagangan nusantara sampai perdagangan
internasional yang membawa kemakmuran dan kebahagiaan bagi masyarakat Banda. Kepulauan
banda dengan aroma yang khas membuat pedagang Eropa menyebutnya sebagai the spice
island, kepulauan rempah-rempah.

Banda telah masyhur sebagai wilayah penghasil pala pada abad ke-12. Kabar ini
awalnya disebarkan oleh para pedagang Melayu, Arab, Persia dan Cina. Mereka yan per-
tama membeli pala dari Banda, yang kemudian dibawa dengan kapal ke Teluk Persia dan
didistribusikan ke seluruh Eropa melalui konstantinopel (Istanbul) di wilayah Turki saat
ini.

Hal itu yang mendorong orang-orang Eropa berlomba-lomba mencari daerah peng
hasil rempah-rempah. Sejalan dengan dogma Gold, Glory, Gospel atau kekayaan, kejaya-
an, dan penyebaran agama.

Laksamana Portugis Alfonso de Albuquerque adalah penjajah Eropa pertama
yang menaklukkan pelabuhan dagang Malaka di Semenanjung Malaya dari Sultan
Mahmud pada tahun 1511. Ia mengutus ekspedisi yang dipimpin oleh D‟Abreau untuk
berlayar ke Maluku. Begitu tiba di daratan Banda, pelaut Portugis mengisi kapal dengan
biji dan buah pala yang kemudian akan dijual ke beberapa kota di Eropa.

1

Sejak saat itu, Portugis menguasai Banda, hingga armada Belanda yang dipimpin
Laksamana Muda Jacob van Heemskerk berlabuh di Pulau Banda Besar (Lonthoir) pada
abad ke-17. Hampir bersamaan, tahun 1601, armada dagang Inggris di bawah komando
Kapten James Lancester membuat pangkalan di Pulau Run dan Pulau Ai setelah menem-
menempuh perjalanan laut dari Banten.

Pada saat itu, Belanda bahkan menilai Banda lebih strategis ketimbang Batavia
(Jakarta). Belanda dan Inggris berseteru memperluas wilayah kolonialnya, Batavia
dikorbankan menjadi sasaran penyerbuan. Namun, pada saat yang sama, Banda Neira
dijadikan pusat pertahanan dan permukiman gubernur jenderal Hindia Belanda abad
ke-17.

Banda Neira pernah menjadi pusat perdagangan pala dan fuli (bunga pala) dunia,
karena Kepulauan Banda adalah satu-satunya sumber rempah-rempah yang bernilai ting-
gi hingga pertengahan abad ke-19. Kota modernnya didirikan oleh anggota VOC, yang
membantai penduduk Banda untuk mendapatkan palanya pada tahun 1621 dan membawa
yang tersisa ke Batavia (Jakarta) untuk dijadikan budak. Banda Neira buka sekedar per-
kampungan biasa yang terletak di Pulau Banda, Maluku. Banyak hal yang bisa kita laku-
kan di sini. Mulai dari wisata budaya sampai wisata alam semuanya ada. Kita bisa laku-
kan wisata sejarah sekaligus budaya dengan mengunjungi Benteng Belgica, benteng
Nassau, Istana Mini, dan bangunan-bangunan kolonial yang biasanya ada di ruas jalan
yang sama. Karena pernah jadi basis pertahanan tentara VOC, kita akan temui gaya
bangunan khas Belanda di sini. Dari sekilas uraian tentang Banda Neira maka bisa
dikatakan Banda Neira sebagai kota yang sudah maju, karena pada saat bangsa Belanda
menduduki Banda Neira dijadikan sebagai kota perdagangan maupun pemerintahan saat
itu.

B. Rumusan Masalah
Bertolak dari uraian latar belakang masalah tersebut, maka sebagai permasalahan

dalam penulisan ini adalah :

Mengapa Banda Neira disebut sebagai kota metropolis abad 17 ?

2

C. Tujuan Penulisan
1. Sebagai tugas sejarah sekaligus sebagai nilai Penilaian Tengah Semester.
2. Selain kita mengenal dan pelajari sejarah daerah kita sendiri,kita juga harus mengenal
dan pejari sejarah yang ada di daerah lain yang merupakan bagian wilayah Propinsi
Maluku.

3

BAB II

PEMBAHASAN MASALAH

Kata metropolis berasal dari bahasa Yunani, yaitu dari kata meter yang bermakna
„ibu‟ dan polis bermakna (1) „ibu kota‟ atau „kota terpenting dalam negara atau wilayah‟
(2) „kota yang menjadi pusat kegiatan perdagangan, industri, dan pemerintahan‟. Jika di-
kaitkan dengan permasalah yang diangkat dalam penulisan ini yaitu Mengapa Banda
Neira disebut sebagai kota metropolis abad 17 ?. Fakta sejarah menjelaskan kepada kita
yaitu :
1. Banda Neira pernah menjadi pusat perdagangan pala dan fuli (bunga pala) dunia,

karena Kepulauan Banda adalah satu-satunya sumber rempah-rempah yang bernilai
tinggi hingga pertengahan abad ke-19. Biji pala saat itu memiliki nilai tinggi di-
bandingkan dengan perak, bahkan emas. Rempah yang pada zaman dulu sangat lang-
ka, dicari banyak orang karena dipercaya berkhasiat, pemberi rasa, bahan pengawet
yang baik sehingga mampu mengobati banyak penyakit. Ditambah lagi, rempah-
rempah saat itu tidak tumbuh di wilayah Eropa. Bahkan, awal abad ke-17, harga
pala yang dibeli dengan sangat murah di Banda dapat dijual di Eropa dengan harga
600 kali lipat.
2. Pusat pemerintahan VOC yang pertama .
Dulu pusat pemerintahan VOC Belanda berada di Banda Neira, kota ini dirancang
sebagai kota yang lengkap mulai dari Istana Mini, perkantoran,benteng,penjara, dan
Gereja, dsb.
● Istana Mini Neira.
VOC kala itu membangun kota Banda Neira dengan mendirikan bangunan istana ber
nama Istana Mini Neira. Istana tersebut berfungsi sebagai tempat tinggal Gubernur
VOC. VOC lebih dahulu membangun istana ini setahun sebelum pembangunan Ista-
na Merdeka di Batavia (Jakarta). Istana Mini Neira menjadi satu-satunya bangunan
besar dan indah saat itu di kawasan ini. Di depannya terhampar pantai biru yang

4

jernih dan Pulau Banda Besar. Di sekitar Istana Mini dibangun rumah-rumah ber-
ukuran besar sebagai tempat tinggal dari petinggi orang Eropa yang datang ke Banda.
Seiring waktu, pusat pemerintahan dipindahkan ke Jakarta karena lokasi Banda
jauh di timur Indonesia sehingga membuat kegiatan menjadi sulit.

● Benteng Belgica.

Benteng Belgica adalah sebuah benteng peninggalan Portugis yang kemudian direbut
dan dibangun kembali oleh Belanda. Setelah jatuh ke tangan Belanda, benteng ini di-
gunakan untuk menangkal serangan rakyat Banda yang menentang monopoli perda-
gangan pala dari VOC. Selain itu, Benteng Belgica juga difungsikan sebagai markas
militer Belanda dan tempat untuk memantau lalu lintas kapal dagang.

5

● Gereja Tua

Gereja ini dibangun pada tanggal 20 April 1873 yang kemudian diresmikan pada
23 Mei 1875 oleh dua orang misionaris asal Belanda yaitu Maurits Lantzius dan John
Hoeke. Bangunan gereja ini dibangun di atas pusara 30 orang prajurit Belanda yang
gugur dalam perang penaklukan Banda. Hal ini dibuktikan dengan adanya 30 batu
nisan lengkap dengan identitas para prajurit tersebut pada lantai gereja. Hingga seka-
rang, gereja ini masih digunakan untuk pelayanan umat Nasarani di Banda Neira.
● Tempat Pengasingan Bung syahrir.

6

Rumah pengasingan Bung Syahrir, bergaya indis yang memadukan arsitektur kolonial
dan tropis ini memiliki langit-langit tinggi dengan enam tiang penyangga berbentuk
bulat, berjendela besar, dan beratap agak curam. Ruang utamanya luas diapit kamar
tidur dan ruang kerja. Di sekitar rumah Syahrir, berderet bangunan berarsitektur seru-
pa. Salah satunya bangunan bekas rumah Kapten Christopher Cole, yang memimpin
armada Inggris merebut Banda Neira dari Belanda pada tanggal 10 Agustus 1810.
Juga terdapat rumah pengasingan Hatta. Rumahnya besar, terdiri atas bangunan
utama di depan dan bangunan tambahan di belakang. Di ruang kerja terdapat meja tua
lengkap dengan mesin ketik antik. Di ruangan itu dulu Hatta biasa membaca majalah atau
mengetik artikel sambil menyeruput kopi tubruk. Ia mengirim tulisannya ke sejumlah
media di Jawa atau Belanda. Majalah Sin Tit Po adalah salah satu media yang cukup sering
memuat tulisan Hatta kala itu.Di teras bangunan tambahan, berjajar tujuh bangku dan meja
belajar model lama menghadap papan tulis kayu. Di sana dulu Hatta dan Sjahrir membuka
kelas sore mengajar anak-anak Banda aritmetika hingga bahasa Inggris. Hatta pernah
mengajak anak-anak mengecat perahu dengan warna merah dan putih. Sedangkan Sjahrir
kerap mengajak anak-anak naik perahu ke Pulau Pisang, yang berjarak beberapa kilometer
dari Neira. Di pulau gersang tidak berpenghuni itu, ia mengajar mereka bernyanyi Indone-
sia Raya. Untuk mengenangnya, nama pulau itu kini diganti menjadi Pulau Sjahrir. Nama
Hatta juga diabadikan menjadi nama salah satu pulau tidak jauh dari Pulau Sjahrir. Pulau
Hatta terkenal dengan terumbu karang dan keanekaragaman ikannya. Hiu martil, lumba-
lumba, dan paus kerap ditemui di sekitar pulau itu. Di Neira juga terdapat rumah pengasing
an Tjipto Mangoenkoesoemo dan Iwa Kusumasumantri. Mereka berdua diasingkan di
Banda sejak 1927.Rumah Tjipto luas dengan enam pilar besar menopang teras.Didalamnya
terdapat lemari kayu, kursi goyang, dan meja marmer persegi delapan. Rumah Iwa lebih
kecil dan tidak banyak isinya selain kursi dan meja tua. Dulu, hampir setiap Sabtu malam,
Hatta dan Sjahrir datang bertamu ke rumah Tjipto dan Iwa.

7

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil kunjungan di Balai Arkeologi Ambon dan Balai Pelestarian
Nilai Budaya Ambon, kemudian menelusuri Sejarah Banda Neira melalui internet,
maka disimpulkan bahwa Banda Neira disebut kota metropolis abad 17, karena :
1. Banda Neira pernah menjadi pusat perdagangan pala dan fuli (bunga pala)
dunia.
2. Pusat pemerintahan VOC yang pertama.
B. Penutup
Setelah membaca makalah berjudul “Banda Neira kota metropolis abad 17”,
saran saya untuk pembaca khususnya para siswa sebagai generasi muda Indonesia mari
kita sama-sama belajar untuk mempertahankan sejarah perjuangan Bangsa Indonesia.

8

LAMPIRAN FOTO KUNJUNGAN
1. BALAI ARKEILOGI AMBON

2. BALAI PELESTARIAN NILAI-NILAI BUDAYA AMBON

9

DAFTAR PUSTAKA
1. Wawancara dengan pegawai Balai Arkeologi Ambon.
2. Wawancara dengan pegawai Balai Pelestarian Nilai-Nilai Budaya Ambon.
3. Error! Hyperlink reference not valid.
4. htpps://mobile.twiter.com>status
5. Error! Hyperlink reference not valid.
6. https://kantorbahasabengkulu.kemendikbud.go.id>...

10


Click to View FlipBook Version