The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by PERPUSTAKAAN SDN SN PELAMBUAN 4, 2024-06-21 22:46:48

Batik Tanah Liek

dongeng

Keywords: dongeng

Om Rizal dan anaknya, Bima, datang. Sudah lama Hani tidak bertemu mereka. Hani menyuguhkan rambutan, kesukaan Bima.


Bima lahap sekali makan rambutan. Bima memasukkan kulit rambutan ke kantong? Hani heran sekali. Semua tertawa. "Kalau Hani ingin tahu, datanglah ke tempat kami," kata Om Rizal. "Jangan lupa bawa kulit buah-buahan," kata Bima.


Penasaran, Hani meminta Ibu mengumpulkan kulit buah-buahan. Esoknya, Ayah dan Ibu mengajaknya ke rumah Bima. Hani tidak sabar.


Wah, Hani takjub melihat batik-batik indah di rumah Bima. "Ini namanya batik liek," kata Bima.


"Tanah liek itu artinya tanah liat. Kenapa diberi nama begitu? Apa hubungannya dengan kulit buah?" tanya Hani. Bima tersenyum. Dia mengajak Hani masuk.


"Kenapa kain itu dicelup ke lumpur?" tanya Hani. "Nanti malah kotor."


Kata Bima, itu lumpur tanah liat, untuk memberi warna dasar pada batik. Karena itulah, batik ini diberi nama batik tanah liek.


"Ini batik tanah liek yang sedang kubuat," kata Bima. "Kamu juga bisa membuatnya."


Membatik itu asyik juga.


"Sekarang saatnya mewarnai," kata Bima sambil mengajak Hani pindah ke ruang sebelah. Hani tidak sabar ingin memilih pewarna. Tapi, mana pewarnanya?


"Ini pewarnanya. Ini rebusan jengkol dan kulit manggis. Coba tebak, jadi warna apa?" kata Bima. Hani berpikir. Mungkin hitam?


Oh, ungu.


Ini rebusan kulit alpukat dan bawang merah. Hani berpikir lagi. Jadi warna apa, ya? Hijau?


Oh, cokelat! Hani takjub.


Nah, kalau warna dari rebusan kulit rambutan dan kulit buah naga ini, Hani tahu. Hasilnya pasti warna merah.


Betul! Hani girang.


Wah, Hani tak menyangka kulit buah-buahan itu bisa menghasilkan warna-warna cantik. Hani senang sekali bisa membuat batik tanah liek sendiri!


Hani berjanji akan datang lagi. Dia akan bawa kulit buah. "Bawa yang banyak, ya!" kata Bima. Hani tidak sabar ingin tahu warna apa yang muncul dari kulit buah lain.


Buku-buku Bookbot merupakan buku yang mengajarkan pada anak tentang huruf, bunyi, dan kata-kata sederhana berdasarkan urutan bunyi atau buku fonik berkualitas yang diperkenalkan oleh Cakupan dan Urutan dalam Bookbot. Buku-buku ini bisa didapatkan secara cuma-cuma di perpustakaan Bookbot. Kami sangat senang dapat menawarkannya pada Anda untuk mengunduh dan mencetaknya tanpa biaya apa pun. Namun, kami akan sangat menghargai jika Anda dapat memberikan tautan balik ke halaman situs web kami di bookbot.id/buku-anak-gratis pada situs web sekolah Anda agar lebih banyak anak dan orang tua yang dapat menikmati dan belajar dari buku-buku gratis yang kami sediakan. Kami percaya bahwa dengan menciptakan pustaka buku-buku fonik dengan jumlah koleksi yang besar akan menginspirasi dan menumbuhkan kepercayaan diri anak dalam proses mereka belajar membaca. Anda dapat membaca lebih banyak tentang misi kami di bookbot.id. Diadaptasi dari “My Clay Batik” oleh Eci FE dan Rizqia Sadida. Dilisensikan di bawah CC BY 4.0. Teks telah diubah dan disesuaikan untuk memenuhi kebutuhan pembaca dengan berbagai tingkat kemampuan membaca, juga membantu dalam pengembangan keterampilan membaca mereka. Ilustrasi telah dimodifikasi sesuai dengan prasyarat khusus yang ditetapkan oleh tingkat bacaan. Adaptasi ini belum menerima persetujuan resmi dari penulis asli ataupun ilustrator. Anda bebas untuk menyalin dan mendistribusikan materi dalam bentuk dan format apa pun, asalkan Anda mematuhi syarat-syarat lisensi yang ditetapkan dalam CC BY 4.0. Harap berikan atribusi (penilaian) yang sesuai dengan memberikan tautan ke Room to Read dan Bookbot. bookbot.id Copyright © 2023 by Bookbot


Click to View FlipBook Version