The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by taniaprtwi12, 2023-06-06 13:50:45

Contoh pembuatan LK 1.2

Keperluan PPG

Nama : Tania Pratiwi, S.Pd Kelas PPG : K1 - 102 - 027 - 1 - Kelas 015 No. UKG : 201503686080 LPTK : Universitas Negeri Medan Asal Sekolah : SDN 002 Bengkong Kelas yang diampuh : II ( Dua ) LK. 1.2 Eksplorasi Penyebab Masalah No. Masalah Yang Telah Diidentifikasi Hasil Eksplorasi Penyebab Masalah Analisis Eksplorasi Penyebab Masalah 1 Terdapat beberapa Siswa yang masih memiliki motivasi belajar rendah Kajian Literatur: 1. Menurut Andeka, W.,dkk (2021 : 119) Tinggi rendahnya keinginan belajar bisa dipengaruhi oleh beberapa penyebab diantaranya ; 1.1. Harapan siswa dalam kegiatan belajar 1.2. Kesanggupan siswa dalam kegiatan belajar 1.3 Kedaan fisik siswa dalam kegiatan belajar 1.4 Lingkungan siswa dalam kegiatan belajar 1.5 Cara guru dalam membimbing siswa belajar Sumber : Andeka, W., Darniyanti, Y., & Saputra, A. (2021). Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Motivasi Belajar Siswa SDN 04 Sitiung. Consilium Journal : Journal Education and Counseling. Retrieved from https://unars.ac.id/ojs/index.php/consilium/article/download/ 1179/781/ Setelah dilakukan analisis terhadap hasil kajian literatur, hasil wawancara serta hasil observasi dapat diketahui bahwa penyebab munculnya masalah pada pembelajaran dikelas saya sebagai berikut : 1. Variasi guru dalam penggunaan alat media mengundang motivasi belajar siswa masih kurang ketika kegiatan pembelajaran berlangsung 2. Intermezzo / Ice breaking guru belum maksimal untuk meningkatkan gairah belajar pada saat siswa sudah mulai jenuh dalam pembelajaran 3. Keadaan Fisik siswa pada saat pembelajaran tidak siap sedia seperti tidak cukup tidur karena kurangnya peran dan dukungan orang tua terhadap kedisplinan waktu siswa dirumah


2. Menurut Sumar, W. T (2020 : 52) Guru harus memperhatikan prinsip pengelolaan kelas ketika motivasi belajar siswa menjadi rendah diantaranya : 2.1 Hangat dan antusias 2.2 Tantangan, penggunaan kata - kata, tindakan, cara kerja yang dapat meningkatkan gairah siswa untuk belajar 2.3 Bervariasi, penggunaan alat media, gaya mengajar guru, pola interaksi antara guru dan siswa 2.4 keluwesan, tingkah laku guru untuk mengubah strategi mengajarnya 2.5 Penekanan pada hal-hal yang positif Sumber : Sumar, W. T (2020). Pengelolaan Kelas dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa. Jambura-Journal of Educational Management Volume 1 Nomor 1 Maret 2020, halaman 49-59. Retrieved from https://ejournalfipung.ac.id/ojs/index.php/JJEM/article/download/105/46/ 3. Menurut Pandiangan (2019: 49) 3.1 Seharusnya profesi guru bukan hanya merupakan suatu lapangan pekerjaan 3.2 Profesi guru memerlukan teknik dan prosedur ilmiah, memiliki dedikasi serta cara menyikapi lapangan pekerjaan yang berorientasi pada pelayanan yang ahli. Sumber: Pandiangan (2019). Penelitian Tindakan Kelas : Sebagai Upaya Peningkatan Kualitas Pembelajaran, Profesionalisme Guru Dan Kompetensi Belajar Siswa. Retrieved from https://books.google.co.id/books/about/Penelitian_Tindakan _Kelas.html?id=NWXMDwAAQBAJ&redir_esc=y 4. Penakanan pada hal-hal positif terhadap siswa untuk meningkatkan semangat belajar siswa masih perlu di tingkat dengan penjelasan yang mudah di cerna siswa 5. Daya tangkap siswa yang berbeda-beda membuat pemerataan pembelajaran tidak selalu tersampaikan kepada siswa dengan maksimal


Hasil Wawancara : 1. Menurut Teman Sejawat (Dewi Purwarita, S.Pd ; 19 / 05 / 2023) a. Metode belajar guru sebaiknya lebih bervariatif b. Suasana kelas monoton dan selalu serius 2. Menurut Kepala Sekolah (Syafii, S.Pd ; 19 / 05 / 2023) a. Rasa Jenuh siswa yang tinggi b. Kurangnya variasi guru dalam memberikan motivasi belajar c. Peran dan dukungan orang tua minim terhadap anaknya 3. Menurut Pengawas Sekolah (Titin Zunairah, S,Pd ; 18 / 05 / 2023) a. Guru mungkin tidak menggunakan pembelajaran yang menyenangkan b. Siswa tidak percaya diri pada saat mengikuti pembelajaran c. Daya tangkap, karakter, bakat dan minta yang berbeda d. Penguasaan kelas tidak maksimal 4. Menurut Pakar – Pengajar Praktik PGP dan Fasilitator PGP (Zulharnudin, S.Pd ; 17 / 05 / 2023) a. Kebutuhan belajar siswa yang tidak teridentifikasi b. Kompetensi guru masih rendah dalam kegiatan belajar mengajar 2 Ketertarikan siswa untuk pembiasaan gemar membaca, lancar dalam membaca serta memahami bacaan belum maksimal ( Bahasa Indonesia ) Kajian Literatur: 1. Menurut Anisa, A. R. dkk (2021 : 4) Faktor dari penyebab kurangnya literasi yaitu di bawah ini merupakan penyebab rendahnya budaya literasi di Indonesia salahsatu nya permasalahan di Dalam Lingkungan Sekolah, diantaranya ; 1.1 Terbatasnya sarana dan prasarana membaca seperti ketersediaan perpustakaan juga buku-buku bacaan yang bervariasi Setelah dilakukan analisis terhadap hasil kajian literatur, hasil wawancara serta hasil observasi dapat diketahui bahwa penyebab munculnya masalah pada pembelajaran dikelas saya sebagai berikut : 1. Pembiasaan gemar membaca dari guru terhadap siswa tidak sesering mungkin


1.2 Situasi belajar yang kurang memotivasi para siswa untuk mempelajari buku-buku tertentu di luar buku-buku paket 1.3 Berkembangnya teknologi e-book dan internet menyebabkan kurangnya minat manusia terhadap buku Sumber : Anisa, A. R., Ipungkarti, A. P., Safanah, K. N. (2021) Pengaruh Kurangnya Literasi serta Kemampuan dalam Berpikir Kritis yang Masih Rendah dalam Pendidikan di Indonesia. Current Research in Education: Conference Series Journal Vol. 01 No. 01 Tahun 2021 Paper 006. Retrieved from https://ejournal.upi.edu/index.php/crecs/article/view/32685 2. Menurut Suparlan (2021 : 8) Dalam kegiatan membaca di kelas yang mana memiliki punishment untuk siswa dapat memahami bacaan, guru seharusnya menyusun tujuan membaca dan menyediakan tujuan khusus untuk membantu siswa menyusun tujuan membaca itu sendiri yaitu : 2.1 Kesenangan 2.2 Menyempurnakan membaca nyaring 2.3 Mengaitkan informasi baru dengan informasi yang telah diketahuinya 2.4 Memperoleh informasi untuk laporan lisan atau tertulis 2.5 Menyampaikan suatu eksperimen atau mengaplikasikan informasi yang diperoleh dari suatu teks Sumber : Suparlan (2021). Keterampilan Membaca pada Pembelajaran Bahasa Indonesia di SD/MI. Retrieved from https://www.researchgate.net/publication/350498914_Ketra mpilan_Membaca_pada_Pembelajaran_Bahasa_Indonesia_d i_SDMI 2. Kurangnya penerapan guru terhadap siswa tentang pemahaman bacaan dan analisis kemampuan baca siswa dalam kegiatan belajar mengajar 3. Berkembangnya teknologi e-book, handphone dan internet menyebabkan kurangnya minat siswa terhadap buku 4. Guru kurang membangun rasa percaya diri siswa untuk dapat menyampaikan suatu rangkuman, pokok bahasan pada bacaan yang dibaca oleh siswa 5. Metode dan media ajar untuk melatih siswa lancar membaca kurang menarik dan terbatas


Hasil Wawancara 1. Menurut Teman Sejawat (Dewi Purwarita, S.Pd ; 19 / 05 / 2023) a. Konteks bacaan pada siswa tidak ramah anak b. Mungkin belum melakukan refleksi tentang pemahaman bacaan yang siswa baca 2. Menurut Kepala Sekolah (Syafii, S.Pd ; 19 / 05 / 2023) a. Siswa lebih tertarik dengan handphone b. Pelayanan dan pemanfaatan perpusatkaan belum maksimal c. Kurangnya penerapan pemahaman bacaan dan analisis kemampuan baca siswa 3. Menurut Pengawas Sekolah (Titin Zunairah, S.Pd ; 18 / 05 / 2023) a. Bacaan siswa kurang bervariatif untuk ramah anak b. Pojok Literasi tidak digunakan secara maksimal 4. Menurut Pakar – Pengajar Praktik PGP dan Fasilitator PGP (Zulharnudin, S.Pd ; 17 / 05 / 2023) a. Kemampuan guru membuat formulasi kisi-kisi yang sesuai dengan tahap tumbuh kembang anak b. Kemampuan guru menerjemahkan kalimat kisi-kisi soal menjadi butir soal standar 3 Kemampuan berhitung mengenai materi pengurangan berulang (Pembagian) dengan konsep soal cerita pada siswa belum maksimal ( Matematika ) Kajian Literatur: 1. Menurut Ananda, E. R., Wandini, R. R. (2022 : 40) Mengenai Analisis Perspektif Guru dalam Mengatasi Kesulitan Belajar Siswa pada Pembelajaran Matematika Sekolah Dasar bahwa terdapat faktor internal dalam diri siswa yang mempengaruhi hasil belajar siswa antara lain yaitu : 1.1 Minat 1.2 Perhatian Setelah dilakukan analisis terhadap hasil kajian literatur, hasil wawancara serta hasil observasi dapat diketahui bahwa penyebab munculnya masalah pada pembelajaran dikelas saya sebagai berikut : 1. Guru belum maksimal dalam menanamkan mindset siswa bahwa matematika bukan pelajaran yang sulit untuk dipelajari


1.3 Bakat 1.4 Kecakapan 1.5 Serta kebiasaan siswa. 1.6 Besarnya rasa tertarik seorang siswa terhadap suatu materi yang mereka pelajari. Sumber: Ananda, E. R., Wandini, R. R.(2022). Analisis Perspektif Guru dalam Mengatasi Kesulitan Belajar Siswa pada Pembelajaran Matematika Sekolah Dasar. ). JURNAL BASICEDU Volume 6 Nomor 3 Tahun 2022 Halaman 4173 - 4181 Research & Learning in Elementary Education. Retrieved From https://jbasic.org/index.php/basicedu/article/view/2773 2. Menurut Syafitri, M. (2019 : 37) Beberapa kesulitan yang dialami siswa yang berkesulitan belajar matematika diantaranya ; 2.1 Kesulitan dalam Memahami Konsep 2.2 Kesulitan dalam Keterampilan Perhitungan 2.3 Kesulitan Memecahkan Masalah 2.4 Kesulitan dalam Memahami Simbol 2.5 Penggunaan Proses yang Keliru 2.6 Penggunaan Media Pembelajaran Sumber : Syafitri, M. (2019). Studi Kasus : Kesulitan Belajar Matematika Siswa Kelas I, II, & III Di SD Negeri 009 Balik Papan. Retrieved From http://kompetensi.fkip.unibabpn.ac.id/index.php/jurnal-kompetensi/article/view/14 2. Konsep dasar dan keterampilan perhitungan yang guru berikan kepada siswa masih sulit dipahami 3. Siswa belum dapat merasakan tujuan dari mempelajari pembagian untuk kehidupan sehari-hari 4. Penanaman konsep-konsep dasar pengurangan pada pembelajaran tidak maksimal 5. Materi dari buku paket yang disajikan masih sulit dipahami peserta didik


Hasil wawancara : 1. Menurut Teman Sejawat (Dewi Purwarita, S.Pd ; 19 / 05 / 2023) a. Tidak faham manfaat pada materi tersebut b. Metode ajar yang diberikan pada siswa tidak menarik / sulit 2. Menurut Kepala Sekolah (Syafii, S.Pd ; 19 / 05 / 2023) a. Mindset siswa yang terbentuk bahwa matematika sulit b. Media yang digunakan kurang bervariatif c. Penanaman Konsep dasar angka pada pembelajaran tidak maksimal 3. Menurut Pengawas Sekolah (Titin Zunairah, S.Pd ; 18 / 05 / 2023) a. Pengenalan pembelajaran angka dasar tidak maksimal b. Penggunaan contoh-contoh dalam pembelajaran sukar dipahami siswa c. Pembelajaran kurang menggunakan contoh konkrit dalam kehidupan sehari-hari 4. Menurut Pakar – Pengajar Praktik PGP dan Fasilitator PGP (Zulharnudin, S.Pd ; 17 / 05 / 2023) a. Kurangnya kemampuan guru mengkoneksikan praktik pembelajaran pembagian sederhana yang dialami langsung dalam kehidupan sehari-hari siswa b. Siswa tidak dapat merasakan tujuan dari mempelajari pembagian 4 Terdapat wali murid yang hubungannya dengan guru masih kurang dan terbatas mengenai keperluan dan pembelajaran siswa Kajian Literatur: 1. Menurut Bona, Jufri. Dkk (2021 ; 27) Upaya - upaya yang dapat dilakukan secara bersama untuk menunjang motivasi belajar anak antara guru dan wali murid adalah : Setelah dilakukan analisis terhadap hasil kajian literatur, hasil wawancara serta hasil observasi dapat diketahui bahwa penyebab munculnya masalah pada pembelajaran dikelas saya sebagai berikut :


1.1 Guru dan orang tua harus menciptakan hubungan positif dalam rangka menumbuhkan semangat belajar anak 1.2 Orang tua juga perlu mengambil inisiatif dalam membuka jalur komunikasi dengan guru 1.3 Orang tua dan guru hendaknya saling menanyakan informasi – informasi yang berguna kepada guru tentang kondisi anak di sekolah 1.4 Orang tua dan guru harus terus berusaha mendorong dan memotivasi siswa dalam meningkatkan prestasi siswa Sumber : Bona, Jufri.,Hayun, S., Sibua, A. (2021). Kerja Sama Orang Tua dan Guru dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa di SD BPD Podimor Padange Kecamatan Morotai Jaya Kabupaten Pulau Morotai. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol. 7, No.1, Januari 2021. Retrieved From http://jurnal.peneliti.net/index.php/JIWP/article/download/57 2/387/ 2. Menurut Yanti,.dkk (2020 : 49) Kerjamasama antara guru dan orangtua dalam meningkatkan hasil belajar tidak selamanya berjalan dengan lancar, ada beberapa hambatan yang akan muncul diantaranya ; 2.1 Sikap guru 2.2 Tidak banyak guru yang memiliki keyakinan dapat memberikan perubahan pada pemahaman orang tua 2.3 Pandangan Orangtua Sumber : Yanti., Rivaie, W., & Rustiyarso (2020) Kerjasama Guru dan Orang tua Guna Meningkatkan Hasil Belajar Siswa. Retrieved From 213315-kerjasama-guru-dan-orang-tuaguna-mening.pdf (neliti.com) 1. Guru belum maksimal memberikan keyakinan memberikan pemahaman terhadap orang tua mengenai keperluan dan pembelajar siswa 2. Orang tua tidak mengambil inisiatif membuka komunikasi dengan guru 3. Kesadaran orang tua terhadap kepentingan dan kebutuhan belajar siswa masih kurang 4. Minimnya waktu antara orang tua dan guru untuk bertemu secara tatap muka 5. Paguyuban dikelas belum dikelola maksimal oleh guru dan orang tua


Hasil Wawancara : 1. Menurut Teman Sejawat (Mirda Yeni Azmi, S.Pd ; 19 / 05 / 2023) a. Komunikasi antara pendidik dan orang tua lebih sering hanya via online b. Keterbatasan waktu antara pendidik dan orang tua untuk bertemu tatap muka 2. Menurut Teman Sejawat (Dewi Purwarita, S.Pd ; 19 / 05 / 2023) a. Orang tua kurang menjalin komunikasi yang baik dengan sekolah khususnya guru b. Kurangnya keterlibatan orang tua dengan keperluan kegiatan belajar siswa di sekolah 3. Menurut Kepala Sekolah (Syafii, S.Pd ; 19 / 05 / 2023) a. Timbal balik komunikasi orang dengan guru tidak maksimal b. Orang tua menganggap mudah urusan terkait kegiatan belajar siswa 4. Menurut Pengawas Sekolah (Titin Zunairah, S.Pd ; 18 / 05 / 2023) a. Paguyuban dikelas bersama orang tua tidak dikelola dengan baik b. Wali murid tidak meluangkan waktu untuk sosialisasi dengan guru 5. Menurut Pakar – Pengajar Praktik PGP dan Fasilitator PGP (Zulharnudin, S.Pd ; 17 / 05 / 2023) a. Wali murid hanya bertanya masalah perkembangan hasil belajar siswa saja b. Wali murid tidak dilibatkan dan mau berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan di sekolah


5 Belum maksimal menggunakan media TIK ( proyektor ) dalam aktifitas pembelajaran dan materi yang diberikan pada peserta didik. Kajian Literatur : 1. Menurut Fadilah, M. (2020 : 2) Media pembelajaran merupakan salah satu faktor penting dalam peningkatan kualitas pembelajaran. Media Pembelajaran khususnya TIK seharusnya : 1.1 Sebagai wahana penyalur pesan atau informasi belajar untuk mengkondisikan seseorang belajar. 1.2 Berguna untuk memudahkan proses belajar mengajar, untuk mengefektifkan komunikasi antara guru dengan murid 1.3 Guru yang profesional harus mampu menyelaraskan antara media pembelajaran dan media pendidikan Sumber : Fadilah, M.(2020) Upaya Meningkatkan Kemampuan Membaca Siswa Dengan Pemanfaatan Media Audio-Visual Di Kelas Rendah. Jurnal Penelitian, Pendidikan dan Pengajaran. Retrieved From https://jurnal.umsu.ac.id/index.php/JPPG/article/download/4 453/3983 2. Menurut Huda, I. A. (2020 : 4) 2.1 Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) seharusnya dapat membantu guru dalam proses pembelajaran agar mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditentukan 2.2 Guru seharusnya dapat memanfaatkan perkembangan TIK secara maksimal dan harus memiliki kompetensi penguasaan TIK. 2.3 Guru di sekolah dasar harus kreatif dan inovatif dalam menerapkan TIK pada proses pembelajaran Setelah dilakukan analisis terhadap hasil kajian literatur, hasil wawancara serta hasil observasi dapat diketahui bahwa penyebab munculnya masalah pada pembelajaran dikelas saya sebagai berikut : 1. Keterbatasan jumlah proyektor disekolah sehingga guru belum konsisten dalam penggunaan media proyektor 2. Siswa belum terbiasa pada tampilan proyektor jadi hanya fokus pada tampilannya saja, bukan materi nya. 3. Kurangnya konsistensi guru dalam memanfaatkan media TIK (proyektor)


Sumber : Huda, I. A.(2020) Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) TerhadapKulaitas Pembelajaran Di Sekolah Dasar. JPdK Volume 2 No1 Tahun 2020 Halaman 121-125Jurnal Pendidikan dan Konseling. Retrieved from http://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/jpdk/articl e/download/622/528/1218 Hasil Wawancara : 1. Menurut Teman Sejawat ( Mirda Yeni Azmi, S.Pd ; 19 / 05 / 2023) a. Siswa hanya fokus pada tampilannya saja, tidak dengan materi yang ditampilkan b. Guru belum maksimal mengarahkan tujuan belajar pada siswa dalam penggunaan media TIK 2. Menurut Teman Sejawat (Dewi Purwarita, S.Pd ; 19 / 05 / 2023) a. Keterbatasan media infokus sehingga harus bergilir menggunakannya. b. Keterbatasan ruang komputer yang dimiliki sekolah 3. Menurut Kepala Sekolah (Syafii, S.Pd ; 19 / 05 / 2023) a. Pengadaan sarana dan prasarana yang belum maksimal tiap kelas b. Kurangnya konsistensi guru dalam menggunakan media pembelajaran berbasis TIK dikelas 4. Menurut Pengawas Sekolah (Titin Zunairah, S.Pd ; 18 / 05 / 2023) a. Media TIK yang digunakan tidak sesuai dengan pembelajaran yang diberikan kepada siswa b. Pengenalan media TIK pada siswa tidak sesering mungkin


5. Menurut Pakar – Pengajar Praktik PGP dan Fasilitator PGP (Zulharnudin, S.Pd ; 17 / 05 / 2023) a. Motivasi internal guru rendah b. Sumber daya belum terpetakan


Click to View FlipBook Version