The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

RTL Siklus 2 DALJAB Angkatan 3 2023/2024

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by uyi511, 2024-02-02 13:38:43

RENCANA TINDAK LANJUT

RTL Siklus 2 DALJAB Angkatan 3 2023/2024

Best Practice PPL Siklus 2 PPG DALJAB ANGKATAN 3 TAHUN 2023/2024


ITEM PPL 2 Lokasi SDI Hidayatullah Taman Hudaya Lingkup Pendidikan Sekolah Dasar (SD) Tujuan yang ingin dicapai Tujuan Umum : Meningkatkan Motivasi Belajar Peserta Didik Melalui Model Pembelajaran Project Based Learning dan Media Audio Visual Materi Family Members Tujuan Khusus : Meningkatkan kemampuan peserta didik dalam mengucapkan "he is/she is" dan mampu mengenal jenis kelamin laki-laki dan perempuan pada konsep "he/she”. Penulis Gesit Muji Rahayu, S.S. Tanggal Rabu, 24 Januari 2024 Situasi: Kondisi yang menjadi latar belakang masalah, mengapa praktik ini penting untuk dibagikan, apa yang menjadi peran dan tanggung jawab anda dalam praktik ini. Situasi: Kondisi yang menjadi latar belakang masalah adalah bahwa pembelajaran bahasa Inggris pada tingkat SD kelas 1 seringkali dihadapkan pada tantangan dalam menjaga minat dan motivasi siswa. Pada usia ini, anak-anak masih dalam tahap awal pengembangan kemampuan bahasa, dan pembelajaran yang tidak menarik dapat mengurangi minat mereka dalam belajar bahasa Inggris. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan pembelajaran yang mengakomodasi kebutuhan dan karakteristik khas anak-anak SD kelas 1 untuk meningkatkan motivasi dan hasil pembelajaran mereka. Mengapa Praktik Ini Penting untuk Dibagikan: Praktik menggunakan model Project Based Learning (PBL) dan media audio visual dalam pembelajaran bahasa Inggris untuk anak SD kelas 1 penting untuk dibagikan karena memiliki beberapa manfaat yang signifikan: Meningkatkan keterlibatan dan motivasi siswa: Melalui proyekproyek yang menarik dan relevan, anak-anak akan lebih termotivasi untuk belajar bahasa Inggris karena mereka dapat melihat aplikasi langsung dari apa yang mereka pelajari. 1. Memperkuat pemahaman bahasa Inggris: Melalui model PJBL, siswa akan lebih aktif terlibat dalam proses pembelajaran yang berarti, sehingga memungkinkan mereka untuk memperdalam pemahaman mereka tentang bahasa Inggris. 2. Membangun keterampilan kolaborasi dan pemecahan masalah: Melalui kerja sama dalam proyek-proyek PJBL, anak-anak akan belajar untuk bekerja sama dalam kelompok, berbagi ide, dan menemukan solusi bersama, yang merupakan keterampilan penting yang dapat diterapkan dalam berbagai konteks. 3. REFLEKSI PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN SIKLUS 2 LK. 3.1 Menyusun Best Practices Menyusun Cerita Praktik Baik (Best Practice) Menggunakan Metode STAR (Situasi, Tantangan, Aksi, Refleksi Hasil Dan Dampak ) Terkait Pengalaman Mengatasi Permasalahan Siswa Dalam Pembelajaran


Peran dan Tanggung Jawab saya dalam Praktik Ini: Sebagai seorang pendidik atau pengajar, peran dan tanggung jawab saya dalam praktik ini meliputi: Merancang dan merencanakan proyek-proyek PJBL yang menarik dan relevan dengan materi pembelajaran bahasa Inggris serta sesuai dengan tingkat perkembangan anak-anak kelas 1. 1. Mengintegrasikan media audio visual dengan cerdas dalam proyek-proyek PJBL untuk meningkatkan keterlibatan dan pemahaman siswa. 2. Memberikan bimbingan dan dukungan kepada siswa selama proses pembelajaran, termasuk dalam menggunakan media audio visual dan berkolaborasi dalam kelompok. 3. Menilai hasil proyek dan memberikan umpan balik yang konstruktif kepada siswa untuk membantu mereka dalam pengembangan keterampilan bahasa Inggris dan keterampilan kolaborasi. 4. Dengan membagikan praktik ini, Anda dapat memberikan inspirasi dan panduan kepada rekan-rekan pendidik lainnya untuk mengadopsi pendekatan yang serupa dalam pembelajaran bahasa Inggris untuk anak SD kelas 1, sehingga memberikan dampak yang positif pada motivasi dan hasil pembelajaran siswa secara luas. Tantangan : Apa saja yang menjadi tantangan untuk mencapai tujuan tersebut? Siapa saja yang terlibat Keterbatasan Konsentrasi Anak-Anak: Anak-anak kelas 1 umumnya memiliki keterbatasan dalam konsentrasi dan pemahaman konsep yang abstrak. Ini dapat menjadi tantangan dalam menjaga minat dan motivasi mereka dalam pembelajaran bahasa Inggris dengan model PJBL. 1. Keterbatasan Kemampuan Literasi Awal: Anak-anak kelas 1 mungkin masih dalam proses pengembangan keterampilan membaca dan menulis, yang dapat mempengaruhi kemampuan mereka dalam menangani proyek-proyek PJBL yang melibatkan pemahaman teks atau penyampaian informasi tertulis. 2. Ketergantungan pada Bantuan Orang Dewasa: Anak-anak kelas 1 mungkin masih sangat tergantung pada bantuan orang dewasa, baik di sekolah maupun di rumah. Tantangan ini membutuhkan keterlibatan orang tua dan guru dalam mendukung pembelajaran dengan model PJBL dan media audio visual. 3. Kesiapan Guru: Guru perlu memiliki pengetahuan dan keterampilan khusus dalam merancang dan mengimplementasikan proyek-proyek PJBL yang sesuai dengan tingkat perkembangan anak-anak kelas 1. Kurangnya persiapan dan pengetahuan guru bisa menjadi hambatan dalam mencapai tujuan ini. 4. Keterbatasan Sumber Daya: Tidak semua sekolah mungkin memiliki akses terhadap sumber daya yang diperlukan untuk mendukung penggunaan media audio visual dan pelaksanaan proyek-proyek PJBL. Hal ini termasuk perangkat keras, perangkat lunak, dan materi pembelajaran yang relevan. 5. Perhatian Orang Tua dan Dukungan di Rumah: Keterlibatan orang tua dalam mendukung pembelajaran anak-anak di rumah dapat menjadi faktor penting dalam meningkatkan motivasi dan kesuksesan siswa. Tantangan dapat muncul jika orang tua tidak sepenuhnya terlibat atau mendukung pendekatan PJBL dan penggunaan media audio visual. 6. Penyesuaian Kurikulum dan Pembelajaran: Proses penyesuaian kurikulum dan pembelajaran agar sesuai dengan kebutuhan dan minat anak-anak kelas 1 dalam konteks PJBL dan media audio visual dapat menjadi tantangan tersendiri. 7.


Siapa saja yang terlibat untuk mencapai tujuan tersebut meliputi: Guru Bahasa Inggris: Bertanggung jawab merancang dan mengimplementasikan pembelajaran bahasa Inggris dengan model PJBL dan media audio visual. 1. Guru Kelas: Terlibat dalam mendukung integrasi pembelajaran bahasa Inggris ke dalam konteks pembelajaran kelas secara umum. 2. Orang Tua: Berperan penting dalam mendukung pembelajaran anak di rumah dan bekerja sama dengan sekolah untuk memfasilitasi pembelajaran dengan model PJBL dan media audio visual. 3. Kepala Sekolah dan Administrasi Sekolah: Bertanggung jawab atas pengelolaan sumber daya dan memberikan dukungan untuk implementasi model PJBL dan penggunaan media audio visual dalam pembelajaran bahasa Inggris. 4. Pengembang Kurikulum: Terlibat dalam merancang kurikulum yang mendukung penggunaan model PJBL dan media audio visual dalam pembelajaran bahasa Inggris untuk anak SD kelas 1. 5. Spesialis Teknologi Pendidikan: Dapat memberikan dukungan dalam penggunaan teknologi dan media audio visual dalam pembelajaran. 6. Melalui kerjasama dan kolaborasi antara semua pihak terlibat, tantangan dalam mencapai tujuan meningkatkan motivasi siswa dalam pembelajaran bahasa Inggris dengan menggunakan model PBL dan media audio visual dapat diatasi. Aksi : Langkah-langkah apa yang dilakukan untuk menghadapi tantangan tersebut/ strategi apa yang digunakan/ bagaimana prosesnya, siapa saja yang terlibat / Apa saja sumber daya atau materi yang diperlukan untuk melaksanakan strategi ini Pemilihan Proyek yang Sesuai dengan Tingkat Pengembangan Anak: Memilih proyek-proyek yang sesuai dengan minat, tingkat pemahaman, dan keterampilan kognitif anak usia SD kelas 1. Proyek-proyek yang sederhana, konkret, dan menarik bagi anak-anak harus diprioritaskan. Kolaborasi dengan Guru dan Orang Tua: Kolaborasi antara guru dan orang tua untuk merancang proyek-proyek yang menarik dan relevan dengan kehidupan sehari-hari anak-anak. Melibatkan orang tua dalam mendukung pembelajaran bahasa Inggris di rumah dan memanfaatkan media audio visual sebagai sumber daya tambahan. Pembelajaran Berbasis Permainan dan Aktivitas: Mengintegrasikan media audio visual ke dalam permainan dan aktivitas yang menarik untuk meningkatkan keterlibatan dan motivasi anak-anak. Menggunakan video pendek, lagu-lagu, atau aplikasi pembelajaran yang interaktif untuk memperkuat keterampilan bahasa Inggris anak-anak. Penyampaian Materi dengan media audio visual: Media audio visual menggunakan bahasa yang sederhana dan jelas dalam menjelaskan materi bahasa Inggris kepada anakanak kelas 1 agar siswa dapat lebih mudah memahami kosakata dan pelafalan bahasa Inggris. Memanfaatkan media audio visual seperti gambar, video, atau animasi untuk mendukung pemahaman mereka terhadap kosakata dan konsep, materi ajar bahasa Inggris. Pemanfaatan media audio visual dalam pengajaran lebih menarik perhatian siswa sehingga dapat menumbuhkan motivasi belajar. Bahan pengajaran lebih jelas maknanya, sehingga dapat lebih dipahami siswa, serta memungkinkan pembelajar menguasai tujuan pengajaran dengan baik. Penggunaan Cerita Bergambar : Menggunakan cerita bergambar yang menarik untuk membawa konsep bahasa Inggris ke dalam konteks yang lebih bermakna bagi anak-anak. Menggunakan media audio visual untuk mendukung penyampaian cerita bergambar misalnya dengan memutar video animasi atau menampilkan gambar-gambar yang mendukung.


Pendekatan Berbasis Gamifikasi: Menggunakan elemen-elemen gamifikasi seperti poin, level, dan penghargaan untuk meningkatkan motivasi anak-anak dalam pembelajaran bahasa Inggris. Memanfaatkan media audio visual untuk menciptakan pengalaman belajar yang menarik dan interaktif, seperti permainan online atau aplikasi pembelajaran dengan fitur gamifikasi. Keterlibatan Aktif Anak dalam Proyek: Memberikan kesempatan bagi anak-anak untuk aktif terlibat dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi proyek-proyek PBL mereka sendiri. Memfasilitasi kolaborasi antara anak-anak dalam kelompok kecil untuk memecahkan masalah dan menyelesaikan proyek bersama. Penguatan Keterlibatan Orang Tua di Rumah: Memberikan saran kepada orang tua tentang cara mereka dapat mendukung pembelajaran bahasa Inggris anak-anak di rumah dengan menggunakan media audio visual, seperti menonton film atau mendengarkan lagu-lagu dalam bahasa Inggris bersama-sama. Menyediakan akses kepada orang tua untuk sumber daya tambahan online atau aplikasi pembelajaran bahasa Inggris berbasis web yang dapat digunakan bersama anak-anak. 9. Mengintegrasikan media audio visual ke dalam lagu Ciptakan lagu yang Relevan dan Menarik: Ciptakan lagu dengan lirik sederhana dan melodi yang ceria. Pastikan lagu tersebut relevan dengan topik atau materi yang sedang dipelajari dalam pembelajaran bahasa Inggris. Buat Video Musik atau Animasi: Buatlah video musik atau animasi yang menarik untuk lagu tersebut. Gunakan gambargambar yang cerah, animasi yang lucu, dan teks lirik yang mudah dibaca. Video bisa berupa kombinasi antara gambargambar yang bergerak, animasi, dan teks lirik yang muncul secara bergantian sesuai dengan lagu. Kaitkan Gambar dengan Lirik: Sesuaikan gambar-gambar dalam video dengan lirik lagu. Misalnya, jika lagu tersebut mengandung kata-kata tentang hewan-hewan, tampilkan gambar-gambar hewan yang sesuai dengan lirik saat mereka disebutkan. Gunakan Efek Visual yang Menarik: Tambahkan efek visual seperti perubahan warna, gerakan, atau efek transisi yang menarik untuk membuat video lebih dinamis dan menarik perhatian anak-anak. Libatkan Interaksi: Minta siswa untuk mengikuti gerakan tertentu yang sesuai dengan lagu. Ini akan membuat anakanak merasa lebih terlibat dalam proses pembelajaran. Gunakan Musik dan Suara yang Menarik: Pastikan musik yang digunakan dalam lagu memiliki ritme yang mudah diikuti dan suara yang jelas. Gunakan suara efek yang sesuai dengan tema lagu untuk meningkatkan pengalaman audio visual anak-anak. Sesuaikan dengan Tingkat Usia dan Kemampuan Bahasa: Pastikan video dan lagu tersebut sesuai dengan tingkat usia dan kemampuan bahasa anak-anak. Gunakan bahasa yang sederhana dan gambar-gambar yang mudah dipahami oleh mereka. Ajak Anak-Anak Berpartisipasi: Dorong anak-anak untuk berpartisipasi aktif dalam menyanyikan lagu dan mengikuti gerakan atau interaksi dalam video. Ini akan meningkatkan keterlibatan mereka dalam pembelajaran bahasa Inggris.


Design LKPD : Menggunakan gambar dan warna yang menarik. Gunakan instruksi LKPD yang jelas kepada siswa. Berikan penjelasan sebelum siswa diminta mengerjakan. Sesuaikan Isi LKPD dengan tujuan pembelajaran. Sisipkan soal Hots untuk siswa berpikir kritis. Yang terlibat dalam melaksanakan strategi ini adalah : Guru dan staf sekolah yang bertanggung jawab atas perencanaan dan implementasi pembelajaran. 1. Orang tua siswa yang perlu terlibat dalam mendukung pembelajaran di rumah. 2. 3.Siswa yang akan berpartisipasi aktif dalam pembelajaran. Pihak-pihak eksternal seperti spesialis pendidikan, ahli teknologi, atau pembimbing yang dapat memberikan dukungan tambahan. 4. Sumber daya atau materi yang diperlukan untuk melaksanakan strategi ini meliputi: Pelatihan dan bahan referensi untuk guru. Peralatan audio visual seperti speaker aktif, proyektor, chromebook/hp, dan perangkat lunak. Materi pembelajaran yang relevan dan menarik tentang anggota keluarga. Dukungan dari staf administrasi sekolah dalam mengalokasikan anggaran dan sumber daya sekolah untuk mendukung pembelajaran. Refleksi Hasil dan dampak Bagaimana dampak dari aksi dari langkah-langkah yang dilakukan? Apakah hasilnya efektif? Atau tidak efektif? Mengapa? Bagaimana respon orang lain terkait dengan strategi yang dilakukan, Apa yang menjadi faktor keberhasilan atau ketidakberhasilan dari strategi yang dilakukan? Apa pembelajaran dari keseluruhan proses tersebut Dampak dari Langkah-langkah yang Dilakukan: Peningkatan Motivasi Siswa: Terjadinya peningkatan motivasi siswa dalam pembelajaran bahasa Inggris. Siswa lebih antusias dan terlibat aktif dalam proyek PJBL. Melibatkan media audio visual dalam pembelajaran lebih menarik perhatian siswa sehingga dapat menumbuhkan motivasi belajar siswa lagi dan lagi. Peningkatan Pemahaman dan Keterampilan Bahasa Inggris: Jika strategi yang dilakukan berhasil, siswa akan meningkatkan pemahaman dan keterampilan bahasa Inggris mereka melalui proyek-proyek PJBL dan penggunaan media audio visual. Mereka akan mampu mengaplikasikan kosakata dan struktur bahasa Inggris dalam konteks yang relevan dan bermakna bagi mereka. Pembangunan Keterampilan Kolaborasi dan Pemecahan Masalah: Langkah-langkah tersebut juga diharapkan akan memperkuat keterampilan kolaborasi dan pemecahan masalah siswa melalui kerja sama dalam proyek-proyek PJBL. Efektivitas Hasil: Langkah-langkah yang dilakukan berhasil, hasilnya terlihat dari peningkatan keterlibatan siswa, peningkatan kualitas karya proyek, serta peningkatan pemahaman dan keterampilan bahasa Inggris siswa. Respon Orang Lain terhadap Strategi yang Dilakukan: Respon orang lain, termasuk rekan kerja, orang tua, dan administrator sekolah, dapat menjadi indikator efektivitas strategi yang dilakukan. Mereka memberikan umpan balik positif dan melihat perubahan yang positif dalam keterlibatan dan hasil belajar siswa, ini menunjukkan bahwa strategi tersebut efektif. Faktor Keberhasilan atau Ketidakberhasilan: Faktor keberhasilan dari strategi tersebut dapat meliputi pemilihan proyek-proyek yang relevan dan menarik, ketersediaan sumber daya yang memadai, keterlibatan aktif guru dan orang tua, serta dukungan administratif yang kuat. Di sisi lain, faktor kegagalan mungkin termasuk kurangnya persiapan atau pelatihan guru, ketersediaan sumber daya yang terbatas, atau kurangnya keterlibatan siswa dan orang tua dalam proses pembelajaran.


Pembelajaran dari Keseluruhan Proses: Dari keseluruhan proses tersebut, pembelajaran yang dapat diperoleh termasuk pemahaman yang lebih baik tentang kebutuhan dan minat siswa, identifikasi strategi pembelajaran yang efektif dan tidak efektif, serta pemahaman tentang pentingnya kolaborasi antara semua pihak terkait dalam mencapai tujuan pembelajaran yang berhasil. Dengan merenungkan hasil dan dampak dari langkah-langkah yang dilakukan, kita dapat mengidentifikasi area yang perlu ditingkatkan atau disesuaikan untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran bahasa Inggris dengan menggunakan model Project Based Learning (PBL) dan media audio visual untuk anak SD kelas 1.


Rencana Tindak Lanjut Nama Mapel Bahasa Inggris Tempat Pelaksanaan SDI Hidayatullah Taman Hudaya Waktu Pelaksanaan Rabu, 24 Januari 2024 Nama Mahasiswa Gesit Muji Rahayu, S.S. Nama Guru Pamong Isnaini Mariyam, S.Pd Nama Dosen Dr.Nanik Mariani, M.Pd I. Tujuan yang ingin dicapai pada Rencana Tindak Lanjut (RTL) Berdasarkan evaluasi pada pembelajaran bahasa Inggris pada listening skill dan speaking skill menggunakan model pembelajaran berbasis proyek (PjBL) dan media audio visual untuk mengajar materi tentang Family Members perlu adanya rencana tindak lanjut yang dilakukan. Tujuan dari RTL aksi PPL Siklus ke-2 yaitu: Melanjutkan pembelajaran menggunakan model pembelajaran berbasis proyek (PjBL) dan media audio visual yang dapat meningkatkan kemampuan siswa SD untuk berbahasa Inggris khususnya kelas 1. 1. Menerapkan model pembelajaran berbasis berbasis proyek (PjBL) pada skill yang sama, yaitu listening skill dan speaking skill namun dengan materi pembelajaran yang berbeda yaitu At My Farm. 2. Memastikan terjadinya peningkatan motivasi dan kemampuan siswa dalam mengikuti pembelajaran bahasa Inggris 3. 4.Dapat melaporkan keterlaksanaan kegiatan pembelajaran kepada pihak-pihak terkait. Apa kondisi yang melatarbelakangi kegiatan RTL ini? Mengapa RTL ini perlu dilakukan dan dibagikan? Apa yang menjadi peran serta tanggup jawab anda dalam RTL ini? Berdasarkan hasil evaluasi dari aksi PPL siklus ke-2, diketahui bahwa: Latar belakang kegiatan RTL: Siswa lebih semangat mengikuti pembelajaran bahasa Inggris dengan adanya kegiatan proyek menyusun poster Family Tree yang sudah di rancang sebelumnya oleh guru pada aplikasi canva dengan teknik menggunting dan menempel. 1. Penyampaian materi pembelajaran dengan memanfaatkan media audio visual ini ternyata membuat siswa lebih semangat lagi dan lagi untuk mengikuti pembelajaran bahasa Inggris. 2. Siswa lebih semangat menyelesaikan proyek dalam kelompok dengan formasi siswa heterogen. 3. Siswa tidak merasa sedang belajar dengan penggunaan metode PJBL dan media audio visual ini, justru malah sebaliknya mereka merasa sedang bermain pada hari itu. 4. Siswa lebih mudah memahami pelajaran ketika diminta untuk mengerjakan secara mandiri bersama kelompoknya dengan dibimbing oleh guru selama proses diskusi. 5. Siswa menjadi lebih kreatif saat diberikan penugasan untuk melakukan proyek dan presentasi hasil proyek kelompok di depan kelas. 6. RTL aksi PPL siklus ke-2 ini penting untuk dibagikan karena: Memberikan banyak manfaat bagi siswa dalam memahami pembelajaran khususnya bahasa Inggris. 1. Kegiatan kerja proyek dalam kelompok yang dilakukan pada PPL siklus ke-2 ini sangat membantu siswa dalam belajar secara mandiri di bawah bimbingan guru dalam pembelajaran dan membantu menentukan tindak lanjut kegiatan selanjutnya. 2.


Peran dan tanggung jawab saya sebagai guru bahasa Inggris SD dalam kegiatan RTL ini adalah: Mempresentasikan dan mendiskusikan hasil penyusan Praktik Baik (LK 3.1) dan RTL aksi PPL siklus ke-2 bersama dosen, guru pamong, dan teman-teman PPG 1. Melakukan revisi penyusunan LK 3.1 dan RTL aksi PPL siklus ke-2 berdasarkan saran dan hasil presentasi dan diskusi yang sudah dilakukan 2. Mengunggah LK 3.1 dan RTL aksi PPL siklus ke-2 yang sudah direvisi pada web guru berbagi atau media sosial lainnya ke LMS. 3. Manfaat RTL Aksi PPL Siklus ke-2 Kegiatan Rencana Tindak Lanjut (RTL) ini sendiri memiliki beberapa manfaat bagi beberapa pihak terkait, diantaranya: 1.Manfaat rencana tindak lanjut bagi siswa/anggota kelompok, yaitu: Terpenuhinya kebutuhan siswa dalam menerima pembelajaran, sehingga siswa dapat mengikuti pembelajaran dengan aktif. Terealisasinya tujuan kegiatan pembelajaran bahasa Inggris untuk meningkatkan kemampuan peserta didik dalam mengucapkan "he is/she is" dan mampu mengenal jenis kelamin laki-laki dan perempuan pada konsep "he/she”. 2.Manfaat rencana tindak lanjut bagi guru bahasa Inggris, yaitu: Sebagai upaya meningkatkan kinerja guru bahasa Inggris dalam memberikan pembelajaran yang inovatif dan interaktif untuk siswa. Sebagai bukti pertanggungjawaban kinerja guru bahasa Inggris di sekolah Sebagai wujud tercapainya peningkatan mutu pembelajaran bahasa Inggris di sekolah 3.Manfaat rencana tindak lanjut bagi sekolah, yaitu: Sebagai bentuk kontribusi terhadap keterlaksanaan program pembelajaran inovatif dan interaktif di sekolah Sebagai bukti aktualisasi program pembelajaran bahasa inggris yang menyenangkan bagi siswa di sekolah Data temuan yang digunakan sebagai dasar penyusunan RTL dari aksi PPL siklus ke 2 Berdasarkan evaluasi dan dampak pelaksanaan aksi PPL siklus ke-2, ditemukan beberapa data yang mendasari penyusunan RTL ini. Yaitu: Evaluasi proses pembelajaran berdasarkan 4C (Communication, Collaboration, Creative, Critical Thinking) adalah sebagai berikut: 1. Siswa telah mampu memenuhi kriteria berkomunikasi dengan baik selama proses pembelajaran terutama pada saat diskusi kelompok Siswa mampu melakukan kolaborasi dalam pembelajaran, meskipun masih ada beberapa diantaranya yang belum berkontribusi banyak dalam pembelajaran berkolaborasi tersebut Siswa mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis melalui kegiatan diskusi kelompok untuk menyelesaikan produk. Secara individu, siswa juga mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis melalui kegiatan mengisi soal formatif memberi tanda centang penggunaan he/she untuk membedakan jenis kelamin laki-laki dan perempuan. Langkah-langkah penyusunan RTL aksi PPL siklus ke-2 Adapun langkah-langkah penyusunan RTL ini adalah sebagai berikut: 1.Penetapan Praktik Baik untuk ditindaklanjuti pada aksi selanjutnya. Penetapan model pembelajaran yang akan digunakan: Pada rencana tindak lanjut ini, guru bahasa Inggris akan menggunakan dan menerapkan pembelajaran berbasis proyek PjBL pada materi At My Farm karena dianggap sesuai dan relevan. 2. Adapun pihak-pihak yang terlibat dalam kegiatan penyusunan RTL ini adalah: Kepala Sekolah SDI Hidayatullah Taman Hudaya sebagai pimpinan yang memberikan ijin dilaksanakannya kegiatan RTL aksi PPL siklus ke-2. 1. Rekan sejawat di 1 kelas (Guru PAI) bertugas melakukan penilaian observasi presentasi projek poster dengan menyanyikan lagu Family Members dan juru kamera yang bersedia membantu mendokumentasikan dan menvideokan kegiatan RTL aksi PPL siklus ke-2 2.


N o Rencana TindakLanjut (RTL) Waktu Tempat Pihak yang terlibat 1 Akan tetap membuat rancangan perangkat pembelajaran berupa modul ajar model pembelajaran inovatif yang memuat sintaks model pembelajaran, LKPD, Bahan Ajar, Media Pembelajaran dan instrument evaluasi. Setiap akhir bulan SD Islam Hidayatullah Taman Hudaya Kepala Sekolah Teman sejawat, saya sendiri, dan siswa 2 Membagikan pengalaman selama melaksanakan aksi kepada teman sejawat di sekolah yang mungkin dapat menginspirasi mereka dalam mengajar dan agar memperoleh kritik serta masukan yang membangun berupa kegiatan Diseminasi Model Pembelajaran Inovatif Setiap akhir hari Sabtu SD Islam Hidayatullah Taman Hudaya Kepala Sekolah Teman sejawat, saya sendiri, dan siswa 3 Melakukan Refleksi secara berkelanjutan, baik dalam hal Refleksi RPP, LKPD, Bahan Ajar, Media maupun instrumen evaluasi, untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan pembelajaran yang telah dilaksanakan. Setiap bulan SD Islam Hidayatullah Taman Hudaya Kepala Sekolah Teman sejawat, saya sendiri, dan siswa 4 Berupaya melakukan pembelajaran yang menggunakan teknologi informasi dankomunikasi sertapenggunaan aplikasipembelajaran virtual untuk menunjang aktivitas belajar peserta didik yang terintegrasi dengan TPACK. Setiap bulan SD Islam Hidayatullah Taman Hudaya Kepala Sekolah Teman sejawat, saya sendiri, dan siswa 5 Selalu mencari kreativitas baru dari berbagai sumber dalam rangka pemberian Penguatan dan upaya meningkatkan motivasi belajar peserta didik seperti penggunaan yel-yel, ice breaking atau sejenisnya. Setiap bulan SD Islam Hidayatullah Taman Hudaya Kepala Sekolah Teman sejawat, saya sendiri, dan siswa 6 Mencari referensi tentang model-model pembelajaran lain yang relevan untuk diterapkan dalam pembelajaran dengan memperhatikan karakteristik peserta didik dan perkembangan zaman. Setiap bulan SD Islam Hidayatullah Taman Hudaya Kepala Sekolah Teman sejawat, saya sendiri, dan siswa 7 Berkoordinasi dengan kepala SDI dan teman sejawat serta meminta masukan dalam pembuatan rancangan pembelajaran sebelum melaksanakannya Sebelum semester baru dimulai SD Islam Hidayatullah Taman Hudaya Kepala Sekolah Teman sejawat, saya sendiri, dan siswa 8 Membagikan di blog pribadi atau di forum media sosial tentang kegiatan dan setiap praktik baik pembelajaran yang saya lakukan dalam rangka memberikan informasi dan ilmu serta mendapatkan umpan balik berupa saran dan masukan dari khalayak komunitas pendidikan yang lain Setiap bulan Hidayatullah Taman Hudaya Sahabat komunitas, saya sendiri, dan siswa 9 Mengikuti webinar online Minimal sebulan 2 kali Zoom dan G- meet Saya sendiri JADWAL PELAKSANAAN Berikut ini jadwal rencana tindak lanjut yang akan dilaksanakan penulis sebagai bentuk pengimbasan (diseminasi) pada teman sejawat di SDI Hidayatullah Taman Hudaya Bincau Martapura.


Click to View FlipBook Version