The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by puspa kurnai, 2020-11-27 20:31:21

handout lembaga ekonomi

HANDOUT LEMBAGA SOSIAL

Keywords: ips kelas 7

Puspa Arum , S.Pd

VII
IPS

Hangout

PENGARUH INTERAKSI SOSIAL TERHADAP PEMBENTUKAN
LEMBAGA SOSIAL

Kompetens 3.2 Mengindentifikasi interaksi sosial dakam ruang dan pengaruhnya
i Dasar terhadap kehidupan sosial, ekonomi, dan budaya dalam nilai dan
norma serta kelembagaan sosial budaya.

4.2 Mengindentifikasi interaksi sosial dakam ruang dan pengaruhnya
terhadap kehidupan sosial, ekonomi, dan budaya dalam nilai dan
norma serta kelembagaan sosial budaya.

Indikator

3.1 Menelaah Fungsi Lembaga ekonomi
3.2 Menganalisis pengaruh lembaga ekonomi
terhadap kehidupan masyarakat di era pandemic
4.1 menunjukan hasil analisis tentang pengaruh
lembaga ekonomi terhadap kehidupan
masyarakat di era pandemi
4.2 Menyajikan hasil analisis tentang pengaruh
lembaga ekonomi terhadap kehidupan
masyarakat di era pandemi
LEMBAGA SOSIAL

Keberadaan lembaga sosial selalu melekat pada masyarakat. Hal ini disebabkan
masyarakat yang memiliki kebutuhan-kebutuhan pokok agar keteraturan hidup
bersama dapat terwujud, maka dirumuskan norma-norma dalam masyarakat sebagai
pedoman bertingkah laku. Norma adalah tingkah laku yang diterima atau diperlakukan
dalam keadaan tertentu. Norma tersebut yang kemudian disebut sebagai lembaga
sosial. Tidak semua norma didalam masyarakat itu adalah lembaga sosial, untuk
menjadi lembaga sosial butuh proses yang panjang. Sistem norma atau aturan-aturan
yang dapat dikategorikan sebagai lembaga sosial harus memiliki syarat sebagai
berikut:

a. Sebagian besar anggota masyarakat menerima norma tersebut.
b. Norma tersebut menjiwai seluruh warga dalam sistem sosial
c. Norma tersebut mempunyai sanksi yang mengikat setiap anggota masyarakat.

Menurut J.P Gillin di dalam karyanya yang berjudul “Ciri-ciri Umum Lembaga
Sosial” (General Features of Social Institution) menguraikan sebagai berikut :

1. Lembaga-lembaga sosial yang pola organisasi pemikiran dan perilaku yang
terwujud melalui aktivitas masyarakat dan hasil. Ini terdiri dari kebiasaan,
perilaku sistem, dan unsur-unsur budaya lainnya yang tergabung dalam unit
fungsional.

2. Lembaga sosial juga dicirikan oleh tingkat tertentu permanen. Oleh karena
amal adalah seperangkat norma yang berkisar pada kebutuhan dasar, maka
sudah sewajarnya bila dipertahankan dan standar.

3. Lembaga sosial memiliki satu atau beberapa tujuan tertentu. Lembaga
pendidikan sudah pasti memiliki beberapa tujuan, serta lembaga perkawinan,
perbankan, agama, dan lain-lain.

4. Ada peralatan ilmiah yang digunakan untuk mencapai tujuan lembaga-lembaga
sosial. Misalnya, rumah untuk lembaga keluarga serta masjid, gereja, kuil dan
biara untuk lembaga-lembaga keagamaan.

5. Lembaga sosial biasanya juga ditandai dengan simbol atau simbol tertentu.
Simbol seperti simbolis menarik tujuan dan fungsi lembaga yang bersangkutan.
Misalnya, cincin kawin untuk lembaga perkawinan, bendera dan lagu untuk
negara, serta seragam sekolah dan badge (lencana) untuk sekolah.

6. Lembaga sosial telah menulis dan tradisi tidak tertulis yang menetapkan
tujuan, aturan, dan lain-lain. Misalnya, izin untuk menikah dan hukum
perkawinan bagi institusi perkawinan.

Sementara ahli sosial yang bernama John Conen juga mengedepankan
karakteristik lembaga sosial. Menurutnya ada sembilan karakteristik (ciri khas) dari
lembaga-lembaga sosial sebagai berikut.

1. Setiap lembaga sosial bertujuan untuk memenuhi kebutuhan spesifik dari
masyarakat.

2. Setiap lembaga sosial memiliki nilai mendasar yang berasal dari anggota.
3. Dalam lembaga sosial ada pola perilaku permanen menjadi bagian dari tradisi

budaya yang ada dan diakui anggota.
4. Ada lembaga-lembaga sosial saling ketergantungan dalam masyarakat,

lembaga-lembaga sosial mengubah hasilnya perubahan lain dalam lembaga-
lembaga sosial.
5. Meskipun lembaga-lembaga sosial yang saling bergantung, masing-masing
terdiri dari lembaga-lembaga sosial dan organisasi menjadi sempurna sekitar
pola sirkuit, norma, nilai-nilai, dan perilaku yang diharapkan.

6. Ide-ide lembaga sosial yang berlaku umum oleh mayoritas anggota masyarakat,
terlepas dari apakah atau tidak mereka juga berpartisipasi.

7. Sebuah lembaga sosial memiliki bentuk sopan santun perilaku.
8. Setiap lembaga sosial memiliki simbol budaya tertentu.
9. Sebuah lembaga sosial memiliki sebagai ideologi atau orientasi kelompok dasar.

A. PENGERTIAN LEMBAGA SOSIAL

Berikut ini terdapat beberapa pengertian lembaga sosial menurut para ahli,
diantaranya adalah:

1. Menurut Paul Horton dan Chester L.Hunt
Lembaga sosial adalah sistem norma-norma sosial dan hubungan hubungan
yang menyatukan nilai-nilai dan prosedur-prosedur tertentu dalam rangka
memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.

2. Menurut Peter L. Berger
Lembaga sosial adalah suatu prosedur yang menyebabkan perbuatan manusia
ditekan oleh pola tertentu dan dipaksa bergerak melalui jalan yang dianggap
sesuai dengan keinginan masyarakat.

3. Menurut Mayor Polak
Lembaga sosial adalah suatu kompleks atau sistem peraturan dan adat
istiadat yang mempertahankan nilai-nilai penting.

4. Menurut Hamilton
Lembaga sosial adalah tata cara kehidupan kelompok, yang apabila dilanggar
akan dijatuhi berbagai derajat sanksi.

5. Menurut Robert Maclver dan C.H. Page
Lembaga sosial adalah prosedur atau tata cara yang telah diciptakan untuk
mengatur hubungan antarmanusia yang tergabung dalam suatu kelompok
masyarakat.

6. Menurut Leopold Von Wiese dan Becker
Lembaga sosial adalah jaringan proses hubungan antar manusia dan antar
kelompok yang berfungsi memelihara hubungan itu serta pola-polanya sesuai
dengan minat dan kepentingan individu dan kelompoknya.

7. Menurut Koenjaraningrat

Lembaga sosial atau suatu sistem tata kelakuan dan hubungan yang berpusat
kepada aktivitas untuk memenuhi kompleksitas khusus dalam kehidupan
manusia.
8. Menurut Soerjono Soekanto
Lembaga sosial atau himpunan norma dari segala tingkatan yang berkisar
pada suatu kebutuhan pokok dalam kehidupan masyarakat.

Dari pengertian diatas, dapat kita simpulkan bahwa lembaga sosial adalah suatu
sistem norma-norma yang mengatur rangkaian tata cara memenuhi kebutuhan hidup

manusia dengan tujuan mendapatkan keteraturan hidup.

PENGARUH INTERAKSI SOSIAL TERHADAP PEMBENTUKAN LEMBAGA
SOSIAL

Interaksi sosial memiliki pengaruh terhadap kehidupan masyarakat termasuk
pada pembentukannya lembaga sosial. Hubungan antar manusia tidak akan terjadi
tanpa adanya interaksi sosial. Oleh sebab itu, interaksi sosial yang sesuai dengan
norma dan nilai sosial yang berlaku di masyarakat sangat penting dan dibutuhkan.

Terbentuknya lembaga sosial juga dipengaruh oleh interaksi sosial. Lembaga
sosial ini dibentuk akibat dari adanya interaksi sosial antar anggota masyarakat yang
memiliki kebutuhan dimana hal ini harus dipenuhi oleh lembaga sosial agar dapat
menjamin kelangsunagn hidupnya. Atau bisa dikatakan bahwa adanya kebutuhan
manusia ini mengharuskan timbulnya interaksi sosial yang kemudian mendorong
terbentuknya lembaga sosial.

Interaksi sosial juga bisa disebut sebagai kunci dari semua kehidupan sosial.
Sebab, tanpa berinteraksi sosial, maka tidak akan ada kehidupan sosial. Dari interaksi
ini, manusia satu dengan manusia yang lain akan saling bertemu dan bisa juga mereka

membentuk kelompok sosial. Suatu kelompok sosial akan membutuhkan yang namanya
kebutuhan. Dan kebutuhan inilah yang harus dipenuhi melalui lembaga sosial. Dalam
rangka memperbaiki sistem sosial dalam masyarakat yang teratur, masyarakat telah
menggunakan hubungan timbal balik antar inidividu. Sebagai cara mencegah penyakit
sosial sebuah lembaga sosial juga membutuhkan adanya pengaturan pemenuhan
kebutuhan hidup. Akan tetapi, untuk mewujudkan suatu tujuan yang sifatnya sangat
khusus, masyarakat membentuk suatu organisasi sosial. Sedangkan kelompok-
kelompok sosial terbentuk berdasarkan kesamaan karakteristik, misalnya kesamaan
kepentingan, kesamaan darah dan keturunan, kesamaan ideologi, dan kesamaan politik.
Berikut adalah beberapa kategori interaksi sosial sebagai lembaga sosial :

− Suatu tata kelakuan yang baku yakni berupa norma dan adat istiadat secara
tertulis ataupun lisan

− Suatu kelompok manusia yang melakukan kegiatan bersama-sama yang
berhubungan sesuai dengan norma dan nilai sosial yang berada di dalam
kegiatan dengan tujuan memenuhi kebutuhan

− Suatu pusat kegiatan yang memiliki fungsi pemenuhan kebutuhan anggota
masyarakat

Kita semua mengetahui bahwa kebutuhan manusia sungguh beraneka ragam.
Semua kebutuhan manusia didapat dari interaksi sosial. Adanya interaksi sosial antar
individu dan kelompok maupun kelompok antar kelompok dalam rangka untuk memenuhi
kebutuhan-kebutuhan dan keinginan-keinginan hidupnya maka dalam masyarakat
terbentuklah berbagai lembaga sosial. Adanya lembaga sosial adalah untuk memenuhi
berbagai kebutuhan pokok dari kehidupan manusia. Interaksi sosial sangat
berpengaruh besar pada terbentuknya lembaga sosial masyarakat. Melalui interaksi
sosial, manusia saling bekerja sama, menghargai, menghormati, hidup rukun, dan

gotong royong sehingga menghindari, contoh kesenjangan sosial di lingkungan
masyarakat. Kemudian sikap-sikap tersebut mampu menciptakan keteraturan dan
ketertiban dalam kehidupan bermasyarakat yang mendorong munculnya lembaga
sosial.

Dalam rangka memenuhi kebutuhan itu manusia harus melakukan interaksi
dengan orang lain, baik secara individu maupun secara kelompok. Misalnya, manusia
untuk memperoleh beras dengan membeli dari pedagang di pasar karena secara
individu tidak mampu menghasilkan beras itu. Agar manusia memenuhi semua
kebutuhan hidupnya dengan tertib dan teratur, maka dalam kegiatannya manusia perlu
mematuhi aturan-aturan atau norma yang berlaku di masyarakat dalam bentuk
lembaga sosial. semakin kompleks pula lembaga sosial yang dibutuhkan untuk
memenuhi kebutuhan dalam kehidupan bersama. Misalnya kebutuhan masyarakat akan
pendidikan mendorong lahirnya lembaga pendidikan, seperti sekolah mulai dari taman
kanak-kanak sampai perguruan tinggi.

Contoh interaksi terhadap lembaga :

• Kebutuhan akan pendidikan bagi anak-anak membutuhkan adanya interaksi
antara guru dan murid sehingga mendorong terbentuknya lembaga
pendidikan seperti sekolah atau tempat belajar-mengajar.

• Kebutuhan akan adanya interaksi antara dokter/perawat dengan pasien
sehingga mendorong terbetnuknya lembaga kesehatan seperti rumah sakit
atau klinik pengobatan.

• Kebutuhan akan kesehatan dan pengobatan membutuhkan adanya interaksi
antara dokter/perawat dan pasien sehingga mendorong terbentuknya
lembaga kesehatan seperti rumah sakit atau klinik pengobatan.

• Untuk menyelesaikan masalah pelanggaran dan penyimpangan sosial
membutuhkan adanya interaksi antara hakim dan pelaku sehingga
mendorong terbentuknya lembaga hukum seperti pengadilan atau kantor
hukum.

• Untuk menjalin persaudaraan dan menambah ilmu agama membutuhkan
interaksi antar masyarakat seagama sehingga mendorong terbentuknya
lembaga agama seperti majelis agama atau kelompok mengaji.

• Kebutuhan terhadap makan dan minum mendorong terbentuknya lembaga
sosial seperti toko dan swalayan

• Kebutuhan akan sandang atau pakaian mendorong terbentuknya lembaga
sosial seperi pasar atau swalayam

• Kebutuhan untuk perkawinan mendorong terbentuknya lembaga sosial
seperti KUA

SOSIAL DISTANCING

Sumber belajar :

Kemdikbud. Edisi Revisi 2017. Buku siswa ilmu pengetahuan sosial. kelas VII. Jakarta:
kemdikbud.
Kemdikbud. Edisi Revisi 2017. Buku guru ilmu pengetahuan sosial. kelas VII. Jakarta:
kemdikbud.
https://materiips.com/pengaruh-interaksi-sosial-terhadap-pembentukan-lembaga-sosial
https://www.daftarinformasi.com/pengaruh-interaksi-sosial-terhadap-pembentukan-
lembagasosial/

https://gds2020.com/pengaruh-interaksi-sosial-terhadap-pembentukan-lembaga-sosial/


Click to View FlipBook Version