The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Anisya Anggun, 2020-11-07 10:15:16

E-Book Anisya Anggun Kinanti- 190543636423 - ilmu Gizi

E-Book Vitamin

i

Kata Pengantar
Puji syukur diucapkan kehadirat Allah SWT atas segala
rahmatNya sehingga buku ini dapat tersusun sampai dengan
selesai. Tidak lupa kami mengucapkan terimakasih terhadap
bantuan dari pihak yang telah berkontribusi dengan
memberikan sumbangan baik pikiran maupun materinya.
Penulis sangat berharap semoga buku ini dapat menambah
pengetahuan dan pengalaman bagi pembaca. Bahkan kami
berharap lebih jauh lagi agar makalah ini bisa pembaca
praktekkan dalam kehidupan sehari-hari.
Bagi kami sebagai penyusun merasa bahwa masih banyak
kekurangan dalam penyusunan makalah ini karena
keterbatasan pengetahuan dan pengalaman Kami. Untuk itu
kami sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun
dari pembaca demi kesempurnaan buku ini.

Malang, 07 November 2020

Anisya Anggun Kinanti

ii

Daftar Isi

Kata Pengantar ................................................................ i
Pengertian Vitamin ......................................................... 1
Vitamin Larut dalam Air ............................................... 2

 Vitamin B1 (tiamin).............................................. 3
 Vitamin B2 (riboflavin) ........................................ 4
 Vitamin B3 (niacin) .............................................. 4
 Vitamin B5 (asam pantotenat) .............................. 5
 Vitamin B6............................................................ 5
 Vitamin B7 (biotin)............................................... 6
 Vitamin B12 (cobalamin) ..................................... 7
 Vitamin C.............................................................. 8
Vitamin Larut dalam Lemak ......................................... 11
 Vitamin A ............................................................ 11
 Vitamin D ............................................................ 14
 Vitamin E ............................................................. 15
 Vitamin K ............................................................ 15
Daftar Pustaka ................................................................ 17

iii

VITAMIN

A. Pengertian Vitamin
Vitamin adalah suatu zat senyawa kompleks yang

sangat dibutuhkan oleh tubuh kita yangberfungsi untuk
membantu pengaturan atau proses kegiatan tubuh. Tanpa
vitamin manusia, hewan dan makhluk hidup lainnya tidak
akan dapat melakukan aktifitas hidup dan kekurangan vitamin
dapat menyebabkan memperbesar peluang terkena penyakit
pada tubuh kita.Tubuh manusia membutuhkan vitamin, hal ini
dikarenakan tubuh manusia mungkin saja kurang dalam
produksi vitamin yang dibutuhkan tersebut.

Selain itu, karena tidak semua vitamin dapat di produksi
oleh tubuh kita, maka manusia tetap membutuhkan vitamin
sebagai nutrisi tambahan. Jika kita tidak mendapatkan kadar
vitamin yang cukup, kondisi tersebut bisa menimbulkan
beberapa gejala penyakit. Vitamin terdiri dari berbagai jenis
dan kegunaan masing masing. Vitamin juga memiliki
bebererapa sifat yang berbeda, dalam segi kelarutan ada
vitamin yang mampu larut dalam air ada pula vitamin yang
larut dalam lemak.

B. Jenis- jenis vitamin
 Vitamin larut lemak: vitamin A, D, E, dan K. Secara

kimia, vitamin larut lemak tidak dapat larut atau
bercampur dengan air, tetapi mereka larut dalam
lemak . Vitamin yang larut dalam lemak disimpan dan
dipertahankan untuk waktu yang lama di dalam tubuh.
 Vitamin larut air: vitamin C dan kompleks dari
delapan vitamin B (thiamin, riboflavin, B6, niasin,
asam folat, B12, biotin, dan asam pantotenat). Zat gizi
ini larut atau mudah bercampur dengan air sehingga
lebih mudah dikeluarkan dari dalam tubuh (biasanya
melalui urin).

1

VITAMIN LARUT DALAM AIR

a) Vitamin yang larut dalam air
Vitamin larut air adalah jenis vitamin yang diproses

bersama air.Vitamin jenis ini diproses lebih mudah dalam
tubuh. Tubuh akan langsung menyerap vitamin ini ke dalam
peredaran darah.Selanjutnya vitamin ini langsung beredar
bebas dalam aliran darah. vitamin larut air tidak dapat
disimpan dalam tubuh. Oleh karena itu, kekurangan vitamin
larut air bisa lebih mudah terjadi karena tubuh tidak mampu
menyimpan cadangannya. Vitamin yang larut dalam air
beredar sangat bebas di peredaran darah, sehingga bisa lebih
mudah dikeluarkan.Vitamin ini dikeluarkan oleh tubuh
melalui penyaringan di ginjal. Ginjal selanjutnya akan
menyalurkan sisa vitamin yang berlebih bersama urin.

Jenis vitamin yang larut air:
 Vitamin B1 (tiamin)
 Vitamin B2 (riboflavin)
 Vitamin B3 (niacin)
 Vitamin B5 (asam pantotenat)
 Vitamin B6
 Vitamin B7 (biotin)
 Vitamin B12 (cobalamin)
 Vitamin C.

2

A. Vitamin B Kompleks

Golongan vitamin B kompleks mencakup thiamin
(vitamin B1), riboflavin (vitamin B2), niasin (asam nikotinat,
niasin amida), pyridoxin (vitamin B6), asam pantotenat, asam
folat, folasin (asam folat dan turunan aktifnya),
sianokobalamin (vitamin B12), biotin dan choline. Semua
vitamin dari golongan ini biasanya ditemukan di dalam bahan
pangan yang sama seperti hati, ragi, dedak dari biji-bijian.
Semua vitamin golongan ini dibutuhkan untuk kewajaran
metabolisme dan untuk keaktifan enzim. Kekurangan vitamin
B, menyebabkan penyakit beri-beri.

1) Vitamin B1 ( Thiamin)
Tiamin (vitamin B1) bentuk murninya adalah tiamin
hidroklorida. Tiamin tidak dapat disimpan banyak oleh tubuh,
tetapi dalam jumlah terbatas dapat disimpan dalam hati,
ginjal, jantung, otak, dan otot. Bila tiamin terlalu banyak
dikonsumsi, kelebihannya akan dibuang melalui air kemih.
Tiamin aktif dalam bentuk kokarboksilase dikenal sebagai
tiamin pirofosfatasse (TPP).

 Sumber tiamin yang baik sebetulnya biji- bijian,
seperti beras PK (pecah kulit) atau bekatulnya.
Karena derajat penyosohan yang tinggi, bagian
penting tersebut biasanya juga hilang dan kini dimulai
usaha fortifikasi biji-bijian dengan tiamin.

 Daging, unggas, ikan, dan telur sumber vitamin B1,
sayur dan buah kadar tiaminnya kecil.

3

2) Vitamin B2 ( Riboflavin )
Vitamin B2 disebut riboflavin karena strukturnya
mirip dengan gula ribosa dan juga karena ada hubungan
dengan kelompok flaavin. Riboflavin yang larut dalam air
memberi warna fluoresense kuning-kehijauan. Roboflavin
sangat mudah rusak oleh cahaya dan sinar ultra violet, tetapi
tahan terhadap panas, oksidator, asam, dan sebaliknya sangat
sensitif terhadap basa. Riboflavin merupakan komponen suatu
enzim yang dikenal sebagai flavoprotein dan terlibat dalam
reaksi-reaksi metabolisme intermediet.

 Kekurangan riboflavin timbul cheilosis dengan gejala
retak-retak pada kulit di sudut-sudut mulut (bibir),
kerak-kerak pada kulit, bibir, dan lidah, mulut makin
sakit.

 Sumber riboflavin terutama berasal dari hasil ternak,
hati, ginjal, dan jantung mengandung riboflavin dalam
jumlah yang tinggi.

3) Vitamin B3 ( Niacin )
Niasin atau niasin amida merupakan dua senyawa
yang memiliki sifat biologis sama. Niasin amida banyak
terdapat dalam jaringan ternak dan lebih larut dalam air,
niasin larut sebagian dalam air panas. Vitamin ini tahan
terhadap alkali, asam, panas, cahaya, dan oksidasi. Niasin
sangat mudah diserap oleh usus kecil, dan beberapa cadangan
dapat disimpan oleh tubuh. Triptofan merupakan precursor
(pendorong pembentukan) niasin.

Niasin berperan dalam reaksi enzimatik dalam tubuh
atau metabolisme karbohidrat, lemak, dan protein yaitu

4

koenzim I (Nicotinamide adenin dinucleotide = NAD) dan
koenzim II (Nicotinamide adenine dinukleotide phosphate =
NADP); keduanya berperan sebagai penerima hidrogen.niasin
sangat diperlukan agar suplai energi dalam jaringan tubuh
berjalan normal.

 Kekurangan niasin mengakibatkan pelagra dengan
gejala spesifik, sakit tenggorokan, lidah, dan mulut
serta terjadi dermatitis semitrik pada pada bagian
tubuh yang tidak tertutup seperti tangan, lengan, siku,
kaki, kulit dan leher.

4) Vitamin B5
Asam pantotenat secara komersial ditemukan dalam
bentuk garam kalsium, larut dalam air, agak manis, dan stabil
dalam pemasakan yang normal. Asam pantotenat merupakan
bagian dari koenzim A yang berperan dalam metabolisme
karbohidrat, lemak, dan protein khususnya dalam produksi
energi. Asam pantotenat juga terlibat dalam metabolisme
asam lemak dan lipida lain.

 Sumber asam pantotenat terbanyak terdapat dalam
royal jelly, suatu persediaan makanan yang terdapat di
dalam sarang lebah bagi calon ratu, ratu dan calon
pekerja.

5) Vitamin B6
Vitamin B6 terdiri dari kelompok piridina yang
banyak kesamaannya satu dengan yang lain, yaitu piridoksin,
piridoksal, dan piridoksamina. Vitamin B6 larut dalam air dan
relatif stabil terhadap panas dan asam. Piridoksal akan rusak

5

dalam larutan alkali, tetapi paling tahan terhadap pengaruh
pengolahan dan penyimpanan.

Vitamin B6 bertindak sebagai koenzim piridoksal
fosfat bagi banyak reaksi enzim, dan sebagian besar terlibat
dalam metabolisme asam amino (dekarboksilasi, transaminasi,
dan perubahan triftopan menjadi niasin).

 Sumber utama vitamin B6 adalah daging, unggas, dan
ikan, kentang, ubi jalar, dan sayur-sayuran, susu dan
biji-bijian secara berurutan.

 Kekurangan vitamin B6 menyebabkan gejala kulit
rusak, syaraf motorik terganggu, dan kelainan darah.

 Pada bayi sering terjadi kekurangan vitamin B6
karena mengkonsumsi susu kering yang tlh
kehilangan vitamin B6; bayi tersebut menderita
rangsangan syaraf, kejang, lemah badan, dan sakit
perut.

6) Vitamin B7
Biotin merupakan koenzim dari berbagai enzim yang
ikut berpartisipasi dalam proses karboksilasi, dekarboksilasi,
dan reaksi deaminasi. Biotin sangat diperlukan dalam sintesis
asam lemak dan dalam reaksi fiksasi CO2 pada proses
perubahan perurat menjadi oksaloasetat. Dalam siklus krebs
(TCA cycle), biotin diperlukan bagi perubahan asam suksinat
menjadi fumarat dan oksalosuksinat menjadi ketoglutarat.
Sumber biotin terutama terdapat dalam saluran pencernaan
karena mikroflora mampu membuatnya dalam jumlah yang
cukup banyak

6

 Sumber pangan yang mengandung biotin antara lain
jeroan, kuning telur, dan khamir banyak mengandung
biotin.

 Destiobiotin dan oksibiotin merupakan senyawa yang
aktif dalam ragi an bakteri. Biotin merupakan bagian
penting dalam koenzim.

7) Vitamin B12
Vitamin B12 adalah suatu vitamin yang sangat
kompleks molekulnya, yang mengandung sebuah atom kobalt
yang terikat mirip dengan besi terikat dalam hemoglobin, atau
magnesium dalam klorofil. Vitamin B12 terdapat dalam
beberapa bentuk, dan dikenal sebagai kobalamina;
sianokobalamina merupakan salah satu bentuk yang paling
aktif. Sianokobalamina larut dalam air, tahan terhadap panas,
inaktif oleh cahaya, asam keras atau larutan alkali. Hanya
sedikit yang hilang oleh cara pemasakan normal. Kini vitamin
B12 dapat disintetis dan diproduksi dengan murah dari hasil
samping reaksi fermentasi yang diperlukan dalam poduksi
antibiotik seperti penisilin dan streptomisin. Vitamin B12
berperan dalam menjaga agar sel-sel berfungsi normal
terutama sel-sel saluran pencernaan, sistem urat syaraf, dan
sumsum tulang. Dalam sumsum tulang koenzim vitamin B12
sangat diperlukan untuk sintesis DNA. Bila DNA tidak
diproduksi, erothroblast tidak membelah diri tetapi membesar
menjadi megablast.

 Vitamin B12 banyak terdapat pada hasil ternak
terutama hati, sayuran daun komprey, oncom dari
bungkil kacang tanah, produk fermentasi kedelai
seperti tempe, tuco, dan kecap.

7

 Kekurangan vitamin B12 menyebabkan pernicious
anemia, suatu penyakit yang disebakan oleh
keturunan, yaitu karena faktor intrinsik tidak
diproduksi oleh tubuh, akibatnya vitamin B12 tidak
diserap. Sumsum tulang tidak dapat memproduksi sel
eritrosit yang normal, tetapi memproduksi dan
memasukan sel makrosit ke dalam saluran darah.
Karena itu daya angkut hemoglobin menjadi sangat
terbatas.

 Timbul anemia, pucat, gangguan perut, kurang berat
dan glositis.

8) Vitamin C
Vitamin C dapat berbentuk sebagai asam askorbat dan
asam L-dehidroaskorbat; keduanya mempunyai keaktifan
sebagai vitamin C. Vitamin C merupakan vitamin yang paling
mudah rusak. Disamping sangat larut dalam air, vitamin C
mudah teroksidasi dan dipercepat oleh panas, sinar, alkali,
enzim, oksidator, serta oleh katalis tembaga dan besi.
Oksidasi akan terhambat apabila vitamin C dibiarkan dalam
keadaan asam, atau pada suhu rendah. Vitamin C mudah
rusak karena oksidasi terutama pada suhu tinggi dan vitamin
ini mudah hilang selama pengolahan dan penyimpanan.

Peranan utama vitamin C adalah dalam pembentukan
kolagen interseluler. Kolagen merupakan senyawa protein
yang banyak terdapat dalam tulang rawan, kulit bagian dalam
tulang, dentin, dan vascular endothelium. Asam askorbat
sangat penting peranannya dalam proses hidroksilasi dua
asam amino prolin dan lisin menjadi hidroksi prolin dan
hidroksilisin. Kedua senyawa ini merupakan komponen

8

kolagen yang penting. Penjagaan agar fungsi ini tetap mantap
banyak dipengaruhi oleh cukup tidaknya kandungan vitamin
C dalam tubuh. Peranannya adalah dalam penyembuhan luka
serta daya tahan tubuh melawan infeksi dan stress,
pengubahan asam folat menjadi bentuk yang aktif asam
folinat, pembentukan hormon steroid, dari kolesterol.

 Vitamin C banyak terdapat pada bahan nabati sayur
dan buah terutama yang segar karenanya sering
disebut Fresh Food Vitamin. Bahan pangan yang
merupakan bahan sumber vitamin C adalah jeruk,
tomat, dan cabe hijau. Buah yang masih mentah lebih
banyak kandungan vitamin C-nya. Semakin tua buah
semakin berkurang kandungan vitamin C-nya. Buah
jeruk baik yang dibekukan maupun yang dikalengkan
merupakan sumber vitamin C yang tinggi. Demikian
juga hal nya berries, nenas, dan jambu. Beberapa
buah tergolong buah yang tidak asam seperti, pisang,
apel, pear, dan peach, rendah kandungan vitamin C-
nya, apalagi bila produk tersebut dikalengkan.
Kentang mengandung vitamin C walaupun dalam
jumlah sedikit. Susu, biji-bijian dan daging sedikit
sekali mengandung vitamin C. Bayam, brokoli, cabe
hijau, dan kubis merupakan sumber yang baik,
bahkan juga setelah dimasak.

 Kekurangan vitamin C menyebabkan kerapuhan
dinding-dinding kapiler, gusi berdarah, gigi mudah
tanggal, sariawan atau skorbut, dan penyakit pada
sendi tulang. Gejala- gejala penyakit skorbut ialah
terjadinya pelembekan tenunan kolagen, infeksi, dan

9

demam, timbul sakit, pelunakan, dan pembengkakan
kaki bagian paha. Pada anak yang giginya telah
keluar, gusi membengkak, empuk, dan terjadi
perdarahan.

10

VITAMIN LARUT DALAM LEMAK

Vitamin yang larut dalam lemak merupakan molekul
hidrofobik apolar, yang semuanya adalah derivat isoprene.
Molekul-molekul ini tidak disintesis tubuh dalam jumlah yang
memadai sehingga harus disuplai dari makanan. Vitamin-
vitamin yang larut dalam lemak ini memerlukan absorbsi
lemak yang normal agar vitamin tersebut dapat diabsorbsi
secara efisien. Diabsorbsi molekul vitamin tersebut harus
diangkut dalam darah yaitu oleh lipoprotein atau protein
pengikat yang spesifik.

Yang merupakan vitamin yang larut di dalam lemak
adalah vitamin A, D, E, dan K. Fungsi dalam biomedis
Keadaan yang mempengaruhi proses pencernaan dan
penyerapan seperti steatore dan kelainan system biliaris dapat
mempengaruhi proses penyerapan vitamin- vitamin yang larut
dalam lemak, sehingga dapat menimbulkan keadaan
defisiensi. Defisiensi gizi akan mempengaruhi fungsi vitamin
vitamin tersebut.

1. Vitamin A
Vitamin A atau retinal merupakan senyawa

poliisoprenoid yang mengandung cincin sikloheksenil.
Vitamin A merupakan istilah generik untuk semua
senyawa dari sumber hewani yang memperlihatkan
aktivitas biologik vitamin A. Senyawa-senyawa tersebut
adalah retinal, asam retinoat dan retinol. Hanya retinol
yang memiliki aktivitas penuh vitamin A, yang lainnya
hanya mempunyai sebagian fungsi vitamin A.

Vitamin A mempunyai provitamin yaitu karoten.
Pada sayuran vitamin A terdapat sebagai provitamin
dalam bentuk pigmen berwarna kuning ß karoten, yang
terdiri atas dua molekul retinal yang dihubungkan pada
ujung aldehid rantai karbonnya.

11

Kekurangan vitamin A dapat menyebabkan :
 Defisiensi vitamin A terjadi gangguan kemampuan

penglihatan pada senja hari (buta senja). Ini terjadi
karena ketika simpanan vitamin A dalam hati hampir
habis.
 Deplesi selanjutnya menimbulkan keratinisasi
jaringan epitel mata, paru-paru, traktus
gastrointestinal dan genitourinarius, yang ditambah
lagi dengan pengurangan sekresi mucus.
 Kerusakan jaringan mata, yaitu seroftalmia akan
menimbulkan kebutaan.

Manfaat Vitamin A :

1. Meningkatkan imunitas
Vitamin A juga berperan sebagai antioksidan

yang mampu meningkatkan kekebalan tubuh. Dengan
terpenuhinya asupan vitamin A setiap hari, tubuh bisa
terbebas dari serangan penyakit. Vitamin A berfungsi
melindungi membran sel dan sel epitel dari radikal bebas,
sehingga bentuk sel menjadi baik dan dapat beregenerasi
dengan optimal.
2. Membantu tumbuh kembang sel tubuh

Peran vitamin A yang tak kalah vitalnya adalah
membantu optimalisasi proses perkembangan dan
diferensiasi sel. Dengan begitu kesehatan organ-organ
penting seperti jantung, otak, dan paru-paru bisa tetap
terjaga. Vitamin A berfungsi menjaga bentuk sel, bila
kekurangan vitamin A, maka sel epitel akan pipih dan
tidak dapat bertumbuhkembang dengan baik.

3. Merawat kesehatan mata
Publik lebih mengenal fungsi vitamin A untuk

menjaga kesehatan mata. Hal ini tak lepas dari peran
vitamin A sebagai salah satu penyusun pigmen mata.

12

Sebab itulah kebutuhan harian akan vitamin A harus
terpenuhi supaya tidak terjadi masalah pada pigmen mata.
Selain itu, mengkonsumsi makanan yang banyak
mengandung vitamin A seperti wortel juga dapat menjaga
fungsi penglihatan. Vitamin A berfungsi mengaktifkan sel
retina dan sel mata yang sensitif terhadap cahaya.
Kekurangan vitamin A dapat menurunkan sensitivitas
mata terhadap cahaya, sehingga berisiko mengalami rabun
senja.

4. Mencegah campak
Kekurangan asupan vitamin A bisa memicu

beberapa jenis penyakit, salah satunya adalah campak.
karena itu cara termudah untuk mencegah campak adalah
memenuhi kebutuhan akan vitamin A setiap hari. Tidak
hanya itu, vitamin A juga bisa membantu menyembuhkan
penyakit campak yang sudah terjadi. Pemberian vitamin
A pada pasien campak dimaksudkan untuk mempercepat
proses penyembuhan sehingga tubuh bisa fit kembali.

5. Mencegah timbulnya jerawat
Rendahnya kadar vitamin A dalam tubuh bisa

menyebabkan produksi keratin meningkat pesat dan
melebihi batas maksimal. kondisi itulah yang selanjutnya
memicu produksi minyak berlebih di wajah sehingga pori-
pori mengalami sumbatan. Akibatnya jerawat akan mudah
muncul. Jadi jika ingin mencegah jerawat membandel,
solusinya adalah mengkonsumsi makanan yang kaya akan
vitamin A seperti apel, pisang, kacang-kacangan, dan lain
sebagainya.

6. Merawat kesehatan tulang
Vitamin A juga memiliki andil dalam

perkembangan tulang. Kekurangan vitamin A bisa
menyebabkan kondisi tulang memburuk dan mudah patah.
Jadi selain memperhatikan asupan vitamin D, agar tulang

13

tetap sehat kebutuhan akan vitamin A juga harus
tercukupi.

7. Meningkatkan kesehatan reproduksi
Vitamin A dapat meningkatkan kesuburan baik pria
maupun wanita. Hal ini disebabkan karena fungsi
vitamin A dalam pembentukan sel luar pada sistem
reproduksi dan merangsang pembentukan sperma.
Untuk menjaga kesehatan reproduksi, maka konsumsi
makanan yang kaya akan vitamin A seperti wortel,
daging sapi, bayam, dan sebagainya.

2. Vitamin D
Vitamin D merupakan prohormon steroid.Vitamin ini
diwakili oleh sekelompok senyawa steroid yang terutama
terdapat pada hewan, tetapi juga terdapat dalam tanaman serta
ragi. Melalui berbagai proses metabolic,vitamin D dapat
menghasilkan suatu hormon yaitu Kalsitriol, yang mempun
yaitu peranan sentral dalam metabolisme kalsium dan fosfat.
Vitamin D dihasilkan dari provitamin ergosterol dan 7-
dehidrokolesterol.
Defisiensi atau kekurangan vitamin D menyebabkan:
 Penyakit rakhtis terdapat pada anakanak dan

osteomalasia pada orang dewasa. Kelainan
disebabkan oleh pelunakan tulang yang terjadi akibat
kekurangan kalsium dan fosfat. Ikan berlemak,
kuning telur dan hati merupakan sumber vitamin D
yang baik.

Manfaat Vitamin D
 Memperkuat tulang
 Memperkuat otot
 Menjaga daya tahan tubuh
 Menjaga kesehatan mulut
 Mencegah hipertensi
 Mengurangi beberapa resiko kanker

14

3. Vitamin E ( Tokoferol )

Ada beberapa jenis tokoferol dalam bentuk alami.
Semuanya merupakan 6- hidroksikromana atau tokol yang
tersubsitusi isoprenoid. Penyerapan aktif lemak meningkatkan
absorbsi vitamin E. Gangguan penyerapan lemak dapat
menimbulkan defisiensi vitamin E. Vitamin E di dalam darah
diangkut oleh lipoprotein, pertamatama lewat penyatuan ke
dalam kilomikron yang mendistribusikan vitamin ke jaringan
yang mengandung lipoprotein lipase serta ke hati dalam
fragmen sisa kilomikron, dan kedua, lewat pengeluaran dari
dalam hati dalam lipoprotein berdensitas sangat rendah (
VLDL ).

Defisiensi atau kekurangan vitamin E menyebabakan :
 Anemia pada bayi yang baru lahir. Kebutuhan akan
vitamin E meningkat bersamaan dengan semakin
besarnya masukan lemak tak- jenuh ganda.
 Vitamin E dirusak oleh pemasakan dan pengolahan
makanan yang bersifat komersial,termasuk
pembekuan. Benih gandum, minyak biji bunga
matahari serta biji softlower, dan minyak jagung serta
kedelai, semuanya merupakan sumber vitamin E yang
baik.

Manfaat Vitamin E:
 Sebagai antioksidan
 Menjaga tubuh dari radikal bebas
 Menjaga kesehatan kulit

4. Vitamin K

Vitamin yang tergolong ke dalam kelompok vitamin K
adalah naftokuinon tersubsitusi – poliisoprenoid. Menadion (
K3 ), yaitu senyawa induk seri vitamin K, tidak ditemukan

15

dalam bentuk alami tetapi jika diberikan, secara in vivo
senyawa ini akan mengalami alkilasi menjadi salah satu
menakuinon ( K2 ). Filokuinon ( K1 ) merupakan bentuk
utama vitamin K yang ada dalam tanaman.
Defisiensi atau kekurangan vitamin K dapat menyebabkan:

 Penyakit hemoragik pada bayi baru lahir. Hal ini
disebabkan karena plasenta tidak meneruskan vitamin
K secara efisien.

Manfaat vitamin K:
 Membantu proses pembekuan darah
 Mencegah kanker paru dan prostat
 Menjaga kesehatan jantung

16

Daftar Pustaka
Achmad Djaeni Sediaoetama: Ilmu Gizi, Penerbit Dian Rakyat,

Jakarta 1989
Ambalavanan, N., Tyson, J.E., Kennedy, K.A., Hansen, N.I.,

Vohr, B.R., Wright, L.L., et al., 2005, Vitamin A
supplementation for extremely low birth weight infants:
outcome at 18-22 months, Pediatrics., 115:249-254
Bagian Gizi R.S Dr. Cipto Mangunkusomo dan Persatuan Ahli
Gizi Indonesia, Penuntun Diit, Penerbit PT Gramedia
Pustaka Utama, Jakarta Edisi kedua, Jakarta 1996
Diakses dari
file.upi.edu/Direktori/FPTK/JUR._PEND._KESEJAHTER
AAN_KELUARGA/197807162006042-
AI_MAHMUDATUSSA%27ADAH/VITAMIN.pdf pada
7 November 2020.
Triana, Vivi. 2006. “MACAM-MACAM VITAMIN DAN
FUNGSINYA PADA TUBUH MANUSIA”. Jurnal
Kesehatan Masyarakat. 1, (1), 40-47. Diakses dari
http://jurnal.fkm.unand.ac.id/index.php/jkma/article/view/9
/8 pada 7 November 2020.

17


Click to View FlipBook Version