The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Modul Ajar Biologi Ekologi Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan PKB Guru Tingkat MA/SMA

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Gubuk Pena Sang Gembala, 2023-06-07 21:26:14

Modul Pembelajaran Biologi Ekologi

Modul Ajar Biologi Ekologi Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan PKB Guru Tingkat MA/SMA

Keywords: Biologi Ekologi

43 Unit Pembelajaran 2 : Ekologi Pada ayat tersebut, Allah SWT menghendaki pada tempat jatuhnya air di daerah beriklim dingin menjadi salju sedangkan jatuhnya air di daerah iklim tropis menjadi air hujan. c. Infiltrasi Proses infiltrasi adalah perjalanan air ke dalam tanah sebagai akibat gaya kapiler (gerakan air ke arah lateral) dan gravitasi (gerakan ke arah vertikal). Air yang meresap ke dalam tanah sebagian akan tertahan oleh partikel-partikel tanah dan menguap kembali ke atmosfer, sebagian lagi diserap oleh tumbuhan dan yang lain akan terus meresap di bawah permukaan bumi hingga zona yang terisi air yaitu zona saturasi. “Dan Kami turunkan air dari langit menurut suatu ukuran; lalu Kami jadikan air itu menetap di bumi, dan sesungguhnya Kami benar-benar berkuasa menghilangkannya.” (QS. Al Mu’minuun:18). Air yang meresap melalui pori-pori tanah kemudian tersimpan di bawah permukaan bumi yang impermeabel (tak dapat ditembus oleh air) sehingga disebut air tanah. d. Surface runoff Proses surface runoff merupakan peristiwa meluapnya air ke permukaan bumi. Ketika zona saturasi terus terisi oleh air maka air tersebut akan mencari cara untuk meloloskan diri ke permukaan bumi. Apabila air hujan terus jatuh ke permukaan bumi tetapi tanah tidak mampu menyerap maka air permukaan ini mencari celah untuk mengalir di antara palung sungai dan danau. “Allah telah menurunkan air (hujan) dari langit, maka mengalirlah air di lembahlembah menurut ukurannya…” (QS. Ar-Ra’d:17). Proses siklus air yang berulang-ulang ini merupakan salah satu tanda kebesaran Allah yang wajib kita syukuri. Namun akhir-akhir ini, kita telah merasakan terjadinya krisis air di lingkungan kita dan krisis ini pun melanda tanah air dan negara-negara di berbagai dunia.


Unit Pembelajaran 2 : Ekologi 44 Siklus Nitrogen Nitrogen merupakan bagian dari asam amino, protein, dan asam nukleat. Nitrogen seringkali menjadi faktor pembatas pada tumbuhan. Tumbuhan dapat menggunakan nitrogen anorganik dalam bentuk ammonia (NH4 + ) dan nitrat (NO3 - ), dan beberapa berbentuk organik seperti asam amino. Bakteri dapat menggunakan bentuk-bentuk nitrogen tersebut dan juga nitrit (NO2 - ). Hewan hanya bisa memanfaatkan bentuk nitrogen organik. Reservoir utama nitrogen adalah atmosfer, yang terdiri dari 80% gas nitrogen (N2). Reservoir lainnya yaitu tanah dan sedimen danau, sungai dan lautan (nitrogen terikat), air permukaan tanah dan air tanah (nitrogen terlarut) serta biomassa organisme hidup. Siklus nitrogen terjadi di darat dan perairan (Gambar 15). Pada siklus nitrogen terestrial, jalur utama bagi nitrogen memasuki ekosistem adalah melalui fiksasi nitrogen, konversi N2 oleh bakteri menjadi bentuk-bentuk yang dapat digunakan untuk menyintesis senyawa-senyawa organik bernitrogen. Jenis bakteri Rhizobium, yang hidup di bintil akar tanaman legum, dapat memfiksasi nitrogen bebas dari atmosfer. Banyak petani memperbaiki kesuburan tanah dengan melakukan selang-seling penanaman legum. Bakteri-bakteri yang dapat melakukan fiksasi nitrogen yaitu Azotobacteraceae, Cyanobacteria, Clostridium, Frankia, dan Rhizonia. Beberapa bakteri dalam tanah yang dapat mengikat nitrogen secara langsung yaitu Azotobacter yang bersifat anaerob. Alga hijau biru Nostoc sp. dan Anabaena sp. juga mampu mengikat nitrogen.


45 Unit Pembelajaran 2 : Ekologi Gambar 15 Siklus nitrogen (Sumber: Urry, Lisa A., et al., 2020) Beberapa nitrogen juga difiksasi oleh petir. Pupuk nitrogen, hujan, dan debu yang tertiup oleh angin juga dapat menyediakan cukup banyak masukan NH4 + dan NO3 - ke ekosistem. Amonifikasi mendekomposisi nitrogen organik menjadi NH4 + . Pada nitrifikasi, NH4 + (amonia) dikonversi menjadi NO3 - (nitrat) oleh bakteri nitrifikasi, misalnya Nitrosomonas dan Nitrosococcus. Dalam kondisi anaerobik, bakteri denitrifikasi menggunakan NO3 - dalam metabolismenya, bukan O2, sehingga melepaskan N2 dalam proses denitrifikasi. Siklus Fosfor Organisme memerlukan fosfor sebagai penyusun utama asam nukleat, fosfolipid, dan ATP serta molekul penyimpanan energi lainnya, dan sebagai penyusun tulang dan gigi. Bentuk anorganik fosfor yang paling penting adalah fosfat (PO4 3- ), yang diabsopsi dan digunakan oleh tumbuhan dalam sintesis


Unit Pembelajaran 2 : Ekologi 46 senyawa-senyawa organik. Reservoir fosfor ada di bebatuan sedimen yang berasal dari laut. Fosfor juga banyak terdapat dalam tanah, dalam laut (bentuk terlarut), dan dalam organisme. Humus dan partikel tanah mengikat fosfat, sehingga pendaurulangan fosfor cenderung sedikit terlokalisasi pada ekosistem. Gambar 16 Siklus fosfor (Sumber: Campbell, Neil A. and J.B. Reece. 2008) Pengikisan bebatuan oleh cuaca secara perlahan menambahkan PO4 3- ke tanah, sebagian tergelontor ke dalam air tanah dan air permukaan, dan pada akhirnya mencapai laut. Fosfat yang diambil oleh produsen dan menjadi molekul biologi akan dimanfaatkan oleh konsumen dan disebarkan melalui jejaring makanan. Fosfat dikembalikan ke tanah atau air melalui dekomposisi biomassanya atau ekskresi oleh konsumen. Hanya sedikit fosfor yang bergerak di atmosfer, biasanya dalam bentuk debu dan percikan air tanah.


47 Unit Pembelajaran 2 : Ekologi Siklus Sulfur Dalam tanah sulfur ditemukan dalam bentuk mineral, di udara dalam bentuk gas sulfur dioksida dan di dalam tubuh organisme sebagai penyusun protein. Sebagian sulfur tersimpan dalam batuan bumi. Sulfur yang ada di atmosfer secara alami berasal dari letusan gunung berapi berupa hidrogen sulfida dan aktivitas mikroorganisme anaerob di rawa. Sulfur juga dapat terlepas dari batuan karena erosi oleh angin dan air. Sebagian kecil sulfur yang terlepas ini dapat digunakan oleh tumbuhan dan memasuki rantai makanan sebelum terlepas kembali ke tanah oleh aktivitas mikroorganisme. Gambar 17 Siklus sulfur (Sumber: Suroso A.Y., Anna P, Kardiawarman, 2003) Industri pembangkit tenaga listrik, penyulingan minyak yang menggunakan batubara sebagai bahan bakar adalah sumber utama terjadinya hujan asam. Sulfur dan nitrogen dalam batubara yang dibakar akan berubah menjadi gas sulfur dioksida (SO2) dan nitrogen oksida (NO). Air hujan membawa serta SO2 dan NO masuk ke dalam tanah atau air. Sulfur dioksida yang ada di atmosfer bereaksi dengan oksigen membentuk sulfur trioksida, yang akan bereaksi dengan air di udara, dan jatuh membentuk hujan asam. Hujan asam mempercepat terjadinya perkaratan logam-logam seperti besi, baja, dan tembaga. Hujan asam juga menyebabkan endapan logam beracun


Unit Pembelajaran 2 : Ekologi 48 sehingga dapat meracuni hewan. Hujan asam di daerah pegunungan kapur tidak akan terlalu berpengaruh, karena kapur menetralisir asam dalam air hujan. Hujan asam berpengaruh negatif terhadap kehidupan di tanah dan air jika tidak ada pencemaran udara. 5. Bahan Bacaan 5: Interaksi dalam Ekosistem Interaksi Antarspesies Makhluk hidup selalu bergantung pada makhluk hidup lainnya. Tiap individu akan berhubungan dengan individu lain, baik yang berspesies sama maupun yang berbeda spesies. Interaksi antarspesies dapat digolongkan berdasarkan efeknya terhadap populasi yang terlibat, bisa menguntungkan (+) atau merugikan (-). Kompetisi (-/-) Peningkatan kepadatan populasi mengurangi jumlah sumberdaya yang tersedia bagi setiap individu. Kompetisi intraspesies merupakan kompetisi antarorganisme dalam spesies untuk memperebutkan sumberdaya yang terbatas, pada akhirnya membatasi pertumbuhan populasi. Populasi dalam suatu komunitas berkompetisi satu sama lain jika relung (niche) ekologisnya terlalu mirip. Mereka tidak dapat hidup berdampingan di tempat yang sama, karena kebutuhan akan sumberdaya biotik dan abiotiknya cenderung sama. Kompetisi akan terjadi pada relung, habitat, dan waktu yang sama. Contohnya kompetisi yang terjadi dalam populasi kucing yang memperebutkan makanannya. Mutualisme (+/+) Dalam mutualisme, kedua spesies sama-sama memperoleh manfaat dari suatu interaksi. Mutualisme terjadi antar spesies-spesies simbiotik, yaitu organisme-organisme yang memiliki keterkaitan fisik yang dekat satu sama lain. Contohnya ekosistem terumbu karang yang bergantung pada alga uniseluler yang hidup di dalam sel polip. Gula yang dihasilkan laga dari proses fotosintesis menyediakan energi yang digunakan oleh hewan karang untuk membangun rangka baru dengan cukup cepat sehingga tidak keburu tergerus erosi dan kalah dalam kompetisi memperebutkan ruang dengan rumput laut. Sebagai balasan,


49 Unit Pembelajaran 2 : Ekologi alga memperoleh tempat perlindungan yang aman yang memungkinkan akses ke sinar matahari. Alga juga menggunakan zat-zat sisa yang diproduksi karang termasuk CO2 dan ammonia. Simbiosis juga bisa terjadi antara spesies yang tidak simbiotik, seperti bunga dan penyerbuknya. Predasi (+/-) Predasi adalah interaksi di mana satu spesies (predator) membunuh dan memakan spesies yang satu (mangsa). Hubungan ini sangat erat. Karena tanpa mangsa, predator tidak dapat hidup. Predator juga berfungsi sebagai pengontrol populasi mangsa. Contoh hubungan predasi yaitu singa dengan kijang. Herbivori masuk ke dalam interaksi predasi. Herbivori adalah mengonsumsi bagian tumbuhan atau alga oleh hewan. Walau herbivori tidak selalu mematikan tumbuhan, tetapi untuk memulihkan bagian tumbuhan yang dimangsa dibutuhkan energi. Banyak tumbuhan memiliki adaptasi untuk bertahan hidup. Zat kimia dan duri pada tumbuhan merupan antiherbivor. Contoh interaksi herbivori yaitu Netral (0/0) Hubungan tidak saling mengganggu antarorganisme dalam habitat yang sama yang bersifat tidak menguntungkan dan tidak merugikan kedua belah pihak disebut netral. Contoh interaksi antara kucing dan ayam. Komensalisme (+/0) Komensalisme merupakan hubungan antara dua organisme yang berbeda spesiesdi mana salah satu spesies diuntungkan, sedangkan spesies lainnya tidak dirugikan. Contohnya interaksi antara anggrek dengan pohon yang ditumpanginya.


Unit Pembelajaran 2 : Ekologi 50 E. Aktivitas Pembelajaran 1. Aktivitas Pembelajaran Topik 1: Komponen Ekosistem dan Aliran Energi dalam Ekosistem a. Kegiatan In Service Learning -1 (4 JP) Aktivitas ini dilakukan secara tatap muka bersama fasilitator dan teman sejawat untuk mengkaji materi dan melakukan kegiatan pembelajaran. Langkahlangkah Kegiatan secara umum adalah: 1) Membaca bagian pendahuluan modul untuk memahami tujuan pembelajaran dan target kompetensi guru dan peserta didik 2) Peserta dibagi menjadi beberapa kelompok 3) Melakukan telaah kurikulum dan hasil UN atau hasil evaluasi lainnya untuk mempetakan kompetensi yang diperlukan peserta didik, merancang aktivitas peserta yang akan dilakukan pada kegiatan on, menelaah LKPD, dan membuat instrumen penilaian proses maupun hasi belajar. Jika memungkinkan, dalam aktifitas in-1 dapat dirancang Penelitian Tindakan Kelas 4) Jika diperlukan, peserta dapat melakukan simulasi pembelajaran atau mengerjakan/mempraktikkan LKPD. 5) Setiap kelompok mempresentasikan hasil telaahnya. b. Kegiatan On Job Learning (3 JP) Pada kegiatan ini, setiap guru mempraktikkan pembelajaran terhadap peserta didik di madrasah masing-masing sesuai dengan perangkat pembelajaran yang telah disempurnakan pada kegiatan in-1. Contoh model pembelajaran yang dapat digunakan adalah Cooperative Learning dengan sintak: 1) Menyampaikan tujuan (Present Goal and Set) 2) Menyajikan informasi (Present Information) 3) Bekerja dalam kelompok (Organize Student into Learning Team) 4) Membantu kerja tim dan belajar (Assist Team Work and Study) 5) Mengevaluasi (Test on Materials) 6) Memberikan pengakuan dan penghargaan (Provide Recognition)


51 Unit Pembelajaran 2 : Ekologi Kegiatan Pembelajaran Topik 1 (3 x 45 menit) Materi: Komponen Ekosistem dan Aliran Energi dalam Ekosistem Tabel 6 Contoh Desain Pembelajaran Topik 1 No. Aktivitas Peserta Didik Aktivitas Guru Waktu 1. Menyimak dan merespon Guru Melakukan aktivitas pendahuluan: - Menginformasikan tujuan Pembelajaran (sintak 1) - Menginformasikan garis besar aktivitas pembelajaran yang akan dilakukan (sintak 2) - Menginformasikan cakupan materi secara umum (sintak 2) - Menyampaikan apersepsi dan motivasi, dengan memberikan pertanyaan yang membangkitkan minat peserta didik, misalnya pertanyaan “Tentu kalian pernah melihat pemancingan atau semacam danau. Apakah komponen yang berinteraksi di dalamnya semua tergolong abiotik? Apa saja komponen abiotik yang ada di sana? Apa saja komponen biotiknya? Apakah semua saling terkait?” 15 menit 2. Membentuk kelompok masing-masing 5-6 orang Membagi peserta didik menjadi beberapa kelompok heterogen terdiri dari 5-6 orang (bisa dengan permainan) (sintak 3) 10 menit 3. Menuju lokasi ekosistem sekitar sekolah dan Memandu peserta didik dengan memberi pertanyaan untuk membantu peserta 20 menit


Unit Pembelajaran 2 : Ekologi 52 mengamati kondisi umum ekosistem didik menentukan masalah (sintak 4) 4. Membaca LKPD secara Cermat Membagikan LKPD 5 menit 5. Menyiapkan alat yang akan digunakan - Memfasilitasi peserta didik untuk melakukan pengamatan dan pengukuran - Mendorong peserta didik untuk aktif berdiskusi dan bekerja sama - Melakukan penilaian proses pembelajaran terhadap peserta didik 40 menit 6. Melakukan observasi dan pengukuran komponen abiotik, dan mendata komponen biotik yang ada 7. Melakukan simulasi interaksi antara komponen-komponen ekosistem yang menggambarkan aliran energi yang terjadi pada suatu ekosistem 8. Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil diskusinya Menfasilitasi presentasi dan dan diskusi kelas dan memberikan penilaian (sintak 5) 30 menit 9. Menyimak dan merespon guru Melakukan aktivitas penutup: - Melakukan verifikasi - Melakukan umpan baik (sintak 6) 15 menit c. Kegiatan In Service Learning-2 (1 JP) Kegiatan ini dilakukan secara tatap muka bersama fasilitator dan teman sejawat untuk melaporkan, mendiskusikan, dan merefleksi hasil kegiatan on. Diskusikan hambatan pelaksanaan pembelajaran Anda dengan teman sejawat untuk mendapatkan pemecahan masalah guna perbaikan pembelajaran yang akan datang.


53 Unit Pembelajaran 2 : Ekologi Tabel 7 Catatan Refleksi Kegiatan Pembelajaran No. Refleksi Aktivitas Peserta Didik Refleksi Aktivitas Guru Hambatan Lain 1 2 3 Dst Diskusikan hambatan pelaksanaan pembelajaran Anda dengan teman sejawat untuk mendapatkan pemecahan masalah guna perbaikan pembelajaran yang akan datang. Selain lembar catatan refleksi pembelajaran, hasil-hasil aktivitas peserta didik selama pembelajaran perlu Anda dokumentasikan sebagai bukti pelaksanaan On. 2. Aktivitas Pembelajaran Topik 2: Daur Biogeokimia dan Interaksi dalam Ekosistem a. Kegiatan In Service Learning 1 (3 JP) Dalam aktivitas topik 2 ini, kegiatan In Learning Service-1 sama dengan aktivitas pembelajaran topik 1. Kegiatan dilakukan secara tatap muka bersama fasilitator dan teman sejawat untuk mengkaji materi dan melakukan kegiatan pembelajaran meliputi membaca modul, menelaah kurikulum, mendiskusikan materi ajar yang sulit atau berpeluang terjadi miskonsepsi, membuat atau menyempurnaan rancangan pembelajaran, membuat atau menyempurnakan LKPD, dan menyusun instrumen penilaian proses dan hasil belajar. b. Kegiatan On Job Learning (3 JP) Pada kegiatan ini, Anda mempraktikkan pembelajaran terhadap peserta didik di madrasah masing-masing sesuai dengan perangkat pembelajaran yang telah disempurnakan pada kegiatan in-1. Contoh model pembelajaran yang dapat digunakan adalah Discovery Learning (DL) dengan sintak: 1) Pemberian stimulus (Stimulation) 2) Mengidentifikasi masalah (Problem Statement)


Unit Pembelajaran 2 : Ekologi 54 3) Mengumpulkan data (Data Collecting) 4) Mengolah data (Data Processing) 5) Memverifikasi hasil pengolahan data (Verification) 6) Penarikan Kesimpulan (Generalization) Kegiatan Pembelajaran Topik 2 (3 x 45 menit) Materi: Daur Biogeokimia dan Interaksi dalam Ekosistem Tabel 8 Contoh Desain Pembelajaran Topik 2 No. Aktivitas Peserta Didik Aktivitas Guru Waktu 1. Menyimak dan merespon Guru Melakukan aktivitas pendahuluan: - Menginformasikan tujuan pembelajaran - Menginformasikan garis besar aktivitas pembelajaran yang akan dilakukan - Menginformasikan cakupan materi secara umum - Menyampaikan apersepsi dan motivasi, mengaitkan dengan kegiatan pembeljaran sebelumnya 15 menit 2. Membentuk kelompok masing-masing 5-6 orang Membagi peserta didik menjadi beberapa kelompok heterogen terdiri dari 5-6 orang (bisa dengan permainan) 10 menit 3. Berdiskusi untuk menentukan masalah yang berhubungan dengan daur biogeokimia dan interaksi dalam ekosistem Problem Statement) Memandu peserta didik dengan memberi pertanyaan untuk membantu peserta didik menentukan masalah 20 menit 4. Mencari informasi dari berbagai sumber tentang - Memfasilitasi peserta didik


55 Unit Pembelajaran 2 : Ekologi daur biogeokimia dan interaksi dalam ekosistem (Data collection) untuk berdiskusi di dalam kelompok - Mendorong peserta didik untuk saling mengungkapkan pendapat - Melakukan penilaian proses pembelajaran terhadap peserta didik 45 menit 5. Berdiskusi di dalam kelompok tentang daur biogeokimia dan interaksi dalam ekosistem (Data Processing) 6. Menyusun simpulan (Generalization) mengenai daur biogeokimia dan interaksi dalam ekosistem. Simpulan dapat dituliskan dalam kertas karton untuk dipresentasikan dalam forum kelas 7. Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil diskusinya (Verification) Menfasilitasi presentasi dan dan diskusi kelas 30 menit 8. Menyimak dan merespon guru Melakukan aktivitas penutup: - Melakukan verifikasi - Melakukan umpan balik - Menyampaikan penugasan untuk membuat peraga 4 dimensi daur biogeokimia 15 menit c. Kegiatan In Service Learning-2 (1 JP) Kegiatan ini dilakukan secara tatap muka bersama fasilitator dan teman sejawat untuk melaporkan dan mendiskusikan hasil kegiatan on. Diskusikan hambatan pelaksanaan pembelajaran Anda dengan teman sejawat untuk mendapatkan pemecahan masalah guna perbaikan pembelajaran yang akan datang.


Unit Pembelajaran 2 : Ekologi 56 Catatan refleksi kegiatan pembelajaran. Tabel 9 Catatan Refleksi Kegiatan Pembelajaran No. Refleksi Aktivitas Peserta Didik Refleksi Aktivitas Guru Hambatan Lain 1 2 3 dst F. Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) Bagian ini menampilkan contoh LKPD yang dapat digunakan untuk memandu peserta didik dalam mencapai tujuan pembelajaran. Anda dapat mengembangkan LKPD yang lain sesuai dengan rancangan pembelajaran yang akan Anda lakukan, atau Anda dapat menyempurnakan LKPD dalam Unit Pembelajaran ini sehingga sesuai dengan rancangan pembelajaran Anda. 1. Contoh LKPD 1 Lembar kerja peserta didik dikembangkan agar peserta didik mampu mencapai tujuan pembelajaran. Contoh Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) yang dapat digunakan dalam pembelajaran di kelas adalah sebagai berikut: Nama Peserta didik : 1. ………………………… 4. ………………………… 2. ………………………… 5. ………………………… 3. ………………………… 6. ………………………… Kelas :...................................................... Hari/tanggal :...................................................... Tujuan Pembelajaran: Melalui diskusi kelompok, peserta didik dapat: 4.10.1 Menunjukkan komponen ekosistem 4.10.2 Mengintegrasikan interaksi antarkomponen ekosistem 4.10.3 Membuat bagan jejaring makanan yang berlangsung dalam ekosistem 4.10.4 Membuat bagan siklus Biogeokimia 4.10.5 Membuat peraga 4 dimensi siklus Biogeokimia


57 Unit Pembelajaran 2 : Ekologi Pengantar: Ekosistem merupakan suatu sistem pengaturan keberlangsungan makhluk hidup yang terus berputar. Allah menciptakan segala sesuatu serba teliti perhitungannya dan seimbang. Energi yang ada di alam telah disiapkan Allah cukup untuk kebutuhan makhluk hidup, hanya berubah dari satu bentuk ke bentuk lain. Energi mengalir dari produsen, konsumen sampai pengurai, dan akhirnya dikembalikan ke alam. Alat dan Bahan: 1. Alat tulis 2. Meteran/penggaris 3. Termometer 4. Indikator universal/lakmus/pH meter digital 5. Secchi disk sederhana (dibuat dari CD bekas yang diberi pemberat dan tali) 6. Ekosistem sekitar sekolah Prosedur Kerja: 1. Amati seluruh faktor biotik dan abiotik yang teramati 2. Ukur faktor abiotik berupa: suhu air dan udara, tingkat kecerahan perairan, pH air (disesuaikan dengan jenis ekosistem yang diobservasi) 3. Catat seluruh faktor dalam LKPD 4. Diskusikan dan jawabkablah setiap pertanyaan dengan teliti Buatlah jaring-jaring makanan yang mungkin terdapat pada ekosistem kolam pemancingan tersebut Diskusikanlah permasalahan eskosistem berikut: Bagaimana cara komponen biotik yang anda temukan pada tabel di atas memperoleh energi? Jelaskan!


Unit Pembelajaran 2 : Ekologi 58 1. Berdasarkan bentuk interaksi pada tabel di atas, apakah semua interaksi menguntungkan kedua spesies tersebut? Jelaskan! 2. Faktor apa yang menyebabkan adanya karakteristik tersendiri pada setiap tipe ekosistem? 3. Berdasarkan pengamatan bagaimana hubungan komponen abiotik dan biotik dalam suatu ekosistem? Jelaskan!


59 Unit Pembelajaran 2 : Ekologi G. Pengembangan Penilaian Bagian ini menyajikan contoh kisi-kisi pengembangan penilaian HOTS sesuai dengan kompetensi, lingkup materi, dan indikator soal. Selanjutnya buatlah kisi-kisi yang lain dan kembangkan menjadi instrumen penilaian dari kisi tersebut dalam aktivitas In Service Learning 1. KISI-KISI SOAL HOTS Nama Madrasah : .............................. Mata Pelajaran : Biologi Alokasi Waktu : .............................. Jumlah Soal : ……………………….. Tahun Pelajaran : …........................... Tabel 10 Kisi-Kisi Pengembangan Soal HOTS Kompetensi Dasar/Capaian Pembelajaran Lingkup Materi Indikator KD/Capaian Pembelajaran Indikator Soal No. Soal Level Kognitif Bentuk soal Menganalisis komponenkomponen ekosistem dan interaksi antar komponen tersebut Komponen Ekosistem Menganalisis komponen dalam ekosistem Peserta didik dapat menggambarkan pertumbuhan populasi kelinci dengan grafik yang tepat 1 C4 PG Peserta didik dapat menilai kondisi ekosistem pada suatu kondisi dengan tepat 2 C5 PG Peserta didik dapat menilai kondisi ekosistem pada suatu 3 C5 PG


Unit Pembelajaran 2 : Ekologi 60 kondisi dengan tepat Peserta didik dapat menganalisis kondisi relung ekologi dengan tepat 4 C4 PG Aliran Energi Menganalisis aliran energi dalam suatu ekosistem Peserta didik dapat menganalisis niche dari bagan yang diberikan dengan tepat 5 C4 PG Peserta didik dapat menafsirkan piramida energi dengan tepat 5 C4 PG Peserta didik dapat menafsirkan piramida energi dengan tepat 6 C4 PG Peserta didik dapat menafsirkan piramida energi dengan tepat 7 C4 PG


61 Unit Pembelajaran 2 : Ekologi Daur Biogeokimia Menganalisis daur biogeokimia dalam ekosistem Peserta didik dapat menafsirkan asal biomassa dengan tepat 8 C4 PG Peserta didik dapat menganalisis alasan nitrogen sebagai faktor pembatas ekosistem darat 9 C4 PG Peserta didik dapat menganalisis daur nitrogen dengan tepat 10 C4 PG Peserta didik dapat menafsirkan data pengaruh hujan asam ke dalam grafik dengan tepat 11 C4 PG Peserta didik dapat menafsirkan diagram siklus nitrogen dengan tepat 12 C4 PG Interaksi dalam Ekosistem Menganalisis interaksi dalam ekosistem Peserta didik dapat menganalisis gambar ke dalam interaksi kompetisi 13 C4 PG


Unit Pembelajaran 2 : Ekologi 62 organisme dengan tepat Peserta didik dapat menganalisis gambar ke dalam interaksi mutualisme organisme dengan tepat 14 C4 PG Peserta didik dapat menafsirkan grafik interaksi kompetisi dengan tepat 15 C4 PG Tabel 11 Kisi-kisi Soal Pedagogik No Soal Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Indikator Level Kognitif 16. Menguasai teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran yang mendidik Menerapkan berbagai pendekatan strategi metode dan Teknik pembelajaran yang mendidik secara kreatif Mengelompokkan keterampilan proses dasar dan keterampilan proses terpadu C2 17. Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk melakukan pembelajaran Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dalam pembelajaran yang diampu Menentukan bentuk TIK yang diperlukan sebagai sarana prasarana pembelajaran C3 18. Menyelenggarakan penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar Menentukan aspekaspek proses dan hasil belajar yang penting untuk dinilai dan dievaluasi sesuai dengan karakteristik mata pelajaran Menjelaskan aspekaspek proses belajar yang penting untuk dinilai dan dievaluasi sesuai dengan karakteristik mata pelajaran C2 19. Melakukan Tindakan reflektif untuk Melakukan refleksi terhadap Menganalisis tujuan refleksi pembelajaran C4


63 Unit Pembelajaran 2 : Ekologi peningkatan kualitas pembelajaran pembelajaran yang telah dilaksanakan 20. Menyelenggarakan pembelajaran yang mendidik Menggunakan media pembelajaran dan sumber belajar yang relevan dengan karakteristik peserta didik dan mata pelajaran yang diampu untuk mencapai tujuan pembelajaran yang utuh Menentukan media pembelajaran yang tepat dalam proses pembelajaran C3


Unit Pembelajaran 2 : Ekologi 64 05 PENILAIAN A. Tes Formatif Pilihlah jawaban yang paling tepat! 1. Data berikut diperoleh dari pengamatan populasi kelinci selama beberapa tahun. Tahun Jumlah kelinci 1 4 2 17 3 62 4 245 Grafik yang paling tepat untuk menggambarkan pertumbuhan populasi kelinci yaitu …. (D)


65 Unit Pembelajaran 2 : Ekologi 2. Pernyataan berikut yang paling tepat menjelaskan apa yang terjadi pada suatu ekosistem seandainya predator utama pada ekosistem tersebut dihilangkan yaitu …. A. Keanekaragaman ekosistem tersebut sebenarnya meningkat B. Komunitas yang tersisa akan segera menyesuaikan diri dan menjadi stabil C. Keanekaragaman ekosistem tersebut menurun karena parasit menjadi masalah utama D. Keanekaragaman ekosistem tersebut menurun karena terjadi peningkatan dalam kompetisi E. Keanekaragaman ekosistem tersebut menurun karena banyak herbivor baru yang masuk ke dalam komunitas 3. Ekosistem laut dicuplik untuk menentukan rantai makanannya. Hasil dari kajian tersebut dituangkan ke dalam tabel berikut ini. Type of Organism Number of Organisms Shark 2 Small Crustaceans 400 Mackerel 20 Plankton 1.000 Herring 100 Jika populasi herring berkurang oleh predasi, kemungkinan yang akan terjadi pada ekosistem akuatik ini adalah …. A. Mackerel menjadi predator paling banyak pada ekosistem tersebut B. Populasi shrimp akan berkurang banyak C. Populasi plankton akan berkurang pada tahun berikutnya D. Shrimp akan punah E. Tak ada perubahan yang terjadi pada jumlah shark pada ekosistem 4. Tiga spesies burung yang berbeda yaitu flicker, woodpecker, dan elf owl, semuanya hidup di kaktus raksasa (Cereus gigantius), di gurun Arizona. Karena kompetisi di antara burung-burung tersebut jarang terjadi, penjelasan yang paling mungkin bagi fenomena ini bahwa bahwa burung-burung ini …. A. memiliki persediaan sumber daya yang sedikit B. tidak hidup bersama dalam waktu lama C. memiliki relung ekologis yang berbeda D. tidak berbagi habitat yang sama E. tidak mampu berkembang biak


Unit Pembelajaran 2 : Ekologi 66 5. Diagram berikut menggambarkan jaring makanan pada suatu ekosistem. Tanda panah menggambarkan aliran energi dan setiap huruf menandakan spesies yang berbeda. Di antara pilihan ekosistem berikut, yang menempatkan spesies di atas secara tepat sesuai dengan perannya dalam jaring makanan adalah …. Predator Utama Produsen Primer Pengurai Konsumen Primer A. A F E B B. E A F D C. F B E C D. C F A E E. E A F C 6. Pernyataan berikut yang paling baik menjelaskan piramida energi adalah …. A. Level trofik pertama berada di puncak piramida B. Massa total karnivor lebih tinggi daripada massa total tumbuhan C. Energi total pada tumbuhan lebih rendah dari yang terkandung pada herbivor D. Perolehan bersih (net gain) terjadi saat energi yang ditransfer dari satu organisme ke organisme yang lain E. Setiap level trofik yang lebih rendah memiliki ketersediaan energi yang lebih rendah dari level sebelumnya 7. Gambar berikut ini menunjukkan biomassa relatif empat populasi yang berbeda dari piramida makanan tertentu.


67 Unit Pembelajaran 2 : Ekologi Kondisi yang paling mungkin terjadi jika ada peningkatan organisme pada populasi C yaitu …. A. biomassa populasi B akan menurun B. biomassa populasi D akan tetap sama C. biomassa populasi C akan menurun secara teratur D. sumber makanan yang tersedia bagi populasi C akan meningkat E. akan ada kompetisi yang tinggi di antara anggota populasi C untuk sumber makanan 8. Sebagian besar biomassa yang diperoleh tumbuhan selama tumbuh, berasal dari …. A. senyawa organik dalam tanah yang diambil oleh akar tumbuhan B. mineral yang larut di dalam airdan diambil oleh akar tumbuhan C. karbondoksida di udara yang memasuki daun melalui stomata D. karbon dari serasah daun yang hancur di dalam tanah E. energi matahari yang ditangkap oleh daun 9. Nitrogen merupakan faktor pembatas pada ekosistem daratan karena …. A. sangat jarang terdapat pada kerak bumi tetapi melimpah pada inti bumi B. tumbuhan tidak dapat mengikat gas nitrogen secara langsung C. membutuhkan bakteri untuk membantu fiksasinya D. sangat kuat terikat pada senyawa organik E. sangat kuat terikat pada fosfor 10. Pernyataan mengenai daur nutrien berikut yang benar adalah …. I. Jumlah nitrogen di dalam makhluk hidup sangat kecil jika dibandingkan dengan jumlah total nitrogen di atmosfer. II. Kurang dari 30% nitrogen yang tersedia untuk tumbuhan diperoleh dari bakteri atau alga pemfiksasi nitrogen. III. Daur nitrogen dalam bentuk gas bersifat global karena melibatkan pertukaran antara ekosistem dan atmosfer. IV. Mekanisme masukan (input) nutrien ke dalam suatu ekosistem adalah sama dengan mekanisme keluarannya (output). V. Daur nutrien dapat dipelajari dengan menggunakan periode radioaktif pada ekosistem alami atau buatan. A. I, II, dan IV B. I, III, dan V C. II, III, dan V D. II, IV, dan V E. III, IV, dan V


Unit Pembelajaran 2 : Ekologi 68 11. Hujan asam terbentuk setelah bahan fosil yang terbakar melepaskan partikel yang mengandung nitrogen dan belerang ke udara. Sinar matahari dan hujan menyebabkan reaksi kimia di udara yang meubah partikel-partikel ini menjadi asam nitrit dan belerang dioksida, yang akan berubah menjadi asam pada saat bertemu dengan partikel air hujan. Hujan asam umumnya memiliki pH kurang lebih 5,5. Hujan asam meningkatkan keasaman pada tanah dan air sehingga memengaruhi kondisi makhluk hidup pada kedua daerah tersebut. Sebagai contoh, bila hujan asam memasuki danau, ikan menjadi sakit dan mati. Tabel di bawah menunjukkan efek dari keasaman pada ukuran dan ikan dewasa. pH air Rata-rata panjang ikan Rata-rata berat ikan 7,5 30 cm 254 g 7,0 28 cm 250 g 6,5 29 cm 453 g 6,0 25 cm 401 g 5,5 20 cm 288 g 5,0 17 cm 127 g 4,5 Mati Mati Pengaruh hujan asam terhadap ukuran tubuh ikan paling tepat digambarkan oleh grafik …. (D) 12. Gambar di bawah memperlihatkan proses siklus nitrogen. Prosen No. I – V menunjukkan perbedaan tahap konversi senyawa kimiawi.


69 Unit Pembelajaran 2 : Ekologi Pasangan yang tepat antara proses dengan kelompok organisme pada tahap tersebut yaitu …. A. I – fotoautotrof B. II – simbiosis antara bakteri dengan tumbuhan C. III – bakteri anaerobik yang hidup pada ekosistem lahan basah D. IV – organisme eukariotik E. V – bakteri pemfiksasi nitrogen seperti Rhizobium atau Cyanobacteria Pertanyaan No. 13-14. Gambar berikut menunjukkan 5 contoh interaksi antar spesies. Keterangan: R = limiting resources (sumber daya pembatas); C = consumer (konsumen); E = natural enemies (musuh alami) . 13. Dua situasi yang dapat menggambarkan interaksi kompetisi yaitu …. A. I dan II B. I dan III C. I dan IV D. I dan V E. II dan III


Unit Pembelajaran 2 : Ekologi 70 14. Organisme yang menunjukkan interaksi mutualistik serta contoh yang menggambarkan situasi tersebut, yaitu …. Interaksi mutualisme antara Contoh A. C1 C2 I B. C1 C2 II C. C 2 C3 II D. E III E. C1 C2 V 15. Grafik di bawah memperlihatkan hubungan antara frekuensi atau kekuatan gangguan dan keanekaragaman spesies. Pernyataan yang tidak benar, yaitu …. A. Keanekaragaman spesies yang rendah di komunitas ini (a) disebabkan karena adanya spesies dominan pada komunitas tersebut B. Pada komunitas (c), rendahnya keanekaragaman spesies dikarenakan tidak adanya waktu yang cukup bagi individu untuk berkolonisasi C. Tingkat kompetisi antarspesies di komunitas (b) tinggi D. Pada komunitas (c), terjadi suksesi yang lambat sehingga terganti oleh spesies yang berhasil melakukan suksesi awal E. Komuntas (c) terdiri dari spesies-spesies yang toleran terhadap stress lingkungan 16. Bu Andi memulai kegiatan pembelajaran dengan menyampaikan tujuan, kemudian memberikan informasi materi secara umum, dan siswa bekerja dalam kelompok. Bu Andi membantu siswa dalam kerja tim dan belajarnya, dilanjutkan dengan evaluasi terhadap pemahaman konsep, dan tak sungkan mengakui hasil kerja siswa dan memberikan penghargaan. Kegiatan yang dilakukan Bu Andi tersebut mengisyaratkan implementasi model pembelajaran .... A. Problem based learning B. Project based learning C. Cooperative learning D. Discovery learning E. Inquiry learning


71 Unit Pembelajaran 2 : Ekologi 17. Pada Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), penguasaan teknologi informatika menjadi suatu keniscayaan. Salah satu aplikasi yang dapat digunakan untuk melakukan tatap muka online yaitu .... A. Google Calender B. Google Chrome C. Google Meets D. Google Sites E. Gmail 18. Fungsi utama dari penerapan penilaian portofolio adalah .... A. mengetahui peningkatan kemampuan siswa B. sebagai arsip kegiatan pembelajaran C. meningkatkan rasa saling percaya D. mengumpulkan hasil karya siswa E. menilai hasil belajar siswa 19. Domain afektif yang dikembangkan oleh Benjamin S. Bloom memiliki urutan …. A. imitasi, manipulasi, presisi, artikulasi, naturalisasi B. naturalisasi, imitasi, manipulasi, presisi, artikulasi C. manipulasi, imitasi, presisi, artikulasi, naturalisasi D. artikulasi, imitasi, manipulasi, presisi, naturalisasi E. presisi, imitasi, manipulasi, artikulasi, naturalisasi 20.Kegiatan yang harus dilakukan setelah pembelajaran adalah melakukan refleksi. Tujuan dilakukan refleksi pembelajaran bagi pendidik antara lain adalah untuk …. A. mengidentifikasi faktor-faktor penyebab kegagalan pembelajaran B. melakukan evaluasi diri terhadap hasil belajar yang telah dilakukan C. menganalisis tingkat keberhasilan proses dan hasil belajar peserta didik D. mengembangkan model pembelajaran sesuai dengan mata pelajaran yang diampu E. mencapai kepuasaan diri pendidik untuk memperoleh wadah yang tepat dalam menjalin komunikasi positif dengan peserta pendidik


Unit Pembelajaran 2 : Ekologi 72 B. Penilaian 1. Penilaian untuk Guru a. Penilaian Mandiri Guru Setelah menyelesaikan seluruh aktivitas dalam Unit Pembelajaran dan mencoba soal tes formatif, Anda dapat memperkirakan tingkat keberhasilan Anda dengan mengisi instrumen penilaian diri berikut ini. Isilah lembar persepsi diri ini dengan objektif dan jujur dengan memberikan tanda ceklis (√) pada kolom penilaian diri sesuai target kompetensi yang ditetapkan. Tabel 12 Instrumen Penilaian Diri bagi Guru Target Kompetensi/Capaian Pembelajaran Penilaian Diri Ket. Tercapai Belum Menjelaskan tujuan pembelajaran ekologi Merancang sintak pembelajaran untuk memberi pengalaman belajar yang sesuai untuk mencapai tujuan pembelajaran Membuat indikator dan instrumen penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar peserta didik Melaksanakan pembelajaran ekologi yang mendidik di kelas dan atau luar kelas Menggunakan media pembelajaran dan sumber belajar yang relevan dengan karakteristik materi pembelajaran dan peserta didik untuk mencapai tujuan pembelajaran secara utuh Menganalisis hasil belajar peserta didik untuk perbaikan pembelajaran dan/atau pengayaan Menganalisis komponen ekosistem Menganalisis aliran energi dalam ekosistem Menganalisis interaksi dalam ekosistem Menganalisis daur biogeokimia


73 Unit Pembelajaran 2 : Ekologi Mendesain bagan interaksi antar komponen ekosistem Catatan: b. Penilaian oleh Asesor/Fasilitator Tabel 13 Instrumen Penilaian Guru oleh Asesor/Fasilitator Target Kompetensi/Capaian Pembelajaran Penilaian Oleh Asesor/Fasilitator Ket. Tercapai Belum Menjelaskan tujuan pembelajaran ekologi Merancang sintak pembelajaran untuk memberi pengalaman belajar yang sesuai untuk mencapai tujuan pembelajaran Membuat indikator dan instrumen penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar peserta didik Melaksanakan pembelajaran ekologi yang mendidik di kelas dan atau luar kelas Menggunakan media pembelajaran dan sumber belajar yang relevan dengan karakteristik materi pembelajaran dan peserta didik untuk mencapai tujuan pembelajaran secara utuh Menganalisis hasil belajar peserta didik untuk perbaikan pembelajaran dan/atau pengayaan Menganalisis komponen ekosistem Menganalisis aliran energi dalam ekosistem


Unit Pembelajaran 2 : Ekologi 74 Menganalisis interaksi dalam ekosistem Menganalisis daur biogeokimia Mendesain bagan interaksi antar komponen ekosistem Catatan: 2. Penilaian untuk Peserta Didik a. Penilaian Mandiri oleh Peserta Didik Mintalah peserta didik untuk mengisi lembar penilaian diri untuk memperkirakan tingkat keberhasilan peserta didik dalam menguasai kompetensi dasar yang Anda ajarkan. Berikut contoh instrumen penilaian diri peserta didik. Anda dapat mengembangkannya sesuai keperluan. Isi secara objektif dan jujur dengan memberikan tanda ceklis (√) pada kolom penilaian diri sesuai indicator pencapaian kompetensi dasar yang ditetapkan. Tabel 14 Instrumen Penilaian Diri bagi Peserta Didik Indikator Capaian Kompetensi Penilaian Diri Ket. Tercapai Belum 3.10.1 Mengidentifikasi komponenkomponen ekosistem 3.10.2 Menjelaskan berbagai interaksi yang terjadi dalam ekosistem 3.10.3 Menggambarkan rantai makanan yang terjadi dalam suatu ekosistem 3.10.4 Menganalisis aliran energi dalam suatu ekosistem 3.10.5 Menganalisis daur biogeokimia dalam ekosistem 3.10.6 Menganalisis interaksi dalam ekosistem 3.10.7 Menganalisis hierarki ekologi 4.10.1 Menunjukkan komponen ekosistem


75 Unit Pembelajaran 2 : Ekologi 4.10.2 Mengintegrasikan interaksi antar komponen ekosistem 4.10.3 Membuat began jejaring makanan yang berlangsung dalam ekosistem 4.10.4 Membuat bagan siklus Biogeokimia 4.10.5 Membuat peraga 4 dimensi siklus Biogeokimia Catatan: b. Penilaian oleh Guru Tabel 15 Instrumen Penilaian Peserta Didik oleh Guru Indikator Capaian Kompetensi Penilaian oleh Guru Ket. Tercapai Belum 3.10.1 Mengidentifikasi komponenkomponen ekosistem 3.10.2 Menjelaskan berbagai interaksi yang terjadi dalam ekosistem 3.10.3 Menggambarkan rantai makanan yang terjadi dalam suatu ekosistem 3.10.4 Menganalisis aliran energi dalam suatu ekosistem 3.10.5 Menganalisis daur biogeokimia dalam ekosistem 3.10.6 Menganalisis interaksi dalam ekosistem 3.10.7 Menganalisis hierarki ekologi


Unit Pembelajaran 2 : Ekologi 76 4.10.1 Menunjukkan komponen ekosistem 4.10.2 Mengintegrasikan interaksi antar komponen ekosistem 4.10.3 Membuat began jejaring makanan yang berlangsung dalam ekosistem 4.10.4 Membuat bagan siklus Biogeokimia 4.10.5 Membuat peraga 4 dimensi siklus Biogeokimia Catatan:


77 Unit Pembelajaran 2 : Ekologi 06 PENUTUP Anda telah mempelajari modul ini, selanjutnya Anda dapat menerapkan desain pembelajaran yang telah disusun kepada peserta didik di kelas masingmasing. Semoga Unit Pembelajaran ini dapat menjadi referensi Anda dalam mengembangkan pembelajaran dan penilaian yang berorientasi Higher Order Thinking Skills/HOTS, terintegrasi dengan nilai-nilai keislaman, dan literasi dalam rangka mencapai kecakapan Abad ke-21, membentuk generasi unggul yang moderat, beriman dan bertakwa serta berakhlak mulia. Aktivitas pembelajaran yang disajikan dalam modul ini perlu Anda sesuaikan dengan kondisi nyata kelas Anda masing-masing. Anda perlu menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran sesuai dengan kondisi kelas Anda, sehingga memudahkan mengimplementasikan secara teknis. Selain itu, Anda masih perlu mengembangkan instumen penilaian lainnya yang berorientasi HOTS dengan mengacu pada contoh kisi penilaian yang disajikan dalam modul. Anda perlu mengaktifkan diri dalam kegiatan MGMP Biologi untuk melakukan hal tersebut serta mengembangkan modul secara bersama rekan sejawat guru biologi lainnya. Penulis menyadari bahwa modul ini masih banyak kekurangan. Untuk itu, penulis mengharap saran dan masukan yang membangun demi lebih sempurnanya modul ini maupun dalam upaya perbaikan dan pengembangan modul pembelajaran lainnya. Semoga modul pembelajaran ini bermanfaat bagi khasanah ilmu pengetahuan dan pembelajaran secara umum maupun bagi pihakpihak yang memerlukan.


Unit Pembelajaran 2 : Ekologi 78 GLOSARIUM adaptasi morfologi: Penyesuaian bentuk tubuh untuk kelangsungan hidupnya. adaptasi fisiologis: Penyesuaian fungsi fisiologi tubuh untuk mempertahankan hidupnya. adaptasi perilaku: Adaptasi yang didasarkan pada perilaku. aliran energi: Rangkaian urutan pemindahan bentuk energi dari satu bentuk ke bentuk energi lain, dimulai dari sinar matahari, ke produsen, ke konsumen primer, ke konsumen tingkat tinggi, sampai ke saproba. bentang alam: Mosaik ekosistem-ekosistem yang saling terkait. biomassa: Jumlah atau massa materi organik hidup dalam suatu ekosistem. biosfer: Ekosistem global, total dari semua ekosistem dan bentang alam di planet bumi. dekomposer: Organisme heterotrof yang menguraikan bahan organik yang berasal dari organisme mati (bahan organik kompleks). detritivore: Organisme heterotrof yang memanfaatkan serpihan organik padat (detritus) sebagai sumber makanan. dinamika populasi: Ukuran populasi berubah sepanjang tahun. Perubahan ukuran dalam populasi disebut. ekologi: Bidang sains yang mempelajari interaksi antara organisme dan lingkungannya. ekosistem: Suatu sistem ekologi yang terbentuk oleh hubungan timbal balik tak terpisahkan antara makhluk hidup dengan lingkungannya. emigrasi: Peristiwa perginya satu atau lebih organisme dari satu daerah sehingga populasi organisme di daerah tersebut akan menurun. evaporasi: Proses perubahan wujud zat dari cair menjadi gas yang terjadi di permukaan air dan tanah.


79 Unit Pembelajaran 2 : Ekologi faktor abiotik: Komponen tak hidup pada lingkungan dan mencakup faktor kimiawi dan fisik. faktor biotik: Semua organisme yang ada di satu daerah, menyusun komponen hidup pada lingkungan. habitat: Lingkungan spesifik tempat organisme hidup. herbivori: Mengonsumsi bagian tumbuhan atau alga oleh hewan. infiltrasi: Perjalanan air ke dalam tanah sebagai akibat gaya kapiler dan gravitasi. klimaks: Tahapan lanjut yang dapat mempertahankan kondisi kurang lebih stabil disebut sebagai tahapan. komensalisme: Hubungan antara dua organisme yang berbeda spesiesdi mana salah satu spesies diuntungkan, sedangkan spesies lainnya tidak dirugikan. kompetisi intraspesies: Kompetisi antarorganisme dalam spesies untuk memperebutkan sumberdaya yang terbatas. komunitas: Suatu kelompok populasi dari sejumlah spesies yang berbeda yang menghuni wilayah tertentu. konsumen: Organisme heterotrof yang memanfaatkan bahan organik yang terdapat pada organisme lain sebagai makanannya. migrasi: Perpindahan satu atau lebih organism ke daerah yang didatanginya. mutualisme: interaksi di mana spesies sama-sama memperoleh manfaat. netral: Hubungan tidak saling mengganggu antarorganisme dalam habitat yang sama yang bersifat tidak menguntungkan dan tidak merugikan kedua belah pihak. organisme: Satu makhluk hidup individual. organisme fotoautotrof: Organisme yang memanfaatkan cahaya matahari untuk mengubah zat anorganik menjadi zat organik. organisme kemoautotrof: Organisme yang menggunakan energi yang didapat dari reaksi kimia untuk membuat makanan disebut. pola mengelompok: Pola yang umum ditemukan di alam, yaitu individu beragregasi atau mengelompok dalam suatu gugus (patches).


Unit Pembelajaran 2 : Ekologi 80 pola penyebaran acak: Individu menyebar tidak mengikuti suatu pola tertentu dan posisi individu yang satu tidak bergantung pada individu yang lainnya. pola penyebaran seragam atau teratur: Individu menyebar dengan jarak yang kira-kira sama di antaranya. populasi: Sekelompok individu dari spesies yang sama yang hidup di daerah geografik tertentu dan waktu tertentu. predasi: Interaksi di mana satu spesies (predator) membunuh dan memakan spesies yang satu (mangsa). presipitasi: Peristiwa jatuhnya air dari atmosfer ke permukaan bumi. produksi primer: Laju produsen mengonversi energi matahari menjadi energi kimia yang disimpan dalam senyawa organik. produsen: Organisme autotrof yang mampu menyediakan makanan sendiri. rantai makanan: Urut-urutan transfer makanan antara tingkat-tingkat trofik. relung: Kedudukan fungsional suatu organisme dalam komunitasnya. struktur trofik: Hubungan makan-dimakan di antara berbagai spesies dalam suatu komunitas. suksesi alogenik: suksesi yang terjadi apabila proses yang terjadi dikendalikan oleh faktor-faktor yang berada di luar ekosistem. suksesi autogenik: suksesi yang terjadi apabila prosesnya dikendalikan dari dalam ekosistem itu sendiri karena perubahan habitat yang terjadi karena akibat aktivitas biota. suksesi: Proses perubahan komunitas yang bertahap dan berarah, terjadi melalui proses pergantian satu komunitas oleh komunitas lainnya. suksesi primer: Kolonisasi suatu lahan kosong di mana sebelumnya tidak terdapat suatu komunitas. suksesi sekunder: Dicirikan oleh pergantian komunitas yang terjadi setelah adanya gangguan terhadap komunitas sebelumnya. surface runoff: Peristiwa meluapnya air ke permukaan bumi.


81 Unit Pembelajaran 2 : Ekologi DAFTAR PUSTAKA Campbell, Neil A. and J.B. Reece. 2008. Biologi. Edisi 8, Jilid 1. Jakarta: PT. Erlangga. Biology. LibreText. https://bio.libretexts.org/Bookshelves/Introductory_and_ General_Biology/Book%3A_Introductory_Biology_(CK12)/06%3A_Ecology/ 6.17%3A_Population_Size%2C_Density%2C_and_Distribution. Diakses 1/11/2020. Jørgensen, Sven E. 2007. A New Ecology: Systems Perspective. Amsterdam, The Netherlands: Elsevier. Online Textbook. Chapter 35.2. https://bodell.mtchs.org/OnlineBio/BIOCD/text /chapter35/concept35.2.html. Diakses 1/11/2020. Pertumbuhan Populasi. https://staff.blog.ui.ac.id/devita/files/2010/05/Ringkasan2A.1.pdf. Diakses 1/11/2020. Robbi, M. D. 2016.. Pendidikan Pelestarian Lingkungan Hidup dalam Islam (Keseimbangan Ekosistem Prespektif Hadis). Al-Ibtida’, Vol. 4, No.2. Simon, Eric J., J.L. Dickey, K.A. Hogan, J.B. Reece. 2015. Campbell Intisari Biologi. Edisi ke-6. Jakarta: Penerbit Erlangga. Suhendra, Ahmad. 2013. Menelisik Ekologis dalam Al-Qur’an. ESENSIA Vol. XIV No. 1. Suroso A.Y., Anna P, Kardiawarman. 2003. Ensiklopedi Sains dan Kehidupan. Jakarta: CV. Tarity Samudra Berlian. Tim Olimpiade Biologi Indonesia. 2014. Latihan Soal dan Solusi International Biology Olympiad. Edisi ke-4. Bandung: Yrama Widya. TOBI. 2013. OSN Biologi SMA. Edisi Kelima (Revisi). Bandung: Yrama Widya. Urry, Lisa A., Michael L. Cain, Steven A. Wasserman, Peter V. Minorsky, Rebecca B. Orr, Neil A. Campbell. 2020. Campbell Biology. 12th Edition e-Book. New York: Pearson. Yafie, Ali. 2006. Merintis Fiqh Lingkungan Hidup. Jakarta: Yayasan Amanah-UFUK.


Unit Pembelajaran 2 : Ekologi 82


Click to View FlipBook Version