LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA DASAR
“KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA DI
LABORATORIUM DAN PENGENALAN ALAT
LABORATORIUM”
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Mata Kuliah Kimia Dasar
Disusun oleh:
Nama: Realya Alaika Fatwa Ranggita
NIM: 4442200087
Kelas: 1B Agroekoteknologi
JURUSAN AGROEKOTEKNOLOGI
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
2020
KATA PENGANTAR
Puji syukur saya panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa (YME).
Dimana Tuhan YME telah memberikan rahmat dan karunia-Nya sehingga
saya dapat melaksanakan sebuah praktikum dan menyelesaikannya dengan
baik.
Untuk itu, saya sebagai penulis mengucapkan terimakasih kepada
semua pihak yang telah membantu dan memberi dukungan dalam
terselenggaranya praktikum ini hingga akhir. Terutama kepada Ibu Winda
Nurtian, S.T.P., M.Si, Bapak Ginanjar Pratama, S.PI., M.Si., dan Ibu Alfu
Laila, SP., M.Sc., selaku Dosen Pengampu mata kuliah Kimia Dasar dan
Kang Wahyudin selaku Asisten Laboratorium yang telah membantu dan
membimbing penulis pada saat pembuatan laporan praktikum ini. Tidak
lupa saya ucapkan terimakasih kepada orang tua yang telah meemberikan
doa restu dan membantu secara materil.
Demikian laporan yang telah saya buat ini. Saya menyadari bahwa
laporan saya ini jauh dari kata sempurna, maka dari itu, saya mohon kritik
dan sarannya apabila terdapat kekurangan dalam penyusunan laporan ini.
Sehingga laporan ini dapat bermanfaat bagi semua pihak. Juga bermanfaat
bagi saya selaku penulis.
Lebak, Oktober 2020
Realya Alaika Fatwa Ranggita
i
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ............................................................................. i
DAFTAR ISI ............................................................................................ ii
DAFTAR GAMBAR ............................................................................... iii
DAFTAR TABEL .................................................................................... iv
DAFTAR LAMPIRAN ............................................................................ v
BAB I PENDAHULUAN ......................................................................... 1
1.1 Latar Belakang ..................................................................................... 1
1.2 Tujuan .................................................................................................. 1
BAB II TINJAUAN PUSTAKA ............................................................. 2
2.1 Pengertian Laboratorium ..................................................................... 2
2.2 Alat-alat Laboratorium ........................................................................ 3
2.3 Fungsi Alat-alat Laboratorium ............................................................ 3
BAB III METODE PRAKTIKUM ........................................................ 4
3.1Waktu dan Tempat ............................................................................... 4
3.2 Alat dan Bahan .................................................................................... 4
3.3 Cara Kerja ........................................................................................... 4
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN ................................................ 5
4.1 Hasil .................................................................................................... 5
4.2 Pembahasan ....................................................................................... 13
BAB V PENUTUP ................................................................................. 14
5.1 Simpulan ........................................................................................... 14
5.2 Saran .................................................................................................. 14
DAFTAR PUSTAKA ............................................................................. 15
LAMPIRAN ............................................................................................ 16
ii
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1…………………………………………………………… 3
Gambar 2…………………………………………………………… 3
iii
DAFTAR TABEL
Tabel 1. Kesehatan Kerja dan Kode Bahan Kimia…………………… 5
Tabel 2. Pengenalan Alat Laboratotium……………………………… 7
Tabel 3. Pembacaan Meniskus……………………………………...…. 12
iv
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 1. Beaker Glass atau Gelas kimia…………………………… 16
Lampiran 2. Erlenmeyer…………………………………………..…… 16
Lampiran 3. Tabung Reaksi dan Rak Tabung Reaksi…………….…… 16
Lampiran 4. Penjepit…………………………………………………… 16
Lampiran 5. Gelas Ukur……………………………………………..… 16
Lampiran 6 Pipet Ukur………………………………………………… 16
Lampiran 7. Pipet Gondok…………………………………………...… 16
Lampiran 8. Rubber Bulb……………………………………………… 16
Lampiran 9. Pipet Tetes………………...……………………………… 16
Lampiran 10. Labu Volumetrik……………...………………………… 16
Lampiran 11. Termometer……………………………………………… 17
Lampiran 12. Batang Pengaduk………………………………….……. 17
Lampiran 13. Spatula………………………………...………………… 17
Lampiran 14. Bunsen…………………………………………………. 17
Lampiran 15. Kaki Tiga dan Kawat Kasa……………………………. 17
Lampiran 16. Cawan Porselin……………………………………….... 17
Lampiran 17. Kaca Arloji……………………………………………… 17
Lampiran 18. Mortir dan Stamper…………………………………...… 17
Lampiran 19. Buret………………………………………………..…… 17
Lampiran 20. Statif dan Klem……………………………………….… 17
Lampiran 21. Corong………………………………………………...… 17
Lampiran 22. Plat Tetes………………………………………...……… 17
Lampiran 23. Desikator………………………………………………... 18
Lampiran 24. Neraca Analitik…………………………………………. 18
Lampiran 25. Lemari Asam…………………………………………… 18
Lampiran 26. Kertas Saring…………………………………………… 18
Lampiran 27. Mikropipet……………………………………………… 18
Lampiran 28. Corong Buchner………………………………………… 18
v
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, Praktikum adalah bagian dari
pengajaran yang bertujuan agar siswa mendapat kesempatan untuk menguji dan
melaksanakan dalam keadaan nyata apa yang diperoleh dalam teori; pelajaran
praktik. Praktikum merupakan kegiatan yang menuntut siswa atau mahasiswa
untuk melakukan pengamatan, percobaan atau pengujian suatu konsep atau
prinsip materi mata kuliah yang dilakukan di dalam atau di luar laboratorium.
Dengan melakukan praktikum kita bisa meneliti dan menguji sebuah teori
dalam keadaan nyata, sehingga kita dapat lebih memahami teori dari pembelajaran
di kelas. Dengan kegiatan praktikum kita dapat melakukan observasi, membuat
prediksi, membuat hipotesis, menganalisis data, dan membuat kesimpulan tentang
konsep yang dipelajari melalui berbagai fakta langsung sehingga konsep tersebut
menjadi lebih nyata dan bermakna bagi siswa, (Agustinus, 2018: 2 ).
Pada praktikum ini membahas tentang keselamatan dan kesehatan kerja di
laboratorium, pengenalan alat laboratorium serta praktik cara membaca alat ukur
meniskus. Dengan melakukan praktikum ini, kita dapat mengetahui alat-alat
laboratorium beserta fungsinya, mengetahui tentang keselamatan saat berada di
laboratorium yang dapat meminimalisir terjadinya kecelakan saat praktikum.
Praktikum ini juga sebagai dasar untuk melakukan praktikum-praktikum
selanjutnya.
1.2 Tujuan
• Agar mahasiswa mengetahui prinsip keselamatan dan kesehatan kerja di
laboratorium
• Agar mahasiswa mengetahui alat-alat laboratorium beserta fungsinya
1
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Pengertian Laboratorium
Laboratorium adalah suatu tempat yang digunakan untuk
melakukankegiatan pengujian dan penelitian ilmiah. Laboratoium memiliki
berbagai jenis berbeda sesuai persyaratan spesialis pada berbagai bidang seperti
sains dan teknik. Salah satunya Laboratotium Kimia yang digunakan untuk
melaksanakan kegiatan praktikum yang berkaitan dengan analisa kimia kualitatif
dan analisa kimia kuantitatif. Contoh analisa kimia kualitatif seperti kimia
organik, kimia anorganik.serta biokimia. Sedangkan contoh analisa kimia
kuantitatif seperti perpadatan kadar unsur maupun senyawa, uji mutu maupun
quality control.
Laboratorium merupakan salah satu tempat berkembangnya ilmu
pengetahuan melalui berbagai penelitan dan percobaan, dalam kegiatan
penelitian/percobaan tentunya menggunakan bermacam-macam jenis alat dan
bahan kimia untuk menunjang kegitannya dan beberapa fasilitas pendukung
lainnya seperti air, gas, listrik dan almari asam tentunya alat, bahan kimia dan
fasilitas laboratorium beserta aktivitasnya sangat berpotensi dalam menimbulkan
terjadinya suatu kecelakaan (Amanah, 2011).
Laboratorium kimia termasuk salah satu jenis laboratorium yang cukup
berbahaya dalam rangka pelaksanaan pendidikan. Karena dalam laboratorium
kimia mengguanakan peralatan dan bahan khusus untuk melakukan pengujian dan
penelitian. Oleh karena itu sebelum melakukan penelitian kita sebagai praktikan
harus belajar dan mengenal alat-alat praktikum serta fungsinya agar
meminimalisir kesalahan dalam menggunakan alat-alat dan bahan praktikum yang
dapat menimbulkan kecelakan di dalam laboratorium.
2.2 Alat-alat Laboratorium
Alat adalah suatu benda yang dipakai untuk mengerjakan sesuatu.
Sedangkan Laboratorium adalah tempat riset ilmiah, eksperimen, pengukuran
ataupun pelatihan ilmiah dilakukan. Jadi, Alat laboratorium adalah suatu benda
2
yang digunakan untuk membantu memperlancar kegiatan praktikum berupa
penelitian, pengamatan, eksperimen, pengukuran dan pelatihan ilmiah di sebuah
tempat riset yakni laboratorium. (Itautami, 2015). Dalam proses praktikum di
dalam laboratotium, dibutuhkan alat-alat khusus untuk membantu kelancaran
proses praktikum. Alat-alat laboratorium mempunyai berbagai macam sesuai
dengan fungsinya.
Peralatan yang umumnya digunakan pada laboratorium kimia yaitu Beaker
Glass, Erlenmeyer, Tabung Reaksi dan Rak Tabung Reaksi, Penjepit, Gelas Ukur,
Pipet Ukur, Pipet Gondok, Rubber Bulb, Pipet Tetes, Labu Volumetrik,
Termometer, Batang Pengaduk, Spatula, Bunsen, Kaki Tiga dan Kawat Kasa,
Cawan Porselin, Kaca Arloji, Mortir dan Stamper, Buret, Statif dan Klem,
Corong, Pipet Tetes, Desikator, Neraca Analitik, Lemari Asam, Kertas Saring,
Mikropipet, dan Corong Buchner.
www.salamadian.com%2Falat-alat-laboratorium-kimia-biologi Gambar.2 Beaker Glass.
Gambar 1. Alat-alat Laboratorium
glasswareindonesia.wordpress.com
2.3 Fungsi Alat-alat Laboratorium
Alat-alat laboratorium berfungsi untuk membantu mengerjakan sesuatu
pekerjaan di dalam laboratorium. Dalam laboratorium terdapat berbagai jenis
seperti alat glassware, alat titrasi, alat mikrobiologi, dll yang sesuai dengan
fungsinya masing-masing. Contohnya Beaker Glass berfungsi untuk melarutkan
bahan kimia, wadah penyimpanan larutan dan wadah untuk memanaskan larutan.
Erlenmeyer berfungsi sebagai wadah atau tempat titrat saat proses titrasi. Tabung
Reaksi berfungsi untuk mereaksikan dua larutan atau lebih, bisa juga dibantu
dengan penjepit untuk memanaskan larutan yang direaksikan. Rak Tabung Reaksi
berfungsi untuk meletakkan tabung reaksi yang berjumlah banyak. Dan masih
banyak alat-alat laboratorium lainnya.
3
BAB III
METODE PRAKTIKUM
3.1 Waktu dan Tempat
Adapun Praktikum ini dilaksanakan pada Selasa, 13 Oktober 2020, pukul
14.40-16.10 WIB. Di Kp. Pasir Gendok, RT 005/RW 001, Ds. Bojongleles, Kec.
Cibadak, Kab. Lebak, Banten.
3.2 Alat dan Bahan
Alat yang digunakan yaitu beaker glass, erlenmeyer, tabung reaksi dan rak
tabung reaksi, penjepit, gelas ukur, pipet ukur, pipet gondok, rubber bulb, pipet
tetes, labu volumetrik, termometer, batang pengaduk, spatula, bunsen, kaki tiga
dan kawat kasa, cawan porselin, kaca arloji, mortir dan stamper, buret, statif dan
klem, corong, pipet tetes, desikator, neraca analitik, lemari asam, kertas saring,
mikropipet, corong buchner. Dan bahannya yaitu sampel, beberapa larutan, silika
gel, vaselin, dan aquades.
3.3 Cara Kerjakan
Keselamatan Kerja dan Kode bahan Kimia
1. Apa yang dilakukan sebelum memasuki laboratorium.
2. perhatikan berbagai kode keselamatan dalam berbagai bahan kimia.
Pengenalan Alat Laboratorium
1. Perhatikan alat-alat laboratorium tersebut.
2. cara kerja alat tersebut doperhatikan.
3. digambar, diberi nama, dan sebutkan dungsi alat-alat tersebut.
Pembacaan Meniskus
1. Gelas ukur dicuci
2. Berbagai laruran dimasukan ke dalam buret, untuk larutan berwarna bening dan
larutan berwarna bening dibaca meniskus bawahnya, sedangkan untuk larutan
gelap dan tidak jernih dibaca meniskus atasnya.
4
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 HASIL
Tabel 1. Keselamatan Kerja dan Kode Bahan Kimia
No Kode Bahan Definisi Contoh
Kimia Asam Sulfat 95-
97%.
1. Explosive Bahan kimia tersebut mudah
(mudah meledak) meledak apabila bergesekan
atau berbenturan, panas atau
bunga api, dan bereaksi
dengan udara atau air.
2. Oxidizing Bahan kimia tersebut Asam Nitrat
(pengoksidasi menyebabkan kebakaran 65%.
kuat) dengan menghasilkan panas
saat kontak dengan bahan
organik dan bahan
pereduksi.
3. Flammable Bahan kimia tersebut Butanol,
(mudah terbakar) mempunyai titik nyala Metanol, Asam
rendah, berpotensi mudah Asetat Glasial,
terbakar dengan api bunsen, dan Toluena.
dan permukaan metal panas
atau loncatan bunga api.
4. Toxic Bahan kimia tersebut dapat Metanol.
(beracun) menyebabkan sakit
seriusbahkan kematian bila
tertelan atau terhirup.
5
5. Irritant Bahan kimia tersebut dapat Asam Klorida
(iritasi) menyebabkan iritasi, gatal- 37%, Larutan
gatal, dan luka bakar pada Ammonia 25%,
kulit. n-heksana,
Toulena.
6. Corrosive Bahan kimia tersebut dapat Hidrogen
(korosif) membuat logam berkarat, Peroksida 30%.
merusak jaringan hidup,
menyebabkan iritasi pada
kulit, menyebabkan gatal-
gatal, dan membuat kulit
mengelupas.
7. Compressed Gas Bahan kimia gas yang : Gas CO2, Gas
(gas bertekanan tersimpan dibawah tekanan Nitrogen, Gas
tinggi) baik gas ditekan maupun Helium
gas cair, atau gasyang
dilarutkan dalam pelarut
dibawah tekanan
8. Health Hazard Material yang bereaksi Hidrogen
(bahaya bagi cukup keras dengan air. Peroksida 30%,
kesehatan) Akan beraksi dan sangat n-heksana,
bahayajika bercampur Metanol,
dengan air atau saat basah. Toluena
6
9. Dangerous for The Bahan kimia yang Larutan
Environment berbahaya bagi satu atau Ammonia, dan
(bahaya bagi
lingkungan) beberapa komponen n-heksana
lingkungan dan dapat
merusak ekosistem.
Tabel 2. Pengenalan Alat Laboratorium
No Gambar Nama Fungsi
Digunakan untuk
1. Beaker Glass melarutkan bahan kimia,
wadah penyimpanan
atau Gelas larutan dan wadah untuk
memanaskan larutan.
kimia. Wadah atau tempat titrat
saat proses titrasi.
2. Erlenmeyer.
3. Tabung Reaksi Mereaksikan dua larutan
dan Rak atau lebih, bisa dibantu
Tabung Reaksi. dengan penjepit untuk
memanaskan larutan yang
direaksikan. Dan rak
tabung reaksi digunakan
sebagai tempat meletakkan
tabung reaksi.
7
4. Penjepit. Digunakan untuk
pemanasan tabung reaksi.
5. Gelas Ukur. Digunakan untuk
mengukur volume larutan.
6. Pipet Ukur. Pipet ukur berfungsi untuk
mengambil larutan dengan
jumlah tertentu yang
memiliki ketelitian yang
tinggi.
7. Pipet Gondok. Pipet volume atau Pipet
Gondok berfungsi untuk
mengambil larutan dengan
volume tertentu yang
memiliki ketelitian yang
tinggi
8. Rubber Bulb. Rubber Bulb atau Pipet
Filler berfungsi sebagai
alat mengsihap larutan,
penggunaannya
dikombinasikan dengan
pipet volume atau pipet
ukur
9. Pipet Tetes. Pipet tetes digunakan untuk
memindahkan cairan dari
wadah satu ke wadah
lainnya dalam jumlah kecil
8
10. Labu Labu volumetrik digunakan
Volumetrik. untuk membuat dan
mengencerkan larutan
dengan volume tertentu.
Labu volumetrik tidak
boleh digunakan untuk
larutan yang panas, karena
dapat memuai
11. Termometer. Termometer digunakan
untuk mengukur suhu suatu
larutan
12. Batang Batang pengaduk
Pengaduk. digunakan untuk
membantu pencampuran
larutan dan membantu
dekantasi larutan dari
wadah satu ke wadah
lainnya.
13. Spatula. Spatula digunakan untuk
mengambil bahan kimia
yang berupa padatan atau
kristal
14. Bunsen. Bunsen berfungsi sebagai
alat untuk pemanasan,
sterilisasi, dan pembakaran
9
15. Kaki Tiga dan Kaki tiga merupakan
Kawat Kasa. pasangan dari bunsen
ketika memanaskan cairan.
Kawat kasa sebagai alas
gelas yang diletakan pada
kaki tiga dan juga
berfungsi untuk
pemerataan panas
16. Cawan Cawan porselin digunakan
Porselin. sebagai tempat penguapan
suatu zat
17. Kaca Arloji. Kaca arloji berfungsi untuk
wadah menimbang bahan
yang berbentuk padatan
atau kristal dan juga
digunakan sebagai penutup
wadah saat ppenguapan
atau mengeringkanpa datan
dalam desikator
18. Mortir dan Mortir dan stemper
Stamper. digunakan untuk
menghaluskan bahan kimia
19. Buret. Buret digunakan untuk
titrasi, dimana terdapat
keran pada ujung buret
yang berfungsi untuk
menghentikan titrasi
10
20. Statif dan Statif dan klem digunakan
Klem. untuk menjepit dan
menyongkong buret saat
proses titrasi
21. Corong. Corong digunakan untuk
memindahkan larutan dari
wadah satu ke wadah
lainnya, khususnya yang
bermulut kecil. Corong
juga digunakan untuk
menaruh kertas saring
dalam proses penyaringan.
22. Pipet Tetes. Plat tetes digunakan untuk
melihat hasil endapan atau
warna dari suatu hasil
reaksi.
23. Desikator Desikator mengandung zat
pengering yang berfungsi
mengeringkan zat-zat
lainnya dan
mempertahankan
kelembaban bahan yang
peka terhadap udara
lembab.
24. Neraca Analitik Neraca analitik
digunakan untuk
menimbang dalam
pembuatan larutan atau
sampel.
11
25. Lemari Asam. alat untuk penyimpanan
bahan-bahan kimia dengan
kadar asam yang tinggis
serta sebagai perantara
pemindahanbahan kimia
asam konsentrasi tinggi,
dan tempat untuk
mereaksikan bahan-bahan
kimia berbahaya.
26. Kertas Saring. Digunakan untuk
penyaringan sampel,
khususnya media cair.
27. Mikropipet Alat yang digunakan untuk
mengambil cairan dalam
jumlah kecil, dan memiliki
ketelitian yang tinggi.
28. Corong Berguna untuk menyaring
Buchner. sampel agar lebih
cepat kering
Tabel 3. Pembacaan Meniskus Gambar Meniskus
No Larutan Meniskus bawah
1. Tidak berwarna
12
2. Berwarna jernih Meniskus bawah
3. Berwarna pekat Meniskus atas
4.2 Pembahasan
Simbol-simbol dalam laboratorium adalah simbol peringatan yang
bertujuan agar praktikan berhati-hati dalam menggunakan sebuah sampel yang
berbahaya bagi kesehatan maupun lingkungan. Simbol ini digunakan untuk
melabeli bahan-bahan kimia yang berbahaya. Contohnya yaitu Explosive
(mudah meledak). bahan kimia tersebut mudah meledak apabila bergesekan atau
berbenturan, panas atau bunga api, dan bereaksi dengan udara atau air.
Dalam laboratorium terdapat alat laboratorium yang berfungsi untuk
membantu proses penelitian. Contohnya lemari asam yaitu alat untuk
penyimpanan bahan-bahan kimia dengan kadar asam yang tinggis serta sebagai
perantara pemindahanbahan kimia asam konsentrasi tinggi, dan tempat untuk
mereaksikan bahan-bahan kimia berbahaya.
Meniskus adalah kurva yang dibentuk pada permukaan atas cairan di
dalam wadah. Kurva ini dibentuk oleh tegangan permukaan antara cairan dan
wadah yang menahan cairan. Jika molekul dalam cairan lebih tertarik ke sisi
wadah daripada satu sama lain, cairan akan menempel di sisi wadah. Ketika ini
terjadi, kurva meniskus membungkuk dan disebut cekung. Sebagian besar cairan
membentuk meniskus jenis ini. Air adalah contoh umum dari cairan yang
membentuk meniskus cekung. (Nira 2020). Untuk laruran tidak berwarna dan
larutan berwarna jernih pengukuran menggunakan meniscus bawah. Sedangkan
untuk larutan berwarna pekat pengukuran menggunakan meniscus atas.
13
BAB V
PENUTUP
5.1 Simpulan
Pengenalan alat-alat laboratorium sangat penting dipelajari oleh setiap
orang sebelum melakukan praktikum dalam laboratorium. Hal ini dapat
menghindari terjadinya kesalahan yang dapat mengganggu keselamatan saat
praktikum. Selain itu,kita dapat mengetahui penggunaan alat-alat laboratorium
dengan baik dan sesuai prosedur. Hal ini dapat menghindari terjadinya kerusakan
terhadap alat-alat laboratorium.
Praktikum bermaksud mengembangkan keterampilan menggunakan alat-
alat laboratorium sesuai dengan prosedur menggunakannya. Seperti yang telah
diketahui dalam sebuah praktikum harus menggunakan alat laboratorium guna
mendukung jalannya praktikum. Alat laboratorium ini tidak dapat digunakan jika
tidak mengetahui prosedur-prosedur cara menggunakannya. Oleh karena itu,
pengenalan alat-alat laboratorium dan fungsinya sangat penting dilakukan agar
praktikum dapat berjalan lancar. (Aprianus Telaumbanua, 2017)
5.2 Saran
Pada praktikum kimia kali ini dilaksanakan secara online dengan
menggunakan media video. Lebih baik jika video yang ditampilkan tidak
menggunakan musik sebagai latar audio. Sehingga suara materi lebih terdengar
dengan jelas.
14
DAFTAR PUSTAKA
Lathifah, Maryam dan Rita Wahyuni Arifin. 2009. “Animasi Interaktif Alat-Alat
Praktikum Untuk Siswa Kelas X Pada SMKN 5 Kota Bekasi” dalam
Information System For Educators and aaaprofessionals Volume 3 No 2.
Bekasi: STMIK Bina Insani Provinsi Jawa Barat.
Kancono. 2010. Manajeman Laboratorium IPA. Bengkulu: Unit terbitan FKIP
UNIB.
Lukas, stefanus dan Nina Jusnita. 2016. Buku Pedoman Praktikum Laboratorium
Farmasi (Good Laboratory Practice). Jakarta: Universitas 17 Agustus 1945
Jakarta.
Nira. Bagaimana Cara Membaca Meniskus.
https://www.freeartikel.com/bagaimana-cara-membaca-meniskus/
Siho, Tika. Lemari Asam. https://id.scribd.com/document/249012712/LEMARI-
ASAM. Diakses pada 19 Oktober 2020 pukul 22.43.
Syakbania, Dinda Nur dan Anik Setyo Wahyuningsih. 2017. “Program
Keselamatan dan Kesehatan Kerja Di Laboratorium Kimia” dalam Higeia
Journal of Public Research and Development 1(2). Semarang: Universitas
Negeri Semarang Provinsi Jawa Tengah
Telaumbanua, Aprianus. 2007. “Laporan Praktikum Pengenalan Alat-Alat
Laboratorium”. Kendari: Universitas Halu Oleo Provinsi Sulawesi
Tenggara.
Tirtasari, Ni Luh. 2017. “Uji Kalibrasi (Ketidakpastian Pengukuran) Neraca
Analitik di Laboratorium Biologi FMIPA UNNES” dalam Indonesian
Journal of Chemical Science 6 (2). Semarang: Universitas Negeri Semarang
Provinsi Jawa Tengah.
15
LAMPIRAN
Lampiran 1. Beaker Glass Lampiran 2. Erlenmeyer
Lampiran 3. Tabung Reaksi Lampiran 4. Penjepit
Lampiran 5. Gelas Ukur Lampiran 6 Pipet Ukur
Lampiran 7. Pipet Gondok Lampiran 8. Rubber Bulb
Lampiran 9. Pipet Tetes Lampiran 10. Labu Volumetrik
Lampiran 11. Termometer Lampiran 12. Batang Pengaduk
16
Lampiran 13. Spatula Lampiran 14. Bunsen
Lampiran 15. Kaki Tiga dan Kawat Kasa Lampiran 16. Cawan Porselin
Lampiran 17. Kaca Arloji Lampiran 18. Mortir dan Stamper
Lampiran 19. Buret Lampiran 20. Statif dan Klem
Lampiran 21. Corong Lampiran 22. Plat Tetes
Lampiran 23. Desikator Lampiran 24. Neraca Analitik
17
Lampiran 25. Lemari Asam Lampiran 26. Kertas Saring
Lampiran 27. Mikropipet Lampiran 28. Corong Buchner
18