The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by erikawibowo94706, 2021-05-25 07:18:57

Modul Bentuk Molekul

Bentuk Melokul

Keywords: bentuk molekul

MMMM

MODUL KIMIA

BENTUK MOLEKUL

Pendidikan Kimia
Fakulitas Sains Dan Teknologi
UIN Walisongo Semarang
2021

KATA PENGANTAR
Segala puji dan syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, hidayah
serta inayah-Nya kepada penulis, sehingga penulis dapat menyelesaikan modul kimia tentang
bentuk molekul
Modul kimia SMA/MA ini disusun sebagai bahan ajar pelengkap pelajaran kimia
SMA/MA Kelas X. Dengan adanya modul ini diharapkan siswa-siswi dapat termotivasi dalam
mempelajari kimia dan dapat belajar secara mandiri atau berdiskusi bersama teman agar
mendapatkan hasil belajar yang maksimal. Modul ini dilengkapi dengan penjelasan, rangkuman,
praktikum dan latihan soal yang dapat memperdalam pemahaman konsep siswa mengenai
benntuk molekul.
Penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarmya kepada semua pihak yang
mendukung dan terlibat dalam proses pembuatan modul ini. Penulis menyadari, meskipun telah
berusaha segenap kemampuan, tentunya modul ini tidak lepas dari kekuranganyang harus
disempurnakan. Oleh karena itu penulis menerima segala kritik dan saran yang membangun
untuk kesempurnaan modul kimia bentuk kimia ini di masa yang akan datang.

DEMAK, 25 MEI 2021

ERIKA DIAN WIBOWO

i

Daftar Isi

KATA PENGANTAR .................................................................................................................. i
Daftar Isi ...................................................................................................................................... ii
Daftar Gambar ............................................................................................................................ iii
Daftar Tabel ................................................................................................................................ iii
PENDAHULUA ...........................................................................................................................1

A. DESKRIPSI .......................................................................................................................1
B. PETUNJUK PENGGUNAAN E-MODUL .......................................................................1
C. KOMPETENSI DASAR....................................................................................................2
PETA KONSEP ............................................................................................................................3
Glosarium......................................................................................................................................4
KEGIATAN PEMBELAJARA ....................................................................................................5
A. PENGERTIAN BETUK MOLEKUL ..................................................................................5
B. TEORI-TEORI BENTUK MOLEKUL................................................................................6
Rangkuman .................................................................................................................................23
SOAL UJI KOMPETENSI .........................................................................................................24
Daftar Pustaka.............................................................................................................................27

ii

Daftar Gambar
Figure 1. Bentuk Molekul Air.......................................................................................................6
Figure 2. R. J Gillespie Dan R. Nyhlom. ......................................................................................6
Figure 3. Molekul Karbon Dioksida .............................................................................................9
Figure 4. Boron Trifluorida.........................................................................................................10
Figure 5 Amminia .......................................................................................................................12
Figure 6 Fosfor Pentaklorid ........................................................................................................13
Figure 7 Sulfur Hexsafluorida ....................................................................................................14
Figure 8 Ralph H. Petrucci..........................................................................................................20
Figure 9 Struktur Molekul Air ....................................................................................................20
Figure 10 Bentuk Molekul Air....................................................................................................21
Figure 11 Jabir Ibn Hayyan.........................................................................................................21

Daftar Tabel
Table 1. Bentuk Molekul 2 Pasang Elektron ................................................................................8
Table 2. Bentuk Molekul 3 PasanganElektron ...........................................................................10
Table 3. Bentuk Molekul 4 Pasangan Elektron ..........................................................................11
Table 4. Bentuk Molekul 5 Pasangan Elektron ..........................................................................13
Table 5. Betuk Molekul 6 Pasang Elektron ................................................................................14
Table 6. Teori Domain Elektron .................................................................................................18

iii

BETUK MOLEKUL

KELAS X

PENYUSUN

ERIKA DIAN WIBOWO

Fakulitas Sains Dan Teknologi
UIN Walisongo Semarang
2021

iv

BAB I PENDAHULUAN

A. DESKRIPSI

Dalam E-Modul ini anda akan mempelajari materi bentuk molekul berdasrkan teori pasang
electron kulit valensi atau teori VSPER serta teori domain electron. Didalam E-Modul ini selain
terdapat penjelasan materi dilengkapi dengan soal-soal serta uji kompetensi yang harus anda
kerjakan guna memaksimalkan tujuan pembelajaran pada materi bentuk molekul

B. PETUNJUK PENGGUNAAN E-MODUL

Petunjuk Bagi Siswa
Untuk memperoleh prestasi belajar secara maksimal, maka langkah-langkah yang perlu
dilaksanakan dalam modul ini antara lain:

1. Bacalah dan pahami materi yang ada pada setiap kegiatan belajar. Bila ada materi yang
belum jelas, siswa dapat bertanya pada guru.

2. Kerjakan setiap tugas diskusi terhadap materi-materi yang dibahas dalam setiap kegiatan
belajar.

3. Jika belum menguasai level materi yang diharapkan, ulangi lagi pada kegiatan belajar
sebelumnya atau bertanyalah kepada guru.

1

Petunjuk Bagi Guru
Dalam setiap kegiatan belajar guru berperan untuk:

1. Membantu siswa dalam merencanakan proses belajar
2. Membimbing siswa dalam memahami konsep, analisa, dan menjawab pertanyaan siswa

mengenai proses belajar.
3. Mengorganisasikan kegiatan belajar kelompok.

C. KOMPETENSI DASAR
Setelah mempelajari E-Modul ini, diharapkan anda mampu :
1. Dapat menggambarkan struktur lewis suatu ikatan
2. Dapat menentukan PEI dan PEB berdasarkan struktur lewis
3. Dapat menentukan bentuk molekul berdasarkan teori VSPER
4. Dapat menentukan bentuk molekul melalui teori domain electron ikatan

2

PETA KONSEP

BENTUK MOLEKUL

TEORI VSPER TEORI DOMAIN
ELEKTRON

NOTASI VSEPR PASANGAN ELEKTRON PASANGAN ELEKTRON
BEBAS TERIKAT

PASANGAN ELEKTRON PASANGAN ELEKTRON
BEBAS TERIKAT

3

Glosarium

Struktur Lewis : Suatu pola atau diagram yang menggambarkan jumlah elektron
valensi dari atom atom yang akan membentuk ikatan kimia
Atom pusat :Atom yang dapat mengikat beberapa atom lain dalam suatu
senyawa kovalen
PEI :Pasangan elektron atom pusat yang digunakan untuk membentuk
ikatan dengan atom lain dalam senyawa
PEB :Pasangan elektron atom pusat yang tidak digunakan untuk
membentuk ikatan dengan atom lain dalam senyawa
Simetris : Distribusi elektron menyebar secara merata di sekitar atom pusat
Tidak simetris : DistribusI elektron menyebar tidak merata di sekitar atom pusat
Valensi : Jumlah elektron pada kulit terluar
Domain elektron : Suatu area dalam molekul yang ditempati oleh electron

4

BAB II KEGIATAN PEMBELAJARAN

KEGIATAN BELAJAR

KOMPETENSI :
 Mendeskripsikan dari Materi Bentuk Molekul

SUB KOMPETENSI:
 Menerapkan Teori Pasangan Kulit Atom Valensi (VSPER) Dan Teori Domain
Elektron Untuk Mengetahui Bentuk Molekul

PENDAHULUAN

Mari Mencoba
Sebelum memulai pembelajaran pada sub bab materi bentuk molekul, coba kerjakan soal

dibawah ini !
Menurut kalian bagaimana struktur lewis dari molekul air ?

Dan bagaimana bentuk molekul air tersebut ?

Untuk mengetahui bentuk molekul air
dan lainnya, mari kta lihat materi sebagai

berikut.

5

A. Pengertian Betuk

molekul Bentuk molekul merupakan susunan ruang atom-atom
dalam molekul. Molekul diatomik memiliki bentuk linear,

Molekul triatomik dapat berbentuk linear atau bengkok,

Figure 1. Bentuk Molekul Air Molekul tetraatomik berbentuk planar (datar sebidang)
atau piramida. Semakin banyak atom penyusun molekul,

semakin banyak pula geometrinya. Bentuk molekul dapat diketahui melalui sebuah

percobaan. Akan tetapi, molekul-molekul yang paling simpel atau sederhana bisa kita

ramalkan berdasarkan pemahaman dalam struktur elektron di molekulnya.

B. TEORI-TEORI BENTUK
MOLEKUL

1. TEORI VSPER

Pada tahun 1940 Ronald J.

Gillespie dan Ronald Nyhlom

mengemukakan gagasan bahwa

Figure 2. R. J Gillespie Dan R. Nyhlom. bentuk dari molekul-molekul
sederhana dapat diramalkan

berdasarkan jumlah ikatan atau banyaknya pasangan elektron ikatan yang terdapat di

sekitar atom pusatnya.

Pada struktur lewis didalam molekul adalah sebuah struktur penggambaran bagaimana

posisi pasangan elektron yang mengelilingi atom pusat, yaitu pasangan electron berikatan

(PEI), dan juga pasangan electron bebas atau yang tidak berikatan (PEB) dengan pasangan-

6

pasangan tersebut saling tolak-menolak. Dan hal ini yang dimaksud dengan teori VSPER
(Valence Shell Electron Pair Repulsion) yang dimana menentukan bentuk molekul dari
tolakan pasangan electron disekitar atom pusat.

Secara singkat teori VSEPR meliputi :
 Bentuk molekul dapat ditentukan dari adanya Pasangan Electron Berikatan (PEI)
dan Pasang Electron Bebas (PEB) dalam kulit atom inti pusat terluar.
 Dikarekan terdapat muatan sejenis, maka terjadi tolak-menolak antar elektron.
 Pada pasangan electron lebih cenderung memerendahkan gaya tolak-menolak atau
berupaya saling menjauh sehingga membentuk suatu struktur tertentu.Teori
Tolakan Pasangan Electron (VSEPR) merupakan teori yang dipakai untuk
menjelaskan struktur ruang molekul, kemudian yang disempurnakan oleh Teori
Domain Electron.

Key Note

Langkah-Langkah menentukan bentuk molekul dengan teori VSEPR :
1. Menggunakan struktur Lewis.
2. Menentukan jumlah pasang electron disekeliling atom pusat, kemudian PEI
dan PEB.
3. Memprediksi sudut-sudut ikatan berdasarkan jumlah kelompok electron dari
arah-arah akibat tolakan PEB.
4. Menggambar dan memberi nama bentuk molekul berdasarkan PEI dan PEB.

7

Kita sudah belajar Jika penasaran
tentang teori VSPER, dengan contoh
terus bagaimana dengan
dari teori
contoh nya ya ? VSPER, jangan

lupa cermati
ulasan dibawah
ini ya kawan…

Berdasarkan jumlah Pasangan Electron Berikatan (PEI) dan Pasang Electron
Bebas (PEB), dapat dikelompokan menjadi :

Bentuk molekul 2 pasang electron diatom pusat

Bentuk molekul yang muugkin terjadi dari pasangan 2 electron
disekitar atom pusat dari PEI dan PEB dapat dilihat pada tabel
berikut :

Table 1. Bentuk Molekul 2 Pasang Elektron

Struktur Lewis Bentuk Gambar molekul Keterangan
VSPER
Pada BeCl₂ ada
AX₂ dua pasang
electron yang
mengelilingi
atom pusat Be,
pada kedua
pasang electron
terjadi tolak
menolak
sehingga terjadi
bentuk molekul
Linier.

8

AX₂ Pada CO₂ ada
dua kelompok
pasang electron
yang
membentuk
ikatan rangkap.
Dua pasangan
electron tersebut
tolak menolak
sehingga
terjadinya
bentuk molekul
Linier.

Sekilas Info Figure 3. Molekul Karbon Dioksida
sa
Dalam kehidupan sehari
(B) Struktur Lewis CO₂ karbon dioksida merupaka

(A) Gas karbon gas yang dihasilkan dari
dioksida dialam pembakaran Pada CO₂ ada
bebas
dua kelompok pasang
electron yang membentuk

ikatan rangkap. Dua
pasangan electron tersebut

tolak menolak sehingga
terjadinya bentuk molekul

Linier.

(C) Bentuk Molekul Karbon

Dioksida

(Linier)

Bentuk molekul 3 pasang electron diatom pusat

Bentuk molekul yang muugkin terjadi dari pasangan 3 electron
disekitar atom pusat dari PEI dan PEB dapat dilihat pada tabel
berikut :

9

Table 2. Bentuk Molekul 3 PasanganElektron

Struktur Lewis Bentuk Gambar molekul Keterangan
VSPER
Pada BF₃ ada
AX₃ tiga PEI yang
mengelilingi
AX₂E atom pusat.
Maka bentuk
molekulnya
adalah Segitiga
Planar.
Pada SnCl₂ ada 3
pasang electron
yang meliputi 1
PEB dan 2 PEI .
maka bentuk
molekulnya
adalah Bentuk
V. Dikarenakan
sudut Cl – Sn -
Cl lebih kecil
dari 120 yang
disebabkan
karena adanya
tolakan PEB
lebih besar dari
PEI.

Sekilas Info Figure 4. Boron Trifluorida

B. Ikatan Produk BF₃ merupakan gas yang
Lewis BF₃ toxic, Pada BF₃ ada tiga PEI yang
mengelilingi atom pusat. Maka
bentuk molekulnya adalah Segitiga

Planar.

A. Produk BF₃ C. Bentuk Molekul BF₃

(Segitiga Planar)

10

Bentuk molekul 4 pasang electron diatom pusat

Bentuk molekul yang muugkin terjadi dari pasangan 4 electron
disekitar atom pusat dari PEI dan PEB dapat dilihat pada tabel
berikut :

Table 3. Bentuk Molekul 4 Pasangan Elektron

Struktur Lewis Bentuk Gambar molekul Keterangan
VSPER
Pada CH₄ ada 4
AX₄
pasang electron
AX₃E
yang

mengelilingi

atom pusat yaitu

C, semua

merupakan

pasangan ikata

electron dan

akhirnya

bentukmolekuln

ya adalah

tetrahedral

dengan sudut H
– C – H = 109,5r

Pada NH₃

terdapat 4

pasang electron

yang

mengelilingi N,

meliputi 3 PEI

dan 1 PEB.

Struktur ruang

electron

membentuk

tetrahedral, akan

tetapi karena ada

1 PEB yang daya

tolak-

menolaknya

lebih kuat dari

PEI maka

bentuk molekul

yang dihasilkan

adalah

pyramidal

trigonal dengan
sudut H – N – H

= 107,5r

11

AX₂E₂ Pada molekul air
H₂O terdapat 4
pasang elektro
mengelilingi
atom O, 2PEI
dan 2PEB.
Struktur ruangan
membentuk
tetrahedral, akan
tetapi karena ada
2 PEB yang
terdapat tolak-
menolak lebih
besar maka
bentuk
molekulnya
adalah bentuk V
dengan ukuran
sudut H – O – H
= 104,5r

Sekilas Info c. bentuk molekul Figure 5 Amminia
pyramidal trigonal
a. Produk ammonia Produk ammonia dalam kehiduan sehari-
hari bisa kita temukan dalam pembersih
perkakas. Pada NH₃ terdapat 4 pasang
electron yang mengelilingi N, meliputi 3 PEI
dan 1 PEB. Struktur ruang electron
membentuk tetrahedral, akan tetapi
karena ada 1 PEB yang daya tolak-
menolaknya lebih kuat dari PEI maka
bentuk molekul yang dihasilkan adalah
pyramidal trigonal

b. struktur lewis

Bentuk molekul 5 pasang electron diatom pusat

Bentuk molekul yang muugkin terjadi dari pasangan 5 electron disekitar
atom pusat dari PEI dan PEB dapat dilihat pada tabel berikut :

12

Table 4. Bentuk Molekul 5 Pasangan Elektron

Struktur Lewis Bentuk Gambar molekul Nama Bentuk
PCl₅ VSPER Molekul

AX₅ Bipiramidal
trigonal

SF₄ AX₄E Seesaw
CIF₃ AX₃E₂ (jungkat-
jungkit)

T-shape (bentuk
T)

XeF₂ AX₂E₃ Linear

Sekilas Info Figure 6 Fosfor Pentaklorid

a. Produk PCl₅ Pada molekul PCl₅, Atom P sebagai atom
pusat memiliki 5 elektron valensi, semua
c. bentuk elektron valensi terlibat dalam ikatan
molekul dengan lima atom Cl di sekitarnya,
segitiga masing-masing membentuk ikatan
bipiramida tunggal (PEI=5) maka atom P tidak
memiliki pasangan elektron bebas
(PEB=0) sehingga PCl5 diprediksi

berbentuk segitiga bipiramida AX5.

b. struktur lewis

13

Bentuk molekul 6 pasang electron diatom pusat

Bentuk molekul yang muugkin terjadi dari pasangan 6 electron disekitar
atom pusat dari PEI dan PEB dapat dilihat pada tabel berikut :

Table 5. Betuk Molekul 6 Pasang Elektron

Struktur Lewis Bentuk Gambar molekul Nama Bentuk
SF₆ VSPER Molekul

AX₆ Octahedral

BrF₅ AX₅E Piramida
XeF₄ AX₂E₂ segiempat

Segiempat
planar

Sekilas Info Figure 7 Sulfur Hexsafluorida

a. Gas Sulfur Gas Sulfur Hexsafluorida merupakan produk
Hexsafluorida yang memiliki bentuk molekul 6 pasang electron
yanteridiri dariAtom S sebagai atom pusat
memiliki 6 elektron valensi, semua elektron
valensi terlibat dalam ikatan dengan enam atom
F di sekitarnya, masing-masing membentuk
ikatan tunggal (PEI=6) maka atom S tidak
memiliki pasangan elektron bebas (PEB=0)
sehingga SF6 diprediksi berbentuk oktahedral
AX6.

14

PRACEM

(Praktikum chemistry )

Tujuan : Untuk mengetahui bahan-bahan alami untuk membentuk molekul
Alat dan Bahan-Bahan:

 8 sdm tepung terigu
 2 sdm garam
 60 ml air hanga
 1 sendok makan minyak goreng
 pewarna makanan secukupnya
Cara membuat plastisin sederhana:
1. Langkah pertama membuat plastisin dari tepung ialah campur tepung dan

garam ke dalam mangkuk pertama, lalu campurkan juga air serta pewarna
makanan di mangkuk kedua.
2. Kemudian, tuang larutan air dan pewarna ke mangkuk pertama yang berisi
tepung sebelumnya dan aduk hingga rata.
3. Cara membuat plastisin dari tepung berikutnya adalah tuang adonan plastisin
ke atas meja atau alas yang telah ditaburi dengan tepung terigu.
4. Uleni adonan sampai tercampur rata, dan kalau ingin lebih menarik kamu bisa
menambahkan pewarna makanan sesuai keinginanmu. Plastisin Bahan alami
sudah siap untuk dimainkan.

15

MARI MENCOBA

Tujuan : Untuk mengetahui bentuk dari suatu atom

Alat dan Bahan :

1. Plastisin dari bahan alami
2. Lidi
3. Sterofom

Cara kerja :

 Disiapkan alat dan bahan.
 Dibentuk atau potong lidi sesuai dengan kebutuhan
 Dibentuklah plastisin menjadi berbentuk bulat dengan ukuran yang berbeda-beda

(kecil dan besar). Contoh : atom pusat diberi warna berbeda atau lebih besar

ukurannya.
 Dipasangkan plastisin yang sudah dibuat tadi dengan lidi yang sudah dipotong menjadi

bentuk molekul yang diinginkan dan tegakkanlah bentuk molekul tersebut diatas

sterofom.

16

2. TEORI DOMAIN

ELEKTRON Teori domain elektron menurut Ralph H.

Petrucci (1985) merupakan penyempurnaan

dari teori VSPER yang dimana salah satu

cara meramalkan bentuk molekul

Figure 8 Ralph H. Petrucci berdasarkan tolak-menolak, elektron-
elektron di kulit luar atom pusat. Dimana

kedudukan elektron atau daerah letak elektron, berada dalam atom pusat.

Dengan Jumlah domain elektron yaitu sebagai berikut:

a. Satu pasangan elektron ikatan (PEI), baik ikatan tunggal, rangkap, atau

rangkap tiga, adalah satu domain.

b. Satu pasangan elektron bebas (PEB) adalah satu domain.

c. Prinsip Dasar Teori Domain Elektron

 Diantara domain elektron pada kulit luar atom pusat saling tolak-

menolak, sehingga domain elektron akan mengatur diri (mengambil

formasi) sedemikian rupa sehingga tolak-menolak di antaranya menjadi

minimum.

 Pasangan elektron yang bebas mempunyai gaya tolak sedikit lebih kuat

daripada pasangan elektron ikatan. Karena pasangan elektron bebas

hanya terikat pada satu atom sehingga gerakannya lebih leluasa.

17

Table 6. Teori Domain Elektron

No. Senya Rumus Struktur Atom Jumlah Penjelasan
wa Lewis
Pusat Domain
Elektr
on PP

1. H₂O H O H EE

2. CO₂ O C O IB

3. SO₂ O S O 22 4 Pada struktur lewis H₂O

atom pusat O dikelilingi

oleh 4 PEI sehingga

jumlah atom domain

electron adalah 4.

20 2 Pada struktur lewis CO₂

atom pusat C dikelilingi

oleh 2 ikatan rangkap

sehingga domain electron

adalah 2

21 3 Pada struktur SO₂ atom
pusat S dikelilingi oleh
dua ikatan rangkap
ikatan tunggal 1 PEB
sehingga domain electron
adalah 3

18

KONTEMPELASI KIMIA DENGAN ISLAM

Bahagia Itu Sederhana, Mari Kita berfikir Seperti Molekul Kimia “Berfikir”

Belajar Dari Molekul Keberhasilan seorang buat menggali serta menimba ilmu
lebih dalam sangat tergantung dari hasrat, kepercayaan serta amalan yang dimilikinya.
Menuntut ilmu mempunyai nilai perjuangan yang besar di sisi Allah, sebagaimana
yang difirmankan didalam pesan Al- Mujadilah ayat 11.

“Hai orang-orang beriman apabila dikatakan kepadamu:
“Berlapanglapanglah dalam majlis”, Maka lapangkanlah niscaya Allah akan
memberi kelapangan untukmu. dan apabila dikatakan: “Berdirilah kamu”, Maka
berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu
dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. dan Allah Maha
mengetahui apa yang kamu kerjakan.” [Q.S. Al Mujadilah (58) : 11].

Molekul kimia diciptakan dengan dimensi yang sangat mikroskopis( 10- 6
meter) bukan berarti molekul kimia disekitar kita tidak bergerak, dengan kecepatannya
yang menggapai dimensi femtosecond( 10- 15), secara kasat mata kita tidak dapat
melihatnya langsung, terlebih memandang gimana molekul tersebut bergerak, dengan
teknologi komputerisasi misalnya memakai salah satu program pc bernama Gaussian,
kita dapat menekuni gimana sikap molekul kimia disekitar kita bergerak. Menggali
ilmu serta belajar dari molekul kimia tentang gimana wujud berfikir yang terdapat
padanya merupakan perihal yang menarik buat dikaji sebab hendak banyak sekali data
yang berguna, sekalian mengenali sikap makhluk ciptaan Allah yang tidak kasat mata
tersebut. Kebahagiaan untuk molekul diidentikkan dengan wujud kestabilan struktur,
proses buat memperoleh kestabilan struktur inilah yang membuat suatu molekul“
berfikir” mendapatkannya.

Terdapat ungkapan dari ilmuan Albert Einstein yang berkata kalau,“ Hidup itu
semacam mengendarai sepeda, buat bisa mempertahankan penyeimbang, hingga kita
wajib terus bergerak”. Perihal ini berlaku kepada segala makhluk hidup baik manusia,
hewan, tanaman apalagi molekul kimia kalau buat bisa bertahan hidup hingga wajib
terus bergerak serta bertahan. Maksudnya apabila mau senantiasa bertahan hingga kita
wajib senantiasa bergerak sebab itu nikmati saja rintangan yang dialami, insyaAllah
hendak terdapat hikmah dibalik seluruh tes serta cobaan semacam molekul air yang
jadi bagian dari hidup kita kalau molekul air juga berupaya mempertahankan hidupnya
dengan bergerak membiasakan keadaan dengan lingkungannya. Semacam molekul
kimia yang senantiasa tetap berfikir buat menyesuaikan diri dalam bermacam keadaan
yang terdapat disekitarnya. Ayo nikmati tiap keadaan, hendak senantiasa terdapat
perihal positif yang dapat kita ambil dari tiap ekspedisi. Jadilah orang yang tetap
memandang setitik cerah di dalam hitam. InsyaAllah kita hendak senantiasa senang.

19

Jendela Info
Molekul Air

Figure 9 Struktur Molekul Air

Air juga memiliki sifat-sifat kimia yang tergolong unik. Keunikan ini terjadi sebagai
akibat dari adanya ikatan hidrogen yang terjadi antar molekul-molekul air. Ikatan hidrogen
dalam molekul air terjadi karena adanya sifat polar dalam air, sehingga tempat kedudukan
atom hidrogen yang positif akan menarik tempat kedudukan oksigen yang negatif dari
molekul air lainnya.

Molekul-molekul dalam air dan es mempunyai banyak ikatan hidrogen dengan
sesamanya. Es yang merupakan wujud air dalam bentuk padat, terdiri dari jaringan terbuka
dari molekul-molekul H₂O yang terikat oleh ikatan hidrogen. Jaringan es ini sangat
terbuka, sehingga jika es meleleh, maka ikatan-ikatan hidrogen itu putus dengan
menghasilkan air yang kerapatannya lebih besar dari es. Jika suhu air bertambah, maka
kerapatannya akan bertambah karena strukturnya lebih rapat sebagai akibat terjadinya
pemutusan ikatan hidrogen. Pada waktu yang bersamaan kerapatannya berkurang karena
cairan memuai. Pada suhu 4°C kedua pengaruh yang saling berlawanan itu seimbang dan
memiliki kerapatan tertinggi yaitu 1 gram/cm3 . Di atas suhu 4°C pemuaian termal itu lebih
menonjol dan kerapatan air berkurang. Terdapat Hadist yang membahas tentang struktur
dari air yang disebabkan oleh perlakuan, yaitu :

“Sebaik-baik air di muka Bumi adalah air Zamzam, di dalamnya ada
makanan yang mengenyangkan dan obat yang menyembuhkan penyakit.” (HR.
Thabrani dan Ibnu Hibban).
Dan hal tersebut dibuktikan dalam buku “The True Power of Water”, oleh Dr.
Masaru Emoto dari Universitas Yokohama, Jepang. Dalam risetnya mengatakan bahwa
Beberapa molekul air yang ditelitinya berbentuk tak teratur, kecuali molekul air zam-zam.
Susunan molekul air zam-zam berstruktur sangat indah, teratur, cantik bak berlian yang

20

berkilauan, dan memancarkan lebih dari 12 warna jika dibekukan. Di bawah ini adalah
gambar molekul atau kristal air zam-zam, rangkaian bentuk heksagonal-nya sangat indah,
cemerlang berkilau dan penuh warna ketika dibacakan ayat yang mulia.

Figure 10 Bentuk Molekul Air

Kimia Sejarah
Jabir Ibnu Hayyan

Figure 11 Jabir Ibn Hayyan

Jabir mempelajari ilmu kimia dengan sungguh-sungguh untuk menciptakan
kehidupan. Hal ini diaplikasikannya dengan selalu melakukan eksperimen-eksperimen. Mulai
dari kristalisasi, penyulingan, pemurnian, pencairan, penguapan, dan eksperimen-eksperimen
lainnya.

Eksperimen yang paling menarik adalah eksperimen yang ia lakukan pada bidang
penyulingan. Jabir bin Hayyan menciptakan sebuah metode distilasi zat kimia dengan
membuat alat penyulingan yang terdiri dari dua bejana yang saling berhubungan. Alat
penyulingan ini dinamakan alembik. Cara kerja alat ini adalah dengan memanaskan bejana
berisi bahan yang akan disuling, uap yang didapatkan akan dialirkan dengan selang menuju
bejana yang satunya. Alat ini merupakan alat penyulingan pertama. Dengan alat ini, banyak
` sekali jariyah yang dimiliki oleh Jabir bin Hayyan pada semua industri farmasi dan kosmetik.

21

PRACEM
Praktikum Chemistry

Tujuan : untuk mengetahui bentuk molekul
Alat dan Bahan :

1. Botol bekas
2. Lem
3. Cutter
4. Gunting
Cara membuat :
 Disiapkan 1 buah botol plastik yang sudah tidak terpakai.
 Dipotong botol plastik pada bagian dari leher botol sampai dengan pada bagian

perbatasan yang menggembung dengan alat pemotong yang sudah Anda siapkan
sebelumnya.
 Kemudian diterpotong, tekuk menjadi 2. Tekuk ujung kanan dan kiri.
 Kemudian ditekuk kembali bagian yang sudah Anda tekuk sebelumnya, menjadi
lebih kecil.
 Hasilnya akan seperti terlihat pada gambar
 Diratakan bagian atas dan bawah dengan gunting atau cutter.
 Disiapkan smartphone, dan cari video dengan
https://www.youtube.com/watch?v=9Vw2ZyuVYwU
 Dilihat apa yang terjadi selanjutnya

22

Rangkuman

1. Teori yang sederhana untuk menjelaskan bentuk molekul
yang mengandung ikatan pasangan elektron adalah teori
tolakan pasangan elektron dalam kulit valensi atau teori
VSEPR (Valence Shell Electron Pair Repulsion). Menurut
teori ini, bangun suatu molekul ditentukan oleh pasangan
elektron yang terdapat dalam kulit valensi atom pusat.

2. Molekul kovalen terdapat pasangan-pasangan elektron baik
PEI maupun PEB. Karena pasangan-pasangan elektron
mempunyai muatan sejenis, maka tolak menolak
antarpasangan elektron. Tolakan (PEB – PEB) > tolakan
(PEB – PEI) > tolakan (PEI – PEI).

3. Teori Domain Elektron adalah penyempurnaan dari teori
VSEPR. Domain elektron artinya kedudukan suatu elektron
atau daerah keberadaan elektron, dapat ditentukan dengan
jumlah domain sebagai berikut: Setiap elektron ikatan
(ikatan tunggal, rangkap 2, atau rangkap 3) mempunyai 1
domain

23

SOAL UJI KOMPETENSI

A. Berilah tanda silang (x) pada huruf A, B, C, D, atau E dengan jawaban yang benar !
1. Polarisabilitas paling mudah terjadi pada molekul . . . .
A. Massa molekul relatifnya kecil dan bentuk molekulnya panjang {lonjong}
B. Massa molekul relatifnya besar dan bentuk molekulnya panjang {lonjong}
C. Massa molekul relatifnya besar dan bentuk molekulnya simetris
D. Massa molekul relatifnya kecil dan bentuk molekulnya simetris
E. Titik diih dan titik lelehnya paling rendah

2. Gaya antar molekul paling lemah terjadi pada sesama molekul?
A. HF
B. NH3
C. H2O
D. C2H6
E. C2H5OH

3. Penyebab adanya gaya London adalah. . . .
A. Adanya gaya tarik menarik antar3molekul dalam senyawa non polar
B. Adanya gaya tarik menarik antarmolekul alam senyawa polar
C. Adanya dipol sesaat yang mampu menimbulkan tari-menarik antarmolekul
D. Adanya kemampuan tari dari salah satu molekul
E. Adanya ikatan hidrogen di antara molekulnya.

4. Diketahui keelektronegatifan suatu unsur F,Cl,Br,dan I berturut turut 4,3,2.8,dan 2,5.
Senyawa berikut yang paling polar adalah:
A. F, Cl
B. I, Br
C. I,Cl
D. F, Br
E. I, F

24

5. Urutan kepolaran senyawa berikut ini dari terbesar sampai terkecil adalah:
A. NaF, NaCl, KBr, HBr
B. NaCl, KBr, HBr, NaF
C. KBr, HBr, NaF, NaCl
D. HBr, NaF, NaCl, KBr
E. KBr, NaCl, NaF, HBr

6. Unsur Be memiliki konfigurasi elektron 1s², 2s², 2p⁶, 3s², dan unsur Cl memiliki
kofigurasi elektron 1s², 2s², 2p⁶, 3s², 3p⁵. Bentuk molekul yg terjadi bila kedua unsur
terjadi ikatan menurut aturan oktek adalah....
A. Bentuk V
B. Linear
C. Tetrahedral
D. Oktahedral
E. Segitiga piramida

7. Diketahui keelektronegatifan suatu unsur F,Cl,Br,dan I berturut turut 4,3,2.8,dan 2,5.
Senyawa berikut yang paling polar adalah:
A. F, Cl
B. I, Br
C. I,Cl
D. F, Br
E. I, F

8. Urutan kepolaran senyawa berikut ini dari terbesar sampai terkecil adalah:
A. NaF, NaCl, KBr, HBr
B. NaCl, KBr, HBr, NaF
C. KBr, HBr, NaF, NaCl
D. HBr, NaF, NaCl, KBr
E. KBr, NaCl, NaF, HBr

25

9. Unsur HO memiliki konfigurasi elektron 1s², 2s², 2p⁴. Bentuk molekul yg terjadi bila
kedua unsur terjadi pada ikatan adalah....
A. Bentuk V
B. Linear
C. Tetrahedral
D. Oktahedral
E. Segitiga piramida

10. Urutan kepolaran senyawa dibawah ini dari terkecil sampai terbesar adalah..
A. CO₂ - CH₃COCH₃- HF
B. CO₂ – HF - CH₃COCH₃
C. CH₃COCH₃ - CO₂ - HF
D. CH₃COCH₃ - HF - CO₂
E. HF - CO₂ - CH₃COCH₃

B. Jawablah pertanyaan –pertanyaan berikut ini dengan Jawaban yang benar !
a. Tentukan tipe molekul berikut BF₃
b. Bentuk geometri molekul NI₃
c. Ramalkan bentuk molekul berikut BeF₂
d. Tentukan tipe molekul berikut POCl₃
e. Ramalkan bentuk molekul berikut PCl₅
f. Tentukan tipe molekul berikut XeO₄
g. Ramalkan kepolaran molekul berikut BCl₃
h. Ramalkan kepolaran molekul berikut NH₃
i. Molekul PCl₅ berbentuk bipiramidal trigonal. Buatlah hibridisasi pembentukan
molekul senyawa tersebut !

26

Daftar Pustaka
Alfredo, I. (2010). Bab 1 pendahuluan. Pelayanan Kesehatan, 2014, 1–6.

http://library.oum.edu.my/repository/725/2/Chapter_1.pdf
Atkins. 2010. Inorganic Chemistry.New York: W.H Freeman and Compan
Perkins, K. dkk. (---). Molecule Shapes. [Online] Tersedia:

https://phet.colorado.edu/sims/html/molecule-shapes/latest/moleculeshapes_en.html
[Diakses 02 April 2021]
Sawaluddin. 2018. Jurnal Ilmiah Pendidikan : Air Dalam Persefektif Al-Qur’an dan Sains. Vol. 7

No. 2
Schroeder,E.D. 1977. Water And Wastewater Treatment. Mc Graw-Hill: 357 Pp.

27

Biografi Penulis

Erika Dian Wibowo lahir di Kota Demak, pada tanggal 14 April 2000. Pendidikan yang telah
ditamatkan adalah TK. Islamic Al-Wardha P.bun, kemudian di SDN 4 Madurejo, Kota Waringin
Barat, P.bun, Kalimantan Tengah. Selanjutnya di SMP N 1 Karang Anyar Demak, dan SMA N 1
Mijen Demak, Jawa Tengah. Sekarang dia sedang mengampu pendidikan S1 di jurusan Pendidikan
kimia, Fakultas Saintek, Universitas Negeri Walisongo Semarang. Hal yang paling disukai adalah
mengoleksi buku dan menyukai hal-hal dalam kepenulisan terutama yang bersangkutan dengan
sastra. Motto hidup dia adalah "Menghilangkan Kebodohan ."

E-Mail : [email protected]

IG : erikawibowo_


Click to View FlipBook Version