The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by luthfisari2, 2020-11-19 02:48:22

EL- REPRODUKSI TUMBUHAN

Reproduksi tumbuhan

Reproduksi pada tumbuhan ada :













1. aseksual atau vegetatif




2. seksual atau generatif

Perbedaan










GENERATIF VEGETATIF



1. Melibatkan dua induk ,
1. Hanya 1 induk

jantan dan betina
2. Berasal dari bagian

2. Merupakan hasil
tubuh induknya

persatuan sperma dan
3. Keturunannya sama

ovum persis dengan



3. Keturunannya bervariasi induknya



4. Contoh : 4. Contoh :



bunga spora, membelah diri,

tunas, cangkok, stek

Macam-macam vegetatif













1. alami : rhizoma ( akar tinggal ), stolon (geragih),


umbi akar, umbi lapis, umbi batang, tunas, tunas


adventif, spora




2. buatan : cangkok, enten ( menyambung ),


okulasi ( menempel ), stek, merunduk

Rhizoma

 Rhizoma adalah batang


yang menggembung di


dalam tanah.




 Contoh : jahe, kunyit,


lengkuas, temulawak,


alang-alang.

Geragih  Geragih adalah batang



yang beruas-ruas yang



menjalar di atas atau di


bawah permukaan tanah.



 Geragih di atas tanah :



strowberi, pegagan,


semanggi



 Geragih di bawah tanah :


rumput teki



Umbi lapis

 Umbi lapis ( bulbus )


modifikasi batang dan


daun, memiliki bagian


berlapis-lapis.




 Contoh : bawang merah,


bawang putih, bawang


bombay, bakung, tulip

Umbi batang  Batang yang tumbuh di


dalam tanah dan ujungnya


menggembung sebagai


cadangan makanan.




 Pada permukaan umbi


terdapat mata tunas yang


dapat berkembang


menjadi tunas/tumbuhan


baru




 Contoh : kentang, ubi jalar

Tunas





 Tunas biasanya tumbuh di


samping induknya.



 Tunas tersebut berasal dari



tunas ketiak bagian


tumbuhan di dalam tanah.



 Contoh : bambu, tebu, dan



pisang.

Tunas adventif

Spora









 Spora dibentuk dan


disimpan di dalam kotak


spora yang disebut


sporangium.




 Contoh: tumbuhan paku


dan lumut

Cangkok

Enten

Okulasi

Stek

Merunduk

Keuntungan dan kerugian vegetatif



buatan












Kerugian
Keuntungan


a. Tumbuhan yang diperbanyak secara
a. Sifat tumbuhan baru sama persis

dengan sifat tumbuhan induknya. vegetatif buatan tidak memiliki


Jika tumbuhan unggul maka akar tunggang sehingga mudah

tumbuhan baru pun akan bersifat unggul. tumbang.

b. Perkembangbiakan vegetatif buatan
b. Cepat memberikan hasil jika


dibandingkan dengan ditanam menghasilkan sedikit keturunan

dengan bijinya. jenis baru atau tumbuhan baru.

c. Merusak tumbuhan induk.

Reproduksi



Generatif



MACAM MACAM PENYERBUKAN




BERDASARKAN VEKTOR/PERANTARA.





 Anemogami ( perantaraan angin).


 Hidrogami (perantaraan air).


 Antropogami (perantaraan manusia).


 Zoidiogami (perantaraan hewan).






siput : malakogami


serangga : entomogami


kelelawar : kiropterogami


burung : ornitogami

Polinasi


ANEMOGAMI



Ciri-ciri :



 Tidak mempunyai mahkota bunga



 Serbuk sarinya sangat banyak



 Tangkai putik terjulur keluar serta

ukuran kepala putik relatif besar



 Benang sari bergantungan



 Tangkai bunga panjang dan


terjulur keluar di atas permukaan

daun



 Contoh : padi, jagung, gandum,


tebu, alang-alang

Ciri-ciri :


Entomogami  Mahkota dan benang sari berwarna



cerah




 Memilki kelenjar madu



 Benang sari di dalam bunga




 Serbuk sari sedikit, besar, berat,


lengket



 Kepala sari bersatu




 Putik lengket dan kecil



 Struktur bunga termodifikasi untuk


tempat mendarat dan makan bagi



serangga



 Bunga berbau harum

Penyerbukan dengan bantuan




burung ( Ornitogami )






a) Memiliki bunga yang besar



b) Memiliki bunga yang berwarna



merah cerah



c) Memiliki bunga yang tidak berbau




d) Memiliki mahkota bunga yang


berbentuk terompet



e) Menghasilkan nektar dalam jumlah


yang banyak

Antropogami ( manusia )







 Tumbuhan yang berumah dua



(dalam satu pohon hanya terdapat


bunga jantan atau bunga betina


saja)






MACAM MACAM PENYERBUKAN BERDASARKAN ASAL SERBUK SARI







 Penyerbukan sendiri



(autogami)



 Penyerbukan


tetangga(geitonogami)




 Penyerbukan


silang(allogami /


xenogami)




 Penyerbukan bastar


(hybridogami)

MACAM – MACAM PEMBUAHAN (fertilisasi)












 GYMNOSPERMAE  ANGIOSPERMAE



terjadi pembuahan terjadi pembuahan



tunggal ( hanya ganda ( terbentuk


terbentuk biji) biji dan buah)

Pembuahan pada Angiospermae



Siklus hidup tumbuhan













Terdiri dari :



1. generasi sporofit : penghasil spora vegetatif









2. generasi gametofit : penghasil sel gamet ( sel kelamin )




generatif

Siklus hidup angiospermae  Sporofit : biji tumbuh

menjadi bunga,



a. Putik menghasilkan

megaspora


b. Benang sari

mikrospora



 Gametofit ;



a. Megaspora meiosis


menjadi 7 sel dan 8 inti

yang terdiri :3 sel antipoda,


2 sel sinergid, 1 sel telur, 1


sel kandung lembaga

sekunder yang punya 2 inti



b. Mikrospora meiosis


menjadi inti vegetatif dan

inti generatif ( sperma )

Siklus hidup gymnospermae Sporofit :



a. Strobilus betina




megaspora



b. Strobilus jantan



mikrospora




Gametofit :



a. Megaspora sel



telur yang terdapat


pada bakal biji



b. Mikrospora


serbuk sari bersayap



yang mengandung


sperma

Siklus hidup Pteridophyta ( Paku )

Sporofit :


Tumbuhan paku


menghasilkan



spora








Gametofit :



Protalium ( spora


berkecambah )


menghasilkan :



a. Anteridium



sperma



b. Arkegonium



sel telur

Siklus hidup Bryophyta ( Lumut ) Sporofit :



Sporogonium


menghasilkan spora




Gametofit :



Protonema ( spora


berkecambah )



menjadi tumbuhan


lumut yang punya:



a. Anteridium




sperma



b. Arkegonium




sel telur

Teknologi Reproduksi pada Tumbuhan





 Kultur Jaringan adalah


membudidayakan jaringan


tanaman menjadi tanaman


baru yang mempunyai sifat



sama dengan induknya.



 Kultur Jaringan diartikan


pula dengan memelihara


dan menumbuhkan organ



tanaman (embrio, tunas,


bunga dsb) atau jaringan


tanaman (sel, kalus,


protoplast) pada kondisi



aseptik.

Keuntungan dan kerugian kultur jaringan






Keuntungan Kerugian


 memperoleh tanaman baru yang bersifat



unggul • Tidak dapat

merubah
 jumlah yang dihasilkan banyak, tidak tanaman atau


terbatas
buah yang


 bibit terhindar dari hama penyakit dihasilkan



 perbanyakan tumbuhan/kultur jaringan • Tidak dapat



dapat dilakukan secara cepat dan hemat menghasilkan


waktu individu



 Pengadaan bibit tidak tergantung musim dengan jenis


baru.
 biaya pengangkutan bibit relatif lebih



murah dan mudah

Hidroponik Beberapa kelebihan hidroponik :


 ramah lingkungan,


 hemat air karena penggunaan air
hanya 1/20 dari tanaman biasa,


 mengurangi CO2


 Tidak merusak tanah karena tidak

menggunakan media tanah


 tidak membutuhkan tempat yang

luas.


 Lebih hemat waktu dan tenaga
karena tidak perlu menyiramkan air

setiap hari.


 Pertumbuhan tanaman lebih cepat


 kualitas hasil tanaman dapat terjaga.


 Dapat tanam di mana saja bahkan di
garasi dan tanah yang berbatu


 dan dapat ditanam kapan saja

karena tidak mengenal musim.

Vertikultur

Kelebihan teknis vertikultur


1. Populasi tanaman persatuan luasan jauh lebih besar.



2. Dengan melakukan sterilisasi media tanam, Sayuran yang dihasilkan lebih


alami, bebas pestisida, dan dapat dikonsumsi dalam kondisi sangat segar.



3. Kehilangan pupuk yang terbawa aliran air hujan dapat dikurangi


Selain itu, penyiangan tumbuhan pengganggu atau gulma dapat dikurangi.



4. Mudah dibuat dengan menggunakan bahan dasar yang disesuaikan dengan


bahan yang tersedia.



5. Bahan dasar yang dipakai dapat menggunakan barang bekas atau sudah tidak


dipakai seperti, pipa paralon, talang air, bambu, kayu, anyaman bambu, pot



plastik, atau botol bekas kemasan air mineral.


6. Mudah dipelihara sehingga dapat dilakukan dalam waktu senggang.

7. Dapat menambah nilai estetika lahan pekarangan karena keindahan struktur

vertikal yang berisi berbagai jenis tanaman.


8. Dapat dipindah-pindah sesuai dengan keinginan. Syaratnya kebutuhan

cahaya matahari, kelembapan udara dan temperatur yang sesuai dapat


terpenuhi .


9. Dapat mendatangkan keuntungan ekonomis karena investasi bangunan unit

vertikultur dan media tanam dapat dipakai lebih dari satu kali penanaman.


10. Sayuran yang dihasilkan memiliki nilai jual lebih tinggi karena bebas dari

penggunaan pestisida kimiawi.


11. Kuantitas dan kualitas produk lebih tinggi. Populasi yang banyak akan


menghasilkan produksi persatuan luas lebih tinggi.

Pemakaian pupuk dan pestisida alami yang digunakan akan meningkatkan


kualitas produksi.

12. Kontinuitas produksi dapat dipertahankan jika menginginkan teknik ini


dipakai untuk diproduksi sayuran atau tanaman obat secara komersial.


Click to View FlipBook Version