The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

BUKU MISA ARWAH-40 Hari Meninggalnya Hj. Ninoek Soenjowati

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by anginsemilirkilenpragi, 2025-03-05 23:52:46

BUKU MISA ARWAH-40 Hari Meninggalnya Hj. Ninoek Soenjowati

BUKU MISA ARWAH-40 Hari Meninggalnya Hj. Ninoek Soenjowati

Keywords: buku,misa

DAFTAR ISI Ritus Pembuka.................................................................................................. 1 Liturgi Sabda..................................................................................................... 4 Doa Syukur Agung.......................................................................................... 9 Pengutusan .....................................................................................................12


RITUS PEMBUKA Lagu Pembuka (Umat berdiri) Tiap Langkahku Tiap langkahku diatur oleh Tuhan Dan tangan kasih-Nya memimpinku Di tengah g’lombang dunia menakutkan Hatiku tetap tenang teduh Tiap langkahku kutahu Tuhan yang pimpin Ke tempat tinggi ‘ku dihantar-Nya Hingga sekali nanti aku tiba Di rumah Bapa Surga yang baka Tanda Salib dan Salam Pembuka (Umat berdiri) P: Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus U: Amin P: Semoga Allah Bapa menghibur kita dengan belas kasihan-Nya, semoga Putera-Nya menerangi kita dengan sabda-Nya, semoga Roh Kudus mempersatukan kita sekalian U: Sekarang dan selama-lamanya Misa Arwah Memperingati 40 Hari Meninggalnya Hj. Ninoek Soenjowati • 1


Pengantar P: Saudara-saudari terkasih, kita berkumpul untuk memperingati saudari kita Ibu Ninoek Soenjowati yang telah menghadap Bapa 40 hari yang lalu. Dalam iman, kita percaya bahwa persatuan di antara kita yang masih hidup dan mereka yang meninggal dalam Kristus tetap abadi untuk selama-lamanya. Mereka yang meninggal tetap membutuhkan doa kita dan mereka akan mendoakan kita di hadapan Yesus Kristus. Agar doa kita berkenan di hadapan Allah, marilah kita pada awal Perayaan Ekaristi ini, merendahkan diri kepada Allah dan memohon ampun atas segala dosa kita di hadapan-Nya. (hening sejenak) Tobat (Umat duduk) P: Saya mengaku, ... P + U: kepada Allah yang Mahakuasa dan kepada Saudara sekalian, bahwa saya telah berdosa dengan pikiran dan perkataan, dengan perbuatan dan kelalaian. Saya berdosa, saya berdosa, saya sungguh berdosa. Oleh sebab itu saya mohon kepada Santa Perawan Maria, kepada para malaikat dan orang kudus dan kepada Saudara sekalian, supaya mendoakan saya kepada Allah, Tuhan kita 2 • Misa Arwah Memperingati 40 Hari Meninggalnya Hj. Ninoek Soenjowati


P: Semoga Allah yang Mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita dan menghantar kita ke hidup yang kekal U: Amin Doa Pembuka (Umat berdiri) P: Marilah berdoa, Allah, Bapa kami yang Mahabaik, Engkau telah menyerahkan Putera-Mu kepada kematian untuk membebaskan semua orang dari kuasa maut dan mengaruniakan hidup kekal kepada kami. Kami memperingati Ibu Ninoek Soenjowati yang Kaupanggil mendahului kami. U: Kami mohon, ampunilah segala kekurangannya. Sebab hanya Engkaulah kudus, Engkaulah sumber kerahiman. Engkau telah membuka pintu kehidupan bagi kami, berkat kebangkitan Putera-Mu yang menyelamatkan. Dialah pengantara kami sepanjang segala masa. Amin Misa Arwah Memperingati 40 Hari Meninggalnya Hj. Ninoek Soenjowati • 3


LITURGI SABDA Bacaan Pertama Surat Kedua Rasul Paulus kepada jemaat di Korintus (1 Kor 15: 20-24a) “Saudara-saudara, Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati, sebagai yang sulung dari antara orang-orang yang telah meninggal. Seperti maut datang karena satu orang manusia. Karena seperti semua orang mati dalam persekutuan dengan Adam, demikian pula semua orang akan dihidupkan dalam persekutuan dengan Kristus. Tetapi tiap-tiap orang menurut urutannya: Kristus sebagai buah sulung; sesudah itu mereka yang menjadi milik-Nya, pada waktu kedatangan-Nya”. L: Demikianlah sabda Tuhan U: Syukur kepada Allah Lagu Antar Bacaan Sabda-Mu Bagai Air Segar Sabda-Mu Bapa bagai air segar Sejuk dan damai saat kudengar Mengalir tenang, tiada henti Sumber hidup dan kasih sejati Dorong diriku ini jadi saksi kasih ilahi Berbekal sabda-Mu wartakan janji 4 • Misa Arwah Memperingati 40 Hari Meninggalnya Hj. Ninoek Soenjowati


Bekerja di ladang-Mu jadi abdi abadi Hari ini sampai akhir nanti Bait Pengantar Injil (Umat berdiri) Terpujilah Kristus Tuhan, Raja Mulia dan Kekal “Berbahagialah mereka yang meninggal dalam Tuhan. Mereka beristirahat dari jerih parahnya dan memperoleh ganjaran pengabdiannya”. Bacaan Injil (Umat berdiri) P: Tuhan besertamu U: Dan sertamu juga P: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Santo Yohanes (14:1-6) U: Dimuliakanlah Tuhan “Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku. Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu. Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamu pun berada. Dan ke mana Aku pergi, kamu tahu jalan ke situ”. Kata Thomas kepada-Nya, “Tuhan, kami tidak tahu ke mana Engkau pergi; jadi bagaimana kami tahu jalan ke situ?” Kata Yesus kepadanya, “Akulah jalan dan Misa Arwah Memperingati 40 Hari Meninggalnya Hj. Ninoek Soenjowati • 5


kebenaran dan hidup.Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku”. P: Demikianlah Sabda Tuhan U: Terpujilah Kristus Homili Aku Percaya Umat berdiri) Doa Umat P: Saudara-saudari, marilah kita berdoa, supaya dalam segala peristiwa hidup, kita percaya kepada Allah, Bapa yang Maha Kuasa yang membangkitkan orang mati L: Bagi keluarga yang ditinggalkan Ya Bapa, semoga keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan & ketabahan dalam menghadapi semua rencana dan kehendak Allah. Marilah kita mohon ........ ....... U: Kabulkanlah doa kami, ya Tuhan L: Semoga Tuhan membalas segala kebaikan Ibu Ninoek Soenjowati dan menganugerahkan ganjaran yang berlimpah kepadanya. Marilah kita mohon ............... U: Kabulkanlah doa kami, ya Tuhan 6 • Misa Arwah Memperingati 40 Hari Meninggalnya Hj. Ninoek Soenjowati


L: Semoga kita yang ditinggalkan di dunia ini, kelak bertemu kembali dengan Saudara kita di surga. Marilah kita mohon ............... U: Kabulkanlah doa kami, ya Tuhan L: Untuk semua yang hadir di sini, semoga kita semakin yakin, bahwa persaudaraan yang diikat dalam Ekaristi kudus, tidak dapat diputuskan oleh kematian. Marilah kita mohon ............... U: Kabulkanlah doa kami, ya Tuhan P: Bapa yang baik hati, dengarkanlah doa kami yang penuh harapan. Kuatkanlah kami dalam dukacita ini dan terimalah kami juga dalam sukacita abadi. Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami U: Amin Lagu Persembahan Betapa Indahnya Saat jiwa dahaga dan lapar, Engkau puaskan kami Dengan santapan rohani, Tubuh dan Darah nan suci Saat jiwa mengering dan hampa, Engkau segarkan kami Dengan santapan surgawi, Tubuh dan Darah nan suci Betapa indahnya perjamuan kudus Betapa indahnya saat kami menyambut-Mu Betapa indahnya kehadiran-Mu Yang bertahta kuatkan iman kami Misa Arwah Memperingati 40 Hari Meninggalnya Hj. Ninoek Soenjowati • 7


Persiapan Persembahan Doa Persiapan Persembahan P: Allah yang mahamurah, perhatikanlah persembahan yang kami hunjukkan bagi ketenteraman Saudari kami, Ibu Ninoek Soenjowati U: Semoga berkat persembahan roti dan anggur ini yang kami satukan dalam persembahan Kristus, ia dibawa masuk persekutuan orang-orang kudus dan menikmati warisan kekal. Demi Kristus Tuhan dan pengantara kami. Amin 8 • Misa Arwah Memperingati 40 Hari Meninggalnya Hj. Ninoek Soenjowati


DOA SYUKUR AGUNG Kudus Kudus, kudus, kuduslah Tuhan, Allah segala kuasa Surga dan bumi penuh kemuliaan-Mu Terpujilah Engkau di surga Diberkatilah yang datang dalam nama Tuhan Terpujilah Engkau di surga Bapa Kami Anak Domba Allah Salam Damai Pemecahan Hosti Persiapan Komuni Lagu Komuni Kupersembahkan Cinta Kupersembahkan cinta pada-Mu, oh Tuhan Bunga kasih karunia-Mu Di jalan yang panjang Kau pimpin langkahku Kau bawakan s’lamat sentosa Kupersembahkan kurban pada-Mu, oh Tuhan Kerelaan-Mu tulus ikhlas Misa Arwah Memperingati 40 Hari Meninggalnya Hj. Ninoek Soenjowati • 9


Kau dengar doaku, Kau pegang tanganku Sampai bahteraku di surga Kasih-Mu Tuhan, memberi kekuatan, Dalam cobaan hidup ini Kasih-Mu Tuhan, memberi pengharapan Membawa damai sejahtera Doa sesudah komuni (Umat berdiri) P: Marilah berdoa, Tuhan Yesus Kristus, Engkaulah kehidupan dan kebangkitan kami. Engkau telah menyerahkan diri untuk kami dan bangkit dengan mulia. U: Kami berdoa untuk saudari kami, Ibu Ninoek Soenjowati yang telah berpulang. Ia telah dibersihkan oleh wafat dan kebangkitan-Mu; semoga ia Kau-muliakan dengan anugerah kebangkitan. Sebab Engkaulah pengantara kami, kini dan sepanjang segala masa. Amin Berkat (Umat berdiri) P: Saudara-saudari, Tuhan Yesus Kristus telah bangkit dengan jaya, karena kebangkitan-Nya itu, kita dibebaskan dari dosa, supaya dapat mengusahakan hidup yang baru. Untuk itu marilah kita mohon berkat Tuhan. P: Tuhan bersamamu U: Dan bersama rohmu 10 • Misa Arwah Memperingati 40 Hari Meninggalnya Hj. Ninoek Soenjowati


P: Semoga Saudara sekalian dilindungi, dibimbing dan diberkati oleh Allah yang Mahakuasa: Bapa dan Putera dan Roh Kudus. U: Amin Misa Arwah Memperingati 40 Hari Meninggalnya Hj. Ninoek Soenjowati • 11


PENGUTUSAN (Umat berdiri) P: Saudara-saudari sekalian, Perayaan Ekaristi kita sudah selesai U: Syukur kepada Allah P: Marilah kita membantu keluarga yang ditinggalkan ini dengan menghibur, mendampingi dan mendukung mereka. P: Amin Lagu Penutup Ndherek Dewi Maria Ndherek Dewi Maria temtu ‘geng kang manah Mboten yen kuwatosa Ibu njangkung tansah Kanjeng Ratu ing swarga amba sumarah samya Sang Dewi, Sang Dewi, mangestonana Sang Dewi, Sang Dewi, mangestonana Nadyan manah getera dipun godha setan Nanging batos engetnya wonten pitulungan Wit sang Putri Maria mangsa tega anilar Sang Dewi, Sang Dewi, mangestonana Sang Dewi, Sang Dewi, mangestonana 12 • Misa Arwah Memperingati 40 Hari Meninggalnya Hj. Ninoek Soenjowati


Menggah saking apesnya ngantos kelu setan Mboten yen ta ngantosa klantur babar pisan Ugeripun nyenyuwun Ibu tansah tetulung Sang Dewi, Sang Dewi, mangestonana Sang Dewi, Sang Dewi, mangestonana Misa Arwah Memperingati 40 Hari Meninggalnya Hj. Ninoek Soenjowati • 13


Ucapan Terima Kasih Puji dan syukur kepada Tuhan yang Mahakasih, atas semua anugerah terindah yang telah dilimpahkan kepada kami. Dengan kerendahan hati, kami mengucapkan terimakasih kepada: 1. Romo Athanasius Kristiono Purwadi, SJ yang telah berkenan memimpin Perayaan Ekaristi 2. Paduan suara dari sahabat-sahabat SPMR 3. Keluarga besar, sahabat-sahabat, serta Bapak/Ibu/Saudara/i yang telah berkenan menghadiri Ekaristi ini Allah Bapa di Surga senantiasa mencurahkan berkat-Nya yang melimpah kepada kita semua. Tuhan memberkati... Jakarta, 7 Maret 2025 Salam kasih, Esti & Ario Birowo beserta keluarga 14 • Misa Arwah Memperingati 40 Hari Meninggalnya Hj. Ninoek Soenjowati


Mama Ninoek dalam kenanganku... Mama adalah puteri pertama, lahir tahun 1935, anak ke-4 dari 13 bersaudara. Untuk keluarga zaman itu, 13 bersaudara bukanlah situasi yang aneh. Sempat tidak bisa kubayangkan, gimana suasananya ya? Sebagai puteri pertama, Mama rupanya punya tugas lumayan berat, yaitu jadi asisten utama Eyang Putri, untuk menjalankan roda kehidupan sehari-hari. Di dapur, konon tiap sore Mama harus menyiapkan mulai minuman, makanan dan seterusnya untuk Mama bersaudara. Dengan demikian, inilah awalnya kenapa Mama itu kalo kerja, selalu cepat, sigap dan sebisanya sempurna. Kalo masak, ya harus enak. Gitulah kira-kira... Masih berbicara di zaman itu, pakaian tentu saja masih sulit didapat, dan pasti harganya juga mahal. Di sinilah Mama juga harus mempunyai kepandaian menjahit. Mama bercerita, bahwa menjahit juga menjadi keseharian aktivitas, menjadikan saudarasaudara kandungnya mempunyai pakaian layak dan sederhana. Sebagai anak perempuan Mama kedua, aku beruntung sekali mendapatkan transfer ilmu basic, sebut saja, memasak, menjahit dan pekerjaan-pekerjaan rumah lainnya. Tidak pernah hilang dalam ingatan, bagaimana happy-nya aku kalo Mama ajak ke pasar. Pasar tahun 70-an belum ada bentuk pas-mod yang bersih. Mama mengajari aku cara memilih daging, ikan, sayur, bumbu dan berbagai buah. Tidak hanya memilih, tetapi juga mengelola belanjaan sepulang dari pasar. Misa Arwah Memperingati 40 Hari Meninggalnya Hj. Ninoek Soenjowati • 15


Bagaimana cara memotong ayam. Bukan belajar dari youtube, kudapatkan langsung dari ahlinya, Mamaku tersayang. Hingga saat ini, ketika kupas bawang, selalu wajah Mama melintas, karena cara yang kupakai adalah cara Mama. Perjalanan hidup memang hanya Tuhan yang punya skenarionya. Di 16th usiaku, Papa mendahului kami semua, pergi ke rumah Bapa. Otomatis, Mama yang saat itu berusia 46 tahun, menjadi tulang punggung kami. Apa saja Mama lakukan demi membesarkan 4 (empat) anaknya. Berjualan kue, menjahit, membuat barang-barang seni adalah usaha-usaha yang Mama jalankan demi menghasilkan uang. Mama sangat gigih, pantang menyerah dan senantiasa mengutamakan keluarganya di atas segala urusan lain. Kata Mama, kita harus selalu melihat ke depan, bukan ke belakang. Tidak ada gunanya meratapi situasi. Hebat banget sih... moto seperti ini setau aku, tidak dimiliki banyak isteri yang secara mendadak harus menjadi “single parent” di usia muda. Dalam menjalani hari demi hari, hingga tahun demi tahun, Mama selalu mengedepankan kedekatannya kepada Yang Maha Kuasa. Iman Mama tumbuh terus dan memberi teladan buat kami anak-anaknya. Begitu banyak rangkaian kata yang menyertai kami, sebagai pesan. “Mama, pamit ya...” Mama akan respon, “Jangan lupa berdoa, sluman slumun slamet” (doa harapan untuk keselamatan dan keberhasilan); atau “Gusti paring kanugrahan” (Tuhan memberkati). Mama juga selalu menekankan supaya kami ini tidak takut apa pun, karena Tuhan selalu menyertai. Benar... Mama memang 16 • Misa Arwah Memperingati 40 Hari Meninggalnya Hj. Ninoek Soenjowati


menunjukkan bahwa Tuhan adalah tempat Mama bersandar di segala cuaca, di kala sehat dan sakit. Ada satu kalimat yang menjadi kekuatan dan dukungan, ketika aku memutuskan untuk dibaptis secara katolik. Aku bertanya, “Kenapa Mama mengabulkan keputusanku?” Dengan bijaksana, Mama menjawab, “Apa yang membahagiakan anakku, Mama ikut bahagia”. Terima kasih, Mama, aku sungguh bahagia mengikuti jalan Kristus. Mengisi hari-hari tuanya, Mama rajin berkebun. Mama termasuk bertangan dingin. Tanaman apa pun yang Mama rawat, pasti tumbuh subur. Anggrek adalah salah satu bunga kesayangan Mama. Mama itu puji Tuhan tidak mempunyai penyakit tertentu. Rajin berolah raga, dan aktif berkegiatan di rumah. Tidak ada obat yang harus Mama minum sampai sekitar akhir tahun 2017, Mama jatuh. Diikuti 2x jatuh lagi di tahun berikutnya, dokter mendiagnosa Mama terkena silent stroke. Berbeda dengan stroke pada umumnya, silent stroke adalah stroke yang perlahan berlangsungnya. Dan lama kelamaan dengan gejala kaku di bagian-bagian tubuh seperti tangan dan kaki. Mama sudah tidak dapat berkomunikasi dan beraktivitas apa pun sekitar 4 tahun ini. Pada hari Kamis, 23 Januari 2025, kami datang kepada Mama, memohon restu untuk acara pernikahan puteri kami Dianti dengan Martin. Keesokan harinya, 2 jam sebelum acara adat dimulai, adikku memberi kabar, saturasi Mama turun. Di antara kegalauan hati, di antara doa yang kupanjatkan, aku bicara dengan Mama, bicara hati, “Mama, tolong dampingi acara Dianti sampai selesai ya, Ma...” Misa Arwah Memperingati 40 Hari Meninggalnya Hj. Ninoek Soenjowati • 17


Dan... perlahan saturasi Mama naik, bahkan keesokan harinya, Sabtu, 25 Januari 2025, saturasi Mama normal, oksigen bisa dilepas. Puji Tuhan acara pernikahan Dianti & Martin berjalan lancar semua. Minggu, 26 Januari 2025, di siang hari Mama mulai drop saturasinya dan akhirnya kembali ke rumah Bapa pada pukul 16.32 disaksikan oleh sebagian besar dari kami, anak-menantu dan cucu. Mama tidak sakit lagi, tentu saja aku bersyukur. Tetapi air mataku mengalir terus, terharu sangat, karena Mama sungguh mendengar permintaanku. Memang benar apa kata orang bijak, bahwa, orangtua kita, walau dalam keadaan sudah tidak mampu secara fisik, mereka tetaplah orangtua kita, yang bisa mendengar keluh kesah anaknya. Jangan pernah mengganggap mereka sudah tidak ada. Tetaplah berbakti, sampai akhir hidup mereka. Supaya imbang, berikut ini adalah kesan dari menantu dan cucu-cucu tentang Mama. Sebagai informasi tambahan, DityoDimas-Dianti biasa memanggil Eyangnya dengan sebutan Mama juga. Ario Mama adalah seorang yang tangguh, berani dan sangat memegang prinsip tidak mau menyerah dengan keadaan. Saya sangat hormat dan bangga akan keyakinan Mama tersebut dan sudah terbukti membawa Mama dan keluarga dalam kebahagiaan selalu, semenjak ditinggal Papa. 18 • Misa Arwah Memperingati 40 Hari Meninggalnya Hj. Ninoek Soenjowati


Saya sangat yakin sekali bahwa ketangguhan Mama ini juga didukung kekuatan doa Mama di dalam hati dan kesehariannya selalu, sehingga Mama dan keluarga tercinta selalu dalam perlindungan Allah. Selamat jalan, Mama, selamat beristirahat dalam kedamaian bersama Papa tercinta yang sangat Mama cintai. Doakan kami yang masih berjuang dalam kehidupan ini agar dapat selalu mencontoh Mama. Dityo Mama (eyang) Ninoek amat sangat menyayangi semua anak cucunya. Dari sewaktu kecil, beliau pasti meluangkan waktu untuk bertemu dan bermain dengan cucu2nya. Dewasa ini saya pribadi lebih bisa merasakan kasih sayang Mama lewat doa2nya yang selalu menjaga dan mendukung saya di mana pun saya berada. Rasa syukur atas doa-doa dari beliau adalah hal pertama yang muncul di dalam hati saya begitu saya mendengar kabar bahwa Mama sudah pergi. Dimas Aku ingat Mama sebagai sosok yang menjadi panutan untuk anakanak dan cucu-cucunya, dan itu jelas terlihat dari perilaku baik Ibu, Bude Ira, Om Handi, dan Tante Nining. Terutama kelihatan betapa sayangnya mereka terhadap Mama. Aku belajar banyak dari Mama, tapi satu hal yang paling berkesan adalah Mama rajin olahraga. Di umur yang sudah tua, Mama tetap disiplin lari, senam, dan kadang berenang. Misa Arwah Memperingati 40 Hari Meninggalnya Hj. Ninoek Soenjowati • 19


Kedisiplinan itulah yang aku pelajari dan aku terapkan di kehidupanku sekarang dan seterusnya Terima kasih Mama atas semuanya, aku sayang Mama  Dianti Mama sayang, terima kasih untuk semua hal baik yang Mama ajarkan untuk kami semua. Mama mengajarkan kami bagaimana menjadi orang yang membawa sukacita untuk orang sekitar dan selalu mengandalkan Tuhan salam setiap kegiatan sehari-hari. Terima kasih Mama untuk perjuangan Mama selama ini melawan sakit. Walaupun Mama tidak bisa menunjukkan secara langsung, Mama sudah mau menerima Martin untuk menjadi bagian dari keluarga kami dan itu sangat berarti bagi kami. Restu dan doa Mama selalu menyertai anak dan cucu di mana pun kami berada. Th 2015 - Ultah Mama ke-80 20 • Misa Arwah Memperingati 40 Hari Meninggalnya Hj. Ninoek Soenjowati


Click to View FlipBook Version